‘Si Anak Pintar’ Kembali ke Indonesia untuk Liburan Keluarga

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (ke-2 dari kiri), istrinya Michelle (ketiga dari kiri) bersama anak perempuannya Sasha (tengah) dan Malia (kedua dari kanan) mencoba ikut arung jeram saat berlibur di Desa Bongkasa, Kabupaten Badung, Bali, Indonesia, pada tanggal 26 Juni, 2017. [Antara Foto / Wira Suryantala ]
DARI  arung jeram di Bali, kemudian  mengunjungi candi-candi di Jawa, liburan keluarga pribadi mantan Presiden AS Barack Obama, seolah bernostalgia  kembali  di Indonesia di mana ia pernah menghabiskan waktu empat tahun hidup di Jakarta tumbuh dan berkembang sebagai anak-anak.

Ketika pindah ke Jakarta, saat itu Obama berusia enam, yakni  setelah ibunya  Ann Dunham, menikah dengan seorang pria Indonesia setelah  pernikahannya dengan ayah Obama yang warga Kenya, berakhir.

“Saya merasa bangga karena temanku menjadi presiden,” kata Sonni Gondokusumo, 56, mantan teman sekelas Obama di SD Negeri Menteng 01 di Jakarta.

Gondokusumo menunjukkan foto  dirinya di kelas yang berdiri di belakang seorang pemuda bernama Obama, yang saat itu sedang mengenakan baret sekolah.

“Dia adalah anak yang pintar. Kapan pun seorang guru memintanya untuk memecahkan masalah di depan kelas, dia bisa melakukannya,” kata Gondokusomo seperti dikutip  Reuters. Gondokusumo berharap,  dirinya bisa bertemu dengan mantan presiden itu lagi dalam kesempatan liburan Obama dan keluarga ke Indonesia.

Obama tetap populer di Indonesia,  dimana  perjalanan liburannya ke tanah air telah publikasikan bersamaan dengan  libur panjang yang  menandai lebaran. Surat kabar Rakyat Merdeka memuat berita utama dengan judul “Obama mencintai Indonesia”.

Obama kembali untuk kunjungan resmi sebagai presiden pada 2010 bersama istrinya, Michelle, namun kali ini telah membawa anak perempuan Malia dan juga Sasha.

Orang Indonesia adalah pengguna media sosial yang “gila”. Kedatangan Obama menjadi perbicangan di media sosial. Tidak mengherakan jika foto kegiatan Obama dalam liburannya di Bali, seperti saat Obama berjalan bersama keluarganya  di sawah dan arung jeram di Sungai Ayung, telah diviralkan.

Obama memilih liburan di  Pulau Bali, di mana ia menginap di  resort yang mewah, yakni Four Seasons Resort Bali, yang lokasinya berada di dekat pusat kebudayaan di Ubud.

Former U.S. President Barack Obama visits the 9th-century Borobudur Temple in Magelang, Central Java, Indonesia June 28, 2017. REUTERS/Pius Erlangga

Pada hari Rabu, Obama dan keluarganya tiba di kota Yogyakarta, yang lantas  mengunjungi candi Borobudur. Untuk pengamanan rombongan Obama ini,  Polda  Jawa Tengah mengerahkan 700 petugas guna memastikan kunjungan Obama  ke Borobudur, sebuah candi  Budha yang berasal dari abad ke-8 dan ke-9, berjalan lancar dan aman.

Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada hari Jumat (30/6/2017) di istana di Bogor,  yang kemudian dilanjutkan dengan  mengunjungi Jakarta  pada hari Sabtu (1/7/2017). ***

Selamat Jalan Jurnalis Feril Nawali

Feril Nawali [Foto Courtesy Ratna Susilowati]

 

FERILOUS Nawali, yang akrab disapa Faril, wartawan Rakyat Merdeka, yang juga salah satu penggagas Forum Dialog Wartawan Politik (FDWP) meninggal dunia, setelah berkarir sebagai jurnalis lebih dari 25 tahun.

Saya terlambat mendengar kabar ini, tatkala menjelang subuh ini, sekitar pulul 04.00 WIB membuka facebook. Sahabat saya, Maria Karsia menuliskan status duka di wall-nya. ‘’Feril, selamat jalan teman. Canda lo akn menjadi kenangan selalu. “Slow aja cut mar..nyante cut mar,”…begitu selalu lo ucapkan, kalo gue mulai menggebu2 membahas sesuatu . Kebanyakan biasanya , isu politik yg kt bahas. Lo jarang banget marah, padahal temen2 sering menggoda dgn candaan2,” tulisnya.

“Trimakasih tak terhingga karena sampai di saat hari terakhirmu masih sempat menyampaikan selamat idul fitri bagi kami2 temanmu yg muslim, meminta maaf lahir dan bathin dengan tulus, dsn krn kesibukan menyambut lebaran, belum sempatpun terbalas. Suatu kenangan yang teramat baik di akhir harimu. Tak ada yang dapat mengelak dari takdir, sampai waktunya nanti kita semua akan kembali. Selamat jalan Feril Nawali,” demikian Maria menuliskan.

 

 

Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka, Ratna Susilowati, yang dulu juga aktif bersama kami dalam diskusi-diskusi yang diselenggarakan FDWP, pun mengunggah kabar duka itu. “Kematian adalah nasehat bisu. Ada banyak pelajaran tentang kehidupan dari Feril Nawali wartawan senior Rakyat Merdeka. Kawan sahabat yang sepanjang hayatnya tidak pernah terlihat sedih. Tak pernah mengeluh, tak pernah komplain. Apa yang dirasa, diterima ikhlas dan lapang dada. Tiap kali ngobrol, bicara, pasti dengan senyum ceria. Selamat beristirahat, Ril. Syok mendengar kabar kepulangan yang begitu mendadak di malam takbir. Sedih dan tangisku untuk kehilangan orang yang amat baik. Surga Tuhan yang terbaik untukmu,” tulisnya.

Dua pandangan sahabat wartawan senior tersebut, Maria dan Ratna, cukuplah menggambarkan bagaimana pribadi Feril, yang sepanjang karirnya lebih banyak bergelut dengan liputan-liputan politik itu. Maka, masuk akal kalau dia cukup dekat dengan para politisi seperti Taufik Keimeas (alm), Megawati dan banyak tokoh lainnya.

Menurut  Erteo Sudarto, karib Faril,  mendiang pada Sabtu siang  24 Juni 2017, meninggal dunia tak selang lama sepulang bertugas meliput acara mudik bersama BPJS Ketenagakerjaan di Kelapa Gading. “Sangat mendadak. Sempat istirahat siang sebentar, sebelum mengeluh masuk angin dan pergi untuk selama-lamanya. Tuhan begitu cepat memanggilnya,” tulisnya di Facebook.

Menurutnya, sebagai jurnalis dia sudah banyak makan asam garam industri media. Tercatat, dia pernah menjadi wartawan istana selama lima era kepresidenan, sejak era Soeharto hingga SBY.

“Kalau sekadar mencari dunia, dengan posisinya itu, tentu dia sudah bergelimang harta. Tapi, dia memilih tidak menjadikan profesinya sebagai troya. Dia memilih air sebagai filosofi hidupnya, mengalir dan selalu memberi kesejukan. Tak heran, di mana ada dia, di situ ada tawa suka cita. Tak peduli tulisan baru kelar satu paragraf dan redaktur sudah garuk-garuk kepala, senyumnya selalu mengembang lebar,” tulius Sudarto.

“Apapun masalahnya, pasti ada jalan keluarnya, santai saja, life must go on,” kutip Sudardo atas celetukan yang acap disampaikan Feril. Menurutnya, sebagai personal, Feril  pribadi yang baik, bahkan sangat baik. Dia sangat care dengan kawan-kawan seprofesinya. Jauh dari konflik yang sering terjadi di dunia “bertuhan” deadline itu.

“Ketika saya dikejar-kejar tentara, karena headline yang saya tulis sedikit menyinggungnya, FN-lah yang pagi-pagi sibuk telepon sana-sini, dan mempertemukan saya dengan seorang perwira, serta memastikan masalah mereda,” kata Sudarto.

Ketika Sudarto  menikah pada 2003, FN-lah yang mengawal Osman Sapta Odang (OSO) hingga datang ke pelaminan, meski jauh di luar Jakarta. OSO waktu itu adalah Wakil Ketua MPR RI, kini Ketua Umum Partai Hanura, kenang Sudarto.**

 

Kelurahan Pagadungan Santuni Anak Yatim

Pemberian santunan anak yatim dari jajaran pegawai kelurahan Pagadungan. Usai acara, donatur dan anak yatim naik odong-odong menanti adzah maghrib. Foto: Andang Suherman

MENGISI Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1438 H, jajaran pegawai Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, menggelar acara santunan bagi 100 anak yatim, dipusatkan di Aula kelurahan setempat, Rabu (21/6).

Kepada awak media Lurah Pagadungan, Ade Nasrudin S,Ag mengaku, berbahagia karena bersama para donatur dapat berbagi untuk anak-anak yatim piatu. Selain itu kata Ade, pihaknya bersama Muspika Kecamatan Karangtanjung, berharap kegiatan ini berlanjut. Apalagi, menyantuni anak yatim wajib hukumnya bagi setiap umat. Terlebih umat tersebut mampu dalam segi materi.

Beberapa anak yatim pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur atas keikhlasannya memberikan santunan untuk mereka. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pak lurah dan para donatur yang telah bersedekah kepada kami. Insya Allah apa yang telah bapak-bapak berikanmenjadi amal baik, dan semoga digantikan rezeki oleh Allah SWT berlipat ganda,” ucap seorang anak yatim.

Hadir pada acara tersebut, Camat Karangtanjung, Kapolsek, Danramil, Ketua MUI Kecamatan dan Kelurahan serta para ulama dan tokoh masyarakat Kelurahan Pagadungan. Usai acara segenap jajaran pegawai kelurahan pagadungan, menaiki mobil odong-odong bersama anak-anak yatim berkeliling kampung sembari menunggu adzan maghrib. ***

Dua Jalur Masuk Akpar Medan

Kantor Rektorat Akademi Pariwisata Medan. Kanan: Zumri Sulthony, M.Si, CHE Pembantu Direktur I (Pudir I) Bidang Administrasi Akademik Akpar Medan. Foto: Monang Sitohang

AKADEMI Pariwisata (Akpar) Medan memiliki dua jalur untuk menyeleksi penerimaan mahasiswa baru. Pertama SBM-STAPP (Seleksi Bersama Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politehnik Pariwisata) dan kedua SMM-STAPP (Seleksi Mandiri Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politehnik Pariwisata). Untuk tahun ajaran 2017/2018, penerimaan mahasiswa dibuka sejak 12-16 Juni 2017 di Kampus Akpar Medan.

SBM-STAPP merupakan jalur masuk perguruan tinggi pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Jalur ini milik kepanitian pusat, karenanya semua sistem penilaian dan soal dari pusat. “Tim koreksi hasil ujian adalah para dosen dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Bali dan Akpar Medan yang telah mengirim tim untuk ikut menggodok hasil ujian,” kata Zumri Sulthony M.Si, CHE selaku Pembantu Direkur I (Pudir I) Akpar Medan, Selasa (20/6) di ruang kerjanya.

Lanjut Zumri, tahapan materi ujian SBM-STAPP yang diuji pada hari pertama – keempat (12-16 Juni 2017) adalah Bahasa Inggris tertulis, Psikotes dan wawancara. Dimana tugas tim penguji antara lain menggali potensi-potensi calon mahasiswa, dan juga sekaligus tes kesehatan.

Saat ini Akpar Medan memiliki dua jurusan yakni jurusan kepariwisataan dan perhotelan. Di jalur SBM-STAPP, disediakan enam program studi (Prodi), yaitu empat Prodi dari jurusan Perhotelan dan dua Prodi  jurusan Kepawisataan..

Empat Prodi dari jurusan Perhotelan meliputi manajemen tata boga (MTB), manajemen tata hidangan (MTH), manajemen divisi kamar (MDK), dan manajemen pasteri. Dan jurusan Kepariwisataan meliputi Prodi manajemen usaha perjalanan (MUP), serta manajemen perencanaan dan pemasaran pariwisata (MPPP). Jumlah mahasiswa yang mengikuti seleksi melalui jalur SBM-STAPP pada 2017 sebanyak 708 orang.

Untuk mengetahui jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur SBM-STAPP, masih menunggu hasil dari pusat. Tahun lalu, mahasiswa yang lulus seleksi 75% dari jumlah peserta. Untuk memenuhi kuota 100% akan diambil 25% dari jalur SMM-STAPP. “Jalur mandiri atau SMM-STAPP akan diadakan  12 Juli 2017, dan Prodi bertambah satu yaitu administrasi hotel D4 (ADH), sehingga di Akpar Medan menjadi tujuh Prodi,” jelas Zumri.

Awalnya jalur SMM dibuat oleh Akpar Medan untuk memenuhi keinginan para stakeholder dari kabupaten/daerah. Contohnya, ada kabupaten yang fokus ingin mengembangkan pariwisata di daerahnya, dan daerah tersebut mengirimkan orang-orangnya. Karena, jika mengikuti jalur SBM mungkin bersaingnya susah.

Menyikapi hal itu, maka dibuatlah jalur SMM, dan pelaksana ujiannya adalah Akpar Medan. Kuota 25% itu termasuk di dalamnya beasiswa dari daerah. Contoh, tujuh kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba sudah MoU. Akpar Medan berkomitmen membantu daerah/kabupaten guna mengembangkan para sumber daya manusia-nya (SDM-nya), baik dari sisi pendidikan maupun memberikan beasiswa selama mahasiswa yang bersangkutan kuliah, plus biaya hidup. Komitmen Akpar Medan itu telah dua tahun berjalan.

Hotel Achmad Tahir, salah satu tempat praktek mahasiswa Akpar Medan.

Tahun ajaran 2017/2018, mahasiswa yang lulus seleksi dari dua jalur tersebut sebanyak 500 orang, dan terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 400 orang. Sesuai permintaan Menteri Pariwisata untuk meningkatkan daya tampung di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Bali dan termasuk Akpar Medan harus menaikkan kapasitas. Otomatis diikuti penambahan kelas, dan kemungkinan akan ditambahkan di Prodi MTB karena paling besar peminatnya serta tambahan satu kelas MDK dan prodi lainnya.

Zumri mengutarakan, sejak 2017 terjadi perubahan sistem perkulihan di Akpar Medan, perubahan itu berdasarkan SK.Menteri Pariwisata, dan disertai adanya kurikulum baru. Arahannya, 30% teori dan70% praktek, lebih banyak fokus ke praktek yang akan dijalankan di tahun ajaran 2017. Sebelumnya di beberapa Prodi komposisinya 50% teori dan 50% praktek, kecuali Prodi perhotelan dengan komposisi 40% teori 60% praktek.

Akpar Medan telah memiliki sarana praktek lengkap. Contoh Prodi MTB, kitchen (dapur) ada dua. Satu di bagian program studinya dan satu lagi hotel praktek, Hotel Achmad Tahir di kawasan kampus. Sedangkan Prodi MTH memiliki Restoran Nataboan di area program studi, dan ketika sudah semester lima akan dipindahkan praktek di Hotel Achmad Tahir. Demikian pula untuk prodi-prodi yang lain. ***

Acara Sahur Kok Bekal Senjata Tajam

Ilustrasi senjata tajam

 

APA sebenarnya yang terpikirkan dan direncanakan sejumlah pemuda yang menggelar aksi sahur di jalanan dengan membawa senjata tajam?

Adakah mereka sedang merasa terancam, atau mereka sedang “mengancam” pihak tententu? Pada banyak diri warga awam, tentulah aksi sahur di jalanan, apalagi dengan membawa senjata tajam, tentu bikin ngeri. Bukan ngeri-ngeri sedap, tapi benar-benar bikin ngeri.

Menurut informasi dari polisi, pada Selasa (20/6/2017) dini hari,  Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya telah menyita sedikitnya 30 senjata tajam dari empat kelompok pemuda yang menggelar  kegiatan sahur di jalan-jalan Jakarta.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Suntana mengatakan, senjata tajam yang disita tersebut berasal dari  hasil patroli aparat polisi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur pada  Selasa dini hari.

“Karena banyak masih anak-anak juga di antara mereka, besok akan kami libatkan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia),” ujar Suntana, dalam pernyataan video yang disiarkan secara langsung Pusat Tata-kelola Lalu-lintas Polda Metro Jaya.

Suntana mengatakan, langkah polisi menyita  senjata tajam itu juga untuk mencegah tawuran antara peserta sahur di jalan. Kasus tawuran antara peserta sahur di jalan pernah terjadi pada 16 Juni lalu. “Saya sudah mengimbau sejak awal, lebih baik gencarkan sahur di masjid, jangan di jalan,” ujarnya.

Tujuh Warga Petanu Protes Pengukuran Tanah

TUJUH warga Jalan Tukad Petanu Gg Belibis Denpasar, pekan lalu mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar guna menyampaikan protes dan keberatan atas pengukuran ulang tanah dan pemasangan patok batas tanah yang dilakukan I Made Antara (dr Eka) dan petugas pengukuran tanah BPN Denpasar Ketut Indiana sekitar 4 minggu lalu atas tanah di Jalan Tukad Petanu Gg Belibis Denpasar.

“Kami keberatan atas penetapan patok tanah sepihak itu, karena akses ke lingkungan kami mengecil dan sulit dilalui kendaraan pribadi serta membuat kami tidak nyaman,” tegas I Putu Sukradana, salah seorang dari 7 warga itu. Kedatangan mereka diterima Kasubsi Pengukuran kantor BPN Denpasar Tri Edy Purnowo.

Warga khawatir dengan ada patok tanah yang membuat akses jalan menyempit, membuat kendaraan sulit masuk jika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran maupun masalah kesehatan. “Mobil kebakaran maupun ambulans susah masuk. Belum lagi bila warga butuh jasa penyedotan WC,” tutur Putu.

Tak hanya itu, lanjut Putu, warga yang ingin membangun atau merenovasi bangunannya juga kesulitan, mengingat mobil pengangkut material tak bisa masuk. Selain itu, jika suatu saat dipasang tembok/penyengker, maka akses pandangan ke depan pada tikungan jalan menjadi tertutup, sehingga membahayakan pengguna jalan. “Pemandangan ke Pura Dugul yang ada di sekitar lokasi juga tertutup bila dibangun tembok,” ucapnya.

Terkait hal ini, warga memohon BPN Denpasar meninjau kembali penetapan patok ukuran batas tanah tersebut berdasarkan gambar ukur (GU) dan gambar asli serta sertifikat sah atas kepemilikan tanah tersebut. “Mari kita duduk bersama untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik atas masalah ini,” tandas Putu Sukradana.

Menanggapi hal ini, Tri Edy Purnowo menyarankan warga agar menyampaikan surat keberatan secara resmi ke kantor BPN Denpasar, sehingga bisa segera dibahas. “Sebaiknya kirim surat secara resmi supaya masalah ini bisa segera dibahas dengan memanggil petugas yang melakukan pengukuran,” imbuh Tri Edy Purnowo. Saran warga ini akhirnya dituruti warga dan saat itu juga menyampaikan surat secara resmi ke kantor BPN Denpasar. ***

Penerimaan Siswa Baru Online di Banten Belum Efektif

Penjaringan siswa baru online di Provinsi Banten banyak masalah. Tidak sedikit satu orang murid terdaftar di dua sekolah yang berbeda. Sementara yang sudah mendaftar, justru namanya hilang. Foto: Andang Suherman

PEKAN lalu sistem penerimaan siswa baru via online, dirasakan sulit oleh para siswa dan wali murid, lantaran persoalan koneksi. Kini hasil penjaringannya pun kembali bermasalah. Banyak pengamat pendidikan menilai sistem tersebut belum efektif diterapkan di Provinsi Banten.

Kritikan senada juga dilontarkan para orang tua murid. Terutama yang anaknya gagal mendaftar karena persoalan koneksi, maupun yang sudah berhasil mendaftar secara online tetapi justru tidak terdata dalam daftar penjaringan sekolah. Bukan hanya itu, dalam penjaringan siswa SLTA oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten, terdapat dua nama yang sama pada dua sekolah.

“Nama anak saya tidak tercantum dalam daftar penerimaan siswa baru di sekolah pilihannya. Malah banyak nama siswa yang dobel, kenapa bisa begitu. Kalau seperti ini lebih baik seperti dulu lagi saja diberikan otoritas sepenuhnya kepada sekolah masing-masing,” tandas Iim seorang wali murid asal Majasari, Kecamatan Majasari, Pandeglang,Banten, Jumat (16/6).

Sementara di tempat terpisah, pihak sekolah dalam hal ini dewan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Pandeglang, ketika ditemui mengakui masih terdapat kelemahan dalam penjaringan dan penyeleksian siswa baru tahun ini. Bahkan para guru pun mengaku adanya daftar nama ganda para siswa yang diterima di dua sekolah berbeda. “Ya hampir 80% dalam daftar nama hasil seleksi itu terdapat dobel nama siswa yang diterima di dua sekolah,” ujar Rukma, guru SMA 2 Pandeglang.

Kendati demikian dari informasi yang didapat, hal tersebut rencananya akan menjadi pembahasan berasama antar kepala sekolah dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Kita tunggu saja hasilnya. Untuk itu bagi anak-anak yang tidak tercantum dalam daftar penerimaan siswa baru, kiranya dapat bersabar, dan menunggu solusi,” tutupnya. ***

RI Siap Suplai Biodiesel ke China

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

MENTERI  Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Indonesia siap memenuhi kebutuhan biodiesel China, yang diperkirakan mencapai sembilan juta ton per tahun.

“Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan memasok biodiesel ke sini,” kata Luhut, di Beijing, Kamis (15/6/2017) malam.

Sejauh ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China, kata Luhut tanpa menyebutkan masalahnya. Merujuk dari data di Kemenko Kemaritiman, Indonesia memiliki persediaan sekitar 10 juta ton biodiesel yang belum terpakai.

Sampai saat ini China juga baru menggunakan biodiesel tidak lebih dari satu juta ton, yang di antaranya impor dari Malaysia. Minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia yang masuk ke China, juga masih sangat terbatas.

“Kalau biodiesel bisa masuk ke sini, maka petani kelapa sawit pun kita bisa menikmati hasil panennya. China butuh, kami punya,” ujar Luhut menambahkan.

China telah meratifikasi Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim. China bersama Amerika Serikat tercatat menghasilkan 45 persen emisi global sehingga membutuhkan pengurangan emisi karbon 60-65 persen per unit GDP hingga 2030.

Untuk merealisasikan pengurangan emisi karbon, negeri Tirai Bambu itu harus memanfaatkan energi berbasis nonfosil sekitar 20 persen dari keseluruhan konsumsi energi.

Dalam upaya pemanfaatan energi nonfosil itu, China memproyeksikan lima persen menggunakan bahan bakar biodiesel.

Terkait hal itu, Indonesia mengajukan beberapa tawaran, di antaranya perusahaan di Indonesia membangun pabrik pengolahan dan mengekspor kelapa sawit ke China. Kemudian minyak kelapa sawit tersebut diolah di beberapa pabrik pengolahan minyak kelapa sawit menjadi biodiesel di China.

Selain itu, perusahaan China melakukan investasi di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Indonesia dan mengolahnya menjadi biodiesel untuk selanjutnya diekspor ke China.

Alternatif lain yang ditawarkan Kemenko Kemaritiman adalah mendirikan proyek bersama sejumlah perusahaan dari berbagai bidang industri untuk meningkatkan penggunaan biodiesel.

Dalam kunjungan kerjanya ke Beijing pada 15-17 Juni 2017, Luhut didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta sejumlah pengusaha dari Indonesia, termasuk beberapa direktur BUMN. Mereka bertemu beberapa pejabat setingkat menteri dan para pengusaha di China.

Mengaku Sebagai Kadus, Ingin Dapat Insentif Desa

SUNGGUH keterlaluan perbuatan SN, warga Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran-Pandeglang ini. Mengaku sebagai Kepala Dusun Bojong Kondang, warga pun seolah terhipnotis oleh kebohongannya. Usut punya usut perilakunya ternyata hanya sebatas ingin mendapat honor atau insentif dari dana desa.

Menurut aduan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat kepada awak media, SN tidak lebih dari seorang penipu. “Dia itu enak aja nerima uang insentif desa. Padahal kadusnya bukan dia melainkan Usep sesuai yang sudah terlantik pada bulan Juni lalu,” ujar Sekretaris Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa (PPSN-PB) Korwil Banten, Moch Iqbal Aji di kediamannya, Rabu (15/6).

Dikatakan Iqbal, perbuatan SN, tidak hanya mengambil insentif kadus yang jelas bukan haknya. Bahkan parahnya lagi SN pun melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat penerima program dari Kementrian Agraria, berupa seritifikat Prona dengan nillai pungutan per peserta program sebesar Rp 800 ribu.

Selain itu, tambah Iqbal, oknum kadus SN, kerap membuat ulah konflik di tengah masyarakat, bahkan kesan provokatif pun sering dia lakukan. Seperti pernah terjadi memalsukan tanda tangan masyarakat demi kepentingan pribadinya. “Pernah dia memalsukan tanda tangan masyarakat dalam sebuah proposal dan proposal itu ditujukan kepada salah satu instansi pemerintah Provinsi Banten, entah apa tujuannya, yang jelas tanpa diketahui masyarakat,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Iqbal meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan melakukan pemanggilan terhadap SN, akibat ulah dan perbuatannya melakukan pembohongan publik, dan menyebabkan kerugian keuangan negara. “Atas nama warga kami meminta penegak hukum untuk segera menindak tegas oknum kadus itu, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, telepon selular SN tidak aktif. ***

Sukses Donorkan Darah Bersama FFG Love Movement Kota Depok

FFG Love Movement Kota Depok di PMI GDC, Depok. Foto: Melva Tobing

MENDONORKAN darah demi kemanusian. Ini bukan sekedar slogan, tetapi sungguh nyata. Setiap darah yang didonorkan dapat menyelamatkan tiga jiwa.  Hal ini lah yang dilakukan FFG Love Movement Kota Depok. Sekitar 61 orang bersama FFG Love Movement Depok bersedia mendonorkan darahnya kemarin, saat Hari Donor Darah se-Dunia, Rabu (14/6) di PMI GDC, Depok.

Tidak semua memang bisa mendonorkan darahnya karena HB yang rendah atau tinggi, juga tensi yang rendah. Namun demikian, dengan 46 pendonor yang berhasil memberikan darahnya, maka menurut pengamatan Jayakarta News, kegiatan ini boleh dibilang sukses.

Ririen Rumagit semangat mendonorkan darahnya. Foto: Melva Tobing

Adalah Ririen Rumagit yang bertanggung jawab dalam FFG Love Movement Kota Depok dari pk 10.00 hingga 19.00, terlihat begitu semangat menemani setiap peserta pendonor. Mulai dari pemeriksaan awal hinnga pengambilan darah.  Bagi mereka yang belum bisa memberikan darahnya, mungkin karena HB yang rendah, Ririen memberikan semangat, “tidak apa-apa, masih ada lain kesempatan.”

FFG (Freedom Faithnet Global) adalah komunitas internasional yang diprakasai putra bangsa yaitu  Onggy Hianata dan FFG Love Movement adalah satu gerakan yang didasari rasa cinta terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap sesama. Dan, gerakan Donor Darah ini merupakan salah satu kegiatan komunitas ini. Dalam memperingati Hari Donor Darah se-Dunia ini, FFG Love Movement diselenggarakan di 224 spots di 45 negara. Dan salah satu kegiatan itu dilakukan di Kota Depok.***