Lusy ‘AB Three’ Pamerkan Tinta di Kelingking Usai Pencoblosan di Sidney Australia

JAYAKARTA NEWS— Mantan personil AB Three, Lusy Rahmawaty dengan gembira memamerkan jari-jarinya yang berhias tinta tanda dirinya telah melakukan pencoblosan Pemilu 2019. Tidak usah heran, karena Lusy dan keluarganya kini menetap di Australia  dan hari ini  (13/4/2019) WNI yang tinggal di negeri kanguru itu melakukan haknya dalam Pemilu 2019.

Lusy Rahmawaty dan suaminya, Chandra memamerkan jari kelingkingnya yang berhias tinta seusai pencoblosan Pemilu 2019 di Sidney, Australia—foto instagram lusyrahmawaty

Sebagaimana diketahui, pencoblosan diluar negeri dilakukan lebih dini ketimbang di dalam negeri, Rabu 17 April mendatang. Berdasarkan jadwal, Pemilu diluar negeri dimulai sejak 8 April hingga 14 April 2019. Meski dilakukan lebih dulu, namun perhitungan suara tetap dilakukan secara serentak yakni pada Rabu 17 April.

“Buat warga negara Indonesia yang tinggal di Sydney-Australia, hari ini kami melakukan hak&kewajiban kami untuk melaksanakan Pemilu 2019. For those lucky enough to do it back home…gunakan hak pilih sebaik-baiknya,” ujar tulis Lusy di akun instagramnya.

Lusy, Chandra dan anak bungsunya– foto instagram lusyrahmawaty

Lusy bersama keluarganya telah menetap di Sidney, New South Wales, sejak 2016. Ia mengikuti sang suami, Soewito Chandra Widjaja yang memang berkerja di sana. Dari pernikahan keduanya ini, Lusy memiliki seorang anak laki-laki. Dengan demikian kini Lusy menjadi ibu lima orang anak—dua anak bawaan dari pernikahan sebelumnya dengan Jose Purnomo dan dua anak bawaan dari pernikahan Chandra sebelumnya.***ebn

Penanganan Bencana, Pemerintah Uji Coba Layanan Komunikasi Radio 700 MHz

Foto–kominfo

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanggulangan bencana dengan melakukan kolaborasi kementerian, lembaga, dan ekosistem telekomunikasi untuk menyiapkan sistem komunikasi radio kebencanaan dengan memanfaatkan frekuensi radio 700 MHz.

“Frekuensi di band 700 MHz dipilih karena frekuensi ini cukup rendah dibanding yang seluler 1,8 GHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz, jadi jangkauannya sangat luas,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam Uji Coba Lapangan Penggunaan Frekuensi 700 MHZ untuk Telekomunikasi Khusus Kebencanaan di Plasa Telkom Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (9/4), sebagaimana dikutip dari rilis kominfo.

Gambar–kominfo

Bahkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan, pita frekuensi radio 700 MHz juga dimanfaatkan untuk mendukung layanan publik (public services ) antara lain: Kepolisian, Pemerintah Daerah, Pemadam Kebakaran, Unit Reaksi Cepat Panggilan Darurat, dan Rumah Sakit.

“Di dunia internasional, band 700 itu secara standar internasional menjadi digital dividen. Disepakati, bagian dari 700 MHz itu harus dialokasikan untuk aplikasi kebencanaan, digunakan untuk menangani memitigasi penanganan maupun recovery bencana,”  jelas Rudiantara.

Pita frekuensi radio 700 MHz berpotensi besar dapat dimanfaatkan untuk keperluan komunikasi kebencanaan yang lebih canggih, peningkatan jangkauan pita lebar di daerah rural, serta perbaikan kualitas pita lebar di kota-kota besar yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Negara tetangga kita sudah mulai membebaskan frekuensi 700 MHz, dari penggunaan televisi analog, kemudian analognya bermigrasi menjadi digital, sehingga frekuensinya bisa digunakan, itulah namanya digital dividen, sebagiannya digunakan untuk kebencanaan,” tambahnya.

Uji Coba PPDR

Public Protection and Disaster Relief (PPDR) atau Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana, merupakan standar dunia untuk komunikasi radio dalam penanganan ketertiban dan penegakan hukum, perlindungan jiwa dan harta beda, dan situasi darurat, hingga penanganan gangguan serius terhadap sosial masyarakat akibat bencana. 

Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Polri, dan Pemerintah Daerah serta stakeholders  telekomunikasi, Kementerian Kominfo melakukan uji coba layanan radio telekomunikasi kebencanaan atau PPDR.  Uji coba itu berlangsung di kawasan Pangandaran, Jawa Barat selama sebulan mulai tanggal 9 April 2019 hingga 9 Mei 2019.

Menurut Menteri Rudiantara uji coba harus dilakukan agar manajemen kebencanaan bisa dilakukan lebih baik lagi sekaligus menguji teknologi baru yang ada untuk mendukung penanganan bencana.  Dalam uji coba itu, berlangsung demo uji SMS Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara Real Time, dan Pengujian Fitur-Fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi.

“Mengapa kita harus lakukan uji coba? Kita jangan sampai menunggu semua kertas selesai ditulis. Pemerintah, Kominfo mengeluarkan Peraturan Menteri tentang uji coba teknologi tahun 2016. Tujuannya agar Indonesia terbuka terhadap teknologi-teknologi baru, diujicobakan. Jangan nanti kertasnya sudah selesai baru kita uji coba. Terlambat kita,” jelas Rudiantara.

Dalam konteks komunikasi kebencanaan, Indonesia sebagai negara rawan bencana, membutuhkan dukungan infrastruktur komunikasi kebencanaan yang canggih dan mampu melayani trafik komunikasi suara (voice) dan multimedia.

Dengan layanan multimedia, kondisi lapangan dapat dipantau dan dianalisa secara lebih efektif dan efisien karena pos komando penanggulangan bencana langsung menerima data video dan data-data sensorik lainnya secara real time dari perangkat yang bekerja di pita frekuensi radio 700 MHz.

Selain itu, dengan adanya komunikasi yang berbasis multimedia, maka keselamatan personil tanggap darurat yang terjun ke daerah bencana akan lebih terlindungi. Informasi situasi lokasi yang menjadi target operasi akan diterima dengan lebih detail dan dinamika perubahannya akan lebih cepat termutakhirkan.

Melalui uji coba ini diharapkan diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data non teknis di lapangan yang diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan layanan nantinya. Termasuk peluang integrasi layanan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast pada daerah terdampak bencana dan Layanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh Pemda dalam penanganan kondisi darurat. ***/ebn

BMKG: Masyarakat yang Tinggal dan Beraktivitas di Pesisir Pantai, Waspadalah!

JAYAKARTA NEWS—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar pantai untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang akan terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia sampai dengan 3 hari ke depan, 13 April 2019.

Berdasarkan rilis dari laman BMKG hari ini, Rabu (10/4), hal ini di sebabkan oleh adanya siklon tropis “WALLACE” yang berada di Samudra Hindia barat laut Australia. Selain itu kondisi ini juga berdampak pada pola angin di wilayah utara dan di wilayah selatan Indonesia dengan kecepatan rata-rata 4-20 knot.

Berdasarkan pengamatan BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu, perairan Kepulauan Enggano, Laut Arafuru, Perairan Merauke dan Perairan Selatan Kep. Tanimbar, hal ini yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Menurut pengamatan BMKG, adapun wilayah yang berpotensi mengalami tinggi gelombang dengan kedalaman 1.25-2.50 meter terjadi di : Perairan Utara Sabang Laut Sawu, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Selatan Kep Tanimbar, Perairan Barat Aceh Laut Arafuru, perairan Barat Kep. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Utara Kep. Talaud, Perairan Bengkulu, Perairan Utara Biak Samudera Hindia Barat Aceh Hingga Bengkulu, Samudra Pasifik Utara Papua, perairan Selatan P. Sumba Hingga P. Rotte, Laut Sulawesi bagian Timur, Selat Sumba bagian Barat, Laut Maluku Bagian Utara.

Sedangkan Tinggi Gelombang dengan kedalaman 2.50 sampai 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Enggano – Barat Lampung, Perairan Selatan jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Sunda Bagian Selatan, Selat Bali Selatan Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga NTB.

Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, khusus bagi kapal yang ingin melakukan pelayaran, seperti Perahu nelayan waspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1.25 m, kapal Tongkang waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 m, Kapal Ferry Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). ***/ebn

Ridwan Kamil Ajak Warga Bandung Lakukan 2 Hal Ini

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dampingi KH Ma’ruf Amin kampanye–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil mendampingi calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin berkampanye di Lapangan Bola PN Kertas Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Ridwan Kamil mengaku tengah cuti untuk mengampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Ia yang mengenakan kopiah dan jaket hitam bertuliskan nomor “01” ini, menyampaikan ada dua tugas untuk pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dampingi KH Ma’ruf Amin kampanye—foto istimewa

“Tugas bapak-ibu ada dua. Pertama, melawan berita bohong, karena yang percaya masih banyak,” ujar Emil di hadapan ribuan pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Emil, berdasarkan hasil survei yang diperolehnya, kebanyakan penyebar hoaks daei kalangan ibu-ibu. “Tapi bukan ibu-ibu disini, di sini ibu-ibu tabayun,” kata Emil.

Setelah melawan hoaks, pendukung Jokowi-Ma’ruf diharapkan dapat menyampaikan sejumlah program keunggulan pasangan petahana tersebut. Satu di antaranya Kartu Sembako Murah.

“Ada ibu-ibu di warung, di pasar, di pengajian sampaikan. Insha Allah dapat kartu belanja diskon supaya bisa nabung di rumah,” tutur Emil.***/ebn

Kabar Baik! Pekerja Kreatif Dapat Perlindungan BPJS

Perlindungan kepada pelaku ekonomi kreatif di 16 subsektor–foto bekraft

JAYAKARTA NEWS— Indonesia telah memiliki jaminan perlindungan kepada masyarakat, baik kesehatan hingga jaminan hari tua. Namun belum seluruh masyarakat ter-cover perlindungan, terutama yang bekerja di sektor informal. Oleh karena itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dan Komunitas Biduan melakukan kerja sama untuk memberi perlindungan kepada pelaku ekonomi kreatif di 16 subsektor.

Menurut Kepala Bekeraf, Triawan Munaf, penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bekraf, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Komunitas Biduan merupakan langkah awal untuk memberikan perlindungan kepada pelaku kreatif.

Foto bekraft

“Bekraf tidak hanya membantu subsektor musik tapi juga 15 subsektor lainnya. Nantinya bisa dibentuk champion (duta) untuk membantu sosialisasi sehingga semakin banyak pelaku kreatif yang terlindungi. Hal ini penting karena dengan badan yang sehat, pelaku ekraf dapat terus berkreasi,” ungkap Triawan saat konferensi pers Musisi Sehat Program Subsidi Silang di Seribu Rasa, Lippo Mall Kemang.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, menyampaikan baru sekitar 219 juta orang yang menjadi peserta sehingga masih ada sekitar 50 juta orang yang belum terdaftar. Oleh karena itu, kerja sama ini merupakan salah satu cara untuk menjaring peserta dari pekerja informal, khususnya musisi.

“Untuk memudahkan anggota Komunitas Biduan, pembayaran premi bisa dilakukan dengan membuat aplikasi. Aplikasi ini akan mempertemukan antara pemberi dan penerima bantuan. Memanfaatkan fintech, pembayaran premi bisa dilakukan secara autodebet. Oleh karena itu, digital community ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada anggotanya,” jelas Fahmi.

Deputi Direktur Wilayah Banten BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, mengatakan ada empat program yang ditawarkan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JKT), dan Pensiun. Namun untuk pekerja informal bisa mengikuti dua program, yakni JKK dan JKM dengan iuran per bulan Rp16.800/orang.

“Apabila musisi sudah menjadi peserta dan mengalami kecelakaan saat sedang pentas, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung biaya perawatan. Apabila sudah senior dan tak lagi menghasilkan karya, musisi juga bisa mendapat pensiun jika mengikuti program jaminan pensiun. Melalui kerja sama ini bisa dilakukan sosialisasi secara periodik supaya semakin banyak pelaku kreatif mengetahui manfaat yang diperoleh dengan menjadi peserta BPJS,” ujarnya.

Perwakilan Komunitas Biduan, Kadri Mohamad, menyambut baik rencana pembuatan aplikasi untuk pembayaran premi bagi musisi karena memudahkan pelaku industri musik untuk berbagi. Apalagi menurut dia, jiwa sosial dan gotong royong musisi Tanah Air cukup tinggi untuk membantu sesama musisi melalui konser penggalangan dana atau secara sukarela mengumpulkan untuk membantu keluarga musisi lainnya yang sedang sakit.

“Melalui subsidi silang, musisi bisa saling membantu. Verifikasi musisi yang bisa bergabung di aplikasi dan mendapat bantuan dilakukan oleh komunitas mengingat saat ini belum ada lembaga resmi yang bisa mengeluarkan kartu yang menyatakan seseorang adalah musisi,” kata Kadri.***/ebn

Cantiknya Kain Tenun Bima

Fashion show Festival Lawata mengangkat kain tenun Bima ke pentas nasional—foto kementerian pariwisata

JAYAKARTA NEWS— Seperti daerah lainnya di Indonesia yang memiliki kain khas masing-masing, begitu juga Kota Bima yang memiliki kain tenun cantik. Untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerahnya, Pemkot Bima gencar melakukan promosi kain tenun khasnya. Salah satunya lewat Festival Lawata yang digelar bertepatan dengan HUT Kota Bima ke 17 di Pantai Lawata Kota Bima, NTB.

Foto dok kementerian pariwisata

Sebagaimana diketahui, keindahan wastra atau kain tradisional daerah yang ada di Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak jarang setiap daerah juga memiliki berbagai cara agar kain tradisional mereka semakin lestari bahkan terkenal hingga penjuru dunia.

Foto dok kementerian pariwisata

“Kami mendukung daerah untuk melestarikan dan mempromosikan tenun lokal. Dengan melibatkan desainer ternama Samuel Wattimena untuk memberikan sentuhan idenya agar tenun Bima bisa terpromosikan dengan baik,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani di Bima, demikian dikutip dari rilis Kemenpar.

Foto dok kementerian pariwisata

Festival Lawata di dalamnya dirangkai acara fashion show oleh tim modeling dari Jakarta dan Kota Bima untuk menampilkan bahan tenun asli Indonesia dengan tema “Bima Go Nusantara”.

Samuel Wattimena berharap agar melalui acara ini ia bisa menginspirasi para desainer muda untuk menunjukkan potensi mereka dalam “memanjangkan” atau melestarikan umur kain tenun yang sudah menjadi warisan budaya. Bukan hanya di Bima, melainkan juga di berbagai daerah lain.

“Saat ini selera pasar, cara pemasaran, dan market yang berkembang pesat pada era desainer sekarang, jauh berbeda dibanding era desainer sebelumnya,” pungkasnya.***/ebn

Di Lampung, ‘Ayo Goyang Jempol Jokowi Gaspol’

Foto—istimewa

JAYAKARTA NEWS— Ribuan perempuan, gadis sampai ibu-ibu, melakukan senam pagi bersama di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Minggu (7/4/2019) pagi. Mayoritas memakai pakaian berwarna merah, mereka melakukan senam pagi bersama.

Berkali-kali lagu senam diputar. Lagunya adalah ‘Ayo Goyang Jempol Jokowi Gaspol’. Semuanya antusias melakukan aksi senam pagi tersebut karena dihadiri oleh sejumlah petinggi PDI Perjuangan. Yakni Sekjen Hasto Kristiyanto yang dikenal juga sebagai Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Hadir bersamanya Tim KH Ma’ruf Amin Habib Sholeh Almuhdar, Ketua DPD PDIP Lampung Sudin, serta sejumlah caleg daerah pemilihan Lampung seperti Brigitta Manohara. Tampak hadir dan ikut bersenam Walikota Bandar Lampung Herman.

“Mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” teriak Hasto Kristiyanto untuk membakar semangat para peserta.

Dari atas panggung, Hasto ikut mengikuti gerakan senam dari para model. Caleg DPRD Lampung dari PDIP Eva Dwiana Herman berkali-kali menyemangati peserta dengan bernyanyi. Lagu dangdut ‘Terajana’ dia ubah syairnya dan menggantinya menjadi ‘Pak Jokowi’.

Walikota Herman, saat diberi kesempatan berbicara, meminta agar para peserta menjaga kesehatan dan stamina sehingga bisa mencoblos pada pemilu 17 April mendatang.

“Coblos presiden yang sudah memberi bukti. Jangan memilih yang suka memberi janji-janji,” kata Herman.

Dia lalu meminta para ibu mengingat kepala daerah di wilayah Lampung yang suka memberi janji namun tak memenuhi setelah terpilih.

“Makanya coblos presiden yang sudah pasti kerjanya,” imbuh Herman.

“Pilih juga anggota DPR, DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota yang terbaik. Anda sudah tahu tanpa perlu saya sebut. Lihat saja saya pakai baju merah,” kata Herman.

Di sisi lain, sebuah panggung relawan Jokowi, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) juga berdiri. Ketua Umum Almisbat Hendrick Dickson Sirait tampak hadir bersenam bersama. Hasto juga menyapa mereka.

“Bersama PDI Perjuangan dan Almisbat, mari bergerak bersama memenangkan pemilu 2019. Sebab gerakan kita bukan hanya demi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin saja, tapi juga untuk masa depan Indonesia,” kata Hasto di hadapan relawan Almisbat yang berteriak riuh.***/ebn

Kampanye Dodol Garut ala Tim Pendukung Ma’ruf Amin

Foto–istimewa

JAYAKARTA NEWS— Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin menggerakkan relawan dengan basis ekonomi kreatif di Garut, Jawa Barat. Kelompok relawan bernama Jokowi Deui bakal membagikan dodol ke masyarakat.

Kiai Ma’ruf menilai langkah tersebut memiliki daya tarik elektoral karena mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Wah bagus sekali, pertama menarik mereka untuk ikut mendukung 01,” ujarnya usai dialog bersama forum pesantren Priangan Timur dan deklarasi dukungan di Garut, Jabar, Kamis (4/4). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Selain kepentingan elektoral, kedua menurut Kiai Ma’ruf, hal itu juga bakal mengembangkan ekonomi kreatif di kawasan pesantren. Sejalan dengan visi Kiai Ma’ruf mengembangkan wirausahawan santri di pondok pesantren.

“Kedua menumbuhkan ekonomi kreatif di kalangan pesantren sehingga pesantren bisa mandiri dan bisa berkontribusi secara lebih besar bukan jadi beban tapi menjadi kontributor pada negara,” jelasnya.

Karena itu pula Kiai Ma’ruf mengajak semua pihak untuk berkampanye dengan cara yang kreatif. Bukan kampanye negatif sampai menghalang-halangi.

“Bukan kampanye negatif itukan kampanye tidak sehat itu. Ini kampanye kreatif bukan kampanye negatif,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Jokowi Deui Joko Suranto menjelaskan mengapa memakai kekuatan berbasis ekonomi untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf. Hal tersebut sesuai dengan visi pemerintahan Jokowi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Maka kita bangun warung pojok, ekonomi kecil naik ekonomi kreatif kita tumbuhkan,” ucapnya

RJD ini meluncurkan produk berupa dodol dan kopi. Joko menyebut sudah ada yang memesan 25.000 unit kepadanya. Pihaknya mengambil langkah wirausaha sebagai bentuk dukungan karena tidak ingin perhelatan pemilihan presiden diisi cara-cara yang tidak produktif.

“Jadi RJD akan selalu bersama siapapun yang menumbuhkan Indonesia menjadi lebih baik,” pungkas Joko.

Secara simbolis dalam kesempatan itu, RJD menyerahkan dodol kepada Kiai Ma’ruf.***/ebn

Diguyur Hujan Deras di Tegal, Jokowi: Jaga Semangat Sampai 17 April

Calon Presiden No urut 01, Joko Widodo, tetap semangat meski dalam kapanyenya di Tegal, diguyur hujan lebat—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Selama satu hari ini, Kamis, 4 April 2019, Calon Presiden nomor urut #01 Joko Widodo dan istrinya, Iriana berkampanye di Jawa Tengah. Setelah Banyumas pagi tadi, safari kampanye capres #01 Jokowi dilanjutkan di Tegal.

Guyuran hujan lebat tidak mematahkan semangat pendukungnya untuk hadir di Lapangan Sepak BolaDukuh Salam, Kabupaten Tegal. Bahkan puluhan ribu pendukung Capres #01 tidak beranjak dari tempatnya hingga Jokowi selesai menyampaikan orasi politiknya.

Kampanye Jokowi di Tegal–foto istimewa

Tahun 2014 di Kabupaten Tegal mendapatkan suara 63 persen. “Melihat antusias pada siang hari ini meskipun kehujanan tidak ada yang bergerak satu pun. Saya ingin memastikan di Kabupaten Tegal dan sekitarnya, kita harus dapat 75 persen ke atas,” kata Jokowi.

Melihat antuasiasme dan militansi pendukungnya, Capres #01 Jokowi meminta agar semangat hari ini, juga dapat ditularkan pada 17 April memdatang.

“Tanggal 17 April tinggal dua minggu lagi, jaga semangat seperti ini, setuju?” tuturnya.

“Setujuuuuu…..,” jawab pendukungnya serempak.***/ebn

Cerita Lucu Megawati tentang Kiai Ma’ruf Amin

Ilustrasi–sumber gambar beritacenter com

JAYAKARTA NEWS—Selain kisah-kisah menengangkan ternyata banyak juga cerita-cerita lucu di balik proses Pemilu 2019. Salah satunya yang diceritakan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, dihadapan anggota PDI Perjuangan dari kalangan habaib, purnawirawan, dan akademisi.

Kisah yang diceritakan Mega yang mengundang senyum dan tawa adalah terkait Cawapres KH Ma’ruf Amin ketika ia tahu bahwa dirinya akan menjadi Cawapres Jokowi. Megawati lalu diminta untuk menemui Ma’ruf.

“Lucu sekali beliau. Kan kami di BPIP. Yang ditanya pertama, sopan sekali bertanyanya, ‘Boleh tidak saya tanya. Ke pencalonan, saya musti pakaian apa?” tutur Megawati sambil tersenyum-senyum, menceritakan kejadian saat itu.

Ditanya begitu, Megawati terdiam. Lalu katanya, Kiai Ma’ruf yang biasa memakai peci dan sarungan, memberi semacam kode bahwa dirinya siap memakai apapun.

“Saya celana panjang juga punya,” begitu kode dari Kiai Ma’ruf.

Menjawab itu, Megawati lalu menjawab bahwa Kiai Ma’ruf tak seharusnya pusing soal itu.

“Saya bilang tak usah pak. Sarungan saja pak. Kami ketawa jadinya,” kata Megawati, sambil tertawa.

Megawati mengaku keget dengan Kiai Ma’ruf yang sampai memikirkan hal terkecil agar jangan sampai membuat sesuatu yang kurang pantas.

Apapun itu, bagi Megawati, tawa dan kegembiraan seperti itu yang seharusnya mewarnai Pemilu 2019. Proses Pemilu, katanya, tak perlu dibuat tegang. Justru harus lebih banyak yang membuat tertawa.

“Kenapa kita tak tertawa seperti itu saja ya,” ujarnya.***/ebn