Tim Indonesia Sapu Bersih Medali di Kategori Kids dan Junior–foto Memorysport Indonesia
Tim Olimpiade Memory Indonesia kembali unjuk gigi dalam turnamen Asia Open Memory Championship yang berlangsung di Singapura baru-baru ini. Betapa tidak, Tim Olimpiade Indonesia yang terdiri dari 16 pelajar (SMP dan SMA) serta seorang profesional berhasil merauh 31 medali yang diperebutkan oleh 143 peserta dari berbagai negara di Asia. Yakni, 11 emas, 11 perak dan 9 perunggu. Sungguh sebuah capaian yang luar biasa sekaligus menunjukkan pada semua negara di Asia bahwa Indonesia adalah lawan yang tangguh.
Kejuaraan memory sport tingkat Asia itu berlangsung pada 29-30 September 2018 di Singapura. Ada 143 peserta yang berasal dari antara lain, China, Singapura, Malaysia, Australia, India, Taiwan dan Macau.
Menurut Ketua Tim Indonesia, Yudi Lesmana yang juga International Grandmaster Memory, pelajar Indonesia juga berhasil menyapu bersih Juara Umum 1,2, dan 3 di kategori Junior melalui Shafa Annisa Rahmadani di posisi pertama diikuti Fathimah Aiko di posisi ke-2 dan Aisha Nadine di posisi ke-3.
Selain medali, Tim Indonesia melalui Fathimah Aiko, Aisha Nadine, dan Rania Azzahra juga berhasil meraih gelar Grandmaster of Memorydengan jumlah ingatan minimal 600 angka dan 6 deck kartu dalam 30 menit, 1 deck kartu dibawah 120 detik, serta 50 kata.
Kompetisi yang diselenggarakan di Singapore Polytechnic, Singapura, ini, menggelar 10 jenis perlombaan yang menuntut kemampuan dan daya tahan peserta dalam mengingat urutan acak angka, gambar, kartu, wajah dan nama serta tanggal dan peristiwa.
Tim binaan Indonesia Memory Sports Council ini terdiri atas 16 anggota yakni 15 pelajar (SMP dan SMA) serta seorang profesional. Dari jumlah tersebut 10 di antaranya berhasil membawa harum nama bangsa di kancah internasional.
Pencapaian rekor ingatan fantastis, lanjut Yudi Lesmana, juga berhasil dibukukan antara lain oleh Farah Afifah Pulungan, siswa SMAN 1 Depok, Jawa Barat, yang mampu mengingat 118 wajah dan nama acak dalam waktu 15 menit.
“Capaian cemerlang juga diraih Aisha Nadine, siswa SMP Sinar Cendikia, Tangerang Selatan, yang mampu mengingat 1941 digit angka biner acak dalam waktu 30 menit. Sedang Shafa Annisa nyaris memecahkan rekor dunia dengan mengingat 331 gambar,280 angka dan 50 tanggal masing-masing dalam waktu 5 menit,” ungkap Yudi.
Suasana pertandingan Asian Memory Sport Championship 2018
Selain itu, Amira Tsurayya juga berhasil membukukan rekor terbaiknya dengan mengingat 185 kata dalam 15 menit sekaligus bersama kedua rekannya, Fatimah Aiko dan Kinanti Wening Asih menyapu bersih juara 1,2, dan 3 di cabang ini.
Pada hari ke-2 kompetisi, Shafa kembali menambah perolehan medali lewat cabang spoken numbers dengan mengingat 100 angka acak dalam 100 detik dan 1 deck kartu dalam waktu 47 detik.
Pada kategori anak-anak, ketiga perwakilan Indonesia juga berhasil meraih medali untuk Indonesia. Antara lain, Aulia Nadia dengan 5 medali, Navarro dan Zara masing-masing meraih satu medali.
“Hasil kejuaraan ini kembali membuktikan kemampuan otak anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata. Tim Olimpiade Memory Indonesia juga sebelumnya sudah menjuarai kompetisi daya ingat internasional di Filipina dan Korea pada tahun 2018. Meskipun dengan dukungan terbatas, Tim Olimpiade Memory Indonesia tetap mampu menunjukkan taringnya di mata dunia dan membawa harum nama Indonesia,” tegas Yudi Lesmana.***/cybertokoh
Bagi masyarakat yang sudah tidak sabar menanti perhelatan olahraga disabilitas terbesar se-Asia, ada kabar yang menggembirakan. Tiket pertandingan Asian Para Games 2018 sudah bisa dibeli secara online sejak hari ini, Kamis (4/10) di https://asianparagames2018.loket.com/.
Ada tiket pertandingan 8 cabang olahraga yang dijual yaitu panahan, bulutangkis, balap sepeda, lawn bowl, para atletik, para renang, voli duduk, dan basket kursi roda. Harga tiket dijual mulai Rp25.000.
Selain tiket per cabang olahraga, INAPGOC juga menyediakan tiket terusan harian dimana masyarakat bisa bebas masuk ke setiap arena dan menyaksikan berbagai pertandingan dalam satu hari penuh. Tiket terusan tersebut dibanderol seharga Rp100.000 saja. Sejak dibuka siang tadi, tiket terusan sudah habis diserbu. Untuk 10 cabang olahraga lainnya, pengunjung tidak dikenakan biaya tetapi mengikuti mekanisme ketersediaan kursi atau first come first serve.
Selain menonton berbagai pertandingan, masyarakat juga dapat menikmati zona festival yang tersedia di dalam komplek Gelora Bung Karno dengan beragam kegiatan yang sayang untuk dilewatkan.
Cara pembelian tiket Asian Para Games 2018 sangat mudah. Ketika memasuki halaman website, bisa langsung memilih cabang olahraga yang ingin ditonton. Kemudian, pilih jadwal, kategori, serta jumlah tiket yang diinginkan.
Jadi, jangan tunda lagi. Segera pesan tiket Anda dan jadi saksi sejarah Asian Para Games 2018!***/ebn
Belum lepas euforia Asian Games 2018 yang membuat mata dunia melihat Indonesia. Kini, Indonesia sudah siap-siap menghelat Asian Para Games 2018 yang akan digelar pada 6-13 Oktober 2018. Asian Para Games 2018, kelak akan diikuti 41 negara anggota National Para Olimpic, dengan jumlah atlet yang ikut sebanyak 2800 orang, ofisial 1800 orang dan diliput oleh 500 media dari dalam dan luar negeri.
Sementara itu, cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018 ada 18. Di antaranya panahan, lari, bulutangkis, bola gawang, bowling, angkat beban, catur, bersepeda, judo, menembak, renang, tenis meja, anggar, bola voli, dan bola basket.
Logo yang digunakan Asian Para Games 2018 hampir mirip dengan Asian Games 2018. Konsepnya sama-sama menggunakan ‘Harmoni’. Logo yang ditampilkan menjurus ke bentuk harmonis dan keseimbangan dalam lingkungan alam dan lingkungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Logo yang berbentuk lingkaran yang mewakili harmoni atau keseimbangan bentuk oleh negara-negara yang terdiversifikasi di seluruh Asia,” kata Ketua Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committe (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari.
Gerakan ‘The Energy of Asia’ juga diperlihatkan pada siluet seorang pria yang bergerak di pusat lingkaran logo. Terdapat pula tiga kurva dalam tiga warna di sekitar siluet manusia yang berfungsi sebagai negara-negara Asia yang terdiversifikasi yang bergerak bersama sebagai satu kesatuan dalam harmoni untuk pencapaian bersama.
Warna yang digunakan dalam logo ini juga memiliki artinya sendiri. Warna biru mewakili langit, oranye mewakili matahari. Warna hijau mewakili alam, ungu mewakili kedekatan, dan merah mewakili semangat. Sementara warna ungu mewakili kebijaksanaan, kesetiaan, dan kebanggaan adalah semangat solidaritas.
Maskot Asian Para Games berbeda dengan Asian Games yang memiliki tiga maskot, yaitu Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Asian Para Games hanya ada satu maskot yang diberi nama Momo. “Momo adalah singkatan dari Motivasi dan Mobilitas. Yang berarti orang perlu terus bergerak maju. Dan juga untuk dapat beradaptasi dengan dunia dan waktu yang terus mudah berubah,” ujar Raja Sapta yang memberikan keterangan saat torch relay di Solo, Jawa Tengah.
Maskot Momo berupa seekor burung yang berjenis ‘Elang Bondol’ atau Bald Eagle. Penggunaan Elang Bondol sebagai maskot Asian Para Games 2018 memperkuat karakter kota penyelenggara, Jakarta yang memiliki maskot yang sama. Momo juga menggunakan sabuk khas Betawi yang adalah bagian dari budaya Betawi. “Elang Bondol terkenal sebagai burung yang kuat dan berani. Ini adalah kombinasi yang sempurna antara nama maskot dan burung serta kota diadakannya Asian Para Games 2018,” tambahnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis Asian Para Games 2018 sama hebohnya dengan Asian Games 2018. Sebab itu dirinya siap mendukung all out agar gelaran ini sukses. Menpar Arief Yahya pun mengerahkan pasukan untuk mempromosikan gelaran ini. Terbukti, hastag #PesonaAsianParaGames2018 menjadi Trending Topic Indonesia. “Promosi melalui media digital ini tujuannya meraih dukungan besar kepada para atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Para Games 2018. Karena mereka membawa nama baik bangsa Indonesia sama seperti atlet Asian Games 2018,” papar Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menambahkan, pihaknya siap mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo yang ingin Indonesia menggelar Olimpiade. “Kita harus membuktikan sekali lagi kepada dunia jika Indonesia benar-benar siap menggelar berbagai acara multievent olahraga. Jika Asian Games dan Asian Para Games sukses, bisa saja kita menjadi tuan rumah Olimpiade,” cetus Menpar. ***(gun)
Tewasnya suporter Jakmania, Haringga Sirila yang dikeroyok pendukung Persib berbuntut panjang. Kini, Tim Maung Bandung “babak belur” dihajar Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tidak tanggung-tanggung, Komdis pimpinan Asep Edwin dalam sidang di Jakarta, Senin (1/10/2018), memberikan hukuman berlapis. Bukan hanya klub Persib Bandung, tapi panitia pertandingan, pemain dan suporter juga terkena sanksi.
Persib Bandung dikenakan sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018. Plus sanksi pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
Yang lebih mengejutkan lagi, Komdis PSSI memberikan sanksi kepada suporter Persib Bandung berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
Panitia Pertandingan (Panpel) Persib melawan Persija, 23 September lalu, juga dikenakan sanksi berat. Panpel dinilai gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.
Ketua panitia pelaksana pertandingan dan security officer dilarang ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.
Kemudian, Panpel Persib Bandung didenda sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Dan, panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun.
Kepada seluruh tersangka yang disebut melakukan provokasi hingga pengeroyokan disertai pemukulan terhadap supporter Persija Jakarta, Haringga Sirila hingga tewas, Komdis mengeluarkan larangan menonton sepakbola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.
Selain itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi hukuman 4 pemain Persib, 4 pemain Persija dan seorang offisial Persib Bandung.
Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI, Gusti Randa yang dihubungi melalui telepon selular membenarkan hasil keputisan Komdis. “Ya, Komdis memang telah menjatuhkan sankso terhadap Persib. Sanksi itu dijatuhkan berdasarkan temuan, keterangan dan rekaman pertandingan,” katanya.
Berikut Hasil Sidang Komdis 1 Oktober 2018
1. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi kepada ofisial Persija pada saat MCM, melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas
– Hukuman: Sanksi pertandingan home diluar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
2. Suporter Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas
– Hukuman: Sanksi penonton dan atau suporter berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
3. Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: suporter Persib melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan. Sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas. Panpel gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.
– Hukuman: Sanksi trhadap
1. ketua panitia pelaksana pertandingan & security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.
2. Panpel Persib Bandung didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)
3. Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun
4. Seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirla
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: melakukan provokasi hingga pengeroyokan disertai pemukulan terhadap supporter Persija Jakarta hingga tewas – Hukuman: Sanksi semua tersangka pengeroyokan Haringga Sirila dihukum larangan menonton sepakbola di wilayan Republik Indonesia seumur hidup.
5. Pemain Persib Bandung, Jonatan Jesus Bauman
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyikut pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan
6. Pemain Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyikut dan dengan sengaja mendorong kepala pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 5 (lima) pertandingan
7. Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan pemain lawan
– Hukuman: Teguran keras
8. Pemain Persib Bandung, Bojan Malisic
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan
9. Ofisial Persib Bandung, Fernando Soler
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Mengintimidasi wasit dengan kata-kata ‘Kalau Persib tidak menang, maka kalian tidak bisa keluar dari stadion’
– Hukuman: Sanksi larangan memasuki stadion hingga musim kompetisi 2018 berakhir.
10. Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan pemain lawan
– Hukuman: Teguran keras
11. Pemain Persija Jakarta, Sandi Darma Sute
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Dengan sengaja menjatuhkan pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) pertandingan
12. Pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang kaki pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) pertandingan
14. Pemain Persija Jakarta, Renan Da Silva
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
– Tanggal kejadian: 23 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyikut pemain lawan
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan.***azhari
Yayuk Basuki Suntik Motivasi Tim Bola Basket Kursi Roda Indonesia–foto azhari
Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA), Yayuk Basuki memberikan suntikan motivasi bagi atlet paralimpik yang memperkuat Kontingen Indonesia yang akan tampil pada Asian Para Games III di Jakara, 6-13 Oktober mendatang.
Mantan Ratu Tenis Indonesia datang bersama anggota IOA, Santia Tri Kusuma (sepeda), Wynne Prakusya (tenis), dan Ling Ling Agustin (tenis meja) menyaksikan latihan Tim Bola Basket Kursi Roda (Whell Chair Basketball) Indonesia.
“Prinsipnya IOA mendukung pelaksanaan Asian Para Games 2018 dan berharap atlet Asian Para Games Indonesia bisa meraih prestasi seperti atlet Asian Games 2018. Makanya, kami sengaja datang memberikan motivasi kepada mereka,” kata Yayuk Basuki.
Kedatangan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini disambut skuat Tim Bola Basket Kursi Roda yang ditangani Dona Purwita Tama dan Fajar Brilianto.
“Kami senang dikunjungi IOA apalagi bu Yayuk Basuki memberikan motivas bagi kami untuk menampilkan permainan terbaik saat tampil pada Asian Para Games IIi nantii,” kata salah satu pemain andalan, Kasep Ayatullah.
Pejuangan Tim Bola Basket Kursi Roda Indonesia dipastikan akan berat pada Asian Para Games III. Pasalnya, Kasep Ayatullah dan kawan-kawan berada di Grup “neraka” bersama Iran, Irak, Thailand, dan China.
“Tim Basket Kursi Roda Indonesia tidak mau menjanjikan yang muluk-muluk dan hanya berusaha menampilkan yang terbaik. Apalagi, kita berada di Grup neraka menghadapi Iran yang berada di peringkat empat dunia, China di peringkat ke-10 dan Thailand yang merupakan juara Asia Tenggara,” kata Asisten Pelatih, Dona Purwita Tama.
Memang wajar jika Dona Purwata menyebut tak ada target bagi Tim Bola Basket Kursi Roda Indonesia. Selain olahraga basket kursi roda baru berkembang, mereka hanya melakukan persiapan selama sembilan bulan sementara lawan yang dihadapi sudah mengembangkan olahraga basket kursi roda sejak 15 tahun lalu.
“Cukup banyak perkembangan prestasi yang dicapai atlet dalam persiapan selama sembilan bulan. Baik dalam skill seperti shooting, drible, penguasaan bola dan kursi. Yang pasti, olahraga basket kursi roda telah lahir dengan adanya Asian Para Games III,” timpal Pelatih Kepala Tim Bola Basket Kursi Roda Indonesia, Fajar Brilianto.
Semula, kata Dona Purwaka, pelatnas bola basket kursi roda diikuti 30 atlet paralimpik dari berbagai daerah sejak Januari 2018. Kini, mereka sudah diseleksi menjadi 12 atlet lewat seleksi. “Kita sempat mengikuti uji coba pada kejuaraan Bola Basket Kursi Roda di Thailand Maret lalu. Penampilan mereka di sana hanya sekadar memberokan pengalaman dan melihat peta kekuatan lawan,” katanya.
Skuat Tim Bola Basket Kursi Roda Indonesia :
Arifin Riaman (DIY), 2. Danu Kuswantoro (DIY), 3. Daryoko (DIY), 4. Donald Putra Santoso (DKI Jakarta), 5. Edy Johan (DKI Jakarta), 6. Gusti Putu Putra Adnyana (Bali), 7. Jaka Sriyana (Jawa Tengah), 8. Kasep Ayatulloh MA (Jawa Barat), 9. Lalu Idrus (Bali), 10. I Nyoman Sumerta (Bali), 11. I Ketut Gede Nesa Jatiana (Bali), 12. Yulianto (DIY).
Atlet menembak Asian Para Games 2018 sedang berlatih–foto INAPGOC
Asian Para Games 2018 secara resmi dimulai pada 6 Oktober mendatang. Namun para atlet akan menjalani proses klasifikasi pada Selasa-Jumat, tanggal 2-5 Oktober 2018 untuk penentuan jenis disabilitas.
Proses klasifikasi ini merupakan persyaratan wajib yang harus diikuti oleh setiap atlet yang akan berlaga di Asian Para Games 2018. “Seluruh proses klasifikasi akan selesai tanggal 5 oktober. Inilah perbedaan antara Asian Games dan Asian Para Games. Jumlah atlet masih dapat berubah setelah klasifikasi,” ungkap dr. Christofer Muliadi, Direktur Klasifikasi INAPGOC.
Tujuan dari klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games kali ini setiap atlet akan dikelompokkan menjadi tiga yaitu Physical Impairment (PI) untuk atlet disabilitas daksa, Visual Impairment (VI) bagi atlet disabilitas netra, dan Intellectual Impairment (II) untuk atlet disabilitas intelektual.
Setiap atlet akan mengikuti klasifikasi di venue masing-masing cabang olahraga, kecuali untuk beberapa cabor. Venue para atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sedangkan klasifikasinya dilakukan di Stadion Madya. Cabang olahraga angkat berat akan dipertandingkan di Balai Sudirman, tetapi klasifikasinya dilakukan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara.
Khusus untuk klasifikasi Visual Impairment (VI) semua cabang olahraga akan berlangsung di Wisma Para Atlet, Kemayoran. Dan karena itulah tidak ada proses klasifikasi di venue judo dan goal ball karena semua atletnya disabilitas netra.
“Klasifikasi dilakukan di masing-masing venue sesuai lokasi pertandingan tiap cabor, kecuali para atletik, para powerlifting, goal ball dan judo,” ujar dr. Christofer Muliadi.
Namun, tidak semua atlet harus menjalani klasifikasi karena setiap atlet para games memiliki identitas yang terbagi tiga yaitu Confirmed (C), Review (R), dan New (N). Confirmed (C) artinya disabilitasnya sudah ditetapkan dan tidak perlu melalui proses klasifikasi. Untuk atlet yang memiliki identitas Review (R) akan dilihat masa berlakunya untuk menentukan apakah perlu klasifikasi atau tidak. Sementara itu bagi atlet yang berstatus New (N) maka wajib mengikuti klasifikasi.
Terkait proses ini, INAPGOC mendatangkan 91 classifier bersertifikasi internasional. Hasil klasifikasi akan menentukan jumlah nomor pertandingan dan jumlah atlet untuk menjadi dasar dalam mengatur jadwal pertandingan Asian Para Games 2018.***/ebn
Wisma Atlet Asian Para Games 2018 siap sambut kontingen-dari 43 negara di Asia-foto-INAPGOC
Hari ini 11 Kontingen Asian Para Games 2018 tiba di Jakarta menyusul empat kontingan lainnya yang sudah lebih dulu tiba yakni Bahrain, Afganistan dan Cina dan tuan rumah Indonesia. Semua atlet cabor Kontingen Indonesia sebelumnya mengikuti pemusatan latihan di Solo, Jawa Tengah. Kini semua kontingen sudah menepati Wisma Atlet Para Games di Kemayoran Jakarta.
Komite Paralimpik Asia memuji kesiapan Indonesia dalam menerima kedatangan negara-negara peserta ajang olahraga disabilitas multicabang se-Asia ini.
Panitia bersiap menjemput kontingen berbagai negara peserta Asian Para Games2018–INAPGOC
“Kami sangat senang dengan semuanya sejauh ini. Untuk keempat tim yang tiba hari ini, seluruh prosesnya lancar, cepat dan mengesankan, dari penanganan di bandara, transportasi yang mudah diakses hingga sampai ke wisma para atlet. Para atlet menerima sambutan yang sangat hangat dari semua panitia dan relawan dan telah dibuat merasa seperti di rumah. Dan tentu saja sangat menyenangkan melihat tim dalam jumlah besar dari negara tuan rumah tiba dan siap untuk membuat negara mereka bangga,” ungkap Juru Bicara APC (Asian Paralympic Committee).
Menurut INAPGOC (Indonesia Asian Para Games Organizing Committee) sebagaimana dikutip dari rilisnya, Senin (1/10) ini mereka akan menyambut 11 negara yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah total 1.272 atlet dan ofisial. Negara-negara tersebut meliputi Filipina, Jepang, Thailand, Kamboja, Irak, Qatar, Taiwan, Vietnam, Singapura, Laos, dan Uni Emirat Arab.
“Kami bersiap untuk menerima kedatangan tim dalam jumlah besar. Perencanaan sudah matang. Dalam dua hari pertama ini semuanya berlangsung lancar dan kami optimistis akan terus terjaga demikian dengan dukungan dan kerja sama semua pihak,” ungkap Direktur Arrival, Departure and Logistic INAPGOC Andrianto Soedjarwo.
Tanggal 1 Oktober besok, Wisma Para Atlet akan dibuka secara resmi meski telah beroperasi sejak Sabtu (29/9) saat Bahrain tiba. Kontingen dari 43 negara akan datang di Jakarta secara bertahap hingga 4 Oktober mendatang.***/ebn
Kontingen Bahrain telah tibadi Jakarta tadi, Minggu (30/9). Setelah Bahrain, Kontingen Afganistan juga telah tiba sore tadi dan menyusul sebentar malam Kontingen dari China–foto INAPGOC
Para atlet peserta Asian Para Games 2018 dari berbagai negara mulai berdatangan di Jakarta. Atlet dan ofisial dari negara Bahrain merupakan yang pertama tiba untuk mengikuti ajang olahraga disabilitas multicabang se-Asia ini.
“Bahrain adalah kontingen pertama yang tiba di Jakarta bersama atlet dan ofisialnya,” ungkap Direktur NPC Relation INAPGOC M. Nasser Insanial. Selain Bahrain yang juga sudah tiba di Jakarta adalah Kontingen Afganistan sore tadi, sedang Kontingen China akan tiba nanti malam sekitar pukul 22.00.
Kontingen Bahrain sudah berada di Wisma Atlet Kemayoran–foto INAPGOC
Usai tiba di Jakarta, para atlet dan ofisial asal Bahrain tersebut langsung menempati Wisma Para Atlet. “Kami ucapkan selamat datang bagi kontingen Bahrain. Hari ini juga kita siap menyambut atlet dan ofisial dari Afghanistan dan China,” kata Nasser.
Ia juga menjelaskan jika pembukaan secara resmi Wisma Para Atlet akan dilakukan pada tanggal 1 Oktober mendatang.
Kontingen dari Bahrain terdiri dari 14 atlet disabilitas dan 8 ofisial dimana 5 atlet di antaranya merupakan pengguna kursi roda. Sementara Kontingen dari China terdiri dari 164 atlet dimana 74 atlet merupakan pengguna kursi roda dan 71 ofisial.***/ebn
Perjalanan obor Asian Para Games 2018 di kota terakhir yakni Jakarta berlangsung sangat semarak. Masyarakat gegap gempita menyambut arak-arakan obor yang dimulai dari Balai Kota Jakarta. Mereka berdiri penuh semangat di pinggir jalan sambil menyemangati para pembawa obor.
Obor Asian Para Games kali ini dibawa oleh 24 orang yang secara estafet membawa obor tersebut hingga bundaran Hotel Indonesia. Tak hanya pembawa obor, pawai juga diisi oleh penampilan kebudayaan dari
berbagai negara peserta Asian Para Games ke-3 ini.
Pembawa obor berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai kepala daerah, menteri, politisi, artis dan tentu atlet, seperti Kabul Effendy dari cabang olahraga renang dan Deni dari cabang olahraga basket.
Pawai obor ini menjadi salah satu cara INAPGOC dalam melakukan promosi gelaran Asian Para Games 2018.
Selain promosi, ajang ini sekaligus menjadi cara mengenalkan bagaimana etika bersosialisasi dengan para penyandang disabilitas secara tepat dengan mengedepankan prinsip kesetaraan. Karenanya komunitas-komunitas disabilitas juga dilibatkan.
Antusiasme masyarakat Indonesia memang menjadi capaian prestasi sendiri sebagai tuan rumah. Bahkan Asian Paralympic Committee (APC) memuji sambutan warga Indonesia sebagai dukungan yang termeriah sepanjang Asian Para Games sejarah.
“APC menyampaikan antusiasme warga Indonesia merupakan yang paling meriah, mengalahkan antusiasme warga Incheon dan Guangzhou sebagai penyelenggara Asian Para Games sebelumnya,” jelas Raja Sapto Oktohari, Ketua Umum INAPGOC.
Tak hanya dukungan masyarakatnya yang tinggi, Okto juga menjelaskan bahwa Asian Para Games kali ini menghadirkan peserta terbanyak dan keikutsertaan negara perwakilan terbanyak.”Total atlet yang ikut serta dalam Asian Para Games kali ini mencapai 2831 atlet yang berasal dari 43 negara peserta. Terbanyak dari sepanjang pagelaran Asian Para Games 2018,” tutupnya.***/ebn
Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games (INAPGOC) meyakini penanganan transportasi bagi seluruh atlet yang akan bertanding pada Asian Para Games III di Jakarta, 6-13 Oktober 2018 bisa berjalan lancar. Apalagi, Kementerian Perhubungan, Trans Jakarta, Dinas Perhubungan DKI, Kementerian Sosial, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pariwisata, Damri dan tentunya Polri mendukung penuh pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan kaum disabilitas negara-negara Asia ini.
“INAPGOC mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Kemenhub, Pemda DKI Jakarta dan Polri. Dan, INAPGOC yakin masalah transportasi sudah bisa diatasi,” kata Tony Effendi, Wakil Direktur Transportasi INAPGOC.
Keyakinan Tony itu cukup beralasan. Sebab, simulasi persiapan transportasi Asian Para Games yang dilakukan pada Selasa (25/9) berlangsung sesuai harapan. Baik dalam hal fasilitas angkutan bus bagi atlet disabilitas maupun perjalanan dari wisma para atlet menuju tempat pertandingan.
“Fasilitas angkutan sudah memadai. Begitu juga waktu tempuh dari athlete village ke komplek Gelora Bung Karno,” kata Tony.
Pada saat simulasi, waktu tempuh dari Wisma Para Atlet Kemayoran ke Komplek Gelora Bung Karno hanya 35 menit. Artinya lebih cepat 20 menit dari waktu maksimal yang ditetapkan oleh Asian Paralympic Committee (APC) yaitu 55 menit. Kesuksesan simulasi itu, kata Tony, tidak terlepas dari peran lima trainer dari komunitas disabilitas Bandung dan Jakarta. Mereka telah memberikan pelatihan dan pembekalan kepada 1.500 orang yang bertugas sebagai volunteer (600), field worker (600) dan driver (300) pada 23- 24 September 2018.
“Dukungan pihak-pihak terkait inilah yang menambah keyakinan INAPGOC bahwa pelaksanaan Asian Para Games bisa sukses sesuai yang diharapkan,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui TransJakarta bekerja sama dengan Blue Bird, Perum Damri, dan Kementerian Pariwisata merilis bus Wonderful Indonesia. Sebanyak 100 bus Wonderful Indonesia bakal menjadi moda pengangkut para atlet yang akan tampil pada Asian Para Games III.***/ebn