Tim Ahli Wapres Hadiri Upacara Ngaben Istri Tokoh Bali

Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Iskandar Mandji—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Iskandar Mandji menghadiri upacara ngaben istri dari Gde Sumarjaya Linggih di Denpasar Bali pada 10 Oktober 2019. Iskandar Mandji yang juga mantan Wakil Sekjen Golkar era Jusuf Kalla menjadi utusan khusus Jusuf Kalla guna memberi penghormatan terakhir kepada Oni istri anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang berpulang akibat sakit.

“Karena kepadatan waktu beliau, sehingga Pak Wapres tidak sempat menghadiri acara ngaben ini. Semula beliau sudah merencanakannya,” ujar Iskandar Mandji kepada wartawan di Bali.

Amarhumah Ida Ayu Ketut Onik Mindawati adalah istri Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih.

Menurut rencana upacara pengabenan ini akan berlangsung di Yayasan Krematorium Bebalang, Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

“Pak Wapres dan Ibu Mufidah menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ibu Onik. Keluarga pak JK mengenal dan bersahabat dengan baik dengan keluarga Pak Demer,” ungkap Iskandar Mandji, politisi senior kelahiran Parepare Sulawesi Selatan ini.

Diketahui, Ayu Onik Mindawati meninggal dunia di RS Bros Denpasar, Senin pada tangga 16 September 2019 pagi. Istri Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer ini menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker usus stadium 4.

Almarhum sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura, sebelum mendapatkan perawatan di RS Bros Denpasar hingga akhirnya tutup usia.

Ayu Onik Mindawati lahir pada 25 Mei 1971. Ia menikah dengan Sumarjaya Linggih, yang saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI. Dari pernikahan tersebut mereka  dikaruniai empat anak, masing-masing Ayu Denisa Linggih, Ayu Karina Linggih, AB Pratiksa Linggih, dan AB Arsadhana Linggih.***ebn

Ini Penjelasan Dirut BPJS Kesehatan Soal Penyesuaian Iuran

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris– foto jpp

JAYAKARTA NEWS— Berbagai informasi marak beredar seiring rencana pemerintah penyesuaikan iuran BPJS. Direktur Utama BPJS Fachmi Idris pun secara tegas memberikan penjelasan sebagai tanggapan atas informasi-informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Penjelasan itu disampaikan langsung Fachmi saat memberikan simpula atas pernyataannya selaku salah satu narasumber alam acara diskusi media FMB 9 dengan mengusung tema “Tarif Iuran BPJS” yang diselenggarakan di Kantor Kemenkominfo pada Senin (7/10/2019), Jakarta.

“Pertama, beredar di masyarakat bahwa DPR menolak kenaikan iuran PBJS. Itu saya tegaskan tidak benar. Disebutkan oleh DPR bahwa untuk penyesuaian tarif kelas 3 dapat diberlakukan dengan syarat cleansing data beres. Jadi menurut saya, kalimat tepatnya ya DPR menerima kenaikan iuran dengan syarat,” tuturnya. Demikian dikutip dari laman jaringan pemberitaan pemerintah.

Kemudian kedua, terkait informasi yang juga beredar luas di masyarakat, yakni bahwa penyesuaian iuran untuk kelas 1 bakal membebani, Fachmi mengatakan, bahwa itu sama sekali tidak tepat.

“Tidak ada maksud untuk membebani masyarakat. Bila dengan penyesuaian itu, peserta Kelas 1 harus menyisihkan 5.000 rupiah per hari. Kalau itu dirasa memberatkan, maka bisa 3.000 rupiah per hari, atau kalau masih terasa berat, maka bisa 1.800 rupiah per hari untuk Kelas 3,” tuturnya.

Lantaran itulah, Fachmi meminta, jangan dinarasikan kenaikan iuran 2 x lipat atau 100 persen. Sebab sebenarnya, dari penyesuaian itupun 73,63 persen sudah dialokasikan oleh pemerintah. “Sebab untuk Kelas 1 harusnya penyesuaian 270 ribu,” katanya.

Sementara itu yang ketiga, Fachmi menampik penyesuaian tarif akan memunculkan penurunan daya beli buruh. Sebab senyatanya, dia menjelaskan, hanya buruh yang memiliki pendapatan sekitar 8 juta hingga 12 juta, atau hanya 3 persen dari total, yang memiliki kewajiban untuk membayar iuran BPJS. Penjelasan keempat adalah soal terjadinya fraud masif yang mengakibatkan defisit BPJS. Menurut Fachmi, hal itu juga tidak tepat. Sebab, kata dia, nyatanya fraud yang terjadi kurang dari 1 persen.

Selanjutnya Fachmi juga menyampaikan bahwa penyesuaian iuran BPJS tidak memberikan pengaruh tersendiri bagi masyarakat miskin. Hal itu, menurut dia, karena masyarakat miskin yang jumlahnya sekitar 133 juta orang ditanggung oleh pemerintah. “Jadi dari 133 masyarakat miskisn, yang terdiri dari 95,38 juta, dan 37 juta di daerah, semuanya ditanggung oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah,” tandasnya.

Sementara dalam kesempatan diskusi tersebut  Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo juga memberi penjelasan. Menurutnya, Kementerian Keuangan telah menyiapkan sejumlah peraturan menteri untuk membantu BPJS menutup defisit, tanpa harus membebani rakyat. 

“Ada sekitar enam atau tujuh peraturan menteri keuangan (PMK) yang sudah disiapkan, bilamana perpres diterbitkan. InsyaAllah itu bisa membantu tutup defisit 2019 dan tidak membebani rakyat. Karena sudah dianggarkan di APBN dan APBD,” ujarnya.

Agar JKN terus berjalan dengan baik, katanya, ada dua pilihan utama lain yang juga harus dilakukan yakni perbaikan sistem dan manajemen JKN. Dan lainnya adalah penguatan peran kerja sama dengan pemerintah daerah. ***jpp/ebn

Pengamat Kesehatan: Hindari Defisit, Solusi Pembayaran Iuran BPJS harus Sistemik

Pengamat kesehatan Budi Hidayat (paling kanan) dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat bertema ‘Tarif Iuran BPJS’ di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatikan, Jakarta, Senin (7/10/2019)–foto humas

JAYAKARTA NEWS — Di dunia ini tidak ada makan siang yangg gratis. Demikian pula untuk bidang pelayanan kesehatan. Di negara manapun tidak ada pelayanan kesehatan yang gratis. Untuk itu, yang paling utama adalah bagaimana bentuk pelayanan kesehatannya.

Demikian disampaikan Pengamat Kesehatan Budi Hidayat dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Tarif Iuran BPJS” yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (7/10/2019), sebagaimana dikutip dari laman jaringan pemberitaan pemerintah.

“Saat ini, untuk pendanaan kesehatan, kalau kita tidak punya asuransi sosial atau komersial, akan mengalami persoalan sendiri. Karena, sakit bisa menimpa semua orang,” ujar Budi.

Melihat perkembangan yang ada di dunia jaminan sosial kesehatan di Indonesia, menurut Budi, kalau dicermati mekanisme asuransi ada dua hal. Ada yang wajib, yakni asuransi sosial yang merupakan program pemerintah terkait asuransi nasional yang bersifat wajib. Wajib untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Berikutnya adalah asuransi yang sifatnya sukarela, yakni asuransi komersial. Pertanyaanya bagaimana pemerintah menitikberatkan apakah akan menitikberatkan jaminan sosial yang sifatnya wajib atau asuransi komersial yang tidak wajib,” jelas Budi.

Budi menjelaskan, dalam asuransi sosial dan komersial, sumber pendanaan berasal dari peserta. Intinya, besaran nilai kontribusi harus cukup mendanai janji asuransi tersebut. Karena itu, harus bisa menghitung berapa angka yang dibutuhkan untuk pengeluaran kesehatan.

“Ada kompenen biaya yang masih kurang. Sejak 2014 hingga saat ini, semua dana yang masuk dipakai untuk biaya pelayanan kesehatan. Besaran iuran yang ditetapkan meleset jauh dari angka yang dihitung secara awal,” ungkap Budi.

Semestinya, Budi menjelaskan, hitung-hitungan sudah ada tapi tidak diakomodir. Sehingga defisit sudah ketahuan, sudah kelihatan. Angka-angka yang disampaikan sebagai contoh bahwa kita sudah tahu besaran manfaat yang dijanjikan JKN.

“Butuh X rupiah yang harus dishare bersama. Karena asuransi sifatnya wajib, maka semua pendiduk bisa masuk ke sana,” ucap Budi.

Maka, apa yang harus dilakukan pemerintah? Menurut Budi, yang pasti solusinya harus sistemik. “Benahi dulu manajerialnya. Itu wajib hukumnya. Benahi nilai iuran sesuai dengan janji. Kalau listnya sudah tahu, angka itu sesungguhnya sudah tahu sebelumnya,” ujarnya.

Hadir pula sebagai narasumber Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo, Kepala Pusat Pemberdayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kalsum Komaryani, dan Direktur Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Fachmi Idris.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube). ***jpp/ebn

World Cleanup Day 2019: Lions Club Berantas Sampah Plastik

Lion Club Indonesia lakukan bersih-bersih sampah plastik, Sabtu (21/9/2019)–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Sedikitnya 157 negara termasuk Indonesia mengadakan bersih bersih bersama guna memberantas sampah Plastik  yang mengancam kehidupan manusia. Bersih-bersih Lingkungan khususnya dari sampah plastik yang sulit di daur ulang ini merupakan concern negara-negara di dunia ini menuju zero waste.

‘’Program aksi  bersih bersih bersama atau World Clean Up Day tahun ini dijadikan momentum bagi  negara di dunia termasuk Indonesia dalam memberantas sampah plastik yang mengancam kehidupan manusia. Indonesia melakukannya di seluruh provinsi, khususnya DKI Jakarta digelar Lions Club Indonesia di lima wilayah Jakarta, Sabtu(21/9) kemarin’’ucap Erma Zein, Presiden Lions Club Magnolia.

Aksi Bersih-Bersih Dunia atau World Cleanup Day 2019 digelar di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (21/9)/2019). Sedikitnya ada  1.000 orang ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar serentak di lima wilayah kota di Jakarta ini.

Presiden Lions Club Magnolia Erma Zein mengatakan Aksi Bersih-Bersih Dunia itu tidak hanya digelar secara serentak di lima wilayah kota di Jakarta tapi juga di seluruh dunia.

Pada kesempatan itu masyarakat dari seluruh lapisan seperti komunitas, anak sekolah hingga anggota Lions Club yang turut berpartisipasi, jumlah mencapai hampir 1.000 orang. Selain memberikan edukasi masyarakat yang ada di sekitar lokasi, mereka juga mengajak mencari sampah dan memilahnya untuk kemudian dikumpulkan sesuai jenisnya.

“Kita mengajak teman-teman cari sampah, yang mana sampah plastik yang mana organik. Jadi ada penimbangan juga setelah kita ambil, setelah itu diberikan ke lingkungan kebersihan setempat,” ujar Erma Zein.

Hasilnya ada ratusan kilogram sampah yang dikumpulkan dari masyarakat saat kegiatan itu. Kedepan adanya kegiatan itu diharapkan bisa mengurangi penggunaan sampah plastik. “(Sampah) yang dihasilkan cukup banyak ratusan kilo, persisnya saya lupa, ada sampah plastik, ada sampah kertas, rumah tangga karena kita datangi rumah tangga sekalian edukasi,” katanya. 

Sementara itu, di wilayah Jakarta selatan misalnya,  terlihat beberapa warga Negara asing beserta keluarganya bergabung dengan sekitar 800 orang lainnya  turut memungut sampah,  memilahnya sesuai kategori yang ditetapkan,  melakukan pengumpulan dan penimbangan untuk kemudian dikirim ke bank sampah  supaya bisa dipilah pilah kembali  dan didaur ulang agar menghasilkan zero waste.

Peringatan World Clean Up Day-2019, kata Humas Lions Club Ernawati Siahaan, merupakan aksi bersih-bersih terbesar d dunia yang diharapkan mampu membawa perubahan  signifikan bagi lingkungan, sehingga  apa yang menjadi program pemerintah apapun bentuknya bisa terwujud dan terlaksana dengan baik apabila dilakukan secara bersama-sama. Bersinergi dengan  lembaga ataupun organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. Tahun  lalu Indonesia telah mendapatkan  penghargaan tingkat dunia terkait masalah  kebersihan  lingkungan.

Kegiatan  bersama  membersihkan lingkungan bahkan penghijauan dengan penanaman  pohon dilakukan   berbagai organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan  dan relawan serta perorangan yang jumlahnya mencapai 13 juta orang di seluruh Indonesia. Untuk ini, Lions Club   bergandengan tangan  dengan  pemerintah setempat guna  menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali yang ikut dalam aksi ini mengaku sangat mengapresiasi seluruh pihak.  Dirinya berharap ke depan kegiatan seperti ini rutin dilakukan. “Kebersihan itu sebagian dari iman,  maka kita harus menjaga kebersihan. Makanya pada aksi bersih-bersih ini kami bahagia sekali bisa berkumpul dengan 600 orang dalam satu titik ini, untuk sebuah acara Cleanup Day,  bersih-bersih Jakarta,” kata Marullah.

Menurutnya, banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan bersih-bersih ini, menunjukkan bahwa banyak yang peduli dengan lingkungan.

“Dulu paradigma di masyarakat , ‘buang lah sampah pada tempatnya’. Sekarang harus diubah menjadi ‘jangan nyampah, atau bawalah sampah mu ke rumah mu’. Dengan begitu, orang akan semakin enggan menyampah,” tambah Walikota Jakarta Selatan itu.

Sementara itu Vice District Governor 307A1 Lions Clubs Indonesia, Evi Pohan menyampaikan, hari ini adalah hari yang tepat sekali bagi member Lions Club International terutama Indonesia untuk bersama dengan seluruh dunia melakukan protect enviroment dengan aksi bersih-bersih.

“Kami berharap kegiatan yang dilakukan  para Lions ini bisa menjadi contoh bagi warga Jakarta, terutama mengenai bagaimana harus memelihara lingkungan hidup sekitar masing-masing.  Jika wilayah bersih tentu segala penyakit akan terhindar, “kata Evi Pohan.

Brian, salah seorang turis dari Australia, mengaku senang dengan kegiatan ini.  Ia menilai kegiatan bersih-bersih, harus bisa diterapkan setiap saat. “Kami sangat mendukung sekali kegiatan ini, karena bagus sekali, terutama untuk mengurangi sampah plastiknya. Makanya saat saat melintas ada aksi ini saya ikut sambil membawa kantong,” kata Brian. ***ks

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto: Politik Jalan Kebudayaan

Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan sejatinya politik adalah jalan kebudayaan. Perjuangan politik dan jalan kebudayaan harus berdiri tegak pada jalan ideologi.

Hasto Kristiyanto menegaskan hal tersebut saat memberikan materi pembekalan pada  kegiatan Pembekalan struktural DPD PDI Perjuangan DIY,  DPC PDI Perjuangan dan Fraksi PDI Perjuangan Kota Yogyakarta,  Sleman,  Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo, Minggu,  22/9/2019.

“Jogja punya tempat terhormat, dalam sejarah memiliki kontribusi besar pada perjuangan kemerdekaan, termasuk saat menjadi ibukota RI,” kata Hasto Kristiyanto.

Politik sebagai jalan kebudayaan punya makna bahwa kader harus tegak berdiri pada jalan ideologi. Setiap kader PDI Perjuangan harus sadar tugas ideologi.

Ada tantangan dan ancaman intoleransi cikal bakal radikalisme dan terorisme yang harus diselesaikan.

Hasto Kristiyanto menambahkan dalam bekerja berjuang untuk membawa kesejahteraan rakyat kader partai harus sadar tugas ideologi.

“Menjadi partai pemenang menuntut kita jauh lebih disiplin dan tertib, jadilah pelopor dalam berjuang,” kata Hasto Kristiyanto.

Jadi bagian dari partai pelopor  jelas menuntut tiap kader partai untuk berdisiplin, disiplin ideologi. Kerja politik yang dijalankan orientasi politik utamanya kesejahteraan rakyat.

“Itulah sebabnya PDI Perjuangan berpihak pada wong cilik. PDI Perjuangan selalu hadir, menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Hasto Kristiyanto.

Secara khusus, Hasto Kristiyanto dalam pembekalan kader partai ini menegaskan pentingnya bagi semua untuk disiplin teori.

Kader harus mau membaca, disiplin organisasi, disiplin gerakan, disiplin tindakan dan disiplin perilaku.

Di dalam merawat kepercayaan rakyat maka ke depan partai harus memperkuat struktur dan kader partai PDI Perjuangan harus mengikuti perkembangan jaman termasuk harus melek ideologi.

“Kemenangan pemilu harus bawa partai menjadi obor penerang, partai memimpin, partai yang selalu hadir di ruang rakyat. Tanggung jawab menyelesaikab masalah rakyat, menjadi orientasi kader PDI perjuangan,” kata Hasto Kristiyanto.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan dalam rangkaian konsolidasi partai,  seluruh kader partai selalu diajak untuk berkomitmen bergerak dalam satu tarikan nafas dengan rakyat.

Sebagai langkah perkuat konsolidasi SDM dan organisasi, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta beserta anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Yogyakarta telah lakukan kunjungan ke DPC PDI Perjuangan Solo untuk saling belajar dan berdialog.

“Struktur partai dan jajaran pengurus berkomitmen konsolidasikan partai, berjuang dan bergerak satu tarikan nafas dengan rakyat. PDI Perjuangan Kota Yogyakarta kita dorong selalu berkomitmen mempraktekkan Pancasila dalam kebijakan publik untuk wujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan. ***/ebn

Hore..! Tol Layang Jakarta-Cikampek hampir Selesai, Senin Uji Coba

Menteri PURR Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Kamis (20/09/2019)– foto BKP Kementerian PURR

JAYAKARTA NEWS—Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) sepanjang 36,4 km hampir selesai. Senin, 23 September mendatang sudah memasuki tahap uji coba beban. Rencananya, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini akan beroperasi pada November 2019.

Dikabarkan, progres konstruksi tol sepanjang 36,4 Km tersebut saat ini sudah mencapai 96,5%. “Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kita rencanakan pada November 2019, Insya allah bisa operasional,” kata Menteri PUPR Basuki  Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Japek II di KM 13, Kamis (19/9) siang.

Menteri PUPR, pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II itu merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini, sehingga menjadikan tol Layang Japek II ini juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

“Tol ini juga diiawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),” tegas Basuki. Sebelum dioperasikan akhir Noveber nanti, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimulono, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

Adanya Tol Layang Japek II diyakini akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya, serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II.

Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada PT. Jasa Marga, para kontraktor yakni PT. Waskita Karya, PT. ACSET dan PT. Bukaka dan konsultan Tol Layang Japek II yang dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target. Hal ini dikarenakan selain konstruksi layang, pekerjaannya dilakukan bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni Kereta Cepat Jakarta – Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail transit) dilakukan di atas jalan tol existing yang beroperasi.

“Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan tidak boleh ada pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal. Harmonisasi juga berhasil dilakukan,” kata Basuki.

Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan tersebut mengatakan PT.Jasa Marga mengusulkan Tol Layang Japek II digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus. “Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan, namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban dan seterusnya,” kata Desi. ***setkab/ebn

Soal Pengesahan UU KPK Hasil Revisi: Peserta Rapat Paripurna DPR Serentak Jawab ‘Setuju’

Ilustrasi–rapat paripurna–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Persetujuan tersebut diperoleh saat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memimpin Rapat Paripurna, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019). 

“Kami tanyakan kembali kepada seluruh anggota, apakah pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan tentang Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat disetujui dan disahkan menjadi undang-undang,” tanya Fahri kepada seluruh anggota DPR, serentak dijawab “setuju”, ketukan palu sidang menjadi pertanda pengesahan.

Pembahasan revisi UU KPK dibahas oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama dengan Pemerintah, sebelum pengesahan Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas dalam sambutannya menjelaskan, bahwa KPK merupakan bagian dari cabang kekuasaan pemerintahan. KPK termasuk dalam ranah kekuasaan eksekutif yang sering disebut sebagai lembaga-lembaga pemerintah.

“Dengan begitu dapat diletakkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga negara yang masuk dalam rumpun eksekutif yang melaksanakan tugas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi,” papar Supratman.

 Dia memaparkan dengan revisi undang-undang ini bukan berarti kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi diabaikan, justru  dengan adanya revisi dimaksudkan untuk penguatan, agar kegiatan KPK dalam menjalankan tugas dan wewenangnya semakin baik dan komprehensif.

Supratman juga mengungkapkan, dalam revisi ini pembaharuan hukum juga dilakukan dengan menata lembaga KPK, revisi ini juga menekankan penguatan tindakan pencegahan, sehingga timbul kesadaran kepada penyelenggara negara dan masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi yang dapat merugikan keuangan negara.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengucapkan terimakasih kepada seluruh Anggota DPR RI, dan kepada semua pihak yang telah bekerja menyelesaikan pembahasan revisi UU KPK.  

“Dalam kesempatan ini pula perkenankan kami mewakili Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat atas dedikasi dan kerja keras sehingga dapat menyelesaikan pembahasan rencana undang-undang ini,” ungkap Laoly. ***/dpr. go. id/ebn

Akibat Blokade Israel – Mesir: Industri Tradisional Gaza Lenyap

JAYAKARTA NEWS – Jalur Gaza, Palestina, pernah punya perekonomian yang maju pesat dan membuat masyarakat relatif sejahtera. Industri kerakyatan dan tradisional seperti keramik, gelas warna-warni, furniture bambu, bahkan karpet – berasal dari tradisi kuno – dan alas tidur tenun sempat lama berjaya.

Selama puluhan tahun industri tradisional ini menghidupi ribuan pekerja dan keluarganya dan jadi tulang punggung ekonomi Gaza. Produk-produk ini juga diekspor ke manca negara. Sekarang? Semua itu sudah jadi masa lalu dan seluruh industri ini sudah hampir punah.

Kendati harus juga diakui semua pelaku industri mengalami kemunduran besar setelah era globalisasi dengan diperhadapkan efesiensi produksi massal Tiongkok. Disisi lain blokade Israel dan Mesir selama 12 tahun juga ikut mempercepat punahnya industri tradisional Jalur Gaza.

“Ekonomi kami hancur. Kami tetap tinggal disini, tapi sangat sulit,” kata Abed Abu Sido, salah seorang perajin gelas sambil membalik-balik katalognya yang berisi gambar-gambar karya gelas atau kaca warna-warni.

Di bengkelnya, debu sudah menyelimuti gelas dan kaca — karya Abu Sido — dan dia perlu melap gelasnya agar cahaya indah berwarna terlihat kembali. Sementara kotak-kotak karton berisi gelas atau kaca, yang belum selesai, serta material lain menumpuk sampai ke atap.

Abu Sido mulai membuka bengkel gelasnya pada era tahun 1980-an. Dia menjual banyak karya gelasnya di toko-toko di Yerusalem (dibagian kota tua). Pada masa kejayaannya, dia bahkan sempat ikut pameran di Eropa.

Semua berubah sejak 2007, ketika Hamas menguasai Gaza hingga memicu Israel dan Mesir menutup perbatasan. Abu Sido terpaksa menutup bengkel gelasnya dan memecat ke 15 pekerjanya — setahun setelah peristiwa itu.

Israel menyatakan blokade diperlukan untuk mencegah Hamas mempersenjatai diri. Namun penutupan, pertempuran terus-menerus antara Israel lawan Hamas serta pergulatan kekuasaan Hamas dengan Otoritas Palestina, yang berkuasa. Semua ini menyebabkan kondisi sosial ekonomi di Gaza sangat sukar.

Israel sangat membatasi ekspor dan impor bahan baku industri ke Gaza. Disisi lain, tingkat pengangguran sudah mencapai lebih dari 50%. Akibatnya, sisi permintaan dari dalam Gaza lemah. Israel menuduh situasi ini karena Hamas.

Sejak awal 2019, Israel meluncurkan program percontohan mengijinkan perusahaan Gaza mengekspor. Namun para pengusaha menjelaskan setelah bertahun-tahun tidak bisa mengekspor ke luar negeri, mereka sudah kehilangan mitranya dan tidak bisa serta merta mengekspor produknya.

Di Khalaf Furniture dikenal luas menghasilkan produk bermutu furniture dari bambu dan rotan. Mereka mengekspor sofa, meja makan dan kursi-kursi ke Tepi Barat, Israel, Teluk Persia dan Amerika. Bisnis maju pesat sejak 1975 sampai terjadi peristiwa Intifada  kedua tahun 2000. Saat itu, Israel memberlakukan blokade terhadap Gaza hinga kondisinya memburuk. Pengusaha Tareq Khalaf menjelaskan para pelanggannya sudah mengalihkan pasokan ke pemasok lain bertahun-tahun lalu. Apalagi Hamas merapkan pajak terhadap bahan bakunya, yang mamin mempersulit upaya ekspor meski Israel sudah mengendurkan blokadenya, terutama untuk produk furniture. “Ini (pembuatan furniture) adalah profesi tradisional orang Palestina. Para pejabat pemerintah seharusnya menjadikan (industri furniture) sebagai prioritas. Mereka harus mendukung industri ini,”imbuhnya.

 Sementara itu, di pabrik keramik Atallah ada ribuan kendi, piring, gelas, vas bunga, dan lainnya teronggok di halaman pabrik.  Saat itu ada tiga pekerja mengerjakan berbagai produk keramik dan dua lagi sebagai pencampur bahan baku (tanah liat dan lainnya). Khairi Atallah, pemilik pabrik, menjelaskan ini semua adalah sisa-sia kejayaan ketika dia memperkerjakan lebih dari 50 orang. Dia menjelaskan, setelah blokade, dia tidak bisa lagi mengekspor produknya ke Tepi Barat dan Israel, yang menyerap 90% produk keramiknya sebelum blokade.

“Pendapatan sudah tidak memadai untuk meneruskan bisnis ini,” jelasnya. Dia juga mengatakan dia tetap meneruskan usahanya hanya karena ayahnya memintanya agar tidak menutup pabrik saat dia masih hidup.

Sementara Mahmoud Sawaf (73 tahun) percaya dia adalah sisa satu-satunya penenun karpet di Gaza. Dia tinggal dekat dengan kawasan turis dan para pekerja lembaga internasional membeli produknya dan memampukannya bertahan. Tikar murah telah membanjiri Gaza dan penduduk setempat tidak akam mampu membeli karpet buatan tangan. “Bahkan pada usia saya sekarang ini, saya tetap bekerja. Saya tidak akan berhenti,” tegasnya.

Oleh: Leo Patty

Sumber informasi: haaretz.com, AP

Jokowi Ingatkan Pimpinan KPK Bijak Dalam Bernegara

Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai membuka Munas ke XVI HIPMI di Hotel Sultan Jakarta, Senin (16/9/2019)–foto humas setneg

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga negara, institusi negara. Untuk itu, Presiden mengingatkan pimpinan KPK untuk bijak dalam bernegara. “Jadi saya sampaikan KPK itu lembaga negara, institusi negara. Jadi bijaklah dalam kita bernegara,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan, usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9) .

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi penyerahan mandat oleh Pimpinan KPK menyusul pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di DPR RI. Soal penyerahan mandat itu sendiri, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa dalam undang-undang KPK, tidak ada, tidak mengenal yang namanya mengembalikan mandat.

Yang ada itu, menurut Presiden, mengundurkan diri, ada, meninggal dunia, atau terkena tindak pidana korupsi. “Tapi yang namanya pengembalian mandat itu tidak ada,” ujar Presiden.

Sejak awal, lanjut Presiden, dirinya sudah menyampaikan tidak pernah pernah meragukan Pimpinan KPK yang sekarang. Presiden pun sudah menyebutkan berkali-kali, bahwa kinerja KPK itu baik.

Soal keinginan pimpinan KPK bertemu dirinya, Presiden Jokowi menyampaikan, kalau nanti sudah ada pengajuan (keinginan bertemu, red), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) biasanya akan mengatur waktunya.

Menurut Presiden, saat ini pemerintah sedang bertarung memperjuangkan substansi-substansi yang ada direvisi UU KPK yang diinisiasi oleh DPR. Seperti yang sudah disampaikannya beberapa waktu yang lalu. Revisi UU KPK itu, lanjut Presiden, ada di DPR. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi agar KPK tetap pada posisi kuat dan terkuat dalam pemberantasan korupsi. “Tugas kita bersama,” tegas Presiden Jokowi. ***setkab/ebn

Diskusi Kesehatan: Mewujudkan Puskemas Berkualitas Dalam Menerima Peserta BPJS

Ilustrasi–foto liputan6 com

JAYAKARTA NEWS—Di era jaminan kesehatan nasional (JKN) pelayanan kesehatan tak lagi terpusat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) tingkat lanjutan, namun pelayanan kesehatan harus dilakukan secara berjenjang sesuai kebutuhan medisnya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan.

Jadi, memiliki BPJS saja tanpa tahu mengimplementasikannya, ternyata bisa bahaya. Pasalnya, dalam implementasi sistem kesehatan nasional prinsip managed care diberlakukan, di mana terdapat 4 (empat) pilar, Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif.

Prinsip ini akan memberlakukan pelayanan kesehatan akan difokuskan di Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)/Faskes Primer seperti di Puskesmas, klinik atau dokter prakter perseorangan yang akan menjadi gerbang utama peserta BPJS Kesehatan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Untuk itu kualitas faskes primer ini harus dijaga, mengingat efek dari implementasi Jaminan Kesehatan nasional ke depan, bakal mengakibatkan naiknya permintaan (demand) masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena kepastian jaminan sudah didapatkan.

Jika FKTP/faskes primer tidak diperkuat, masyarakat akan mengakses faskes tingkat lanjutan sehingga akan terjadi kembali fenomena rumah sakit sebagai puskesmas raksasa.

Untuk itu, Yayasan Anak Bangsa Merajut Harapan yang dipimpin M. Kurnia Dwijayanto menggelar Diskusi penyamaan visi dan misi kemitraan Pemerintah dan Swasta di bidang Faskes Primer ini guna mewujudkan Puskemas berkualitas dalam menerima peserta BPJS guna merujuknya ke tingkat pelayanan selanjutnya.

Diskusi ini diadakan pada, Kamis, 19 September 2019 pukul 08.30 – 17.00 WIB di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue Jakarta. Program Heartprenueur Festival 2019 ini adalah inisiasi inovatif Yayasan Anak Bangsa Merajut Harapan, dibawah arahan Ketua Yayasan, M. Kurnia Dwijayanto. Rangkaian acara diskusi ini sebenarnya telah dimulai sejak 13 September lalu dan akan berakhir pada 21 September 2019.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan seminar dan lokakarya kesehatan guna mempromosi dan memobilisasikan informasi edukatif seputar kesehatan yang tidak biasa, jarang dikupas, bahkan tabu di masyarakat, hingga menjadi informasi edukatif yang interaktif.

Program Heartpreneur Festival 2019 didukung oleh Klinik Angsamerah yang juga sponsor utama acara ini, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Persatuan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB), UNAIDS serta  Clinton Health Access Initiative. ***/ks