JAYAKARTA NEWS – Masyarakat Jatim boleh bangga karena dua perguruan tinggi di daerah itu mampu menciptakan terobosan teknologi, masing-masing Unair mengembangkan vaksin merah putih dan ITS dengan kendaraan roda dua bertenaga listrik yang diberi nama Gesits.
Atas capaian inovasi dan terobosan itulah pada hari pahlawan Rabu (10/11) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, mampu memberi sumbangsih besar kepada Indonesia.
Universitas Airlangga berhasil mengembangkan vaksin merah putih yang telah selesei uji pra klinis dan rencananya akan dilakukan uji klinis dalam waktu dekat.
Tepat di momentum Hari Pahlawan ini, Unair berhasil menyeleseikan fase uji pra klinis Vaksin Merah Putih guna mendukung upaya mencegah penyebaran virus SARSCov-II yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti Unair. Vaksin Merah Putih ini, bahkan sudah diserahkan dari Unair kepada PT. Biotis Pharmaceuticals Indonesia untuk dilanjutkan riset klinis di RS. Dr. Soetomo sekaligus di daftarkan di WHO.
“Secara natural, penyiapan vaksin membutuhkan waktu hingga sepuluh tahun. Namun disini, tim UNAIR hanya membutuhkan waktu tidak sampai dua tahun. Hal ini bukti pengaruh penting dari transformasi digital dan teknologi dalam proses tersebut,” tutur Gubernur perempuan pertama Jatim itu.
Khofifah pun menyatakan siap menjadi relawan uji klinis vaksin merah putih yang rencananya akan dilakukan di RSUD. Dr. Soetomo, Kota Surabaya. Menurut Khofifah, inisiatif ini sebagai upaya mempercepat hadirnya vaksin buatan dalam negeri sehingga tidak bergantung pada vaksin dari luar negeri.
Selanjutnya, peran ITS juga besar menginspirasi kemajuan bangsa dengan berhasil menciptakan Sepeda motor Listrik atau Skuter Listrik “Gesits” yang merupakan singkatan dari Garasindo Electric Scooter Institut Teknologi Sepuluh November. Semakin membanggakan karena Gesits telah melakukan ekspor perdana ke Senegal, pertengahan Bulan Oktober 2021 lalu. Sebanyak satu kontainer Motor Listrik Gesits dilepas dari Pabrik WIMA di Kawasan Industri WIKA, Cileungsi-Bogor.
Saat test drive Gesits di Ponorogo, Khofifah menyebut bahwa skuter tersebut baik dan laik jalan karena nyaris tanpa suara berisik alias halus dan tarikan oke. Yang paling utama, kata dia, skuter listrik Gesits ramah lingkungan karena dapat mengurangi dampak pencemaran udara akibat gas CO2 hasil pembakaran dari mesin motor. Artinya, kata dia, udara dihirup akan menjadi lebih bagus kualitasnya dan lebih sehat tentunya.
“Ini poin penting ditengah upaya Indonesia mengurangi emisi CO2 dan konsumsi bahan bakar fosil guna menekan laju perubahan iklim,” imbuhnya.
Khofifah menyebut, Jawa Timur patut berbangga karena Unair dan ITS memberikan peran besar bagi Indonesia dan Dunia dalam memberikan sumbangsih di momentum Hari Pahlawan tahun 2021. Inovasi ini, kata dia, merupakan wujud terima kasih terhadap perjuangan pahlawan dan melanjutkan perjuangan pahlawan dalam mengisi pembangunan.
“Momentum Hari Pahlawan ini, mendorong kita untuk melakukan langkah konkrit dalam menghadapi perkembangan digitalisasi. Menguasai dan menerapkan digitalisasi merupakan wujud dari perjuangan masa kini. Mari kita meneladani sikap dan prinsip yang dimiliki oleh Pahlawan Nasional kita,” ajaknya.
Khofifah berharap capaian kedua perguruan tinggi tersebut dapat memotivasi perguruan tinggi lainnya di Jawa Timur untuk mengembangkan inovasi dan terobosan lain yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Pun dengan para mahasiswa dan civitas akademika lainnya, semoga semakin terpacu untuk mendayagunakan seluuruh kemampuan untuk Indonesia yang lebih tangguh, Indonesia yang lebih maju,” pungkas Khofifah. (poedji)
JAYAKARTA NEWS – Sebanyak 11 orang simpatisan Ganjar Pranowo mendeklarasikan berdirinya Perkumpulan Teman Ganjar DPD Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (6/11/2021) di Jakarta.
Juru Bicara Perkumpulan DPD Provinsi DKI Jakarta, Kianinara Zanetta pada deklarasi itu mengatakan, hingga saat ini anggota Teman Ganjar di Jakarta berjumlah 126 orang. “Karena masih pandemi yang hadir hari ini 11 orang. Deklarasi ini mendukung Ganjar Pranowo maju pada pemilihan presiden pada 2024 mendatang,” kata dia.
Zanetta menyebut kehadiran perkumpulan teman Ganjar di Jakarta merupakan spontanitas orang-orang yang simpati pada sosok Ganjar Pranowo. “Kita mulai bergerak dari sekarang untuk sosialisasi figur Ganjar yang menurut kami merupakan sosok yang mendekati sebagai pemimpin ideal,” ujarnya.
Zanetta melanjutkan deklarasi ini merupakan murni gerakan dari masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada pemimpin yang dinilai dekat dengan masyarakat. “Kami menilai hingga saat ini sosok Ganjar masih baik sehingga kami yakin beliau bisa menjadi pemimpin yang membawa Indonesia lebih maju,” jelas Zanetta.
Pada deklarasi itu Zanetta membacakan lima poin pokok-pokok utama deklarasi di antaranya pemimpin masa depan harus memiliki beberapa kriteria yaitu memiliki kinerja yang berakar kuat dan berorientasi pada nilai-nilai kerakyatan. Pemimpin juga harus loyal, transparan, komitmen pada penegakkan hukum. Serta antikorupsi, humanis, toleransi dan dewasa dalam berpolitik. Selain itu pemimpin harus antiradikalisme dan semangat gotong royong. (Fien)
JAYAKARTA NEWS – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kota Batu terus bertambah. Jumlah terbaru BPBD Kota Batu seperti diberitakan, 7 orang ditemukan meninggal dunia karena hanyut dan tertimbun material banjir bandang.
Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, 7 warga yang meninggal dunia ini adalah Wiji (55 tahun), Sarif (60 tahun), Feri (30 tahun) dan Dian (3.5 tahun) warga Dusun Sambong, Desa Bulukerto.
“Lalu tiga orang lainya, Wakri (54 tahun) warga Desa Giripurno, Adi Wibowo (40 tahun) warga Jl Kartini Kota Batu dan terbaru Feri warga Dusun Cangar, Desa Bulukerto,” kata Agung.
Seperti diberitakan JAYAKARTA kemarin musibah itu terjadi karena curah hujan yang tinggi sehingga air mengalir deras ke bawah dan terjadilah banjir bandang.
Gubernur Jatim, Walikota Batu, BPBD Jatim dan Batu beregerak cepat dan benerapa langkah telah dilakukan seperti pembersihan sampah dan penyisiran longsoran untuk mencari korban lain yang belum diketemukan. (poedji/bjc)
JAYAKARTA NEWS – Energi itu milik semua. Setiap warga negara semestinya diberi kemudahan untuk memperolehnya. Dan Pertamina, sebagai BUMN yang bertanggung jawab sangat menyadari fungsinya. Maka program Pertashop pun diluncurkan, guna memudahkan masyarakat mendapat pelayanan prima.
Kehadiran Pertashop di seluruh pelosok Indonesia diharapkan mampu menjangkau semua konsumen. Jika selama ini konsumen kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama karena jarak SPBU dengan pemukiman relatif jauh, Pertashop hadir untuk mengatasinya. Bisa disebut, Pertashop merupakan strategi jitu Pertamina untuk merangkul konsumen di seluruh wilayah terpercil Indonesia.
“Sekarang kalau mau beli BBM, nggak usah repot lagi. Tinggal keluar gang rumah, sudah ada Pertashop. Enak kan?” Demikian celetukan Joanito Ruddy Hamenda kepada Jayakarta News di kantornya, Beji, Depok, Senin (19/10).
Di kantornya ini, pria yang akrab dipanggil Ruddy itu memang telah membuka SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ukuran kecil, populer dengan nama Pertashop.
Pertashop adalah penyalur BBM resmi Pertamina. Serupa dengan SPBU Reguler tetapi dengan ukuran jauh lebih kecil atau mini. Pertashop boleh dimiliki perorangan dengan lokasi yang mudah dihampiri. Dekat dengan masyarakat.
Seperti milik Ruddy ini, Pertashop 3P.16404 di Jl. M Ridwan Rais Blok O No.1, Kavling Pupuk Kujang RW.07 Beji Timur, Beji – Depok. Mulai beroperasi 19 Juli 2021. Baru berjalan tiga bulan, tetapi telah menjadi langganan para tetangga sekitar. Pertashop ini lebih dikenal dengan nama Pertashop Beji Timur sesuai alamatnya. “Walaupun sudah tiga bulan berjalan tetapi kami belum peresmian ini,” kata Ruddy tertawa.
Setiap hari, 1000 liter lebih BBM Peramax terjual di Pertashop ini (melva tobing)
Apa yang dikatakan Ruddy benar. Mengisi BBM kini bagi warga Beji, Depok bukan hal yang merepotkan lagi. Tidak perlu harus ke Margonda Raya tempat SPBU besar atau Beji Raya yang jaraknya cukup jauh. “Ibu-ibu cukup dasteran, udah bisa isi bensin kesini,” kata Ruddy lagi sambil tertawa.
Bukan hanya warga setempat yang mudah mengisi BBM di tempat Ruddy ini. Pengguna jalan lintasan ini pun ikut menikmati kemudahan mengisi BBM di Pertashop ini. Seperti Angkutan Kota (Angkot) dengan trayek sekitar Beji Timur, juga Gojek Online yang kerap mangkal dekat Kampus Universitas Indonesia (UI).
Wilayah Pertashop Beji Timur memang cukup ramai karena berdekatan dengan Kampus UI. Di sekitarnya juga banyak tempat kost mahasiswa dan karyawan, selain tentunya tempat tinggal warga dan masyarakat. Belum lagi pedagang-pedagang kecil dan menengah serta sekolah yang ada di seputaran Beji Timur, Depok.
Banyak Tetangga Jadi Pelanggan
Siang itu saat menyambangi Pertashop milik Ruddy ini, Jayakarta News sempat bincang-bincang dengan beberapa warga yang hendak mengisi BBM. Mereka semua pengendara motor. Ada yang rapih berpakaian lengkap dengan helm-nya. Ada juga beberapa tanpa helm dengan tampilan seadanya.
Sang operator terlihat rapih, layaknya operator di SPBU besar. Lengkap dengan seragamnya. Ramah melayani para pengendara. Sesekali terlihat ada candaan di antara mereka. Seolah memang mereka sudah saling mengenal.
Diana, warga setempat, tidak panik lagi jika mendadak butuh BBM (melva tobing)
“Rumah saya di sekitar sini,” ujar Diana, setelah selesai mengisi BBM motornya. Bersama dengan seorang anak kecil di depannya, Diana mengaku biasa mengisi BBM di Pertashop ini. “Sejak buka, saya suka isi disini. Deket dan nggak repot,” ujar Diana yang datang tanpa helm.
Bagi Diana, kehadiran Pertashop ini sangat membantunya sebagai ibu rumah tangga, tidak repot lagi mencari bahan bakar. “Biasanya kalau mau isi bensin harus ke Margonda atau ke Beji. Agak jauh. Apalagi kalau harus buru-buru. Repot. Sekarang enak, sudah dekat. Harganya juga sama. Nggak perlu panik lagi kalau mendadak butuh BBM,” ujar Diana lagi.
Sementara itu, Kusnadi sangat bersyukur ada pengisian BBM dekat rumahnya. Pria berusia 50 tahun itu tinggal di sekitar Beji Timur. Ia telah menjadi pelanggan setia di Pertashop ini. “Saya sudah biasa disini isi bensin. Dekat dan nggak perlu antri seperti di SPBU. Harganya juga sama,” katanya lagi.
Bagi Muhammad Khadafi pun demikian. Ia tinggal di sekitar Kemiri, Depok. Tidak jauh dari Pertashop ini. “Sering banget saya isi bensin disini,” katanya.
Ia mengaku tidak ragu sama sekali untuk mengisi BBM di tempat Ruddy. Selain itu, yang terpenting katanya, tidak perlu antri panjang. “Disini sepi. Tidak usah antri. Harga juga sama dengan SPBU,” katanya lagi.
Semakin dekat dengan Pertashop, warga pun menjadi lebih nyaman. Tidak perlu panik mencari SPBU jika mendadak butuh BBM.
Sejak beroperasi pun, kata Ruddy, tidak pernah ada pelanggan yang komplain. Semua berjalan lancar. Bahkan dia merasa bangga hanya dalam tempo 3 bulan, jumlah BBM yang terjual meningkat terus.
Bangga Punya SPBU Mini
Ruddy mengaku bangga bisa memiliki Pertashop. Apalagi ketika hari pertama beroperasi. Melihat deretan motor datang mengisi BBM di tempatnya, dia merasa bangga bisa bermitra dengan Pertamina. “Bangga sekali rasanya. Dalam hati saya nih, Waah… saya sudah punya SPBU. Walaupun mini tapi kan ini murni dilayani langsung oleh Pertamina, ya bangga lah saya bisa bermitra dengan Pertamina,” kisah pria berusia 59 ini sambil tertawa lepas.
Ruddy bangga punya SPBU sendiri (melva tobing)
Pertashop Beji Timur mulai dibangun Maret 2021. Kemudian, minggu pertama Mei sudah bisa pasang modular. Setelah pasang modular, pengisian perdana BBM jenis Pertamax pada 30 Mei sebanyak 2 KL (kilo liter) atau setara dengan 2000 liter. “Setiap kali pengisian Pertamax memang ukurannya 2 KL atau 2000 liter. Dan, waktu Mobil Tangki datang pertama kali, saya senang banget,” kata Ruddy.
Hari pertama beroperasi (19/7) terjual 68 liter Pertamax. Satu minggu berjalan, bisa terjual 450 liter setiap harinya. Jumlah semakin meningkat di tanggal 31 Juli, sudah bisa terjual 700 liter per hari. Puncaknya di tanggal 20 Agustus mulai terjual 1000 liter lebih perhari, sampai saat ini. “Setiap hari, jumlah penjualan meningkat. Sekarang ini stabil di angka 1000 sampai 1300 liter per hari.”
Jadwal pengisian atau unloading pun semakin cepat. Dari pengisian pertama ke pengisian kedua berjarak enam hari, yaitu pada 25 Juli. Kemudian menjadi empat hari di pengisian ketiga, 29 Juli. Dan, pengisian keempat pada 31 Juli, hanya berjarak 2 hari.
Berbeda dengan SPBU Regular, Pertashop menggunakan upperground tank yaitu tangki tempat pengisian BBM ada di atas, dekat dengan modular. “Jadi kalau kita mau pindah lokasi, semuanya bisa kita bawa juga, gampang buka pasangnya,” ujar Ruddy.
Untuk mengoperasikan SPBU Mininya, Ruddy mempekerjakan dua operator dan satu petugas untuk bongkar muat atau pengisian Pertamax. Mereka adalah warga setempat juga. Pengisian BBM di Pertashop ini, sekarang bisa 5 kali dalam satu minggu dengan kapasitas 2 KL tiap kali pengisian. Sementara kapasitas tangki bisa memuat hingga 3500 liter BBM.
Untuk memiliki Pertashop jenis Gold ini, Ruddy harus mengeluarkan dana hampir Rp 250 juta. Itu tidak termasuk biaya untuk lahan. “Murni hanya untuk pertashop satu modular saja. Sedangkan lahan milik sendiri.”
Fauzan Zibran Ibrahim, warga Beji Timur, sebagai operator di Pertashop ini. Di belakang Fauzan tanda merah dilarang merokok adalah tempat tangki BBM Pertamax (foto:istimewa)
Syarat utama lahan untuk Pertashop kata Ruddy, lebar depan minimal 15 meter. “Yang penting bisa untuk manufer Mobil Tangki.”
Energi Semakin Dekat
Kehadiran Pertashop di lingkungan masyarakat, sebagaimana di Beji Timur, tentu dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Apalagi untuk masyarakat di pedesaan.
Seperti yang dikatakan Pjs. Senior Vice President Pertamina Fajriyah Usman dalam Laman Resmi Pertamina, Agustus lalu, “Masyarakat di pedesaan yang mayoritas profesinya adalah petani, nelayan, pedagang dan lainnya kini tidak perlu menempuh perjalanan jauh keluar desa untuk mengisi BBM di SPBU, karena kualitas dan harga bahan bakar yang dihadirkan di Pertashop dijamin setara dengan SPBU.”
Menurut Fajriyah, Pertamina dengan program One Village One Outlet (OVOO), di mana setiap desa atau kecamatan akan memiliki setidaknya 1 lembaga penyalur BBM maupun LPG. Maka Pertamina membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola Pertashop. “Tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Fajriyah.
Kusnadi, warga setempat, merasakan makin mudah mengisi BBM (melva tobing)
Hingga saat ini, jumlah kecamatan yang memiliki lembaga penyalur resmi BBM sudah mencapai 4.400 kecamatan di seluruh Indonesia. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, Pertashop telah mendorong peningkatan jumlah kecamatan yang memiliki lembaga penyalur resmi BBM dari 3.300 kecamatan, saat ini sudah 4.400 kecamatan. “Artinya jika sebelumnya baru 47% kecamatan yang sudah memiliki penyalur sendiri, saat ini meningkat menjadi 62% kecamatan di seluruh Indonesia,” ujar Nicke dalam Siaran Pers Pertamina (27/10).
Menurut Nicke, Pertamina mengemban amanah menjalankan UU Energi No 30 tahun 2007 sehingga bukan hanya menjaga kecukupan pasokan secara nasional, tapi juga memberikan kemudahan akses yang sama untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Sebab itu, imbuh Nicke, Pertashop perlu terus didorong karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa-desa. Selain aksesibilitas yang memberikan kemudahan untuk masyarakat, Pertashop juga bersifat affordability, karena harganya terjangkau oleh masyarakat.
“Rata-rata penyaluan BBM berkualitas melalui Pertashop terus meningkat, bahkan di beberapa lokasi ada yang mencapai 2.000 liter per hari,” ujar Nicke lagi.
Kehadiran Pertashop di pelosok desa, imbuh Nicke, menjadi salah satu solusi membangun ketahanan energi sekaligus menjadi lokomotif baru pengembangan ekonomi desa serta pembukaan lapangan kerja.
“Jika Pertashop sudah terbangun akan menumbuhkan sentra ekonomi desa. Hal ini sesuai dengan Nawacita Presiden, bahwa pertumbuhan ekonomi dimulai dari titik terjauh yaitu di desa,” tandas Nicke.
Siapapun bisa memiliki Pertashop. Pertamina membuka tawaran ini sejak 2018. Syaratnya pun mudah, hanya terdiri dari 2 kriteria, yaitu kriteria administrasi persyaratan dan kriteria lokasi. Lokasi pembangunan Pertashop diutamakan lokasi yang belum terdapat lembaga penyalur resmi dan dapat dilalui oleh Mobil Tangki Pertamina. Jika kriteria ini sudah terpenuhi, seluruh operasional Pertashop juga akan dipastikan sudah sesuai dengan standar keselamatan serta standar kualitas produknya akan terjamin serta disuplai langsung dari terminal BBM terdekat.
Ada tiga tipe Pertashop yang ditawarkan. Yaitu Pertashop Gold (luas minimum lahan 210m², kapasitas tangki 3 KL), Platinum (luas minimum lahan 300m², kapasitas tangki 10 KL), dan Diamond (luas minimum lahan 500m² kapasitas tangki 10 KL). Perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan mini market, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.
Pertashop, siapapun bisa memilikinya. SPBU Mini ini makin mendekatkan energi minyak kepada masyarakat (melva tobing)
Pertashop memiliki banyak harapan ke depannya. Dengan harga dan kualitas yang sama dengan BBM yang dijual di SPBU, Pertamina berharap Pertashop dapat menjadi jawaban untuk pemerataan distribusi energi yang akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi di pedesaan.
Tidak hanya menjual BBM saja, Pertashop juga dapat menjual Bright Gas 5,5 Kg, Pelumas Pertamina dan produk barang/jasa lainnya.
Seluruh informasi seputar persyaratan dan pendaftaran kemitraan Pertashop selaku lembaga penyalur resmi berskala kecil Pertamina bisa diakses melalui website https://kemitraan.pertamina.com/. ***(Melva Tobing)
JAYAKARTA NEWS – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang akan menganugerahkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional pada saat perayaan Hari Pahlawan 10 November 2021 di Istana Bogor. Selain dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional yang menghasilkan film ‘Darah dan Doa’ (The Long March of Siliwangi) pada tahun 1950 sebagai film pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat, Usmar Ismail juga terkenal aktif sebagai sastrawan dan wartawan. Bahkan, ia juga menjadi anggota TNI di Yogyakarta dengan pangkat Mayor.
Khusus di bidang jurnalistik, Usmar Ismail pernah menjadi pendiri dan redaktur Harian Patriot, redaktur majalah bulanan Arena, Yogyakarta (1948), dan Gelanggang, Jakarta (1966-1967). Ia juga pernah menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (1946-1947). Bahkan saat menjadi wartawan, ia pernah dijebloskan ke penjara oleh Belanda karena dituduh terlibat subversi.
“Sejak dahulu sampai sekarang, wartawan senantiasa memegang peranan penting dalam memajukan perfilman Indonesia. Film juga terbukti berperan besar membangun karakter bangsa. Sebagaimana ditunjukan Usmar Ismail melalui berbagai karya film yang ia hasilkan. Oleh sebab itu sudah selayaknya negara memberikan penghargaan besar terhadap insan perfilman, sekaligus membantu mengembangkan industri perfilman menjadi bagian dari ketahanan nasional,” ujar Bamsoet usai menghadiri Malam Anugerah Piala Gunungan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI, di Jakarta, Kamis malam (28/10/21).
Turut hadir antara lain, Ketua Panitia FFWI XI Wina Armada Sukardi, Ketua Dewan Juri FFWI XI Shandy Gasella, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Hilmar Farid, dan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari. Hadir pula para aktor ternama seperti Slamet Rahardjo, Anwar Fuadi, dan Deddy Mizwar.
Ketua MPR, Bambang Soesatyo (foto: FFWI)
Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, FFWI XI melahirkan sejarah baru dalam perfilman Indonesia. Karena tidak hanya menilai karya film yang telah ditayangkan di bioskop, tetapi juga memberikan penilaian terhadap karya film yang ditayangkan di media over the top atau OTT, yang kini juga menjadi saluran utama bagi penonton dalam menyaksikan karya film. Bedanya dengan festival film lain, dalam FFWI XI dibuat tiga genre atau kategori penilaian. Terdiri dari genre komedi, horor dan drama.
“Dari setiap genre, ada sembilan unsur yang dinilai oleh Dewan Juri FFWI. Sehingga ada 27 piala untuk masing-masing pemenang. Ada juga 3 piala khusus yang diberikan kepada tokoh khusus. Dengan demikian FFWI menyiapkan 30 piala, terbanyak dibandingkan festival film lainnya. Dewan juri FFWI 2021 merupakan wartawan aktif dari 35 media dengan komposisi usia dan asal kota yang beragam. Ada kelompok usia muda 25-40 tahun dan usia matang 41-50 tahun. Ada yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Medan, hingga Makassar,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, tingginya minat masyarakat menonton film hasil karya anak bangsa harus diimbangi dengan semakin lahirnya berbagai film berkualitas. Jangan sampai kualitas perfilman menjadi turun lantaran tidak adanya dukungan dari pemerintah maupun stimulus dari berbagai stakeholder.
“Di tahun 2018 dan 2019, jumlah penonton film Indonesia selalu menembus diatas angka 50 juta penonton. Pertumbuhan layar bioskop juga selalu meningkat. Dari 1.600 layar pada 2017, menjadi 2.000 layar pada 2018, dan naik sedikit menjadi 2.060 hingga triwulan 2020. Karena pandemi Covid-19 melanda mulai Maret 2020 hingga kini, menjadikan jumlah penonton dan layar bioskop stagnan. Namun kini seiring mulai terkendalinya pandemi Covid-19, bioskop juga sudah mulai bisa didatangi penonton,” pungkas Bamsoet bangga karena di KTPnya masih tertulis wartawan. (pik)
JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengirim tumpeng ke sejumlah rumah sakit dalam peringatan Hari Dokter Nasional 2021, Minggu (24/10). Tumpeng tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terimakasih dari Gubernur Khofifah kepada para dokter yang telah berjuang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.
Tumpeng-tumpeng tersebut dikirim Khofifah ke sejumlah rumah sakit, baik di Surabaya, Malang maupun Jember. Baik rumah sakit Pemprov, TNI maupun POLRI.
“Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa tanpa kerja keras dan kerja ikhlas para dokter dan tenaga kesehatan sulit rasanya Jawa Timur bisa keluar dari situasi sulit akibat Covid-19. Mereka mempertaruhkan segalanya untuk menolong para pasien penderita Covid-19,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (24/10).
“Bukan hanya melayani, mengobati, merawat, dan mendampingi pasien. Sebagian dari mereka bahkan ikut menjadi korban akibat ikut terpapar Covid-19,” tambahnya.
Khofifah mengatakan, dirinya sengaja mengirim tumpeng untuk para dokter ke sejumlah rumah sakit di Jawa Timur. Tumpeng sendiri kata dia merupakan akronim dari kalimat “yen meTu kudu meMPENG” yang berarti “ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat”.
Lewat tumpeng tersebut, Khofifah berharap para dokter di Jawa Timur tetap bersemangat, tidak pernah putus asa, yakin usaha sampai, dan selalu istiqomah menolong masyarakat yang membutuhkan. Utamanya, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
“Dokter dan tenaga kesehatan lainnya tidak sendiri, kami bersama TNI/Polri dan berbagai elemen masyarakat lain juga ikut berjuang. InsyaAllah, pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir,” tuturnya.
Sementara itu, Khofifah mengungkapkan bahwa situasi pandemi Covid-19 di Jawa Timur terus melandai. Bahkan, saat ini Jatim berhasil menjadi daerah dengan kota dan kabupaten yang ditetapkan menjadi PPKM level 1 terbanyak di Jawa Bali berdasarkan Inmendagri No. 53 Tahun 2021.
Tak hanya itu, kondisi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ICU RS saat terjadi penungkatan eksponensial pada Juli lalu turun sebanyak 73% dari 78% menjadi 5%, BOR Isolasi RS turun 78% dari 81% menjadi 3%.
“Capaian-capaian seperti ini tidak terlepas dari perjuangan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Mari kita jaga kondisi seperti ini dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan percepat vaksinasi. Pokoknya, Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya.(poedji)
JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak di lingkungan eks lokalisasi Dolly. Anak-anak Dolly membutuhkan dukungan semangat untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Saat ini banyak anak-anak dari kawasan Dolly dan sekitarnya seperti Jarak, Putat, dan Girilaya yang bersekolah di SMPN 10 Surabaya. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga pra sejahtera. Selain itu, lingkungan sosial di lokalisasi, tentu berdampak serius terhadap tumbuh berkembang mereka.
Hal itu menjadi dasar bagi Mensos Risma untuk memperioritaskan bantuan kepada mereka, berupa alat komunikasi canggih berjenis tablet sebanyak 105 unit, dengan nilai total Rp501.510.000.
“Saya mendahulukan dan memprioritaskan anak-anak dari kawasan Dolly untuk mendapatkan bantuan sosial. Bantuan ini kami harapkan bisa menyemangati mereka dalam menjalani pendidikan, khususnya di SMPN 10 Surabaya,” kata Mensos Risma, saat bertemu dengan para guru dan siswa SMPN 10 Surabaya dalam laman resmi Kemensos, Sabtu (23/10).
Mensos Risma menuturkan, kondisi sosial anak-anak yang tumbuh dan berkembang di kawasan Dolly berbeda dengan daerah lain. Diibaratkan oleh Mensos Risma, jika daerah lain anak-anak memulai kehidupan dari titik nol, anak-anak dari Kawasan Dolly memulai kehidupan dari titik minus.
Tentu bukan hal mudah untuk menumbuhkan optimisme mereka di kancah pendidikan. “Kita tahulah seperti apa dulu Dolly. Tentu ini berdampak pada kondisi sosial anak-anak. Jika mereka di daerah lain memulai kehidupan dari titik nol, maka anak-anak Dolly dimulai dari minus. Perlu sentuhan, dukungan untuk mereka agar memiliki rasa percaya diri dan semangat menjadi sukses,” katanya.
Di hadapan siswa SMPN 10, Mensos Risma juga memacu semangat mereka agar belajar giat, semangat dan yakin bisa sukses. Mensos Risma mencontohkan dirinya yang juga alumni SMPN 10 yang tetap semangat.
Meski pada eranya sering di-bully karena sekolahnya sering banjir dan berada di kawasan pinggiran.
“Kalian harus semangat dan jangan putus asa. Kalian harus bersyukur bisa bersekolah, karena di daerah lain untuk bisa sekolah harus bersusah payah menyeberangi sungai hingga menembus hutan. Jika kalian semangat maka semua cita-cita bisa tercapai dan pastinya akan bisa berprestasi,” kata mantan Surabaya tersebut.
Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih, karena Mensos Risma selalu memikirkan anak-anak di Surabaya, khususnya yang mempunyai permasalah sosial. Eri Cahyadi menandaskan bahwa kebaikan hati Mensos akan mampu memompa semangat anak-anak dari kawasan Dolly yang dulu dikenal sebagai kawasan lokalisasi terbesar di Asia untuk bisa berprestasi di segala bidang.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bu Mensos karena hatinya selalu ada untuk anak anak di Surabaya. Saya yakin bantuan dari Bu Risma bisa membangkitkan semangat anak anak dari kawasan Dolly untuk berprestasi,” kata Eri Cahyadi.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 10 Surabaya Drs. M. Masykur HS, MSi. Meski lokasi SMPN 10 terselip di sudut Kota Surabaya. Namun Mensos berkenan hadir dan memberikan bantuan alat komunikasi canggih berupa tablet. Hal ini menurut Masykur sangat membanggakan dan memotivasi semangat belajar siswanya.
“Bu Mensos luar biasa. Di tempat kami ada lebih dari 600 siswa berasal dari keluarga tak mampu. Sebanyak 100 di antaranya hari ini mendapatkan sarana belajar daring dari Ibu Risma. Saya sangat terharu dan berterima kasih atas perhatian beliau,” kata Masykur dengan mata berkaca -kaca.
Bagi Natasya Bunga Pratama, bantuan alat komunikasi canggih berupa tablet dari Mensos Risma seperti mimpi. Siswa kelas 9 warga Kelurahan Girilaya tersebut hidup hanya bersama ibunya, karena ayahnya telah tiada beberapa tahun lalu.
Untuk bisa belajar daring, Natasya mengaku harus bergantian menggunakan telepon genggam milik ibunya. Untuk meminta telepon genggam baru, Natasya tidak sanggup karena merasa iba melihat ibunya banting tulang seorang diri.
Bantuan dari Mensos menjadi penyemangat Natasya menuntaskan pendidikannya di bangku SMP. “Alhamdulilah, terima kasih Bu Risma telah membantu saya,” kata Natasya dengan suara bergetar menahan rasa harunya. (mel)
JAYAKARTA NEWS – Berbekal tekad ingin memanusiakan manusia dan membahagiakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menguatkan Purini (33) menjadi pendamping Keluarga Harapan (PKH) di daerah terpencil sejak 2018.
Untuk mengunjungi rumah atau home visit kepada KPM harus menggunakan perahu klotok melewati Sungai Kahayan dengan kedalaman 10 sampai 15 meter di Kelurahan Kameloh Baru.
“Berdasarkan SP2D tahap 3 tahun 2021, saya diamanahi untuk mendampingi 137 KPM terdiri dari 98 di Kelurahan Kameloh baru dan 39 di Kelurahan Danau Tundai Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah,” tutur Purini, dalam tayangan YouTube kanal milik Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, yang disiarkan dalam laman resmi Kemensos, Sabtu (23/10)
Purini mengaku perasaan khawatir sepanjang perjalanan menuju lokasi tertutupi dengan semangat untuk memberikan informasi dan edukasi kepada para KPM tersebut.
“Setiap kali home visit ke lapangan saya anggap sebagai refreshing karena medan yang harus melewati tantangan alam yang harus menjadi sahabat,” ungkap Purini.
Sesuai tugas yang diemban pendamping PKH sebagai perpanjangan tangan Kementerian Sosial untuk upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia dengan ilmu guna membuka pemikiran para KPM agar merubah hidupnya menjadi lebih baik.
“Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tepat guna menjadi bagian home visit, sekaligus mengobrol dan bertanya keluh-kesah KPM. Juga, bantuan yang sudah diterima digunakan untuk apa saja,” ungkap Purini.
Salah seorang penerima PKH, Dina (38) dari tahun 2020 ia mengaku sangat terbantu dengan kunjungan dari pendamping PKH. “Dengan adanya pendampingan dari pendamping PKH dirasakan bagus, bermanfaat dan informatif,” kata Dina.
Dina mengaku komponen PKH yang diterima untuk kedua anaknya yang tengah menempuh Sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) digunakan untuk keperluan sekolah, seperti membeli seragam, buku-buku dan makanan bergizi.
Hal sama dirasakan Sadiyah (53), penerima KPM yang selalu Purini dengarkan curahan hatinya agar ada kedekatan dan mengetahui kondisi latar belakang KPM yang didampingannya dengan baik.
Kebersamaan Purini dengan Sadiyah terlihat saat mengobrol dengan disuguhi makanan ringan khas daerah setempat. “Inilah cara untuk mendekatkan diri dengan para penerima KPM agar mengetahui persoalan di lapangan,” kata Purini.
Dengan meningkatkan taraf hidup KPM dan terpenuhinya akses layanan pendidikan dan kesehatan menjadikan kesejahteraan sosial terwujud serta masyarakat keluar dari rantai kemiskinan sekaligus bisa mandiri.
“Semoga KPM bisa menciptakan perubahan perilaku dan mandiri melalui materi-materi yang disampaikan. Tentu saja, berharap mereka graduasi mandiri dengan sukarela undur diri dari kepesertaan jika dirasa sudah siap mandiri,” katanya. (*/mel)
JAYAKARTA NEWS – Warga Binaan Pemasyarakatan di 39 Lapas/ Rutan di Jatim tak ingin ketinggalan menyemarakkan momen hari santri. Melalui program ‘Masuk Napi, Di Dalam Santri, Pulang Jadi Guru Ngaji,’ mereka menggelar berbagai kegiatan keagamaan mulai Jumat (22/10).
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyebutkan, bahwa jajarannya tak ingin ketinggalan dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2021. Berbagai kegiatan digelar. Mulai istighosah, tadarus, lomba tilawah hingga festival hadrah.
“Dari sekitar 27 ribu warga binaan, sekitar 70% berlabel santri,” ujar Krismono dalam rilisnya melalui Jatim Newsroom.
Pria kelahiran Yogyakarta itu menyebutkan bahwa kegiatan istighosah digelar sebagai doa bersama agar para santri diberikan kesehatan dan ketenangan jiwa.
Menurutnya, pandemi membuat banyak warga binaan lebih stres karena belum ada pelayanan kunjungan. Sehingga, pihak lapas/ rutan harus memastikan kondisi fisik dan psikis warga binaannya dalam keadaan baik.
“Kami harap dengan istighosah, bisa membuat para warga binaan lebih tabah dan ikhlas menjalani hukumannya,” urai Krismono.
Selain itu, kegiatan tadarus yang dilakukan merupakan kegiatan rutin setiap hari. Namun, karena momen hari santri ini, pelaksanaannya digencarkan.
Sedangkan lomba tilawah digelar untuk mengasah semangat juang warga binaan. “Mereka mengaplikasikan apa yang selama ini dipelajari di pondok pesantren lapas,” terang Krismono.
Terakhir, festival hadrah dilakukan untuk memeriahkan puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada Jumat (22/10).
Para pemukul hadrah lagi-lagi adalah para ‘santri napi’ yang selama ini mendapatkan kurikulum yang sama layaknya santri di pondok pesantren umum. Gelaran festival ini ditutup dengan tausiah oleh ulama.
“Kami berharap, santri kami di balik jeruji bisa dapat perlakuan yang sama dari masyarakat saat bebas nanti,” harap Krismono.
Perlu diketahui bahwa di setiap lapas/ rutan memiliki program pembinaan. Baik pembinaan kemandirian maupun pembinaan kepribadian.
Dalam pembinaan kemandirian, ada program ‘one prison, one product.’ “Setiap lapas/ rutan minimal harus memiliki satu produk hasil pembinaan warga binaan,” tuturnya.
Nah, untuk pembinaan kepribadian, ada dua program yang didorong. Selain pondok pesantren, lapas/ rutan juga memiliki sekolah alkitab. Sudah ada ribuan santri yang telah diwisuda selama ini. Khususnya untuk lapas-lapas besar seperti Lapas Pasuruan dan Lapas Malang.
“Momen hari santri ini kita manfaatkan untuk membuat kegiatan yang melibatkan santri dari warga binaan,” terangnya. (poedji)
JAYAKARTA NEWS – Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk mengubah Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW dari yang seharusny jatuh pada tanggal 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021.
Perubahan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 712/2021, No. 1/2021, No. 3/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 642/2020, No. 4/2020, No. 4/2020 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, pertimbangan pemerintah menggeser Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yakni untuk menghindari masa libur panjang dan mencegah pergerakan massa yang besar.
Dia mengatakan, apabila hari libur tetap pada hari Selasa tanggal 19 Oktober, maka ada celah ‘hari kejepit’ di hari Senin.
“Sehingga jika liburnya tetap di hari Selasa, maka akan banyak orang yang memanfaatkan hari Senin untuk izin tidak masuk,” imbuh Muhadjir di sela kegiatan jalan santai bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di sekitaran Pangkalan Utama TNI AL, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/10).
Menko PMK mengungkapkan, dari pengalaman- pengalaman sebelumnya, setiap terjadi libur panjang akan diikuti pergerakan orang dalam jumlah besar dari satu tempat ke tempat yang lain. Hampir dipastikan hal itu akan diikuti dengan kenaikan kasus Covid-19.
Ia mengakui bahwa saat ini kasus Covid-19 memang telah melandai. Namun menurutnya, dengan kasus yang sudah turun ini akan membuat pemerintah lebih waspada dan lebih fokus untuk mencegah penambahan jumlah kasus-kasus baru.
“Kita tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman setiap kasus sudah turun kita membiarkan libur panjang tanpa adanya intervensi kebijakan, itu akan diikuti dengan kenaikan kasus,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa bukan kali ini saja pemerintah menggeser hari libur keagamaan di tengah pandemi Covid-19.
“Jadi memang bukan kali ini saja kan kita menggeser hari libur, untuk menghindari orang yang memanfaatkan hari kejepit untuk berpergian, ” katanya.
Dia pun mengutarakan, pergeseran hari libur nasional sebagai antisipasi di tengah pandemi yang sudah cukup melandai. Hal itu, kata dia, untuk mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi di India.
“Walaupun sudah rendah kita antisipatif. India ketika kasus sudah landai, kemudian terjadi kelonggaran-kelonggaran, bahkan ada acara keagamaan dengan pergerakan orang yang sangat besar akhirnya kasus Covid-19 kembali naik. Kita tidak ingin terulang,” pungkas Ma’ruf Amin. (*/mel)