Jatim Terima Penghargaan IGA Awards Provinsi Terinovatif

JAYAKARTA NEWS– Pemprov Jawa Timur menorehkan prestasi tingkat nasional dengan menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021 kategori Provinsi Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Penganugerahan IGA Award 2021  yang diselenggarakan secara virtual itu dipimpin langsung oleh Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri RI Eko Prasetyanto Purnomo Putro.

Penghargaan berupa piala dan piagam tersebut diberikan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/12).

Ada enam kategori penghargaan yang diberikan dalam IGA 2021, yakni kategori sangat inovatif, kategori provinsi serta kota sangat inovatif, kategori kabupaten terinovatif, kategori Kota Terinovatif, kategori daerah perbatasan dan tertinggal inovatif serta kategori provinsi terinovatif.

Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan kategori provinsi terinovatif bersama empat provinsi lain, yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sumatera Selatan. Penghargaan berupa piagam diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur NTB yang hadir secara langsung.

Kriteria penilaian pemerintah daerah inovatif,. antara lain, mengandung pembaharuan seluruh dan sebagian unsur dari inovasi, memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat, tidak mengakibatkan pembebanan dan pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Lalu, inovasi tersebut harus merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, serta dapat direplikasi.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, penghargaan IGA 2021 yang merupakan kegiatan tahunan bukan sekadar seremonial. Akan tetapi, momentum ini mendorong semua kepala daerah semakin meningkatkan terobosan yang kreatif dan inovatif di masing-masing daerahnya.

“Dengan demikian, mampu menciptakan iklim yang kompetitif, mensejahterakan masyarakatnya dan kapasitas fiskal lebih mandiri,” kata Tito di sela-sela sambutannya.

Agar ada peningkatan terobosan layanan yang kreatif dan inovatif, Tito mengatakan, kuncinya adalah gaya kepemimpinan dari masing-masing kepala daerah. Kepala daerah, kata dia, menjadi kunci desentralisasi otonomi daerah yang harus memiliki tiga pola strong leader yang kuat.

Pertama, memiliki power (membuat aturan, mengambil keputusan, membuat rancangan APBD, mengejar pendapatan, mengeksekusi anggaran). Kedua, memiliki follower (staf formal, hingga massa akar rumput. Ketiga memiliki konsep untuk mengetahui tujuan daerahnya mau dibawa kemana. Inilah perbedaannya dan kuncinya di sini, strong leader.

“Dari 548 kepala daerah akan terlihat di bagian ketiga, yakni konseptual memunculkan terobosan yang kreatif sehingga pemimpin yang berciri konseptual menjadi kunci kesuksesan suatu daerah sehingga mandiri secara fiskal dan rakyat turut sejahtera,” urainya.

Sementara itu, Gubernur Jatim mengungkapkan penghargaan yang diterima merupakan wujud apresiasi atas kerja keras seluruh pihak.  Khususnya ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh ASN Pemprov Jawa Timur untuk  menjadikan apresiasi IGA Award dari Kemendagri RI  tahun 2021 bagi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif  sebagai pendorong bagi kita untuk terus berinovasi memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Jawa Timur serta percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Gubernur Khofifah juga mendorong ASN Pemprov Jatim agar menciptakan inovasi dengan mengkolerasikan percepatan layanan melalui motto Cepat-Efektif-Efisien-Tanggap Transparan-Akuntabel dan Responsive (CETTAR) kepada seluruh masyarakat Jatim. Format-format semacam ini, lanjutnya, mempercepat terwujudnya pelayanan masyarakat yang lebih baik melalui berbagai inovasi dari Pemprov Jatim merupakan wujud realisasi atas komitmen kerja CETTAR yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini, selaras dengan motto kerja ASN Pemprov Jatim CETTAR yang kemudian mengalir ke seluruh sendi layanan perangkat daerah. Semoga ke depan, kita bisa terus terbosan yang inovatif, kreatif dan produktif  sehingga lebih baik dan lebih baik lagi, lebih cepat dan responsif dalam memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (poedji)

Gubernur Khofifah Blusukan ke Pasar Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Nataru

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak(Sidak) dengan blusukan ke Pasar Tambakrejo Surabaya guna memastikan kebutuhan stok bahan pangan jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Jumat (24/12).

Setibabya di pasar, Khofifah langsung menjumpai dan menyapa beberapa pedagang mulai penjual sembako, daging, daging ayam, bawang merah dan bawang putih, cabe rawit, cabe merah  serta telor. Di  pasar tersebut pihaknya menanyakan harga-harga bahan pokok apakah ada kenaikan atau tidak.

Los pertama yang dikunjungi yaitu Toko Warinten yang menjual  berbagai kebutuhan pokok seperti kopi, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kentang, wortel dan sebagainya.

Selanjutnya, Khofifah mengunjungi los buah milik Ucok. Menurut keterangan penjual beberapa buah mengalami kenaikan harga, ada pula yang stabil  tidak naik  harganya. Adapun buah yang naik harganya seperti Buah Semangka dari biasanya Rp. 8.000 per kg menjadi Rp. 11.000 per kg. Untuk Buah Apel Fuji hanya Rp. 35.000 per kg.

“Pak Ucok, apa ada kenaikan harga untuk buah-buah ini? Mudah-mudahan laris nggih Pak,” sapa Khofifah.

Menanggapi hal tersebut, Ucok menyampaikan terima kasih sudah mengunjungi los miliknya. Dikarenakan cuaca hujan yang terus menerus beberapa buah mengalami kenaikan harga.

“Buah Semangka ini bu biasanya Rp. 8.000 per kg sekarang Rp. 11.000. Trus untuk Melon sekarang tidak ada stok sama sekali,” jelas Ucok.

Selanjutnya Khofifah meninjau los penjual daging  ayam dan daging sapi. Harga daging  ayam dan daging sapi relatif tidak ada kenaikan. Namun untuk daging sapi kualitas premium mengalami kenaikan harga sekitar Rp. 2.000 per kg.

Seusai melakukan peninjauan, Khofifah memastikan bahwa stok bahan pokok pangan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masa Nataru kali ini.

“Ada 25  pasar yang menjadi titik pantau oleh BPS. Salah satunya yaitu Pasar Tambakrejo ini. Maka saya melakukan peninjauan cek harga, cek supply, cek pemenuhan kebutuhan dasar atau sembako masyarakat,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

“Kita melihat stoknya aman pada masa Nataru ini. Apakah beras, daging, ataukah telur, minyak goreng, gula Insya Allah stoknya sangat aman,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, per hari ini, Jumat (24/12), ada kenaikan harga pada telur. Harga per kg telur mencapai Rp. 30.000 dari Rp. 27.000 per kg. Harga daging ayam dan sapi relatif tidak ada  kenaikan , kecuali harga daging sapi kualitas premium ada kenaikan  harga Rp. 2.000 per kg.

Berdasarkan data Disperindag Jatim, harga daging sapi berbagai varian harganya juga dalam posisi stabil. Daging sapi grade atas Rp.125.000, Daging sapi grade sedang Rp.120.000, Daging sapi grade bawah Rp. 90.000.

Sementara untuk harga Daging Ayam Broiler. Rp.34.000, Daging ayam kampung (Tanpa jeroan)/ekor Rp.50.000.

“Daging sapi di bawah kualitas premium harganya stabil. Stoknya aman. Beras dan gula stoknya aman dan harganya stabil,” jelasnya.

Masih terkait kenaikan harga, Khofifah menjumpai harga cabai rawit dijual dengan harga Rp. 85.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan oleh musim penghujan. Sementara sejak dua bulan ini harga minyak goreng mengalami kenaikan harga. Diantaranya Bimoli spesial (1ltr) Rp.19.000, Bimoli spesial (2ltr) Rp.38.000, tanpa merk/curah (1kg) Rp.19.000.

“Harga CPO dunia ini memang mengalami peningkatan. Harga minyak goreng menjadi sangat tergantung pada harga CPO dunia,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong bahan pokok. Meskipun masa Nataru ini masyarakat akan meningkatkan kebutuhan di rumah.

“Kembali saya sampaikan bahwa stok bahan pangan pada masa Nataru ini sangat  aman, jadi masyarakat saya minta untuk tidak melakukan aksi borong,” pintanya.

Turut mendampingi, Kadisperindag Jatim Drajat Irawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Hadi Sulistyo, Kepala Divre Bulog, Satgas Pangan Polda Jatim, Kepala Disperindag Kota Surabaya, dan Kepala Pasar Tambahrejo. (poedji)

Koko Cici Jatim Jadi Role Model Generasi Muda

JAYAKARTA NEWS – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak mengharapkan pemenang maupun peserta Koko Cici Jawa Timur Tahun 2021 bisa menjadi role model bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Grand Final Koko Cici Jawa Timur 2021 di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Minggu (19/12) malam.

Menurut Arumi Bachsin, panggilan akrab Istri Wagub Jatim itu, Koko Cici Jatim 2021 menjadi penyemangat bagi generasi muda yang tengah dihadapkan dengan perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat.

Lebih lanjut disampaikannya, perkembangan teknologi saat ini ada sisi negatif dan positifnya. Sisi negatif godaannya sangat luar biasa terutama bagi generasi muda, positifnya mempermudah generasi muda untuk berkarya.

Koko Cici Jatim bisa memanfaatkan hal yang positif dalam penggunaan teknologi dan mengikuti perkembangan jaman. Selain itu menjadi penyemangat generasi muda, bagi remaja dan seluruh masyarakat di Jatim, jelasnya.

Karenanya, Arumi mengapresiasi ajang Koko Cici Jawa Timur 2021 yang menjadi wadah pengembangan generasi muda. Generasi muda perlu difasilitasi dan dibuatkan ajang positif seperti ini, sehingga mereka bisa lebih berprestasi.

Di Jatim sendiri banyak ajang pemilihan untuk menujukkan potensi generasi muda. Sebagai contoh, Raka Raki, Duta Baca, Duta Genre, termasuk Ajang Koko Cici ini.

Pihaknya mengapresiasi ajang Koko Cici ini. “Mudah-mudahan pesertanya pada tahun-tahun ke depan semakin banyak yang ikut dan daftar. Untuk menunjukkan semangat anak muda harus difasilitasi,” ujar Arumi.

Senada dengan Arumi, Founder Harian Disway Dahlan Iskan juga mengapresiasi ajang Koko Cici Jawa Timur Tahun 2021. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak peserta yang berpartisipasi.

Sebagai informasi, Koko Cici Jawa Timur tergabung dalam Ikatan Koko Cici Indonesia, dan pemenang dari pemilihan Koko Cici Jawa Timur ini nantinya memiliki kesempatan untuk maju ke Pemilihan Koko Cici Indonesia dan bertemu dengan Koko Cici dari Provinsi lainnya.

Sepuluh finalis Koko Cici Jatim juga akan tergabung dalam Ikatan Koko Cici Jawa Timur yang nantinya menjabat dan menjalankan tugas sebagai Duta Budaya Tionghoa, Duta Pariwisata dan Sosial Jawa Timur selama periode penugasan satu tahun setelah pelantikan. (poedji)

Menparekraf Kunjungi Pameran “Digital Womenpreneurship” di Bali

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi lokakarya dan pameran “Digital Womenpreneurship” yang digelar Forum Perempuan Insinyur-Persatuan Insinyur Indonesia (FPI-PII) di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (18/12/2021).

Sandiaga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi Bali, pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya, dan menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

“Kami mendukung Digital Womenpreneurship, karena di acara ini ada juga upaya untuk onboarding produk-produk ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

Menurutnya, event ini dapat menjadi ajang untuk mempersiapkan diri bagi para pelaku ekraf di Bali menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada 2022 mendatang.

“Para pelaku ekonomi kreatif ini penopang kebangkitan pariwisata di Bali dan saya berterima kasih kepada PII, karena Bali membutuhkan kegiatan ini,” katanya lagi.

Dengan pelaksanaan “Digital Womenpreneurship” ini, katanya, diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan pelaksanaan event di Bali. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga sempat berkeliling ke booth-booth pelaku ekraf dan membeli sejumlah produk yang dijual di lokasi acara.

Dalam kunjungan ini, hadir pula anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin,  dan didampingi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; dan Ketua Umum PII, Danis Hidayat Sumadilaga. (*/mel)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tugu Trenggalek dan Gongseng Bojonegoro

JAYAKARTA NEWS – Presiden Jokowi Selasa(30/11) meresmikan Bendungan Tugu di Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Bendungan Tugu memiliki kapasitas tampung 12 juta meter kubik dan dapat memberikan manfaat irigasi seluas 1.250 hektare. Sedangkan Bendungan Gongseng memiliki daya tampung 22 juta meter kubik dan bisa mengairi 6.200 hektare.

Jokowi berharap dengan tambahan dua bendungan ini aktivitas pertanian semakin meningkat.

“Petani semakin produktif, lebih sering menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat,” ujar Jokowi.

Pada bagian lain sambutannya, Jokowi berharap dengan tambahan dua bendungan ini aktivitas pertanian semakin meningkat.

“Petani semakin produktif, lebih sering menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa di Jatim sendiri saat ini terdapat 6 Proyek Strategis Nasional (PSN) terkait bendungan yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat. Ke enam proyek bendungan tersebut adalah Bendungan Tukul di Pacitan, Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong di Trenggalek, Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, dan Bendungan Semanthok di Nganjuk.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden melalui Menteri PUPR atas diberikannya lokasi PSN bendungan yang ada di Jatim,” tukasnya

“Insyaallah, bendungan lain dalam waktu dekat bisa segera diresmikan. Ada 2 bendungan yang sudah akan diresmikan yakni Bendungan Semantok Nganjuk dan Bendungan Bagong Trenggalek,” imbuhnya

Khofifah menambahkan bahwa kehadiran bendungan diberbagai daerah ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal disekitaran lokasi bendungan.

“Begitu banyaknya manfaat yang didapat dari adanya bendungan ini. Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar dan meningkatkan kesejahteraan warga disekitaran lokasi,” ungkapnya.

Posesi peresmian kedua bendungan tersebut ditandai dengan  ditanda tanganinnya prasasti peresmian oleh Presiden Jokowi.

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Tugu merupakan kegiatan pengembangan Sub Basin Kali Ngrowo yang merupakan rangkaian dari Kegiatan Pengembangan Wilayah Kali Brantas dengan memanfaatkan aliran sungai Kali Keser yang merupakan salah satu sumber air potensial untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kab. Trenggalek. Dengan luas 104 ha, Bendungan Tugu mampu mengaliri lahan irigasi sebesar 1.250 ha.

Memiliki daya tampung 12 juta M³, Bendungan Tugu juga mampu menjadi sarana penyedia air baku sebeser 12 liter/detik dan bisa mengembangkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,4 megawatt. Bendungan Tugu juga diproyeksikan mampu menjadi sarana pengendalian banjir sebesar 20% atau setara dengan 42,47 M³/detik.

Sementara itu, Bendungan Gongseng yang turut diresmikan dalam kesempatan tersebut juga mampu  mengairi lahan (irigasi) sebanyak 6.250 ha. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 34 meter tersebut menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik. Selain itu meningkatkan intensitas tanam sebesar 250%.

Tidak hanya sebagai pengendali banjir, yang dapat mereduksi hingga 133,27 m3/detik. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan total sebesar 22juta juta M³ dengan tampungan efektif sebesar 14,75 juta M³.

Tanam Padi, Presiden Optimis Stock Beras Tercukupi Tanpa Impor

Seusai melakukan peresmian di Bendungan Tugu, Gubernur Khofifah turut mendampingi lanjutan kunjungan Presiden RI ke Desa Buluagung, Dusun Kedungsangkal, Kec. Karangan, Kab. Trenggalek.

Di lahan warga seluas 75 Ha tersebut, Gubernur Khofifah turut mendampingi Presiden RI melakukan penanaman benih padi varietas Inpari 32. Lokasi lahan tersebut sendiri merupakan salah satu desa yang saluran irigasinya mendapat manfaat langsung dari Bendungan Tugu.

Sebagai salah satu daerah Lumbung Pangan nasional, keberadaan bendungan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas hasil panen daerah. Oleh sebab itu, peresmian Bendungan Tugu sendiri seolah menjadi oase atau harapan baru bagi keberlangsungan petani, utamanya di wilayah-wilayah alirannya.

Secara keseluruhan produksi beras di Prov. Jatim tahun ini mencapai 5,7 juta ton beras. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan di Jatim sendiri maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi turut menyampaikan optimismenya akan stock beras nasional yang terpantau sangat baik dan tercukupi.

Untuk itu, Kepala Negara menegaskan pula bahwa hingga akhir tahun ini, Indonesia belum melakukan impor beras sama sekali.

“Kita tahu bahwa tahun ini, kita masih belum pernah melakukan impor beras sama sekali. Stock kita pun sangat baik,” tegasnya.

Hasil baik ini disebutnya tak lain karena adanya tambahan produktivitas petani yang dihasilkan dari banyaknya bendungan yang telah selesai dibangun di berbagai daerah. Diharapkan, keberadaan bendungan dapat membantu peningkatan frekuensi panen petani. Sehingga produktivitas setiap Ha yang ada di Kab. Trenggalek bisa naik secara drastis.

“Jika tahun ini, panen dua kali padi dan satu kali palawija. Dengan adanya Bendungan Tugu, airnya sudah mengalir ke sawah-sawah disini. Jadi akan bisa panen padi tiga kali, palawija sekali,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan angka sementara yang dirilis BPS tahun 2021, luas panen padi di Trenggalek pada 2021 diperkirakan sebesar 22,73 ribu Ha. Angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 3.102,98 Ha atau 15,81 % dibandingkan 2020 lalu, yang hanya sebesar 19,63 ribu Ha.

Sedangkan untuk produksi padi sendiri pada 2021 diperkirakan sebesar 119,11 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling). Angka tersebut juga mengalami peningkatan sebanyak 10,66 ribu ton atau 9,83 % dibandingkan 2020 yang mencapai 108,44 ribu ton GKG.

Pada bulan November, luas panen padi di Kabupaten Trenggalek 1.763 Ha dengan produktivitas 5,37 ton/Ha dan produksi sebesar 9.466 Ton. (poedji)

Hadiri Media Gathering Subholding Upstream Pertamina, Ini Kata Wagub Jatim

JAYAKARTA NEWS – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bahwa manfaat media sosial yang lebih mudah diakses masyarakat harus mulai dipergunakan secara proaktif oleh pemerintah.

Pasalnya, perubahan jaman menuntut reportase pemberitaan disampaikan secara instan dan dengan komunikasi dua arah.

“Jaman sekarang ini orang-orang sudah tidak mau lagi hal yang ribet. Dari menerima informasi sampai penyampaian aduan juga keluhan dilakukan dengan media sosial. Tapi kan setiap platform punya target audiens yang berbeda-beda, makanya pemerintah sudah harus hadir di setiap platform untuk memenuhi tuntutan ini. Karena saya sendiri merasakan bagaimana saya bisa update kebutuhan masyarakat lewat medsos,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri media gathering subholding upstream Pertamina “Mengelola Konten Medsos Pemprov Jatim” di Lawang Djoenjing Jl. Gunung Kelud II, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (24/11) malam.

Wagub yang akrab disapa Emil itu melanjutkan, pemerintah selama ini lebih sering menyediakan konten seremonial. Di mana, pada beberapa target usia, hal tersebut sudah tidak relevan lagi.

“Masyarakat cenderung sering bosan kalau menerima konten yang bersifat seremonial begini. Untuk itu, bagaimana kita menyampaikan sesuatu itu harus disesuaikan dengan karakter platform yang ada,” terangnya.

“Memang ada age gap dari setiap media sosial yang ada. Seperti facebook yang sudah ditinggalkan banyak anak muda ataupun tiktok yang mengakomodasi kebutuhan akan konten singkat dan padat. Sebagai pemerintah, ini yang harus kita sadari agar bisa berinteraksi sesuai dengan audiens di platform yang ada,” tambahnya.

Untuk itu, Wagub Emil menilai bahwa rekan media memiliki andil yang besar dalam membantu pemerintah menyesuaikan diri dalam menarget masyarakat. Mengingat, selama ini media merupakan jembatan penyambung lidah antar pemerintah dan warga.

“Media punya ketajaman akan selera masyarakat. Maka dari itu, perlu sinergitas antar pemerintah dengan media agar kebijakan dan informasi ini sampai ke semua masyarakat. Bukan hanya satu kelompok yang identik dengan satu platform medsos saja,” tuturnya.

Meski begitu, mantan Bupati Trenggalek itu mengingatkan untuk berhati-hati dengan berita palsu. Sebab, banyak pertikaian dan konflik yang terjadi karena berita palsu tersebut.

“Medsos ini memang bermanfaat, tapi banyak juga sisi yang menyesatkan. Saya pernah diskusi dengan Deddy Corbuzier, dia bilang kalau pemerintah itu adalah orang-orang yang pintar tapi tak punya waktu. Sedangkan para penyebar hoax itu adalah orang-orang kreatif tapi punya waktu. Jadi kita pasti kalah,” jelasnya.

“Untuk itu, pemerintah harus lebih kreatif lagi. Tapi di saat yang sama, kita harus lebih hati-hati juga. Jangan sampai menggunakan click bait, karena jujur itu juga penting,” lanjutnya

Lebih jauh, Wagub Emil berpesan untuk tidak mudah percaya terhadap isu pemerintahan yang bukan berasal dari sumber kredibel.

“Kalau ada apa-apa, bisa dicek di medsos pemprov. Kami punya tiktok, youtube, instagram, twitter dan facebook. Memang masih ada yang harus ditingkatkan, tapi untuk sekarang medsos ini sudah memuat informasi terkini yang sekiranya diperlukan masyarakat,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan bahwa masyarakat semakin kritis dan cerdas. Maka dari itu, pengguna media sosial harus lebih detail dalam hal menyampaikan sesuatu.

“Dari kacamata Dekranasda, media sosial ini sudah bukan hanya tempat lucu-lucuan lagi seperti dulu. Kalau dulu jualan produk yang penting harga murah dan berguna. Sekarang kami harus mengurus deskripsi sampai detail. Dari situ konsumen bisa menilai kejujuran dan kualitas,” ujarnya.

Istri Wagub Emil itu menyatakan, itulah alasan mengapa pengguna media sosial juga perlu memerhatikan branding. Mengingat, branding adalah persepsi yang diciptakan agar orang lain melihat sesuai yang diinginkan.

“Pemerintah juga begitu. Media sosial ini ada agar masyarakat dan pemerintah bisa terhubung dan tidak ada lagi miss communication yang ditimbulkan dari interaksi satu arah. Kami ingin membangun kepercayaan dan brand awareness agar hubungan  kita ini tetap terjalin baik,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Departemen Kehumasan SKK Perwakilan Jabanusa Indra Zulkarnaen, Public Goverment Affairs Edy Purnomo, Asisten Manager CSR and Communication Pertamina Widia Gustiani, dan Assistant Manager Field Relation Zona 12 Wenny Muliawati. (poedji)

Kemenag Cairkan Insentif Rp66 M untuk 44.000 Guru PAI Non PNS

JAYAKARTA NEWS – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mulai mencairkan bantuan insentif bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Total anggaran insentif ini sebesar Rp66 miliar bagi 44.000 guru PAI non PNS seluruh Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bantuan insentif merupakan tambahan penghasilan yang diberikan kepada guru PAI non PNS pada sekolah yang belum tersertifikasi dan belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

“Bantuan insentif bagi guru PAI non PNS, merupakan afirmasi Kemenag bagi kesejahteraan guru PAI di sekolah,” kata Menag di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Menag berharap, bantuan insentif ini akan memotivasi guru PAI non PNS untuk bekerja lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menambahkan, anggaran Rp66 miliar diperuntukkan bagi 44.000 guru PAI non PNS pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah luar Biasa (SLB) di semua tingkatan.

“Masing-masing akan mendapatkan Rp1,5 juta dipotong pajak. Insentif ini akan dikirim langsung ke rekening masing-masing,” terang pria yang akrab disapa Dhani ini.

“Tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan, atau pungutan dengan alasan apa pun, dalam bentuk apa pun, dan oleh pihak mana pun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan/atau biaya transfer antarbank,” sambungnya.

Ramdhani menambahkan, insentif tahun anggaran 2021 diberikan kepada Guru PAI non PNS yang memenuhi syarat sebagai penerima dengan ditetapkan melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) berdasarkan urutan prioritas.

Berikut kriteria penerima insentif guru PAI Non PNS:

1. Guru PAI bukan PNS yang masih aktif mengajar di TK, SD/LB, SMP/LB, SMA/LB atau SMK,

2. Terdata dalam SIAGA per-Maret 2021,

3. Bukan penerima Tunjangan Profesi Guru,

4. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),

5. Belum Memasuki Usia Pensiun.

6. Lama pengabdian sebagai pendidik, dibuktikan dengan surat keterangan terhitung mulai tanggal mengajar, dan

“Guru yang telah lama mengabdi, menjadi salah satu prioritas,” jelas Ramdhani.

“Guru yang memiliki kualifikasi pendidikan juga menjadi pertimbangan untuk menjadi skala prioritas,” pungkasnya. (*/mel)

Arumi Sebut Pelaku UMKM Sebagai Pahlawan Bangkitnya Ekonomi Jatim

JAYAKARTA NEWS – Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Elestianto Dardak membuka 5th Batik Fashion Fair (BFF) 2021 di Atrium Mall Grand City Surabaya, Rabu (17/11).

Acara BFF 2021 didukung oleh Dekranasda Provinsi Jawa Timur dan disponsori oleh Bank Mandiri dan digelar secara hybrid di Atrium Mal Grand City Surabaya mulai tanggal 17 hingga 21 November 2021.

Pameran Batik dan Fashion terbesar dan terlengkap akhir tahun di Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 80 stan. Terdiri dari berbagai macam produk mulai dari menampilkan desain dan motif terkini baik tradisional, etnik, maupun modern dari kalangan pengusaha industri dan pengrajin batik, bordir, tenun, ulos, songket, sulaman, kebaya. Selain itu juga terdapat busana muslim dan tradisional, produk kulit, aksesoris, perhiasan, batu permata mutiara, produk agrikultur, furnitur, makanan dan minuman, kosmetik, dan kesehatan wanita.

Turut menghadiri pembukaan BFF 2021 Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Budi Hanoto, CEO Regional VIII/Jawa 3 Bank Mandiri I Gede Raka Arimbawa, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Jatim.

Dalam sambutannya, Arumi panggilan akrabnya mengatakan, BFF 2021 ini sebagai bentuk apresiasi Dekranasda Jatim terhadap pelaku UMKM di Jatim. Saat masa pandemi tersebut, pelaku UMKM menjadi pahlawan bangkitnya perekonomian di Jatim.

Pelaku UMKM termasuk pengrajin batik di dalamnya merupakan pahlawan ekonomi bagi Jatim. Sektor UMKM ini menjadi tulang punggung perekonomian dan berkontribusi bagi PDRB Jatim sebanyak 57,25%, jelas Arumi.

Lebih lanjut disampaikannya, pelaku UMKM Jatim memiliki jiwa yang kendel atau pemberani. Meskipun pandemi seperti saat ini, mereka tetap berkarya dan menggerakkan ekonomi Jatim.

Karakter pelaku UMKM Jatim ini kendel-kendel. Karakter seperti inilah memberikan semangat pada saya bersama Bank Mandiri dan Debindo menyelenggarakan BFF 2021, kata Arumi.

Oleh karena itu, Istri Wagub Jatim tersebut berharap Pameran BFF 2021 ini menjadi pengungkit sekaligus berkontribusi bagi perekonomian di Jatim di masa pandemi.

Meskipun ada perbedaan sebelum dan sesudah pandemi dalam menyelenggarakan pameran, namun efekti membuat acara dengan menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan bisa berkontribusi bangkitnya perekonomian Jatim, harapnya.

Sementara itu, Direktur PT Debindo Mitra Tama Ir. Boediono menjelaskan, kegiatan ini ini nantinya akan menyatu dan terkoneksi dengan pameran pelayan publik Jawa Timur 2021 yang berada tepat di samping lokasi Batik Fashion Fair.

Boediono mengungkapkan bahwa, BFF 2021 ini dapat memberi motivasi kepada seluruh UMKM untuk mengikuti pameran. Sehingga dapat membangkitkan kembali perekonomian Jawa Timur khususnya Surabaya dalam memamerkan dan memasarkan produk mereka.

Kami ingin memotivasi dan memberikan semangat, yuk UMKM mulai bangkit lagi di era pandemi ini. Tidak usah menunggu pandemi selesai, jelas Direktur Debindo itu.

Nantinya selama acara pengunjung juga tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan akan diawasi oleh anggota Satgas yang berkeliling di sepanjang acara dan para pengunjung dapat scan QR code aplikasi PeduliLindungi. (poedji)

Kunjungi Kampung Terpencil di Agats, Mensos Bermalam di Kompleks Keuskupan Asmat

JAYAKARTA NEWS – Bagi Menteri Sosial Tri Rismaharini, terbang sejauh 3.500 kilometer, dari Jakarta menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, bukan akhir perjalanan. Hanya rehat sejenak, sekitar pukul 06.30 WIT, Mensos dan rombongan kecil sudah kembali mengudara menuju Agats, Kabupaten Asmat.

Di sini, Mensos mengunjungi kampung terpencil di Agats, dan menginap di kompleks keuskupan Agats. Mendarat di Bandara Kelas III Kamur pukul 09.35 pagi, Mensos melanjutkan bergerak menuju kampung Erosaman dan Kampung Amagais Distrik Derkomur, Agats, Papua. Demikian Jayakarta News kutip Siaran Pers Mensos (15/11).

Untuk mencapai dua kampung ini, Mensos harus menyusuri sungai dengan kapal cepat sebanyak dua kali. Perjalanan melalui moda sungai memerlukan waktu tempuh total sekitar 40 menit, yakni dari Dermaga Kaswari ke Kampung Erosaman selama 30 menit dan Kampung Amagais selama sekitar 10 menit.

Di Erosaman, Mensos meninjau community center (balai sosial), yang rencananya akan dilengkapi dengan sarana pendukung berupa sarana air bersih ( water treatment ). Di lokasi ini juga diberikan bantuan jaminan hidup bagi 45 KK, dan pemberdayaan KAT bagi 23 kelompok/komunitas berupa pertanian sayur dan tanaman hidroponik. Total bantuan senilai 1,3 Milyar rupiah. Di Kampung Erosaman Mensos juga membagikan makanan ringan untuk anak-anak, susu, telur rebus, alat olahraga berupa bola kaki dan bola voli, serta berdialog dengan masyarakat dan kepala desa.

Sementara di Kampung Amagais Mensos Risma meninjau peternakan ayam petelur dan sempat ‘panen’ telur di lokasi peternakan yang sedang dikembangkan. Peternakan ini merupakan salah satu lokasi peternakan ayam petelur yang disalurkan Kemensos melalui keuskupan Agats. Kemensos melalui Ditjen Pemberdayaan Sosial bekerja sama dengan Keuskupan Agats juga membantu transportasi masyarakat berupa 3 unit perahu longboat berkekuatan 40 PK guna mempermudah aksesibilitas masyarakat Agats.

Bantuan lain diantaranya berupa baju layak pakai untuk 100 KK, makanan tambahan untuk 100 Anak dan bantuan pemberdayaan ekonomi yakni pembangunan kios 5 unit kios. Total bantuan dari Kemensos yang disalurkan melalui Keuskupan Agats senilai total 1,6 Milyar rupiah.

Di Agats, Mensos mendapat sambutan hangat dan antusias masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Bupati Asmat Elisa Kambu menyampaikan apresiasi kepada Mensos. “Sudah 76 tahun Indonesia merdeka, baru Ibu Mensos pejabat yang menginjakkan kaki dan menginap di tempat kami yang jauh ini,” kata bupati.

Atas nama masyarakat, Bupati Elisa mengucapkan terima kasih. Apalagi Mensos datang dengan berbagai bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Saat kunjungan ke Derkomur, Mensos juga membuka dialog dengan masyarakat setempat. Dalam perbincangan tersebut, Mensos menangkap kebutuhan masyarakat. “Kami akan bantu dengan genset, agar masyarakat di sini mendapatkan listrik untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Saya siapkan bantuan perahu untuk meningkatkan mobilitas masyarakat. Saya juga sudah coba untuk membuka koneksi internet,” kata Mensos.

Selesai dari kunjungan dari dua kampung tersebut, Mensos bergerak menuju Kompleks Keuskupan Agats di Jl. Frans Kaisepo, Agats, Kabupaten Asmat. Di sini Mensos dan rombongan disambut oleh Uskup Mgr Aloysius Murwito. Hari menjelang sore, Mensos dan rombongan memutuskan untuk bermalam Kompleks Keuskupan Agats, sebelum esok hari bertolak menuju Jayapura untuk agenda dinas selanjutnya. Disela-sela bermalam di Keuskupan, Mensos menyapa suster yang berada di lokasi tersebut. Sambil berbincang santai, Mensos berkeliling ke taman yang ada di Keuskupan. Mensos sangat terkesan dengan suasana asri dan damai di Keuskupan Agats, serta tak akan ragu untuk kembali ke lokasi tersebut. (*/mel)

Langkah Antisipasi Lonjakan Kasus ke-3 Covid-19 Jelang Nataru

JAYAKARTA NEWS– Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menyusun langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Untuk itu, guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang Nataru mendatang, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi bersama forkopimda dan bupati/walikota se-Jatim di Convention Hall, Grand City Surabaya, Senin (15/11).

Hadir dalam kesempatan tersebut para pimpinan yaitu Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Pangdam V brawijaya, Kajati Jatim ,  Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Nasional Prof serta Plh. Sekdaprov Jatim.  Ikut hadir juga para Bupati/Walikota beserta Kapolres dan Dandim  serta Kajari se Jatim.

Meski kasus Covid-19 saat ini melandai dan terus menurun, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini terus mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan  protkes. Masyarakat diminta untuk tidak lengah, karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19. Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Forkopimda pun diminta untuk melakukan upaya akseleratif vaksinasi.

“Bisa dengan pendekatan kultural serta kearifan lokal lainnya. Saya rasa seluruh Kepala Daerah ditingkat Kab/Ko pasti paham dan memiliki caranya tersendiri dalam melakukan upaya akseleratif yang inovatif tersebut,” ungkap Gubernur Khofifah dalam Rakor.

Dihadapan para undangan yang hadir, Gubernur Khofifah mewaspadai para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Jatim melalui pintu pintu non penerbangan internasional.  Seperti disinyalir di  Malaysia  dan Singapura ditemukan varian baru Covid-19 yakni AY.4.2  yang sudah terdeteksi disana.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta kepada Kapolda dan Pangdam membantu koordinasi dengan Pemda tempat transito  perihal wilayah perlintasan antar provinsi. Kedatangan para PMI disinyalir dapat melalui pelayaran dilanjutkan  penerbangan domestik, terlebih ketika penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Juanda masih ditutup.

Selain bentuk kewaspadaan di area pintu masuk, Khofifah juga menyatakan bahwa kabupaten/kota harus segera menyiapkan operasi yustisi secara random utamanya sebagai kesiap siagaan menjelang Nataru. “Kondisi antisipatif ini menjadi format untuk bersiap mengantisipasi Natal dan Tahun baru,” ungkapnya.

Ia mengatakan, meski gelombang kepulangan PMI  yang masif ini belum terjadi, tindakan preventif dan pengawasan sudah harus digencarkan. Terutama dari jalur Malaysia ke Indonesia yang bisa melalui banyak pintu.

“Koordinasi dengan kabupaten/kota yang menjadi perlintasan harus kita koordinasikan bersama dan komunikasikan. Sangat mungkin mereka masuk melalui kapal dan lanjut dengan domestic flight, dan  sebagainya,” imbau mantan Mensos RI itu.

Khofifah pun turut mengajak Kabupaten/Kota yang ada di Jatim untuk menjaga dan meningkatkan vaksinasi, serta secara akseleratif menggenjot vaksinasi untuk lansia.

“Harus ada akselerasi, perlu ada percepatan yang didorong. Baik itu vaksinatornya ditambah, tenaga adminnya, layanannya ditingkatkan, kita harus bersinergi bersama untuk mengatasi semua kendala,” katanya.

Di kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan kabar-kabar baik seputar update Covid-19 di Jatim. Diantaranya, perekonomian Jatim yang tumbuh quartal to quartal  sebesar  2,26% berdasarkan data BPS per 5 November 2021. Pertumbuhan q to q  sebesar 2,26 %  ini berada di atas rata- rata nasional yaitu 1,55 %.

Tak hanya itu, data dari BPS juga menunjukkan bahwa pengangguran di Jatim juga mengalami penurunan sebanyak  0,1 % dimana penurunan terbesar di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yaitu sebesar 1,33%.

“Apa yang kita khawatirkan adalah ekonomi terkontraksi. Alhamdulillah, berkat  sinergi berbagai pihak  ekonomi di Provinsi Jawa Timur tetap tumbuh positif  sebesar  2,26% sementara nasional 1,55 %. Bahkan tingkat pengangguran di jatim mengalami penurunan 0,1 %,” sebutnya.

Khofifah berharap, rakor kali ini dapat menyamakan gerak seluruh elemen strategis di Jawa Timur agar dapat mengambil langkah  antisipasi khususnya dalam menghadapi  Nataru sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.

“Nataru harus diantisipasi, maka perlindungan  dan keselamatan masyarakat harus dimaksimalkan. Semua Pemda dan jajarannya telah bekerja keras dalam memulihkan berbagai sektor di Jatim. Dengan ini semua ikhtiar yang kita lakukan InsyaAllah komprehensif,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengimbau kepada Pemda/Pemkot untuk mengantisipasi bersama titik-titik wisata yang berpotensi banjir pengunjung di masa liburan Nataru.

“Ada liburan Nataru yang harus diantisipasi bersama, titik-titik wisata, seperti di Batu, Banyuwangi, dan titik lainnya seperti Lamongan mohon semua mengantisipasi dari berbagai lini,” tegas Khofifah.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkap pentingnya pelaksanaan operasi yustisi di titik-titik perbatasan. Mengingat di Nataru sebelumnya mobilitas masyarakat cukup meningkat di akhir tahun.

“Bisa juga dengan disiasati pelaksanaan operasi secara random di titik-titik tertentu,” katanya

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan, bahwa capaian positif serta pujian dari berbagai pihak tidak boleh membuat Jatim berpuas diri. Karena masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya pada vaksinasi lansia.

“Kita tidak boleh puas, kita harus menyelesaikan yang belum bagus. Utamanya vaksinasi lansia yang juga menjadi indikator dari penentuan level PPKM,” paparnya.

 Secara khusus, Suharyanto mengajak seluruh Pemerintah dan Forkopimda Kab/Ko untuk fokus pada pemenuhan target vaksinasi lansia.

Dirinya memaparkan 21 Kab/Kota menjadi penopang didapatnya Level PPKM Prov Jatim menjadi Level 2 karena capaian vaksinasi lansia yang melebihi target. Sedangkan 17 Kab sisanya dirasa Suharyanto masih perlu mengejar target.

“17 Kabupaten itu capaian vaksinasinya masih dibawah 40%. Kita sekarang fokus supplai vaksin kepada daerah-daerah yang memang kurang untuk capaiannya,” jelasnya

Sehingga menurut Suharyanto, strategi yang paling tepat adalah bersinergi dengan seluruh pihak yang ada, baik dari Pemerintah, TNI, Polri, Nakes, Masyarakat.

“Intinya sinergi atau kerjasama berbagai pihak ini sangat penting,” tukasnya.

Suharyanto kemudian juga memaparkan bahwa strategi kreatif dsn inovatif dalam upaya meningkatkan capaian vaksinasi dirasa sangat perlu.

“Karena sudah banyak contohnya. Misalnya di Malang yang memberikan sembako usai vaksin. Di Situbondo ada reward dan punishment bagi Kepala Desa yang capaian vaksin rendah, serta operasi PPKM gabungan seperti yang dilakukan Kota Surabaya. Vaksinasi door to door juga sangat memberikan dampak bagus,”jelasnya.

Relokasi stok vaksin juga sangat berpengaruh dalam strategi percepatan vaksinasi. Suharyanto kemudian mengatakan kepada tiap-tiap daerah jika ada stok vaksin yang tidak diminati untuk segera melapor.

“Agar kita bisa lakukan relokasi vaksin. Bisa diserahkan ke Kodam atau bertukar dengan daerah yang lainnya,” paparnya.

Pembatasan Mobiltas Jadi Kunci Utama

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan secara prinsip menangani penyakit ini adalah semakin cepat belajar dan menangani maka semakin cepat kita bisa merespon.

“Tidak perlu menunjukkan kehebatan. Tapi bagaimana kita bisa merespon cepat dan menangani dengan tepat,” tuturnya.

Wiku menegaskan, pembatasan mobilitas menjadi kunci utama menekan laju penyebaram Covid 19. Hal ini juga berpengaruh, utamanya implementasi kebijakan dari pemerintah terhadap kedatangan asing dan domestik. Serta pelaksanaan PPKM Mikro yang bisa mempersempit ruang gerak virus sulit bergerak sehingga prokes berjalan lancar.

“Jangan hanya percaya vaksin, tapi prokes dan pengendalian wilayah melalui satgas terkait serta kebijakan juga harus dilaksanakan dengan baik. Ini memang sulit, utamanya dalam keaadan kejenuhan masyarakat meningkat,” paparnya.

Saat ini mekanisme perubahan kebijakan dilakukan secara dinamis sesuai dengan keadaan di lapangan. Kelonggaran-kelonggaran yang dilakukan tentunya untuk meningkatkan kegiatan serta aktifitas ekonomi. “Tapi syaratnya tidak boleh ada peningkatan kasus,” pesannya.

Saat ini, Wiku menyampaikan bahwa banyak daerah utamanya posko di masing-masing kelurahan selama 7 hari terakhir tidak melakukan pelaporan kinerja.

“Interoperabilitas ini sangat diperlukan. Ini masih dalam kondisi kasus terkendali, kalau pas terjadi di Juli-Agustus lalu, akan kuwalahan pemerintah,” tukasnya.

Tercatat dalam data Satgas Covid-19, Kab. Lumajang menjadi wilayah yang melakukan pelaporan kegiatan posko desa tertinggi yakni 98,9%. Diikuti Kab. Tuban 96,1% , Kota Surabaya 91,8% dan Kab Madiun 90,2%. Kelimanya menjadi daerah yang unggul dalam pelaporan kinerja di 7 hari terakhir.

Sedangkan untuk pelaporan tingkat kepatuhan prokes, Kota Mojokerto menjadi wilayah yang unggul dalam pelaporan kepatuhan prokes dengan prosentase 100% cakupan. Sedangkan Kota Kediri dan Kota Mojokerto menjadi wilayah terendah dalam pelaporan kepatuhan prokes. (poedji)