Di PBB, Menlu Bawa Semangat Bandung, Bangkitkan Kepercayaan dan Solidaritas Global

NEW YORK, JAYAKARTA NEWS – “Dunia saat ini berada di persimpangan jalan. Satu- satunya jalan untuk mengatasi berkurangnya kepercayaan dan kesenjangan global adalah dengan meningkatkan solidaritas dan tanggung jawab kolektif global,” demikian ditegaskan Menlu Retno Marsudi dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, (23/09).

Dikutip dari Rilis Kemlu, Minggu (24/09/2023), seruan tersebut diambil dari pesan inti Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di tahun 1955. Melalui 10 Prinsip Bandung, Indonesia menyerukan kepada seluruh negara untuk menghormati Hak Asasi Manusia, Piagam PBB, kedaulatan dan integritas wilayah, kesetaraan, menyelesaikan konflik secara damai, serta mendorong peningkatan kerja sama dan kepentingan bersama. Semangat Bandung inilah yang mendorong Indonesia menjadi negara yang bisa ‘mendengar’ dan selalu menjadi bagian dari solusi.

“Bagi Indonesia, kepemimpinan global tidak hanya melulu tentang kekuasaan atau pengaruh untuk mendikte orang lain. Kepemimpinan global adalah tentang mendengarkan yang lain, menjadi bridge builder, menghormati hukum internasional secara konsisten, serta menghormati semua negara secara setara” tambahnya.

Sekali lagi Retno menyampaikan bahwa seperti yang terjadi di tahun 1955, situasi global saat ini tidak menentu: kepercayaan dan solidaritas yang terus tergerus, rivalitas antar negara terus menajam. Hal ini bahkan telah menghalangi dapat dipenuhinya target SDGs di negara-negara berkembang.

Menanggapi situasi ini, ia selanjutnya bertanya: “apakah kita benar-benar memiliki komitmen untuk membangun kepercayaan dan berupaya mencapai SDGs? Apakah kehadiran kita di SMU PBB ini benar-benar menunjukkan kesiapan kita untuk bersatu dan menunaikan tanggung jawab bersama? Apakah kita benar-benar mau melakukan apa yang kita sampaikan (walk the talk)?”.

Untuk itu, ia menawarkan tiga strategi untuk membangun kembali kepercayaan dunia dan menghidupkan kembali solidaritas global, yaitu:

Pertama, mendesak kepemimpinan kolektif global.

“Nasib dunia tidak boleh ditentukan oleh segelintir pihak/negara”, tukas Retno. Ia menekankan bahwa dunia yang damai, stabil, dan sejahtera adalah hak dan tanggung jawab kolektif seluruh negara, baik negara besar atau kecil, di utara atau selatan, negara maju atau negara berkembang.

Menlu RI mendesak seluruh pihak untuk dapat menjunjung tinggi hukum internasional, khususnya prinsip utama kedaulatan dan integritas wilayah dan memastikan semua perbedaan diselesaikan di atas meja perundingan, bukan di medan perang.

Secara khusus, tanggung jawab kolektif ini sangat yang diperlukan untuk menyelamatkan rakyat Palestina dan Afganistan. “Sudah terlalu lama kita membiarkan saudara dan saudari kita di Palestina dan Afghanistan menderita. Indonesia tidak akan mundur sedikit pun untuk perjuangan mereka”, pungkas Retno.

Kedua, mendorong pembangunan untuk semua.

Menlu RI menyampaikan bahwa setiap negara memiliki hak yang sama untuk membangun dan tumbuh. Namun sayangnya arsitektur global saat ini hanya menguntungkan beberapa negara saja. Kebijakan perdagangan yang diskriminatif masih terus terjadi, rantai pasok global masih dimonopoli, negara berkembang masih dililit hutang asing. Semua ini menjadi faktor pendorong tergerusnya kepercayaan dan solidaritas.

“Inilah saatnya bagi kita untuk lakukan perubahan. Hilirisasi industri tidak boleh jadi seruan eksklusif dari negara berkembang saja, tapi harus didukung oleh negara maju”, ujarnya.

Terkait isu perubahan iklim, Menlu juga menyerukan negara-negara maju untuk memenuhi tanggung jawab mereka termasuk untuk pembiayaan perubahan iklim, investasi hijau dan transfer of technology. Sementara untuk isu teknologi, ia berharap teknologi digital terkini seperti AI dapat diakses juga oleh negara-negara berkembang, karena penting bagi pertubuhan berkelanjutan mereka.

Ketiga, memperkuat kerja sama regional.

“Institusi regional harus menjadi kontributor utama dan ‘building blocks’ bagi perdamaian dan kemakmuran dunia”, jelas Retno.

ASEAN adalah contoh kerja sama kawasan yang efektif dan berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran global. Sebagai ketua ASEAN, Indonesia telah berhasil menavigasi ASEAN melewati dinamika geopolitik yang tidak mudah di kawasan.

“Kita tidak akan biarkan kawasan kita jadi ladang rivalitas. Bahkan, kita telah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan, di mana semua negara diuntungkan,” tambah Retno.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa selama keketuaan Indonesia di ASEAN, ASEAN tetap bersatu, sentralitasnya semakin kuat. ASEAN juga telah memulai pembahasan visi jangka panjang ASEAN 2045, menjalin kemitraan dengan Pacific Islands Forum dan Indian Ocean Rim Association dalam rangka menciptakan kawasan Indo Pasifik yang damai, serta mengimplementasikan ASEAN Outlook on Indo-Pacific ke dalam kerja sama konkret dan inklusif.

Terkait isu Myanmar, Menlu RI tegaskan bahwa ASEAN akan terus mendesak junta militer Myanmar untuk mengimplementasikan Five-Point Consensus. “ASEAN akan melakukan segala upaya untuk memastikan rakyat Myanmar tidak sendirian”, tegas Retno.

Di akhir pidatonya, Menlu Retno kembali menandaskan perlunya reformasi sistem multilateral yang ada saat ini dan mengajak negara-negara untuk menerjemahkan komitmen mereka ke dalam aksi nyata.

Menlu Retno dan delegasi Indonesia mengenakan bermacam-macam wastra nusantara pada SMU PBB hari ini. “Kita berbeda, tapi kita satu,” ujar Retno.***/mel

Aliran Doa untuk Kesembuhan Doni Monardo

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Aliran doa tak pernah putus sejak Doni Monardo dirawat intensif. Umumnya, kegiatan doa bersama digelar oleh institusi, lembaga, kelompok masyarakat yang pernah dan sedang bersinggungan langsung dengan Doni.

Mantan Tenaga Ahli BNPB 2019-2021, Egy Massadiah menjelaskan bahwa unsur di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melakukan gelar doa bersama diikuti Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, bersama deputy, para staf dan karyawan. Doni Monardo adalah Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19, 2019 – 2021. Doa bersama berlangsung di Masjid BNPB Jalan Pramuka seusai shalat Jumat tanggal 22 September 2023.

Hari ini, Sabtu (23/9/2023) Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) juga menggelar acara doa bersama untuk kesembuhan ketua umumnya. Doni Monardo adalah Ketua Umum PPAD periode 2021 – 2026.  “Doa bersama bersama anak yatim dilakukan secara offline dan online (zoom meeting),” jelas Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak, Sekjen PPAD.

Kegiatan offline dilangsungkan di Aula Soerjadi, Kantor PP PPAD, Jl Matraman, Jakarta Timur mulai pukul 14.00 WIB.

Doa bersama untuk kesembuhan Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo, yang diselenggarakan secara online (zoom meeting), maupun offline di aula Soeryadi, Gedung PP PPAD, Matraman, Jakarta Timur. (foto: PPAD)

Dalam kesempatan itu, tampak hadir secara virtual, sesepuh PPAD yang juga mantan Wakil Presiden, Jenderal TNI Purn Try Sutrisno. Jenderal Try tampak memegang buku yasin dan khusuk mendoakan kesembuhan Doni Monardo, salah satu junior yang ia sayangi.

Hari yang sama, juga dilakukan kegiatan serupa di PPAD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang dikoordinir oleh Brigjen TNI Purn Yudi Zanibar. Salah satu teman seangkatan Doni Monardo (AMN 1985).

Di tempat terpisah, kegiatan doa bersama juga digelar jajaran pimpinan dan karyawan MIND ID, Perusahaan holding tambang negara, di mana Doni Monardo adalah Komisaris Utama-nya.

Kabar lain datang dari Maluku. Kegiatan doa bersama juga digelar prajurit Kodam XVI/Pattimura. Doni Monardo adalah Pangdam Pattimura ke-27 yang menjabat antara tahun 2015 – 2017.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr.(Han) juga memohon seluruh instansi dan komponen masyarakat, baik Maluku dan Maluku Utara turut mendoakan Doni Monardo, semoga diberikan kesembuhan seperti sediakala, sehingga bisa terus melaksanakan tugas dengan baik.  “Mohon didoakan, semoga beliau segera disembuhkan oleh Allah SWT, Aamiin,” harap Pangdam.

Lantunan doa juga mengalir dari para prajurit Brigif Para Raider 3/TBS Kariango, Sulawesi Selatan. Didahului inisiatif oleh Letjen TNI (Purn) AM Putranto, mantan Kasbrigif Linud 3/TBS kepada Komandan Brigif PR 3/TBS. “Kepada para petarung Kariango untuk menyempatkan doa bersama setelah sholat magrib, digilir 41 orang setiap hari… Doakan senior yg sangat luar biasa dan baik ini segera diberikan kesembuhannya olh Allah SWT. Aamiin..7x yaa robbal alamiin,” pesan Putranto.

Para pekerja nursery IKN, Kalimantan Barat juga mengadakan acara doa bersama untuk kesembuhan Doni Monardo. (foto: ist)

Kabar terbaru datang dari kebun nursery IKN Kalimantan Timur. Seperti diketahui, Doni Monardo bersama PPAD menggalang sejumlah elemen masyarakat lain menyumbangkan ratusan ribu bibit aneka pohon untuk penghijauan IKN.  Kementerian PU PR pun memfasilitasi pengadaan nursery tak jauh dari bentang jalan tol menuju IKN (dari Balikpapan).

Puluhan pekerja nursery spontan menggelar acara dzikir dan doa bersama untuk kesembuhan Doni Monardo. Alunan doa terus mengalir, memohon kepada Tuhan Yang Maha Penyembuh untuk mengangkat penyakit yang diderita Doni Monardo. (pr)

Puan Maharani Berharap NU Tetap “On The Track”

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2023 Nahdlatul Ulama (NU). Ia berharap kegiatan tersebut akan menghasilkan rekomendasi yang berguna sebagai panduan bagi warga NU menghadapi berbagai isu di tengah masyarakat.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (18/9/2023). Tema yang diusung adalah ‘Mendampingi Umat, Memenangi Masa Depan’, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Acara ini turut dihadiri sejumlah petinggi negara, di antaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD.

Kemudian ada juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, hingga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Di acara ini, Puan mengenakan kerudung putih lengkap dengan pakaian muslim berwarna krem. Saat di podium, ia duduk diapit Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya serta istri Presiden RI Keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid.

Munas Alim Ulama dan Konbes 2023 NU merupakan forum tertinggi setelah Muktamar Sufi Internasional 2023 yang terselenggara di Pekalongan, Jawa Tengah. Puan pun didaulat melakukan prosesi pemukulan rebana sebagai simbolis pembukaan acara bersama Jokowi, Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.

“Saya ucapkan selamat atas dimulainya Munas dan Konbes NU, mudah-mudahan ini bisa memberikan patokan dan arahan yang harus dilaksanakan Nahdliyin dalam kehidupan berbangsa maupun beragama,” tutur mantan Menko PMK tersebut.

Bahas Pemilu

Pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 akan dibahas sejumlah isu dari berbagai komisi, antara lain Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Komisi ini berkaitan dengan gelaran pemilihan umum (Pemilu), yakni pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2024.

Selanjutnya ada Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah yang akan membahas soal kebijakan lima hari sekolah dan aturan turunan dari UU Pesantren. Lalu Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah yang akan membahas mengenai optimalisasi Dam haji di mana NU akan mengeluarkan sikap resmi untuk mendorong kemajuan sistem kelola haji di Indonesia.

Selain itu ada pula Komisi Organisasi yang akan membahas konflik internal NU, seperti Peraturan Perkumpulan (Perkum). Untuk diketahui, ada lima Perkum baru dan 12 Perkum yang akan direvisi terkait kategori rangkap jabatan. Selanjutnya Komisi Rekomendasi yang akan membahas terkait masalah perampasan tanah rakyat oleh negara.

Kemudian yang terakhir ialah Komisi Program Kerja yang akan membahas soal pengelolaan aset rumah sakit NU dan tata kelola wakaf di lingkungan NU. Sebab NU memiliki wakaf yang banyak, tetapi belum ada tata kelola yang baik.

Presiden Joko Widodo membuka Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama. (foto: PBNU)

NU On The Track

Dengan adanya berbagai isu yang dibahas dalam Konbes NU 2023, Puan yakin hal tersebut akan semakin mengukuhkan upaya NU untuk bekerja demi kemaslahatan umat. Ia juga menilai hal ini dilakukan agar warga Nahdliyin tetap on the track dan PBNU terus ikut bergotong royong bersama Pemerintah untuk mencapai masa depan umat yang lebih baik.

“Konbes NU juga diharapkan makin meneguhkan komitmen inklusif NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” harap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI tersebut menambahkan, keberadaan NU selama ini jelas dirasakan manfaatnya sebagai benteng keimanan umat muslim. Selain itu, kata Puan, NU telah memberikan kontribusi untuk Pemerintah dalam menjalankan amanatnya dan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum.

“Kesuksesan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun ini dapat memberikan patokan dan arahan yang harus dilaksanakan di dalam kehidupan kebangsaan maupun keagamaan yang akan menjadi cerminan negara,” jelas cucu Bung Karno itu.

Lebih lanjut, Puan menyinggung soal NU yang selalu konsisten berjuang demi kemaslahatan umat dari dulu hingga sekarang. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari teladan yang ditunjukkan para tokoh NU di tingkatan atas maupun di daerah.

“Saya mengapresiasi  capaian-capaian dan rencana-rencana NU untuk memenangkan masa depan seperti yang disampaikan oleh Ketum PBNU dalam pidatonya,” sebut Puan.

“Semoga gotong royong antara PBNU, Pemerintah, DPR, dan elemen bangsa lainnya dapat menciptakan kesejahteraan bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.

Di sisi lain, Puan berharap NU akan terus berkomitmen mendukung proses pemilihan umum yang mengedepankan rasa damai dan tenteram bagi masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi tahun 2024.  

“Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, keterlibatan NU dalam menjaga Pemilu damai, tenteram dan gembira untuk masyarakat akan sangat berperan besar pada suksesnya gelaran Pemilu 2024,” ujar Puan.

“Tentunya peran tersebut dapat diartikan juga bahwa NU turut serta dalam menciptakan kesejahteraan dan ketenteraman bagi bangsa yang kita cintai,” sambungnya.

Dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023, terlihat para peserta menyambut antusias kehadiran Puan. Tak sedikit yang mengajak dan meminta Puan untuk berfoto bersama.

Dengan hangat, Puan menyambut permintaan warga NU tersebut. Termasuk permintaan foto bersama Nahdliyin perempuan. (pr)

Mengenang Jejak Sang Pejuang Hak Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait

Lanjutkan Perjuangan Pelabelan Bisphenol A (BPA)

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Dua orang terdekatnya seperti terkecoh dengan cara “pamit” mendiang Arist Merdeka Sirait. Tokoh pejuang hak anak Indonesia, Ketua Komnas Perlindungan Anak, yang wafat, Sabtu 26 Agustus 2023, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Kedua orang itu adalah, Rostimaline Munthe, sang istri, dan Pravistania, Sekjen Komnas Perlindungan Anak. Mereka tak kuasa membendung air mata dan isak tangis saat berbicara pada acara “Mengenang Jejak Sang Pejuang Hak Anak Indonesia”, Senin (11/9/2023) di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Acara itu diselenggarakan oleh Komnas PA bekerjasama dengan komunitas Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL). Hadir empat pembicara lain yang menyampaikan testimoni dan kesan-kesannya terhadap Arist Merdeka Sirait.

Keempat orang itu adalah Lia Latifah selaku pejabat sementara Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arzeti Bilbina (Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB), Cornelia Agatha (Ketua Komnas PA DKI Jakarta), dan Roso Daras (Ketua JPKL).

Lia Latifah mengatakan, tidak ada aktivis pembela hak anak sekaliber almarhum. Ia memuji totalitasnya dalam bekerja. Tiada hari berlalu tanpa menangani hak-hak anak Indonesia yang terlanggar.

“Sangat banyak karya beliau bagi kehidupan anak-anak Indonesia yang makin baik dari waktu ke waktu. Tidak sedikit pula persoalan hukum yang berhasil beliau tuntaskan,” ujar Lia seraya manambahkan, “akan tetapi, masih ada sejumlah kasus yang belum terlesaikan. Inilah tugas kami sebagai penerus untuk melanjutkan.”

Sementara itu, Ketua JPKL Roso Daras mengatakan, Arist Merdeka Sirait orang hebat. Bukan hanya hebat, tetapi juga sangat baik. “Dan di belakang orang hebat, selalu ada wanita hebat. Itulah Ibu Rostimaline Munthe,” katanya sambil memberi salam kepada Rosti yang duduk di tengah.

Dikatakan, persinggungannya dengan Arist Merdeka Sirait erat berkait dengan profesinya sebagai jurnalis yang peduli pada kesehatan dan lingkungan. “Beberapa tahun terakhir, kami gencar mensosialisasikan tentang bahaya bisphenol A atau BPA pada kemasan guna ulang berbahan polikarbonat. Lebih bahaya lagi jika air di dalamnya, dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak,” ujar jurnalis senior itu.

Ditambahkan, kerja kemanusiaan selalu melalui jalan terjal dan menukik. Tidak pernah ada karpet merah bagi para pejuang kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan. “Saya percaya satu hal, bahwa kebenaran akan mengalir menemukan jalannya sendiri. Terima kasih kepada media yang setia mengawal isu-isu kesehatan dan lingkungan bagi kesehatan anak-anak calon penerus bangsa,” ujar Roso yang juga Sekretaris Yayasan Kita Jaga Alam, itu.

Amsal 22:1

Rostimaline Munthe, istri mendiang Arist Merdeka Sirait tak kuasa menahan tangis demi mengilas-balik pasang-surut hidup bersama lebih 40 tahun. “Dia cinta pertama dan terakhir saya. Dari pacaran, kami merasa saling cocok, dan memiliki visi sayang sama,” ujarnya.

Mahligai rumah tangga yang dibina, dibangun atas dasar pesan petuah pendeta yang mengikatkan tali suci pernikahan atas mereka. Ia mencatat dengan baik kutipan Alkitab Amsal 22:1 yang lengkapnya, “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.”

Itu yang mereka jaga. Dan itu pula yang Rostimaline kawal sejak awal. “Kami tidak mencari kaya. Kami lebih menjaga nama baik, dan lebih mementingkan dikasihi orang banyak. Dan puji Tuhan, saya mendapatkan simpati dan bela sungkawa dari begitu banyak kalangan, baik yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal. Semua menyatakan, Bang Arist orang baik. Semoga ia tenang di surga,” kata Rosti masih dengan derai air mata.

Terakhir, ia berharap spirit Arist Merdeka Sirait tidak pernah padam. Generasi penerus hendaknya melanjutkan perjuangan yang belum tuntas. “Diminta atau tidak diminta, saya siap membantu Komnas Perlindungan Anak untuk memperjuangkan hak-hak anak Indonesia,” tandasnya.

Mengira Lelah

Salah satu orang yang tidak pernah jauh dari Arist Merdeka Sirait adalah Pravistania, Sekjen Komnas PA. Lebih 10 tahun ia membersamai langkah Arist, sejak masih kuliah hingga saat ini. “Beliau sudah seperti orang tua saya. Ibu Rosti juga sudah seperti ibu saya. Ke mana pun pak Arist bertugas, bu Rosti dan saya selalu mendampingi,” kata Tania.

Termasuk mendampingi ke Papua. Bahkan ia masih ingat, saat di Raja Ampat, Arist Merdeka Sirait semangat sekali menaiki ratusan undakan mendaki dan menurun. “Jadi ketika beliau tiba-tiba sakit, kami mengira hanya kelelahan,” ujar Tania sambil mengusap air matanya.

Terkait perjuangannya di Komnas PA, Tania setuju dengan yang disampaikan pejabat sementara Ketua Lia Latifah maupun istri mendiang Arist Merdeka Sirait, Rostimaline. “Kami harus melanjutkan perjuangan yang belum tuntas. Termasuk pelabelan BPA yang tinggal menunggu persetujuan Presiden untuk menandatangani Perka BPOM (tentang pelabelan BPA) pada kemasan guna ulang dan kemasan berbahan plastik lainnya,” ujar Sekjen Komnas PA.

Sementara itu, Arzeti Bilbina mengaku belajar banyak dari sosok Arist Merdeka Sirait. Termasuk pada konsistensinya. Masih banyak tugas yang harus dilanjutkan. Sosok Arist Merdeka Sirait adalah inspirasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan hak-hak anak Indonesia.

Sedangkan, Cornelia “Sarah” Agatha, selaku Ketua Komnas PA DKI Jakarta merasa makin dalam menggeluti dunia perjuangan hak-hak anak. Dari sosok Arist Merdeka Sirait ia belajar tentang pentingnya integritas. “Dalam banyak hal, beliau berpesan ‘lakukan dengan hati’. Dan itu yang saya lakukan hingga hari ini. Bekerja dengan hati untuk memperjuangkan hak-hak anak Indonesia,” katanya. (mon)

Prasasti Peninggalan Mataram Kuno Berada di Skotlandia, Ini Upaya yang Dilakukan Khofifah

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di United Kingdom (UK) atau Inggris Raya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mengupayakan pemulangan Prasasti Sangguran yang saat ini berada di Roxburghshire Skotlandia.

Prasasti yang juga dikenal dengan Minto Stone ini merupakan artefak peninggalan Kerajaan Mataram Kuno atau Medang yang bernilai tinggi bagi sejarah di Indonesia.

“Repatriasi Prasasti Sangguran ini telah dilakukan sejak 2004, namun sampai sekarang belum terwujud. Untuk itu secara khusus saya menugaskan Pj. Walikota Batu untuk mengkomunikasikan ulang karena hingga saat ini, Prasasti Sangguran masih berada di pekarangan keluarga Lord Minto di Roxburghshire, Skotlandia,” ungkapnya di sela kunjungan kerjanya di UK, Selasa (29/8).

Sebagai wujud nyata upaya tersebut, dalam rilisnya Biro Adpim Prov Jatim yang diterima Jayakartanewa.com menyatakan, Khofifah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang juga Pj Wali Kota Batu untuk mengunjungi secara langsung keluarga Lord Minto, sekaligus melihat tempat Prasasti Sangguran di Skotlandia.

“Semula prasasti ini ditemukan di Ngandat, daerah Malang, Daerah Ngandat sekarang menjadi Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Jadi saya minta pak Pj. Walikota Batu untuk mengecek langsung sekaligus mengupayakan terkait langkah repatriasi,” urainya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan salah satu sumber disebutkan bahwa Prasasti Sangguran berada di Skotlandia karena dibawa Kolonel Colin Mackenzie kepada Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu. Kemudian, Raffles menghadiahkan Prasasti Sangguran ini kepada Lord Minto yang merupakan Gubernur Jenderal Inggris di India, pada tahun 1812.

“Prasasti ini dianggap menjadi budaya lokal Skotlandia, padahal asalnya dari Jawa Timur, semoga dalam waktu dekat ada upaya lebih masif sehingga ke depan prasastinya bisa kita bawa kembali ke Indonesia khususnya Jawa Timur,” lanjutnya.

Menurut Khofifah, artefak-artefak kuno dan benda-benda bersejarah termasuk Prasasti Sangguran memiliki nilai penting untuk dikembalikan ke asalnya. Karena dapat dijadikan sebagai referensi belajar di bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan kepariwisataan.

“Dari benda-benda bernilai historis tinggi ini kita semua bisa belajar, ini dulu apa, fungsinya apa, dan apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari benda-benda bersejarah bagi bangsa ini,” katanya.

“Prasasti ini adalah sumber informasi penting bagi kita semua masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Timur. Karena, disini tertuang sejarah perpindahan Ibu Kota Mataram Kuno ke Jawa Timur,” pungkasnya

Sementara itu, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan bahwa pihaknya sudah bertemu keturunan Lord Minto yang sekarang menjadi Ministry of Regulation Reform di UK. Dalam mencari lokasi Minto Stone tersebut, ia dibantu the Earl of Minto atau yang mempunyai nama asli Gilbert Timothy George Lariston Elliot-Murray-Kynynmound.

“Sesuai perintah Ibu Gubernur saya sudah meninjau langsung Prasasti Sangguran. Prasasti itu berdiri gagah menghadap pemandangan perbukitan yang merupakan perbatasan Skotlandia dan Inggris. Kondisinya juga terpreservasi dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, manuskrip pada batu prasasti dalam bentuk yang sangat baik. Berdasarkan cerita the Earl of Minto, prasasti terakhir dipindahkan sekitar 15 tahun yang lalu, namun tetap berada di Minto Estate. Saat ini, Minto State sudah dilengkapi dengan pondasi alumunium untuk mengkokohkan singgasananya.

Lebih lanjut dijelaskan Aries, saat ini Minto Stone masih banyak menjadi perhatian para peneliti dan akademisi Indonesia. Berdasarkan info The Earl of Minto sebagian masyarakat Indonesia yang mengunjungi Minto Stone, merupakan akademisi dan peneliti dalam bidang bahasa jawa kuno.

“Beliau juga bercerita beberapa bulan lalu berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia. Saya juga mengundang the Earl of Minto untuk mampir di Kota Batu dan melihat lokasi ditemukannya Prasasti Sanggurah pertama kali,” ucapnya.

Sebagai bentuk upaya nyata repatriasi Prasasti Sangguran, Gubernur Khofifah juga diundang secara khusus oleh Diaspora Indonesia di Inggris pada acara yang bertajuk “Inscriptions on the Move: Prasasti, Repatriation, and Collaboration between Indonesia and Britain” pada 18-19 September 2023.

Pada acara itu nantinya akan dilakukan konferensi dan seminar oleh akademisi di Inggris dan Indonesia untuk mendukung percepatan repatriasi Prasasti Sangguran ke Indonesia.

Sebagai informasi, Prasasti Sangguran berukuran tinggi 1,61 meter, lebar 1,22 meter, tebal 32 centimeter, dengan berat sekitar 3,5 ton. Dengan ukuran sangat besar, isi prasasti ini pun sangat panjang. Pada bagian depan prasasti berisi 38 baris tulisan, bagian belakang sebanyak 45 baris, dan pada bagian kiri terdapat 15 baris tulisan.

Dua baris pertama dari isi Prasasti Sanggurah ditulis menggunakan bahasa Sansekerta. Sedangkan seluruh bagian lainnya menggunakan bahasa Jawa Kuno. (poedji)

Hadiri KTT BRICS, Presiden Tegaskan Hak Negara Berkembang Perlu Diperjuangkan Bersama

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh negara berkembang untuk bersatu dan memperjuangkan haknya untuk kemajuan negaranya. Hal tersebut ditekankan oleh Presiden Jokowi dalam sesi BRICS-Africa Outreach and BRICS Plus Dialogue, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-15 yang digelar di Sandton Convention Center, Johannesburg, Republik Afrika Selatan, pada Kamis, 24 Agustus 2023.

“Negara berkembang harus bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya,” tandasnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyebut segala tindak diskriminasi terhadap upaya kemajuan negara-negara berkembang harus dihilangkan dan kerja sama yang setara dan inklusif harus terus disuarakan.

“Diskriminasi perdagangan harus kita tolak. Hilirisasi industri tidak boleh dihalangi. Kita semuanya harus terus menyuarakan kerja sama yang setara dan inklusif,” jelas Presiden di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS dan sejumlah pemimpin negara lainnya.

Lebih lanjut, Presiden melihat tatanan perekonomian dunia saat ini dinilai tidak adil dengan kesenjangan pembangunan ekonomi yang semakin besar di antara negara berkembang dan negara lainnya yang mengakibatkan rakyat menderita.

“Kita semua melihat tatanan ekonomi dunia saat ini sangat tidak adil, gap pembangunan semakin lebar, rakyat miskin dan kelaparan semakin bertambah,” ucap Presiden.

Melihat hal itu, secara tegas Presiden Jokowi menekankan bahwa situasi tersebut harus segera diselesaikan. “Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Presiden menyampaikan bahwa negara-negara anggota BRICS dapat menjadi bagian penting untuk memperjuangkan keadilan pembangunan bagi seluruh negara di dunia.

“BRICS dapat jadi bagian terdepan untuk memperjuangkan keadilan pembangunan dan mereformasi tata kelola dunia yang lebih adil,” ujarnya.***/mel

Presiden Jokowi dan Presiden Nyusi Terus Dorong Optimalisasi PTA Indonesia-Mozambik

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Mozambik Filipe Nyusi sepakat untuk optimalkan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Mozambik. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangannya usai melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Nyusi di Kantor Presiden Republik Mozambik, Maputo, Republik Mozambik, pada Rabu (23/08/2023).

“Kami telah sepakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan PTA oleh pelaku usaha melalui kerja sama antar-Kamar Dagang,” tandasnya.

Presiden Jokowi melihat bahwa sejak PTA Indonesia-Mozambik diterapkan pada tahun 2022, persentase perdagangan antarkedua negara mengalami kenaikan secara signifikan.

“Sejak Preferential Trade Agreement Indonesia–Mozambik diterapkan tahun 2022, perdagangan naik signifikan, yaitu 78 persen per Juni tahun ini,” ucap Presiden.

Ke depannya, untuk meningkatkan kerja sama antarkedua negara dalam bidang perdagangan, Presiden Jokowi juga mendorong terbukanya pintu ekspor produk kereta dari Indonesia ke Mozambik.

“Saya juga mendorong ekspor produk kereta oleh BUMN Indonesia ke Mozambik,” tandasnya.***/mel

Presiden Jokowi Sampaikan Komitmen Indonesia Wujudkan Kolaborasi Konkret dengan Afrika

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia akan mewujudkan kolaborasi konkret dengan Afrika melalui desain besar pembangunan lima tahun ke depan yang sedang digarap. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan persnya setelah pertemuan bilateral bersama Presiden Samia Suluhu Hassan di Dar Es Salaam State House, pada Selasa, 22 Agustus 2023.

“Indonesia akan lakukan walk the talk wujudkan kolaborasi konkret dengan Afrika. Indonesia sedang rampungkan grand design pembangunan lima tahun ke depan untuk Afrika,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebutkan rencana pembangunan tersebut salah satunya dalam sektor pertanian di Tanzania. “Salah satunya melalui rencana revitalisasi Farmer’s Agriculture dan Rural Training Center di Morogoro Tanzania,” jelas Presiden.

Selain sektor pertanian, Kepala Negara juga menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun ketahanan kesehatan di Tanzania melalui pemenuhan kebutuhan produk farmasi di Tanzania.

“Indonesia berkomitmen menjadi bagian dalam membangun Ketahanan kesehatan Tanzania, perusahaan farmasi Indonesia akan ekspor produk perdananya di Tanzania sebagai bentuk kontribusi penuhi kebutuhan produk farmasi Tanzania,” tandasnya.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa melalui pertemuan bilateral tersebut, Indonesia ingin meningkatkan nilai investasi di Tanzania dalam bidang energi.

“Indonesia ingin tingkatkan investasi di Tanzania termasuk dalam pengelolaan Blok Gas Mnazi Bay oleh Pertamina dan pengolahan gas alam menjadi bahan kimia dan pupuk,” jelas Presiden.

Kepala Negara menilai bahwa investasi dalam bidang tersebut sangat strategis dan dapat memperkuat kerja sama antarnegara berkembang.

“Kerja sama investasi di bidang ini sangat strategis dan akan memperkokoh kerja sama antara negara berkembang,” tandasnya.

Selain itu, Presiden juga mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Tanzania untuk mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara.

“Indonesia mendorong dibentuknya Preferential Trade Agreement untuk semakin mengoptimalkan potensi perdagangan bilateral dua negara yang tahun 2022 naik 20,7 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyebut bahwa dalam pertemuan, Indonesia mengusulkan pembentukan Bilateral Investment Treaty (BIT). “Untuk jamin perlindungan & kelangsungan investasi kedua negara,” tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Neger Retno Marsudi menyampaikan bahwa saat melaksanakan pertemuan terbatas (tete-a-tete), Presiden Tanzania menyampaikan keinginannya untuk belajar dari Indonesia, terutama mengenai pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri.

“Juga ingin belajar dari Indonesia untuk pengembangan industri minyak kelapa sawit, serta belajar mengenai manajemen BUMN,” ucap Menteri Luar Negeri.

Retno juga menyebut bahwa kedua presiden juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pelatihan dipomatik. “Presiden jokowi mengundang tim dari Tanzania untuk berkunjung ke Jakarta untuk bertukar pikiran mengenai pengembangan kurikulum sekolah diplomatik,” ucapnya.

Di samping itu, Retno juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan, kedua pemimpin negara telah sepakat untuk segera memulai negosiasi dalam pembentukan PTA dan BIT. “Untuk PTA dan BIT, kedua presiden sepakat untuk segera memulai negosiasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, pertemuan kedua negara tersebut menghasilkan sejumlah dokumen kerja sama dalam beberapa sektor yang ditandatangani yakni Nota Kesepahaman Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral, Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas, Nota Kesepahaman Kerja Sama Kesehatan, Nota Kesepahaman Kerja Sama dalam Sektor Energi, Nota Kesepahaman terkait Kerja Sama Ketenagalistrikan antara PLN dengan Tanzania Electric Supply Company (TANESCO), Nota Kesepahaman antara MIND ID dan State Mining Corporation (STAMICO) Tanzania, dan Nota Kesepahaman mengenai Kegiatan terkait Rantai Nilai Bisnis Minyak dan Gas antara Pertamina dan Tanzania Petroleum Development Corporation (TPDC).***/mel

Menggali Nilai-Nilai Luhur Pejuang Bangsa

Oleh: Ibong A. Sjahroezah

TANGGAL 17 Agustus 2023 yang lalu, kita merayakan dan mensyukuri 78 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Hanya Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi Bangsa yang besar. Tapi lebih dari itu, kita harus dapat menangkap esensi dari nilai-nilai kepahlawanan yang menjadi dasar perjuangan para pejuang kemerdekaan kita dan mengambil pelajaran berharga dari perjuangannya.

Para pejuang kemerdekaan telah mengantarkan Bangsa ini ke depan pintu gerbang kemerdekaannya. Maka tugas kita kini adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Kita harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wadah Bangsa merdeka demi mencapai cita-cita tujuan nasional pendirian Negara ini sebagaimana yang termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945.

Kita harus bangga bahwa Bangsa kita merdeka karena hasil perjuangan anak Bangsanya sendiri – baik dengan perjuangan fisik maupun dengan diplomasi – bukan merupakan hadiah si penjajah.

Oleh karenanya kita memiliki ‘Hutang Sejarah’, kita harus tuntaskan perjuangan Bangsa ini agar tidak hanya merdeka secara fisik, tapi juga Berdaulat penuh sehingga dapat mewujudkan masyarakat Adil dan Makmur.

Marilah kita semua belajar dari sejarah, terutama mempelajari dan menggali nilai-nilai kejuangan para pendiri negara kita, karena banyak sekali nilai-nilai luhur yang berasal dari prinsip-prinsip hidup dan keteguhan pribadi mereka dalam berjuang mencapai cita-cita kemerdekaan yang perlu diteladani.

Banyak sekali gagasan-gagasan mereka yang gemilang dan mengagumkan, yang melampaui zamannya dan ternyata masih sangat relevan dengan kondisi masa kini. Mempelajari dan menyelami riwayat hidup tokoh-tokoh besar dari suatu bangsa dimana Bangsa dan Negara tersebut tumbuh berkembang berkat perjuangan mereka akan menimbulkan kebanggaan dan romantisme yang mendalam dan nampak adanya satu jalinan benang merah dari karakter dan kepribadian mereka yang mempesona dan sangatlah layak untuk dijadikan teladan di dalam membangun jati diri dan karakter Bangsa.

Menggali nilai-nilai luhur para pejuang bangsa, para pejuang itu memiliki karakteristik sbb: Ikhlas, Jujur, Berani, Teguh pada prinsip, Cinta tanah air, Peduli nasib bangsa, dan yang terakhir siap memberikan pengorbanannya bagi masyarakat banyak, bangsa dan negara.

Belajar dari sejarah, ada lima aspek penting yang dimiliki para pejuang bangsa yang patut diteladani untuk mengisi kemerdekaan ini:

1.Kekuatan atau kapasitas intelektual yang luar biasa.

2.Kemampuan dalam berorganisasi dan kepiawaian dalam menyampaikan pendapat.

3.Kesadaran yang tinggi dalam nasionalisme, politik dan demokrasi.

4.Karakter yang kuat dan Integritas Moral yang tinggi.

5.Wawasan yang luas dan pandangan yang jauh ke depan yang melampaui zamannya.

Bung Karno pada usia yang belum mencapai 30 tahun sudah menuliskan pembelaannya di depan pengadilan pemerintah kolonial Belanda dengan judul: “Indonesia Menggugat”. Pembelaan yang fenomenal sehingga menjadi topik bahasan akademik di negeri Belanda.

Bung Hatta menulis pembelaannya dalam menghadapi pengadilan di negeri Belanda, yang berjudul: “Indonesia Vrij” atau “Indonesia Merdeka” juga pada usia yang belum mencapai 30 tahun.

Bung Sjahrir, dengan pidatonya pada Sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success 14 Agustus 1947, oleh koran berpengaruh di Amerika, New York Herald Tribune, dianggap sebagai pidato yang paling menggetarkan di Dewan Keamanan PBB.

Hadji Agus Salim tahun 1925 membentuk Jong Islamieten Bond yang anggotanya terdiri dari orang-orang Islam dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dll. Ide persatuan bangsa berbasis Islam yang diusung Hadji Agus Salim menjadi antitesis gerakan-gerakan kesukuan yang marak ketika itu seperti Jong Java, Jong Sumatera dan lain-lain.

Salim menginisiasi lahirnya Jong Islamieten Bond (JIB) yang melampaui sentimen-sentimen kesukuan. Sebab kendati Islam sendiri bersifat “sektarian”, namun ideologi JIB adalah ideologi persatuan nasional atau kebangsaan, melebihi ideologi keislaman itu sendiri.

Salim melihat bahwa Islamlah ketika itu satu-satunya ideologi yang bisa mempersatukan seluruh bangsa. Dari sini pula kemudian lahir ikrar persatuan pemuda yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda pada 1928, yang mempersatukan segenap jong, dan menjadi katalisator bagi proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945.”

Tahun 1947 dengan memanfaatkan jaringan Islam dunianya Hadji Agus Salim dapat menembus dunia internasional untuk mendapat pengakuan atas kedaulatan negara Republik Indonesia dari negara-negara Arab, mulai dari Mesir, Saudi Arabia, Lebanon, Suriah, Jordan dan Yaman.

Dari pengakuan kedaulatan dari negara-negara Arab, semakin kuatlah posisi Indonesia sebagai Bangsa merdeka. Persyaratan pendirian negara selain adanya wilayah, rakyat, pemerintahan dan pengakuan kedaulatan dunia internasional. Maka lengkaplah berdirinya negara Republik Indonesia.

Demikianlah sekilas perjuangan para pejuang kemerdekaan kita yang sejak dini sudah menguasai berbagai bahasa untuk memperkaya pengetahuan sebagai modal untuk perjuangan memerdekakan bangsanya, membangun organisasi, Mereka berjuang untuk kemerdekaan bangsanya tapi tetap tawadhu dan mengakui hasil perjuangannya itu atas berkah rahmat Allah yang Maha Kuasa.

Saat ini terjadi polarisasi di antara warga masyarakat. Untuk itu kita harus menjadi unsur pemersatu bangsa ataupun mencegah terjadinya konflik. Demikian kiprah dan Nilai-Nilai yang dimiliki oleh sebagian pejuang kemerdekaan kita yang perlu kita teladani. Semoga Bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah swt. Amiin…..

DIRGAHAYU Republik Indonesia ke-78.***

Belajar dari Israel: Bagaimana AI Melihat Jalan Menuju Kediktatoran

JAYAKARTA NEWS— Israel adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang tidak punya konstitusi dan mendasarkan pembuatan undang-undang dan produk hukum lain pada hukum adat (common law) atau kebiasaan. Sekarang ini, PM Benjamin Netanyahu sedang berupaya melakukan perubahan hukum besar-besaran. Yang menurut para pengkritik akan mengarah pada otoritarian atau pemerintahan otoriter dan membunuh demokrasi, yang dinikmati rakyat Israel sejak awal pembentukan negara 1948 lalu.

Lalu kenapa Israel? Alasannya adalah ketika Israel makin jauh dari demokrasi dan pemerintahannya semakin otoriter maka makin jauh juga perdamaian dengan Palestina dan Timur Tengah akan makin dipenuhi kekerasan. Namun bagaima proses sebuah negara demokrasi mulai meninggalkan demokrasi dan menuju jadi negara otoriter juga patut kita lihat polanya dan jadi pembelajaran untuk sidang pembaca.

Saat ini, dan sudah berbulan-bulan, parlemen jalanan berupa demonstrasi menentang “reformasi” yudisial/hukum terus berlangsung. Lalu bagaimana kita menganalisanya. Kita bisa minta bantuan Kecerdasan Buatan atau (AI – Artificial Intelligence). ChatGpt bisa dipakai dengan pertanyaan; Bagaimana orang bisa mengubah demokrasi jadi kediktatoran?

 ChatGpt atau AI ternyata selain “pintar” juga punya etika yang baik. Dia menjawab; ”Sebagai model Bahasa AI, saya harus menegaskan mempromosikan dan mendukung segala bentuk kekerasan, melukai/merusak, atau aktivitas illegal, termasuk mencoba merusak/mengrogoti prinsip-prinsip demokrasi atau membangun kediktatoran, berlawanan dengan panduan etik saya.” Kemudian dijelaskan bahwa “Kediktatoran itu penindasan” dan sangat penting untuk menentangnya.

Kalau kita minta AI meringkasnya,” Mempromosikan aksi-aksi anti-demokrasi berlawanan dengan panduan etika. Lestarikan Demokrasi.”

Jadi ternyata ChataGpt punya ideologi demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yang menekankan kesetaran bagi semua orang. Singkatnya manusia harus hidup secara bermartabat dan matipun harus dijaga tetap bermartabat, dan negara berkewajiban mewujudkan ini.

Tapi bagaimana jika AI ditanya secara hipotesis bagaimana mengubah sebuah negara demokrasi menjadi negara otoriter dengan pemerintahan kediktatoran. Jawaban ChatGpt, sungguh mengejutkan, memperlihatkan jalan yang ditempuh Netanyahu untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya di Israel melalui suara mayoritas di parlemen, dalam hal ini Knesset.

ChatGpt menjawab;

Perlemah Lembaga-lembaga demokrasi. Secara perlahan mengurangi/menurunkan independensi dan efektifitas institusi seperti Lembaga peradilan, media, dan legislative. Langkah ini bisa dicapai melalui intervensi politik, penunjukkan oran-orang yang loyal (dengan anda), atau meloloskan undang-undang yang membatasi fungsi-fungsi mereka.

Lalu bagaimana dengan Netanyahu. Dia dan para menterinya tidak pernah menutupi kehendak mereka. Mereka, awal Agustus ini, mencabut “doktrin kewajaran/masuk akal” yang jadi langkah pertama untuk menguasai peradilan. Mereka juga memperkuat upaya ini dengan cara lain, seperti mengubah keanggotaan komite seleksi yudisial agar lebih banyak memasukkan wakil pemerintahan dan mengurangi keanggotaan hakim professional. Meniadakan pengujian calon menteri oleh Pngadilan Tinggi dan 39 usulan peraturan kepada parlemen  untuk melemahkan peradilan. Pada saat yang sama pemerintahan Netanyahu mencoba melemahkan Asosiasi Pengacara Israel, yang dipimpin oleh penentang reformasi hukumnya. Sistem peradilan hanyalah salah satu dari cara pemerintah menyatukan kekuasaannya. Di Komite Perencanaan Nasional (semacam Bappenas) dan Dewan Pendidikan Tinggi, pemerintah mengkosolidasi kekuasaannya dengan cara meniadakan masukan atau input publik dan mengganti penasehat professional dengan perwakilan dari pemerintah. Jadi pada dasarnya, jabatan diisi oleh orang-orang pemerintah alias loyalis Netanyahu.   

Pelemahan lembaga-lembaga penjaga demokrasi, sistem peradilan, akan membuat penguasa bisa memenjarakan siapa saja, yang menentang atau mengkritik, mereka.

Kuasai media. Kontrol media dengan cara membatasi/mengurangi kebebasan pers, tutup media-media independent, dan kuatkan propaganda untuk membentuk opini public dan tutup mulut suara-suara berbeda/berlawanan.

Netanyahu sudah lama berupaya membentuk media yang lebih bersahabat dengan dirinya dan partainya, biasanya dengan klaim membuka pasar. Penerbitan  koran/tabloid ‘Israel HaYom’ yang dibagikan gratis dan televisi Channel 14 disebutkan sebagai upaya untuk “menyeimbangkan” laporan media. Tapi nyatanya kedua media massa ini hanyalah jadi corong politik Netanyahu. Menteri Komunikasi Shlomo Karhi, yang tidak puas dengan dominasi media sayap kanan, telah mendorong terbentuknya undang-undang yang memungkinkan pejabat pemerintah, yang ditunjuk, memonitor media lebih ketat dan membatasi sumber-sumber pendapatannya. Pada saat yang sama, aturan itu menguntungkan alat propaganda sayap kanan, televisi Channel 14. Pemerintahan Netanyahu melalui ancaman atau cara-cara lain yang bertujuan  membungkam suara oposisi dan saat yang sama memperkuat suaranya sendiri. Tujuan pemerintahan model seperti ini sama di seluruh dunia (seperti Turki atau Hongaria) adalah mengontrol media melalui penguasaan modal sekaligus sumber-sumber pendapatan dan berbagai peraturan hingga media independen menjadi semakin kecil dan mati sendiri. 

Tekan oposisi politik

Massa demo pro-demokrasi di Israel, sekarang sudah memasuki minggu ke 31, belum pernah terjadi sebelumnya dari sisi besarnya dan lamanya. Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional, berkali-kali dipermalukan oleh kepala polisi yang menolak membubarkan paksa massa demo. Tapi sekarang ini, dengan rotasi kepemimpinan, kepala polisi Kobi Shabtai akan segera mundur dan kandidat penggantinya dikabarkan ingin ‘memuaskan’ keinginan Ben Gvir. Secara bersamaan, undang-undang baru sedang dibahas di parlemen yang akan sangat membatasi hak untuk berdemonstrasi dengan hukuman jauh lebih keras. Misalnya, jika demonstran memblokir jalan akan dihukum penjara 3 tahun, dan seterusnya.

Uniknya, oposisi di Israel sekarang ini lebih banyak bergantung pada massa demonstrasi. Sementara partai-partai politik, yang bisa disebut sayap kiri, sudah lama kehilangan kepercayaan publik sehingga rakyat banyak menggantungkan harapan pada anak-anak muda yang mendirikan parlemen jalanan.

Sementara Netanyahu dan sekutu koalisinya terus-menerus melontarkan pernyataan yang mengolok dan melecehkan orang-orang paling berjasa terhadap Israel. Mereka secara rutin mengecam pilot-pilot Angkatan udara, para perwira intelejen, pengusaha teknologi tinggi, pekerja Kesehatan, dosen-dosen universitas, pahlawan perang, aktivis muda, dan daftar terus bertambah. Pada pokoknya, semua orang, yang memutuskan, langkah-langkah pemerintah telah melewasi batas masyarakat demokratik.

Kuasai militer dan aparat keamanan

Sejauh ini harus diakui militer dan aparat keamanan masih menjadi ganjalan besar bagi Netanyahu untuk menjadi dictator. Sudah ribuan tentara cadangan Israel menyatakan tidak akan bertugas jika pemerintahan berubah jadi kediktatoran. Sementara ribuan tentara cadangan lain bergabung dengan gerakan pro-demokrasi dibawah organisasi “Saudara dalam Perjuangan” (Brothers and Sisters in Arms). Selama ini, polisi berusaha keras dengan mengijinkan pemblokiran jalan dan menghindarkan kekerasan dengan segala cara. Hasilnya, sampai sekarang tidak ada pendemo yang terluka dan juga tidak ada property yang rusak. Namun, perwira polisi pendukung Ben Gvir akan segera naik jabatan jadi kepala polisi dan polisi mungkin akan mulai menggunakan taktik kekerasan untuk mengintimidasi massa pendemo, yang sudah mulai terlihat dalam demo terakhir di Tel Aviv. Ben Gvir melangkah lebih lanjut dengan upaya pembentukan milisi “Penjaga Nasional” yang berada dibawah komandonya.

Jadi jalurnya adalah kuasai kepala-kepala keamanan dengan cara menempatkan para loyalis dan kuasai jalanan serta bersihkan dari para penentang atau oposisi. Caranya, dengan memperkenalkan peraturan baru, yang lebih keras dan ketat, dan langsung menerapkannya. Kalau perlu, bentuk milisi (seperti era Presiden Soeharto dengan Pam Swakarsa-nya ketika berusaha mempertahankan kekuasannya). Tapi membersihkan jalanan dari demo pro-demokrasi barulah langkah pertama selanjutnya bagaimana membentuk opini bahwa dia (sang diktator) adalah pilihan terbaik bangsa untuk saat ini demi negara dan bangsa.

Pupuk ketidak-puasan publik dan manfaatkan situasi kedaruratan

Kondisi deteren keamanan dan kesiapan militer Israel, sekarang ini, mengalami kemunduran serius akibat demo berbulan-bulan. Ditambah dengan kemerosotan ekonomi dan makin rendahnya kepercayaan pebisnis untuk berinvestasi. Apalagi cukup banyak para professional Israel dan anak-anak muda dengan giat mencari kesempatan kerja di luar negeri. Nah sekarang, para pendukung Netanyahu memanfaatkan situasi ini dengan menyalahkan para pendemo atas semua situasi keamanan dan ekonomi yang memburuk. Mereka sama sekali tidak peduli atau berupaya mendengar tuntutan pendemo agar menghentikan langkah mengubah tata hukum, yang mengarah pada negara otoriter dan kediktatoran. Netanyahu sendiri, yang ahli dalam mengadu domba, terus berusaha terlihat tetap bekerja seperti biasa dan terus menyemai saling curiga, ketidak-percayaan, dan kebencian.

Mengkapitalisasi dan menyebarkan ketakutan di masyarakat diharapkan akan membuat rakyat bersatu dan ada dibelakang pemimpinnya, kendati dia seorang diktator. Cara yang sama dilakukan disepanjang sejarah manusia oleh semua diktator di dunia, dari Hitler, para dictator di Amerika Selatan, bahkan oleh Ferdinan Marcos dan juga Soeharto dan dicoba juga oleh Donald Trump. Menebar ketakutan dengan menciptakan ‘hantu’ yang dikatakan akan membuat rakyat sengsara jika tidak mendukungnya. Ini resep paling ampuh pada diktator dan masih terus digunakan.

Inilah menurut AI atau ChatGpt Israel akan jatuh ke dalam kekelaman kediktatoran. Lalu apa kata para cendikiawan, Prof. Erica Frants dari Universitas Michigan, dikutip dari harian Haaretz, mengatakan pendekatan pelan-pelan, dimana pemerintah, yang dipilih secara demokratis, secara sistimatis terus mempreteli demokrasi dengan argumentasi pembenaran bahwa yang mereka lakukan sebenarnya memperkuat demokrasi. Seperti yang persis dilakukan oleh pemerintahan Netanyahu sekarang ini.

Prof.Franz menambahkan jika sudah rusak maka demokrasi itu sangat sukar diperbaiki atau dipulihkan kembali. Sementara ChatGpt memberikan rekomendasi,”Demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif warganegara untuk menjaga Lembaga-lembaga dan prinsip demokrasi dari berbagai ancaman. Dengan cara, tetap terus terinformasi dan berpartisipasi dalam kehidupan sipil, masyarakat bisa membantu untuk mempertahankan dan memperkuat sistem demokrasi.”

Memang semua diatas mengenai Israel, yang sedang meluncur perlahan dan pasti kearah otoriter dan kediktatoran. Namun kita semua bisa belajar bahwa demokrasi dan kehidupan dalam prinsip-prinsip demokrasi, yang kalau diperas menjadi  budaya ‘Gotong-Royong’ menurut Soekarno. Dimana semua rakyat, tanpa memandang suku, agama, dan ras, bahu-membahu melindungi dan memperkuat demokrasi dengan tujuan kesejahteraan bagi semua warganegara Indonesia. Kita diminta tetap aktif dimanapun Tuhan menempatkan kita, untuk Indonesia. (Leo)