200 Tahun Perang Diponegoro, Pameran NYALA Dibuka di Galeri Nasional Indonesia hingga 15 September

JAYAKARTA NEWS – Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro”, sebuah ruang interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri peristiwa besar di masa lalu.

Dengan menghadirkan karya seni klasik hingga kontemporer, pameran ini dikemas dengan sentuhan teknologi sehingga menciptakan pengalaman historis yang estetik sekaligus imersif.

Pameran NYALA ini berlangsung dari 22 Juli hingga 15 September 2025, dalam rangka menyambut 80 tahun Kemerdekaan RI serta memperingati dua abad pecahnya Perang Diponegoro (1825–1830).

Tema NYALA dipilih untuk menyalakan kembali ingatan akan keberanian, semangat juang, dan keteguhan hati sang pahlawan dalam melawan kolonialisme.

Lebih dari 33 karya dari 26 perupa tanah air dipamerkan, mulai dari lukisan, instalasi, patung, sketsa, hingga karya berbasis teknologi seperti augmented reality, video, dan seni imersif.

Tak hanya itu, sejumlah arsip bersejarah, naskah, koin, serta buku terkait Perang Diponegoro juga dipamerkan.

Salah satu karya paling ikonik adalah lukisan legendaris “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh, yang menjadi koleksi istana kepresidenan.

Selain itu, karya dari seniman besar seperti Basoeki Abdullah, Ugo Untoro, Irene Agrivina, hingga Jompet Kuswidananto juga turut dipamerkan.

Kurator pameran menekankan bahwa tema NYALA bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai perjuangan Diponegoro agar tetap relevan untuk generasi sekarang.

Perang Diponegoro dikenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia yang melibatkan ratusan ribu rakyat melawan kolonial Belanda selama lima tahun.

Dengan menghadirkan seni lintas generasi, pameran ini menjadi wujud komitmen untuk merawat memori kolektif bangsa serta menjadikannya sumber inspirasi dalam menjaga semangat kebangsaan.

Pameran berlangsung di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat dengan jadwal sebagai berikut:

  • Senin : 12.00 – 20.00 WIB
  • Selasa–Minggu : 10.00 – 20.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Anak-anak (3–12 tahun) : Rp25.000
  • Dewasa (13–60 tahun) : Rp50.000
  • Warga Negara Asing (WNA) : Rp100.000
  • Anak di bawah 3 tahun & lansia di atas 60 tahun : Gratis

Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro bukan sekadar suguhan karya seni, tetapi juga perjalanan mengenang sejarah perjuangan bangsa. Dengan kemasan modern, interaktif, dan penuh makna, pameran ini menjadi destinasi menarik bagi pecinta seni, sejarah, maupun wisata edukasi di Jakarta.***/mel

BRIN Sebut Tsunami Raksasa di Selatan Jawa Pernah Terjadi Berulang

JAYAKARTA NEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan tsunami raksasa di selatan Jawa memang pernah terjadi berulang dengan rentang waktu 600 – 1.200 tahun. Potensi nyata tsunawi di Jawa.

Sejak tsunami Pangandaran pada 2006, tim peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan serangkaian penelitian paleotsunami di berbagai lokasi di sepanjang pantai selatan pulau jawa.

“Secara historical atau yang pernah terjadi yang kita alami itu magnitudonya selalu di bawah 8. hasil perhitungan matematis oleh McCaffrey itu ya, bahwa perulangan gempa besar magnitudo 9 di selatan Jawa itu adalah setiap 675 tahun sekali,” ungkap Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Purna Sulastya Putera, dikutip Kamis (7/8/2025).

Lebih lanjut Purna menuturkan, pihaknya ingin buktikan adanya tsunami di selatan Jawa. Karena, jika terjadi gempa besar magnitudo 9, maka area yang terpatahkan itu bisa 900 kilo lebih.

“Itu artinya di seluruh selatan Jawa bisa terdampak,” tandasa Purna dalam forum Media Lounge Discussion (MELODI) di Jakarta, Rabu (6/8). 

Dari hasil penelitian dan studi paleotsunami, Purna mengatakan tim riset menemukan di antaranya di Lebak (Banten), terdapat lapisan pasir kaya mikrofauna laut dan bongkahan kayu di kedalaman kurang dari 1 meter yang bukan berasal dari rawa.

Selain itu ada juga temuan Mineral gloponid mengisi cangkang-cangkang dari foraminifera atau biota laut. Temuan branching coral atau coral bercabang dalam posisi berdiri yang tertimbun pasir. Diperkirakan berasal dari tsunami sekitar 400 tahun dan 3.000 tahun lalu.

Sementara itu, lanjut Purna, di Pangandaran (Jawa Barat) terdapat endapan tsunami berlapis, termasuk lapisan pasir bergelombang.

Hal tersebut, menurut Purna, mengindikasikan adanya dampak perubahan lingkungan yang berubah akibat uplift yang mengindikasikan telah terjadi gempa bumi dan tsunami yang besar.

Sedangkan di daerah Adipala, Cilacap (Jawa Tengah) pihaknya menemukan radiolaria, mikrofauna laut dalam yang jarang ditemukan, di dalam lapisan tsunami. Umurnya diperkirakan sekitar 1.800 tahun. 

Di Kulonprogo (DIY), tim peneliti paleotsunami menemukan lapisan berisi cangkang foraminifera, termasuk ‘baby foram’, sebagai bukti kuat transportasi material laut.

Tim menemukan ada tiga lapis paleo tsunami yang belum dilakukan dating. Umurnya diperkirakan lebih 1.800 tahun.

“Di Kulonprogo ini kita menemukan ada tiga lapis paleo tsunami yang sebenarnya hasil dating-nya atau umurnya kita belum tahu karena masih dianalisis,” ujar Purna.

BRIN berharap lapisan yang tengah dan paling atas itu itu lebih mudah dari 1.800 sehingga bisa merekonstruksi lebih detail perulangan dari tsunami raksasanya.

Sementara di Ujung Genteng (Jawa Barat) terdapat temuan lapisan pasir setebal 7 meter pada lingkungan rawa yang mengindikasikan tsunami berusia sekitar 4.300 dan 5.500 tahun.

Di Lumajang (Jawa Timur) juga terdapat lapisan pasir kontras di antara lapisan lempung yang umurnya sekitar 300–400 tahun. Diduga bukan bagian dari tsunami raksasa seperti di wilayah barat, tapi tsunami lokal.

“Bukti geologi keberadaan tsunami raksasa sudah ada. Tapi kita masih harus melakukan analisis lebih detil untuk memahami frekuensi dan dampaknya secara menyeluruh,” ujar Purna.

Purna mengakui tantangan terbesar bukan hanya mengidentifikasi keberadaan tsunami masa lalu, tetapi juga mengungkap karakteristiknya secara rinci.

“Kita belum bisa menjawab berapa jumlah gelombang tsunami masa lalu, seberapa besar genangannya, hingga berapa lama waktu evakuasi yang tersedia. Ini yang akan kita analisis lebih lanjut untuk mengetahui karakteristiknya,” jelas Purna.

Dengan semakin padatnya wilayah selatan Jawa, Purna menyebutkan diperkirakan hingga tahun 2030 sebanyak 30 juta penduduk dapat terekspos tsunami di selatan Jawa.

Jalan dan infrastruktur yang kini terhubung ke pesisir selatan dapat memperbesar risiko dampak bencana.

Oleh karena itu, Purna juga menekankan bahwa studi paleotsunami sangat krusial dalam mendesain sistem mitigasi dan peringatan dini serta menjadi catatan bagi pemerintah baik pusat maupun daerah dalam melakukan pembangunan di wilayah pesisir selatan jawa, yang saat ini semakin berkembang. (yog)

Mengenang 200 Tahun Perang Jawa, Wamensos Ajak Perkuat Jati Diri Bangsa

SLEMAN, JAYAKARTA NEWS – Wakil Menteri Sosial (Wamenos) Agus Jabo Priyono mengajak masyarakat untuk kembali menemukan dan memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Ajakan ini disampaikan saat menghadiri Umbul Donga Mengenang 200 Tahun Perang Jawa di Java Village Resort, Sleman, Yogyakarta pada 17 Juli 2025. 

Dalam sambutannya, Agus Jabo menegaskan bahwa sebelum Indonesia merdeka, berbagai daerah di nusantara telah lebih dulu berjuang melawan penjajahan. Salah satunya melalui kepahlawanan Pangeran Diponegoro yang memimpin Perang Jawa (1825-1830), sebuah perlawanan besar yang menjadi simbol kebangkitan melawan dominasi kolonial. Perang yang berlangsung selama lima tahun itu menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah kolonial di Nusantara, dengan korban besar di pihak rakyat Jawa maupun Belanda, sekaligus menunjukkan perlawanan berbasis nilai spiritual dan kultural. 

Agus Jabo menilai perjuangan Pangeran Diponegoro tidak sekadar melawan penjajahan, tetapi juga mempertahankan jati diri bangsa. Menurutnya, jati diri itu penting untuk menentukan arah masa depan bangsa Indonesia. 

“Jati diri bangsa kita seperti apa? Itu yang harus kita temukan jika ingin memiliki masa depan yang jelas,” ujar Agus Jabo di hadapan para tamu undangan, budayawan, tokoh masyarakat, dan generasi muda yang hadir dalam acara tersebut. 

Lebih lanjut, dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi dan pencarian jati diri sebagai bangsa yang besar. 

“Saya pribadi mengajak para sepuh, para senior, kaum muda kita untuk harus segera menemukan siapa kita ini supaya secepatnya kita bangkit. Bangkit menjadi negara yang hebat,” serunya. 

Melalui momentum Umbul Donga ini, Agus Jabo berharap nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan spiritualitas yang diwariskan para pahlawan seperti Pangeran Diponegoro dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun bangsa yang bermartabat dan berdaulat di masa depan. 

Acara Umbul Donga diisi dengan doa bersama bagi para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan, refleksi sejarah, serta pertunjukan budaya yang mengangkat semangat perjuangan Perang Jawa.***/mel

Sejarah dan Ragam Motif Batik Betawi, Berkembang dari Masa ke Masa Dipengaruh Budaya Negara dan Daerah Lain

JAYAKARTA NEWS – Kendati identik dengan Jawa Tengah, setiap daerah di Indonesia punya budaya batik masing-masing, tak terkecuali Betawi.

Berbeda dengan batik dari daerah lain, belum banyak yang mengetahui tentang batik Betawi.

Alih-alih batik Betawi, orang lebih mengenal baju pangsi dan kebaya encim. Ini sejarah dan ragam batik Betawi dikutip dari Ragam BUMN, Senin (23/6/2025).

Berkembang awal abad 19
Batik betawi diperkirakan muncul sejak awal abad 19.

Di masa itu, untuk sehari-hari perempuan Betawi mengenakan kebaya yang terpengaruh gaya busana peranakan.

Mereka memesannya dari luar wilayah Batavia, kebanyakan dari Pekalongan dan Solo.

Kala itu industri batik di Pekalongan dan Solo sudah maju pesat.

Ini mendorong pengusaha Tionghoa di Batavia mengundang pengusaha batik di Pekalongan dan Solo.

Pengrajin dan pengusaha ini dipanggil untuk membantu bisnis batik.

Industri batik Betawi tumbuh di daerah Bendungan Hilir, Karet Tensin, Kebon Kacang, dan Palmerah.

Gaya pesisiran
Salah satu ciri khas batik Betawi di warna-warna yang lebih cerah dibandingkan batik Solo dan Yogyakarta.

Warna yang selalu muncul pada batik betawi adalah merah, hijau, orange dan kuning.

Ini dipengaruhi gaya batik pesisiran, seperti Pekalongan, Cirebon, Madura, dan Banyuwangi.

Tentu saja ada sedikit perbedaan dalam motif-motif yang dihasilkan.

Motif batik Betawi terpopuler adalah motif pucuk rebung yang dipengaruhi batik Lasem dan songket Melayu.

Pucuk rebung (batang bambu) memiliki makna mendalam bagi masyarakat Betawi.

Yakni, lambang keseimbangan hidup antara manusia, alam sekitar dan Sang Pencipta.

Motif lain yang tergolong klasik adalah tumpal yang berbentuk segitiga dan dipasang di ujung kain batik.

Bentuk tumpal atau cagak ini terinpirasi bentuk gunung.

Orang Betawi percaya gunung adalah lambang kekuatan sekaligus menolak bala.

Motif ondel-ondel
Di awal abad 20, motif batik betawi berkembang lebih pesat lagi.

Inspirasinya diambil dari sejarah Batavia dan kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.

Misalnya saja motif salakanagara yang mengambil inspirasi dari Gunung Salak.

Dipercaya gunung ini memiliki kekuatan menjaga daerah Batavia.

Ada juga motif nusa kelapa yang terinsiprasi dari nama asli Jakarta sebelum Sunda Kelapa dan Batavia.

Nama Nusa Kelapa digunakan Prabu Siliwangi (sekitar abad 14) untuk membuat Peta Ciela.

Pertengahan abad 20 hingga kemerdekaan, muncul motif yang lebih kontemporer.

Seperti motif bangunan di Jakarta. Misalnya Monas, Masjid Istiqlal dan banyak lagi.

Motif yang tidak kalah unik adalah ondel-ondel dan tanjidor.

Batik dengan motif ini menambahkan warna cerah lainnya, seperti biru, merah dan jingga.***/mel

Sejarah Panjang Kawasan Glodok, Dari Asal Nama Hingga Latar Belakangnya Menjadi Pecinan

JAYAKARTA NEWS – Jauh sebelum menjadi pusat elektronik, Glodok lebih dulu sebagai daerah pecinan.

Di Glodok terdapat kawasan Petak Sembilan dan Pancoran Glodok yang dipenuhi pedagang kuliner.

Dari zaman VOC pun Glodok sudah merajut sejarahnya sendiri hingga akhirnya menjadi pusat perdagangan.

Berikut sejarah menarik tentang Glodok, dikutip dari Ragam BUMN, Senin (23/6/2025).

Pintu masuk pulau
Nama Glodok dipercaya diambil dari Bahasa Sunda golodog yang artinya pintu masuk.

Ini merujuk pada kondisi saat itu, Sunda Kelapa jadi pintu masuk orang-orang ke Kerajaan Sunda.

Pada masa tersebut Sunda Kelapa memang lebih banyak didominasi orang Sunda.

Setelah kehadiran banyak orang Betawi dan asing lainnya, kata golodog diucapkan menjadi glodok.

Versi lain, arkeolog mengatakan nama glodok diambil dari nama pancoran atau pancuran air di sekitar daerah tersebut.

Sekitar abad 16, ada waduk penampungan air sungai Ciliwung yang mengalir lewat sebuah pancuran.

Air yang mengalir menghasilkan suara geluduk-geluduk.

Penduduk setempat kemudian menamai daerah tersebut dengan glodok.

Kawasan khusus pecinan
Glodok menjadi daerah Pecinan setelah terjadinya peristiwa pembantaian Tionghoa tahun 1740.

Peristiwa pembunuhan besar-besaran oleh pemerintah Hindia Belanda itu dikenal dengan nama Geger Pecinan.

Setelah itu, untuk bisa mengatur dan mengawasi lebih ketat kelompok ini, Belanda menempatkan orang Tionghoa di daerah Glodok.

Di pemukiman ini mereka bisa mendirikan rumah, berbisnis dan melakukan aktivitas sosial lainnya.

Pintu masuk ke kawasan Petak Sembilan, Glodok, jakarta. (Instagram/@evan.sandjaja via jatimnetwork.com)

Belanda juga membuat aturan, hanya di daerah tersebut orang Tionghoa boleh membangun rumah.

Kelompok tersebut perlu izin khusus bila ingin keluar dari kawasan pecinan.

Belanda juga memilih seorang Kapitan Tionghoa untuk mengawasi keteraturan dan keamanan di kawasan.

Kawasan ini hingga masa kemerdekaan dan sampai sekarang berubah menjadi daerah pecinan.

Pusat perdagangan elektronik terbesar
Munculnya radio, televisi, lemari es, dan produk eletronik di tahun 1970-an mengubah Glodok jadi pusat elektronik.

Saat itu perekonomian masyarakat mulai membaik dan permintaan barang-barang elektronik meningkat.

Ini yang pada akhirnya membuat banyak toko elektronik tumbuh subur di Glodok.

Tahun 1990-an, Glodok Plaza menjadi salah satu pusat perdagangan elektronik terbesar di Asia Tenggara.

Sayangnya setelah era digital secara perlahan pesona Glodok mulai redup.

Orang beralih membeli online dan mencari barang-barang digital.***/mel

Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta

JAYAKARTA NEWS – Sejak zaman kolonial Belanda, Jakarta, dulu masih bernama Batavia, sudah menjadi kota dengan fasilitas nomor satu.

Sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, segala bisa ditemukan di Jakarta, termasuk tempat hiburan dan wisata.

Di masa itu, di Jakarta sudah berdiri hotel mewah, tempat belanja, wisata, dan hiburan.

Kini kebanyakan dari tempat-tempat itu sudah tinggal kenangan saja.

Gedung Societeit de Harmonie didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk. (Woodbury & Page, Photographers Java via Kompasiana.com)

1. Gedung Harmoni
Dulu dikenal dengan nama Societeit de Harmonie, merupakan tempat kumpul sosialita di Batavia.

Orang-orang Eropa yang sedang bertandang ke Batavia juga akan bergaul di tempat tersebut.

Gedung Harmoni didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk.

Di gedung ini dulu sering diadakan pesta besar. Tak sedikit kaum bonafide yang mencari jodoh di situ.

Lokasi Societeit de Harmonie di antara Jalan Veteran dan Majapahit.

Sekarang tidak ada sisa sedikit pun dari Gedung Harmoni.

Tahun 1985, gedung dirobohkan untuk pelebaran jalan dan tempat parkir kantor Sekretariat Negara.

Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya. (commons.wikimedia.org/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of Worl)

2. Hotel des Indes
Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya.

Dinamakan Hotel des Indies atas saran Multatuli.

Hotel seluas 1,3 hektare di jalan Gajah Mada, Harmoni.

Salah satu signature-nya adalah menu makan siangnya.

Disajikan dengan konsep rijsttafel yang menghidangkan sampai 57 lauk pauk.

Hotel ini pun pernah jadi tempat perjamuan tamu negara sebelum berdirinya Hotel Indonesia (sekarang Hotel Kempinspki).

Setelah kemerdekaan Indonesia, Hotel des Indes mengalami krisis pemasukan.

Akhirnya tahun 1971 hotel dihancurkan dan diganti menjadi Pertokoan Duta Merlin.

Di zaman dulu hanya orang dengan jabatan penting yang bisa menikmati hiburan di Theater Schouwburg Weltevreden (sekarang Gedung Kesenian Jakarta). (kfmap.asia)

3. Gedung Kesenian Jakarta
Saat mencari hiburan, sosialita dan pecinta seni di zaman Belanda pergi ke Gedung Kesenian Jakarta.

Berada di jalan Pos, Pasar Baru, gedung ini didirikan tahun 1821 sebagai gedung konser.

Dulu bernama Theater Schouwburg Weltevreden atau Gedung Komedi. Arsitekturnya bergaya neo-renaisans.

Gedung ini sengaja dirancang untuk pertunjukan seni sehingga balkon dan tata akustik pun disesuaikan.

Di zaman dulu hanya orang dengan jabatan penting yang bisa menikmati hiburan di Theater Schouwburg Weltevreden.

Sekarang Gedung Kesenian Jakarta masih digunakan kesenian dan sudah masuk ke bangunan cagar budaya juga.***/mel

Malaikat atau Pengkhianat: Kisah Ashraf Marwan dan Bayangan Perang Abadi

Kabut pagi masih menyelimuti London ketika suara benturan keras mengagetkan warga Carlton House Terrace. Seorang pria berkulit sawo matang dengan setelan jas mewah terbujur tak bernyawa di trotoar. Tak seorang pun menyangka, pria itu adalah Ashraf Marwan – mantan menantu Presiden Mesir Gamal Abd. Nasser, diplomat ulung, dan mata-mata paling kontroversial dalam sejarah Timur Tengah. Kematiannya yang misterius menjadi penutup dramatis bagi kehidupan seorang lelaki yang selama puluhan tahun bermain dengan api di antara dua dunia yang saling bermusuhan.

Dua Wajah Sang Malaikat

Di balik senyum ramahnya sebagai anggota elite Mesir, Marwan menyimpan rahasia besar. Film The Angel (2018) menggambarkan dengan apik bagaimana ia berlari di lorong-lorong gelap Kairo, dokumen rahasia tergenggam erat di tangan. Adegan itu menjadi metafora sempurna untuk kehidupan gandanya – seorang diplomat terhormat di siang hari, mata-mata misterius di malam hari.

Uri Bar-Joseph dalam bukunya The Angel: The Egyptian Spy Who Saved Israel bersikukuh bahwa Marwan adalah aset terpenting Mossad. Dialah yang memberikan peringatan dini tentang serangan Mesir-Suriah dalam Perang Yom Kippur 1973, meski peringatan itu sempat diabaikan oleh Perdana Menteri Israel Golda Meir. Tanpa informasi dari Marwan, Israel mungkin sudah jatuh ke tangan musuh.

Namun Ahron Bregman membalik narasi ini dalam The Spy Who Fell to Earth. Menurutnya, Marwan adalah agen ganda yang sengaja menipu Israel dengan informasi setengah benar. Ia bagian dari skenario besar Anwar Sadat untuk membuat Israel lengah. Kematiannya di London, tegas Bregman, adalah pembalasan dendam Mossad atas pengkhianatan itu.

Gamal Abd. Nasser, putrinya Mona dan Ashraf Marwan

Permainan Catur Intelejen

Di Markas Mossad, Oktober 1973, suasana tegang menyelimuti ruang operasi. Pesan dari Marwan, yang mereka beri kode nama “The Angel”, tiba dengan tergesa-gesa: “Perang akan dimulai 6 Oktober, hari Yom Kippur.”

Tapi ada yang mengganjal. Informasi itu terlalu umum. Tidak ada rincian tentang titik serangan, kekuatan pasukan, atau strategi tempur.

“Apakah ini jebakan?” tanya seorang analis muda.
“Ataukah dia sedang diincar musuh sehingga tidak bisa memberikan informasi lengkap?” sahut yang lain.

Pertanyaan itu terus menggantung hingga puluhan tahun kemudian, ketika dokumen rahasia Mesir bocor ke publik. Ternyata, Anwar Sadat memang sengaja memanipulasi arus informasi.

Kematian yang Dirancang Sempurna

London, musim panas 2007. Marwan yang sudah pensiun hidup tenang sebagai pengusaha sukses. Tapi ketenangan itu buyar ketika ia mulai menulis memoar.

“Saya tahu terlalu banyak,” bisiknya kepada seorang jurnalis minggu sebelum kematiannya.

Lalu, di suatu pagi yang kelabu, tubuhnya ditemukan di bawah balkon apartemen mewahnya. Apakah ini bunuh diri karena tekanan hidup sebagai buronan? Atau pembunuhan profesional yang dirancang untuk membungkamnya selamanya?

Warisan yang Terbelah

Kisah Marwan menjadi cermin retak konflik Timur Tengah. Di Israel, sebagian menganggapnya pahlawan, sementara yang lain menyebutnya pengkhianat. Di Mesir, namanya dihapus dari buku sejarah resmi.

Sementara itu, perdamaian di Timur Tengah tetap menjadi mimpi yang tak kunjung terwujud. Israel masih bergantung pada intelijen untuk menghadapi ancaman Hamas dan Iran. Palestina terjepit dalam permainan politik global.

“Dalam dunia mata-mata,” kata seorang veteran Mossad yang enggan disebutkan namanya, “kebenaran sering kali menjadi korban pertama yang tak pernah mendapat penguburan layak.”

Dan Marwan? Ia telah pergi membawa semua rahasianya. Seperti perdamaian di Timur Tengah, kebenaran tentang dirinya mungkin akan selamanya menjadi misteri yang terkubur dalam-dalam. (smi••)

Peringati Hari Paskah dengan Tradisi Kuno Semana Santa yang Sudah Dipraktikkan Berabad-abad

JAYAKARTA NEWS – Penduduk Spanyol mayoritas beragama katolik dan merayakan Paskah dengan meriah.

Dikutip dari Kabar BUMN, Jumat (18/4/2025), Perayaan Paskah di Spanyol bisa berlangsung selama seminggu, salah satu tradisinya Semana Santa.

Semana Santa merupakan minggu suci yang dirayakan pada masa pra Paskah.

Perayaan ini berlangsung selama tujuh hari dengan puncak acara jatuh tepat pada hari Paskah.

Penghitungan tanggalnya tidak pasti karena menyesuaikan dengan kalender masa pra-paskah.

Biasanya berlangsung antara bulan Maret dan April.

Semana Santa sudah berlangsung sejak abad pertengahan.

Namun tata cara upacara dan tradisi yang digunakan sekarang baru dilakukan mulai tahun 1521.

Pada masa itu Marques de Tarifa (salah satu bangsawan di Spanyol) baru kembali dari Yerusalem.

Samana Santa bentuk Via Crucis (Jalan Salib) di Spanyol. Praktek ini meliputi prosesi hening sepanjang jalan. (Wikipedia/Salamanca – 26)

Terinsiprasi dengan yang dilihatnya di sana, ia memperkenalkan Via Crucis (Jalan Salib) di Spanyol.

Praktek ini meliputi prosesi hening sepanjang jalan.

Peserta prosesi juga berhenti sejenak pada titik simbolik tertentu yang merefleksikan perjalanan Yesus menuju penyaliban.

Prosesi keliling kota
Ada serangkaian acara yang berlangsung selama Semana Santa, sebagian besar dilakukan di gereja.

Tapi yang paling ditunggu adalah prosesi keliling kota pada Sabtu, sehari sebelum Paskah.

Pada awal penyelenggaraan Semana Santa, jalur prosesi yang dilakukan sering berganti-ganti.

Sejak awal abad ke 17, prosesi lebih terorganisir. Iring-iringan diiikuti beberapa paroki atau ordo.

Prosesi dilengkapi pasos atau tandu yang sudah dihias. Para wanita mengenakan kerudung hitam.

Lalu sejumlah anggota gereja mengenakan jubah pertobatan dan tudung kepala berbentuk kerucut.

Setiap iringan membawa tandu dengan patung Bunda Maria dan Salib Yesus yang didekor cantik.

Sejumlah anggota gereja yang mengenakan jubah pertobatan dan tudung kepala berbentuk kerucut (Pixabay)

Tandu ini umurnya sudah mencapai ratusan tahun dan hanya dikeluarkan saat Semana Santa.

Prosesi mengikuti jam Yesus ditangkap di taman sampai disalibkan. Prosesi berlangsung dua kali.

Pertama dimulai sore sekitar jam 17.30 dan kemudian dini hari sekitar jam 2.30 pagi.

Menyalakan lilin sepanjang jalan
Prosesi Semana Santa bisa diikuti siapa saja.

Jauh-jauh hari sebelum perayaan berlangsung, rute Semana Santa sudah diinformasikan.

Pengunjung bisa berdiri dan menunggu di rute yang sudah ditentukan.

Karena ini bagian dari prosesi keagamaan, maka kebanyakan yang datang sekaligus beribadah.

Jalanan dipenuhi aroma dupa.

Banyak dari pengunjung membawa lilin dan dinyalakan selama prosesi berlangsung.

Ketika tandu lewat, mereka akan berdoa dan mengucapkan permintaan tertentu.***/mel

Tahun Ini 4 Titik Sekolah Rakyat Berdiri di Sumut, Salah Satunya di UINSU

TEBING TINGGI, JAYAKARTA NEWS – Sekolah Rakyat dipastikan akan mulai berjalan di Sumatera Utara pada tahun ajaran 2025-2026. Lokasinya di Gedung UIN Sumatera Utara (UINSU), dua sentra milik Kementerian Sosial dan satu lagi gedung milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarananya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung ke Sumatera Utara. 

“Kami dengan Pak Gubernur hari ini melihat secara langsung, dan kita tahu ini sebenarnya sangat layak untuk dimulainya Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul di gedung UINSU, Jumat (11/4/2025).

Ia menuturkan gedung UINSU merupakan satu dari empat titik yang rencananya tahun ini sudah bisa memulai Sekolah Rakyat.

Untuk gedung UINSU sendiri hanya memerlukan sedikit renovasi. Perbaikan ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Nanti akan kita coba hitung melalui Kementerian PU,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) dan Wali  Kota Tebing Tinggi akan membahas lebih detail tentang jenjang pendidikan yang akan diterapkan. Begitu juga dengan perencanaan, penganggaran, dan pengawasannya.

“Yang juga penting secara simultan harus kita siapkan proses rekrutmen siswa, guru, dan hal-hal lain yang diperlukan,” ujarnya. 

Selain renovasi, Gus Ipul juga menilai gedung UINSU juga memerlukan perluasan lahan. Sehingga, sesuai arahan Presiden Prabowo, bisa menampung sampai 1.000 siswa. Untuk saat ini diperkirakan fasilitas yang ada hanya mampu menampung dua kelas.

“Tadi Pak Wali Kota Insya Allah akan mencoba sekuat tenaga bersama DPRD di sini melakukan upaya-upaya memperluas lahan,” katanya. 

Menurutnya, program Sekolah Rakyat hanya bisa berhasil bila ada kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Saya datang ke sini, mohon dukungan gubernur, bupati dan wali kota agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat bisa dimulai tahun ini dan dikembangkan di tahun mendatang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumut, Bobby Nasution berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mensos Saifullah Yusuf yang sudah menjadikan Sumut sebagai bagian dari program Sekolah Rakyat. 

“Ini Insya Allah akan masuk dari tahap pertama program awal di tahun 2025 ini, kami berterima kasih,” katanya. 

Ia menyebut Provinsi Sumut mengusulkan 21 pembangunan Sekolah Rakyat. Tapi, pelaksanaannya memang tidak bisa semua dilakukan tahun ini karena kendala syarat lahan. 

“Kabupaten/kota mau menyediakan lahannya, mudah-mudahan bisa masuk tahap kedua,” katanya. 

Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih mengatakan saat ini gedung UINSU baru memiliki lahan seluas 2,3 hektare. Ia menyanggupi untuk memperluas lahan hingga 5 hektare. 

“Bisa kita penuhi, kita realisasi. Saya harap bisa terwujud,” katanya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Nurhayati mengatakan gedung yang akan digunakan sebagai Sekolah Rakyat merupakan hibah dari pemerintah kota Tebing Tinggi. Menurutnya, bangunannya cukup representatif untuk bisa menjadi Sekolah Rakyat. 

“Keinginan Mensos bisa dilaksanakan Juli ini. Bismillah atas dukungan gubernur dan wali kota Tebing Tinggi,” katanya.***/mel

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Sehat dan Cerdas

JAYAKARTA NEWS – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia terletak pada kualitas generasi mudanya. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan pemenuhan gizi setiap anak Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anak-anak kita adalah masa depan kita. Anak-anak kita tidak boleh ada yang lapar. Anak-anak kita tidak boleh ke sekolah dengan perut yang kosong. Ini tekad pemerintah yang saya pimpin,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peresmian Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Maret 2025.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG yang sudah berjalan sejak Januari 2025 yang lalu telah memberikan manfaat bagi 3 juta anak. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah penerima manfaat program MBG tersebut.

“Insyaallah rencana kita akhir tahun ini semua anak-anak Indonesia dan semua ibu hamil akan mendapat makan tiap hari. Ini adalah nanti jumlahnya 82,9 juta penerimaan manfaat. Salah satu program terbesar di dunia,” ucap Presiden.

Selain MBG, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, yang kini dianjurkan dilakukan satu kali dalam setahun setiap hari ulang tahun warga negara. Presiden pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan tersebut.

“Saya dapat laporan masih banyak yang belum mau periksa kesehatan. Mungkin takut hasilnya. Justru harus tahu supaya dilakukan langkah-langkah dini,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga berpesan langsung kepada anak-anak Indonesia agar menjauhi pengaruh negatif, khususnya di era digital yang serba terbuka. Presiden menekankan bahwa seluruh kebijakan dan program pemerintah saat ini ditujukan untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

“Hati-hati semua anak-anak, jangan ikut-ikut hal-hal yang negatif. Kalian harus belajar yang baik, masa depan Anda cerah, masa depan Indonesia cerah. Dan ini semua, kita di sini semua adalah untuk bekerja menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik,” tutur Presiden.

Melalui berbagai program prioritas tersebut, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat pemerintahannya dalam membangun fondasi generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.***/mel