Pembenci Presiden Trump Tembaki Anggota DPR AS

SEORANG anggota DPR Amerika Serikat dari partai Republik, Stephen Scalise, menjadi salah satu korban yang cedera dari ketika seorang bersenjata melepaskan sejumlah tembakan arah sejumlah anggota DPR dari Partai Republik yang tengah berlatih untuk pertandingan baseball Washington. Scalise yang berusia 51 tahun itu, ditembak di paha kirinya. Segera setelah itu, dia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pembedahan. Pihak rumah sakit menyatakan, yang bersangkutan dalam kondisi kritis dan dirawat di sebuah RS di Washington.

Aksi penembakan itu juga melukai petugas polisi Crystal Griner dan David Bailey, lobiis Matt Mika dan Zachary Barth, dan seorang staf anggota DPR bernama Roger Williams.

Pelaku penembakan bernama James Hodgkinson (66) berasal dari Belleville, Illionis. Polisi membawanya ke sebuah rumah sakit terdekat setelah terjadi baku tembak dengan pihak berwenang. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan, karena menderita luka tembak.

Tersangka merupakan pengecam keras terhadap Presiden Donald Trump. Terkait dengan insiden penyerangan ini, Trump menyerukan pentingnya persatuan. Hal yang sama juga diserukan oleh Ketua DPR Paul Ryan dan pemimpin minoritas Nancy Pelosi.

Usir Taliban, ISIS Kini Kuasai Pegunungan Tora Bora

Seorang tentara Afghanistan saat terjadi serangan oleh gerilyawan ISIS di Provinsi Nangarhar pada bulan Mei lalu. Dalam upaya mengusir Taliban dari Tora Bora, para petempur ISIS mendapatkan basis yang mudah dikuasai, kata seorang pejabat Afghanistan. Kredit Ghulamullah Habibi / European Pressphoto Agency

 

 

 

KAWASAN pegunungan “Red Mountains” yang pernah menjadi benteng pertahanan Osama bin Laden di Afghanistan, Tora Bora, jatuh ke tangan petempur ISIS, yang dapat dimaknai sebagai kemenangan strategis dan simbolis yang signifikan.

Pejuang Taliban yang sebelumnya menguasai kompleks goa dan terowongan yang luas tersebut, telah melarikan diri pada Selasa (13/6/2017) malam, setelah ISIS melakukan penyerangan, demikian kesaksian yang disampaikan oleh penduduk desa setempat yang melarikan diri dari wilayah tersebut pada hari Rabu (14/6/2017).
Hazrat Ali, seorang anggota Parlemen dan  panglima perang terkemuka dari daerah tersebut, yang pernah membantu Amerika dalan upayana menangkap Osama bin Laden di Tora Bora pada tahun 2001, mengatakan bahwa serangan tersebut tidak lepas dari langkah Amerika untuk menjatuhkan apa yang disebut sebagai “mother bomb” terhadap ISIS yang bertahan di terowongan di Achin pada April lalu. Bom seberat 20.000 pon itu, dianggap sebagai bom non-nuklir terbesar yang pernah dikerahkan.

ISIS kemudian memutuskan untuk mengalihkan pengungsiannya ke gua dan terowongan di Tora Bora, kata Ali. “Sekitar 1.000 militan ISIS berkumpul di dekat Tora Bora, untuk menguasai daerah tersebut,” kata Ali.
“Saya memberi tahu pasukan pemerintah agar menyerang mereka, dan saya katakan kepada mereka, bahwa mereka (ISIS) mencoba menguasai Tora Bora, tapi mereka (pihak pemerintah) tidak memperhatikannya,” tambah Ali.

Seorang pejabat kepolisian Afghanistan setempat, juga mengkonfirmasi bahwa benteng Tora Bora telah jatuh ke tangan ISIS. “ISIS telah menguasai Tora Bora dan daerah sekitarnya,” katanya. “Para sesepuh suku ada di kantor saya. Mereka semua menyelamatkan diri dari daerah tersebut tadi malam.” Pejabat itu bersedia memberikan keterangan, dengan syarat merahasiakan jati dirinya, dengan alasan dirinya tidak berwenang untuk berbicara dengan pers.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban di daerah itu, membantah bahwa Tora Bora telah jatuh ke tangan ISIS. “Pertarungan sedang berlangsung di daerah Tora Bora antara ISIS dan mujahidin kami,” kata Mujahid melalui layanan pesan Viber. “Ini adalah garis depan antara mujahidin dan ISIS. Tidak ada yang maju di daerah ini. ”
Dia menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangan udara untuk mendukung negara ISIS tersebut, namun demikian pejabat dan warga setempat menolak mendengar hal ini.

Menurut kesaksian warga, Taliban telah melarikan diri dari kawasan Tora Bora. “Taliban melarikan diri dari daerah itu tadi malam, dan meninggalkan kami kepada ISIS bersama wanita dan anak-anak kami,” kata Juma Gul, seorang sesepuh suku dari Lembah Suleymankhel, dekat dengan Tora Bora. Juma menambahkan, dia berada di antara ratusan keluarga yang melarikan diri dari daerah tersebut setelah ISIS mengambil alih. “Tidak ada perlawanan dari Taliban terhadap ISIS, dan suku setempat tidak bisa melawan mereka lagi. Jadi, kami baru saja lolos (dari maut).”

Dengan penguasaan di Tora Bora, menurut Ali, militan kini memiliki basis yang mudah pertahankan di Tora Bora. Lokasi itu sangat strategis karena mudah untuk mengakses ke banyak wilayah lain di Provinsi Nangarhar melalui pegunungan Spin Ghar di sepanjang perbatasan Pakistan, tempat Tora Bora berada. “ISIS memiliki benteng pertahanan dan akan mengambil-alih daerah ini satu per satu,” katanya.

Ali memiliki pengalaman yang luas dalam memerangi Al Qaeda di daerah tersebut, namun juga telah dituduh membantu Bin Laden melarikan diri dari Tora Bora pada bulan Desember 2001, yang dilaporkan mengkhianati sekutu Amerika dan Afghanistan saat mereka bertemu dengan pemimpin Al Qaeda. Atas tuduhan tersebut, Ali membantah telah melakukannya.

ISIS di Khorasan, tidak memiliki hubungan langsung dengan Al Qaeda, yang sebagian besar merupakan kekuatan dri daerah tersebut. Pada awalnya, ISS dibentuk oleh elemen-elemen Al Qaeda, dimana kedua kelompok itu memiliki banyak kesamaan doktrinal.

Pasukan pemerintah Afghanistan dan sekutu koalisi mereka di wilayah Tora Bora, telah terlibat pertempuran baru-baru ini melawan Taliban, kelompok yang telah mengakar di sana, dengan didukung oleh suku-suku setempat di sepanjang perbatasan pegunungan dengan Pakistan tersebut. Namun sejak Maret lalu, pasukan Afghanistan yang didukung oleh pasukan Operasi Khusus Amerika, telah melakukan upaya perlawanan yang kuat terhadap ISIS di Distrik Achin, dan juga di daerah Spin Ghar, yang lokasinya berada sekitar 50 mil ke timur Tora Bora.

Dalam pertempuran di distrik tersebut pada tahun ini, sebanyak enam tentara Amerika telah tewas.
Militer Amerika mengatakan telah membunuh ratusan pejuang ISIS di daerah Distrik Achin, termasuk “emir” ISIS di Khorasan, Sheikh Abdul Hasib. Hasib adalah mantan komandan Taliban Pakistan, yang memisahkan diri untuk bergabung dengan negara ISIS. Kedua kekuatan tersebut, ISIS dan Taliban telah bersaing ketat dalam dominasi di daerah yang mereka kendalikan, namun pejuang ISIS yang lebih ekstrim telah mendominasi Distrik Achin serta beberapa wilayah lainnya di bagian selatan Provinsi Nangarhar.

Pejabat Taliban prihatin dengan seruan ISIS, yang umumnya adalah kalangan muda, karena tidak sabar dengan kemajuan yang dicapai dalam kurun 15 tahun terakhir ini.

Di daerah Tora Bora, warga marah kepada Taliban dan pemerintah, karena membiarkan ISIS mengambil alih wilayah tersebut. Malak Tor, seorang tetua suku dari Distrik Pachir Agam, di mana Tora Bora berada, mengeluh bahwa tuntutan warga terhadap pemerintah agar menyerang ISIS yang berlindung di Tora Bora diabaikan.
Dengan menguasai kawasan Tora Bora, ISIS telah mengambil alih penguasaan sebuah tambang marmer besar dan juga sebuah depo bahan bakar. “Sekarang mereka menemukan sumber keuangan untuk mereka sendiri, dan akan sangat sulit untuk mengusir mereka dari Tora Bora,” kata Tor.

Presiden Ashraf Ghani pada Rabu (14/6/2017) telah memerintahkan Korps Angkatan Darat Afghanistan ke-201 untuk bergerak melawan ISIS di distrik-distrik, termasuk di antaraya di daerah Tora Bora, demikian penjelasan Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi Nangarhar. Alim Eshaqzai, wakil gubernur setempat mengatakan, sesegra mungkin para pejabat keamanan akan memulai operasi penyerangan baik dari kekuatan di darat, udara dan serta artileri.***

sumber: NYT, VOA

Direktur Uber Mundur Setelah Bikin Pernyataan Lecehkan Wanita

David Bonderman, pendiri Partner, TPG. (Reuters]

 

DIREKTUR Uber Technologies Inc,  David Bonderman menyatakan  pada  Selasa (13/6/2017) di San Fransisco, bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari dewan direksi perusahaan menyusul  sebuah pernyataannya dalam sebuah pertemuan seluruh staf Uber, yang secara luas dianggap telah menyinggung perasaan wanita.

Pernyataan Bonderman yang dinilai “tidak tepat” itu muncul  pada pertemuan semua staf  pada hari Selasa. Pertemuan itu dimaksudkan  untuk membahas bagaimana perusahaan jasa pengemudi tersebut, berencana  mengubah dirinya sendiri,  setelah  dilakukannya penyelidikan  pelecehan seksual yang terjadi di perusahaan itu,

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters, Bonderman mengatakan, bahwa dia mengundurkan diri karena dirinya  tidak ingin komentarnya membuat gangguan bagi Uber, yang saat ini tengah berupaya keras menyingkirkan budaya pelecehan dan diskriminasi seksualnya.Pengunduran dirinya dari dewan direksi efektif terhitung sejak hari Rabu pagi waktu setempat.

Dalam pertemuan hari Selasa, anggota dewan Uber Arianna Huffington berbicara kepada karyawan tentang pentingnya menambahkan lebih banyak wanita ke dewan direksi. “Ada banyak data yang menunjukkan kapan ada seorang wanita masuk di dewan direksi, dan kemungkinan besar akan ada wanita kedua yang masuk di dewan direksi,” kata Huffington.

Mengejutkan,  tanggapan Bonderman kedengarannya “tidak bersahabat”. Bonderman berkata: “Sebenarnya, apa yang ditunjukkannya (wanita)  adalah bahwa ini jauh lebih mungkin (bahwa wanita itu) untuk lebih banyak berbicara.”

Komentar tersebut kemudian terungkap dalam sebuah rekaman yang dipublikasikan oleh Yahoo. Juru bicara Uber memverifikasi, tentang  keaslian dan keakuratan rekaman tersebut.

Bonderman, yang merupakan  pendiri perusahaan ekuitas swasta TPG Capital, adalah seorang investor Uber. Tidak lama setelah muncul hal itu dia  email ke staf Uber, untuk meminta maaf.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya yang disampaikan pada  pada Selasa malam, Bonderman mengulangi penyesalannya, menyebut ucapannya “ceroboh, tidak pantas, dan tidak dapat dimaafkan” dan “kebalikan dari apa yang saya”

“Saya bertanggung jawab penuh untuk itu,” katanya. “Saya perlu mempertahankan standar yang sama dengan yang diminta Uber untuk kita adopsi.”

Bonderman dan anggota dewan lainnya telah bergabung dalam pertemuan staf hari Selasa untuk mengeluarkan rekomendasi dari penyelidikan terhadap pelecehan seksual, keragaman, inklusi dan masalah karyawan lainnya yang dipimpin oleh mantan Jaksa Agung A.S. Eric Holden.

Sebelumnya,  seorang mantan insinyur Uber, Susan Fowler menulis sebuah laporan ke publik tentang waktunya di perusahaan tersebut, yang menurutnya dirusak oleh pelecehan seksual,  dan dia mengeluhkan tentangt tanggapan manajemen yang tidak efektif.

Terkait dengan rekomendasi kasus ini,  yang dengan suara bulat diadopsi oleh dewan pada  Minggu, menyerukan untuk mengurangi wewenang pimpinan Chief Executive Travis Kalanick di perusahaan tersebut dan melembagakan lebih banyak kontrol atas pengeluaran, sumber daya manusia dan perilaku manajer.

Masa Depan Suram Hantui Afghanistan

Tentara Amerika Serikat bertempur melawan kelompok ISIS di Distrik Khot Provinsi Nangarhar, Afghanistan, pada April 2017. [Foto: Ghulamullah Habibi/European Pressphoto Agency]

MASA depan Afghanistan kini menjadi sebuah tanda tanya, menyusul pernyataan sejumlah pejabat senior Amerika Serikat, akan kemungkinan memburuknya situasi di wilayah Asia Tengah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di Washington, pada hari Selasa (13/6/2017) waktu setempat. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengungkapkan, bagaimana situasi “yang dikuasai” Amerika dan sekutunya di Afghanistan dalam membantu menjaga keamanan. Berdasarkan data-data yang ada, aksi-aksi kekerasan dan terorisme masih terjadi di Afghanistan, dengan pelaku utama kelompok Taliban. Wajar kalau kemudian situasi ini membuat Amerika masih merasa “belum menang” dalam perang yang menyita waktu Amerika paling lama.

“Kita tidak menang di Afghanistan saat ini,” kata Mattis dalam satu acara dengar pendapat di Kongres. “Dan kita akan memperbaiki ini sesegera mungkin.”

Menang dalam perang di Afghanistan dalam kamus Pentagon dimaknai sebabgai situasi Pemerintah Afghanistan, yang dengan bantuan internasional, akan bisa menangani kerusuhan dan menurunkan tanggung jawabnya ke level pasukan keamanan lokal untuk dapat menanganinya.

“Mungkin perlu kekuatan tambahan yang melakukan dan memelihara pelatihan dan kemampuan yang baik,” kata Mattis.

“Ke depan akan ada era bentrokan kecil sering terjadi dan kita perlu perubahan dalam pendekatan.”

Jenazah seorang tentara Amerika Serikat tiba di tanah airnya. Jenazah Sersan Joshua Rodgers tiba di Central Illinois Regional Airport di Bloomington pada 5 Mei 2017 setelah tewas dalam pertempuran di Afghanistan pada sebulan sebelumnya. {Foto: David Proeber/The Pantagraph]

Sebelum Mattis, pernyataan senada juga disampaikan oleh pejabat senior dalam Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan prospek suram bagi situasi keamanan di Afghanistan.

Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats, pada Mei mengungkapkan, situasi keamanan di Afghanistan sangat mungkin akan memburuk pada masa depan, sekalipun Amerika dan sekutunya memberi bantuan militer tambahan.

Peringatan tersebut disampaikan saat Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim tambahan ratusan prajurit AS ke Afghanistan, atau tidak.

Presiden AS Barack Obama ketika itu pernah berencana mengurangi jumlah tentara AS saat ini, 9.800 personel, di Afghanistan menjadi sebanyak 5.500 personel sampai akhir 2015 dan menarik semua tentara AS pada akhir 2016, ketika masa jabatan presidennya berakhir. Namun, mengingat situasi keamanan yang memburuk di Afghanistan, Pemerintah Obama berulangkali menunda penarikan itu.

Saat ini, ada sebanyak 8.400 prajurit AS dan sebanyak 5.000 personel lagi dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di lapangan di Afghanistan untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan menghadapi Taliban, serta melakukan misi kontra-terorisme.

Xinhua, Reuters

Ayo, Donor Darah bersama FFG Love Movement Depok

Jika setiap tanggal 14 Februari dirayakan banyak orang  sebagai hari Kasih Sayang dengan warna Pink yang mendominasi, pemberian boneka, coklat dan simbol-simbol Cinta Kasih lainnya, maka  besok, 14 Juni, seharusnya lebih banyak lagi yang antusias merayakannya yaitu, Hari Donor Darah se-Dunia.

Setiap tanggal 14 Juni adalah  Hari Donor Darah se-Dunia,  hari dimana seharusnya lebih banyak orang antusias menyatakan kasih kepada sesama bukan dengan simbol belaka, tetapi dalam bentuk nyata, yaitu memberikan darahnya.

Bertepatan dengan Hari Donor Dunia besok, Rabu, 14 Juni 2017,  FFG (Freedom Faithnet Global) Love Movement, sebuah komunitas kemanusiaan yang berasal dari Indonesia menggelar aksi donor darah serentak di Lima Benua yang terdiri dari 1000 titik tempat penyelenggaraan.  Di Indonesia sendiri ada sekitar 224 titik di 45 kota. Salah satunya adalah di Kota Depok. Aksi kemanusiaan ini akan diadakan di PMI GDC, Depok, pk 10.00 hingga 20.00 (14/6).

Komunitas FFG Love Movement di Depok mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam kegiatan ini. “Darah yang diberikan akan dapat menyelamatkan 3 jiwa dari setiap pendonor. Karena itu, kami sangat mengharapkan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan ini,” ujar Penanggung Jawab di Depok, Ririen Rumagit  kepada Jayakarta News, Selasa (13/6).

Selain itu, ujar Ririen, di bulan Puasa ini, biasanya persediaan kantong darah di PMI menipis. “Karena itu, kegiatan kami ini ingin mendukung Hari Donor Darah se-Dunia dan diharapkan akan banyak kantong darah yang terkumpul,” ujarnya.

Ririen menjelaskan, bagi mereka yang puasa, tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya, karena disana ada dokter yang akan memeriksa kesehatan para calon pendonor.

Kegiatan Donor Darah oleh  FFG Love Movement  ini akan berlangsung hingga malam dibagi dalam dua spot, pk 10.00 – 19.00 dengan PIC  Ririen Rumagit  dan spot kedua pk 19.00 – 21.00 dengan PIC  Didin.

Menurut Ririen, kegiatan FFG Love Movement ini adalah lintas bangsa, agama, sosial,  ekonomi, ras dan lainnya. “Artinya, kegiatan ini memang untuk semua,” ujar Ririen lagi yang berharap, besok akan banyak orang mendonorkan darahnya dalam kegiatan kemanusiaan FFG Love Movement di Depok ini.***

AS Tetapkan Majelis Mujahidin Indonesia, Teroris

File Foto, Pada 26 Maret 2016, seorang anggota pemadam kebakaran membersihkan sebuah rumah di Taza, 10 mil selatan kirkuk, Irak, yang sebelumnya mendapat serangan ISIS dengan menggunakan senjata kimia. [AP]
AMERIKA Serikat pada hari Senin (waktu setempat), menjatuhkan  sanksi finansial terhadap dua tersangka militan ISIS yang dituduh memproduksi senjata kimia, demikian Departemen Keuangan.

Ini adalah kali pertama  Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada anggota ISIS, yang dituduh terlibat dalam senjata kimia, kata departemen tersebut.

Saksi ini termasuk juga  dijatuhkan kepada orang yang dipandang  menjadi pemimpin  senior di ISIS,  Attallah Salman Abd Kafi al-Jaburi, yang bertanggung jawab atas fasilitas pembuatan bom di Provinsi Kirkuk Irak, jelas  Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.

Al-Jaburi diidentifikasi sebagai pihak “yang bertanggung jawab atas pabrik-pabrik yang memproduksi peledak improvis (IED), alat peledak kendaraan  eksplosive  (VBIED), dan bahan peledak, dan dia juga terlibat dalam pengembangan senjata kimia,” kata Depertemen Keuangan dalam  sebuah pernyataannya. .

Al-Azawi dituding terkait dengan  dengan “pengembangan senjata kimia yang  digunakan dalam pertempuran yang sedang berlangsung saat mereka melawan tentara  Irak.”

Kebijakan ini  menandai “sebutan pertama yang menargetkan individu yang terlibat dalam pengembangan senjata kimia ISIS,” kata pejabat Kementrian Keuangan  dan Direktur OFAC, John E. Smith.

“Departemen Keuangan mengutuk dengan cara keras atas penggunaan senjata kimia oleh aktor manapun, dan akan memanfaatkan semua alat yang ada untuk menargetkan keterlibatan mereka dalam perkembangan, proliferasi, atau penggunaannya.”

Al-Jaburi bergabung dengan Al-Qaeda di Irak pada tahun 2003, “di mana dia menerima pengetahuan dan keahliannya dalam mengembangkan dan membuat IED,” kata Departemen Keuangan. Dia  “menjadi ahli dalam membuat senjata, menerima pelatihan senjata kimia di Suriah, dan kemudian kembali ke Irak pada tahun 2015.”

Pada pertengahan 2016, Al-Jaburi menjadi  “agen senjata kimia dan peledak ISIS” yang berlokasi di Propinsi Kirkuk Irak, ” dan bekerja “dalam sebuah proyek senjata kimia yang akan digunakan melawan Peshmerga, yang lebih dikenal sebagai pasukan Kurdi Irak, dalam serangan di masa mendatang.” Kedua tokoh teroris ini, Al-Jaburi dan Al-Azawi lahir pada tahun 1973 atau 1975 di Irak.

Dalam waktu yang sama,  Departemen  Luar Negeri Amerika  juga menetapkan  Marwan Ibrahim Hussayn Tah al-Azawi dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) sebagai teroris global.  Sanksi dijatuhkan kepada Al-Azawi dan MMI, karena keduanya dianggap telah melakukan, atau merupakan risiko akan melakukan aksi teroris, yang mengancam keselamatan warga Amerika, atau kepentingan keamanan nasional, politik luar negeri ataupun perekonomian negara adidaya tersebut.

Dengan adanya sanksi tersebut, seluruh  warga Amerika dilarang terlibat  berhubungan atau bertransaksi apapun   dengan al-Azawi. Amerika juga menyatakan,  semua harta benda atau kepentingan Al-Azawi yang kini  berada dalam jurisdiksi Amerika, dibekukan.

Amerika menyebutkan, Al-Azawi adalah pemimpin ISIS di Irak. Tokoh ini memiliki relasi dengan pembuatan senjata kimia, yang digunakan melawan pasukan keamanan Irak. Dalam pelbagai aksinya, ISIS  berulang kali memakai  senjata kimia, baik dalam rangkaian aksi terornya di  Suriah maupun Irak.

 

Abu Bakar Ba’asyir

Adapun  MMI, menurut Washington, merupakan  kelompok teroris Indonesia bentukan  pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah, Abu Bakar Ba’asyir pada tahun 2000.   Sejumlah aksi teror telah dilakukan oleh kelompok ini di berbagai serangan di Indonesia. Kelompok ini juga bertanggungjawab  atas serangan yang dilakukan pada  Mei  2012, saat  berlangsung acara  peluncuran buku oleh penulis  dari Kanada, Irshad Manji. Bukan hanya itu, MMI menurut Amerika  juga terkait  dan afiliasi Front al-Nusra, kelompok  al-Qaida yang ada di Suriah.

Jaksa Kembali Kena OTT KPK

AA, seorang pejabat Balai Sungai Sumatra VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Provinsi Bengkulu, digiring petugas KPK saat akan dibawa ke Jakarta di Mapolda Bengkulu, 9 Juni 2017. [Photo: ANTARA]

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasikan  adanya operasi tangkap tangan di Bengkulu pada Jumat (9/6/2017) dini hari yang kembali melibatkan aparat penegak hukum.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu,  KPK mengamankan tiga orang. Ketiganya dibawa ke Jakarta pada Jumat  ini untuk diproses lebih lanjut.”(Mereka) dari unsur swasta, pejabat pengadaan, dan unsur penegak hukum,” kata Febri di Jakarta.

Sesuai dengan hukum acara (KUHAP), KPK memiliki  waktu maksimal 24 jam untuk mendalaminya,  sebelum menentukan status dari para pihak yang diamankan dalam OTT  tersebut. “Segera kami sampaikan hasilnya pada konferensi pers yang paling cepat akan dilakukan sore ini,” ujar Febri.

Sekira pukul 08.00 WIB, Jumat ini, tim KPK  membawa tiga orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan termasuk PP, seorang oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu ke Jakarta dengan penerbangan pagi melalui Bandara Fatmawati, Bengkulu. Ketiga orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka sempat diamankan di Polda Bengkulu. Saat di Mapolda Bengkulu, salah seorang terjaring OTT itu juga menunjukkan sejumlah uang yang menjadi barang bukti dalam OTT, namun belum diketahui jumlah pastinya.

Selain seorang oknum jaksa, dua orang lainnya yang terjaring OTT diketahui merupakan seorang kontraktor dan aparatur di Balai Sungai Sumatera VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.  Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bengkulu, Ahmad Fuadi membenarkan perihal penangkapan yang melibatkan salah seorang oknum jaksa tersebut.

“Informasinya memang ada OTT, tapi kami masih menunggu dan mengecek kebenarannya,” kata Ahmad.Ahmad juga membenarkan bahwa pada Kamis (8/6) malam digelar perpisahan dengan Kejati Bengkulu Sendjun Manullang di The View Resto di Pantai Panjang.

Seluruh jajaran Kejati Bengkulu kata dia, menghadiri acara perpisahan tersebut, termasuk PP. “Kami masih menunggu karena kami juga tidak tahu OTT itu terkait perkara apa,” katanya.

Menteri Pariwisata Resmikan Perumahan Pesona Indonesia

Menteri Pariwisata Dr. Ir. Arif Yahya, M.Sc didampingi Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi, meresmikan Perumahan Pesona Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Foto: Monang Sitohang

MENTERI Pariwisata Dr. Ir. Arif Yahya, M.Sc meresmikan Perumahan Pesona Indonesia di Desa Baru, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (7/6). Perumahan itu diperuntukkan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS di Akademi Pariwisata (Akpar) Medan.

Pada kesempatan itu turut mendampingi Gubernur Sumatera Utara, Ir. H.Tengku Erry Nuradi M.Si, Wakil Bupati Deli Serdang H. Zainuddin Mars, Deputi Pengembangan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI (Pelaksana Tugas/Plt Direktur Akpar Medan) Prof.DR.H.M Ahman Sya, Direktur Umum dan Keuangan Badan Otoritas Danau Toba (BODT) Faisal S.ST.Par, MM. Par, CHE (mantan Direktur Akpar Medan), Direktur Utama Badan Pertimbangan Tabungan Perumahaan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) Heroe Soelistiawan dan Direktur Customer Banking Bank BTN, Handayani.

Menteri Pariwisata Arif Yahya menjelaskan, selesainya pembangunan perumahan itu diharapkan dapat menginspirasi bagi Akpar di daerah lain untuk membangun yang sama. “Biasanya setiap bulan ramadhan seperti ini, ketika menjabat Dirut PT.Telkom, saya selalu memikirkan bagaimana memberikan kesejahteraan rekan-rekan,“ ungkap Arif Yahya mengawali sambutannya.

Lanjutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sama sekali tidak ada alokasi untuk anggaran perumahan. “Artinya, kalau mau sejahtera, pegawai harus bersatu. Kalau 2000 pegawai di lingkungan Kemenpar bersatu untuk memberikan harga tawar, saya bisa membantu. Pegawai kemenpar setidaknya bisa dilayani setingkat pegawai BUMN. Namun ternyata tidak bisa. Saya sudah hitung berkali- kali,”Arif Yahya menjelaskan.

Ketika awak Jayakartanews menanyakan perihal kenapa harus kuliah di Akademi Pariwisata, Arief Yahya menjelaskan, secara umum lulusan perguruan tinggi pariwisata di bawah naungan Kemenpar 100% diserap oleh pasar dan 100% bekerja. Tidak ada lulusan perguruan tinggi pariwisata di bawah Kemenpar yang tidak bekerja, termasuk Akpar Medan.

Sementara Plt. Direktur Akpar Medan Ahman Sya dalam sambutannya menjelaskan, fungsi bentuk kebijakan Menteri Pariwisata adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata. Perumahan itu merupakan perumahan perintis di lingkungan Kemenpar yang berkesempatan pertama kali Akpar Medan, sedangkan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Bandung, Makasar, Lombok dan Palembang akan menyusul.

Kata Ahman Sya, Perumahan Pesona Indonesia sudah ada calon penghuni dan 48 rumah sudah dihuni yang terdiri dari PNS dan non PNS di Akpar Medan. Jumlah rumah yang sudah dibangun 50 unit, rencananya akan dibangun hingga 150 unit. Dalam lingkungan perumahan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mushola, taman, lampu jalan, paving blok, pos jaga, sumur bor, dan jarak lokasi perumahan dari dan ke Bandara Kualanamu 12,6 km, sedangkan dari dan ke Kampus Akpar Medan 15,7 km.

Destinasi Wisata

Dalam kesempatan itu, Gubsu H T Erry Nuradi menyinggung pariwisata di Sumatera Utara (Sumut). Katanya, di Sumut yang termasuk salah satu dari 10 destinasi di Indonesia difokuskan oleh pemerintah pusat adalah kawasan wisata Danau Toba. Kawasan Danau Toba terlihat beda jika disentuh dengan pendekatan ‘jiwa kepariwisataan’ sehingga Danau Toba menjadi kawasan wisata bertaraf international.

“Kita bersyukur mempunyai Akademi Pariwisata Medan, karena lulusan-lusan Akpar Medan ikut berperan mendorong kemajuan pariwisata di Sumut,” ujar Erry Nuradi. Karenanya ia meminta Menteri Pariwisata, agar dosen-dosen dan alumni Akpar Medan bisa diberdayakan untuk kemajuan pariwisata baik di Pemprovsu maupun Kabupaten/Kota di Sumut.***

Antisipasi Penyalahgunaan Medsos, Polri Perkuat Tim Siber

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat  tim sibernya, guna mengantisipasi penggunaan media sosial yang cenderung kebablasan. Melihat tantangan ke depan yang makin berat, pos Direktur Siber yang semula merupakan job komisaris besar polisi, kini dijabat perwira berbintang satu.

“Upaya memperkuat tim siber, mulai dari Bareskrim saat ini ada direktur siber yang sebelumnya dijabat jajarannya yang berpangkat komisaris besar polisi, kini brigadir jenderal Polisi,” ujar Kepala Polri, Jenderal Pol Tito Karnavian di Rembang, Jawa Tengah, Selasa (6/6).

Tito menambahkan, selain ada penguatan  di Tim Siber, untuk  bagian humas juga terdapat kepala biro multi media. Unit ini sebelumnya di Humas Polri belum ada, namun kini ditambahkan, tidak lain agar  bisa menjalankan patroli dunia maya.

Unit yang memantau dunia maya juga terdapat di bangian intelijen, yakni  dengan adanya kepala Biro Keamanan Khusus, yang bertugas menangani masalah teknologi informasi. “Kepolisian Indonesia juga memperkuat kemampuan SDM di bidang teknologi informasi,” kata Tito.

Menurut Kapolri, hal terpenting dalam hal ini adalah menekan kemungkinan pemanfaatan media sosial secara berlebihan, sehingga polisi perlu  mencegahnya. Ditambahkannya, adanya  fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial, merupakan langkah yang  bagus dalam rangka pencegahan penyalahgunaan media sosial. “Pemerintah memang perlu mengeluarkan aturan, mana konten yang boleh dan tidak boleh,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pembelajaran, supaya  media sosial digunakan untuk  menghujat. Masyarakat harus arif dan bijaksana dalam  menggunakan kemajuan teknologi yang ada seperti sekarang ini.

 

Medsos dan Remaja

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mencatat, penyalahgunaan  media sosial  memang kian marak terjadi di Indonesia. Yang memprihatinkan, penyalahgunaan yang  lebih mengarah ke sisi negatif itu, ternyata banyak dilakukan oleh kalangan remaja. Bentuk penyalahgunaan itu di antaranya,  bullying dan penyebaran berita bohong hoax. Tidak mengherankan kalau kemudian  medsos menjadi  momok yang menakutkan.

“Kami prihatin medsos disalahgunakan. Sebagian besar dilakukan oleh kalangan remaja,” ungkap Kak Seto di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam amatannya,  medsos kini tidak ramah terhadap anak. Untuk itu pihak LPAI  akan  mengkampanyekan medsos yang ramah, yang bersahabat terhadap anak dan remaja.

LPAI mengharapkan agar  medsos dapat menjadi  sarana mempopulerkan kegiatan-kegiatan positif, misalnya  mendongeng. Untuk kampanye ini, Kak Seto meminta sokongan seluruh stakeholder. Harapannya, ke depan  medsos ini menjadi sahabat serta ramah kepada anak dan remaja.  ***

 

Jakarta Fair Kemayoran 2017 Siap Digelar

PESTA Rakyat Jakarta yang digelar setiap tahun dalam rangka HUT kota Jakarta siap digelar. Hal ini disampaikan Marketing Director PT Jakarta International Expo (JIEXPO) Ralph Scheunemann ihwal persiapan Jakarta Fair Kemayoran  2017. “Kita akan buka Jakarta Fair ke-50 dari 8 Juni hingga 16 Juli 2017. Persiapan kita sudah mencapai kurang lebih 90 persen,” kata Ralph di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/6).

Ia menyampaikan bahwa tahun ini, penyelenggara Jakarta Fair memberikan kesempatan lebih luas dan lebih panjang kepada para peserta untuk membangun gerai mereka. Menurutnya, saat ini pun sudah terlihat di lapangan banyak perusahaan menampilkan anjungan dengan desain yang sangat bagus. “Kita meminta mereka (para peserta pameran Jakarta Fair-red), karena khusus 50 tahun Jakarta Fair, please do something better than last year,” terangnya.

Selain itu, ia juga ingin ajang ini bisa menjadi tujuan utama wisata belanja keluarga selama Ramadan dan libur lebaran. Karena tahun ini ada 2.700 perusahaan yang ikut meramaikan pelaksanaan pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Di sisi lain, Ralph Schenuneman menargetkan total transaksi pada Jakarta Fair 2017 bisa mencapai lebih dari Rp6,5 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari perolehan tahun lalu sebesar Rp6 triliun.

Sementara, untuk jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 5,7 juta orang. Dengan adanya 2.700 perusahaan yang ikut meramaikan Jakarta Fair ke-50 tersebut, diharapkan event ini menjadi tujuan utama wisata dan belanja keluarga selama bulan Ramadan dan musim libur lebaran.

Untuk harga tiket masuk Jakarta Fair 2017 yakini Rp20.000 pada Senin dan Rp25.000 pada Selasa sampai Kamis. Sementara untuk akhir pekan dari Jumat hingga Minggu atau hari-hari libur nasional, harga tiket masuk senilai Rp35.000.

Terkait jam buka-tutup, Jakarta Fair Kemayoran akan dibuka setiap hari selama Bulan Ramadan mulai pukul 15.30 hingga pukul 22.00 pada Senin-Kamis, dan untuk Jumat tutup pukul 23.00. Sementara untuk Sabtu dan Minggu akan dibuka mulai pukul 10.00 hingga pukul 23.00 WIB.

Pada H-1 Idul Fitri atau malam takbiran, akan dibuka mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Saat Hari Raya Idul Fitri, Jakarta Fair akan tetap dibuka untuk umum sebagai arena lebaran untuk seluruh anggota keluarga dengan waktu buka pukul 14.00 WIB dan tutup pukul 23.00 WIB.

Kemudian pada 26 Juni sampai 2 Juli akan dibuka mulai pukul 10.00 sampai 23.00. Sementara untuk masa-masa setelah lebaran yakni 3 sampai 16 Juli waktu buka akan kembali normal yaitu pukul 15.30 WIB pada hari biasa dan pukul 10.00 WIB pada akhir pekan. ***