Siagakan 2 Kapal Isoter dan 4 Bandara, Kemenhub Terus Kawal Hingga H+5 Penutupan PON XX

JAYAKARTA NEWS – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan dua Kapal Isolasi Terpusat (Isoter) dan empat bandara tetap bersiaga hingga H+5 (20 Oktober 2021) penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Dua Kapal yang disiagakan mendukung kegiatan PON XX yakni Kapal KM Tidar di Jayapura dan KM Sirimau di Merauke. Sedangkan, keempat Bandara yaitu: Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, dan Bandara Mopah di Merauke.

Menhub mengatakan, hal ini merupakan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan PON XX di Papua. Dalam evaluasi ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), meminta para menteri, termasuk Menhub, untuk tetap mengawasi para peserta yang masih ada di Papua, hingga H+5 setelah penutupan PON pada 15 Oktober 2021.

“Saya telah instruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut agar kedua kapal isoter tersebut tetap berada di Papua hingga h+5 penutupan PON XX dan memastikan seluruh pasien yang dirawat di isoter ditangani dengan baik,” ujar Menhub, Selasa (12/10).

KM Tidar telah berada di Jayapura sejak 12 Agustus 2021, sebelum penyelenggaraan PON, sebagai tempat isoter dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19 di Jayapura. Sedangkan KM Sirimau telah berada di Merauke sejak 27 September 2021, setelah mengakhiri tugas sebagai kapal isoter di Sorong.

KM Tidar memiliki kapasitas 929 bed (873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk nakes), sedangkan KM Sirimau dengan kapasitas 460 bed (449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk nakes).

Saat ini, pasien isoter di KM Tidar terisi 15 orang. Terdiri 14 orang dari klaster PON dan 1 (satu) orang dari klaster umum.

“Keberadaan kedua kapal isoter ini diharapkan dapat membantu pengendalian penyebaran Covid-19 di Papua,” tutur Menhub.

Kapal isoter ini dapat menjadi alternatif ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 tanpa gejala, sehingga mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, dengan isolasi di kapal, diharapkan dapat membatasi ruang gerak penyebaran Virus Covid -19 karena mobilitas pasien hanya dilakukan di atas kapal.

Lebih lanjut Menhub memaparkan selain kapal isoter, Kemenhub juga telah menyiapkan 4 bandara, serta telah berkoordinasi dengan operator maskapai, guna memfasilitasi kepulangan para atlet dan tim official dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemulangan atlet-atlet PON melalui bandara telah kita pastikan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat baik oleh pihak bandara maupun maskapai. Kita juga telah mengimplementasikan aplikasi Peduli Lindungi dan memastikan semua yang berangkat sudah melakukan vaksin dan tes PCR,” ujar Menhub. (*/mel)

Menparekraf Jajal Atraksi Seru di Desa Wisata Karanganyar Magelang

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjajal atraksi seru saat visitasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ke Desa Wisata Karanganyar, Magelang Jawa Tengah, Selasa (12/10/2021).

Sebelum tiba di desa wisata yang berjarak 2,5 kilometer dari Candi Borobudur itu, Menparekraf Sandiaga berkeliling desa menaiki ATV, bermain sepak takraw bersama anak-anak, hingga mencoba kerajinan gerabah yang merupakan salah satu warisan leluhur, yang terdapat dalam interpretasi relief di candi Budha terbesar di dunia itu.

Sampai di balkondes Karanganyar, Sandiaga disambut tarian Kubro Ponco Siswo. Ia juga sempat melihat beraneka kerajinan di pendopo. Mulai dari bambu, gerabah, lukisan daun buddhis, kuliner hingga melihat kambing etawa yang susunya banyak kandungan untuk kesehatan tubuh, mulai dari sumber kalori, protein, dan lemak.

Di bidang ekonomi kreatif selain mempromosikan dan menjual produk kriya kerajinan gerabah, masyarakat desa terus berinovasi dalam memasarkan anyaman bambu dan ukir bambu untuk terus meningkatkan perekonomian lokal dalam wadah UMKM.

“Desa ini memiliki daya tarik wisata yang menggabungkan pesona alam dan budaya, dan kita bisa melihat sunrise dan yang sangat menarik di sini ada wisata gerabah. Yang dulu dipromosikan oleh Demi Moore dalam filmnya yang berjudul Ghost. Ini adalah pariwisata berbasis komunitas kita harapkan bisa jadi contoh pengelolaan desa wisata di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga di desa wisata Karanganyar dalam Siaran Pers Kemenparekraf, Selasa (12/10).

Menparekraf juga sempat bermalam di salah satu dari 20 Balkondes yang ada di sekitar kawasan Destinasi Super Prioritas Borobudur itu. Ia mengatakan fasilitas di Balkondes ini sangat lengkap. Bangunan bergaya arsitektur Jawa ini mempunyai fasilitas resto, penginapan, galeri, dan aula. “Saya mengajak wisatawan yang berasal dari perkotaan untuk tinggal di Balkondes atau homestay milik masyarakat. Karena pengalamannya berbeda, bagaimana kita bisa merasakan suasana desa, kita juga bisa menikmati udara segar yang memiliki sensasi tersendiri. Meskipun namanya Balkondes tapi pengalamannya seperti bintang lima” katanya.

Untuk menuju ke tempat ini sangat mudah. Dari gerbang utama Candi Borobudur ambil arah ke selatan dan kemudian tinggal mengikuti informasi di papan petunjuk jalan menuju Desa Wisata Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut, turut mendamping Menparekraf Sandiaga Uno, Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua, Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto. (*/mel)

Kemensos Selesaikan Penyaluran Bahan Makanan di Lumbung Sosial Luwu

JAYAKARTA NEWS  – Kementerian Sosial mulai mendistribusikan cadangan makanan untuk lumbung sosial (buffer stock) ke gudang yang dibangun di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.  Distribusi buffer stock merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat berkunjung ke Luwu beberapa waktu lalu.

Proses distribusi berjalan dengan sinergitas berbagai pihak, yakni unsur dari TNI/Polri, Tagana dan Dinsos Kabupaten Luwu dan keterlibatan relawan. 

“Distribusi berjalan lancar, dengan sinergitas berbagai pihak. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian Ibu Mensos. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat terdampak,” kata Bupati Luwu Basmin Matayyang di Luwu (12/10).

Tak lama setelah kunjungan Mensos di Ilan Batu, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (06/10), Bupati Basmin langsung memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan dan membangun lumbung sosial. Penyaluran bahan makan berlangsung secara bertahap di 8 titik di wilayah Walenrang dan Lamasi, dan selesai pada Minggu (12/10).

Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos Muhammad Delmi menyambut baik sinergitas penanganan bencana di Luwu dengan pendistribusian buffer stock ke delapan titik lumbung sosial. “Bahan makanan disimpan di beberapa tempat seperti sekolah, kantor desa, kantor camat,” katanya.

Dalam kunjunganya Mensos Risma memberikan santunan Rp 60 juta kepada Ibu Marhida yang merupakan ibu kandung dari 4 korban longsor di Ilan Batu. Kemensos juga menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji 481 paket, makanan anak 700 paket, matras 250 lembar, selimut 215 lembar, family kit 300 paket, kasur 30 unit, peralatan dapur keluarga 15 paket, foodware 25 paket, kidsware 50 paket, serta perahu karet 1 unit, total bantuan senilai Rp 445 juta.

Pemkab Luwu berniat masih mendorong sinergitas penanganan bencana di Luwu khususnya dari Kementerian Sosial RI. Pemkab Luwu merencanakan pendirian Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan sharing anggaran dari kedua pihak.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Risma dan seluruh jajaran Kemensos yang luar biasa responsif dan telah membantu penanganan bencana tidak hanya pasca bencana, tetapi juga pra dan saat bencana terjadi,” kata Basmin. (*/mel)

‘Penyalin Cahaya’ dan ‘Ali dan Ratu Ratu Queens’ Bersaing Ketat di FFI 2021

JAYAKARTA NEWS – Mengusung tema ‘Sejarah Film dan Media Baru’, akhirnya Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2021 mengumumkan nominasi sebanyak 23 kategori, baru-baru ini.

Film cerita bioskop bertajuk ‘Penyalin Cahaya’ karya Wregas Banuteja memborong 17 unggulan, ditempel secara ketat film ‘Ali dan Ratu Ratu Queens’ yang disutradarai Lucky Kuswandi meraih 16 nominasi. Dan dibawahnya ada ‘Yuni’ karya Kamila Andini memggaet 14 unggulan.

Tessa Biani, Duta FFI 2021 (foto: Humas FFI)

Pengumuman nominasi FFI 2021 dibacakan oleh 4 Duta FFI yaitu Tissa Biani, Jeffri Nichol, Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina di The Dome, Park Senayan. Selain tatap muka secara terbatas, pengumuman nominasi ini juga disiarkan secara langsung di YouTube  FFI, kanal BudayaSaya dan Kemdikbudristek.

Nominasi FFI 2021 ini merupakan hasil seleksi dan penjurian oleh 54 juri nominasi perwakilan dari  asosiasi-asosiasi profesi perfilman. Nantinya hasil nominasi ini akan dinilai oleh 15  anggota  Dewan Juri akhir FFI 2021. Dewan Juri akhir ini terdiri atas berbagai ragam profesi perfilman, dari kalangan produser, sutradara, penulis skenario, aktor dan aktris dan pengamat/wartawan budaya serta kritikus film.

Angga Yunanda, Duta FFI 2021 (foto: Humas FFI)

“Puncaknya berupa Malam Anugerah Piala Citra bakal dihelat di Jakarta tanggal 10 November 2021 bertepatan Hari Pahlawan,” ujar Ketua Komite FFI 2021, Reza Rahadian yang menambahkan, penyelenggaraan FFI tahun ini adalah kedua kali digelar selama masa pandemi. (pik)

Swasta Perlu Menggandeng Pelaku UKM Disabilitas

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur mengajak swasta dan perusahaan untuk turut berperan menggandeng pelaku UKM Disabilitas agar dapat mengembangkan usahanya.

Dikemukakan,  penyandang disabilitas mempunyai potensi besar dibidang usaha mikro. Karenanya, perlu dorongan agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola penyandang disabilitas dapat tumbuh dan memiliki daya saing di tengah masyarakat.

“Mereka harus diberi hak dan kesempatan yang sama. Apalagi, kondisi pandemi seperti sekarang, pelaku UMKM sangat terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat,” ungkap Khofifah saat mengunjungi stand Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur  yang digelar di Grand City Surabaya dalam rangkaian Jatim Fair tanggal 8-12 Oktober 2021 yang juga menghadirkan  pelaku UKM disabilitas.

Stand pelaku UKM disabilitas tersebut sengaja dikunjungi Khofifah untuk mengetahui perkembangan usaha mereka  dan  mendengar langsung keinginan juga harapan para pelaku UKM disabilitas di Jatim.

Dihadapan pelaku UKM disabilitas, Khofifah menyebut bahwa disabilitas bukan penghalang menjadi pengusaha sukses. Pemprov Jatim siap memberikan dukungan berupa pemodalan, pelatihan hingga pemasaran digital.

“Di era tekonologi digital ini, akan lebih mudah menjalankan bisnis asalkan dapat menguasai teknologi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi berbagai contoh produk yang dipamerkan para pelaku UMKM disabilitas di antaranya, gelas dan cangkir, taplak bordir, batik lukis, dan juga keset. Tak hanya itu, terdapat pula dari mereka yang menjadi ahli qiraah dan penerjemah bahasa isyarat.

“Ini produk cukup berkualitas dan mampu bersaing dengan produk produk setara lainnya. Pemprov Jatim akan selalu mengupayakan wadah dan ruang seluas-luasnya bagi teman-teman disabilitas. Apalagi mereka sudah menjual on line dan menggunakan QR Code,” turur Khofifah.

Khofifah mengajak masyarakat umum turut mendukung pelaku UKM disabilitas dengan cara membeli produk yang dihasilkan pelaku UKM tersebut. Dengan membeli, kata dia, maka para pelaku UKM Disabilitas semakin terpacu dalam pengembangan produknya.

Khofifah mengaku salut dan bangga dengan hasil karya pelaku UKM disabilitas yang menurutnya sangat luar biasa. Meski ditengah keterbatasan, tapi mereka mampu menghasilkan produk yang punya nilai guna dan ekonomi yang tinggi.

Saat mengunjungi  stand  UKM disabilitas, Khofifah mendapatkan hadiah cangkir buatan Noval, yang memiliki kualitas sangat bagus.

“Ini dipatok harga berapa, semua karya ini? Pasti membuatnya tidak mudah dan butuh ketekunan serta waktu. Kami berharap ini dapat dihargai sesuai dengan kerja keras di baliknya, jangan ada yang menawar,” ucapnya kepada Rahma.

Tak hanya Rahma, Khofifah juga berbincang dengan Milatun, yang meski menyandang tunanetra, dapat menyulap kain perca menjadi keset berkualitas untuk digunakan sehari-hari. Serta Bela, seorang tunarungu dan wicara yang mencurahkan kemampuannya untuk membuat taplak bordir yang menuai pujian dari Mantan Mensos RI itu.

Usai berdialog dengan para pelaku UKM difabel dan disabilitas, Gubernur Khofifah juga menyimak iqra dan tilawah yang dilantunkan oleh Halimah, seorang penyandang tunanetra. Ia didampingi oleh Vira selaku penerjemah, dan Noka yang menginterpretasi lantunan ayat sucinya dengan bahasa isyarat.

“Sangat-sangat indah. Saya begitu bangga dengan teman-teman sekalian yang turut berjuang dan berkarya terlepas dari keterbatasan yang ada. Pemprov Jatim akan selalu mendukung, dan memberi kesempatan seluas mungkin,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, khofifah yang dalam kunjungannya didampingi anggota DPR RI Komisi XI Indah Kurnia, juga turut belanja beberapa item batik dan taplak meja bordir bikinan pelaku UKM disabilitas dari berbagai daerah dan UPT Dinsos Jatim. 

“Tadi kita tahu semua, bagaimana penerimaan Ibu Gubernur kepada teman-teman. Tidak ada kata lain, selain Luar Biasa dan saya matur nuwun kepada Ibu Gubernur,” ungkap Kadinsos Alwi dalam wawancaranya.

Alwi menuturkan, melihat perhatian khusus yang diberikan Gubernur Khofifah kepada para pelaku UMKM Disabilitas, akan menjadi PR baginya untuk terus mengembangkan kreasi anak-anak disabilitas ini di masa depan. (poedji)

Arumi Mencicipi Kripik Gedebog Pisang dan Memborongnya

JAYAKARTA NEWS-Untuk pertama kalinya, Ketua  Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Eleatianto Dardak mencicipi Kripik Gedebog Pisang hasil olahan UMKM Kabupaten Jember.

Istri wagub Jatim itu enak saja mencicipinya. Padahal kita tahu gedebog pisang yang biasanya untuk pagelaran wayang kulit seperti itu bentuknya.

“Saya borong Kripik Gedebog Pisang, karena ini adalah cemilan yang unik. Apalagi tadi saya lihat sudah dilengkapi dengan nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sudah pasti enak dan sehat,” ujar Arumi, ketika membuka kegiatan Bazar dan Pelatihan Enterpreneurship Coaching di Yonarmed 8/105 Kabupaten Jember, Kamis (7/10).

Kripik Gedebog pisang yang dicicipi oleh Arumi tersebut, merupakan inovasi terbaru dari peserta bazar pada produk olahan makanan. Selain Kripik Gedebog Pisang, inovasi yang juga dilakukan oleh UMKM Di Kabupaten Jember ialah Wedang Pokak kemasan instan, yang rencananya akan dilaunching sebagai minuman khas Kabupaten Jember.

Kegiatan Bazar dan Pelatihan Enterpreneurship Coaching bertema ‘Membangkitkan Ekonomi Masyarakat Berbasis UMKM Untuk Jatim Bangkit Indonesia Maju’ tersebut, merupakan sinergi antara Kodim 0824 Jember bersama dengan Garda Indag Korwil Jember, yang diselenggrakan mulai tanggal 7 hingga 9 Oktober 2021.

Beberapa kegiatan tersebut antara lain ialah penyelenggaraan bazar produk UMKM. Adapun produk yang ditampilkan diantaranya handycraft, aneka tanaman, makanan dan minuman, serta olahan Kopi khas Jember.

Di waktu yang sama, diselenggarakan pula pelatihan enterpreneurship coaching yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Pelaksanaannya pun dilakukan selama tiga hari. Untuk hari pertama, peserta diajarkan mengenai cara pembuatan minuman herbal. Lalu pada hari kedua, peserta diajarkan membuat barang kerajinan tangan, dan di hari ketiga peserta diberikan pelatihan mengolah makanan sehat.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga diselenggarakan program vaksinasi yang diinisiasi oleh Yonarmed 8/105 Jember. Dimana kegiatan vaksin tersebut disediakan sebanyak 750 dosis vaksin Astra Zeneca bagi masyarakat di Kabupaten Jember.

Selain itu, disediakan pula sebuah stand ‘Klinik IKM dan UKM’ yang merupakan hasil kerjasama antara UPT Perlindungan Konsumen dengan Disperindag Kab. Jember. Stand ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk berkonsultasi mengenai produk binaannya, utamanya mengenai fasilitas produk halal dan pendampingan.

Pada kesempatan tersebut, Arumi turut didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVII Yonarmed 8/105 Pipit Suhendra dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVII Yonarmed 8/105 Silvi Marzuq meninjau stand bazar yang diikuti oleh 30 pelaku UMKM di Kabupaten Jember.

Usai melakukan peninjauan, Arumi menyampaikan dirinya mengapresiasi kegiatan bazar dan pelatihan enterpreneur yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Yonarmed 8/105 tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan program yang kreatif.

“Ini adalah salah satu bentuk usaha, bahwa Jatim harus segera bangkit. Itu pesan dari Ibu Gubernur. Dimana kita juga ketahui, pandemi Covid ini juga tidak hanya berdapak pada kesehatan yang terdampak, namun juga lada sisi ekonomi yang salah satu bagiannya ialah UMKM,” terang Arumi.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan, dengan adanya slogan ‘Jatim Bangkit’, diharapkan Jawa Timur yang merupakan pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia dapat kembali bangkit. Apalagi saat ini dari 38 Kabupaten dan Kota di Jatim, 27 Kab/Kota diantaranya sudah masuk dalam zona level 1.

“Berbeda dengan Provinsi lainnya, yang roda perekonomianya ditopang oleh mayoritas pabrik besar, misalnya saja Jawa Barat dan Banten. Kalau di lockdown maka roda perekonomian akan berhenti. Berbeda dengan Jawa Timur dimana backbone roda perekonomiannya 60 persen berasal dari produk UMKM. Saya optimis, ekonomi Jatim akan lebih mudah segera kembali bangkit apalagi banyak inovasi dari para pelaku UMKMnya sendiri,” jelas Arumi.

Dikesempatan yang sama Arumi yang menjabat sebagai Ketua TP PKK Jatim berpesan, meski saat ini mayoritas daerah di Jawa Timur masuk dalam level 1, dirinya berharap masyarakat tidak mengendurkan protokol kesehatan.

“Saya berharap melandainya kasus Covid-19 di Jatim tidak disalah artikan aman. Tetapi prokes tetap menjadi hal utama utama prioritas kita. Harapannya dengan adanya pelatihan ini, kita terus mempersiapkan diri karena Jatim satu-satunya provinsi yang masuk dalam level 1 secara nasional. Kita betul-betul mempersiapkan diri, sehingga saat ekonomi sudah dapat kembali berputar, pelaku UMKM Jatim siap berada diposisi terdepan,” jelas Arumi.

Arumi berharap, usai diselenggraakannya pelatihan tersebut para peserta juga diberikan tahap legalitas halal, pendampingan P-IRT dan BPOM, agar produk UMKM yang dihasilkan menjadi naik kelas dan dipercaya oleh konsumen.

“Kami Dekranasda hadir bekerjasama dengan Disperindag Jatim untuk memfasilitasi. Sehingga jika ada yang diperlukan, kami akan membantu demi kemajuan ekonomi Jatim,” tandas Arumi. (poedji)

Blitar Terpilih Jadi Satu-satunya Kabupaten Penerapan PPKM Level 1

JAYARTA NEWS – Berdasarkan assessment Kementerian Kesehatan RI tanggal  5 Oktober 2021, Jawa Timur merupakan daerah yang telah masuk assessment level 1 berdasarkan 6 indikator yakni laju kasus dan kapasitas respon 3T. Dimana 24 Kabupaten Kota di Jatim masuk Asesment level 1 dan 14 Kabupaten Kota masuk Asesment level 2 di Jatim.

Namun demikian, terdapat penyesuaian regulasi dalam Inmendagri 47/2021, dimana penerapan level PPKM tidak hanya berdasarkan Asesment kemenkes saja. Melainkan juga ada syarat baru yakni capaian vaksinasi secara umum, vaksinasi lansia dan penilaian berbasis aglomerasi, dimana daerah aglomerasi level PPKM nya akan mengikuti daerah aglomerasi dengan pencapaian terendah.

Dengan penilaian baru tersebut, maka  semestinya terdapat tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk ke PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri 47 Tahun 2021 yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto dan Kota Blitar. Hal ini berdasarkan kriteria cakupan vaksinasi Kota Surabaya dosis 1 sebesar 108.6 persen, dosis 2 sebesar 76.36 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 92.15 persen dan dosis 2 sebesar 80.35 persen.

Sementara  cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto untuk dosis 1 sebesar 129.71 persen, dosis 2 sebesar 83.94 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 66.84 persen, dan dosis 2 sebesar 53.84 persen.

Namun, mengingat Kota Surabaya dan Mojokerto masuk dalam wilayah aglomerasi. Maka sesuai dengan regulasi baru di  Inmendagri, maka level PPKM kota Surabaya dan Kota Mojokerto mengikuti pencapaian  komulatif  vaksinasi daerah aglomerasi , hal ini mengakibatkan Kota Surabaya dan Kota Mojokerto  meskipun menurut asesmen level Kemenkes dan PPKM Level seharusnya  masuk level 1 tetapi karena dihitung secara aglomerasi  menurut PPKM Level berdasarkan Inmendagri 47 tahun 2021 dengan pendekatan aglomerasi yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Koda dan Kabupaten Mojokerto, maka Surabaya dan Kota Mojokerto  masuk dalam penerapan PPKM level 3 meski  secara kriteria daerah seharusnya  kedua daerah tersebut masuk level 1.

Dengan demikian, maka didapatkan bahwa hanya Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang  juga  satu- satunya kota yang berada pada PPKM Level 1 menurut kualifikasi sesuai Inmendagri 47 tahun 2021 untuk  Wilayah Jawa dan Bali

Dengan demikian Kota Blitar, Jawa Timur dipilih pemerintah pusat sebagai daerah uji coba penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 new normal dalam perpanjangan PPKM hingga 18 Oktober mendatang. 

Implementasi uji coba level 1 di Kota Blitar dilakukan karena telah memenuhi syarat indikator Asesment Kemenkes untuk masuk level 1, ditambah dengan syarat baru dari Inmendagri no 47 yakni cakupan vaksinasi dosis 1 yang sudah lebih dari 70 persen dan dosis satu lansia lebih dari 60 persen.

Berdasarkan Dashboard SI Satu Data Covid-19 KCPEN per 6 Oktober 2021, pukul 18.00 WIB, data cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Blitar mencapai 97.92 persen dosis 1 dan 63.88 persen dosis 2. Sementara untuk vaksinasi lansia pada dosis 1 mencapai 67,19 persen dan dosis 2 mencapai 52,13 persen.

Selain vaksinasi, berdasarkan data di laman covid19.blitarkota.go.id pukul 19.25 WIB, total kasus positif Covid-19 di Kota Blitar sebanyak 6.972. Sementara jumlah total kasus sembuh sebanyak 6.701. Kemudian untuk kasus kematian, totalnya sebanyak 263. Dengan demikian, saat ini di Kota Blitar hanya terdapat 8 kasus aktif.

Data tersebut merupakan data terkini yang di update Dinas Kesehatan Kota Blitar per tanggal 4 Oktober 2021.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih atas kerja keras, sinergi, do’a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan, pemko dan Forkopimda Kota Blitar, serta seluruh elemen strategis masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Blitar berhasil masuk level 1 berdasarkan kualifikasi  Inmendagri, karena Kota Blitar berdasarkan Asemen kemenkes sudah masuk level 1, ditambah pemenuhan syarat tambahan yakni capaian vaksinasi dosis 1 yang  sudah lebih dari 70 persen dan lansia lebih dari 60 persen,” ujar orang nomor satu di Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/10).

“Artinya, Kota Blitar jadi satu-satunya yang akan dilakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1 oleh pemerintah pusat, semoga daerah lain di Jatim menyusul,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, penerapan itu akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan. 

Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai petunjuk pemerintah  pusat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar di bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 new normal. 

Menurut Mantan Mensos RI itu, Task force ini akan tinggal sementara waktu di Blitar untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Sebab, apabila penerapan PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar ini nanti berhasil, pemerintah akan memperluasnya ke kota-kota yang masuk PPKM Level 1.

“Kalau ini nanti berhasil akan dikembangkan ke kabupaten/kota yang dapat masuk level 1 sesuai Inmendagri berikutnya,” katanya.

Meski demikian, Khofifah tidak pernah berhenti mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim.

“Sekali lagi Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (poedji)

Di Masa Pandemi COVID-19 Masalah Kesehatan Jiwa Makin Berat Diselesaikan

JAYAKARTA NEWS – Masalah kesehatan jiwa sampai saat ini belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Terlebih di masa pandemi COVID-19, permasalahan kesehatan jiwa akan semakin berat untuk diselesaikan.

Dampak dari pandemi COVID-19 tidak hanya terhadap kesehatan fisik saja, namun juga terhadap kesehatan jiwa dari jutaan orang. Baik yang terpapar langsung oleh virus maupun pada orang yang tidak terpapar.

Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan saat ini masyarakat masih berjuang mengendalikan penyebaran virus COVID-19, tapi di sisi lain telah menyebar perasaan kecemasan, ketakutan, tekanan mental akibat dari isolasi, pembatasan jarak fisik dan hubungan sosial, serta ketidak pastian.

“Hal-hal tersebut tentu berdampak terhadap terjadinya peningkatan masalah dan gangguan kesehatan jiwa di masyarakat,” katanya di Jakarta, Rabu (6/10). Demikian dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis (7/10)

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Selain itu berdasarkan Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun 2016, diperoleh data bunuh diri pertahun sebanyak 1.800 orang atau setiap hari ada 5 orang melakukan bunuh diri, serta 47,7% korban bunuh diri adalah pada usia 10-39 tahun yang merupakan usia anak remaja dan usia produktif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr.Celestinus Eigya Munthe menjelaskan masalah kesehatan jiwa di Indonesia terkait dengan masalah tingginya prevalensi orang dengan gangguan jiwa. Untuk saat ini Indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20% populasi di Indonesia itu mempunyai potensi-potensi masalah gangguan jiwa.

“Ini masalah yang sangat tinggi karena 20% dari 250 juta jiwa secara keseluruhan potensial mengalami masalah kesehatan jiwa,” katanya.

Ditambah lagi sampai saat ini belum semua provinsi mempunyai rumah sakit jiwa sehingga tidak semua orang dengan masalah gangguan jiwa mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

Permasalahan lain, lanjut Celestinus, adalah terbatasnya sarana prasarana dan tingginya beban akibat masalah gangguan jiwa.

“Masalah sumber daya manusia profesional untuk tenaga kesehatan jiwa juga masih sangat kurang, karena sampai hari ini jumlah psikiater sebagai tenaga profesional untuk pelayanan kesehatan jiwa kita hanya mempunyai 1.053 orang,” ucapnya.

Artinya, satu psikiater melayani sekitar 250 ribu penduduk. Menurutnya, ini suatu beban yang sangat besar dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Tak hanya itu, masalah kesehatan jiwa di Indonesia juga terkendala stigma dan diskriminasi.

“Kita sadari bahwa sampai hari ini kita mengupayakan suatu edukasi kepada masyarakat dan tenaga profesional lainnya agar dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa, serta pemenuhan hak asasi manusia kepada orang dengan gangguan jiwa,” tutur Celestinus.

dr. Maxi mengatakan situasi masalah kesehatan jiwa tersebut mendorong pemerintah untuk memastikan bahwa kesehatan mental agar dapat lebih diprioritaskan dari sebelumnya.

Pemerintah daerah harus menjadikan program dan pelayanan kesehatan jiwa dapat menjadi fokus perhatian, tentunya dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana terkait kesehatan jiwa yang memadai.

“Kepada masyarakat, agar menjaga kesehatan diri dan tetap patuh dan disiplin dengan protokol kesehatan agar tidak tertular COVID-19, serta selalu menjaga kesehatan jiwa dengan mengelola stress dengan baik, menciptakan suasana yang aman, nyaman bagi seluruh anggota keluarga,” ujarnya. (*/mel)

Terpisah 12 Tahun, DH Kembali Kepada Keluarga Di Sumatera Utara

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Sosial Melalui Balai Phala Martha di Sukabumi melaksanakan reunifikasi dan terminasi layanan asistensi rehabilitasi sosial berbasis residensial kepada penerima manfaat di Sumatera Utara.

Penerima Manfaat penyandang disabilitas mental yang berinisial DH (45 tahun) telah berpisah selama 12 tahun dengan keluarganya yang ada Desa Sipupus, Kec. Padang Bolak Julu, Kab. Padang Lawas Utara Prov Sumatera Utara. Demikian dikutip dari laman resmi Kemensos, Kamis (7/10).

DH pergi meninggalkan rumah sampai terdampar di Surabaya, Jawa Timur. Hingga akhirnya DH dirujuk oleh UPTD Liponsos Keputih Surabaya untuk menjalani rehabilitasi sosial di Balai Phala Martha pada akhir Maret 2021.

Selama di Balai sampai awal Oktober 2021, kondisi kesehatan mentalnya stabil dan tenang serta mampu mengikuti kegiatan yang ada di Balai antara lain: Terapi Fisik, Terapi Psikososial, Terapi Mental Spiritual, Terapi Vokasional Tanaman Hias dan Perikanan.

Pekerja Sosial selalu melakukan evaluasi perkembangan DH, serta terus berupaya menelusuri keberadaan keluarganya.

Dari hasil penelusuran tersebut, DH masih memiliki keluarga, selanjutnya pekerja sosial dapat menemukan keberadaan dan menjalin komunikasi dengan keluarga DH.

Menurut Babinsa Daerah Padang Bolak Julu, Pendamping PKH Kab. Padang Lawas Utara dan Kabid Rehsos Kab. Padang Lawas Utara memberikan informasi bahwa DH memiliki adik kandung yang bernama Dina Mariana.

“Adik kandung dan Ibu Kandung DH sangat mengharapkan Balai Phala Martha dapat mengantarkan kepulangan DH ke rumah”, kata Babinsa.

Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap DH, menunjukkan bahwa DH sudah memiliki keberfungsian sosial yang baik. Keluarga pun sudah ditemukan dan siap untuk menerima kembali di rumah sehingga DH siap untuk dipulangkan.

Rahardian Wherlita selalu Pekerja Sosial yang mewakili Balai Phala Martha melakukan reunifikasi dan menyerahkan kembali DH kepada keluarganya di rumah pada tanggal 5 Oktober 2021.

Dina Mariana selalu adik kandung DH sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Balai Phala Martha karena telah mempertemukan kembali DH dan telah menjaga DH selama di Balai.

Muhammad Affan selaku Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Phala Martha. “Kami akan berusaha untuk melakukan pendampingan terhadap DH”, ucapnya. “Kami Balai dapat melakukan memantau perkembangan DH”, harapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut: Sekretaris Desa, Pendamping PKH, Pihak Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara dan Keluarga serta tetangga berkumpul di rumah DH.

Suasana haru, penuh keakraban dan rasa syukur begitu terasa menyambut kembalinya DH di rumah. Hidangan sengaja disiapkan keluarga untuk para tamu yang hadir sebagai rasa bahagia dan syukur keluarga. (*/mel)

Pemprov Jatim Raih Anugerah Parahita Ekapraya 2021

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 kategori mentor dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Anugerah ini diberikan kepada Jawa Timur karena dinilai berhasil dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

“Ini adalah bentuk apresiasi tertinggi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). InsyaAllah, Jawa Timur akan konsisten dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Kamis (7/10).

Khofifah menyebut, penghargaan tersebut berhasil diraih berkat gotong-royong kerja bersama seluruh pihak. Baik pemerintah daerah, LSM, Ormas,  perguruan tinggi, dunia usaha, maupun seluruh masyarakat Jawa Timur dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berupaya keras dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Jawa Timur. Butuh komitmen tinggi untuk mencapai  sekaligus menjaga capaian ini semua,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, kesetaraan dan keadilan  gender sangat penting dari sisi kemanusiaan,  keadilan,  ekonomi dan sebagainya. Perempuan, kata Khofifah, harus memiliki kesempatan yang sama dalam hal partisipasi ekonomi, kesetaraan akses pendidikan, kesehatan serta political empowerment. 

Kesetaraan gender, lanjut Khofifah, bukan persaingan antara perempuan dan laki-laki. Namun memastikan kaum perempuan dan laki-laki memiliki aksesibilitas yang sama terhadap sumber daya, serta dapat berpartisipasi dan terlibat dalam proses pembangunan tanpa pembatasan.

“Kekerasan seksual, perkawinan dini, perbedaan upah, kematian ibu dan anak, hingga stunting bukan hanya permasalahan perempuan, tapi masalah kemanusiaan yang harus dituntaskan bersama-sama antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Untuk diketahui, APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak. Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

PUG merupakan indikator pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Verifikasi lapangan oleh tim verifikator independen pun dilakukan untuk melihat lebih dalam, lengkap, komprehensif, dan objektif atas data dan informasi terkait hasil pelaksanaan strategi PUG berdasarkan isian formulir tersebut.

“Saya berharap, kedepan pemahaman akan kesetaraan gender di masyarakat semakin baik. Dengan begitu, perempuan-perempuan di Jawa Timur dapat semakin sejahtera dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan yang disebabkan faktor sosio-budaya,” pungkasnya. (poedji)