Mantan Ketum PSSI Doakan Garuda Muda Sukses di Semifinal dan Melaju ke Olimpiade Paris 2024

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Mantan Ketua Umum PSSI yang kini menjadi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap Timnas Indonesia U-23 berhasil memenangkan partai semifinal Piala Asia U-23 sekaligus mengamankan Tiket Olimpiade Paris’ yang akan digelar Juli 2024 mendatang.

Kemenangan Timnas Indonesia di perempat final dengan menumbangkan Korea Selatan, sangat diapresiasi LaNyalla. Menurutnya, prestasi tersebut telah mengukir sejarah persepakbolaan Indonesia.

“Kita bangga dengan torehan bersejarah Timnas U-23 yang lolos ke babak semifinal Piala Asia U-23. Saya ucapkan selamat kepada skuad Garuda Muda. Mari terus dukung dan doakan agar mampu melenggang ke final dan meraih juara. Saya terharu dengan perjuangan pemain sampai perpanjangan waktu dan adu penalti. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan,” ucap LaNyalla di sela kegiatan resesnya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/4/2024).

Jika berhasil lolos ke babak final, apalagi menjuarai gelaran Piala Asia 2024, maka tiket menuju Olimpiade Paris 2024 sudah digenggam oleh skuad yang dikomandani Rizky Ridho itu. “Mari kita doakan juga agar Timnas Indonesia U-23 lolos ke Olimpiade Paris 2024. Peluang itu sudah di depan mata. Kita yakin pasti bisa,” tutur LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan semangat dan dukungan tanpa henti kepada Timnas Indonesia U-23. Meski negara yang dihadapi di babak semifinal bukan lawan yang mudah, namun LaNyalla optimistis bisa diatasi.

“Tentu dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia akan menjadi amunisi tambahan bagi anak-anak Timnas Indonesia U-23 untuk dapat terus menjaga tren positif di atas lapangan hijau. Kita doakan dan kita yakin, Indonesia Bisa!” ucap LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U-23 berhasil lolos ke babak semifinal Piala Asia U-23. Itu setelah mengalahkan Korea Selatan di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar Jumat dini hari WIB, 26 April 2024. Skor 2-2 bertahan hingga babak kedua dan tambahan berakhir. Adu pinalti pun dilakukan dan dimenangkan Indonesia dengan skor 11-10.

Kemenangan fenomenal ini membuat Indonesia U-23 berpeluang lolos ke Olimpiade Paris 2024. Tiga tim teratas secara otomatis lolos ke pesta olahraga empat tahunan itu (juara Piala Asia U-23, runner up, dan peringkat ketiga).

Sementara, satu tim peringkat empat dijadwalkan berhadapan dengan peringkat keempat regional Afrika, Guinea U-23 untuk mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024.

“Jangan lupa bukan hanya skill dan teknik yang dikedepankan, kondisi non teknis ingat kepada sang pemilik Allah SWT juga harus dilakukan. Anak-anakku para pemain Timnas jangan lupa harus tetap ibadah dan memohon kepada yang maha kuasa, karena hidup ini adalah usaha dan juga doa,” harapnya.***/din

Piala Asia U-23, Shin Tae-yong: Saya Sangat Senang dan Bahagia tapi Sedih

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Shin Tae-yong membuktikan profesionalismenya. Terbukti jurus jitu arsitek asal Korea Selatan membuat negara asalnya itu tersisih di babak delapan besar Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (26/4/2024) WIB.

Dalam sesi jumpa pers sehari jelang laga, STY mengaku ini laga berat. Pasalnya, ini laga pertama, dia harus berhadapan dengan negara asalnya sejak menjadi pelatih.

Namun, pada perempat final ini, segala kegalauan ia kubur dalam-dalam.

Ia pun mengeluarkan strategi apik untuk meredam negeri Ginseng itu.

Apa jurus jitu STY? Mental, karakter, fisik, dan skema permainan yang jelas dan terukur.

“Saya sangat senang dan bahagia, tetapi di sisi lain, ini sangat menyedihkan dan sulit. Pemenangnya harus ditentukan, dan sekarang saya bertanggung jawab atas tim Indonesia. Saya harus melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Shin Tae-yong sesuai laga, dilansir laman resmi PSSI.

Lebih lanjut, Shin Tae-yong, mengakui hasil ini meningkatkan kepercayaan diri timnya. Menurut juru taktik berusia 53 tahun itu, target ke final pun kini menjadi hal yang mungkin dicapai Timnas U23 Indonesia.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami tak bisa memenangkan kejuaraan. Jelas, kami bisa mencapai final. Hal itu memberi kami kepercayaan diri dan kami mampu mencapai empat besar,” tambahnya.

Selain itu, pada laga ini kiper Ernando Ari juga tampil heroik. Kiper asal klub Persebaya tersebut melakukan sejumlah aksi penyelamatan.

Puncaknya saat fase adu penalti. Ia menepis dua tembakan pemain Korea Selatan, yakni Kang Sang-yoon dan Kang-Hee Lee. Sementara itu, dari kubu Indonesia, hanya Arkhan Fikri yang gagal mencetak gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor 11-10 untuk kemenangan Indonesia.

Menariknya, Ernando tidak diam saja usai berhasil menepis tendangan penalti pemain Korea Selatan. Ia langsung berjoget di dekat aksekutor penalti tersebut.

Selanjutnya, Indonesia akan melawan Uzbekistan atau Arab Saudi pada semifinal Piala Asia U23 2024 yang berlangsung Senin (29/4) mendatang.***

Ke Semifinal Piala Asia U-23, Erick Thohir: Garuda Muda Pencetak Sejarah Baru Sepakbola Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang luar biasa atas keberhasilan Timnas lolos ke semifinal Piala Asia U-23 usai mengalahkan tim kuat, Korsel di perempat final dengan skor 11-10 lewat drama adu pinalti, usai di babak normal dan penambahan waktu skor imbang, 2-2. 

Menurut Erick, Garuda Muda layak dinobatkan sebagai pencetak sejarah baru sepakbola Indonesia karena mampu membawa nama harum bangsa. Apalagi perjuangan ini diraih lewat drama penambahan waktu dan adu pinalti.

Kemenangan dalam laga yang berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (24/4) waktu Qatar, atau Jumat (25/5) di Indonesia tak hanya menciptakan sejarah baru bagi Indonesia. Kesuksesan Merselino Ferdinan dkk itu mendekatkan Indonesia dengan mimpi baru untuk selangkah lagi lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Ketum PSSI Erick Thohir menemui pemain di kamar ganti seusai kemenangan Indonesia atas Korsel di perempat final Piala Asia U-23 2024, Jumat (26/4/2024)/foto: PSSI

“Alhamdulillah. Saya bersyukur kepada Yang Kuasa, dan rasa bangga kepada para pemain, pelatih, ofisial, serta seluruh timnas yang bermain sangat luar biasa dan terus menciptakan sejarah bagi sepakbola Indonesia. Generasi emas pesepakbola muda ini telah berjuang dengan semangat tinggi, mental baja, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Terima kasih,” ujar Erick Thohir yang menjadi saksi langsung kemenangan tersebut, dilansir laman resmi PSSI.

Bermain tenang sejak kick off, Indonesia sempat dikejutkan lewat gol Korsel di menit sembilan. Namun gol itu dianulir setelah pemain Korsel terperangkap offside usai wasit melihat tayangan VAR. 

Gol pertama Indonesia dicetak striker, Rafael Struick pada menit ke 15 lewat tendangan terukur dari luar kotak pinalti ke pojok gawang lawan. Struick mencetak gol kedua di menit 45 +3, usai Korsel sempat menyamakan kedudukan karena Komang Teguh melakukan gol bunuh diri di menit, 45.

Di babak kedua Korsel justru bisa kembali mengimbangi kedudukan ketika mereka bermain dengan 10 pemain usai pemainnya, Lee terkena kartu merah. Gol penyama kedudukan Korsel dicetak S.B Yeong di menit 84.

Erick memuji kedisiplinan, mental, dan motivasi tinggi para pemain untuk mencetak sejarah sehingga mampu bermain tanpa beban. Hal itu menjadi kunci timnas menaklukkan juara grup B ini.

“Di olahraga, ada yang namanya momentum. Dan saya lihat, sejak penyisihan grup, lalu di perempat final, momentum itu milik kita. Kini Timnas bisa melangkah ke semifinal, sangat logis jika target berikutnya final. Yang pasti, kami di PSSI, seluruh pemain dan ofisial, terus mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh rakyat dan pecinta sepakbola nasional. Saatnya meraih mimpi lebih tinggi,” pungas Erick.***/din

Indonesia Cetak Sejarah, Lolos Semifinal Piala Asia U-23 2024

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia kembali mengukir sejarah dengan lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024 setelah menyingkirkan Korea Selatan (Korsel) U-23. Garuda Muda menang 11-10 (2-2) lewat babak adu penalti yang berlangsung.

Laga babak perempat final di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (26/4) WIB. Garuda Muda secara heroik menang atas Korsel.

Dilansir laman resmi PSSI, Korsel membobol gawang Indonesia pada menit tujuh melalui tendangan jarak jauh Lee Kang-hee yang memanfaatkan bola sapuan Komang Teguh yang tidak sempurna. Namun, gol dibatalkan setelah wasit Shaun Evans asal Australia mengecek VAR.

Indonesia membuka keunggulan pada menit 15 melalui Rafael Struick. Pemain Ado den Haag itu melepaskan bola ke pojok kiri atas gawang Korsel yang tidak terjangkau Baek Jong-bum.

Korsel langsung keluar menyerang setelah gol itu. Namun, barisan pertahanan Garuda Muda yang dikawal Rizky Ridho, Komang Teguh, dan Justin Hubner bermain sangat disiplin sehingga serangan-serangan yang dibangun Taeguk Warriors berhasil dipatahkan.

Indonesia mendapat momentum menambah keunggulan pada menit 31. Namun, bola yang dilepaskan Marselino Ferdinan masih melebar. Sebelum melepaskan tendangan, Marselino melakukan kerja sama satu-dua dengan Rafael Struick.

Memasuki akhir babak pertama, Korsel menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bek Indonesia, Komang Teguh berniat menghalau bola yang disundul Eom Ji-sung. Tetapi bola justru berubah arah sehingga Ernando Ari terkecoh.

Indonesia  tidak butuh lama untuk kembali unggul. Hanya tiga menit selepas gol balasan Korsel, Rafael Struick mencetak gol kedua alias brace sekaligus membuat Garuda Muda menutup babak pertama dengan keunggulan 1-2.

Di babak kedua, Indonesia tetap tampil menekan, meski dalam posisi unggul. Menit-54 Rafael Struick mempunyai peluang untuk mencetak hattrick. Sayangnya, sepakannya masih melebar.

Struick kembali mendapatkan peluang di menit 56. Bola hasil tendangannya di dalam kotak penalti masih melambung.

Dua menit berselang, Marselino Ferdinan memberikan ancaman. Pemain KMSK Deinze itu coba memasukkan bola dari sudut sempit, namun tidak menjadi gol.

Memasuki menit 69, wasit Shaun Evans memberikan kartu merah untuk pemain Korsel U-23, Lee Young-jun, yang melanggar Justin Hubner. Saat dicek oleh VAR, terlihat dengan jelas Lee menginjak kaki Hubner.

Unggul satu pemain, Garuda Muda malah lengah. Lewat sebuah serangan balik, Jeong Sang-bin berhasil merobek gawang Ernando sehingga skor menjadi 2-2. Laga pun harus berlanjut ke babak tambahan atau extra time.

Pada paro pertama babak tambahan kedua tim tidak banyak mengkreasi peluang karena tempo permainan menurun seiring faktor stamina para pemain dari kedua tim yang cukup terkuras. Indonesia hanya hampir membobol gawang Korsel ketiga kalinya lewat sepakan Witan Sulaeman yang masih melambung.

Di babak kedua extra time, Shin Tae-yong memasukkan Ramadhan Sananta. Sananta menggantikan Witan Sulaeman.

Indonesia tampil lebih menekan dengan tambahan tenaga baru seperti Sananta, Jeam Kelly Sroyer, dan Arkhan Fikri. Peluang datang pada menit 109 melalui tendangan Justin Hubner.

Bola sepakan pemain Cerezo Osaka itu berhasil ditepis Baek Jong-bum. Bola liar disambar Kelly, tetapi malah melambung.

Nathan Tjoe-A-On punya kesempatan di menit 113 lewat tendangan jarak jauh. Namun, bola bergulir tipis di atas gawang Korsel.

Sampai dua kali babak tambahan, skor 2-2 tidak berubah. Pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak ini, Indonesia menunjukkan mental yang lebih baik. Garuda Muda menang 11-10 atas Taeguk Warriors dan memastikan tempat di semifinal, sekaligus membuka peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024.***/din

Ini Dia Sosok Nathan Tjoe-A-On yang Bikin Coach Shin Tae-yong Kesemsem

JAYAKARTA NEWS— Tidak ada yang menyangka tim Indonesia U-23 tampil gagah hingga mampu menggilas Jordania 4-1 di ajang Piala Asia U-23.

Di antara gol-gol Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, dan Komang Teguh, terselip satu sosok yang bersinar. Dia adalah Nathan Tjoe-A-On.

Nathan, panggilan akrabnya, bermain penuh 90 menit sebagai gelandang bertahan berduet dengan Ivar Jenner. Meski tidak bermain di posisi naturalnya sebagai bek sayap kiri, Nathan tetap tampil solid, dan bahkan menjadi pemain yang mencatatkan operan sukses terbanyak dengan 38 operan. Angka tersebut tidak terlepas dari gaya bermain dan daya jelajahnya yang tinggi dalam menyerang maupun saat harus bertahan.

Dilansir pssi.org, di fase grup Piala Asia U-23 ini, statistik Nathan terbilang impresif. Merujuk sumber dari AFC, ia melepaskan 25 umpan dengan 40% terjadi di wilayah lawan.

Artinya ia cukup aktif dalam melakukan build-up serangan. Pun demikian dalam hal membantu pertahanan. Ia melakukan tujuh kali duel dengan presentase kemenangan 60%. Ia juga melakukan tiga kali tekel dan dua intersep.

Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemain multi posisi yang bisa memainkan peran sama baiknya. Tentu hal tersebut menjadi angin segar untuk coach Shin Tae-yong (STY) dalam meramu skuadnya.

Penampilan apiknya selama ajang Piala Asia U-23 ini melambungkan namanya dan membuatnya semakin di kenal oleh masyarakat Indonesia.

Lalu, bagaimana rekam jejak pemain yang bernama lengkap Nathan Noël Romejo Tjoe-A-On yang kini menjadi idola baru di “Garuda Muda”?

Nathan Noël Romejo Tjoe-A-On merupakan seorang pemain kidal berposisi bek sayap kiri untuk klub Swansea City A.F.C (Championship) yang sedang dipinjamkan ke klub SC Heerenveen (Eredivise).

Lahir di Rotterdam, Belanda pada 22 Desember 2001, darah Indonesia Nathan Tjoe-A-On mengalir dari kakeknya yang lahir di Semarang, Jawa Tengah.

Tejo, panggilan yang ia dapat dari netizen Indonesia, mendapatkan paspor Indonesia pada 11 Maret 2024 dan sudah melakoni dua pertandingan internasional resmi melawan Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di klub pertamanya, Excelsior, pemain bertinggi badan 182 cm ini sukses membawa timnya promosi ke Eredivise pada musim 2022/2023 dengan mencatatkan 10 penampilan. Penampilan impresifnya berlanjut saat ia mencatatkan 29 kali penampilan dengan mencetak satu gol dan satu assist di liga utama Belanda.

Dan di musim perdananya di Eredivise tersebut, ia bahkan sempat menyandang gelar Eredivise Talent of the Month di bulan September 2022.

Di musim itu pula yang membuat Swansea City klub asal Wales yang bermain di kasta kedua liga Inggris kepincut akan talentanya dan memutuskan membeli Nathan di musim ini denga kontrak tiga tahun.

Setengah musim di Swansea City, ia dipinjamkan ke klub Eredivise SC Heerenveen, ia bergabung dengan Thom Haye, kompatriotnya di timnas senior. Tercatat sudah empat kali ia bermain untuk SC Heerenveen yang semuanya ia dapat saat menjadi pemain pengganti.

Nyawa di Lini Tengah
Dalam tiga pertandingan fase grup di Piala Asia U-23, peran Nathan seperti tidak tergantikan. Permainan “Garuda Muda” bisa dibilang menakjubkan saat melawan Australia dan Jordania. Hal tersebut tidak terlepas dari peran Nathan yang disulap sebagai gelandang.

Duetnya dengan Ivar Jenner tidak hanya menjaga stabilitas lini tengah, namun juga memberikan keleluasaan bagi Marselino Ferdinan dalam menyerang sekaligus memberikan perlindungan extra bagi pertahanan.

Keunggulannya dalam melakukan intersep bola dan melakukan operan, sukses membuat Indonesia unggul di lini tengah yang berbanding lurus dengan hasil luar biasa di ajang Piala Asia U-23 ini. Bisa dibilang, Nathan benar-benar menjadi nyawa di lini tengah. Tak berlebihan ketika Nathan kembali ke Belanda setelah izin memperkuat Indonesia habis, STY sangat kehilangan. Beruntung klubnya mengizinkan kembali ke Qatar. Ini semua berkat lobi hebat Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Meraih kemenangan melawan Australia yang merupakan kandidat juara edisi ini dan juga menggilas Jordania–yang bahkan timnas seniornya bisa melaju ke final Piala Asia awal tahun ini–bukanlah suatu kebetulan.

Bahkan, saat pertandingan pertama melawan Qatar, permainan tim U-23 tak kalah kelas. Melihat permainan tim U-23 sekarang, wajar untuk berasumsi bahwa level Indonesia sudah bukan di ASEAN lagi, melainkan sudah merangsek ke jajaran top Asia.

Kini setelah melaju ke babak perempat final sebagai runner-up dan akan menjamu raksasa asia Korea Selatan (26/4) dini hari, menjadi laga penting buat “Garuda Muda”. Hal ini menjadi kabar gembira bagi pecinta sepak bola Indonesia dan tentunya akan membuat tim U-23 mampu tampil full team saat melawan Korea Selatan.

Tambahan amunisi dengan kepastian Nathan kembali ke skuad “Garuda Muda” di lini tengah ini bisa menjadi faktor utama dalam keberhasilan melawan Korea Selatan nanti, tentunya didukung dengan pemain lainnya yang juga tampil luar biasa seperti Nathan.

Peran Nathan Tjoe-A-On dalam memainkan skema Shin Tae-yong yang bermain passing cepat kaki ke kaki akan terasa mudah dengan skill mumpuninya. Proses build-up dari lini belakang yang dijembatani olehnya ke lini depan akan menjadi faktor utama untuk membongkar permainan lawan.

Di samping itu, peran seorang Ernando Ari dan Rizki Ridho di jantung pertahanan juga jadi faktor penentu untuk meraih kemenangan.

Mental baja yang telah dibangun STY juga akan menjadi hal vital dalam permainan tim U-23. Hal tersebut sudah terlihat saat melawan Jordania di mana Garuda Muda hanya butuh hasil seri untuk lolos, namun tetap bermain ngotot meski sudah unggul 2–0 di babak pertama.

Lini depan dengan trio Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Witan Sulaeman juga diharapkan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik seperti di dua laga sebelumnya. Dan juga jangan melupakan lemparan maut Pratama Arhan yang bisa menjadi senjata rahasia dalam membongkar pertahanan ketat tim Taeguk Warrior.

Permainan terbuka akan diperlihatkan kedua kubu dan Indonesia diharapkan bermain seperti di dua laga sebelumnya, bermain menyerang seperti saat melawan Jordania, dan saat bertahan bermain seperti melawan Australia.

Di laga melawan Korea Selatan nanti juga akan menjadi romansa tersendiri bagi STY yang di laga ini menjadi pertandingan pertama melawan negara asalnya. Coach Shin juga sempat menukangi tim U-23 Korea Selatan pada 2015.

Fakta uniknya, ia berkesempatan berjumpa dengan Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23 2016. Di laga itu, tim asuhan STY melumat timnas U-23 Indonesia 4–0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Delapan tahun setelahnya, kini STY mencatat sejarah untuk Indonesia dengan lolos ke babak penyisihan di ajang perdananya.

Andai bisa memenangi laga melawan Korea Selatan nanti, peluang untuk berlaga di Olimpiade Paris 2024 makin benderang.***/din

Piala Asia U-23: Timnas Indonesia Optimistis Redam Korea Selatan

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia akan melawan Korea Selatan dalam lanjutan babak 8 besar Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (25/4) waktu setempat atau Jumat (26/4/2024) pukul 00.30 WIB.

Pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim untuk asa lolos ke babak semifinal sekaligus tiket ke Olimpiade Paris 2024. 

Indonesia berstatus runner-up grup A dengan mengemas enam poin dari dua kali kemenangan melawan Australia (1-0) dan Yordania (4-1). Sementara Korea Selatan merupakan juara grup B dengan torehan sempurna 9 poin. 

Pelatih kepala tim, Shin Tae-yong mengatakan, “Mengenai babak grup, pertama-tama saya masih menyesalkan laga pertama kami melawan Qatar. Saya akan terus mengatakan jika wasit memimpin laga dengan baik, kemungkinan kami akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi apa yang terjadi, terjadilah”

“Tetapi saya menyesalkan kejadian itu. Kemudian laga kedua melawan Australia, itu mungkin laga dengan lawan terbesar dan tersulit selama fase grup dalam kompetisi ini. Tapi kami mental dan keinginan yang kuat, serta pemain melakukan yang terbaik. Faktor itulah yang membuat kami bisa meraih hasil positif,” jelasnya, dilansir pssi.org

“Laga ketiga melawan Yordania, sebelum kami melawan mereka, kami hanya butuh satu poin saja untuk bisa lolos ke babak perempat final, tapi saya tahu keputusan itu merupakan yang tersulit, jadi saya katakan ke pemain saya, jangan berharap hasil imbang, itu adalah pemikiran yang bahaya”

“Kita harus memenangkan laga. Saya berikan kepercayaan penuh kepada pemain, pemain pun melakukannya dengan baik. Itu kenapa kami juga bisa meraih hasil yang baik di laga itu. 4-1 itu kemenangan besar. Secara keseluruhan, ketiga laga itu pemain bermain dengan baik. Usaha mereka juga luar biasa,” paparnya.

Mengenai laga besok (melawan Korea Selatan), dia berharap bisa menghindari bertemu dengan Korea Selatan, walaupun Jepang mungkin lawan yang sulit.

“Namun tetap saya punya pengalaman melawan mereka saat menjadi pemain ataupun pelatih. Jepang mungkin akan mendominasi, kami bisa mengatasinya. Sebenarnya saya ingin bertemu Korea Selatan itu di final. Itu pemikiran saya sebelum lawan kami ditentukan. Saya tidak begitu senang. Ini takdir. Kami akan melakukan yang terbaik untuk besok.”

Sementara itu dari pemain, Rizky Ridho mengatakan perjalanannya di babak grup tak begitu menyenangkan, apalagi terkait laga pertama melawan tim tuan rumah.

“Pertama lawan Qatar kita sedikit kecewa, bahkan sampai saat ini. Karena kita tahu sendiri, harusnya kita menang melawan mereka, tapi hasil berkata lain dan ya kita bisa lihat sendiri wasit seperti itu dan kemudian kita move on melawan Australia”

“Alhamdulillah kita bermain dengan baik dan mendapatkan tiga poin, tentunya itu akan memberikan semangat tersendiri buat kita fokus untuk melaju ke babak selanjutnya,” bebernya.

“Waktu lawan Yordania, saya dan teman-teman bertekad tidak ingin bermain imbang. Kita harus menang karena ini sangat berbahaya kalau kita hanya imbang. Bisa-bisa malah kita kalah,” ujarnya.

Terkait pertandingan melawan Korea Selatan, menurutnya, semua pemain sudah siap untuk menampilkan yang terbai., “Kita akan ikuti instruksi dari pelatih untuk pertandingan besok dan semoga kita bisa menang, dan lanjut sampai ke target kita yaitu lolos ke Olimpiade Paris 2024,” tegas Ridho.***/din

Jelang Lawan Korsel, Shin Tae-yong Janji tak Setengah Hati Lawan Negaranya

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia akan menghadapi Korea Selatan (Korsel) pada babak perempat final Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (25/4/2024) dini hari, 00.30 WIB. Jelang laga tersebut, pelatih Shin Tae-yong menegaskan komitmennya untuk Indonesia.

Shin Tae-yong akan bersikap profesional di pertandingan melawan Korsel. Shin memastikan dirinya tidak akan setengah hati menghadapi tim nasional negaranya itu.

“Memang posisi saya sekarang apa? Maksudnya pelatih kepala negara mana gitu?” Kata Shin Tae-yong menjawab pertanyaan apakah dirinya lebih bangga melihat Indonesia lolos ke Olimpiade atau Korsel menjadi juara Piala Asia U-23 2024.

Dilansir pssi.org, pelatih 52 tahun itu akan berusaha supaya Indonesia bisa mengalahkan Korsel. Dengan melaju ke babak semifinal, Indonesia lebih dekat dengan targetnya, yakni meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Juara, runner-up, dan peringkat tiga Piala Asia U-23 mendapatkan tiket otomatis ke Olimpiade. Sementara itu, tim peringkat empat akan bertanding dengan wakil dari Afrika, Guinea.

Meski di atas kertas Korsel lebih diunggulkan meraih kemenangan atas Indonesia, tetapi Shin Tae-yong tidak merasa inferior. Shin bahkan merasa lebih tenang menghadapi Korsel, apalagi tim asuhannya punya waktu istirahat satu hari lebih banyak dari lawannya itu.

Indonesia melakoni laga terakhir Grup A pada Minggu (21/4) sore waktu Doha. Sementara itu, Korsel masih bertanding dengan Jepang pada pertandingan pamungkas Grup B, Senin (22/4).

“Dan apalagi saya benar-benar tahu sekali lawannya (Korea Selatan) seperti apa,” ucap pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.***/din

Aksi Tim U-23 Indonesia di Piala Asia Disorot Media Internasional

JAYAKARTA NEWS— Aksi tim U-23 Indonesia di pentas Piala Asia U-23 2024 tidak hanya mendapat porsi pemberitaan dari media dalam negeri, tetapi juga dari beragam media internasional. 

Media Qatar, misalnya. Mereka memberitakan sejak kedatangan tim asuhan Shin Tae-yong. Qatar Tribun menulis bagaimana masyarakat Indonesia di Qatar menyambut dengan antusias kedatangan Rizky Ridho dkk. 

Dilansir laman pssi.org, The Gulf Times mengulas keberhasilan Indonesia yang lolos ke babak delapan besar dan akan bertemu dengan Korea Selatan. 

The Gulf Times juga memberitakan bagaimana Indonesia mampu mengalahkan Australia. Bagaimana kesulitannya Australia menghadapi apiknya permainan Indonesia yang akhirnya kalah dengan skor 0-1.

Kegagalan Australia yang mengincar tiket Olimpiade 2024 karena kalah dari Indonesia 0-1 juga tak lepas dari ulasan sejumlah media internasional. 

Sebelumnya Australia memang membidik Olimpiade itu. Artinya setidaknya lolos ke semifinal. Namun dengan kekalahan dari Indonesia menggagalkannya ke Olimpiade Paris.

Qatar Tribune juga mengulas tuntas kemenangan telak Indonesia 4-1 atas Yordania berikut foto selebrasi para pemain Indonesia 

The Peninsula juga menayangkan laporan warga Indonesia di Qatar yang memberi dukungan penuh terhadap tim Garuda Muda yang tampil Piala Asia U-23 ini.***/din

Tim U-23 Indonesia Bersiap Lawan Korsel di Babak 8 Besar

JAYAKARTA NEWS— Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tim U-23 Indonesia masuk babak 8 besar Piala Asia U-23. Mereka lolos dari grup A usai menjadi runner-up.

Hanya kalah satu kali atas tuan rumah Qatar, namun bisa melenting balik dengan memberikan dua kali kemenangan melawan Australia dan Yordania. Menang 1-0 melawan Australia dan menang mutlak 4-1 dari Yordania.

Di babak delapan besar, Indonesia akan bertemu Korea Selatan yang menjadi pemuncak klasemen grup B. Pertemuan kedua negara ini terakhir terjadi di gelaran Piala Asia tahun 2007 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan angkatan Park Ji-sung, dkk masih aktif bermain. Kala itu Indonesia dengan Bambang Pamungkas, cs hanya kalah 0-1.

Melawan mantan timnya di babak delapan besar Piala Asia U-23, usai lawan Yordania Shin Tae-yong mengakui punya rencana. “Usai menonton laga Jepang kontra Korea Selatan, saya akan mempersiapkan tim dengan baik sesuai kebutuhan,” katanya.

Namun sebelumnya dia lebih memilih melawan Jepang, namun kini faktanya dia harus melawan negaranya sendiri. “Saya lebih memilih Jepang U-23. Menurut saya akan, lebih baik bagi kami untuk menghadapi Jepang U-23 ketimbang Korea Selatan U-23,” terang Shin Tae-yong belum lama ini.

Laga partai delapan besar Piala Asia U-23 antara keduanya akan berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, pada 26 April 2024 pukul 00.30 WIB.

Indonesia Lolos ke Babak 8 Besar Piala Asia U-23, Erick: Usaha Keras Berbuah Prestasi

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia mengukir prestasi gemilang di Piala Asia U-23, Qatar. Dalam laga penentuan Grup A, Marselino Ferdinan cs menundukkan Yordania dengan skor 4-1 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Minggu (21/4).

Garuda muda yang bermain sangat tenang, efektif, dan trengginas dalam menghadang ambisi Yordania yang sama-sama mengincar kemenangan agar lolos dari penyisihan grup, unggul langsung, 2-0 di babak pertama. Sempat menambah gol menjadi, 3-0, Indonesia menutup laga dengan skor, 4-1.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang menonton langsung perjuangan tim Merah Putih di Doha, Qatar mengungkapkan rasa bangga atas permainan dan semangat juang para pemain yang punya nyali lebih untuk menang.

Timnas Indonesia Piala Asia U-23 siap bertarung lawan Yordania, Minggu (21/4/2024)/foto: PSSI

“Upaya besar kita benar-benar membuahkan hasil. Banyak kerja keras dan nyata yang kita lakukan bersama. Mulai dari hentikan Liga, pendekatan ke klub-klub luar negeri agar mau melepaskan pemain kita, dan belum lagi drama wasit di laga pertama melawan Qatar. Alhamdulillah. Hasil tidak akan jauh dari usaha keras bersama,” ujar Erick Thohir di Doha, Qatar, Minggu (21/4), dilansir laman resmi PSSI.

Erick juga secara khusus mengapresiasi perjuangan para pemain di lapangan. Nyali tinggi para pemain, menurutnya membuat para pemain tampil tanpa beban, permainan berkelas dan terus menekan sehingga menang. 

“Ini bukti, kita bisa. Saya harap nyali ini terus naik di babak berikutnya karena lawan semakin kuat. Ini jadi motivasi untuk target berikutnya, lolos Olimpiade. Semoga,” tambahnya.

Gol pertama tim Merah Putih dicetak Marselino Ferdinan di menit 23 melalui titik pinalti. Tendangan 12 pas itu diberikan setelah striker Rafael Struick dijatuhkan di kotak terlarang. 

Gol kedua diceploskan Witan Sulaiman di menit ke- 40 lewat tendangan indah menuntaskan tiki taka cantik antara Marcelino, Rizki Ridho, dan Witan sebagai eksekutor. Marcelino menambah kemenangan dengan membuat gol ketiga Indonesia di menit 70 melalui permainan satu dua dengan Witan. 

Yordania sempat memperkecil ketinggalan lewat gol bunuh diri Justin Hubner yang membelokkan tendangan lawan. Namun Indonesia memperbesar keunggulan dengan gol keempat dari tandukan Komang Teguh.

“Saya nilai grafik permainan dan mental para pemain terus naik sejak kalah dari Qatar, meskipun kita main luar biasa saat itu dengan sembilan pemain. Mereka tidak menyerah saat mendapat tekanan. Saya salut atas strategi pelatih Shin Tae Yong yang mampu meramu sehingga permainan tim benar-benar baik. Ini bagus dan modal utama karena perjuangan masih panjang. Doakan dan terus dukung timnas,” ungkap Erick.***/din