Bolo Bahagia tidak Didiskriminasi Lagi, Siap Raih Medali Emas

Bolo Triyono, atlet menembak Asian Para Games 2018–foto INAPGOC

Atlet cabang olahraga (cabor) para menembak, Bolo Triyanto (35), akan ikut beraksi pada perhelatan Asian Para Games 2018. Pertandingan para menembak akan dimulai Minggu (7/10) mendatang. Ia beserta tim menyatakan telah siap bertanding.

Saat ini Bolo dan tim Indonesia tengah melakukan latihan dan adaptasi di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat. Adaptasi lapangan dilakukan dikarenakan metode yang berbeda jauh dari yang telah dilatih ketika pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Solo delapan bulan terakhir.

“Waktu di Solo, perhitungannya masih manual, sedangkan di sini (Jakarta) perhitungannya sudah memakai komputer dengan tingkat akurasi tinggi,” jelas Bolo.

Dirinya mengaku jika ia baru mengenal olahraga menembak khusus disabilitas pada 2015, ketika cabor tersebut diadakan perdana di ASEAN Para Games Singapura 2015 silam.

“Saya pensiun dari dunia atletik dan hanya menjadi pelatih, tapi ketika ada cabor baru, saya tertarik menekuninya,” ungkapnya.

Meski harus meninggalkan pekerjaannya sebagai pelatih atletik tingkat Jawa Tengah, ia merasa rela karena baginya ini kesempatan baru untuk terus berprestasi.

Ia juga menuturkan bahwa seluruh atlet melaksanakan latihan dari pagi hingga petang setiap harinya. Ungkapnya, karena atlet yang direkrut biasanya dikukuhkan secara dadakan, pelatih memang tak main-main memaksimalkan kemampuan atlet dalam waktu singkat.

Gelaran olahraga disabilitas tingkat ASEAN tahun 2015 di Singapura menjadi momen debutnya berkiprah di para menembak. Meski begitu, Bolo langsung menorehkan prestasi yang gemilang dengan menyumbang satu medali perak dan satu perunggu.

“Saya hanya kalah 0,2 poin dari peraih medali emas,” tukas Bolo.

Pria yang lahir di Sragen ini mengaku bahwa lawan terberat ialah Jepang, Korea, Tiongkok, dan Thailand.

“Tapi saat ini saya positif kemampuan kita sudah setara dengan mereka,” tambahnya sambil mengangguk tanda penuh keyakinan.

Menurut Bolo, target medali yang ingin dicapai oleh pengurus pusat belum bisa dipastikan, hanya saja ia menargetkan setidaknya mendapatkan perunggu. “Siapa yang tak mau menargetkan diri untuk mendapat emas? Namun saya mencoba realistis sesuai kemampuan, minimal perunggu bisa kita raih,” tanggapnya tegas.

Dukungan moral maupun material terus berdatangan dari berbagai sisi. Menurut Bolo, motivasi besar didapat dari anak-anak kandungnya. “Anak-anak saya, mereka segalanya,” ucapnya.

Selain anak dan keluarga, ia juga mengapresiasi pemerintah dan INAPGOC atas upaya maksimal yang telah dikerahkan. Ia mewakili atlet disabilitas merasa terbantu mulai dari fasilitas, akomodasi, hingga bonus yang dijanjikan yang kini sama rata dengan atlet Asian Games satu bulan lalu.

“Saya sudah tidak merasa didiskriminasi lagi, tak seperti beberapa tahun silam,” ujar Bolo.

Pertandingan yang tinggal menghitung hari membuat Bolo berharap masyarakat terus mendoakan tim Indonesia, khususnya atlet para menembak agar bisa beraksi semaksimal mungkin dan menorehkan prestasi.

“Semoga di Asian Para Games kali ini Indonesia bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni masuk delapan besar,” pungkasnya.***/ebn

Ayooo Nonton, Besok Minggu Pawai Obor di Jakarta

Ilustrrasi Pawai Obor Asian Para Games 2018. Minggu 30 September 2018 Obor Asian Para Games akan diarak keliling Jakarta–foto INAPGOC

Untuk warga Jakarta dan sekitarnya, besok Minggu pagi  (30/9) jangan lupa saksikan Pawai Obor Asian Para Games. Jakarta adalah kota terakhir yang disinggahi Obor Asian Para Games yang bakal digelar pada 6-13 Oktober 2018. So, jangan sampai ketinggalan menyaksikan kemeriahannya.

Sebelumnya, pawai obor yang telah melewati tujuh kota, yakni Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, dan Pangkalpinang ini akan diterima pertama kali oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan. Selanjutnya obor akan dibawa bergantian oleh para pembawa obor ke Bundaran Hotel Indonesia (HI). Akan ada 24 orang dari berbagai kalangan yang rencananya akan melakukan estafet obor.

“Di antaranya ada Bapak Gubernur DKI Jakarta, Bapak Menteri Pariwisata, Bapak Wakapolri, Ketua DPRD DKI Jakarta, Direktur Utama BRI, artis dan para atlet,” ujar Rahmat Tri Yaniarto selaku anggota Divisi Ceremonies INAPGOC.

Ilustrrasi Pawai Obor Asian Para Games 2018. Minggu 30 September 2018 Obor Asian Para Games akan diarak keliling Jakarta–foto INAPGOC

Delapan atlet juga tercatat akan turut berpartisipasi sebagai pembawa obor terakhir.

Etape kedua akan dilakukan dengan pawai kendaran yang akan melalui rute Jl. Imam Bonjol – Jl. HOS Cokroaminoto – Jl. HR Rasuna Said (Kuningan) – Jl. Casablanca – Jl. Dr Saharjo – Jl. Prof Dr Soepomo – Patung Pancoran – Jl. Gatot Subroto – Semanggi – Gedung DPR/MPR (Jl. Gatot Subroto) – Kemenpora (Jl. Gerbang Pemuda).

“Pada setiap titiknya di Jakarta akan ada kemeriahan dari artis ibu kota. Juga akan ada pawai kendaraan dari berbagai klub mobil yang juga didukung dan dimeriahkan oleh komunitas-komunitas disabilitas yang terlibat dalam acara ini,” ungkap Wakil Direktur Divisi Ceremonies INAPGOC Ainrika Armina.

Seperti di kota-kota sebelumnya, pada titik terakhir rangkaian kirab obor akan ada Paralympian Festival.

“Akan ada panggung hiburan yang akan dimeriahkan oleh teman-teman disabilitas. Ada juga pertunjukan kesenian lokal. Ada perlombaan juga untuk teman-teman disabilitas, didukung juga oleh teman-teman dari UKM sebagai puncak acara dari pawai obor ini,” sambung Rahmat Tri Yaniarto.

Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari menjelaskan bahwa dalam rangkaian pawai obor Asian Para Games 2018 tidak terjadi kendala dan masalah. Ia malah menekankan bahwa obor Asian Para Games akan menjadi warisan bagi bangsa yang bisa dibanggakan.

“Obor Asian Para Games itu kerajinannya Indonesia, seratus persen buatan Indonesia dengan desain motif batik,” papar Raja Sapta Oktohari.

Setelah selesai Pawai Obor Asian Para Games 2018 pada 30 September, obor akan mampir ke pelosok-pelosok Jakarta untuk menggaungkan semangat pesta olahraga disabilitas ke-3 di Asia ini. “Akan berputar ke kampung-kampung sampai tanggal 5 Oktober. Salah satu yang jadi pemenang kampung branding,” pungkas Ainrika.

Pada Sabtu, 6 Oktober 2018 nanti, obor akan dibawa menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyalakan kaldron sebagai tanda dimulainya Asian Para Games 2018.***/ebn

 

Kesempatan Jadi Saksi Sejarah, Ayooo Nonton Langsung Pembukaan Asian Para Games2018

Ilustrasi–Pesta kembang api di Gelora Bung Karno saat pembukaan Asian Games 2018–foto beritasatu

Antusias masyarakat untuk mendukung perhelatan Asian Para Games 2018 patut diancungkan jempol. Event Asian Para Games masih 10 hari lagi namun data per 26 September 2018 tiket Upacara Pembukaan sudah terjual 40%. Upacara pembukaan itu sendiri akan dilangsungkan pada 6 Oktober 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dengan membeli tiket upacara pembukaan Asian Para Games 2018. Pesta olahraga disabilitas se-Asia ini merupakan kehormatan bagi Indonesia sebagai tuan rumah,” ungkap Deputi III INAPGOC Erry Erlangga.

Melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut gelaran Asian Para Games 2018, Erry optimistis jika Indonesia akan menorehkan sejarah baru dalam penyelenggaraan Asian Para Games III ini. “Jadi jangan sia-siakan kesempatan menjadi saksi sejarah dengan menonton secara langsung upacara pembukaan di Stadion Utama GBK, juga nantinya hadir di pertandingan-pertandingan 18 cabang olahraga,” sambungnya.

Bagi yang ingin menyaksikan upacara pembukaan Asian Para Games 2018 secara langsung, tiket sudah dapat dibeli secara online mulai tanggal 20 September 2018 melalui asianparagames2018.loket.com. Tiket upacara pembukaan terbagi dalam empat kategori: platinum Rp 2,5 juta, gold Rp 1,5 juta, silver Rp 750 ribu, dan bronze Rp 500 ribu.

Konsep acara pembukaan Asian Para Games 2018 mengambil pesan dan nilai keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan. Lagu-lagu resmi Asian Para Games III akan dibawakan dalam upacara pembukaan, yaitu Song of Victory (Putri Ariani, Armand Maulana, Once, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara, Lesty Dangdut Academy), Dream High (Sheryl Sheinafia & Claudia Fritska), Juara (Naura & Zizi), dan Manusia Kuat (Tulus, Andien, Tompi).

Secara keseluruhan, dalam pertunjukan berdurasi dua jam dari pukul 19.00 sampai 21.00 WIB ini juga menampilkan para penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam upacara pembukaan.**/ebn

 

Presiden: Bonus Atlet Asian Para Games Diusahakan Cair Secepatnya

Presiden Joko Widodo dihadapan para atlet Asian Para Games, Gelora BUng Karno,Senayan,Jakarta, 27 September 2018–foto INAPGOC

Presiden Joko Widodo menyambangi sejumlah venue di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Kamis (27/9), guna melakukan pengecekan persiapan venue-venue yang akan digunakan dalam Asian Para Games pada 6-13 Oktober mendatang. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyaksikan para atlet tengah berlatih.

“Saya telah meninjau latihan-latihan atlet Para Games. Saya sudah melihat bulutangkis, menembak. Kali ini saya juga melihat latihan dan kerja keras atlet cabang sitting volley ball. Kita berharap Indonesia bisa masuk target saya yakni 8 besar. Tapi kalau kepeleset ya nggak apa-apa, masuk 4 besar.Kepelesetnya jangan ke bawah tapi ke atas,” ujar Jokowi.

“Latihan kerja keras, latihan kerja keras agar target betul-betul sesuai dengan yang sudah kita kalkulasi,” ujarnya. Terkait dengan venue, menurut Jokowi, pihaknya sudah melihat bahwa venue-venue sudah siap dan sudah mulai dipasang alat-alat dan prasarana yang dibutuhkan untuk masing-masing venue.

Bicara soal bonus, Presiden kembali menegaskan bahwa bonus yang didapat atlet Asian Para Games akan sama dengan atlet Asian Games. “Sudah saya sampaikan, bonus tidak ada perbedaan. Sama! Kesempatan masuk PNS juga BUMN, sama. Tidak ada perbedaan,” tegas Jokowi.

Apakah bonus akan langsung cair sebelum penutupan sebagaimana halnya bonus atlet Asian Games?

Menjawab ini, Jokowi mengatakan nanti akan dilihat oleh Menteri Keuangan. “Begitu uang ada, pasti langsung, sama. Kita ingin semuanya diberikan secepatnya,” ucap Presiden.***ebn

 

51 Atlet Jebolan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bakal Bertarung di Asian Para Games

Jendi Pangabean atlet andalan Indonesia cabang renang di Asian Para Games–foto istimewa

Menteri Sosial Agus Gumiwang bangga banyak mantan atlet binaan Balai Besar Rehabilitasi Sosial milik Kementerian Sosial, ikut bertarung dalam pesta olahraga Asian Para Games yang akan berlangsung dari 6-13 Oktober 2018 mendatang. Setidaknya tercatat 51 mantan atlet yang terdaftar dalam Kontingen Indonesia. Demikian dikutip dari rilis Humas Kementerian Sosial. Di antara atlet-atlet yang berprestasi ada Jendi Pangabean, atlet renang yang menjadi ikon Asian Para Games 2018.

Mensos juga menyampaikan apresiasi kepada Kusmita yang merupakan atlet Para Games 2018 dari cabang olahraga Volley Duduk. Ia mengungkapkan Kemensos mengawal alumni atau mantan anak didik yang juga menjadi atlet dalam Asian Para Games 2018. Mereka dulunya adalah siswa di Balai Besar Rehabilitasi Sosial yang dimiliki Kementerian Sosial.

Presiden Joko Widodo dan Jendi Pangabean–foto diskominfo provinsi kaltim

Total ada 51 atlet yang tersebar di 13 cabang olahraga yakni Angkat Berat 6 orang, Tenis Meja satu orang, Anggar 7 orang, Atletik satu orang, Basketball satu orang, Bowling 3 orang, Renang 9 orang, Badminton satu orang, Panahan 8 orang, Paracycling satu orang, Lawn Ball tiga orang, Voli Duduk 7 orang, dan Menembak sebanyak 3 orang.

“Salah satu alumni kami adalah Jendi Pangabean, atlit renang yang menjadi Ikon Asian Para Games. Ia pernah dibina di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Budi Perkasa Palembang. Ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Sosial bahwa anak-anak didik kami telah menunjukkan prestasi yang luar biasa,” katanya.

Menteri mengatakan sikap mental yang tangguh dan pantang menyerah para atlet terbentuk saat pendidikan, sementara prestasi olahraganya dibentuk di NPC (National Paralympic Committee). Mereka mampu tampil dengan baik dan konsisten dalam latihan sehingga dapat berkompetisi di Asian Para Games 2018.

Di Balai Rehabilitasi Sosial, penyandang disabilitas mendapat bimbingan vokasional, bimbingan sosial, bimbingan fisik, bimbingan mental spiritual, pelayanan kesehatan dan pemberian alat bantu. Mereka ditempa menjadi mandiri, percaya diri, memiliki kompetensi dan optimistis dalam menjalani hari-hari kedepan setelah mereka lulus.

“Energi dan semangat manusia hebat ini telah menginspirasi kita semua. Saya harap media massa juga dapat menangkap dan merasakan hal yang sama sehingga dalam pemberitaan nanti dapat menggugah semangat, optimisme, solidaritas, kesetaraan, dan yang terpenting adalah berperspektif penyandang disabilitas,” terang Menteri Agus.

Ia menyontohkan misalnya penggunaan istilah disabilitas, menghindari kata-kata yang sifatnya menimbulkan rasa kasihan atau charity, mengangkat hal-hal menarik dalam pertandingan seperti medali untuk pemenang yang khusus untuk atlet para games bisa berbunyi. Masing-masing medali memiliki bunyi yang berbeda baik emas, perak, maupun perunggu.

“Untuk mendorong liputan yang ramah disabilitas, hari ini kami menghadirkan e-book Interaksi Beretika dengan Penyandang Disabilitas. Dalam buku ini kita semua dapat mengenal gaya hidup para penyandang disabilitas dan bagaimana kita dapat bergaul dalam keberagaman mereka tanpa melanggar etika,” katanya.***/ebn

 

INAPGOC Siapkan Tenaga Transportasi yang Ramah Disabilitas

Simulasi transportasi ramah disabilitas–foto humas INAPGOC

Sebanyak 600 volunteer, 600 fieldworker dan 300 pengemudi telah mengikuti pelatihan dan pembekalan untuk persiapan penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Kegiatan tersebut digelar untuk menyukseskan pesta olahraga disabilitas yang akan dilaksanakan pada 6-13 Oktober 2018 mendatang.

Salah satu poin penting yang menjadi tolok ukur kesuksesan pelaksanaan Asian Para Games adalah transportasi. Akan ada sebanyak 1100 unit kendaraan pendukung yang antara lain terdiri dari 230 Low Entry dan 100 High Entry bus dari Trans Jakarta dan Kementerian Perhubungan dengan total kapasitas 1400 atlet wheelchair dan 4600 atlet non-wheelchair.

Direktur Transportasi INAPGOC Adrianto Djokosoetono menyampaikan pentingnya pemahaman bagi semua pihak yang terlibat untuk memfasilitasi para atlet dan ofisial. “Kami berupaya optimal memastikan layanan transportasi yang ramah disabilitas karena tentu kebutuhannya berbeda, terutama atlet pengguna kursi roda,” ungkapnya.

Para volunteer, fieldworker dan pengemudi diberi materi khusus yang dititikberatkan pada bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan para penyandang disabilitas.

“Layanan bukan hanya mengenai kendaraannya, tapi juga sumber daya manusia di tim kami. Mulai dari driver, fieldworker, volunteer yang semuanya harus punya pemahaman soal menangani penyandang disabilitas,” lanjut Adrianto.

Sebanyak lima penyandang disabilitas hadir sebagai narasumber yang membantu dalam praktek simulasi dan pemahaman berinteraksi langsung dengan penyandang disabilitas dalam pelatihan dan pembekalan ini.

Cucu Saidah, Inisiator Jakarta Barrier Free Tourism, merespon baik aktifitas ini di mana INAPGOC melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam peran-peran tertentu. Sebagai salah satu pengisi materi, Cucu melihat bahwa divisi transportasi menjadi hal penting mulai dari kedatangan di bandara, selama berkegiatan di Jakarta sampai kembali ke negara masing-masing.

“Harus dipahami mengapa harus ada pelatihan spesifik tentang disabilitas karena bagi kami, divisi transportasi merupakan gerbang utama bagi suksesnya penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta,” ungkap Cucu.

Cucu berharap dengan adanya pelatihan ini, seluruh volunter dapat memberikan layanan prima atau excellent hospitality  dengan bekerja penuh hati dan aksesibel untuk penyandang disabilitas.

“Salah satu prinsip kerja dalam isu disabilitas adalah ‘Nothing About Us Without Us’ yang berlaku dalam hal apapun termasuk perhelatan akbar olahraga seperti Asian Para Games 2018”, tutupnya.***/ebn

 

‘Dream High’ Menyemangati Atlet Asian Para Games

Dream High, official theme song ASian Para Games 2018–foto INAPGOC

Perhelatan akbar Asian Para Games 2018 akan segera berlangsung di Jakarta pada (6-13/10) mendatang. Sejumlah persiapan kini tengah dimatangkan oleh INAPGOC sebagai panitia pelaksana, termasuk official theme song.

Selain Song of Victory, sejumlah lagu lain menjadi lagu resmi Asian Para Games 2018 seperti Dream High yang dinyanyikan oleh Sheryl Sheinafia bersama penyanyi tunanetra Claudia Fritska.Claudia merasa bangga dapat ikut terlibat dalam penyelenggaraan Asian Para Games kali ini. “Sudah pasti saya bangga dan senang dapat bernyanyi di ajang Paragames ini,” ujar Claudia saat dihubungi.

Ia berharap dengan lagu tersebut dapat menjadi penyemangat bagi setiap atlet yang akan bertanding di Asian Para Games. Sebab menurutnya, keterbatasan fisik bukan suatu penghambat bagi seseorang untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

“Dream High dapat sebagai pembangkit semangat teman atlet untuk terus meraih prestasi membanggakan tanpa memikirkan kekurangan yang ada. Let’s dream high and higher,” ungkap Claudia.***/ebn

Ajang Promosi Bangka Belitung ke Dunia

foto INAPGOC

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku bangga karena Bangka Belitung terpilih menjadi titik singgah obor. “Tidak semua kota terpilih, kami bersyukur Pangkalpinang, Bangka Belitung sudah difasilitasi pawai obor,” ungkapnya.

Erzaldi berharap spirit Asia ini menjadi semangat dunia dan mampu membangkitkan semangat olahraga masyarakat Indonesia.

“Ini juga momen yang tepat untuk memperkenalkan pariwisata dan juga ajang sport tourism Bangka Belitung ke dunia. Pawai obor ini adalah momen yang kami yakin akan dilihat oleh mata dunia,” tandasnya.

Berikut foto-foto selama Parade Pawai Obor di Pangkalpinang, Bangka Belitung:

***Sumber Foto: Humas INAPGOC

Sukacita Masyarakat Bangka Belitung Sambut Obor Asian Para Games 2018

Ketum INAPGOC Raja Sapta Oktohari bersama Gubernur Kep. Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M, menggunakan kendaraan VW Safari mengarak obor Asian Para Games 2018 mengelilingi kota Pangkal Pinang, menyapa warga sekitar yang sedari pagi menunggu kehadiran Api Obor Asian Para Games III/2018–foto INAPGOC

Pawai obor Asian Para Games 2018 telah tiba di kota ketujuh yaitu Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/9).  Ketua Panitia Asian Para Games 2018 (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari membawa langsung obor dari kota keenam rangkaian pawai obor dari Medan, Sumatera Utara.

Setelah mendarat di Bandara Depati Amir, Okto langsung membawa obor menuju titik penyerahan obor kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman di jembatan emas yang menjadi ikon negeri Serumpun Sebalai. Uniknya, Okto membawa obor menggunakan mobil terbuka VW Safari. Setelah disambut gubernur, obor kemudian diserahkan dan dibawa berkeliling Pangkalpinang.

foto INAPGOC

Beberapa pejabat dan atlet yang ikut ambil bagian adalah Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Basuki dan Pangdam Sriwijaya Mayjen Irwan. Ada juga atlet ASEAN Para Games 2011 Nurdiyanti, juga Walikota Pangkalpinang M Sofyan.

Pawai obor kemudian menuju ke arah Klenteng Fuk Tet Che, tempat ibadah tertua di Pangkalpinang, kemudian finis di Alun-alun Taman Merdeka. Dalam sambutannya, Okto menyebut bahwa Pangkalpinang adalah kota terakhir rangkaian pawai sebelum diantarkan ke Jakarta untuk diarak di ibukota.

“Semangat APG ketiga. APG ini paling bergengsi setelah Paralimpiade. Bangka Belitung harus bangga, Ini momentum sejarah yang belum tentu berulang 50 tahun, negeri Serumpun Sebalai bisa jadi tuan rumah obor terakhir,” ungkapnya

Menurut pria yang juga pengusaha itu, Okto merasa senang karena antusiasme warga luar biasa. Selain itu, Pangkalpinang dan warganya harus berbangga bukan hanya menjadi saksi sejarah, tapi menjadi bagian sejarah serta jadi pelaku sejarah Asian Para Games 2018.

“Saya senang, seluruh masyarakat antusias bergerak bersama-sama menyuarakan, menggelorakan kepedulian terhadadap penyandang disabilitas.”***/ebn

 

 

10.000 Peserta Parade Momo, Bukti Dukungan Penuh untuk Asian Para Games2018

foto: Humas INAPGOC

Silang Monas menjadi lokasi Parade Momo, maskot resmi Asian Para Games 2018, Minggu (23/9/2018). Parade tersebut dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari, serta Sekjen Kemensos Hartono Laras. Acara tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dan memberi dukungan dengan menyaksikan langsung perhelatan Asian Para Games 2018 pada 6–13 Oktober mendatang.

Parade Momo menghadirkan balon Momo raksasa yang dibawa berkeliling area Car Free Day (CFD). Rute yang ditempuh sepanjang 3 Km yakni dari Monas pintu tenggara, melintasi Jalan Medan Merdeka Selatan, berputar arah di Patung Arjuna Wiwaha, lalu kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan berakhir di Monas pintu tenggara. Demikian rilis humas INAPGOC yang diterima redaksi, (23/9).

Foto: Humas INAPGOC

Momo adalah maskot resmi Asian Para Games 2018, singkatan dari Motivasi dan Mobilitas yang berarti orang perlu terus bergerak maju, dan juga untuk dapat beradaptasi dengan dunia dan waktu yang berubah dengan mudah. Maskot Momo adalah visualisasi grafis dari elang bondol (haliastur indus) yang hanya hidup di Pulau Seribu. Elang bondol juga adalah maskot kota Jakarta sebagai ibu kota Indonesia dan juga kota tempat Asian Para Games 2018 berlangsung.

Ciri fisik elang bondol adalah warna putih dari kepala ke dada, sementara bagian lain dari tubuhnya berwarna coklat gelap. Elang bondol adalah hewan perkasa, pemberani, dan tangguh menghadapi tantangan kompetitif seperti kota Jakarta.

Parade Momo dimeriahkan dengan penampilan drum band dari Akademi Kepolisian dan Akademi Militer serta dari Balai Rehabilitasi Sosial Sensorik Netra Tanmiyat milik Kementerian Sosial di Bekasi, kemudian Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang membawa bendera-bendera peserta Asian Para Games 2018.

Parade Momo diikuti berbagai elemen masyarakat, diantaranya adalah para penyandang disabilitas dari Yayasan Asih Budi, Ikatan Sindroma Down Indonesia, Yayasan Sayap Ibu, YPAC, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia. Sejumlah volunteer dan berbagai komunitas, termasuk komunitas disabilitas Jakarta juga menyemarakkan acara ini.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan perhelatan Asian Para Games 2018 bukan hanya momentum untuk meraih medali namun juga penghargaan kesetaraan terhadap atlet-atlet disabilitas. “Penyelenggaraan Asian Para Games sekaligus mampu menjadi ajang persatuan nasional. Jika ada dinamika politik dan gesekan yang terjadi, mari kita kembali ke semangat Momo,” ucap Menpora Imam Nahrawi.

Hal senada juga diungkapkan Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari dengan mengatakan jika Parade Momo selain bertujuan mempromosikan Asian Para Games juga untuk menggelorakan semangat kepedulian dan kesetaraan terhadap penyandang disabilitas, namun dirinya menambahkan jika kehadiran ribuan peserta Parade Momo merupakan bentuk dukungan besar terhadap Asian Para Games 2018.

“Jumlah peserta yang mengikuti Parade Momo ini mencapai 10 ribu orang dari target kami empat ribu orang. Ini adalah bentuk dukungan besar terhadap Asian Para Games 2018,” ucap Okto, sapaan akrabnya.

Pesta olahraga untuk atlet penyandang disabilitas negara-negara se-Asia itu diikuti oleh 43 negara peserta dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial serta 1.000 media, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Sebanyak 18 cabang olahraga akan dipertandingkan dalam Asian Para Games III/2018 ini, yaitu bola basket, bola voli, anggar, tenis meja, renang, menembak, judo, bersepeda, catur, angkat beban, bowling, bola gawang, bulu tangkis, lari, panahan, boccia, bola tangan dan tenis.***/ebn