Hasto: Pemilu 2019 adalah Bicara Soal Masa Depan Indonesia

Hasto bersama Relawan Arus Bawah di Banyuwangi–foto istiemwa

Ribuan anggota Arus Bawah Jokowi mengikuti konsolidasi dan pembekalan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin wilayah Jawa Timur, Minggu (27/1) malam.

Acara yang dilakukan di aula Hotel Mahkota, Banyuwangi itu, dihadiri oleh Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto. Hadir bersamanya Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat hadir bersamanya. Keduanya memang sedang melakukan Safari Kebangsaan VI menyusuri wilayah ‘tapal kuda’ Jawa Timur.

Di hadapan para anggota Arus Bawah Jokowi di Banyuwangi, Hasto mengatakan, memenangkan Jokowi-Ma’ruf adalah memperjuangkan masa depan Indonesia. Sebab sejak Jokowi memerintah, 93 juta lebih rakyat Indonesia menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). 13 jutaan warga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Belum lagi penerima Program Keluarga Harapan, program Dana Desa, dan lain-lain.

“Pemilu 2019 adalah bicara soal masa depan Indonesia, soal 93 juta penerima KIS, 13 juta penerima KIP, dan lain-lain. Pak Jokowi adalah tetesan keringat kita di Pemilu 2014 lalu. Ketika Pak Jokowi menang, ekonomi rumah tangga jadi lebih baik,” beber Hasto.

Tak heran banyak tokoh yang mendukungnya. Di Jawa Timur, mantan gubernur Soekarwo hingga gubernur saat ini Khofifah Indar Parawansa juga mendukung. Bahkan La Nyalla Matalitti, yang meminta maaf karena 2014 lalu ikut memfitnah Jokowi, kini juga bergabung.

“Malam ini akan jadi saksi bagaimana elemen Arus Bawah mengikrarkan diri mendukung Jokowi, disertai niatan suci untuk ibu pertiwi,” kata Hasto.

Sementara Djarot mengatakan menanyai para peserta acara itu soal program KIP, KIS, dan PKH. Ternyata, banyak dari peserta sebagai penerima program. Ketika Djarot bertanya apakah mereka ingin program-program itu berhenti, semua kompak dan serempat menjawab ‘lanjut’.

“Nah kalau begitu, mari kita semua bekerja keras memenangkan Pak Jokowi,” kata Djarot.

Ketua Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas, mengatakan bahwa kelompok relawan itu solid mendukung pemenangan Jokowi. Keberadaan mereka adalah bukti bahwa semua yang dijanjikan Jokowi pada pemilu 2014 lalu sebenarnya sudah direalisasikan. “Kalau ada yang masih kurang, kita beri kesempatan untuk beliau lanjutkan di periode berikutnya,” kata Umbas.

Setelahnya, Umbas bersama para anggota Arus Bawah Jokowi, mengucapkan ikrar dan deklasi. Berikut isinya.

“1. Kami putra-putri Ibu Pertiwi terpanggil untuk menyatukan tekad dan merapatkam barisan dalam satu wadah Relawan Arus Bawah Jokowi.

2.Kami membulatkan tekad untuk bekerja sepenuh hati mengkampanyekan keberhasilan Presiden Jokowi secara santun dan bermartabat, serta melawan semua bentuk hoaks, fitnah, dan politik kebohongan.

3.Kami siap bergerak dan bekerja sungguh-sunggung memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk Indonesia Maju, adil dan sejahtera.” ***/ebn

Sah, Habaib Jatim Dukung Jokowi – KH Ma’ruf `

foto-istimewa

Ratusan habib di Jawa Timur mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.

Deklarasi dibacakan di hadapan Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf, Hasto Kristiyanto. Di saat itu, hadir juga Ketua DPP PDIP Djarot Saipul Hidayat dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, bertempat di Restoran Karisma, Situbondo, Jatim, Minggu (27/1). Demikian rilis yang diterima redaksi.

“Kami habib yang hadir di sini solid mendukung Bapak Ir Haji Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai capres dan cawapres 2019-2024,” kata Habib Thoha bin Hadun Almuhdar membacakan deklarasi.

“Kami mendukung beliau karena beliau bekerja nyata dan sudah terlihat. Beliau beliau adalah seorang muslim yang taat dan beliau cinta dengan habib dan ulama,” sambung Habib Thoha.

Sontak saja, deklarasi itu disambut dengan teriakan nama Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Tim KH Ma’ruf Amin, Habib Soleh Almuhdar menambahkan dukungan para habib ini memang sengaja datang dari hati nurani.

Dia menegaskan bahwa hal ini menepis klaim semua habib mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, khususnya di Jawa Timur. “Jadi tidak semua ke Prabowo. Jadi, kalau klaim segala macam itu tidak benar. Lebih banyak habib itu ke 01, Pak Jokowi. Mereka ini pendukung Pak Jokowi sejak 2014,” ucap Soleh dalam kesempatan itu.

Sekjen Hasto berterima kasih atas dukungan yang diberikan para habib. “Dukungan para habib ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami,” kata Hasto.

Hasto lalu menceritakan bagaimana intensnya komunikasi antara Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat penentuan KH Ma’ruf menjadi cawapres pendamping Jokowi. Keputusan itu dianggap sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia, yang sejak awal dibangun oleh perpaduan ulama dan umara.

“Ibu Mega langsung mengatakan alhamdullillah. Karena sejak 2004, tak ada lagi di dalam kontestasi pilpres yang memajukan umara dan ulama. Baru Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin ini,” kata dia.

Lebih jauh, Hasto mengatakan bahwa bagaimanapun juga Jokowi-KH Ma’ruf adalah orang baik. Maka bila ada pihak yang mengkampanyekan keduanya sebagai bukan orang baik, para habaib diharap bisa meluruskannya.

“Kami butuh bantuan para habaib,” ujar Hasto.***/ebn

Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian dengan Andhra Pradesh

Foto: Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

Saat menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming pada Selasa (22-1-2019) di Davos Swiss, Menko Luhut berkomunikasi via sambungan video Davos-New Delhi dengan N. Chandrababu Naidu selaku Chief Minister of Andhra Pradesh, sebuah negara bagian (state) di India.

Pembicaraan keduanya adalah mengenai kerja sama pertanian alami berbiaya nol atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF).

“Kami akan mengirim perwakilan 6 Kabupaten bulan depan ke Andhra Pradesh. Kami harap mereka dapat dilatih dalam satu kurun waktu sehingga mereka bisa bawa pulang teknologi dan pengetauhan tersebut ke Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kualitas petani Indonesia,” ujar Menko Luhut yang menginginkan implementasi riil dan cepat dari kerja sama tersebut.

“Kami mau mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan tingginya biaya yang harus ditanggung petani,” komitmen Menko Luhut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.

“Saya percaya ini bisa membantu Indonesia mengurangi kemiskinan. Kami ingin bergerak cepat,” ungkap Menko Luhut lebih lanjut tentang implikasi kerja sama ini.

“Indonesia dan India memiliki kesamaan nasib, yaitu subsidi pupuk kimia. Jika kita bisa survive lebih baik tanpa subsidi dan bahkan tanpa pupuk kimia, maka itu adalah sebuah solusi yang win-win terutama untuk planet ini,” dukung Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan. Dia berharap Indonesia dan Andhra Pradesh dapat berkolaborasi demi kebaikan bersama dan dunia.

Foto: Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

Program ZBNF

ZBNF adalah sebuah program yang menjauhkan para petani dari penggunaan bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan Agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan.

Pemerintah Andhra Pradesh sendiri telah mengimplementasikan program ini sejak 2016 dengan melibatkan 40.000 petani. Jumlah ini berkembang menjadi 523.000 orang petani pada 2018.

Dengan ZBNF, produksi padi di Andhra Pradesh dapat ditingkatkan sampai 15%, kacang tanah 26%, sedangkan kapas 10%.

Sejalan dengan SDG

Belajar dari penanganan pencemaran Sungai Citarum di Jawa Barat, limbah pertanian ternyata juga penyumbang polusi yang dialirkan menuju ke laut. Oleh karena itu ZBNF menjadi perhatian Menko Maritim. Karena dengan dikuranginya penggunaan zat kimia dalam pertanian, maka polusi ke laut juga dapat dikurangi.

Hal ini sejalan dengan SDG nomor 14 yang berbunyi, “Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development” (Pemanfaatan laut, samudera dan sumber daya kelautan yang lestari dan berkelanjutan untuk pengembangan berkelanjutan). Dengan demikian, perairan yang bersih merupakan keniscayaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.***/ks

 

Ma’ruf Amin Minta Rakyat takTerpecah Belah karena Beda Pilihan

foto istimewa

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin meminta umat Islam tidak terpecah belah dengan sesama warga karena berbeda pilihan politik. Menurut Kiai Ma’ruf, masyarakat khususnya umat muslim harus menjaga persatuan.

Hal ini disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini saat memberikan tausiyah di hadapan 20 ribu jemaah Banua Bertabligh di Binuang, Kalimantan Selatan, Jumat (25/1) malam. Dalam acara ini, Kiai Ma’ruf menyatakan persatuan antarwarga dan bangsa adalah harga mati. Demikian rilis yang diterima redaksi.

“Pilpres itu lima tahun sekali, tetapi kesatuan adalah selama-lamanya. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengorbankan prinsip dari Allah untuk sesaat. Ini ajakan saya kepada seluruh masyarakat,” kata Ma’ruf.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan, muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya. Bahkan, muslim juga diajarkan untuk menghargai perbedaan dengan umat lainnya.

“Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Apalagi kita sesama muslim. Walaupun kita berbeda, tidak boleh bermusuhan. Walaupun kita berbeda partai politik, tidak boleh bermusuhan. Berbeda capres, juga tidak boleh bermusuhan,” kata Ma’ruf.

Karena itu, Ma’ruf menyayangkan ada mubalig yang ingin membela pilihan politiknya dengan menyampaikan pesan-pesan bernada makian. Ma’ruf menamakan pihak tersebut dengan istilah almakiun, ahli maki-maki.

“Bersaing harus secara sehat. Saya ini calon wakil presiden, tentu saya ingin menang. Tetapi saya tidak mau, karena ingin menang, merusak keutuhan bangsa apalagi umat Islam,” jelas dia.

Di samping itu, Ma’ruf juga menyampaikan alasan dirinya maju menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo. Menurut Dewan Pengawas Bank Syariah ini, dirinya didorong oleh ulama. Selain itu, Ma’ruf maju sebagai representasi umat Islam khususnya NU.

“Ini saya anggap kehormatan terhadap NU karena saya Rais Aam PBNU. Sudah lama NU tidak jadi pimpinan nasional,” tandas dia.

Dalam acara ini, selain hadir 20 ribu jemaah, ada juga ribuan ulama dan tokoh dari Kalimantan Selatan. Di antara mereka yang hadir ada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode Rudy Ariffin sekaligus ketua panitia acara. Sejumlah kepala daerah se-Kalimantan Selatan juga hadir.

Ulama yang hadir di antaranya KH Ahmad Muwafiq dan Habib Muhammad Al-Habsy. Kemudian tokoh Kalsel H Muhammad Hatta alias Haji Ciyut dan H Zaini Mahdi alias Haji Ijay.***/ebn

Hasto: BTP dan Djarot Saiful Hidayat Sahabat Sejati

foto istimewa

JAYAKARTANEWS—Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) punya sahabat sejati bernama Djarot Saiful Hidayat.

Saat BTP menjadi gubernur, Djarot adalah wakilnya. Dan keduanya sempat maju berpasangan di Pemilu Gubernur 2016 lalu walau kalah dari Anies-Sandiaga. BTP lalu dihukum atas perkara penistaan agama dan dipenjara selama 2 tahun.

“Mas Djarot ini ketika sahabatnya dalam suka duka beliau rajin menengok. Tak pernah hilang rasa persahabatan sejati,” kata Hasto, di sela Safari Kebangsaan VI menyusuri wilayah tapal kuda Jawa Timur, Jumat (25/1).

Djarot ada di sebelahnya ketika bicara soal hal itu.  Dari Djarot juga, diakui Hasto, pihaknya kerap mendapat kabar terakhir yang bersangkutan. Termasuk soal kegiatan BTP selama berada di dalam penjara. Bagaimana BTP bisa menjaga fisiknya dengan rajin berolahraga, membaca buku, hingga bisa menjadi warga negara yang baik.

Soal nasib BTP usai keluar dari penjara yang dispekulasikan masuk ke PDI Perjuangan, Hasto meminta semua pihak untuk tak memaksakan keputusan yang segera. Sebab BTP juga punya banyak agenda pribadi. Setelah bebas, wajar bila BTP mengejar pelaksanaan agenda pribadinya.

“Mari kita hargai privasinya sekarang untuk menjalankan agenda pribadi Pak BTP. Ya mungkin keliling Indonesia dulu. Mungkin ke luar negeri,” kata Hasto.***/ebn

 

Iim Fahima Terpilih Sebagai Young World Changer

Iim Fahima –foto istimewa

JAYAKARTANEWS– Pendiri komunitas @queen_rides, *Iim Fahima*, masuk menjadi salah satu dari sembilan Young World Changer di World Economic Forum (WEF). Dia terpilih bersama pemimpin muda pengubah dunia lainnya yakni *Daniella Ballou-Aares* dari Amerika, *Ernest Darkoh* dari Afika Selatan, *Mohammed Hassan Mohamud* dari Kenya, *Toby Norman* dari Inggris, *Kennedy Odede* dari Kenya, *Debbie Aung Din Taylor* dari Myanmar, *Hicham Sabir* dari Amerika, dan *Alexandra Winkler* Osorio dari Venezuela.

Iim Fahima saat ini telah berada di Davos, Swiss, untuk menghadiri WEF Annual Meeting 2019 yang berlangsung  22-25 Januari 2019. Dalam kesempatan ini, terdapat lebih dari 3.000 pemimpin dari berbagai belahan dunia. Kanselir Jerman Angela Merkel dijadwalkan hadir dalam WEF, sementara pada hari pertama Iim telah sempat berbincang dengan Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan, Profesor Klaus Schwab, pendiri WEF yang merupakan ekonom Jerman, dan  Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Forum ini memang juga dikenal menjadi tempat bagi para pemimpin muda, pejuang demokrasi hingga pendidik untuk berbagi ide dan menemukan cara baru untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Iim Fahima–foto istimewa

Bagi *Iim Fahima*, konsep dunia yang baik adalah ketika semua orang mendapatkan kesempatan, fasilitas seperti kesehatan, sanitasi, pendidikan dan banyak hal lain yang sama pada setiap orang. “Yang diharapkan dunia lebih baik dan bersahabat pada orang-orang yang lemah, kepada disabilitas, perempuan, anak-anak, kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan. Mereka mendapatkan kesempatan yang sama,” kata *Iim menyampaikan kabar dari Davos, Swiss, Selasa (22/1)*.

Hal itu seiring dengan keputusannya mendirikan Queenrides pada 2016 yang memang berangkat dari fakta angka kecelakaan perempuan yang begitu tinggi dan belum adanya satu institusi di dunia yang memberikan perhatian khusus pada pengendara perempuan, karena industri otomotif maupun transportasi adalah industri yang sangat maskulin.

Di World Economic Forum di Davos ini,  Iim  berbicara tentang masa depan transportasi dunia dan industri otomotif di era 4th Industrial Revolution. “Dimana tren dunia saat ini berbicara tentang autonomous vehicle, mobil otonom, atau driverless car. Nah, yang akan dibicarakan di sini adalah aspek-aspek apa yang harus dipenuhi oleh mobil otonom agar bisa diaplikasikan di masyakakat.”

Iim juga sudah memprediksi adanya tantangan dari sisi keamanan bisa masuk ke negara-negara yang masih berkembang. “Artinya di negara-negara berkembang kan infrastrukturnya masih belum tertata dengan baik. Nah itu hal-hal yang akan saya sampaikan di WEF bersama para pakar otomotif dunia.”

Iim  berada dalam satu forum bersama dengan *Michelle Avary*, Project Head, Autonomous and Urban Mobility, *Jean Todt*, President, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dari Prancis,  *Andreas Renschler*, Member of the Board of Management, Volkswagen, dari Jerman, *Raphael Gindrat*, Co-Founder, Chief Executive Officer, Bestmile dari Swiss, *Cynthia Breazeal*, Associate Professor, Media Arts and Sciences, Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari USA, dan *Tim Brown*, Chief Executive Officer, IDEO, juga dari USA.

Grup perusahaan teknologi digital reality asal Indonesia yang berskala global WIR Group juga hadir dalam kesempatan yang sama untuk mendampingi tim BKPM dan beberapa Kementerian terkait dalam rangkaian acara WEF. Tentu saja Iim juga memberikan dukungan untuk mereka yang pada saat ini sedang unjuk gigi di Indonesia Pavilion pada 22-25 Januari 2019. Mereka dengan percaya diri membawa nama Indonesia mempertunjukkan dan memukau para peserta WEF dengan teknologi Digital Reality yang diciptakan oleh WIR Group.  (pik)

BMKG Monitor Tiga Bibit Badai Tropis di Dekat Wilayah Indonesia

Ilustrasi–gambar BMKG

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melanjutkan imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya, 16 Januari 2019 lalu, agar masyarakat tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019.

“Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019,” kata Deputi Bidang Metereologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, di Jakarta.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer Selasa (22/1), menurut Mulyoo, terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantauan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatra bagian Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. “Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung,  Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan,” papar Mulyono.

ilustrasi-gambar istimewa

Mulyono menyampaikan secara rinci wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23 – 26 Januari 2019, antara lain: 1. Aceh; 2. Lampung; 3. Banten; 4. DKI Jakarta; 5. Jawa Barat; 6. Jawa Tengah; 7. DI Yogyakarta; 8. Jawa Timur; 9. Bali; 10. NTB; 11. NTT; 12. Kalimantan Utara; 13. Sulawesi Selatan; 14. Sulawesi Tenggara; 15. Papua Barat; dan 16, Papua.

Sedangkan Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27 – 30 Januari  2019, antara lain: 1. Sumatra Selatan; 2. Bangka Belitung; 3. Bengkulu; 4. Lampung; 5. Banten; 6. DKI Jakarta; 7. Jawa Barat; 8. Jawa Tengah; 9. DI Yogyakarta; 10. Jawa Timur; 11. Bali; 12. NTB; 13. NTT; 14. Kalimantan Timur; 15. Kalimantan Utara; 16. Sulawesi Selatan; 17. Sulawesi Tenggara; 18. Maluku; 19. Papua Barat; dan 20. Papua.

Gelombang Tinggi

Tidak hanya hujan lebat, menurut Deputi Metereologi BMKG ini, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter yang diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Kep. Anambas dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau – Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata – Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat.

Sedangkan potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali – Selat, Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini,” kata Mulyono seraya menambahkan, dampak dimaksud meliputi potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. (gun)

 

Ma’ruf Amin Hadiri Istigotsah Kubro di Trenggalek

Ma’ruf Amin Hadiri Istigotsah Kubro di Trenggalek–foto istimewa

Puluhan ribu warga yang mengikuti ijazahan kubro tampak antusias berkumpul di tengah lapangan Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Jawa Timur, meski kondisi hujan lumayan deras, Selasa, (22/1). Mereka yang mengenakan pakaian serba putih menggunakan payung berwarna-warni agar terhindar dari hujan. Kondisi hujan yang turun deras tak menyurutkan antusiasme warga untuk beristighotsah.

Acara tersebut dihadiri oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin dan sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, di antaranya, KH. Anwar Iskandar (Ponpes Lirboyo, Kediri), KH. Nurul Huda Djazuli, KH.  Zainudin Djazuli (Ponpes Ploso, Kediri) serta pimpinan NU lainnya. Tampak juga hadir Ketua Tim Kampanye Daerah Provinsi Jawa Timur Mahfud Arifin serta Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin.

Masyarakat yang mengikuti ijazah kubro tampak antusias berkumpul di tengah lapangan Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Jawa Timur, meski kondisi hujan lumayan deras, Selasa, (22/1)–foto istimewa

“Sesuai permintaan untuk memberikan ijazah kubro, maka saya sampaikan secara keseluruhan,” kata Kiai Ma’ruf  yang menyampaikan ijazah kubro kitab-kitab karya Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Kiai Ma’ruf berharap ijazah kubro yang diberikan membawa keberkahan bagi seluruh pihak.

Anwar Iskandar dari Ponpes Lirboyo, Kediri, dalam sambutannya menerangkan, kedatangan Ma’ruf merupakan berkah untuk wilayah ‘Mataraman’ Jawa Timur. Sebab, Ma’ruf merupakan cicit Imam Besar Masjidil Haram bernama Syekh Nawawi Al Bantani

“Pesantren-pesantren di Indonesia, pelajaran ahli Islam, pelajaran tentang Islam moderat, pelajaran tentang nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. Mayoritas ilmu yang kita dapatkan itu antara lain bersumber dari kakek buyutnya Kiai Ma’ruf,” kata Anwar.***/ebn

PDIP Gelar Lomba Disain Berbasis Puisi “Negeri Tempe Bukan Negeri Keju”

DPP PDI Perjuangan menggelar lomba disain aksesoris berhadiah jalan-jalan ke 10 destinasi wisata baru yang ditetapkan oleh Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Uniknya, lomba disain itu wajib berbasis pada sebuah puisi yang berjudul “Negeri Tempe, Bulan Negeri Keju” .

Pengumuman lomba puisi itu disampaikan langsung oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat meluncurkan RedMe Official Store, sebuah Toko online menjual atribut resmi Partai. Dua orang pemenang akan dihadiahi tiket jalan-jalan ke 10 destinasi wisata baru.

“Kami akan adakan lomba. Karena Pak Jokowi telah menetapkan 10 destinasi wisata, maka hadiahnya tiket berkunjung ke 10 destinasi wisata itu. Kan mantul, mantap betul,” ujar Hasto, di Menteng, Jakarta, Senin (21/1). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Adapun 10 destinasi wisata tersebut adalah Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Kaum muda milenial diharap berperan serta menumpahkan kreativitas di dalam lomba itu. Syaratnya cuma satu. Basis disainnya harus bisa ‘menghidupkan’ isi sebuah puisi yang dibacakan Hasto.

Berikut isi puisi yang langsung dibacakannya dengan penuh penghayatan itu.

“Negeri Tempe Bukan Negeri Keju”

Inilah negerinya tempe negeri singkong, yang dengannya kita bisa bertahan sebagai bangsa yang sungguh beradab.

Apa yang kau banggakan dari daging dan keju, negeri roti dan susu.

Mereka bangga dengan kentang dan saos, karena mereka harus mencari makan yang tahan lama akibat musim dinginnya yang sungguh tak bersahabat.
Mereka memiluh roti dan keju karena tak bisa memasak nasi dan sayur setiap hari.

Tidak ada ubi dan singkong yang cita rasanya tak kalah lezat. Mereka tidak punya makanan yang begiru beragam, bercitarasa surga.

Mereka begitu memuja kenikmatan dan kesenangan, karena tidak menemukan kebahagiaan di istana rasa. Tidak menemukan jiwa tentram damai dalam balutan spiritual nikmatnya hidup sederhana, gotong royong, berbagi, bersyukur bersama-sama dalam satu kesatuan.

Sebab mereka tidak mengerti.
Tidak ada orang sakit karena kebanyakan makan tempe. Apalagi kebanyakan makan singkong dan ubi.
Tetapi begitu banyak orang sakit karena kebanyakan makan daging dan keju.

Jadi, apa lagi yang kau banggakan dari mereka sehingga engkau memuja mereka.
Sama saja engkau merendahkan diri kita sendiri.
Mengikuti mereka sama saja kita melepaskan berlian hanya untuk mendapatkan besi.

Tidak begitu anakku. Jadilah diri sendiri untuk menjadi permata negeri.
Karena sesungguhnya kita mempunyai semuanya. Kekayaan lahir dan batin, keseimbangan jiwa dan raga.

Jangan kau hancurkan semua yang sudah ada, jangan kau rusak semua keindahan kehidupan yang telah engkau miliki.
Tugasmu adalah menjaganya. Memeliharanya dan melestarikannya. Bukan merusak apalagi menghancurkannya.

Kekayaan batin adalah kekayaan yang paling hakiki yang kita punya.
Kekayaan yang sungguh tidak ternilai harganya.
Karena kekayaan batin akan melahirkan kebahagiaan bukan kesenangan.
Kekayaan batin akan menuntunmu pada ketentraman, bukan pada kekacauan.

Lihatlah anakku. Kata Bung Karno…
Beda dan sangat berbeda kesenangan dan kebahagiaan itu. Antara keserakahan dan penerimaan dengan rasa syukur.
Dan kamu bisa melihat semua itu hanya dengan rasa tenang batin yang hidup.

Maka anakku… matikanlah ragamu untuk menghidupkan batinmu dengan laku prihatin, agar kau bisa membaca yang tersirat dalam batin, dan bukan hanya yang sekedar tersurat.

Melihat dengan mata dan pikiran kadang kala justru tidak menemukan substansi pokok permasalahan.
Tetapi melihat dengan mata hati akan menemukan kehidupan yang sesungguhnya.
Inilah hidup yang harus selalu kau jaga dan kau syukuri.
Menjaga negeri ini, menjaga semua yang ada, lakukan hal sama ketika engkau melakukan untuk dirimu sendiri.
Mencintai negaramu, lakukanlah dengan cara yang sama ketika engkau mencintai dirimu dan keluargamu.

Karena sesungguhnya kita sama dan bersuadara, kita satu dan bersaudara.
Kita sama-sama hidup di tanah pertiwi. Sama-sama makhluk tuhan, maka sudah selayaknyalah kita selalu bersama untuk sebuah niatan yang baik.
Berjalanlah anakku. Selalu menyertai langkahmu.”***/ebn

Calon Jemaah Haji 2019 Wajib Rekam Biometrik di Indonesia

Ilustrasi –foto istimewa

Pemerintah memastikan kuota haji Indonesia 2019 sebanyak 221.000 orang. Rinciannya, terbagi 204.000 jamaah haji regular dan 17.000 jamaah haji khusus/plus. Selain itu, calon jemaah haji wajib melakukan rekam biometrik di tanah air, tidak di Arab Saudi, seperti sebelumnya. “Khusus 2019 ini, Pemerintah Arab Saudi telah menunjuk VFS Thaseel sebagai perusahaan perekam biometrik,” kata  Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Haji Tahun 2019, di Jakarta, Senin (21/1) siang.

Menurut Agus, data biometrik ditetapkan dalam syarat yang harus dilampirkan ke VFS Thaseel, perusahaan penyelenggara pembuatan visa di bawah Kedutaan Besar Arab Saudi. Syarat ini diberlakukan sejak Oktober dan diresmikan pada 17 Desember 2018.

 Dalam persyaratan ini, VFS Thaseel mengharuskan jemaah haji di setiap negara melakukan proses rekam biometrik sendiri. Hasilnya digunakan sebagai syarat pembuatan visa. Padahal, sebelumnya rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa umrah dan haji hanya dilakukan begitu para jemaah mendarat di Jeddah, Arab Saudi. Prosesnya pun tidak berlangsung lama, karena hanya membutuhkan waktu lima menit.

 Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menambahkan, proses pengambilan data biometrik, tidak hanya untuk jamaah haji, namun juga untuk jamaah umrah. “Kementerian Agama  akan segera melakukan kerjasama dengan Dirjen Imigrasi Arab Saudi,” paparnya.

 Bandara Kertajati dan Bandara SSKI Riau

 Selain terkait pengambilan data biometrik, rapat kali ini juga beragendakan, evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 dan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019.  Upaya untuk peningkatan penyelenggaraan haji tahun ini dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, di antaranya ; penerapan fast track imigrasi bagi jamaah haji; penyediaan seluruh hotel Madinah dengan pola full musim; penomoran tenda-tenda di Arafah dan Mina berbasis kloter embarkasi dan penambahan AC untuk tenda di Arafah; revitalisasi satgas operasional Arafah Muzdalifah Mina; serta tuntunan manasik haji.

Selain itu, juga dilakukan penyiapan kantor daker sebagai layanan terpadu; pengintegrasian layanan kesehatan jamaah haji; pengoperasian Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji 2019; pengoperasian Bandara Sultan Syarif Kasim (SSSK) II Riau sebagai embarkasi haji antara 2019.

Terkait pengoperasian Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji 2019, menurut Agus, rapat merekomendasikan Kemenag untuk menyiapkan anggaran pembangunan asrama haji seputar Bandara Kertajati pada tahun 2019; Angkasa Pura segera melakukan perpanjangan runway menjadi 3000 meter yang harus selesai sebelum musim haji 2019; sedangkan Kemenhub bersama Air Nav segera melakukan permintaan slot penerbangan kepada pemerintah Arab Saudi.***gun