Gubernur Khofifah Undang Pelaku UKM Papua di Pameran Dagang Jatim

JAYAKARTA NEWS -Setelah borong-borong souvenir khususnya noken di pasar mama-mama Papua, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berjanji akan mengundang pelaku UKM di Jayapura, Papua dalam pameran dagang di Jawa Timur.

Janji tersebut sebagai respon atas usulan Kordinator Pasar imbi, yang khusus menjual Noken, Nelly Yeimo.  Saat bertemu khofifah, Nelly langsung menyampaikan usulan agar pelaku UKM Papua diundang jika ada pameran dagang di Jawa Timur beliau diundang.

Khofifah pun langsung meng-iyakan permintaan tersebut dan mengatakan bahwa langkah tersebut sebagai bentuk dukungan Jawa Timur terhadap pengembangan pasar produk-produk asal Papua. Dengan begitu, pemasaran produk asal Papua bisa lebih luas lagi.

Menurut Khofifah, UKM di Papua memiliki produk yang sangat beragam seperti berbagai aksesoris dan hiasan berbahan baku lokal, bahan makanan dan minuman, peralatan rumah tangga serta produk pertanian.

“Salah satu yang paling banyak dicari adalah noken. Kemarin, saya juga membeli noken untuk oleh-oleh, minuman sarang semut, dan balsem pala. Produk-produk ini cukup banyak diminati,” ujar Khofifah di Jayapura, Papua, Senin (4/10).

Khofifah mengatakan, potensi UKM Papua sangat besar. Hanya saja, memang butuh pendampingan dan bimbingan untuk pemasarannya. Karena itu, Ia akan turut mendorong pemasaran produk UKM Papua melalui pameran dagang.

“InsyaAllah, Jawa Timur akan ikut bantu promosikan produk UKM Papua,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga mengajak atlet dan official Jawa Timur untuk memborong produk lokal Papua. Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan perekonomian Papua dan kesuksesan PON XX Tahun 2021.

“Setelah PON usai, sebelum kembali ke Jawa Timur jangan lupa beli oleh-oleh dari Papua. Banyak produk kreatif lokal Papua yang bagus dan berkualitas,” pungkasnya. (poedji)

Gubernur Khofifah Borong Noken untuk Oleh-oleh di Pasar Mama-Mama

JAYAKARTA NEWS – Apa  saja yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selama di Papua? Selain memberikan suport kepada atlet Jatim yang sedang bertanding di PON XX, perempuan yang dekat dengan masyarakat itu  juga menyempatkan diri memborong noken khas Papua di Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayapura, Minggu (3/10) malam usai semua event selesei.

Belasan  noken diborong Khofifah yang rencananya akan dibagikan ke sejumlah kawan yang pesan saat mereka tahu saya ke Papua. Noken sendiri adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu.

“Teman-teman saya banyak mengetahui saya ada di Jayapura. Beberapa diantaranya ada yang minta dibawakan oleh-oleh khas Papua,” ungkap Khofifah.

Tidak hanya noken, Khofifah juga memborong berbagai buah-buahan khususnya pisang kepok merah  yang dijual para pedagang, termasuk  sarang semut dan balsem pala khas Papua Barat. Balsem yang termasuk bahan kosmetik itu memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Produk tesebut merupakan hasil kerjasama Badan usaha Milik Kampung (BUMK) di Kab. Fak-Fak, Papua Barat.

Menurut Khofifah, aksi borongnya tersebut merupakan bagian dari upaya turut mendorong pemulihan perekonomian masyarakat  serta menyemangati mama- mama penjual di pasar sini yang terdampak  akibat Pandemi Covid-19. Mengingat, pandemi berdampak besar pada roda perekonomian masyarakat, utamanya pelaku UMKM.

Di Pasar Mama-Mama Papua tersebut, Khofifah tampak begitu menikmati suasana pasar. Khofifah juga bercengkrama dan mengajak para pedagang berbincang dan membagi-bagikan kue Spikoe yang notabene adalah panganan khas Surabaya –  Jawa Timur. Khofifah mengatakan, bahwa kunjungannya ke Pasar Mama-Mama Papua ini bukan yang pertama. Diantara mereka cukup banyak yang mengenal Khofifah sebagai menteri.

“Setiap kali berkunjung ke Jayapura, dan wilayah Papua lainnya saya selalu menyempatkan diri untuk datang ke pasar mama- mama. Biasa saya cari pisang kepok merah yang manis gurih.  Dulu kondisi pasar ini  tidak seperti sekarang, jauh berbeda karena sudah diperbaharui sekitar 2 tahun belakangan,” imbuhnya.

Sebelum beranjak, Gubernur Khofifah menulis di atas kertas putih yang diminta salah satu pedagang. Sebuah kalimat yang mengungkapkan rasa bahagia bisa berbelanja di Pasar Mama Papua serta harapan doa agar Mama Papua bisa terus berkarya.

Sementara itu, salah satu pedagang Agustina Mote (51) mengaku senang barangnya dibeli orang nomor satu di Jatim tersebut. Ia pun sempat tidak menyangka jika bisa bertatap muka langsung dengan Khofifah yang juga Mantan Menteri Sosial tersebut. 

“Tadi Ibu Gubernur beli tas noken seharga Rp. 300 ribu dan sarang semut seharga Rp. 100 ribu. Saya sangat senang karena hari ini belum ada pembeli. Setelah Ibu Khofifah datang, baru dapat uang. Lumayan Rp. 400 ribu,” ungkapnya.

Senada, pedagang lainnya, Mama Susana (45) pun merasa bangga dan gembira karena barang dagangannya  dibeli oleh Gubernur Khofifah. Ia berharap, Khofifah bisa kembali berkunjung ke Pasar Mama-Mama Papua di lain waktu untuk membeli barang dagangannya.

“Terima kasih ibu. Sudah beli disini. Semoga kesini lagi Ibu Khofifah,” harapnya. (poedji)

Bupati Bolmong Sampaikan Terima Kasih Atas Bantuan Mensos untuk Penyintas Banjir

JAYAKARTA NEWS – Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Menteri Sosial Tri Rismaharini di tengah-tengah penyintas banjir. Masyarakat sangat terbantu dengan respon cepat Kemensos dalam penanganan bencana.

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Menteri di lokasi bencana dan menyapa para pengungsi. Ini sangat membantu membangkitkan motivasi kami menghadapi musibah,” kata Bupati Yasti, saat mendampingi Mensos Risma di lokasi bencana di Desa Baru Merah, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (30/9).

Mensos dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WITA setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam dari kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo. Tiba di lokasi Mensos langsung menuju titik-titik terdampak bencana.

Mensos melintasi sisa jalur banjir yang masih becek dan melihat rumah yang rusak parah persis di bawah lereng bukit. Titik pengamatan bergeser ke pinggir sungai untuk melihat kerusakan jembatan.

Selama melakukan pengamatan, Mensos dan rombongan menyaksikan adanya potongan kayu dan pohon yang sebagian masih tersangkut di mulut jembatan. Mensos mendapatkan laporan bahwa sisa pepohonan tersebut merupakan dampak penebangan pohon yang kurang terkendali dari atas bukit.

Dalam pernyataannya kepada media, Mensos menyampaikan himbauan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Tindakan merusak lingkungan hanya akan mengakibatkan bencana bagi masyarakat.

“Ya ini harus kita lakukan bersama-sama. Menjaga lingkungan merupakan tugas bersama, baik pemerintah maupun masyarakat,” kata Mensos. 

Untuk perbaikan kerusakan rumah warga, Kemensos mengalokasikan anggaran. Namun Mensos masih akan menunggu data  dari pemerintah daerah. Mensos juga menyapa anak-anak di tenda Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Ia meminta anak-anak tetap semangat dan tidak lupa belajar.

“Tetap semangat ya. Jangan lupa belajar supaya menjadi anak pinter,” kata Mensos sambil membagikan paket makanan anak. Mensos juga menyapa sebagian warga yang ditemui dan meminta mereka bersabar atas bencana yang terjadi.

“Tetap sabar ya. Dan terus berdoa semoga kondisi segera pulih seperti sedia kala,” katanya.

Untuk penyintas banjir, Kemensos menyiapkan bantuan berupa tenda serba guna Merah Putih 1 Unit, makanan siap saji 120 paket / 10 dus, makanan anak 120 paket / 20 dus, selimut 100 lembar, kids ware 10 paket,  family kit 50 paket, foodware 5 paket, tenda gulung 100 lembar, perlengkapan dapur 35 paket matras 50 lembar, kasur lipat 20 lembar, dan beras reguler 1 ton. Total nilai bantuan di Bolaang Mongondow sebesar Rp146.772.700.

Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah memberikan respon cepat sejak awal bencana. Bersama unsur-unsur penanganan bencana lainnya, Tagana melakukan pendataan serta kaji cepat di lokasi terdampak, mendistribusikan bantuan, mendirikan tenda pengungsian, mengevakuasi korban ke tempat aman dan melakukan kegiatan LDP.

Tagana juga membuka layanan dapur umum di Desa Buhu Kec. Talgaajaya  yang produksi 3.000 nasi bungkus/hari. Juga Layanan dapur umum mandiri juga didirikan di Desa Tanah Merah Bolaang Mongondow. 

Hari Jumat (01/10), Mensos dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Kota Manado. Agenda kegiatan Mensos di Manado adalah penyaluran bantuan Atensi dan pemadanan data bantuan sosial Program Keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). (*/mel)

95 Persen Penyandang Disabilitas di Enam Provinsi Telah Vaksinasi Dosis Pertama

JAYAKARTA NEWS – Sebanyak 95 persen penyandang disabilitas di enam provinsi telah selesai vaksinasi dosis pertama. Hal ini berdasarkan laporan dari Kantor Staf Presiden yang disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia di Kantor Kementerian Sosial, di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

“Hari ini kami menyerahkan laporan 450.000 dosis vaksin Sinopharm untuk penyandang disabilitas hibah dari Raja Uni Emirat Arab. Vaksinasi dosis pertama untuk enam provinsi yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali sudah berjalan 95 persen. Dan saat ini dosis 2 terus berjalan,” kata Angkie Yudistia.

Angkie mengatakan (dari presentase tersebut) artinya herd immunity penyandang disabilitas sudah terbentuk.

“Sebanyak 225.000 target sasaran penyandang disabilitas dan juga pendampingnya telah divaksinasi. Ini tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat Kemensos, Kemenkes, dan Kemendagri. Terima kasih bu Menteri beserta jajarannya dan Dinsos yang telah bekerja dengan sangat baik karena data semua terpusat di Kemensos melalui Dinas Sosial,” kata Angkie.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, percepatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas telah menjadi prioritas karena penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok paling rentan terpapar virus Covid-19.

“95 persen penyandang disabilitas telah divaksinasi, meski masih banyak keluarga penyandang disabilitas yang tidak mau melakukan vaksinasi karena masih takut. Ini yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita. Kita akan terus lakukan sosialisasi,” Kata Mensos.

Sementara itu menyambut Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVI Papua, Mensos memastikan semua atlet dan pelatih selesai divaksinasi di bulan Oktober.  

“Memang kita dorong penyandang disabilitas untuk bisa melakukan vaksinasi sebelum berangkat. Terutama nanti November akan ada PEPARNAS XVI. Jadi kita dorong dan pastikan baik atlet maupun pelatih dan pendamping di bulan Oktober telah selesai divaksinasi,” kata Mensos.

Percepatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas telah tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/598/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk pendataan dan pendaftaran NIK penyandang disabilitas yang diperoleh dari dari Balai, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Penyandang Disabilitas, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), dan Dinas Sosial. Serta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam penyediaan sentra-sentra vaksinasi bagi penyandang disabilitas.

Rencana Kolaborasi Perlindungan Sosial Penyandang Disabilitas

Mensos Risma menyatakan akan melakukan kolaborasi dengan Kantor Staf Presiden dalam upaya perlindungan penyandang disabilitas di Indonesia, salah satunya bantuan bagi penyandang disabilitas berat.

“Ke depan kita akan siapkan membuat aturan untuk bisa memperhatikan penyandang disabilitas berat. Bukan hanya sekedar mendapatkan bantuan sosial tetapi keluarganya bisa diringankan bebannya untuk kebutuhan lain di luar kebutuhan pokok seperti makanan,” kata Mensos.

Untuk membantu anak-anak yang mengalami hilang pendengaran, lanjutnya, pihaknya berencana membuat modul bagi orang tua untuk melatih anak-anak mereka bicara. 

Selain itu bagi penyandang disabilitas yang masih produktif, Kementerian Sosial akan siapkan mereka akses penghidupan layak misalnya dengan alat-alat bantu yang sudah buat di Kemensos.

“Semua ini diharapkan kedepannya mereka (penyandang disabilitas) bisa mandiri,” kata Mensos. (*/mel)

Respon Cepat Kemensos untuk Ibu dari Bayi Manusia Silver

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Sosial RI merespon cepat informasi mengenai MFA, bayi satu tahun yang diketahui publik sebagai manusia silver. Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan unit pelayanan teknis (UPT) terkait untuk untuk melakukan asesmen komprehensif terhadap MFA beserta ibunya CK.

“Saya sudah menugaskan tim untuk melakukan penanganan. Dan saat ini bayi tersebut dengan ibunya sudah barada di balai Kemensos,” kata Mensos Risma dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (27/9). Pernyataan Mensos menanggapi pemberitaan luas di media terkait balita yang dilumuri cat silver dan diajak bekerja di pinggir jalan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Atas instruksi Mensos, tiga UPT yakni Balai Melati Jakarta, Balai Handayani Jakarta, Balai Mulya Jaya Jakarta, serta Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial bergerak ke lapangan. Berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, tim menemukan informasi akurat mengenai keduanya. 

Pihak Dinas Sosial mengatakan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan sempat mengamankan dua orang berinisial E dan B yang membawa MFA meminta-minta tanpa sepengetahuan CK. Atas dasar informasi tersebut, tim Kemensos memberi motivasi agar CK dan anaknya dibawa untuk mendapatkan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Atas tawaran tim Kemensos, CK pun menyetujui dan akhirnya ia sudah berada di Balai Melati Jakarta sejak Minggu (26/9). Selama di Balai Melati, CK mendapatkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mengatasi krisis yang dihadapinya. Tim LDP juga memotivasi dengan harapan menghasilkan perubahan perilaku positif terhadap CK agar lebih memahami peran dan tanggung jawabnya terhadap tumbuh kembang MFA sebaik-baiknya.

Selama proses asesemen awal, didapatkan fakta bahwa CK  juga berprofesi sebagai manusia silver sejak 2 bulan terakhir. Ia tinggal bersama teman-temannya di kos-kosan dengan biaya Rp400 ribu/bulan.

Dengan memahami latar belakang ekonomi CK, Mensos menginstruksikan agar CK bisa mendapatkan akses terhadap pekerjaan. “Nanti kita akan melakukan langkah berikutnya supaya ibunya tidak harus meninggalkan anaknya. Kami akan siapkan lahan usaha. Jadi CK tidak perlu lagi menitip-nitipkan anaknya ketika bekerja,” kata Mensos.

Memperhatikan dan menindaklajuti arahan Mensos, tim Balai Melati memberikan bantuan ATENSI berupa pemenuhan sembako seperti susu dan popok bagi MFA. Selain itu, CK akan diberikan bantuan pembinaan kewirausahaan agar dapat membuka usaha di daerah asalnya Brebes.

“Saat ini tim kita juga lagi membujuk manusia silver dan pengemis lainnya satu per satu. Beberapa dari mereka juga sudah mau bekerja di balai,” kata Mensos. (mel)

Prof Dr Aminullah Assagaf Terpilih Jadi Ketua Umum YPCA

JAYAKARTA NEWS – Setelah melalui proses dan mekanisme yang sudah ada, akhirnya Prof. Dr. Aminullah Assagaf ditetapkan sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU). Dia akan memimpin YPCU dalam masa dua tahun ke depan.

Komposisi kepengurusan di YPCU saat ini sudah tertata rapi, solid, dan diisi orang yang memiliki kapabilitas di bidangnya masing-masing. YPCU adalah sebuah yayasan yang membawahi unit-unit yaitu SMP Dr Soetomo, SMA Dr Soetomo, SMK Unitomo, dan Universitas Dr Soetomo.

Hadirnya Prof Aminullah sebagai Ketua Umum YPCU yang baru itu diperkenalkan kepada seluruh pengurus YPCU dan pimpinan lembaga di bawahnya dalam sebuah forum konsolidasi dan silaturahim di kantor YPCU kompleks Kampus Unitomo Jalan Semolowaru 84, Surabaya, Minggu (26/9).

Prof Dr Aminullah Ketua Umum YPCA yang baru

Dalam kesempatan itu Ketua Pembina YPCu, Prof Dr Eddy Yunus,. ST, MM memperkenalkan personel baru yang ada di tubuh Yayasan.

“Semoga dengan hadirnya Prof Amin dan personel lainnya ada tambahan energi baru untuk mengembangkan amal yayasan lebih luas lagi,” ujar Prof Eddy Yunus.

Dalam perkenalannya, Prof Aminullah, menyampaikan sesuatu yang cukup menarik. Dia mengatakan memiliki galur keturunan Nabi Muhammad SAW.

Prof Amin sebelumnya menjabat Kaprodi S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo. Pengalaman profesionalnya, pernah menjabat direktur Keuangan PLN.

Selain Ketua Umum, Prof Edy juga memperkenalkan Ketua Pengawas Milton Obsleger, Ketua I, Dr Redi Panuju, M.Si; Ketua II, Dr Fajar Kurnia Hartati; dan Ketua III Dr Ulul Albab, MS.

Kemudian Kepala Humas YPCU, Moh Hassan; dan Dr Erry Metta, SH, MH sebagai staf ahli bidang hukum YPCU. Konsolidasi ini berakhir dengan suasana yang indah dan semuanya sepakat memajukan lembaga pendidikan yang ada. (poedji)

Kejar Target PTSL Tahun 2025, Kepala Daerah Diminta Subsidi Masyarakat Kurang Mampu

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh bupati/walikota se-Jatim untuk mempercepat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di daerah.

Bagi masyarakat kurang mampu, Khofifah juga meminta kepada daerah membantu proses tersebut melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL dan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB. Kebijakan ini agar target seluruh bidang tanah di Jawa Timur bisa terdaftar tahun 2025 bisa tercapai.

“Masih banyak dijumpai kendala sertifikat tidak terbit karena masyarakat tidak mampu membayar BPHTB,” ungkap Khofifah disela-sela peringatan HUT Undang-Undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria (UUPA) dan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) ke 61 di Surabaya, Jumat (24/9).

“Saya harap kepala daerah bisa ikut membantu percepatan PTSL di wilayahnya masing-masing dengan memberikan semacam subsidi untuk mengurangi beban masyarakat atas pendaftaran tanah pertama kali. Anggarkan sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing,” tambah dia.

Khofifah mengatakan, program PTSL yang digulirkan pemerintah akan mampu menyelesaikan berbagai konflik pertanahan yang selama ini terjadi, seperti tumpang tindih, termasuk juga mafia tanah.

“Jika tanahnya terdaftar, maka masyarakat tidak perlu lagi khawatir terjadi konflik, karena jelas ada tanahnya, ukurannya,juga sertipikat kepemilikan. Bagi yang memiliki usaha, sertipikat ini juga bisa menjadi jaminan ke bank untuk mendapatkan pinjaman modal usaha,” imbuhnya.

Khofifah menyebut, Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai kasus konflik tanah juga menyikat habis mafia tanah bersama dengan dukungan Kepolisian serta Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Kanwil BPN Jatim yang dinilai mampu memberikan pelayanan utamanya mempercepat legalisasi aset dengan maksimal. Utamanya, dengan fasilitasi serta program yang berkomitmen kuat membantu pelayanan bagi masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih bahwa dalam pelaksanaan legaliasi aset melalui kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jatim, capaian Kanwil BPN Jatim sangat menggembirakan. Bahkan, secara nasional mendapat predikat terbaik nasional  dalam penilaian kinerja tahun 2020,” kata Gubernur Khofifah usai menghadiri upacara tersebut.

Menurut Khofifah, capaian tersebut harus diiringi dengan menjaga semangat militan dan dedikasi bersama untuk mencapai tujuan utama yakni mensejahterahkan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyematkan Penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada ASN Kanwil BPN Jatim yang telah berdedikasi 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun dan diberikan secara simbolis kepada 9 orang.

Gubernur Khofifah juga menyerahkan sertifikat Aset Pemerintah Daerah, Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah, dan PLN kepada perwakilan penerima sertifikat aset yaitu Pemerintah Daerah, BUMN dan Pemerintah Pusat dengan total penerima sebanyak 23 orang. Diantaranya Kota Surabaya, Kab. Mojokerto, Kab. Gresik, Pemkot Mojokerto, Pemkab Malang, Kementrian Pertahanan, PLN, Kementrian PUPR dan sertifikat tanah Kementerian Keuangan. (poedji)

DPR Kawal Anggaran Kemensos Santuni Anak Yatim Piatu Sampai Persetujuan Kemenkeu

JAYAKARTA NEWS – Komisi VIII DPR RI memastikan mendukung penuh kebijakan Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait program-program bantuan sosial (bansos) yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin dan rentan.

Salah satu yang menjadi dukungan prioritas wakil rakyat ini yaitu inisiatif Mensos Risma memberikan bantuan bagi anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang terdampak pandemi Covid-19.

“Yang menarik untuk kali ini adalah kita bersepakat dengan kemensos untuk memberikan bantuan anak yatim. Anak yatim ini per anak, per kepala mereka yang sudah sekolah diberikan bantuan setiap bulan Rp200 ribu sedangkan yang belum sekolah Rp300 ribu, ini saya kira yang terbaru,” kata Bukhori, saat penyaluran bantuan ATENSI bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, di GOR Sasana Krida Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut, politikus partai PKS itu dalam Siaran Pers Kemensos, Jumat (24/9) mengungkapkan, untuk Kabupaten Kendal sendiri sudah tersalurkan sekitar 70 anak dari kuota 700 anak.

Ia juga menyampaikan pada 2022 nanti bantuan tersebut tidak hanya untuk anak yatim piatu yang terdampak Covid-19, melainkan untuk anak yatim piatu di seluruh Indonesia yang tidak terdampak pandemi.

“Kuota untuk berikutnya tidak hanya karena Covid-19, pada 2022 semua anak yatim di Indonesia kita berharap untuk mendapatkan bantuan, kita berikan anggaran itu kurang lebih kuota 5 juta anak yatim,” kata Bukhori.

Kemensos sebelumnya, mengusulkan anggarannya Rp 11,64 triliun untuk 3.453.128 anak yatim piatu usia sekolah dan 963.855 anak yatim piatu belum sekolah. Meski didukung penuh oleh Komisi VIII DPR RI, tapi usulan anggaran tersebut belum masuk ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Oleh karena itu, Bukhori menegaskan Komisi VIII DPR RI akan mengawal hingga usulan tersebut disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“DPR yang sebelumnya mengusulkan dan kemudian ibu menteri setuju jadi kami tidak hanya mendukung tapi mengawal sampai kemenkeu menyetujui (usulan anggaran),” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Mensos Risma juga berharap agar usulan anggaran untuk 2022 yang diperuntukannya tak lagi hanya untuk anak yatim karena Covid-19, tapi juga untuk anak yatim bukan karena Covid-19 yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dapat disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kalau secara informal, Bu Sri Mulyani menyepakati tapi itu kan dilihat juga anggarannya,” kata Risma.

Sebagai Informasi, data per 23 September 2021 tercatat data masuk untuk bansos anak yatim piatu sudah terlaporkan sebanyak 38.000 anak. Sudah di validasi sebanyak 28.000 anak dan 10.000 anak sedang dilakukan pendataan ulang.  

Kemudian, data yang sudah dilakukan pembukaan rekening sebanyak 4.500 anak. Namun, yang sudah pencairan sebanyak 2.000 anak.(*/mel)

Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah telah menetapkan Hari Libur Nasional Tahun 2022. Adapun untuk cuti bersama, akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan perkembangan Covid-19.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2022 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, pada Rabu (22/9).

“Tahun 2022 telah ditetapkan untuk libur nasional berjumlah 16 hari,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy.  Sementara untuk cuti bersama tahun 2022, katanya, akan ditetapkan kemudian dengan memperhatikan perkembangan Covid-19.

Surat Keputusan Bersama  Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2022 ini ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ikut menyaksikan, Menko PMK Muhadjirin Effendy.

Berikut ini daftar Hari Libur Nasional 2022:

– 1 Januari : Tahun Baru 2022 Masehi

– 1 Februari : Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili

– 28 Februari : Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

– 3 Maret : Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944

– 15 April : Wafat Isa Almasih

– 1 Mei : Hari Buruh Internasional

– 2-3 Mei : Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah

– 16 Mei : Hari Raya Waisak 2566 BE

– 26 Mei : Kenaikan Isa Almasih

– 1 Juni : Hari Lahir Pancasila

– 9 Juli : Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah

– 30 Juli : Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah

– 17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI

– 8 Oktober : Maulid Nabi Muhammad SAW

– 25 Desember : Hari Raya Natal

Menko PMK menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dalam penetapan SKB Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022. “Penetapan libur nasional dan cuti bersama juga berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19,” tambahnya.

Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022 ini, katanya, dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta dalam beraktivitas, serta sebagai rujukan bagi kementerian dan lembaga pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja. (*/uli)

Satu Tungku Tiga Batu, Cermin Toleransi Umat di Fakfak

JAYAKARTA NEWS – Fakfak adalah nama salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Barat. Nama ini diyakini berasal dari kata “PakPak” yang memiliki arti batu kotak-kotak yang bertumpuk. Bebatuan seperti ini dapat dilihat di lokasi pelabuhan Fakfak tempat kapal bersandar.

Dalam perkembangan selanjutnya, nama ini menjadi identitas warga asli yang telah mendiami kawasan ini sejak zaman dulu. Hal itu ditandai dengan nama marga yang menjadi identitas warga.

Etnis Mbaham Matta (WUH) adalah masyarakat Adat tertua yang ada di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Masyarakat Kabupaten Fakfak ini terkenal dengan filosofi Satu Tungku Tiga Batu. Mereka memahami filosofi tersebut sebagai cerminan toleransi antar umat beragama.

Humas Kemenag Kab Fakfak, Alex Iba, bercerita bahwa berdasarkan sejumlah sumber yang dia baca, sejak zaman dahulu, warga suku Mbaham Matta (WUH) yang mendiami Fakfak memasak di atas tungku yang terbuat dari tiga batu besar. Ketiga batu ini memiliki ukuran yang sama, kokoh dan kuat serta tahan panas. Ketiganya disusun membentuk lingkaran sehingga bisa menopang kuali atau belanga yang akan digunakan untuk memasak.

 “Bagi masyarakat Kota Pala ini, tungku merupakan simbol dari kehidupan. Sedangkan tiga batu adalah Simbol dari Kau, Saya dan Dia yang menghubungkan perbedaan baik Agama, Suku, dan Status Sosial dalam satu wadah persaudaraan,” ujat Alex Iba di kantornya, dikutip dari laman resmi Kemenang RI, Senin (20/9/2021).

“Dasar itulah yang kemudian dijadikan sebagai simbol kerukunan di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat,” sambungnya.

Filosofi Satu Tungku Tiga Batu ini, juga merupakan pengejawatan dari filsafat hidup Etnis Mbaham Matta yang disebut “KO, ON, KNO, Mi Mbi Du Qpona”. Artinya, Kau, Saya, dan Dia Bersaudara. Filosofi ini mengarah pada Adat, Agama, dan Pemerintahan.

Filosofi ini menjadi pegangan hidup masyarakat Kabupaten Fakfak.  Dahulu, filosofi satu tungku tiga batu ini,  diwariskan secara turun temurun di dalam keluarga. Pada tahun 1990-an, dilakukan upaya perumus hingga secara resmi ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai filosofi Kabupaten Fakfak.

Kabupaten Fakfak dikenal sebagai penghasilan rempah-rempah, salah satunya adalah buah Pala. Hal ini membuat banyak pedagang singgah di Kabupaten Fakfak untuk berniaga, termasuk para pedagang muslim dari Tidore dan Ternate.

Dalam perkembangannya, penduduk Kabupaten Fakfak semakin beragam. Ada di antara mereka yang beragama Islam, Katolik, dan Kristen Protestan. Mereka hidup secara toleran dan harmonis.

Kondisi ini bisa dilihat misalnya dalam acara keagamaan. Saat perayaan Idul Fitri dan Natal, semua umat dilibatkan. “Bahkan, bila ada acara pembangunan masjid atau gereja, semua umat juga ikut terlibat, berpartisipasi dan bergotong royong,” tutur Alex Iba.

Kini, Fakfak menjadi salah satu kabupaten tertua di Provinsi Papua Barat, bahkan di tanah Papua. Filosofi Satu Tungku Tiga Batu telah mengajarkan mereka bahwa perbedaan justru menjadi sarana untuk menyatukan.

Warga Fakfak tidak pernah bahkan tidak ada waktu untuk membeda-bedakan agama satu dengan agama yang lain. “Filosofi Satu Tungku Tiga Batu merupakan nafas dari kerukunan dan keakraban dalam peradaban masyarakat yang ada di Kabupaten Fakfak,” tandas Alex. (*/mel)