Indonesia di Grup B ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024

JAYAKARTA NEWS— Indonesia berada di grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar dan Laos pada ajang ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024. Kepastian itu didapat setelah adanya drawing resmi yang dilakukan di Hanoi, Selasa (21/5/2024).

Sementara itu, grup A diisi oleh Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan satu negara lagi akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Ini adalah edisi ke lima belas untuk tahun 2024. Di edisi sebelumnya, Thailand keluar sebagai juara.

Sementara Indonesia hanya sampai di laga semifinal. Ditahan imbang 0-0 saat menjadi tuan rumah oleh Vietnam, dan kalah 0-2 saat bertamu ke Vietnam.

Rencananya gelaran ini akan dimulai dari tanggal 23 November 2024 hingga 21 Desember 2024.

Hasil Drawing ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024:

Grup A:

Thailand

Malaysia

Singapura

Kamboja

Brunei Darussalam/Timor Leste

Grup B:

Vietnam

Indonesia

Filipina

Myanmar

Laos.***pssi

Juara “Kapolri Cup”, Bisa Masuk Bintara Polri

JAYAKARTA NEWS – Kejuaraan Karate Piala Kapolri (Kapolri Cup) 2024 menyediakan beragam hadiah menarik. Di antaranya, medali, piagam prestasi, trophy, dan uang pembinaan. Kejuaraan itu sendiri akan dilangsungkan 26 – 28 Juli 2024 di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Bogor.

“Khusus Juara Best of The Best dan memenuhi persyaratan pendaftaran Bintara Polri, akan mendapatkan rekomendasi jalur Bintara Rekrutmen Proaktif,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2024, Brigjen Pol Eko Rudi Sidarto, di Jakarta hari ini (21/5).

Mengingat hadiah yang ditawarkan, maka panitia pun mengatur ketentuan peserta secara cermat. “Secara umum, ketentuannya tidak berbeda jauh dengan kejuaraan karate lazimnya, tapi ini sangat penting untuk diperhatikan calon peserta,” tambah mantan Wakapolda Papua, itu.

Ketentuan Peserta

Untuk lebih jelas, berikut Ketentuan Peserta kategori Open Tournamen (Umum):

  1. Peserta masing-masing kontingen tidak dibatasi, baik nomor perorangan maupun nomor beregu. (bagan sesuai undian dan tidak dapat dipindah-pindah).
  2. Pertandingan dapat dilaksanakan apabila setiap kelas kumite/kata perorangan minimal 2 (dua) peserta dan beregu minimal 2 (dua) regu. Apabila terdapat kelas perorangan 1 (satu) peserta dan beregu 1 (satu) regu maka tidak termasuk dalam perolehan medali.
  3. Untuk timbang badan wajib kategori Polri dan kategori Open diserahkan kepada masing-masing kontingen (toleransi berat 1 kg).
  4. Peralatan pertandingan sesuai standar WKF disediakan sendiri oleh masing-masing peserta.
  5. Panitia menyediakan P3K hanya sebatas di tempat pertandingan jika ada atlet yang harus dirujuk ke RS maka biaya ditanggung oleh kontingen yang bersangkutan.
  6. Pelatih dan manager yang akan mendampingi atlet di lapangan wajib mengikuti technical meeting.
  7. Untuk kelas kategori Polri dibatasi per kelas, kelas perorangan 2 atlet dan kelas beregu 1 regu dalam 1 kontingen.
Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega saat memperagakan gerakan karate kepada anak-anak yang ingin meniru dirinya yang sukses juara karate internasional SEA Games 1999. (Sumber Foto: Suwandi/KOMPAS.com)

Sedangkan Ketentuan Khusus Peserta Polri adalah sebagai berikut:

  1. Mendapat surat perintah mengikuti pertandingan dari Kasatker untuk perwakilan Satker Mabes Polri dan Kapolda untuk perwakilan Polda.
  2. Tidak ada peserta atas nama pribadi atau Polres/Polsek.
  3. Bagi atlet yang bertugas di Polres/Polsek mendapat rekomendasi dari Kasatwil untuk pertimbangan bergabung dengan tim perwakilan Polda.
  4. Tidak sedang terlibat/menjalani sanksi pelanggaran disiplin atau etik.
  5. Tidak sedang terlibat operasi kepolisian.
  6. Mekanisme pembuatan surat perintah, yaitu nama-nama calon perwakilan Polda didata oleh  Subbagrohjashor Bagwatpers Biro SDM kemudian nama-nama tersebut diajukan oleh biro SDM kepada Kapolda dengan jumlah dan kategori pertandingan sesuai ketentuan dari panitia bagi peserta Polri. Nama-nama yang disetujui kemudian dibuatkan surat perintah sebagai perwakilan Polda untuk mengikuti pertandingan.

Ketentuan Pertandingan

Adapun Ketentuan Pertandingan, diatur sesuai Kategori Open dan Festival. Untuk Kategori Open Tournamen sebagai berikut:

  1. Peraturan pertandingan menggunakan ketentuan WKF terbaru.
  2. Pertandingan menggunakan sistem gugur.
  3. Kelas pra usia dini mulai dari babak penyisihan sampai babak final memainkan kata dasar  (boleh tidak berurutan). usia dini dan pra Pemula pada babak penyisihan memainkan Kata 4 dan kata 5 (sesuai babak) dan saat babak final memainkan WKF kata List.
  4. Pemula s.d senior dari babak penyisihan sampai dengan babak final menggunakan WKF kata list.
  5. Perebutan medali, kata beregu (junior dan senior), memainkan bunkai durasi 5 (lima) menit,  dihitung mulai pada saat hormat pertama didalam tatami sebelum memainkan kata dan hormat kedua setelah memainkan bunkai.
  6. Pada pertandingan kumite wajib menggunakan perlengkapan pertandingan sesuai ketentuan WKF.
  7. Pelatih yang mendampingi atlit bertanding, wajib menggunakan training suit dan sepatu olahraga.

Sedangkan Kategori Festival:

  1. Pertandingan kata dan kumite menggunakan sistem bendera
  2. Pertandingan kumite durasi 1 menit atau 3 point pertama

Lain-lain

  1. Akomodasi dan transportasi merupakan tanggung jawab masing-masing kontingen, panitia hanya sebatas merekomendasikan
  2. Jika terjadi hal-hal di luar batas kemampuan panitia, seperti bencana alam, kerusuhan, amuk massa, demonstrasi dan lain-lain yang mengakibatkan pembatalan/penundaan kejuaraan maka kerugian yang dialami seluruh kontingen menjadi tanggung jawab kontingen
  3. Hal-hal yang belum ditentukan mengenai peraturan pertandingan, akan ditentukan saat Technical Meeting. (*)

Ini Dia, Persyaratan Mengikuti Kejuaraan Karate Kapolri Cup 2024

JAYAKARTA NEWS – Kabar bakal digelar Kejuaraan Karate Kapolri Cup 2024 sudah tersebar. Respons dan antusiasme calon peserta luar biasa. Baik yang datang dari calon peserta Polri maupun kategori open tournament (umum).

“Saya khawatir peserta akan membludak. Karenanya, panitia menyesuaikan dengan kapasitas GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Bogor,” ujar I Putu Deddy Mahardika, Seksi Pertandingan Panitia Kejuaraan Karate Kapolri Cup, di Jakarta, Senin (20/5).

Ia menjelaskan, pendaftaran sudah dimulai sejak tanggal 1 Mei, dan akan ditutup tanggal 22 Juli 2024. “Untuk form pendaftaran bisa hubungi panitia di nomor 082119118145,” ujar Putu yang karateka Dan V itu.

Peserta umum akan dikenakan biaya pendaftaran. Masing-masing, Open Tournament Perorangan Rp 350.000, Beregu Rp 450.000, Festival Perorangan Rp 350.000, Kontingen Rp 300.000. “Sementara untuk peserta dari Polri, gratis,” tambahnya.

Uang pendaftaran ditransfer melalui Bank BRI No Rek, 141001003815509 atas nama Anguri Nasywa Pratista. Selanjutnya, akan dilakukan verifikasi berkas dan data pada tanggal 25 Juli 2024 di GOR Laga Tangkas, dilanjutkan Technical Meeting pukul 16.00 – 17.30 WIB.

Sedangkan, pelaksanaan pertandingan pada hari Jumat – Minggu, 26 – 28 Juli 2024 di GOR Laga Tangkas Pakansari, Cibinong, Bogor. “Perlu diinformasikan, panitia akan menutup waktu pendaftaran jika kuota peserta sudah terpenuhi,” tambah Putu.

Adapun syarat pendaftaran, Surat Keterangan sehat dari dokter, Fotokopo BPJS Kesehatan, Fotokopi Akta Kelahiran/KTA/KTP, Pas Foto 3×4 (2 lembar) dan Menyerahkan bukti pembayaran. “Untuk membedakan kategori, semua berkas dimasukkan ke dalam map warna merah untuk Kategori Polri, dan Biru untuk kategori open,” pungkas Putu. (*)

Brigjen Pol Eko Sudarto: Karate Kapolri Cup 2024 Perkuat Hubungan Polri dan Masyarakat

JAYAKARTA NEWS – Gelar Kejuaraan Karate Kapolri Cup (Piala Kapolri) 2024, memanggul harapan besar. Sebuah harapan terjadinya penguatan hubungan kepolisian dan masyarakat.

“Melalui Kapolri Cup diharapkan terjalin hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Karenanya, selain kategori Polri, juga ada kategori open tournament untuk umum,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto.

Tak hanya itu. Kegiatan ini juga memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran fisik dan gaya hidup sehat. Sedangkan, bagi Polri, Kejuaraan Piala Kapolri menjadi ajang rekrutmen atlet karate Polri. “Yang tersaring, akan mewakili tim karate bhayangkara ke ajang karate nasional maupun internasional,” tambah Brigjen Eko yang menjabat Karojianstra Slog Polri.

Selain itu, menurut Eko yang mantan Wakapolda Papua, Kejuaraan Karate Kapolri Cup juga menjadi ajang seleksi untuk WPFG (World Police and Fire Games). “Ajang pesta olahraga polisi dan pemadam kebakaran se-dunia terdekat, berlangsung di Alabama, Amerika Serikat tahun 2025. Karateka Polri akan turun di ajang WPFG itu,” tandasnya.

Selama ini, Polri adalah anggota aktif (active member) WPFG. Tidak ada alasan untuk tidak ambil peran aktif dalam ajang karate prestasi kepolisian sedunia.

Dalam kaitan itu, khususnya pembinaan jangka panjang cabang olahraga sports karate, diperlukan kompetisi secara rutin dan berkesinambungan. Kejuaraan Karate Kapolri Cup menjadi yang pertama dan akan menjadi agenda rutin Polri ke depan.

“Kapolri Cup pertama akan berlangsung tanggal 26 sampai 28 Juli 2024 mendatang di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. “Ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Polri ke-78,” pungkas Brigjen Eko Sudarto. (*)

Karateka-karateka Terbaik Kejurnas Kapolri Cup akan Ikut Police Olympic Games 2025 di Alabama AS

JAYAKARTA NEWS – Kejuaraan nasional karate bergengsi Piala Kapolri 26-28 Juli 2024 akan digelar di Cibinong Bogor, tepatnya di GOR Laga Tangkas, Pakansari. Kejuaraan kategori besar ini akan dibuka Kapolri Jenderal Polisi L. Sigit Prabowo.

Kejurnas karate Kapolri Cup akan diikuti karateka-karateka terbaik mewakili Polda seluruh Indonesia.

Menurut pembina sekaligus Steering Committee (SC) National Open Karate Championship, Sensei Prof Hermawan ‘Kikiek’ Sulityo, mereka yang berprestasi pada seleksi kejuaraan ini akan digojlok untuk mengikuti kejuaraan karate prestise tingkat dunia yaitu World Police and Fire Games, suatu ajang “Olympiade Games”nya polisi tingkat dunia yang akan dilaksanakan bulan September 2025 di Alabama, Amerika Serikat.

Tak tanggung-tanggung, target tim karateka polisi Indonesia adalah juara dunia bahkan meraih prestasi juara umum Olympic Games di AS nanti. Karena targetnya tinggi, tentu diharapkan tim-tim Polda akan mempersiapkan atlet karatenya dengan maksimal.

“Pasti persaingannya akan sengit dan sangat keras,” janji sensei Kikiek kepada Jayakarta News dengan aksen optimis.

Kejuaraan karate Piala Kapolri kali ini bersifat open turnamen. Artinya semua aliran atau perguruan karate di bawah bendera ‘shotokan’ bisa ikut sebagai peserta. Di samping kelas tanding komite (tarung) perorangan, ada juga pertandingan keindahan jurus atau ‘Kata’. Ada Kata Perorangan juga beregu.

Selain itu, dalam release panitia bahwa kejuaran kali ini dihibur juga dengan demonstrasi jurus-jurus praktis karate dari berbagai perguruan.

Pada National Open Karate Championship Piala Kapolri Tahun 2024 di Cibinong Bogor akan dibanjiri dengan tawaran hadiah-hadiah menarik. Bukan saja tiket ke AS bagi para jawara, tapi hadiah uang pembinaan puluhan juta rupiah telah disiapkan Panitia Pelaksana. (Nat)

Kualifikasi Piala Dunia: Ini Dia 22 Pemain untuk Pertandingan Lawan Irak dan Filipina

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Shin Tae-yong memanggil 22 pemain untuk dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina. Timnas Indonesia akan menjamu Irak dan Filipina pada 6 dan 11 Juni 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dua laga ini sangat penting bagi skuad Garuda. Karena jika setidaknya mampu meraih satu kemenangan akan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

Dilansir laman PSSI, pelatih Shin Tae-yong tidak memanggil Elkan Baggott dan Marc Klok. Selain itu juga tidak ada Edo Febriansah, Wahyu Prasetyo, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, dan Hokky Caraka.

Sementara itu, nama-nama langganan seperti Asnawi Mangkualam, Rizky Ridho, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner dan lain-lain masih tetap menghiasi skuad Garuda.

Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan mengemas tujuh poin dari empat pertandingan.

Daftar 22 pemain Timnas Indonesia versus Irak dan Filipina:

1. Adi Satryo (PSIS)
2. Ernando Ari (Persebaya)
3. Jordi Amat (Johor Darul Takzim)
4. Justin Hubner (Cerezo Osaka)
5. Rizky Ridho (Persija)
6. Muhammad Ferrari (Persija)
7. Jay Idzes (Venezia FC)
8. Pratama Arhan (Suwon FC)
9. Shayne Pattyama (KAS Eupen)
10. Sandy Walsh (KV Machelen)
11. Asnawi Mangkualam (Port FC)
12. Nathan Tjoe-A-On (Swansea FC)
13. Yance Sayuri (PSM)
14. Yacob Sayuri (PSM)
15. Thom Haye (SC Heerenveen)
16. Ricky Kambuaya (Dewa United)
17. Ivar Jenner (Jong Utrecht)
18. Marselino Ferdinan (KMSK Deinze)
19. Dimas Drajad (Persikabo 1973)
20. Ragnar Oratmangoen (FC Groningen)
21. Egy Maulana (Dewa United)
22. Rafael Struick (ADO Den Haag).***/din

Persiapan Menyongsong Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup F di Stadion Utama Bung Karno

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Dua pertandingan itu, yakni melawan Irak, Kamis 6 Juni dan Filipina, di tanggal 11 Juni. Karena pentingnya dua laga itu, kesiapan infrastruktur khususnya rumput stadion menjadi penting.

Dilansir web resmi PSSI, guna mengetahui kesiapan Stadion GBK, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi mengecek kondisi stadion pada Selasa sore (14/5). Yunus pun mengakui kondisi rumput kini jauh lebih bagus ketimbang saat melawan Vietnam di tanggal 21 Maret.

Seperti diketahui, pada Sabtu 18 Mei, GBK akan menjadi tempat konser boyband asal Korea Selatan, NCT Dream.

“Mudah-mudahan setelah konser NCT Dream segera dibenahi dan dimaksimalkan pemeliharaannya,” kata Yunus Nusi. “Nanti 6 hari setelah konser, saya akan kembali untuk melihat rumput di GBK,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku sudah berkomunikasi dengan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK).

“Sudah [komunikasi dengan pengelola GBK]. Saya tekankan kepada GBK untuk rumputnya harus sesuai standar internasional karena ini pertandingan kualifikasi Piala Dunia,” ucap Erick beberapa hari yang lalu.

“Jadi bebannya bukan di saya, tetapi di GBK untuk kesiapan rumput,” kata Erick menambahkan.

Timnas Indonesia kini berada di peringkat kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan mengemas tujuh poin dari empat pertandingan yang dijalani. Tim asuhan Shin Tae-yong ini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk melaju ke putaran ketiga.***/din

Kalah 12-0 dari Korsel, Satoru Mochizuki: Pemain Terus Berjuang hingga Akhir

JAYAKARTA NEWS— Pelatih tim U-17 wanita Indonesia memandang, walau kalah saat menghadapi Korea Selatan, dirinya tetap memandang ada sisi positif dari pemainnya, yakni terus berjuang hingga akhir laga.

Garuda Pertiwi Muda harus mengakui keunggulan dari Young Taegeuk Ladies 0-12 dalam laga lanjutan Piala Asia U-17 Wanita yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, (9/5/2024).

“Dengan kekalahan telak tadi (12-0), dibandingkan saat melawan Filipina, saya lihat para pemain, mereka masih terus berjuang hingga akhir, rasanya itu hal positifnya,” buka coach Mochi, dilansir laman resmi PSSI.

Dirinya melihat dalam laga itu Korea pintar mencari posisi. “Jadi itu merepotkan kami. Saat masuk babak kedua, pertahanan kita agak goyang, mestinya mereka saling komunikasi, supaya tidak kebobolan kelima kalinya,” ungkapnya.

Ditambahkan lagi olehnya, walau begitu, tadi di babak kedua sudah mulai tampak permainannya, mulai bagus, hanya saja harus lebih agresif lagi dalam merebut bola. “Harus tidak mau ngalah, harus lebih ngotot lagi. Sebab lawan kita selanjutnya nanti Korea Utara, jauh lebih agresif, lebih cepat, jadi kita harus lebih cepat lagi, lebih agresif,” jelasnya.

Pelatih asal Jepang itu mengatakan akan sangat sulit memperbaiki semuanya di jeda waktu istirahat turnamen yang singkat. “Mungkin di jeda dua hari ini, sepertinya sulit, tapi setidaknya semua pemain menyadari akan perannya nanti. Harapannya ya bisa lebih baik lagi,” cetusnya.

“Yang paling penting satu hal, walau mereka kalah di dua pertandingan ini, tetap semangat, tidak down. Jadi di pertandingan berikutnya bisa jauh lebih baik lagi.”

“Di awal babak pertama, masing-masing pemain ingin menang, dan ingin menunjukkan permainan hebatnya. Di babak kedua disampaikan, supaya lebih kompak lagi, lebih solid lagi. Tadi untuk pemain belakang khususnya, bisa lebih kokoh lagi pertahanannya, terutama area tengah, sering sekali di bobol, diterobos oleh lawan. Harapannya ya tengah tadi bisa lebih kuat, mereka harus lebih aktif lagi merebut bola,” beber pria berkepala plontos itu 

Pemain sempat shock dengan hasil di babak pertama, caranya untuk membangkitkan semangat ke pemain adalah dengan terus menyemangati mereka.

“Tadi di ruang ganti, ada beberapa pemain nangis, mereka merasa kecewa, sedih tentu, mungkin saya rasa itu manusiawi, tapi sekali lagi ya, kita tidak bisa terus meratapi kekalahan, jadi kalah itu bukan berarti selesai, kalau menyerah, itu baru selesai. Jadi kita tatap laga berikutnya kedepan, jauh harus lebih baik lagi. Jadi dalam sebuah tim, kalah atau menang itu biasa, selanjutnya harus lebih baik dari sebelumnya, saya yakin, kita di tim ini bisa menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.***/din

Terima Kekalahan, PSSI Kecam Aksi Rasis pada Guinea

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia telah berjuang maksimal dalam upaya kualifikasi menuju Olimpiade. Namun, hasil akhir belum berpihak kepada Marselino dan kawan-kawan. 

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Mahendra Sinulingga mengatakan para pemain dan tim kepelatihan Shin Tae-yong pun telah berbesar hati menerima kekalahan. 

Arya mengatakan para suporter pun harus mampu menerima kekalahan tersebut.

“Para pemain pulang dengan kepala tegak dan legawa menerima kekalahan. Jadi, kita berharap para suporter pun melakukan hal yang sama,” ujar Arya, Jumat (10/5/2024), dilansir laman resmi PSSI.

Arya pun menyayangkan tindakan ujaran rasis kepada para pemain Guinea. Arya menyampaikan pelaku ujaran rasis bukan merupakan suporter sejati. 

“Jangan menodai perjuangan tim U-23 Indonesia dengan ujaran rasis kepada para pemain lawan,” ucap Arya. 

Namun, Arya mengapresiasi para suporter yang sejak awal hingga akhir perjuangan tetap terus memberikan motivasi kepada para penggawa Garuda Muda.

Arya menilai dukungan ini sangat diperlukan dalam membantu mengembalikan semangat para pemain menatap laga-laga penting berikutnya. 

“Mimpi anak-anak muda ini masih panjang, tolong jangan dicederai dengan aksi rasis yang sangat merugikan dan memalukan. Kita fokus mendukung timnas ke depan,” kata Arya.***/din

Dikandaskan China, Indonesia Raih Runner-up Piala Uber

JAYAKARTA NEWS— Mimpi Tim Uber Indonesia bisa tampil cemerlang di partai final akhirnya pupus. Bahkan di dua partai pertama China kurang mendapat perlawanan yang berarti, mereka menang dua game langsung.

Hanya di partai ketiga, yang memberi perlawanan cukup keras sehingga He Bing Jiao harus memenangkan partai tersebut dalam tiga game melawan Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Tim China berhasil mengandaskan Indonesia dengan 3-0, sehingga dua partai lainnya tidak dimainkan.

Berikut score partai final:

WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs  Chen Yu Fei 7-21, 16-21
WD1: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 11-21, 8-21
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs He Bing Jiao 21-10, 15-21, 17-21
WD2: Lanny Tria Mayasari/Rachel Allessya Rose vs Liu Sheng Shu/Zhang Shu Xian Tidak Dimainkan
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Han Yue Tidak Dimainkan

Gregoria Mariska Tunjung meminta maaf pada timnya karena tidak menunjukkan permainan yang bagus.

“Pertama saya mau meminta maaf kepada semua tim karena saya tidak menujukkan permainan yang bagus hari ini. Bisa dilihat gim pertama sangat tidak nyaman dan tidak yakin dengan apa yang mau saya tampilkan,” ujar Gregoria sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (5/5/2024).

“Saya sudah mencoba yang terbaik di gim kedua tapi itu tidak bisa bikin saya menang. Sedih dan kecewanya rasanya karena sebenarnya momen final Piala Uber adalah salah satu yang saya nantikan.

Kemarin bisa dibilang saya bermain cukup bagus, hal itu membuat saya punya ekspektasi untuk bermain bagus juga hari ini. Tapi itu malah jadi kesulitan sendiri, secara fisik saya tidak lelah tapi mungkin di pikirannya jadi berat. Sebaliknya lawan malah bisa bermain sangat bagus dengan tekanan sebagai tuan rumah.

Di luar itu, saya mau ucap syukur untuk tim Uber tahun ini. Saya berada di tim yang kompak, yang bisa membangun kerjasama yang bagus. Saya yakin kekompakan itu yang membuat kami hari ini ada di sini. Di final Piala Uber 2024,” paparnya.

Berikut ini komentar lengkap para pemain sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

Ribka Sugiarto: “Sudah diskusi dengan pelatih dan diputuskan saya dan Fadia yang turun sebagai ganda pertama. Lawan memang tidak mudah tapi kami ingin coba dulu. Hasilnya belum sesuai yang diinginkan tapi kami tetap bersyukur karena menurut kami, tim Uber tampil di final saja sudah bangga sekali.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: “Tadi sempat ingat momen pasangan sama Ribka di Piala Uber tahun 2021 di Aarhus. Saat itu kami masih pasangan dan bisa menyumbang poin saat lawan Thailand. Sayang, tim kita kalah tipis 2-3 dari mereka di perempatfinal.

Tidak menyangka bisa main di final Uber bareng Ribka lagi. Perjuangan sama-sama dari kecil, dari klub sampai sekarang mencetak sejarah bareng-bareng.

Chen/Jia sangat tough, secara pengalaman dan mentalitas mereka sangat baik. Apalagi mereka sudah sering berada di final beregu sementara kami baru pertama kali. Ini pelajaran berharga buat kami.”

Ester Nurumi Tri Wardoyo:”Tadi walaupun belum berhasil, saya merasa permainan saya sudah cukup baik. He Bing Jiao juga lawan yang tidak mudah, dia sangat berpengalaman. Dari kemarin sudah diskusi dengan pelatih tentang bagaimana cara bermain melawannya dan tadi Puji Tuhan bisa menerapkan apa hasil diskusi itu.

Tim sudah tertinggal 0-2 dan saya merasa tegang saat masuk lapangan. Tapi berbarengan dengan tegang, saya merasa excited ingin membukitkan kalau kita masih bisa.

Saya belajar banyak di turnamen ini, bagaimana mengatasi situasi di poin-poin kritis, cara bermain dan mental saya juga harus ditingkatkan.

Tiga tahun lalu, saya ada mendukung tim berlaga di final Piala Thomas di Aarhus, saat itu terbayang ingin rasanya berlaga di final sebesar Piala Thomas dan Uber dan bersyukur di tahun 2024 ini kami tim Uber Indonesia bisa merasakan itu. Rasanya senang dan bangga.” ***