Sinchiavaganza: Estetika Peranakan Bernarasi Cerlang!

JAYAKARTA NEWS— Seniman Hanny Widjaja memberi makna perayaan tahun baru Peranakan, Tiong Hoa dengan memamerkan lukisan-lukisan bernarasi cerlang nan sumringah.

Pameran yang berlokasi di Galeri Kunstkring Paleis, Jalan Teuku Umar no.1 Jakarta ini mengaitkan tradisi tahun anyar Peranakan yang diserap dari bahasa Hokkien atas kata 新正 atau Sinchia dan penggabungan ide kreatif peristiwa luar biasa dari kata Ekstravaganza.

Sinchiavaganza adalah frasa baru yang menerangkan upaya artistik seniman Peranakan memahami leluhurnya dengan cara sukacita: Live your Life!

Karya Hanny Widjaja /foto: istimewa

Hanny membawa jiwa Tiog Hoa sekian ratus tahun kebelakang, terutama ia menjumput peristiwa-peristiwa personalnya. Dengan melukiskan secara realis, mengeksplorasi tentang zona-zona yang nyaman dimata serta estetika bertumpu pada penggalian atas sejarah, mengaitkannya dengan tradisi-tradisi Peranakan ratusan tahun yang tetap eksis seperti corak-corak busana/ batik.

Karya Hanny Widjaja /foto: istimewa

Kemudian, ingatan-ingatan kolektif tentang falsafah Budhis dan Taoisme sampai dengan elok ia bercerita beragam jenis kuliner yang menggoda. Pergulatan artistik di kanvasnya juga menggambarkan chinesse classic painting dikenang dan sebuah tantangan membangun dialog dengan gaya lukis realis zaman modern khas miliknya.

Karya Hanny Widjaja /foto: istimewa

Pelukis ini bangga menjadi warga-negara Indonesia dengan menerakan simbol-simbol keintiman dan melepas-mengayun ingatan diasporik tanah-tanah nenek-moyangnya dulu yang ribuan tahun bermukim di Tiongkok. Hanny sejatinya sebagai Peranakan di bangsa baru yang diikrarkan pertengahan abad ke-20 lalu itu dengan senyuman dan rasa syukur.

Januari, 2024

Bambang Asrini, Kurator Seni

Keberlanjutan Program Pembelian Layanan

Oleh Djoko Setijowarno

SELAMA 1 Januari – 20 Desember 2023, program angkutan umum skema pembelian layanan (buy the service) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di 10 kota telah mengangkut 21.551.706 orang. Program ini mengoperasikan 948 armada (782 bus dan 166 MPU) di 61 koridor.

Buy The Service (BTS) adalah cara penyediaan angkutan yang berkualitas, terkendali dan mampu memberikan layanan yang tanggap (responsif) terhadap demand yang umumnya cukup beragam di suatu kota. Buy the Service adalah sistem pembelian layanan angkutan jalan oleh Pemerintah kepada pihak operator angkutan umum untuk mendapatkan layanan angkutan jalan yang baik.

Sejak tahun 2020, dimunculkan skema pembelian layanan (buy the service) oleh Ditjenhubdat Kemenhub dinamai Program Teman (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) Bus dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dengan Program Bis Kita (Bus Inovatif Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Anda).

Program ini sebagai stimulus pengembangan angkutan umum perkotaan dengan jangka waktu yang ditentukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat penggunaan angkutan umum dan kemudahan bermobilitas di masyarakat. Program Teman Bus di 10 kota, yaitu Medan (Trans Metro Deli), Palembang (Trans Musi Jaya), Bandung (Trans Metro Pasundan), Surakarta (Batik Solo Trans), Purwokerto (Trans Banyumas), Yogyakarta (Trans Jogja), Denpasar (Trans Metro Dewata), Banjarmasin (Trans Banjarbakula), Surabaya (Trans Semanggi Surabaya) dan Makassar (Trans Mamminasata). Sedangkan Program Bis Kita di Kota Bogor (Trans Pakuan).

Merujuk data Direktorat Angkutan Jalan Ditjenhubdat (Mei 2023), subsidi tahun 2020 sebesar Rp 56.945.323.124 di lima kota, tahun 2021 (Rp 292.706.018.283, 10 kota), tahun 2022 (Rp 550.064.913.040, 10 kota) dan tahun 2023 (Rp 625.674.514.459, 10 kota).

Mengutip materi paparan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Transportasi Publik Skema BTS di 10 Kota (29 Desember 2023), pungutan dimulai 31 Oktober 2022, total Pajak Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh selama 31 Oktober 2022 hingga 20 Desember 2023 sebesar Rp 58 ,85 miliar. Denga rincian di Medan sebesar Rp 6,73 miliar, Palembang (Rp 2,51 miliar),

Yogyakarta (6,73 miliar), Surakarta (Rp 11,16 miliar), Denpasar (Rp 4,20 miliar), Bandung (Rp 13,93 miliar), Surabaya (Rp 4,27 miliar), Makassar (Rp 3,73 miliar), Banjarmasin (Rp 4,10 miliar) dan Purwokerto (Rp 2,49 miliar).

Tahun 2024 Program Buy the Service terdapat beberapa rencana yang akan diterapkan di 10 kota yakni Palembang, Medan, Bali, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung dan Surabaya.

Medan (Trans Metro Deli) 5 koridor 72 bus, seluruh koridor akan diambil alih oleh Pemkot. Medan bulan Juli 2024. Surakarta (Batik Solo Trans), 6 Koridor, 116 bus sedang 6 koridor, 111 MPU Feeder. Sebanyak 3 koridor angkutan pengumpang akan diambil alih oleh Pemkot.

Surakarta mulai Januari 2024. Bandung (Trans Metro Pasundan) 5 koridor 96 bus. Sebanyak 2 koridor diambil alih kelola oleh Pemprov. Jawa Barat bulan Januari 2024. Banjarmasin (Trans Banjarbakula) 4 koridor 75 bus. Seluruh koridor akan dikelola Pemprov. Kalimantan Selatan mulai Mei 2024. Kemudian, Makassar (Trans Mamminasata), 4 koridor 87 bus. Sebanyak 2 koridor tidak beroperasi tahun 2024.

Intervensi pemerintah dibutuhkan untuk meremajakan kembali atau rejuvinate dan mengembalikan daya saing angkutan perkotaan. Penerapan skema pembelian layanan (buy the service) merupakan intervensi yang dilakukan Pemerintah dengan membeli produksi layanan angkutan perkotaan.

BTS adalah cara penyediaan angkutan yang berkualitas, terkendali dan mampu memberikan layanan yang tanggap (responsif) terhadap demand yang umumnya cukup beragam di suatu kota (Sutomo, 2001).

Kinerja Layanan

Di Medan diberi nama Trans Metro Deli beroperasi sejak 16 November 2020. PT Medan Bus Transport sebagai operator yang mengoperasikan 5 koridor dengan 72 bus (50 bus sedang dan 22 bus besar). Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 4.854.642 orang, tingkat isian (load factor) 52,23 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Belawan – Lapangan Merdeka (49,73 km dengan 23 bus), yakni 73,57 persen. Sedangkan terendah di koridor Tembung – Lapangan Merdeka (15,40 km dengan 9 bus), tingkat isian 41,7 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 6,73 miliar.

Di Palembang diberi nama Trans Musi Jaya beroperasi mulai 2 Juni 2020. PT Trans Musi Palembang sebagai operator yang mengoperasikan 4 koridor dengan 66 bus (45 bus sedang dan 21 bus besar). Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 1.388.488 orang, tingkat isian 26,76 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Terminal Alang-Alang – Dempo Lingkaran (39 km dengan 21 bus), yakni 41,79 persen. Sedangkan terendah di koridor Teminal Alang-Alang Lebar – Talang Jambe (28 km dengan 15 bus), tingkat isian 27,80 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 2,51 miliar.

Di Yogyakarta diberi nama Trans Jogja beroperasi sejak 2 Oktober 2020. PT Jogja Tugu Trans sebagai operator yang mengoperasikan 3 koridor dengan 44 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 1.544.888 orang, tingkat isian 44,18 persen. Tingkat isian tertinggi pada rute Ngaglik (38 km dengan 18 bus), yakni 70,11 persen. Sedangkan terendah di rute Terminal Condong Catur – Terminal Jombor – Malioboro (31,9 km dengan 11 bus), tingkat isian 28,21 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 6,73 miliar.

Di Surakarta diberi nama Batik Solo Trans beroperasi sejak 4 Juli 2020. Koridor utama melayani aglomerasi Kawasan Subosukawonosraten (Sukoharjo-Boyolali-Surakarta-Wonogiri-Sragen-Klaten). Di Surakarta ada 12 koridor yang terbagi 6 koridor utama dan 6 koridor pengumpan (feeder). PT Begawan Solo Trans sebagai operator koridor utama mengoperasikan 6 koridor dengan 116 bus sedang.

Sementara sebagai operator angkutan pengumpang adalah PT Transport Global Mandiri yang mengoperasikan 111 mobil penumpang umum (kapasitas 12 penumpang). Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 4.872.903 orang, tingkat isian 42,77 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 11,16 miliar.

Untuk koridor utama, tingkat isian tertinggi pada koridor Bandara Adi Soemarmo – Terminal Palur (48 km dengan 30 bus), yakni 70,84 persen. Sedangkan terendah di koridor Terminal Tirtonadi – Solo Baru (21,2 km dengan 10 bus), tingkat isian 21,04 persen. Sementara untuk angkutan pengumpan, isian tertinggi pada koridor RSUD Ngipang – Pasar Klewer (18,9 km dengan 18 unit) dan terendah koridor Sub Terminal Tipe C Pelangi – Lotte Mart Cemani (23,1 km dan 20 unit), tingkat isian 16,01 persen.

Di Bali diberi nama Trans Metro Dewata beroperasi dimulai 6 September 2020 melayani kawasan aglomerasi Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan). PT Satria Trans Jaya sebagai operator yang mengoperasikan 5 koridor dengan 105 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 2.011.029 orang, tingkat isian 34,83 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Sentral Parkir Kuta –Terminal Persiapan (61,20 km dengan 25 bus), yakni 46,83 persen. Sedangkan terendah di koridor Pantai Matahari Terbit – Terminal Ubung (33 km dengan 15 bus), tingkat isian 22,45 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 4,20 miliar.

Di Bandung diberi nama Trans Metro Pasundan beroperasi sejak 21 Desember 2021 melayani Kawasan Bandung Raya. Perum Damri sebagai operator yang mengoperasikan 3 koridor dengan 52 bus besar. Sedangkan PT Big Bird Pusaka mengoperasikan 2 koridor dengan 38 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 3.592.244 orang, tingkat isian 52,25 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Baleendah – BEC (37 km dengan 17 bus), yakni 63,15 persen. Sedangkan terendah di koridor Terminal Leuwipanjang – Dago (21 km dengan 8 bus), tingkat isian 25,69 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 13,93 miliar.

Di Surabaya diberi nama Trans Semanggi Suroboyo beroperasi sejak 29 Desember 2021. PT Seduluran Bus Suroboyo sebagai operator yang mengoperasikan 2 koridor dengan 17 bus besar. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 546.518 orang, tingkat isian 34,33 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 4,27 miliar.

Koridor Kejawan Putih Tambak – Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dilayani 12 bus dan tingkat isian 42,76 persen. Sedang koridor Gunung Anyar – Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) – Kenjeran Park dengan 5 bus, tingkat isian 11,32 persen.

Di Banjarmasin diberi nama Trans Banjarbakula beroperasi sejak 22 Desember 2021 melayani kawasan aglomerasi Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut). PT Bagong Dekaka Makmur sebagai operator yang mengoperasikan 4 koridor dengan 75 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 1.989.221 orang, tingkat isian 47,31 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Terminal Gambut Barakat – Halte Km 0 (37 km dengan 20 bus), yakni 62,76 persen. Sedangkan terendah di koridor Terminal Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok (42,00 km dengan 18 bus), tingkat isian 25,11 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 3,73 miliar.

Di Makassar diberi nama Trans Mamminasata beroperasi sejak 13 November 2021 melayani kawasan aglomerasi Mammisanata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar). PT Sinarjaya Megah Langgeng sebagai operator yang mengoperasikan 4 koridor dengan 87 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 1.770.336 orang, tingkat isian 36,74 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Panakukang Square – Pelabuhan Galasong (69 km dengan 29 bus), yakni 59,66 persen. Sedangkan terendah di koridor Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang – Kampus 2 Politeknik Ilmu Pelayaran (43 km dengan 19 bus), tingkat isian 17,79 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 4,10 miliar.

Di Purwokerto diberi nama Trans Banyumas beroperasi sejak 5 Desember 2021. PT Banyumas Raya Transportasi sebagai operator yang mengoperasikan 4 koridor dengan 52 bus sedang. Sejak 1 Januari – 20 Desember 2023, jumlah penumpang yang diangkut 1.850373 orang, tingkat isian 52,29 persen.

Tingkat isian tertinggi pada koridor Terminal Notog Patikraja – Terminal Baturaden (48 km dengan 19 bus), yakni 75,48 persen. Sedangkan terendah di koridor Terminal Bulupitu – Terminal Kebondalam (31 km dengan 9 bus), tingkat isian 36,90 persen. Farebox revenue yang didapat Rp 2,49 miliar.

Upaya Keberlanjutan

Untuk meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum, di daerah dapat dilakukan mendorong kebijakan push and pull yang lebih progresif dan variatif oleh pemerintah daerah. Selain itu dapat membangun kompetensi kolaboratif pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk dengan beberapa pihak berkepentingan (stakeholder).

Selain itu, perlu disusun langkah-langkah cerdas untuk mendorong masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan  angkutan umum. Strategi ini dikenal dengan push and pull strategy, yaitu usaha untuk mendorong orang keluar dari kendaraan pribadi dan menarik orang agar menggunakan angkutan umum.

Disamping itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat merencanakan lima kota, yakni Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang dan Makassar memiliki jalur khusus (dedicated lane) dengan layanan bus rapid transit (BRT). Tahun 2024, ada dua kota, yakni Medan dan Bandung mulai dibangun dedicated lane. Di Kota Medan akan dibangun sepanjang 21 km dengan 33 halte dan 440 armada bus besar lantai rendah (low deck). Ada 19 rute layanan langsung (direct service).

Sedangkan di Kota Bandung direncanakan jalur khusus koridor Bus Rapid Transit (BRT) sepanjang 17,3 kilometer. Ada 16 rute layanan langsung (direct service), 27 halte dan dilayani sebanyak 357 armada bus. Jaringan ini menjangkau Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Di Kawasan Jabodetabek, tahun 2024 direncanakan akan membenahi program BisKita di Kota Bekasi, Kota Depok dan Kab. Bogor.

Ke depan, program ini dapat diberikan ke pemda lebih selektif dan pemda juga harus bersungguh-sungguh akan turut membenahi angkutan umum di daerahnya. Jangka panjang diperlukan lembaga pembiayaan angkutan umum atau PSO Angkutan Umum, seperti yang  sudah ada PSO Perkeretaapian. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Keselamatan KA dan Rencana Elektrifikasi Lintasan Commuter Line Bandung Raya

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Kepatuhan menjalankan aturan dan prosedur menjalankan keselamatan perjalanan kereta api menjadi faktor penting  untuk menghindari kecelakaan yang fatal. Masalah rel tunggal (single track) dan rel ganda (double track) tidak ada masalah sepanjang diikuti prosedur yang sudah ada (Soerjanto, Ketua KNKT)

Tabrakan KA Turangga dan Commuter Line Bandung Raya pada Jumat, 5 Januari 2024 yang terjadi di Km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka, Jawa Barat. Di jalur ini jalur kereta api masih tunggal (single track), makanya perjalanan kereta api dua arah harus berjalan bergantian.

Pembangunan jalur ganda (double track) tengah dikerjakan Balai Perkeretaapian Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pembangunan jalur ganda ini ditargetkan rampung tahun 2024. Lintasan ini tergolong ramai, dalam keseharian dilintasi 60 commuter line dan 22 KA jarak jauh. Di masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ada penambahan 4 perjalanan KA jarak jauh, sehingga total 26 KA jarak jauh melintas setiap hari.

Di tengah tingginya perjalanan KA di lokasi ini, sistem persinyalan di Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur rupanya berbeda. Sinyal di Stasiun Cicalengka masih menggunaan sinyal blok mekanik, sedangkan sinyal di Stasiun Haurpugur berupa sinyal elektrik. Perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya. Karena itu petugas pengatur perjalanan KA (PPKA) akan mengatur perjalanan KA di dua stasiun ini harus memiliki keterampilan mengoperasikan persinyalan yang berbeda pula.

Di jalur rel tunggal, sinyal menandakan kereta boleh atau tidak boleh melintas setelah dipastikan bahwa petak jalan yang akan dilintasi kereta itu dirasa aman. Karena jalur tunggal akan digunakan bergantian perjalanan kereta api dengan dua arah yang berbeda. Oleh sebab itu, PPKA harus memastikan bahwa tidak ada KA lain di petak jalan itu sebelum memberikan sinyal aman bagi KA yang akan melintas.

Data dari Balai Teknik Perkeretapian (BTP) Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, terkait dengan jalur tunggal pada lokasi kecelakaan itu, sejatinya tengah merencanakan pengerjaan jalur ganda pada pelintasan tersebut. Proyek ini bagian dari upaya peningkatan jumlah jalur kereta api di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Proyek rel ganda itu membentang sejauh 23 kilometer dan terbagi ke dalam dua tahap. Tahap I terbentang mulai dari Gedebage-Cimekar-Rancaekek-Haurpugur sejauh 14 kilometer dan tahap II sepanjang 9 kilometer yang terbagi dua rute, yakni dari Kiaracondong-Gedebage dan Haurpugur-Cicalengka. Pengerjaan proyek ini dilakukan tahun jamak (multi year). Sayangnya, belum usai proyek ini terwujud, rute Haurpugur-Cicalengka telah menelan jatuhnya korban akibat tabrakan antar KA.

Pengerjaan berupa penataan emplasemen, pengembangan stasiun, sky bridge, pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi di 13 stasiun, yaitu Stasiun Padalarang, Stasiun Gadobangkong, Stasiun Cimahi, Stasiun Cimindi, Stasiun Andir, Stasiun Ciroyom, Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Gedebage, Stasiun Cimekar, Stasiun Rancaekek, Stasiun Haurpugur, dan Stasiun Cicalengka.

Selain itu dilakukan penanganan perlintasan sebidang Padalarang – Bandung di tiga lokasi, yakni JPL 150A Jl. Baru Munajan, Pusdikpom, JPL 154 Jl. Raya Cimindi, Cimindi dan JPL 157B Jl. Arjuna, Ciroyom.  Pengerjaan rel ganda (double track) Padalarang – Bandung – Cicalengka upaya peningkatan kapasitas lintas sebagai persiapan pendukung rencana elektrifikasi jalur KA antara Padalarang – Cicalengka dengan menata emplasemen stasiun dan pembangunan stasiun dan pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi, serta penanganan perlintasan sebidang sebanyak 12 lokasi.

Lebar jalan rel yang digunakan 1.067 mm, jenis rel R-54, gradien maksimum 10‰, radius minimum 800 meter, jembatan bentang lebih 10 meter sebanyak 12 unit dan menggunakan metode konstruksi timbunan dan galian.

Nantinya waktu tempuh commuter line Bandung Raya sekitar 35 menit dengan hewadway 35 menit yang melintas Padalarang – Gadobangkong – Cimahi – Cimindi – Andir – Ciroyom – Bandung PP.

Disamping itu, ada kereta feeder kereta cepat Whoosh Padalarang – Cimahi – Bandung melaju 90 km per jam dengan waktu tempuh 22 menit, headway 20 menit dan waktu integrasi kereta cepat Whoosh – KA Feeder kisaran 6 – 7 menit.

Integrasi Antarmoda di Stasiun

Integrasi antarmoda antara moda KA dan angkutan umum diperlukan untuk memberikan kemudahan bagi warga menggunakan angkutan umum. terlebih layanan itu mendekati kawasan hunian akan mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Mobil dan motor dapat disimpan di garasi dan mereka  bisa beralih ke angkutan umum, supaya kemacetan perjalanan di Kota Bandung terkurangi.

Stasiun Padalarang, terdapat tiga trayek angkot (Padalarang – Rajamandala dan Padalarang – Leuwi Panjang dan Padalarang – Cimahi). Stasiun Gadobangkong, ada trayek angkot yang melalui Gedebangkong, yaitu lintas Cimahi – Padalarang. Stasiun Cimahi, terdapat 10 trayek angkot yang melalui Stasiun Cimahi.

Stasiun Cimindi, terdapat 4 trayek angkot yang melalui Stasiun Cimindi. Stasiun Andir, terdapat 1 trayek angkot yang melalui Kawasan Andir, jurusan Elang – Cicadas (Kebon Kelapa – Cicadas). Stasiun Ciroyom, terdapat 2 trayek angkot yang melalui Kawasan Ciroyom, yaitu Cimahi – St. Hall (Via Pasar Atas) dan Cimahi – St. Hall (Via Tagog).

Stasiun Kiaraconong, ada rute bus Damri yang melalui Stasiun Kiaracondong, yakni Cicaheum – Cibeureum dan Leuwi Panjang – Cibiru. Adapun angkot yang melalui Stasiun Kiaracondong, yaitu trayek Abdulmuis – Cicaheum via Binong, Cicaheum – Ciwastra – Derwati dan Cicaheum – Leuwipanjang.

Stasiun Gedebage, dengan rute bus Damri yang melalui Stasiun Gedebage diantaranya trayek Cibiru – Cibeureum, Dipatiukur – Jatinangor dan Tanjung Sari – Kebon Kelapa. Sedangkan angkot yang melalui stasiun Gedebage adalah trayek St. Hall – Gedebage, Gedebage – Majalaya dan Gedebage – Elang.

Stasiun Cimekar, jalan akses menuju lokasi Stasiun Cimekar baru dekat dengan jalan besar, sehingga nantinya memudahkan untuk aksesibilitas penumpang ke angkutan umum. Bangunan baru Stasiun KA Cimekar – Masjid Agung Al Jabar berjarak 850 meter. Sedangkan dengan bangunan lama berjarak 1.150 meter.

Stasiun Cisalengka, jalur angkutan umum Cijapati – Cicalengka, Majalaya – Cicalengka, Nagreg – Cileunyi, Cicalengka – Limbangan, Cicalengka – Cinulang. Adapun angkot yang melalui Stasiun Cicalengka adalah angkot Cileunyi – Cicalengka.

Keselamatan dan kenyamanan menjadi dambaan penumpang angkutan umum, seperti moda kereta api. Percepatan elektrifikasi commuter line Bandung Raya sangat dinanti untuk disegerakan. Peristiwa tabrakan KA di jalur ini menjadi pengingat semua pihak  untuk meningkatkan manajemen keselamatan perkeretaapian di Indonesia. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Novel “Pacarku, Ibu Kosku”

Bacaan Ringan Tetap Miliki Daya Pikat

Judul Novel : Pacarku, Ibu Kosku

Penulis         : Chatarina Maria

Penyunting  : Anna Noerhansanah

Penerbit       : AE Publishing

Cetakan       : Pertama  2021

Tebal            : 270 halaman

JAYAKARTA NEWS – Pacarku, Ibu Kosku. Membaca judulnya  saja, kiranya sudah tercium aroma bahwa ini novel pop yang membidik pembaca usia remaja atau kalangan muda usia. Tak salah jika  menduga demikian. Yang dirajut memang kisah mahasiswa, dalam setting dunia kampus,  persoalan anak-anak kos dengan pelbagai suka-duka dan romantikanya. Dan inilah yang kemudian jadi medan konflik dalam novel karangan Chatarina Maria ini.

Awal  membaca kalimat demi kalimat, serasa biasa-biasa saja. Ibu kos yang keliling ketuk pintu kamar  para mahasiswa  guna menagih  bayaran kos dari  mereka yang sewa  kamar  pada akhir bulan. Diantara anak kos tentu ada yang lancar atau tepat waktu bayarnya. Namun tentu satu dua ada yang tersendat dengan pelbagai alasan. Kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan, kiriman telat, dan lain-lain.

Nah, satu diantaranya adalah anak kos bernama Rendi. Orangnya ganteng. Ketertarikan bu Vina, si induk semang, tampaknya berawal dari saat menagih uang kos. Pintu kamar Rendi digedor saat ia mandi. Tentu ia bergegas keluar dengan telanjang dada. Nah, dari sana bu Vina    tertegun, lalu  tak mampu menatap. Anehnya, Rendi pun merasakan getaran di dadanya saat tangan bu Vina menyentuh pipinya usai menerima uang kos darinya.

Selanjutnya, meski Rendi masih dibayangi keraguan akan perasaan  indah yang singgah, dan lama kelamaan beriringan juga dengan kesempatan bertemu, bepergian bersama, akhirnya keduanya tak bisa mengelak bahwa mereka saling jatuh hati. Saling merindukan jika beberapa hari atau beberapa  jam saja tak bertemu.

Bu Vina, perempuan cantik, berada,  dan diakuinya sendiri bahwa ia dimaja oleh suaminya, Pak Basri, dalam arti  terpenuhinya limpahan materi. Namun suaminya tampak lebih mencintai pekerjaannya,  sehingga tak ada saat-saat kebersamaan yang bisa membahagiakan hatinya sebagai seorang istri.

Memang sempat curiga, jangan-jangan ada wanita idaman lain (WIL), tapi tidak. Suaminya  mandul juga. Apalagi terkena stroke cukup lama yang tentu mengganggu dalam kebersamaan suami-istri.

Hal lumrah, kendati harta  tercukupi jika kebutuhan batin gersang, perempuan mana yang tidak meronta, menangis, bahkan menjerit  pilu kendati terlihat senyap. Dan situasi ini makin tertangkap Rendi, sehingga timbul juga belas kasihnya terhadap bu Vina. Nah, lengkap sudah,  gelombang cinta sudah saling terhubung, ditambah pula  belas kasih. Laksana hukum alam, baik perempuan maupun laki-laki sulit untuik menjauh atau meninggalkan orang yang telah merenggut hatinya pabila cinta sudah berbalut dengan rasa kasihan. Konon, “kasihan” lebih menghujam akarnya ketimbang cinta itu sendiri di dalam hati.   

……Aku sendiri tak tahu kenapa punya rasa yang aneh kepada bu Vina. Aku adanya kasihan ingin membuatnya bahagia. Rasa yang tak kupunyai jika dengan perempuan lain.(hal 122)  Ini batin Rendi. Apalagi jika “kasihan” itu dipelihara maka makin suburlah  cintanya,  bagaimanapun kelok likunya, dan halangan yang menghadang. Istri orang !

Mereka akhirnya menikah setelah bu Vna cerai dengan suaminya. Inilah uniknya. Pernikahan itu terjadi, pendorong pemula adalah suaminya sendiri. Ia menyadari tak bisa memberikan anak. Pun selama ini tak bisa memberi kebahagiaan batin terhadap istrinya.

Ceritanya linier dan terus mengalir. Bisa dibilang cukup lincah dalam bertutur, dengan kata-kata atau bahasa sehari-hari yang sederhana dan familiar. Sementara yang dirajut kisah anak muda yang masanya telah jauh terlampaui oleh usia penulis sendiri, yang ternyata perempuan pendidik yang telah purna tugas sebagai seorang guru.

Dalam realita kehidupan, karena kasih sayang terhadap suaminya, istri dengan legowo dan bahkan tampak ikhlas memperbolehkan suaminya menikah lagi. Bahkan ada pula yang ikut sibuk menikahkan dalam ijab kabul suaminya. Namun yang dikisahkan Maria dalam novel Pacarku, Ibu Kosku, justru inisiatif itu dari sang suami. 

Menebus kesalahan ? Demi kebahagiaan orang yang pernah disayang? Laki-laki berhati malaikatkah  dia, suami bu Vina itu? Justru dia sendiri (Pak Basri) yang meminta Rendi, anak kos yang dilihat dengan mata dan radar batinnya bisa membahagiaan  Vina andai mereka jadi pasangan suami istri. Bahkan Pak Basri juga memberikan tiket untuk bulan madu  Rendi dan Vina  ke Bali.

Namun, cerita yang kadang kita anggap ganjil, muskil, justru di dunia nyata banyak kisah serupa terjadi. Juga  penuh liku, aneh, dan bahkan lebih dari tragedi.  Apapun kejadiannya, bagaimanapun kelok liku dan ending yang dibuat pengarang, yang penting kisah itu memberikan kenikmatan bagi pembacanya. Dan dalam rajutan novel Pacarku, Ibu Kosku ini, cukup membawa imajinasi kita terhadap jalan hidup yang ditempuh para pelakunya.  Kita kadang larut dan ikut merasakan.  Bukankah itu berarti ada ruh  di dalamnya, meski ini cerita hiburan?

Novel hiburan ini jika difilmkan, bisa menjadi tontonan yang menarik andai didukung karakter pemain yang kuat.  Penuh penghayatan, dan ekspresif. Terutama untuk pemeran pak Basri, Bu Vina dan Rendi.

Konflik batin di ujung kisah jika diolah lebih mendalam bisa menjadi sajian cerita yang tidak sekedar hiburan melainkan  ada muatan  berarti dan mungkin jadi bahan renungan dari sekelumit  kisah anak manusia.  Tetap ringan namun menorehkan kesan  lebih melekat. ***   iswati

Infrastruktur Transportasi Dibangun di Luar Jawa

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya di Pulau Jawa, namun tersebar di seluruh Nusantara. Termasuk daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP). Pembangun infrastruktur transportasi di daerah 3TP akan meningkatkan ekonomi dan keterbukaan dari keterisolasian dengan wilayah lain.

Pembenahan angkutan umum di perkotaan dilakukan untuk mengurangi dampak kemacetan, polusi udara, keselamatan, inflasi. Skema buy the service adalah sistem pembelian layanan angkutan jalan oleh Pemerintah kepada pihak operator angkutan umum untuk mendapatkan layanan angkutan jalan yang baik.

Program ini dikemas dengan nama Teman Bus (Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman) yang diselengarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat diterapkan di 10 kota. Untuk luar Jawa ada 5 daerah, yakni Palembang (Trans Musi Jaya), Medan (Trans Metro Deli), Bali (Trans Metro Dewata), Makassar (Trans Mamminasata), Banjarmasin (Trans Banjarbakula).

Angkutan bus perintis dioperasikan di 32 provinsi dengan 278 rute dan panjang trayek mencapai 32.262 km. Dilayani dengan 514 armada. Angkutan bus perintis yang melintas di jalan nasional beralih menjadi trayek komersial, seperti trayek Tanjung Selor – Malinau (Prov. Kalimantan Utara). Semula tarifnya Rp 50 ribu, setelah dikomersialkan menjadi Rp 100 ribu.

Foto: Djoko Setijowarno

Sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dibangun di daerah perbatasan Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Ada tiga rute layanan angkutan bus perintis yang melayani warga di perbatasan, yakni PLBN Aruk – Sambas (Prov. Kalimantan Barat), PLBN Skow – Jayapura (Prov. Papua) dan PLBN Sota – Merauke (Prov. Papua Selatan). Juga terminal angkutan barang dibangun di PLBN Entikong (Kab. Sanggau, Prov. Kalimantan Barat) dan PLBN Skow (Kota Jayapura, Prov. Papua).

Juga dibangun Pelabuhan Sungai Nyamuk. Pemerintah mulai memperbaiki tata kelola Pelabuhan Sungai Nyamuk di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kondisi pelabuhan di daerah perbatasan dengan Malaysia yang semula semrawut itu kini dibuat lebih nyaman agar pelayanan penumpang lebih optimal.

Sebelumnya, kondisi Pelabuhan Sungai Nyamuk semrawut. Para buruh penyedia jasa angkut berebutan mencari kosumen ketika kapal berlabuh. Selanjutnya, penumpang melakukan tawar menawar ongkos angkutan barang di jalan yang dilintasi penumpang. Jalan yang sempit membuat lalu lintas pelabuhan tersendat dan terjadi penumpukan penumpang di lintasan keluar masuk orang dan barang.

Sejak April 2023, mulai dilalukan penataan. Selain pemugaran fisik pelabuhan, tata kelola juga dibenahi agar Pelabuhan Sungai Nyamuk menjadi tempat yang nyaman bagi penumpang dan orang-orang yang bekerja di pelabuhan itu.

Untuk mendukung pariwisata dan mendongkrak kunjugan wisatawan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) disediakan subsidi 34 trayek Angkutan KSPN tersebar di 10 KSPN. Ke 10 tujuan wisata itu adalah Prov. Sumatera Utara (Danau Toba), Prov. Sumatera Barat (Bukittinggi, Danau Maninjau, Istana Pagaruyung, Pantai Carokok), Prov. Bangka Belitung (Tangjung Berikat dan Pantai Membalong), Serang, Prov. Banten (Tanjung Lesung dan Ujung Kulon), Prov. DI Yogyakarta dan Prov. Jawa Tengah (Makam Raja Imogiri, Pantai Parangtritis, Kawasan Malioboro, Kawasan Candi Borobudur, dan Pantai Baron), Mataram, Prov. NTB (Bangko-Bangko, Sembalun, Pantai Selong Belanak), Kendari, Prov. Sulawesi Tenggara (Wanci), Banyuwangi, Prov. Jawa Timur (Kawah Ijen, Baluran), Surabaya, Prov. Jawa Timur (Marmoyo dan Wonosalam), Ponorogo, Prov. Jawa Timur (Sarangan, Ngebel, Jeruk, Pasar Gosong)

Ada 6 trayek angkutan barang perintis (1.474 km) dengan 38 truk. Pelabuhan yang sudah disinggahi Kapal Tol Laut perlu dilengkapi dengan jaringan angkutan barang perintis, supaya harga barang masih tetap terjaga hingga pelosok pedalaman. Pelabuhan Malahayati – Blang Bintang (96 km) dan Pelabuhan Malahayati – Blang Pidie (814 km) di Provinsi Aceh, Selat Lampa – Rabai (72 km) di Pulau Natuna, Pelabuhan Tunon Taka – Kota Nunukan (13 km) di Pulau Nunukan, Pelabuhan Merauke – Boven Digoel (429 km) dan Pelabuhan Pomako – Kota Timika (50 km) di Provinsi Papua Selatan.

Angkutan danau di Danau Toba sudah bisa menjadi percontohan pengelolaan angkutan danau di tempat lain. Pengelolaan angkutan penyeberangan di Danau Toba sudah mengikuti regulasi. Sekitar 20 pelabuhan penyeberangan di Kawasan Danau Toba di bawah pengelolaan dan pengawasan Kepala Syahbandar dan Operasi Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba. Keramaian wisatawan tidak hanya di Kota Parapat, namun sudah berkembang ke Kota Balige dan di Pulau Samosir.

Dari 13 pelabuhan penyebangan, sebanyak 7 pelabuhan penyeberangan sudah diresmikan (Ajibata, Simanondo, Tigaras, Muara, Marbun Toruan, Tonggin dan Balige) dan 6 sedang dibangun (Ambarita, Sipinggan, Porsea, Silalahi, Onan Rungu dan Sigapiton).

Kabupaten Asmat yang termasuk daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP) dibangun pelabuhan laut dan bandar udara. Keberadaan Pelabuhan Laut Agats dan Bandara Ewer menambah kunjungan kapal laut dan pesawat terbang. Ada 3 kapal yang dimiliki PT Pelni singgah di Pelabuhan Agats, yaitu KM Tatamialau, KM Sirimau dan KM Leuser melayani rute Pelabuhan Pomako (Timika), Pelabuhan Agats – Pelabuhan Merauke. Pelabuhan tradisional untuk pelayaran rakyat masih beroperasi. Sementara maskapai Lion Air melayani penerbangan komersial Timika – Ewer – Merauke. Selama ini dilayani penerbangan perintis Bandara Mopah (Merauke) – Bandara Ewer (Kab. Asmat) dan Bandara Moses Kilangin (Kab. Mimika) – Bandara Ewer (Kab. Asmat).

Demikian juga dengan Pembangunan Bandara Letung yang terletak di Pulau Jemaja (Kab. Kepulauan Anambas, Provinsi Kep. Riau). Selain daerah perbatasan sebagai penghasil minyak dan gas juga kaya akan pesona wisata alam dan perairan.

Keberadaan bandara dan pelabuhan di daerah 3TP akan memacu pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat setempat dan membuka keterisolasian dengan wilayah sekitar. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Sindrom Dewi Eris, Penyebab Merosotnya Ganjar Pranowo

Catatan Denny JA

JAKARTA – Merosotnta dukungan elektoral terhadap Ganjar Pranowo di bulan November dan Desember,  itulah pelajaran politik elektoral yang terpenting di tahun 2023. Mengapa dukungan kepada Ganjar merosot? Kita pun teringat seorang dewi dari mitologi Yunani bernama Eris. Ini dewi yang acap kali punya niat baik tapi ujungnya berbuah buruk.

Bisa kita katakan secara politik elektoral, merosotnya dukungan kepada Ganjar justru dimulai dari niat baik. Katakanlah ini perspektif positif membaca sebuah manuver politik.

Bagaimana menjelaskan hal ini? Mari kita runtut. Kita mulai dengan berita. Bulan Maret- sampai September 2023, sama kita bisa lihat dokumennya di Google.

Di era itu publikasi berbagai lembaga survei, mulai dari LSI Denny JA, Indikator, Poltracking sampai Kompas, selisih Prabowo dan Ganjar umumnya hanya 1% – 3% saja. Ini selisih yang bawah margin of error.

Kadang Prabowo di atas. Kadang Ganjar di atas. Itu sama sah dari sisi membaca statistik karena hadirnya margin of error tadi. Katakanlah itu posisi yang sama kuat antara Ganjar dan Prabowo.

Namun kemudian di akhir bulan Oktober, November, Desember 2023, terutama di bulan terakhir November dan Desember, juga publikasi dari enam lembaga survei yang sama, hasilnya begitu berbeda.

Prabowo unggul telak sekali. Selisih Prabowo dan Ganjar melebar, menjauh dengan margin sekitar 16% hingga lebih dari 20%. Kok bisa? Apa yang terjadi?

Capres Ganjar Pranowo dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri,. (foto: https://pdiperjuangan.id/)

Niat Baik

Yang terjadi awalnya adalah niat baik. Awalnya adalah koor semangat yang ingin memberi teguran karena niat menjaga tatanan politik yang lebih substansial. Sekali lagi, ini perspektif positif dalam membaca manuver politik.

Di era itu Mahkamah Konstitusi baru saja menyatakan bahwa calon presiden dan wakil presiden sah jika usianya di bawah 40 tahun, sejauh ia pernah punya pengalaman menjadi kepala daerah.

Maka Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, sah menjadi calon wakil presiden. Itu dilindungi oleh putusan Mahkamah Konstitusi.

Saat itulah dimulai niat baik dan warning dari Civil Society. Keras sekali mengkritik. Para budayawan, pemikir sosial, hingga komedian lantang sekali menghantam Jokowi, juga menyikat Gibran, juga menyerang Prabowo.

Isu dinasti politik berhamburan. Lahir pula isu ada intervensi kekuasaan kepada Mahkamah Konstitusi. Digaungkan berbagai ragam serangan yang menyatakan sudah terjadi manipulasi konstitusi. Dan lain sebagainya yang sejenis.

Yang menjadi masalah, dan memiliki efek elektoral, kemudian isu itu diambil alih oleh kubu Ganjar Pranowo sendiri.

Mulailah itu para tokoh PDIP dan yang mewakili kubu Ganjar menyerang Jokowi. Awalnya serangannya begitu puitik seperti demokrasi makin mendung di era Jokowi.

Lalu pelan-pelan serangan dari kubu Ganjar pun memuncak. Dalam pidato yang penuh semangat dan berapi- api, keras sekali mereka menyamakan Jokowi dengan lahirnya kembali Orde baru.

Penyerang Jokowi

Tak tanggung-tanggung, yang menyatakannya adalah ketua umum pimpinan tertinggi dari PDIP sendiri. Kubu Ganjar Pranowo terindentifikasi oleh publik luas sebagai penyerang Jokowi.

Efeknya justru migrasi suara, tepatnya eksodus karena cukup besar efeknya. Terjadilah eksodus pendukung Jokowi yang tadinya mendukung Ganjar.

Lalu pelan-pelan mereka pergi dari Ganjar. LSI Denny JA merekam perubahan itu melalui survei bulanan, dan survei dua mingguan.

Di bulan akhir Oktober 2023, segmen pemilih yang mendukung Ganjar berjumlah 39,4% (dari segmen yang puas terhadap kinerja Jokowi). Tapi di akhir November 2023, tinggal 28,9% dari pemilih yang puas dengan Jokowi yang bertahan di Ganjar.

Dalam waktu sekitar satu bulan saja, sebesar sebelas persen (11%) sudah suara pergi dari Ganjar Pranowo (dari segmen yang puas kinerja Jokowi).

Dalam studi perbandingan politik elektoral, merosotnya dukungan sangat besar dan sangat cepat itu hanya terjadi, salah satunya akibat blunder besar.

Mengapa mereka lebih memilih ikut Jokowi, ketimbang meninggalkan Jokowi? Bukankah saat itu Jokowi sedang dikritik keras.

Wong Cilik

Ini fenomema karakter pemilih yang emosional. Memang hubungan segmen pemilih itu kepada Jokowi sudah ada elemen emosionalnya. Mereka terutama adalah pemilih wong cilik

Umumnya pendidikan mereka hanya SMP ke bawah. Tapi jangan lupakan fakta penting. Jumlah segmen ini adalah yang terbanyak dari populasi pemilih Indonesia: 55%.

Ada pemilih rasional. Ada pemilih emosional. Ini pelajaran elementer politik elektoral. Pemilih yang rasional umumnya ini datang dari kalangan terpelajar, seperti mahasiswa, tamat D3, S1, S2, S3. Total pemilih kalangan terpelajar ini hanya 10 persen saja.

Untuk kasus Indonesia, jauh lebih banyak karakter pemilih emosional. Hubungan pemilih ini kepada Jokowi jauh lebih mendalam. Ini jenis hubungan yang tak mudah luntur hanya akibat sebuah wacana atau gagasan model isu dinasti politik.

Di segmen ini, justru mereka tetap dengan Jokowi dan pergi dari Ganjar Pranowo. Kemana mereka pergi? Sebagian mereka pergi ke Prabowo. Sebagian ke Anies. Dan sebagian lagi ke swing voters.

Itulah yang menjelaskan mengapa turun Ganjar pranowo sangat drastis sekali di bulan November dan Desember 2023. Itulah momen ketika serangan kepada Jokowi begitu kerasnya yang dikerjakan kubu Ganjar pranowo sendiri.

Ini sekali lagi membuka mata kita berlakunya satu sindrom Dewi Eris bahwa walau niatnya baik tapi ujungnya bisa  buruk jika ditinjau dari politik elektoral.

Ini mungkin sedikit membingunkan bagi common sense umum. Tapi ia hal yang biasa saja bagi yang fasih dengan politik elektoral dan membaca data riset dari waktu ke waktu. *

*) Transkripsi yang diedit dari video EKSPRESI DATA Denny JA (26/12/2023)

Menyongsong 2024 dengan Beban Masalah 2023

Catatan Bambang Soesatyo

DAMPAK ketidakpastian global tahun 2023 dengan segala eksesnya masih akan berlanjut di tahun 2024. Indonesia tidak akan luput dari ragam ekses itu. Untuk meminimalisir semua ekses itu, pengelolaan dan pemanfaatan semua sumber daya nasional hendaknya tetap berpijak pada semangat dan kewajiban untuk sebesar-besarnya memenuhi kebutuhan dasar warga negara.

Dalam konteks itu, aktivitas pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya nasional hendaknya fokus pada ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau, termasuk upaya menyediakan air bersih bagi komunitas warga yang rentan terdampak kekeringan.

Beberapa hari ke depan, dunia akan memasuki tahun baru, 2024. Apa yang akan terjadi di tahun mendatang bisa diprediksi saat ini, tentu saja dengan berpijak pada ragam persoalan riel yang belum terselesaikan sepanjang tahun 2023.

Sebagian komunitas warga di dalam negeri pasti fokus ke pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada bulan Februari, serta coba mengkalkulasi hasil Pemilu tersebut. Tentu saja itu tidak ada masalah. Terpenting, pesta demokrasi itu hendaknya berjalan damai dengan hasil yang produktif.

Namun, ada baiknya untuk juga menyisihkan waktu guna melihat dan memahami dinamika global. Seperti juga yang sedang dan akan terus dihadapi komunitas global di tahun mendatang, persoalan yang akan dihadapi masyarakat Indonesia bukan semata-mata hasil Pemilu 2024. Semua orang tahu dengan sendirinya bahwa dampak perubahan iklim dengan semua eksesnya masih berlanjut di tahun mendatang.

Ancaman perubahan iklim. (foto: https://sphera.com/)

Ketidakpastian Global

Salah satu ekses perubahan iklim adalah ketidakpastian global yang ditandai dengan peningkatan suhu bumi. Fakta ini menyebabkan periode kekeringan yang panjang dan berdampak langsung pada menurunnya produktivitas lahan pertanian tanaman pangan. Kekeringan menyebabkan gagal panen, yang biasanya berujung pada kenaikan harga bahan pangan. Periode kekeringan yang panjang juga menyebabkan komunitas warga di sejumlah wilayah pemukiman kesulitan mendapatkan air bersih.

Ketegangan geopolitik pun menjadi faktor lain yang masih berkontribusi terhadap ketidakpastian. Perang antara Rusia-Ukraina, serta perang Israel-Hamas, menyebabkan ketidakpastian di pasar yang ditandai dengan naiknya harga pangan dan harga energi. Belum lagi faktor ketegangan di Laut China Selatan. Jadi, karena ketidakpastian global selalu menghadirkan dampak yang luas, Indonesia harus cermat pula dalam mengkalkulasi dampak ketegangan geopolitik itu.

Ketidakpastian yang berlarut-larut itu pada akhir semakin memperburuk dinamika perekonomian global, yang akhir-akhir ini ditandai dengan naiknya suku bunga acuan pada sejumlah negara di dunia. Kecenderungan tingginya suku bunga acuan pada tingkat global diperkirakan berlangsung lebih lama. Faktor naiknya suku bunga setidaknya berdampak ganda bagi banyak negara berkembang, termasuk emerging market. Pertama, Selain melemahnya valuta lokal (rupiah), beban pembayaran bunga utang luar negeri otomatis membengkak. Kedua, likuiditas di negara-negara berkembang akan terkuras akibat penarikan dana asing (capital out flow).

Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total utang Indonesia hingga akhir November 2023 sebesar Rp8.041,01 triliun, dengan rasio terhadap PDB 38,11 persen. Pembayaran bunga utang pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp441,4 triliun. Naiknya suku bunga saat ini tentu akan berdampak pada volume bunga utang di tahun-tahun mendatang.

Maskot Pemilu. (foto: KPU)

Ketegangan Politik

Itulah beberapa catatan sisa permasalahan utama tahun 2023 yang proses penanganannya harus dilanjutkan di tahun 2024. Sepintas memang tidak mudah. Paling utama, tentu saja membangun kesadaran bersama bahwa defisit bahan pangan, khususnya beras, semakin lebar akibat menyusut areal tanaman pangan dan menurunnya volume produksi.

Kedua, cermat mengkalkulasi ekses dari ketegangan geopolitik terhadap kepentingan nasional. Lalu, dengan naiknya suku bunga dan depresiasi rupiah, Indonesia tentu harus mewaspadai risiko gelembung beban bunga utang yang semoga saja tidak signifikan membebani APBN tahun-tahun mendatang. Lebih dari itu, semoga saja hasil Pemilu 2024 tidak menambah persoalan.

Telah berulangkali diingatkan bahwa perubahan iklim pasti memperlemah ketahanan pangan dan ketahanan air. Indonesia sudah mengalami dampak itu. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat bahwa, Indonesia mengalami penurunan curah hujan tahunan sebesar 1-4 persen pada periode 2020-2034 dibanding periode 1995-2010.

Fakta ini menyebabkan terjadinya kekeringan dan menyusutnya ketersediaan air. Volume produksi padi juga berpotensi menurun akibat pergeseran musim dan puncak hujan yang mendorong berubahnya metode tanam.

Data Bappenas memperkirakan, produksi padi di Indonesia menurun sekitar 1,13 juta ton-1,89 juta ton akibat perubahan iklim. Lahan pertanian seluas 2.256 hektar sawah pun terancam kekeringan. Sementara itu, dari aspek konsumsi pangan rumah tangga, kondisi ketahanan pangan Indonesia juga tidak terlalu baik dan memerlukan perhatian serius. Angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan pada 2022 meningkat menjadi 10,21 persen dari 8,49 persen pada 2021.

Perlunya mewaspadai defisit beras. (foto: https://www.bulog.co.id/)

Peringatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat perkiraan Bappenas. BPS mengingatkan tentang perlunya mewaspadai potensi defisit beras. BPS misalnya, memperkirakan bahwa defisit terbesar terjadi pada Desember 2023, mencapai  1,45 juta ton beras.  BPS juga mencatat adanya risiko penurunan luas panen dan produksi padi di akhir 2023 yang berdampak pada defisit bulanan untuk neraca komoditi beras.

Masih menurut BPS, penurunan luas panen dan produksi terjadi di provinsi yang selama ini menjadi sentra produksi nasional. Meliputi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Jawa Tengah. Sentra produksi padi itu mengalami penyusutan luas panen.

Data tentang defisit produksi beras dan data mengenai penurunan luas panen perlu dikedepankan agar menjadi perhatian semua pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah. Masalah ini harus dikelola dengan penuh kebijaksanaan karena berkait langsung dengan kebutuhan dasar lebih dari 270 juta jiwa rakyat Indonesia.

Impor bahan pangan tidak akan mudah lagi karena faktor ketidakpastian global itu. Kesulitan itu, mau tak mau, menyadarkan dan memaksa Indonesia untuk mulai berupaya mandiri pada aspek pengadaan pangan. Maka, pengelolaan dan pemanfaatan semua sumber daya nasional, utamanya anggaran negara, hendaknya tetap ditujukan pada semangat dan kewajiban untuk sebesar-besarnya memenuhi kebutuhan dasar warga negara.  Upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan negara-bangsa hendaknya diprioritaskan.

Tidak kalah pentingnya adalah upaya menyediakan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Rencana program pemerintah tentang ketahanan air hendaknya segera direalisasikan. Program menjaga dan meningkatkan luas tutupan hutan, serta konservasi sumber daya air dengan pembangunan waduk dan jaringan irigasi, idealnya semakin dipercepat sebagai antisipasi dampak perubahan iklim di tahun-tahun mendatang.

Bagi Indonesia, tahun 2024 tidaklah mudah karena masih terdampak oleh ketidakpastian global. Hasil Pemilu 2024 tidak otomatis dapat menyelesaikan persoalan-persoalan strategis yang mengemuka sepanjang 2023. Bahkan, jika tidak bijaksana, bukan tidak mungkin rangkaian persoalan strategis itu akan tereskalasi, baik karena faktor eksternal maupun faktor yang bersumber dari dalam negeri. (*)

*) Penulis adalah Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Universitas Borobudur, Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Purbalingga (UNPERBA)

Visi-Misi Infrastruktur dan Transportasi Capres-Cawapres

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Indonesia sedang mengalami krisis transportasi umum dan darurat keselamatan lalu lintas. Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing di Pemilu 2024 telah menawarkan program transportasi umum walaupun dalam penyebutan berbeda. Namun belum ada program keselamatan lalu lintas.

Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan visi Indonesia Adil Makmur untuk Semua. Pada misi keempat dari 8 Jalan perubahan yang diusung, yaitu membangun kota dan desa berbasis kawasan yang manusiawi, berkeadilan dan saling memajukan. Pendekatan kewilayahan untuk mewujudkan program.

Sumatera: Jembatan menuju komunitas global

Membangun jaringan transportasi lintas Sumatera yang terhubung dengan Jawa melalui penguatan peran jalan tol, jalur kereta api, dan penyeberangan Selat Sunda. Menjadikan Kuala Tanjung sebagai simpul internasional di wilayah Indonesia Bagian Barat.

Jawa: Pondasi ekonomi yang berkelanjutan

Jabodetabek menjadi pusat ekonomi dan bisnis berkelanjutan dan berskala global yang ditunjang dengan kelancaran mobilitas orang dan barang, serta pemenuhan infrastruktur dasar bagi warga.

Wilayah sentra industri dengan komoditas unggulannya ditunjang oleh keterhubungan dengan pelabuhan dan pasar melalui angkutan barang multimoda yang efektif dan efisien serta penambahan sarana dan prasarana logistik yang memadai, seperti dry port dan pergudangan

Kota-kota lain di Pulau Jawa menjadi pusat kegiatan yang menjembatani perkotaan metropolitan dan pedesaan dengan ditunjang penyediaan hunian terjangkau di pusat kota, sistem transportasi umum yang mudah dan murah, pemenuhan infrastruktur dasar.

Kawasan pedesaan menjadi pusat pangan, pariwisata, kebudayaan, dan sumber kekayaan alam yang ditunjang dengan pemenuhan layanan infrastruktur dasar. Kawasan Pesisir Utara dan menjadi pusat pariwisata, industri Selatan perikanan, dan sumber kekayaan alam yang ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, serta pemenuhan layanan infrastruktur dasar dan infrastruktur penghubung dengan kota.

Pelabuhan Patimban fasilitas lengkap dan terintegrasi memiliki secara fisik dengan angkutan barang multimoda yang efisien dan secara data dan informasi dengan National Logistics Ecosystems.

Bandara Kertajati perawatan dan perbaikan pesawat menjadi sentra serta pusat pengembangan dan riset industri teknologi tinggi yang terhubung dengan akses logistik multimoda. Tol Transjawa pembangunannya dituntaskan hingga Banyuwangi, pembangunan jalan arteri sebagai akses tol, dan penyesuaian tarif bagi kendaraan logistik

Kalimantan: Tonggak ekonomi hijau, beranda Indonesia yang maju dan asri

Mewujudkan pembangunan infrastruktur kereta yang mengalungi Kalimantan, dengan penahapan yang optimal. Memastikan transportasi udara, darat, dan air (sungai dan laut) yang terjangkau dan saling terhubung

Bali dan Nusa Tenggara: Gerbang Pariwisata, Gapura Keberagaman, Pagar Kebudayaan

Antar Pulau terhubung (a) penambahan dan pembaruan kapal penumpang dan kapal perintis; (b) dukungan subsidi ongkos transportasi air agar lebih terjangkau; (c) revitalisasi pelabuhan, diantaranya Pelabuhan Benoa, Lembar, Kupang, Celukan Bawang, Bima dan Labuan Bajo.

Sulawesi: Kemakmuran di Timur

Membangun jaringan logistik dan transportasi yang murah dan efisien, melalui (a) melanjutkan pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi jalur Makassar-Parepare sampai Palu hingga 2029; (b) integrasi dan tata kelola yang baik terhadap sektor transportasi publik (integrasi Pete-Pete, pengembangan bus dalam kota); (c) melanjutkan pembangunan jalan tol trans Sulawesi sebagai UIpaya menciptakan kemudahan mobilitas individu dan komoditas; (d) optimalisasi ALKI II dan III menghubungkan rantai pasok komoditas; (e) pembangunan dan pengembangan dry port lintas kabupaten dan provinsi.

Maluku: Kebangkitan ekonomi maritim dari Timur

Antar Pulau terhubung dengan penambahan dan pembaruan kapal penumpang dan kapal perintis, dukungan subsidi ongkos transportasi air agar lebih terjangkau, serta revitalisasi pelabuhan diantaranya Pelabuhan Yos Sudarso, Amahai, Tual, Namlea dan Saumlaki. Kepastian bagi seluruh kota dan desa tersedia angkutan umum murah.

Papua: Pemerataan sempurna

Revitalisasi pelabuhan Jayapura dan Samabusa Nabire untuk Biak, akses masuk utama barang dan jasa di wilayah utara serta Pelabuhan Pomako Mimika dan Merauke untuk wilayah Selatan. Melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua dengan fokus meningkatkan kehadiran jalan nasional minimal di 90% kab/kota dan 100% jalan penghubung antar kab/kota dalam kondisi baik. Pengaspalan lebih dari 1.700 km jalan Trans Papua yang masih dalam kondisi tanah dan kerikil.

Mengoptimalkan kolaborasi BUMN transportasi dan swasta untuk menurunkan biaya logistik menuju dan di dalam Papua. Mengoptimalkan bandara Mozes Kilangin sebagai hub jaringan logistik udara untuk wilayah pegunungan. Menurunkan durasi pengiriman barang Jawa-Timika-Pegunungan Tengah melalui pola distribusi dan rantai pasok yang lebih efisien.

Kawasan pesisir, kepulauan dan pedalaman, mengoptimalkan sarana, prasarana, dan sistem logistik untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari. Terhubung mudah dengan daerah lainnya melalui sarana dan prasarana transportasi yang memadai, baik untuk keperluan mobilitas harian maupun pariwisata.

Sementara untuk pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan visi Bersama Indonesia Maju. Dalam misi ketiga, yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur. Pembangunan Indonesia harus lebih merata melalui penciptaan pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ekonomi biru dengan membangun armada transportasi laut rakyat untuk melayani pulau-pulau terpencil dan terluar dengan harga terjangkau. Pengembangan Pelabuhan simpul transhipment sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik. Memperkuat kelembagaan dan regulasi pengelolaan pelabuhan dan logistik.

Mensinergikan pembangunan jaringan transportasi (darat, laut, dan udara) dan pengembangan kawasan strategis yang dilakukan secara terintegrasi dalam suatu konsep perencanaan serta pengelolaan yang terpadu. Pembentukan kelembagaan integrator dari arus barang untuk mengkoordinasi layanan transportasi multimoda dan distribusi logistik.

Mengembangkan pelabuhan simpul transhipment sebagai infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik. Mengembangkan Pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas orang, barang, dan informasi. Mensinergikan Pembangunan jaringan transportasi (darat, laut, dan udara) dan pengembangan kawasan strategis yang dilakukan secara terintegrasi dalam suatu konsep perencanaan serta pengelolaan yang terpadu

Untuk melanjutkan infrastruktur penunjang hilirisasi dan industrialisasi, maka diperlukan mengembangkan infrastruktur dan jaringan jalan pada koridor utama dan koridor penghubung serta mendukung akses ke kawasan ekonomi dan simpul

transportasi. Mengembangkan konektivitas kereta api pada koridor logistik untuk angkutan barang. Mendorong standarisasi infrastruktur dan fasilitas di seluruh pelabuhan dan bandara yang menjadi simpul utama.  Membangun pelabuhan gerbang ekspor-impor serta pusat alih muatan (transhipment hub) internasional, terutama pada pelabuhan-pelabuhan dengan pangsa angkutan ekspor-impor yang signifikan.

Salah satu upaya memberantas kemiskinan dengan menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja dan rakyat tidak mampu. Membangun sarana, prasarana, dan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya visi misi pasangan Calon Presiden  Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD dengan visi Menuju Indonesia Maju, Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari

Percepatan Penyelesaian IKN Komitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia yang futuristik.

Infrastruktur dan Simpul Konektivitas Indonesia. Melanjutkan pemerataan dan meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang telah terbangun dengan menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh simpul konektivitas di Indonesia yang sudah terhubung satu sama lain.

Logistik Murah. Mengintegrasikan peta jalan industri dan logistik, mengharmonisasikan pelaksanaan sistem logistik nasional hingga ke tingkat desa, serta optimalisasi Sea Lines of Communication (SLoc) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur perdagangan internasional

4T Terintegrasi (Tempat tinggal – Tempat kerja – Trotoar – Transportasi publik). Menghubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan sarana transportasi yang masif, nyaman, murah, dan tepat waktu disertai penyediaan trotoar yang ramah pejalan kaki.

Perbatasan dan 3T Sebagai Koridor Strategis. Memperkuat SDM, program afirmasi, akselerasi infrastruktur, energi, pangan, air bersih, serta menjadikan wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terpencil, terluar) sebagai koridor strategis Pembangunan nasional.

Rumah Kita — 10 Juta Hunian. Pembangunan hunian baru atau renovasi seperti rumah sederhana, rusunami, rusunawa, disertai ketersediaan lahan yang strategis dan terjangkau dari pusat perekonomian serta transportasi umum, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, buruh, dan anak muda dengan skema pembiayaan yang mudah dan murah.

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca dengan pemangkasan polusi udara dari emisi kendaraan. Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan dengan pengembangan kota hijau. Adaptasi dan Mitigasi Krisis Iklim transportasi umum yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

Kampung Sadar Iklim (KadarKlim) dengan program promotif di tingkat kampung untuk menahan laju perubahan iklim, dengan fasilitas sanitasi dan drainase yang baik, ruang terbuka hijau, kawasan pejalan kaki, fasilitas publik, dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Ekonomi biru dengan Maritim Unggul (MU), penguatan kapasitas konektivitas maritim melalui peningkatan kualitas SDM maritim, sarana dan prasarana transportasi laut, pengoptimalan pemanfaatan alur laut dan titik sempit (choke points), dengan didukung oleh sistem manajemen transportasi laut yang terintegrasi dengan jalur perdagangan regional dan internasional.

Pengalaman  Mengelola Angkutan Umum

Capres Anis Baswedan memiliki pengalaman mengelola Bus Trans Jakarta dengan nilai subsidi Rp 4,3 triliun per tahun sudah dapat mengcover 88 persen wilayah Kota Jakarta. Cawapres Gibran Rakabuming Raka dengan Bus Batik Solo Trans (BST) mulai tahun 2024 menyisihkan dari APBD sebesar Rp 15 miliar (subsidi BST). Sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengelola Bus Trans Jateng tahun 2023 dikucurkan subsidi Rp 104 miliar dari APBD Prov. Jateng.

Perbedaannya, Capres Anis Baswedan dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka melanjutkan program kepala daerah sebelumnya. Sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengawali membenahi angkutan umum aglomerasi di Jawa Tengah sejak 2017. Sekarang sudah 7 koridor yang beroperasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tahun 2023 mengacu pada hasil pendataan rentang tahun 2018-2022, terdapat 416 Kabupaten dan 98 Kota di Indonesia. Ditambah 38 provinsi menjadi 552 pemda, tidak sampai 5 persen pemda yang telah membenahi transportasi umum modern dengan skema pembelian layanan (buy the service).

Saat ini panjang jalan nasional di Indonesia telah mencapai 50.064 km yang terdiri atas jalan nasional tol sepanjang 2.460 km dan jalan nasional bukan tol sepanjang 47.603 km dengan kondisi kemantapan 92 persen tahun 2022. Sedangkan kondisi kemantapan jalan provinsi mencapai 73,79 persen dan jalan kota/kabupaten 62 persen.

Berdasarkan SK Menteri PUPR Nomor 1688/KPTS/M/2022, proporsi panjang jalan di Indonesia berdasarkan kewenangan terdiri dari jalan nasional 47.603,39 km (8,90 persen), 47.874,4 km (9,06 persen) dan jalan kota/kabupaten 433.654,4 km (82,05 persen).

Aksesibilitas untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar serta perbatasan masih kurang diperhatikan. Layanan angkutan bus perintis dengan 300 rute (33.969 km) dan 597 kendaraan di 32 provinsi masih setengah hati. Dari 33.969 km yang rusak 4.471 km (14 persen). Dari 65 pulau-pulau kecil yang memiliki jaringan jalan nasional baru 25 pulau ada layanan angkutan bus perintis.

Keterhubungan jaringan jalan dengan simpul transportasi (bandara, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan dan terminal penumpang) belum tuntas. Sudah terhubung jalan nasional untuk 106 pelabuhan laut (53 persen), 69 pelabuhan penyeberangan kelas 1 (57 persen), 12 terminal umum pelabuhan (31 persen), 86 terminal tipe A (73 persen), dan 44 bandara pengumpul (66 persen).

Indonesia sedang alami krisis angkutan umum dan darurat keselamatan lalu lintas. Tidak ada program keselamatan lalu lintas di semua Calon Presiden dan Wakil Presiden. Indonesia negara maritim, transportasi perairan harus menjadi perhatian, walaupun mobilisasi orang dan barang masih didominasi transportasi darat. Angkutan barang bersubsidi ditambahkan dan angkutan feeder tol laut diperlukan untuk daerah kepulauan.

Pembangunan kereta masih berpusat di Jawa, seperti kereta cepat Whoosh, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, aktivasi jalur ke Garut, kereta rel listrik Yogyakarta – Solo.

Untuk menggapai Indonesia Emas 2045, pembenahan transportasi umum berbasis jalan lebih realistis untuk diwujudkan. Murah dan mudah dikerjakan dengan tarif yang masih terjangkau kebanyakan masyarakat.

Jika ingin menuntaskan angkutan logistik, selesaikan dulu urusan pungli dan keterlibatan oknum APH (di atas 50 persen) yang cukup memberatkan pengusaha angkutan logistik dan sopir truk.

Belum ada target jumlah kota untuk membenahi angkutan umum dari ketiga pasangan  calon presiden dan wakil presiden. Semoga saja program angkutan umum itu tidak sekedar memberikan harapan tentunya,  juga realita. Era Presiden Joko Widodo selama 10 tahun hanya mampu membenahi 11 kota dari target 32 kota di periode pertama dan 27 kota di periode kedua. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Menjelang Mobilitas Akhir Tahun harus Lebih Berhati-hati

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Hasil Survei Online Pergerakan Masyarakat pada Masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan tahun 2023, menghasilkan; sebanyak 26,03 juta jiwa (24,19 persen) warga akan bepergian dengan mobil pribadi.

Kemudian sebanyak 20,14 juta jiwa (18,71 persen) memakai sepeda motor. Menggunakan kereta api antar kota 13,39 juta (12,63 persen), pesawat 13,38 juta (12,43 persen), bus 12,29 juta jiwa (11,42 persen), mobil sewa 8,31 juta jiwa (7,72 jiwa), kapal penyeberangan 4,81 juta jiwa (4,47 persen), mobil travel 4,81 juta (4,47 persen), kapal laut 2,08 juta jiwa (1,93 persen), ketreta perkotaan (KRL, MRT, LRT, KRD) 1,19 juta jiwa (1,11 persen), angkutan lainnya 821 ribu jiwa (0,76 persen), 0,76 persen), mobil angkutan sewa khusus (taksi daring) 614 ribu jiwa (0,57 persen). Selanjutnya, yang akan menggunakan kereta cepat Whoosh diperkirakan 296 ribu (0,27 persen) dan taksi reguler 201 ribu jiwa (0,19 persen).

Pergerakan jutaan kendaraan ini menantang dalam rekayasa lalu lintas agar lancar serta terutama memberi keselamatan dan keamanan masyarakat. Padahal, dengan berkendara pribadi, masyarakat bertanggung jawab dengan keselamatan dan keamanan sendiri dari aspek keandalan moda dan kompetensi.  Potensi kecelakaan di masa Natal dan Tahun Baru dengan lonjakan mobilitas pemudik menjadi tantangan besar dan berat dalam pencegahan.

Prinsip pengembangan wisata adalah 3A, yaitu accessibility (aksesibilitas), amenities (fasilitas) dan attraction (atraksi). Banyak kawasan wisata di Indonesia hanya mengandalkan A terakhir, yakni attraction, dan suka lupa dengan 2 A (accessibility dan attraction) yang lain. Kemudian, banyak juga kawasan wisata alam di Indonesia tidak bertahan lama.

Ada dua potensi yang tidak terpisahkan, kecelakaan karena wisata dan melewati pelintasan. Kendaraan tak layak, tetapi masih dipakai; tidak terampil, tetapi mengemudi; dan kurang waspada atau tidak patuh aturan akan meningkatkan risiko kecelakaan. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan musim hujan sehingga intensitas naik sebagai faktor lain yang memicu peningkatan potensi kemacetan dan kecelakaan. Akses menuju lokasi wisata yang rentan terkena banjir, longsor, ambles, licin, berliku, menanjak, dan menurun menjadi lebih berbahaya.

Bagi masyarakat yang ingin berwisata menggunakan bus wisata, untuk selalu cek statusnya di Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (SPIONAM) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementeran Perhubungan.

Warga yang akan menggunakan bus wisata, meminta kepada pengusaha bus untuk menunjukkan surat kir kendaraan, kartu pengawas, surat ijin bus pariwisata yang masih berlaku. Memastikan, bahwa pengemudi benar-benar memahami kondisi jalur yang akan ditempuh dan meminta dua pengemudi, meskipun perjalanan wisata hanya satu hari. Jangan tergiur tawaran tarif sewa bus yang murah, namun keselamatan tidak terjamin.

Mengutip data dari Direktorat Lalu Lintas Ditjenhubdat Kemenhub, hingga November 2023, jumlah kendaraan pariwisata 16.297 unit. Baru 10.147 bus (62,26 persen) yang terdaftar di SPIONAM, sisanya 6.150 bus (37,74 persen) adalah angkutan liar alias tidak terdaftar. Masyarakat perlu mewaspadai juga dengan tawaran-tawaran murah dari penyelenggara.

Masih banyak pengusaha angkutan pariwisata yang tidak mau mengurus ijinnya, terutama pengusaha angkutan bus pariwisata yang menjual kendaraan kepada perusahaan angkutan lainnya. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan masih ditemukenali banyaknya overtime pengemudi yang tidak dipantau oleh Perusahaan. Kurangnya keterampilan pengemudi bus untuk mengenal jalan yang akan dilalui, sehingga sering terjadi bus pariwisata melalui kelas jalan yang tidak sesuai dengan ukuran bus. Masih banyak perusahaan bus wisata belum melakukan risiko perjalanan (risk journey) terhadap pengemudi bus wisata. Kerap kejadian kecelakaan lalu lintas disebabkan pengemudi belum memahami jalur yang akan dilewatinya.

Bus pariwisata dapat dicek kondisi teknis kendaraan dan kemampuan pengemudinya. Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan harus melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan pada bus pariwisata. Jika ditemukan salah satu dari seluruh elemen tidak dipenuhi, lebih baik bus pariwisata tersebut tidak dijalankan.

Di sisi lain, pasal 90 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan waktu kerja bagi pengemudi kendaraan bermotor paling lama 8 jam sehari. Pengemudi kendaraan bernotor umum setelah mengemudi kendaraan selama 4 jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah jam. Hanya dalam hal tertentu dapat dipekerjakan paling lama 12 jam sehari termasuk waktu istirahat selama 1 jam.

Sementara dalam Peraturan Menteri Nomor PM 44 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, menyebutkan Pengemudi wajib istirahat paling lama 15 (lima belas) menit setelah mengemudikan kendaraan selama 2 (dua) jam berturut-turut. Untuk menjaga agar kondisi pengemudi tetap prima.

Selain itu, kondisi jalan yang padat dan cenderung macet juga akan melelahkan fisik serta mental pengendara. Kelelahan itu membuat proses pengambilan keputusan menjadi bias dan lebih berisiko. Jika mengemudi mengalami kelelahan, sebaiknya segera beristirahat di rest area (jika di jalan tol) atau mencari tempat yang nyaman beristirahat (bukan di jalan non tol).

Tempat istirahat bagi pengemudi bus wisata di lokasi wisata kurang mendapat perhatian para pengelola tempat wisata. Pengemudi bus wisata kerap beristirahat di dalam kabin bus atau di luar bus dengan menggelar alas tidur untuk menghilangkan kepenatan selama mengemudi bus.

Pengelola tempat wisata hendaknya memberikan tempat istirahat yang nyaman. Bila perlu dilengkapi dengan kamar mandi dengan air hangat, seperti yang disediakan pengelola Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hendaknya menambahkan dalam Pedoman Pengeloaan Tempat Wisata untuk mewajibkan pengelola tempat wisata menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi kendaraan wisata. Ada standar tempat istirahat pengemudi angkutan wisata.

Di samping itu masih ada risiko kian bertambah jika melewati pelintasan sebidang antara jalan rel dengan jalan raya. Di sini, faktor-faktor pemicu kecelakaan itu ialah waktu (lama perjalanan); konstruksi jalan; kondisi cahaya; cuaca; jumlah lajur jalan; permukaan jalan dan rel, jenis dan usia kendaraan; median, lebar, dan geometrik jalan; jumlah sepur; serta keberadaan palang pintu.***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Hari-hari Terus Dinamis dengan Literasi Digital

JAYAKARTA NEWS – Harapan yang kita tuju, dan langkah-langkah kerja yang kita lakukan belakangan  dan hari-hari ini hingga ke depan adalah menatap Indonesia Emas. Seratus tahun Indonesia  Merdeka yang  titik kulminasinya  17 Agustus 2045.

Tak heran jika Pemerintah, termasuk di dalamnya Kementerian Komunikasi dan Informatika  (Kominfo),  spirit kerjanya dinafasi pandangan menatap Indonesia Emas tersebut. Semangat menyongsong Indonesia Emas tampak pula menyertai hari-hari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)  Kominfo khususnya terkait konektivitas  digital. Karena itu,  semua wilayah di Indonesia hingga  pelosok tanah air (daerah 3 T; terdepan, terluar, dan tertinggal) agar tersambung dengan jaringan internet,  terus dilakukan.

Targetnya harapan tersebut segera terwujud. Terkoneksinya semua wilayah dengan teknologi digitalisasi merupakan titik tolak kemajuan di era globalisasi ini.  Mengingat Visi Indonesia Emas 2045 adalah  akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, sejahtera, berdaya saing dan memiliki pengaruh signifikan terhadap tatanan global.

Jargon  untuk membangkitkan harapan itu pun kini  sering digaungkan  dengan narasi yang makin dinamis yakni “Mencapai Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera”. Sebelumnya  slogan serupa yang menunjukkan semangat besar juga cukup populer,   Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh  yang menjadi tema peringatan HUT RI ke 76  tahun 2021. Tema tersebut menjadi  slogan yang pas karena waktu itu kita masih dalam suasana pandemi Covid 19.  Selanjutnya pada Hari Kemerdekaan RI yang ke 77  tetap menggemakan semangat yang lebih perkasa; Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat!

Para tokoh, dan pimpinan kita sering pula menyadarkan bahwa kita adalah bangsa besar, bukan karena alamnya yang luas dan penduduk yang besar pula, namun juga memiliki jejak peradaban yang agung. Candi Borobudur di  Magelang, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau juga pernah berjaya dalam dunia maritim.  Kini siapapun yang melek literasi digital bisa menyimak  kembali jika buku Sejarah kita sudah usang, Menurut Wikipedia, Ratu Kalinyamat dari Kerajaan Jepara mengirim 15 ribu tentara dengan 300 kapal ketika melawan Portugis di Selat Malaka di akhir abad ke-16.

Kita juga bangsa yang sangat beragam. Keberagaman kita  terdiri dari lebih dari 300 kelompok etnis atau  suku bangsa  (BPS tahun 2010) dan memiliki 718 bahasa daerah,  Ini juga merupakan kekayaan budaya yang besar.

Sejarawan Universitas Indonesia Dr Bondan Kanumoyoso  1 Juni 2023 saat memperingati Hari Lahirnya Pancasila di Jakarta, antara lain menegaskan, Indonesia yang beragam ini  memiliki   dasar negara   yang kokoh yakni Pancasila. Dan Pancasila ini  laksana    “mantera”  yang ampuh dalam  menegakkan persatuan di Indonesia meski  beragam  suku, ras, serta agama.  Karena itu ia optimis, Indonesia  berpotensi menjadi  kekuatan budaya besar di dunia jika  kekayaan budaya yang ada dikelola dengan baik.

Bondan yang juga Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI itu  juga  menjelaskan, bahwa hingga kini  kekuatan politik dunia masih dipegang Amerika Serikat, kekuatan ekonomi dunia dikuasai Cina, dan kekuatan budaya dunia  (diharapkan) dimiliki Indonesia.

Indikasi-indikasi  untuk menjadi kekuatan budaya dunia itu yang kemudian mengemuka  juga tak lepas dari kemajuan jagat digital yang utamanya dikuasai anak muda. Dunia pun tahu, dan terkesima. Salah satu indikasi  ketika berlangsung Gala Dinner KTT ASEAN 6 September lalu  di Jakarta yang digelar di Hutan Kota Gelora Bung Karno. Kemegahan panggung dengan setting gedung-gedung jangkung serta sajian seni budaya sangat spektakuler.  Sehingga muncul sanjungan dari Wakil Presiden Amerika yang hadir malam itu. 

“Jamuan makan, produksi, dan hiburannya hampir melebihi  apa pun yang bisa ditampilkan Holywood. Saya ucapkan selamat kepada semua yang bekerja keras untuk malam yang indah ini, “ kata Wakil Presiden Amerika Serikat Kemala Harris,  seperti yang dikutip Jawa Pos, 10 September 2023.

Kemajuan dunia gitalisasi tak bisa dipungkiri sangat digandrungi  anak muda, dan kepesatan perkembangan digital ini  memang mempercepat kemajuan di bidang lainnya, atau menggeret kemajuan di sektor lainnya.

Mengutip narasi yang diwartakan Indonesia.com setahun silam, 7 Desember 2022 antara lain menyebutkan bahwa koneksi digital kini sudah menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan karena koneksi digital bisa mengakselerasi banyak hal termasuk ekonomi.  Meskipun perkembangan kualitas jaringan internet di Indonesia kini semakin baik namun masih belum ideal,  baik jangkauan maupun kualitasnya.  Upaya pemerintah untuk pemerataan koneksi internet hingga ke pelosok kini sedang digarap dan diharapkan akan segera selesai pada tahun depan yang dikerjakan oleh BAKTI Kominfo serta Telkomsel dan XL Axiata sebagai penyedia layanan.

Keterjangkauan koneksi yang luas dengan kualitas prima, juga menjadi harapan besar masyarakat terutama mereka yang sudah terbiasa dengan literasi digital. Perhatikan saja pemandangan di ruang tunggu bandara, di stasiun kereta api, di dalam kereta ( Commuterline Jabodetabek, misalnya), dan di ruang-ruang lainnya, “teman setia” mereka adalah telepon seluler (ponsel) yang selalu ditatapnya atau dalam genggaman, termasuk  juga di kafe-kafe.

Tentu beragam yang disimak, yang ditatapnya, yang dilakukan atau dimainkan.  Mungkin sedang mendengarkan ceramah di youtube, melihat video, sedang email,  pesan tiket, chatting, mengunduh jurnal ilmiah yang sesuai dengan studi ataupun hobinya,  update foto dan unggah  aktivitas di face-book, atau mungkin hanya main game, dll. Akivitas literasi digital didukung konektivitas digital yang lancar dan bagus  akan kian mendatangkan manfaat besar. Efisiensi waktu, kemudahan cara kerja, karena dimanapun kita berada tetap bisa melakukan kegiatan asal ada ketersambungan internet; tersedia WiFi,  paket data yang memadai, dan tentu dengan koneksi yang lancar.

Bukan Hanya Gen Z 

Yang mempesona dan memerlukan literasi digital tidak hanya generasi Z (gen Z) atau pun generasi mileneal, melainkan sudah lintas generasi. Generasi sebelumnya, Y, X, jika dalam aktivitas keseharian tidak dibarengi atau menggunakan teknologi terkait digital, maka seakan ia tidak menjejak zamannya. Tercerabut dari situasi dan kondisi masa dimana ia masih menjalaninya.

Dalam hubungan atau komunikasi dengan keluarga, yang lebih muda tentunya  dan terkait penggunaan digital, mungkin  akan terjadi keasingan dan kegagapan, Terlebih dalam sosialisasi di masyarakat tentu akan mengalami kendala, ketidaklancaran, miskonsepsi atau bahkan  mispersepsi.

Maka. mau tidak mau, suka tidak suka ia  mesti bisa beradaptasi, sehingga mampu berliterasi digital meskipun tidak segesit anak-anak muda dalam mengoperasikan perangkatnya, pun tidak selihai mileneal dalam mencari atau mengunduh informasi yang diperlukan melalui ponsel atau pun laptopnya.  Setidaknya yang menyangkut kebutuhan prioritas, seperti kesehatan, keamanan lingkungan, dan upaya mencari kabar berita  lewat media online bisa dilakukannya secara mandiri.

Jika kegiatan literasi digital mampu dilakukannya, maka hidup serasa terus berproses, dinamis, karena informasi yang didapat terus ter-update. Pengetahuan dan wawasan pun bertambah, sehingga rasa nyaman, hepi menyertai hari-hari dan aktivitasnya. Tentu harus arif dalam memilah dan memilih informasi yang diperlukan. Karena berselancar dalam literasi digital tak sepi dari pelbagai tantangan.

Di sana Anda akan menemukan chanel maupun website berita yang kredibel, yang benar-benar menyajikan ilmu pengetahuan,  berita  penting, dan kisah human interest.  Bisa dikatakan,  ponsel Anda ketika aktif dan terhubung dengan jaringan internet, merupakan gudang perbendaharaan informasi dan pengetahuan yang bisa disimak, diunduh, dan dikelola sesuai minat, pekerjaan dan profesi  yang Anda tekuni.

Namun di sana ada pula  portal berita  yang mewartakan info biasa-biasa saja, remeh temeh atau  sekadar hiburan, bahkan mengedarkan  isu negatif ; intoleran, serta “info sampah”, serta hoax.

Bagi orang dewasa atau di atas  usia mileneal, juga menginjak usia pensiun dan bahkan sering dibilang sepuh,   tampaknya tidak sekadar  tertarik literasi digital tapi sudah masuk kategori gandrung. Setidaknya realita ini bisa dilongok pada komunitas Radio Pensiunan.

Menurut Eddy Koko, penggagas dan pendiri Radio  Pensiunan yang pendengarmya lintas negara, ratusan ribu jumlahnya seperti di Singapura, Malaysia, Netherland, Amerika, Norway, Suriname, Arab Saudi, dan Australia. Dan tentu terbanyak para pensiunan Indonesia.  Mereka tidak hanya melek literasi digital, tapi memang tertarik dan memerlukan. Mengingat mereka yang juga peduli terhadap masalah kesehatan merasa manfaat yang besar dengan mengakses informasi dan pengetahuan kesehatan  serta video-video motivasi  lewat youtube. Juga bersosialisasi dengan sesama teman komunitas pensiunan dan saling tukar informasi, baik lewat  whatsapp maupun facebook.

Pesona literasi digital memang tinggi. Makin didalami,  disimak, terasa makin memikat.  “Dalam menyimak kan terjadi pula proses berpikir, “ kata Eddy Koko.  Dan itu terasa hidup tetap dinamis. Konon dengan terus bergiat  menggunakan pikiran bisa mencegah kita tidak cepat pikun, kata Eddy Koko   yang sekarang juga menjadi produsen acara Menolak Lupa  di Forum Keadilan TV.

Mendongkrak Kemajuan

Dalam waktu dekat,   tahun 2030-an kita mengalami bonus demografi. Itu berarti usia muda potensial dengan kemahiran literasi digital meningkat pula.   Maka peran para muda yang keingintahuannya  tinggi, semangat menggali  ilmu juga besar, serta bisa mengimplementasikan ide, dan mengelolanya  dalam kerja-kerja kreatif ,  perlu didukung konektivitas digital  yang tidak hanya bagus  tapi juga merata di pelbagai tempat. Termasuk  bisa dinikmati anak-anak atau siapapun yang tinggal di pelosok negeri.  Jika telah mampu berliterasi digital secara mudah, cepat dan lancar, kiranya bisa diharapkan memperoleh informasi yang setara dengan mereka yang berdomisi di pusat-pusat kota.

Bila kecakapan literasi digital pun mumpuni, mereka juga dengan mudah  bisa mengikuti kegiatan-kegiatan  yang disiarkan secara virtual, zoom meeting, dan lain-lain. Dengan berliterasi digital dalam jangkauan koneksi yang lebih luas dan merata, tentu putra-putri bangsa, terutama kalangan muda akan terasah kemampuannya, tergali talentanya, sehingga akan tumbuh generasi hebat yang melahirkan karya-karya  besar di bidangnya masing-masing, baik teknologi, ekonomi, budaya, dan lainnya.

Pada ujungnya akan berdampak pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga , diharapkan tak ada lagi  yang merasa terpinggirkan, apalagi gugatan pernyataan atau protes.  “Saya juga pewaris sah negeri ini !” Karena itu sesuai peran dan amanah yang melekat pada Kementerian Kominfo khususnya BAKTI Kominfo,  Anda adalah  orang terdepan dalam memajukan jagat digital di negeri ini.

Ibarat lokomotif,  sekian gerbong akan terbawa melaju atau dalam hal ini kerja dan karya dalam  ketersediaan infrastruktur digital yang  mumpuni  termasuk keterjangkauan yang luas dan merata,  akan berdampak/ mendongkrak kemajuan bidang-bidang lainnya; Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.   ***  iswati