Pemerintah Pertimbangkan Pemberian Insentif untuk Seniman Pedalangan dan Mendorong Kombinasi Bahasa

JAYAKARTA NEWS – Wayang merupakan bagian dari seni pertunjukkan yang berbeda dengan seni  pertunjukkan lainnya, hal ini dikarenakan pertunjukkan wayang dilakukan di ruang terbuka dengan durasi pertunjukan yang panjang dan biasanya lewat tengah malam. Selama berlangsungnya pandemi Covid-19, pertunjukkan seni wayang dan industri terkait seni wayang menjadi yang pertama terdampak dan belum bisa kembali normal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara khusus menjadwalkan pertemuan dengan Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) untuk mendengarkan secara langsung kondisi pertunjukan seni wayang dan masukan dari para dalang termasuk kendala berkurangnya jumlah penanggap dan penonton wayang, serta insentif bagi produksi berbagai produk terkait seni wayang oleh UKM. Demikian keterangan resmi Kominfo RI, Minggu (20/2/2022).

“Jika protokol kesehatan bisa dijaga, Pemerintah akan terus dorong seni pertunjukkan ini berjalan terutama jika situasi PPKM sampai dengan level 2,” ujar Menko Airlangga dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur (19/2).

Pada kesempatan tersebut, para dalang juga berharap adanya kebijakan Pemerintah yang berpihak kepada upaya memajukan seni budaya khususnya budaya wayang. Di samping itu, juga disampaikan bahwa dalam pertunjukan seni wayang juga banyak tenaga kerja yang terlibat, termasuk diantaranya pekerja industri gamelan dan industri wisata.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa terkait dengan seni pertunjukkan wayang juga akan didorong ke Kemendikbud Ristek karena untuk pelestarian dan pengembangan wayang diperlukan penguatan melalui pendidikan dalam hal pembelajaran tari-tarian, gamelan, dan bahasa. Penguatan tersebut diperlukan karena seni wayang merupakan bagian dari kebudayaan yang harus terus didorong dan dipertahankan.

Dalam upaya untuk mendorong pertunjukan seni wayang agar lebih menarik, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pertunjukan wayang dapat dilakukan secara hybrid dan perlu dilakukan publikasi yang lebih baik untuk mencari penonton baru, terutama yang berasal dari kalangan milenial.

“Dalam pertunjukkan wayang dibutuhkan kombinasi bahasa agar dapat populer di kalangan milenial. Selain menggunakan bahasa Jawa, juga dapat menggunakan bahasa Indonesia, agar membuat pertunjukan wayang menjadi lebih menarik,” jelas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta jajaran Persatuan Dalang Indonesia yang diwakili oleh Kukuh Setyo Budi, Anom Surono, Purnawan, Ries Handono, Didiek Otoyo, Sami Rahayu, Wiwik, Kasranto, dan Philip. (*/mel)

Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Komisi VIII DPR Apresiasi Mensos dan Berkomitmen Terus Berikan Dukungan

TERNATE,  JAYAKARTA NEWS – Sentra Wasana Bahagia sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial di Ternate Maluku Utara menerima kunjungan empat anggota Komisi VIII DPR RI. Kehadiran wakil rakyat dalam rangka kunjungan kerja reses Masa Sidang I.

Sekretaris Jenderal Kemensos Harry Hikmat menyambut langsung kehadiran mereka, yakni Samsu Niang, Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, Wastam, dan H. Muhammad Rizal. Kehadiran anggota Komisi VIII terkait erat dengan tugas-tugas pengawasan, penyusunan anggaran dan legislasi.

Secara khusus kunjungan ke Sentra Wasana Bahagia untuk memperkuat implementasi kebijakan penanganan kemiskinan. Salah satu kegiatannya adalah mengecek langsung pencairan bantuan sosial dan penyerahan bantuan untuk kelompok rentan.

Dalam sambutannya, Samsu Niang menyatakan bahwa Komisi VIllI DPR RI telah melakukan pengecekan ke lapangan, terkait penyaluran bantuan. Sejauh ini hasilnya sangat memuaskan.

“Kami sudah mengecek ke lapangan dan hasilnya, bantuan tepat sasaran. Ini tidak lepas dari kepemimpinan Ibu Mensos Tri Rismaharini, jajaran dan para pendamping. Apresiasi untuk Bu Mensos dan jajaran,” kata Samsu Niang (21/02).

Dalam kesempatan ini, disalurkan bantuan dengan nilai total Rp29.693.563.000. Yakni sebanyak Rp707.313.000 terdiri dari program kewirausahaan sosial (prokus) sebesar Rp225.920.000, bantuan untuk anak yatim, piatu dan yatim-piatu (Yapi) Rp42.300.000, serta bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) sebesar Rp420.093.000.

Jenis bantuan antara lain susu untuk lansia, beras, vitamin, masker, hand sanitizer, nutrisi, sarung, pakaian, kursi roda, bantuan pengembangan usaha, alat bantu dengar, bantuan kesehatan, tongkat aksesibilitas. Bantuan menjangkau sebanyak 562 orang dari kelompok lansia, disabilitas, tuna sosial, dan anak.

Bantuan ATENSi yang diserahkan merupakan hasil kontribusi dari UPT Kemensos yaitu, Loka Minaula Kendari, Loka Meohai Kendari, Sentra Wasana Bahagia Ternate, Sentra Nipotowe Palu, Sentra Tumou Tou Manado, dan Sentra Wirajaya Makassar.

Kemudian bantuan sosial yang disalurkan untuk Provinsi Maluku Utara yakni, Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 dan termin 1 sebesar Rp17.951.050.000 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako sebesar Rp11.035.200.000.

Anggota Komisi VIII lainnya yakni Wastam menyatakan apresiasinya terhadap semua upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan Kemensos. Termasuk dalam penanganan terhadap Yapi. “Komisi VIII akan terus mendukung semua upaya Kemensos menangani kemiskinan. Termasuk dalam penanganan Yapi,” katanya.

Dalam sambutannya, Sekjen Kemensos menyatakan kebanggaannya telah hadir empat anggota Komisi VIllI di Sentra Wasana Bahagia.

“Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesediaan bapak ibu anggota DPR Komisi VIllI hadir di tempat kami. Kemensos terus mendorong program penanganan kemiskinan. Dan berbagai program bisa berjalan, tidak lepas dari dukungan Komisi Vlll khususnya dukungan anggaran,” kata Sekjen.

Tentang Program Atensi

Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial (rehsos) pada dasarnya bisa ditempuh melalui layanan tidak langsung dan langsung. Kementerian Sosial melaksanakan program rehsos secara langsung melalui program ATENSI.

Program ATENSI dilaksanakan dengan dasar hukum UU 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Pasal 7 Ayat (2), juncto Pasal 5 Ayat (1), Peraturan Pemerintah No. 39/2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Permensos No. 7 Tahun 2021 tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial.

Dengan landasan tersebut, Program ATENSI dilaksanakan dalam bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dan dukungan keluarga

Bentuk lain Program ATENSI adalah terapi fisik, terapi psikososial, dan terapi mental spiritual, pelatihan vokasional dan/atau pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial, dan dukungan aksesibilitas.

Pelaksanaan ATENSI dilakukan oleh balai besar/balai/loka Rehabilitasi Sosial yang dilaksanakan secara persuasif, motivatif, koersif, baik dalam keluarga, masyarakat maupun panti sosial.

Realisasi target Program ATENSI terkait literasi khusus bagi penyandang disabilitas netra ditetapkan target sebanyak 47.000 eksemplar dan sudah tercatat realisasi sebanyak 47.628 eksemplar (101,34%), dan untuk penyandang disabilitas dengan target 48.000 orang, telah terealisasi 74.880 orang (156,00%).

Kemudian untuk ATENSI korban penyalahgunaan NAPZA dari target 20.000 orang dan telah terealisasi 27.643 orang (138,22%), ATENSI Anak dengan target 30.000 anak telah realisasi 46.199 anak (154,00%), ATENSI Lanjut Usia dengan target 35.000 orang telah terealisasi sebanyak 48.196 orang (137,70%), untuk ATENSI Tuna Sosial & Korban Perdagangan Orang (KPO) dengan target 9.000 orang telah terealisasi 14.266 orang (158,51%), dan anak yatim, piatu, dan yatim-piatu (YAPI) dengan target 20.000 anak, telah terealisasi sebanyak 28.408 anak (142,04%).

Dalam upaya memberikan dukungan aksesibilitas, Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran tahun 2021 sebesar Rp60.468.110.000 dengan jumlah alat bantu sebanyak 6.581. Yakni terdiri dari kursi roda elektrik 757 unit, motor niaga roda tiga 354 unit, tongkat adaptif 5.420 unit, dan sensor air disabilitas netra 50 unit. Dari bantuan tersebut telah teralisasi sebesar Rp59.483.151.992 (98,37%).

Kemensos juga mencatat, sebanyak 211.184 (148,72%) penerima manfaat telah memperoleh ATENSI, 93.665 (178,22%) keluarga telah terlibat dalam ATENSI, 4.140 (113,18%) kelompok/Komunitas/Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) telah melaksanakan ATENSI, dan 7.927 (160,04%) SDM telah melakukan tugas pendampingan ATENSI. (*/mel)

Kunjungi Lokasi Banjir, Mensos Keliling Rumah Warga Bagikan Bantuan Logistik

JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi lokasi banjir di Villa Nusa Indah ll, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Banjir sudah surut di kawasan ini, namun tampak warga masih sibuk membersihkan sisa lumpur di dalam dan teras rumah. Air bercampur lumpur masih belum sepenuhnya bersih dari jalan utama Perumahan Vila Nusa Indah ll.

Mensos berkesempatan mengecek salah satu titik dimana tanggul Sungai Cileungsi yang jebol. Mensos tampak mengamati lokasi tanggul dan berbincang dengan Bupati Bogor Ade Yasin yang tiba di lokasi tersebut beberapa saat kemudian.

Kepada pihak Balai Wilayah Sungai yang memiliki otoritas dalam pengelolaan sungai setempat, Mensos memberikan sejumlah arahan. “Ini hanya persoalan perlunya rutinitas pengerukan saja, Pak. Kalau rajin dikeruk tidak akan seperti ini,” kata dia.

Dari lokasi berdiri, Mensos melihat ada sedimentasi di tengah sungai. Mensos meminta agar massa tanah pada sedimentasi tersebut bisa dikeruk dan diisikan ke dalam celah tanggul yang melesak.

“Yang di tengah sungai kayak pulau itu, dikeruk Pak. Lalu dipakai tanahnya untuk menguruk celah bronjong yang berlobang. Habis itu bisa dikasih sandbag (karung pasir),” kata Mensos.

Untuk keperluan itu, Mensos meminta kepada jajaran Pekerjaan Umum untuk mengerahkan alat berat. Tujuannya agar perbaikan tanggul bisa segera dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga turun dari mobil dinas. Menerjang sisa lumpur yang masih menggenang, Mensos menyapa warga perumahan yang masih disibukkan dengan kegiatan membersihkan sisa lumpur.

Mensos bergerak dari rumah ke rumah, membagikan bantuan langsung kepada warga. Bantuan yang langsung diserahkan Mensos kepada warga dari rumah ke rumah antara lain, lauk pauk siap saji, makanan siap saji, makanan anak, alat kebersihan, dan kids ware.

Masyarakat setempat tampak terharu dan gembira menyaksikan momen yang tidak disangka-sangka tersebut.

Kawasan ini dilanda banjir pada Rabu (16/2) malam pukul 22.15 WIB dan baru surut pada Kamis (17/2) dini hari. Banjir diakibatkan hujan deras di hulu dan membuat Sungai Cileungsi meluap.

Luapan air sempat mencapai ketinggian 130 hingga 160 centimeter. Banjir di Kecamatan Gunung Putri juga berdampak pada wilayah tetangga yakni di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.

Untuk korban bencana di Bogor, Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) menyerahkan bantuan logistik berupa makanan anak 600 paket, makanan siap saji 1.000 paket, pakaian bayi 300 paket, pakaian dewasa 400 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda serbaguna keluarga 2 unit, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 2.000 paket, velbed 10 unit, matras 200 lembar, air minum kemasan 50 dus, kids ware 100 paket, selimut 200 lembar, perahu karet 3 unit, perlengkapan perahu 3 set, dan pelampung 10 unit.

Untuk korban banjir di Kota Bekasi, bantuan Kemensos berupa makanan anak 300 paket, makanan siap saji 100 paket, pakaian bayi 100 paket, dan pakaian dewasa 100 paket. Bantuan selanjutnya adalah tenda gulung 100 lembar, selimut 100 lembar, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 1.000 paket, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 20 dus, dan kids ware 50 paket.

Bantuan juga disalurkan dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong Bogor berupa makanan siap saji 40 box (400 pak), foodware 20 paket, peralatan dapur 20 paket, dan selimut 60 lembar. Dari Sentra Ciung Wanara bantuan berupa susu bubuk, madu, biskuit, sikat gigi, sabun mandi, sampo, pasta gigi, dan minyak kayu putih.(*/mel)

Mensos Tekankan Pentingnya Kemandirian Masyarakat Minimalisasi Dampak Bencana

JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta semua pihak meningkatan kewaspadaan sejalan dengan cuaca ekstrem yang intensitasnya terus meningkat beberapa hari ini. Edukasi yang baik dalam mengantisipasi bencana, bisa meningkatkan kemandirian masyarakat dalam meminimalisasi resiko bencana.

Mensos juga menekankan pentingnya para pemangku kepentingan memastikan keselamatan kelompok rentan dalam penanganan bencana. Hal ini bisa dilakukan salah satunya dengan memberikan tanda di setiap rumah kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, atau balita/ibu hamil).

“Di setiap rumah kelompok rentan ini bisa diberikan tanda. Nanti bila bencana datang, Tagana dan instansi penanganan bencana lainnya bisa memberikan prioritas penanganan terhadap mereka,” kata Mensos dalam kunjungannya ke lokasi banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi (18/02).

Mensos dan rombongan bergerak ke Sukabumi, setelah sebelumnya mengecek lokasi bencana di kawasan Vila Nusa Indah di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tiba di lokasi banjir dan longsor di Kelurahan Jayaraksa malam hari, Mensos dengan didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Kapolresta dan Dandim Kota Sukabumi langsung menyusuri gang sempit dan mengecek saluran air yang jebol karena luapan air.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mengecek kondisi Posko Kesehatan dan operasional dapur umum yang didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Mensos menyapa dan berbincang dengan personel Tagana. “Terus semangat ya,” kata Mensos.

Di hadapan Wali Kota dan jajaran, Mensos menekankan pentingnya kesiagaan dan koordinasi yang baik dari unsur penanganan bencana di daerah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengenali karakter wilayah masing-masing daerah.

Misalnya di daerah dengan tingkat kemiringan tertentu, akan meningkatkan resiko bencana terutama pada saat musim hujan seperti sekarang. 

“Kondisi di sini hampir sama dengan di Vila Nusa Indah. Daerahnya terletak di kemiringan. Kondisi seperti ini memerlukan langkah antipasi karena potensi bencana lebih besar,” katanya.

Mensos meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti di perbukitan, lereng tebing, dan kawasan dengan kemiringan tertentu, bisa meningkatkan kewaspadaan di saat intensitas hujan meningkat. Misalnya dengan menyiapkan shelter sementara.

“Saya minta ada edukasi terhadap masyarakat di wilayah rawan bencana. Kalau intensitas hujan meningkat seperti saat ini, mereka bisa menempati tenda atau shelter sementara yang memang sudah disiapkan. Nanti kalau bisa dipastikan ancaman bencana sudah menurun, bisa kembali ke rumah,” kata Mensos.

Selama warga menempati tenda atau shelter sementara, tentu saja diberikan dukungan berupa bantuan logistik dan kebutuhan hidup lainnya. Dengan cara seperti ini, diharapkan bisa mengurangi kerugian akibat materi, terutama korban jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan secara simbolik bantuan untuk korban banjir Kota Sukabumi sebesar Rp460.666.600. Jenis bantuan berupa bantuan logistik dan santunan ahli waris seorang korban meninggal dunia.

Dalam bencana banjir dan longsor di Kelurahan Jayaraksa pada Kamis (17/02) mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Intensitas hujan yang tinggi membuat Sungai Cisuda meluap dan menerjang sejumlah kawasan sekitarnya.

Bantuan logistik berupa makanan siap saji 900 paket, makanan anak 420 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket,  kids ware 200 paket, pakaian dewasa 200 paket, dan tenda gulung 100 lembar. Bantuan lainnya adalah selimut 200 lembar, kasur 100 unit, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 30 dus dan popok bayi 100 paket. (*/mel)

Kemensos Fasilitasi Puluhan ODGJ di Jawa Tengah Rekam KTP-el

JAYAKARTA NEWS – Sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, Kementerian Sosial memfasilitasi puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Penyandang Disabilitas Mental (PDM) melakukan perekaman data kependudukan atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). 

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk untuk mewujudkan komitmen pemenuhan hak-hak sipil bagi penyandang disabilitas.

Perekaman KTP-el dilakukan kepada 15 penerima manfaat Balai Margo Laras Pati bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pati belum lama ini.

Kepala Balai Margo Laras Pati, Jiwaningsih, mengatakan seluruh penerima manfaat sangat kooperatif dalam menjalani proses perekaman KTP-el.

“Mulai dari uji biometrik, periksa iris mata, hingga sidik jari. Proses perekaman KTP-el juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Pada tahun 2021, lanjutnya, sebanyak 100 Penerima Manfaat rujukan Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) Keputih Surabaya juga sudah direkam dan berhasil ditracing (ditelusuri) serta reunifikasi kepada keluarga.

Selain di Pati, perekaman KTP-el juga dilakukan kepada 50 orang penerima manfaat Balai Besar Soeharso Surakarta yang terdiri dari 40 ODGJ dan 10 orang penerima manfaat dari keluarga terlantar. Perekaman dilakukan pada 14-16 Februari 2022 bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta.

Kepala Balai Besar Soeharso Surakarta yang diwakili oleh Koordinator Resosialisasi dan Bimbingan Lanjut, Tutik Nurning menyatakan khusus untuk rekam data ODGJ sudah sampai tahap pemberkasan dan telah diterbitkan KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) untuk 40 dari 50 orang ODGJ dari Liponsos Keputih Surabaya.

“Sepuluh orang sisanya tengah ditelusuri data-datanya,” kata Tutik Nurning.

Perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas telah diamanatkan dalam UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Perekaman KTP-el ini merupakan bentuk negara hadir dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas untuk tercatat sebagai warga negara dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dengan memiliki KTP-el dan KK, para PDM dapat dicatat ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga dapat mengakses bantuan sosial dari pemerintah serta reunifikasi dengan keluarga.

Selain itu, KTP-el dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan kesejahteraan sosial, kesehatan, serta layanan publik lainnya. Terlebih di masa pendemi, KTP-el juga digunakan untuk vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. (*/mel)

Menteri PPPA: Perkuat Komitmen Cegah Perkawinan Anak

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan keprihatinannya menanggapi pemberitaan terkait 3 (tiga) kota di Indonesia dengan jumlah pelajar hamil di luar nikah terbanyak, bahkan salah satu di antaranya tercatat jumlahnya mencapai ribuan pelajar hamil di luar nikah. Menteri Bintang mengungkapkan meningkatnya jumlah pelajar hamil di luar nikah disebabkan karena banyak faktor, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.
 
“Saya sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah pelajar yang hamil di luar nikah pada 3 kota di Indonesia yang mana termasuk dalam praktik perkawinan anak. Pemerintah tentunya tidak tinggal diam dengan fenomena perkawinan anak yang sampai saat ini masih terjadi. Kita perlu memperkuat komitmen pelaksanaan kebijakan pencegahan perkawinan anak yang tentu membutuhkan keterlibatan banyak pihak mulai dari peran Kementerian/Lembaga, Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, mitra pembangunan lainnya termasuk anak itu sendiri untuk mendorong pemenuhan hak anak dan perlindungan anak,” ungkap Menteri Bintang dalam keterangan resmi, Kamis (17/02/2022).   
 
Menteri Bintang mengungkapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPA) setempat dan stakeholder akan mengawal kasus perkawinan anak yang terjadi ini serta melakukan serangkaian penanganan mulai dari memperkuat kembali proses mainstreaming di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah melalui regulasi Perpres No.25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan anak serta Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
 
“Selain itu, kami juga akan melakukan optimalisasi pengintegrasian dalam Satuan Pendidikan Ramah Anak dan melibatkan Fasilitator Nasional serta akreditasi dan bantuan operasional. Kami juga mendorong diterbitkannya Fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) terkait anak yang hamil yang tidak diinginkan/hamil diluar perkawinan untuk tidak dinikahkan. Hal ini juga sejalan dengan proses permohonan dispensasi kawin yang tidak serta merta anak yang hamil akan dikabulkan oleh Pengadilan Agama untuk dapat menikah. Tentunya peran media juga sangat penting dalam pemberitaan dengan sumber data yang jelas dan akuntabel.” terang Menteri Bintang.
 
Sejalan dengan hal tersebut, KemenPPPA telah diberikan amanat untuk menjalankan 5 (lima) arahan prioritas oleh Presiden Jokowi, salah satunya mencegah perkawinan anak. KemenPPPA juga telah menjalankan program-program  prioritas  yang sejalan dengan arahan Presiden yang tercantum dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan tujuan meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing yang di antaranya memiliki target mengurangi perkawinan anak dari 10,44 % di tahun 2021 menjadi 8,74% di tahun 2024. Komitmen ini diikuti dengan diterbitkannya Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) 2020 yang dicanangkan Pemerintah pada Februari 2020 yang bertujuan untuk mengurangi perkawinan anak dari 10,44 % Tahun 2021 menjadi 6,9% pada tahun 2030 untuk perempuan usia 20-24 yang menikah sebelum usia 18 tahun.  
 
“Telah banyak upaya dilakukan dalam menghentikan praktik perkawinan anak, salah satunya adalah lahirnya kebijakan perundang-undangan yang sangat progresif yakni Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada tanggal 16 Oktober 2019. Selain itu, Mahkamah Agung secara progresif juga telah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin. Perma tersebut saat ini menjadi aturan dasar bagi para hakim yang mengadili perkara dispensasi kawin. Dalam implementasinya, Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PPPA sebagai pengampu yang membidangi urusan Perempuan dan Anak, banyak diminta oleh Pengadilan Agama untuk memberikan rekomendasi bagi pemohon dispensasi kawin,” ujar Menteri Bintang. (*/mel)
 

Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2022 Diusulkan Rp 45 Juta 

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama  (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1443 H /2022 M senilai Rp45.053.368,00. Usulan ini disampaikan Gus Menteri, panggilan akrabnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI tentang Penjelasan Persiapan Pelayanan dan Usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1443H/2022M.

Raker yang digelar secara hybrid ini berlangsung pada Rabu (16/2/2022). Gus Menteri mengikuti rapat secara daring dari Rembang. Hadir secara luring di Gedung DPR, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief, Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Subhan Cholid, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Jaja Jaelani, beserta jajarannya.

Gusmen mengatakan, kebijakan komponen Bipih tersebut diambil dalam rangka menyeimbangkan antara besaran beban jemaah dengan keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji di masa yang akan datang. “Keseimbangan tersebut dimaksudkan agar jemaah tidak terlalu terbebani dengan biaya yang harus dibayar, mengingat sudah dua tahun melakukan pelunasan Bipih. Namun di sisi lain juga harus menjaga prinsip istita’ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya,” papar Gusmen.

Usulan Kemenag ini sudah disampakan kepada Komisi VIII DPR RI melalui Surat Nomor MA/ 042/2022 tanggal 14 Februari 2022 perihal Usulan BPIH Reguler dan Khusus Tahun 1443H/2022M. Untuk BPIH reguler, ada dua komponen, yaitu: komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah haji, dan komponen yang dibebankan kepada dana nilai manfaat (optimalisasi), dana efisiensi haji, dan sumber lain yang sah.

Komponen BPIH yang dibebankan langsung kepada jemaah disebut dengan Bipih. Sedangkan komponen yang dibebankan kepada dana nilai manfaat (optimalisasi), dana efisiensi haji, dan sumber lain yang sah disebut dengan pembiayaan tidak langsung (bantuan). Tahun 2022, BPIH untuk jemaah haji reguler yang bersumber dari dana nilai manfaat (optimalisasi), dana efisiensi, dan sumber lain yang sah diusulkan sebesar Rp8.994.750.278.321,83.

“Untuk komponen biaya penerbangan haji, disusun per embarkasi dengan memperhatikan jarak (dekat/jauh) dari masing-masing embarkasi ke Arab Saudi,” jelas Menag.

Gus Menteri mengatakan, pemerintah mengedepankan prinsip rasionalitas, kewajaran harga, dan kualitas layanan dalam pembiayaan komponen BPIH. Untuk komponen operasional di dalam negeri, biaya haji disusun sesuai Standar Biaya Masukan (SBM) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.  Sedangkan untuk komponen di Arab Saudi, dasar pembiayaannya menggunakan Ta’limatul Hajj Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik dengan biaya yang wajar,” tutur Gus Menteri.

Menag menambahkan, penyusunan BPIH ini tetap mempertimbangkan hasil evaluasi internal dan eksternal, terutama rekomendasi hasil pengawasan DPR dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440 H/2019 M.

“Mohon kiranya usulan BPIH tahun 1443 H/2022 M tersebut dapat segera dibahas bersama antara Panitia Kerja (Panja) BPIH Komisi VIII DPR RI dengan Panja BPIH Kementerian Agama,” imbuhnya. (*/mel)

Cukupi Kebutuhan Air Layak Konsumsi, Mensos Matangkan Rencana Desalinasi Air Laut di Kawasan 3T

JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini terus mendorong peningkatan sarana pendukung kebutuhan dasar untuk masyarakat pra-sejahtera, khususnya di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Salah satu yang terus dimatangkan oleh Mensos adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui intervensi teknologi.

Dari perjalanan dinas Mensos di berbagai pelosok negeri, banyak kasus ditemukan masyarakat di kawasan 3T kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti saat Mensos berkesempatan menjejak Pulau Pantar, di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian Siaran Pers Kemensos, Selasa (15/2/2022).

Seorang ibu, terpaksa harus melintasi laut menuju pulau seberang, karena dimana dia tinggal tidak terdapat air. Dia baru bisa kembali esok hari, karena ketiadaan kapal. Padahal setelah melalui serangkaian uji coba, air bisa didapat dengan menggali tanah sedalam 4 meter.

Di kawasan lain kebutuhan air bersih diperkirakan memerlukan teknologi melalui desalinasi air laut. Yakni proses menghilangkan kadar garam berlebih pada air, sehingga air dapat dikonsumsi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Mensos menggelar pertemuan dengan Rektor Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, para guru besar, dan civitas akademika ITS. Pertemuan membahas lanjutan rencana kerja sama sejumlah program dari kedua institusi. 

Secara umum, pertemuan di Gedung Rektorat ITS (14/02) tersebut, meliputi inovasi teknologi untuk memudahkan akses transportasi dan ketersediaan air di beberapa daerah pedalaman dan perbatasan di Indonesia.

“Masih banyak daerah di kawasan 3T yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami masyarakat di Pulau Alor, kawasan ujung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus menyeberang ke Pulau Pantar untuk mendapatkan air,” kata Mensos.

Pun tak ketinggalan wilayah di Kabupaten Asmat, Papua yang kesulitan bercocok tanam dan memperoleh air tawar karena kontur tanah yang cenderung dipenuhi rawa. “Mereka itu benar-benar kesulitan, seorang ibu di Pulau Alor sampai rela bermalam di Pulau Pantar dan tidak bisa kembali ke Pulau Alor karena ombak tinggi hanya untuk mendapatkan air,” katanya.

Hadir juga dalam pertemuan itu, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT (Wakil Rektor 1), Ir Mas Agus Mardyanto ME PhD (Wakil Rektor 2), Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng (Wakil Rektor  3), dan Bambang Pramujati ST MScEng PhD (Wakil Rektor 4).

Dalam pertemuan tersebut, selain membahas inovasi terbaru, Mensos juga menindaklanjuti pengadaan kapal penumpang bagi masyarakat Memberamo, Papua. Selain itu, juga motor listrik GESITS untuk mobilitas masyarakat di pegunungan Papua, hasil kerja sama dengan ITS dan Universitas Cenderawasih (Uncen), tahun lalu. “Saat ini, telah berhasil dirakit empat unit kapal yang nantinya akan digunakan untuk transportasi air masyarakat di Memberamo,” katanya.

Menanggapi permasalahan serupa yang turut terjadi di kawasan 3T lainnya, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyambut antusias kesempatan yang diberikan Kemensos ini untuk membantu pembangunan daerah tertinggal. “Dengan senang hati, ITS siap untuk ikut berkontribusi bersama Kemensos guna mendukung pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Selain proses perakitan kapal yang sudah mencapai 90 persen tersebut, telah tiba pula dua jenis motor listrik GESITS, yaitu untuk daerah pegunungan dengan kemiringan standar serta kemiringan curam.

“Saat ini dua motor listrik GESITS telah tiba di Jayapura, tinggal menunggu peluncurannya serta transfer teknologi kepada masyarakat sekitar,” tutur Manajer Sains Techno Park (STP) Otomotif ITS Dr Bambang Sudarmanta ST MT.

Di akhir pertemuan, Mensos mengungkapkan bahwa masyarakat Papua sangat senang menerima bantuan kapal penumpang yang jauh melebihi ekspektasi mereka. Ia berharap, ke depannya kolaborasi sejenis dengan ITS akan terus berlanjut.

Tak lupa, Rektor ITS yang biasa disapa Ashari juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kemensos kepada ITS. “Inovasi ide dari ITS tentu akan sulit untuk direalisasikan kepada masyarakat tanpa dukungan pemerintah seperti ini,” katanya.

Dalam pertemuan ini, disepakati beberapa rencana kolaborasi ITS dengan Kementerian Sosial. Di antaranya adalah penelitian lebih lanjut oleh ahli Geofisika ITS terkait peninjauan daerah sulit air bersih, inovasi pembuatan hidroponik apung di daerah rawa, alat desalinasi portable untuk mengubah air laut menjadi air tawar, pengadaan panel surya di daerah minim listrik, serta penyelenggaraan kuliah kerja nyata (KKN) dan kerja praktik (KP) mahasiswa ITS untuk membantu di wilayah sasaran Kemensos. (mel)

Sebelas Anak Jalanan dari Perempatan Gambiran Mojoagung Jalani Asesmen di Balai Surakarta

JAYAKARTA NEWS – Perempatan Gambiran di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, identik dengan kepadatan lalu lintas. Maklum, di sekitar lokasi ini berdiri fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas publik.

Di sini ada berdiri sentra ekonomi yakni Pasar Mojoagung dan juga sub-Terminal Mojoagung. Angkutan kota, ojek pangkalan, becak,  dan pedagang kaki lima tumplek bleg (campur baur). Angkutan massal ada yang  ngetem, ada juga yang wara-wiri menjemput penumpang.

Jalur ini merupakan akses bagi bus antar kota antar provinsi. Bus dengan rute barat (Jakarta) dari timur (Surabaya) dan sebaliknya, melintasi jalur ini. Maka makin lengkap kesibukan lalu lintas di area ini.

Beranjak siang kepadatan lalu lintas makin terasa. Sekitar pukul 11.00, rombongan kendaraan Menteri Sosial Tri  Rismaharini melintasi kawasan ini dengan kecepatan rendah (6/2).

Rombongan Mensos bergerak dari Kantor Kecamatan Mojoagung dan tengah melaju perlahan menuju Kantor Kecamatan Ngoro. Saat posisi kendaraan dekat perempatan Gambiran, tiba-tiba rombongan menepi dan berhenti di emperan toko. Demikian keterangan resmi Kemensos, Selasa (8/2/2022).

Tampak Mensos Risma turun dari kendaraan. Ia berjalan bergegas menuju sekelompok anak-anak yang tengah tidur-tiduran di emperan toko. Kepada anak-anak jalanan ini, Mensos langsung melontarkan sejumlah pertanyaan.

“Ini kalian ngapain kok di sini ini? Kamu mau ke mana? Ini siapa, istrimu? Istrimu kau ajak menggelandang ini gimana? Habis ini pulang, kerja, saya ajari kerja. Buka kafe-kafe gitu, masak tidak bisa kamu,” ungkap Mensos.

Mensos pun memberikan pesan penting agar mereka segera kembali pada kehidupan yang normal dan bisa berubah.

“Mau sampai kapan kalian kayak gini. Gak pengen berubah kamu? Sekarang sudah bisa sekolah, kenapa kamu kok tidak sekolah. Ibuku ya lulusan SD, tapi anaknya tidak boleh lulusan SD ngerti ya. Makanya abis ini kamu kerja, tak ajari,” kata Mensos.

“Nanti kamu pulang tak antar, mampir ke tempat ku satu persatu. Kamu balik ke orang tuamu ya. Nanti tak cari beneran loh kamu. Setelah ini kamu tak cari,” kata dia.

Kedelapan anjal masih berusia di bawah umur dari berbagai daerah, di antaranya Semarang, Sragen, Demak, hingga Malang. Mensos meminta Dinas Sosial Jombang dan balai terdekat untuk mendata dan membantu memulangkan ke daerah asal.

Mensos menginstruksikan kepada Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, untuk melakukan asesmen terhadap anak-anak tersebut. Dari asesmen bisa ditentukan jenis layanan yang sesuai untuk mereka.

“Tolong dibina dulu baru diajari kerja. Misalnya mengelola cafe atau jualan pulsa atau lainnya. Mereka yang orang tuanya juga hidup di jalanan, sekalian diberikan asesmen dan ajari kerja juga untuk orang tuanya,” katanya.

Data Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, ada 11 orang yang akan mendapatkan pembinaan. Mereka terdiri dari 4 orang perempuan dan 7 orang laki- laki yang telah tiba di balai.

Mensos berada di Kabupaten Jombang untuk mengakselerasi pencairan bansos. Dijadwalkan bansos tuntas tersalurkan pada 15 Februari 2022. (mel)

UBJ Gelar Research Day Hasil Hibah Internal Penelitian & Abdimas 2021

JAYAKARTA NEWS – Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyakarat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) menggelar Research Day Hasil Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) Tahun 2021 selama dua hari pada 27-28 Januari 2022.

Rektor UBJ Dr Bambang Karsono berharap dengan adanya pameran ini, segenap civitas akademika di kampus tersebut dapat mempelajari bagaimana para dosen UBJ melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. “Semoga ini dapat menjadi aspirasi bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian untuk skripsi dan thesis di masa yang akan datang,” kata Rektor.

Menurut Bambang, melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah rangkaian tugas dosen yang tidak hanya berhenti pada pelaporan kegiatan semata. Setiap hasil yang diperoleh melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, juga harus di diseminasikan dan disebarluaskan agar diketahui oleh khalayak luas.

Rektor mengingatkan bahwa reputasi sebuah universitas ditentukan oleh seberapa banyak hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang di publikasikan. “Semua universitas berlomba–lomba membangun reputasi melalui diseminasi ilmu pengetahuan terkini yang bisa diaplikasikan dan membantu memecahkan masalah di masyarakat,” papar Bambang. Perlu digarisbawahi bahwa perkembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada perguruan tinggi, akan membentuk ekosistem akademik yang sehat dan produktif.

“Kewajiban dosen untuk selalu meng-update ilmu pengetahuannya dengan melakukan penelitian,” tandas Rektor yang purnawirawan Polri berbintang dua itu.

Selanjutnya hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perlu disebar luaskan ke publik, baik melalui tulisan dalam jurnal berkala, didesiminasikan melalui seminar atau dibagikan dalam event seperti research day. Hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyakarat ditampilkan dalam bentuk poster.

Menurut Rektor, keterlibatan dosen dalam publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menunjukkan partisipasi aktif mereka dalam bidang keilmuannya, sehingga menghasilkan pengetahuan yang mutakhir.

Sebagai pengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta hibah internal, maka LPPMP berkewajiban melayani dan membuka peluang kepada seluruh dosen UBJ. Hibah internal dilakukan dalam bentuk kompetisi. Tujuannya agar setiap periode hibah terjadi peningkatan kualitas proposal yang diseleksi dalam mendapatkan hibah internal, yang kegiatannya dilakukan sekali dalam dua semester berjalan.

“hibah internal menjadi media bagi para dosen untuk mempersiapkan diri menuju jenjang hibah yang lebih tinggi yaitu hibah Dikti, LPDP maupun hibah eksternal lainnya. Menurut Rektor, pelaksanaan hibah kompetisi untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di UBJ, merupakan investasi jangka panjang kampus kepada para dosennya.

“Melalui hibah internal maka peningkatan kapasitas dan kapabilitas dosen akan berkorelasi dengan tujuan UBJ untuk menjadi research university,” katanya.Setiap hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan dapat menghasilkan output – outcome yang mengarah kepada teknologi termutakhir, produk komersial dan pengembangan industri yang memiliki dampak signifikan kepada ekonomi.

Patut dicatata, hibah internal UBJ meloloskan 70 proposal penelitian dan 50 proposal pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut secara bertahap bermanfaat untuk meniti jenjang UBJ menjadi kampus yang unggul. Rektor menggarisbawahi, semua luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, diarahkan untuk menjadi artikel yang siap terpublikasi. Skema pendanaan hibah internal mendapatkan 100 lebih artikel ilmiah karya dosen UBJ yang akan terpublikasi pada jurnal nasional maupun internasional terakreditasi.

Research day selain sebagai ajang diseminasi, juga berfungsi sebagai pertanggung jawaban akademik dari setiap dosen atas kegiatan yang telah dilakukan,” tandas Bambang. (sm)