Siapkan Generasi yang Makmurkan Bumi, Wapres Dorong Bangun SDM

JAYAKARTA NEWS – Kekayaan alam berlimpah yang dimiliki Bangsa Indonesia merupakan anugerah Yang Maha Kuasa yang sudah seharusnya disyukuri. Sebagai wujud rasa syukur, kita wajib menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan bersama dan keberlangsungan kehidupan di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki bekal keimanan dan ketakwaan yang kuat, serta kemampuan untuk memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan agama.

“Kita juga harus menyiapkan generasi yang mu’ammiriin, yaitu generasi yang memakmurkan bumi. Untuk memakmurkan bumi itu bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya material ataupun juga membangun peradaban, salah satunya dilakukan dengan pengembangan ekonomi, baik yang menyangkut sektor pertanian, industri, perdagangan, pertambangan, dan keuangan,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1443 Hijriah, Senin malam (28/02/22).

Di sisi lain, Wapres juga menekankan pentingnya pembangunan SDM unggul yang memiliki penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai faktor pendukung dalam membangun perekonomian nasional.

“Untuk bisa membangun ekonomi, kunci utamanya adalah melalui sumber daya manusia yang unggul, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Wapres.

Menurut Wapres, pembangunan SDM unggul sejalan dengan program pemerintah yang mengedepankan SDM Unggul yang menguasai teknologi serta mampu cepat beradaptasi dengan kondisi yang dinamis

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang menekankan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan menguasai teknologi,” ujarnya.

Selain itu, Wapres juga menekankan pentingnya membangun generasi yang memiliki pola pikir moderat. Hal ini menjadi penting karena pemikiran moderat diharapkan secara optimal mampu merawat kerukunan dan persatuan bangsa.

“Kita harus membangun generasi yang berpikir moderat (wasathy), tidak berlebihan (ifrathi), dan tidak pula memiliki cara berpikir yang apatis (tafrithi) yang dapat menimbulkan perselisihan dan disharmoni di antara masyarakat,” jelas Wapres.

Menutup acara dengan tema “Isra Mikraj Teguhkan Semangat Beragama dan Berbangsa” ini Wapres juga berpesan agar masyarakat dapat bersama-sama mewujudkan generasi yang beriman dan bertakwa.

“Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana kita membangun generasi yang muttaqin, yaitu generasi yang beriman kepada yang gaib dan juga mendirikan salat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan salah satu makna perjalanan isra mikraj Nabi Muhammad SAW yaitu nilai ketuhanan yang seimbang dengan nilai kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut yang membawa Indonesia dapat menjadi bangsa yang mampu melewati beragam permasalahan yang disebabkan oleh perbedaan.

“Hasil perjalanan isra mikraj Rasulullah SAW berupa salat memiliki kandungan makna bahwa nilai-nilai ketuhanan harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Keduanya menyatu dan terekam, baik dalam sikap dan perilaku masyarakat Indonesia sehingga menjadi perekat bangsa di tengah kompleksitas perbedaan yang tidak semua bangsa mampu melewatinya dengan baik,” jelas Yaqut.

“Mari kita semua menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang concern mencari titik temu dari pada mencari perbedaan. Perbedaan itu adalah niscaya namun tidak berarti harus saling menjatuhkan,” imbuh Yaqut.

Acara tersebut turut disaksikan oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, para pimpinan lembaga tinggi negara, duta besar negara sahabat, pimpinan ormas Islam, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Masykuri Abdillah. (*/uli)

Menparekraf Dorong Desa Keciput Belitung Ikuti ADWI Demi Bangkitkan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong agar Desa Keciput di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, untuk ikut serta dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 demi mendorong kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

Sandiaga dalam kunjungannya menyosialisasikan ADWI 2022 di Desa Keciput, Sabtu (26/2/2022) mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus menjadi sektor yang berkeadilan.

“Jadi pariwisata ini tidak hanya untuk masyarakat menengah ke atas, tapi juga untuk menengah ke bawah. Pengembangan Desa wisata ini adalah program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu serta adil dalam mendistribusikan sektor ini sebagai kebangkitan ekonomi kita,” kata Sandiaga dalam Siaran Pers Minggu (27/02/2022).

Sandiaga mengatakan, desa yang berjarak 21,4 km dari Kota Tanjung Pandan ini memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang kaya. Di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, paket wisata water sport, melepas tukik, batik Belitung, madu trigona, berbagai olahan ikan, dan kriya berupa anyaman tas serta karpet.

“Jadi masyarakat desa juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan tambahan penghasilan. Bukan hanya hotel-hotel besar yang perlu kita datangkan wisatawannya namun juga desa-desa wisata yang akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi kita dan pembukaan lapangan kerja,” katanya.

Sandiaga menjelaskan ada tujuh kategori penilaian dalam ajang ADWI 2022 ini. Ketujuhnya adalah daya tarik pengunjung atau atraksi, homestay, suvenir, toilet umum, CHSE (Cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), digitalisasi dan konten kreatif, serta aspek kelembagaan desa wisata.

Menurutnya, ketujuh aspek ini telah dipenuhi oleh Desa Keciput. Sehingga, ia pun mengajak pengelola desa wisata di Desa Keciput dan para pengelola dari 68 desa wisata lainnya di Bangka Belitung untuk ikut berpartisipasi dalam ajang ADWI 2022 yang menargetkan jumlah peserta sebanyak 3.000 desa wisata.

“Daftarkan segera desamu di jadesta.kemenparekraf.go.id sampai 31 Maret 2022. Wujudkan desa wisata berkelas dunia, berdaya saing global, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,” ujar Sandiaga.

Hadir pada kesempatan itu Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan; Bupati Belitung, Sahani Saleh; dan Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie.

Sementara Menparekraf didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; dan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto. (*/mel)

Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

JAYAKARTA NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyapa masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat. Tiba di lokasi, Mensos langsung mengecek salah satu bangunan terdampak gempa yakni kondisi Madrasah Al Wahid di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.

Tampak bangunan sekolah ini mengalami kerusakan di beberapa tempat. Dinding sekolah masih berdiri, namun mengalami keretakan parah dan sangat berpotensi roboh.  Demikian siaran pers Kemensos, Minggu (27/02/2022).

Kepada masyarakat dan tokoh setempat, Mensos menekankan pentingnya kemandirian dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi gempa susulan yang mungkin terjadi. Untuk memberikan contoh, Mensos meminta petugas membawa salah satu tenda merah.

Kemudian Mensos mengajak warga setempat, bersama-sama mendirikan tenda tersebut di halaman madrasah. “Nah mudah kan. Bapak Ibu sementara bisa tinggal di sini. Supaya kalau sewaktu-waktu ada guncangan gempa susulan, terhindar dari bahaya,” kata Mensos Risma.

Seorang nenek bertanya apakah bisa nyaman tinggal di dalam tenda, Mensos menyatakan akan melengkapi fasilitas tenda sehingga nyaman dihuni. “Nanti dikasih selimut dan ditambahi karpet yang empuk ya nenek,” katanya.

Hadir bersama Mensos dalam kesempatan ini, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dan jajaran.

Dalam kesempatan bersama para tokoh dan masyarakat, Mensos membangun kesadaran agar mereka siap hidup berdampingan dengan bencana. Sebab kalau memindahkan mereka dari desa atau kampung mereka saat ini, bukan perkara sederhana.

“Jadi kita harus siap dengan bencana yang mungkin setiap saat bisa terjadi. Caranya adalah mempersiapkan kemandirian dan kesiapsiagaan. Kalau memindahkan warga tidak sesederhana,” kata Mensos.

Tidak lupa Mensos memberikan motivasi agar masyarakat bersabar menghadapi cobaan, dan tidak lengah. “Tenda ini diserahkan kepada masyarakat. Saya minta terus berlatih ya lebih cepat lagi mendirikan tendanya,” kata Mensos.

Untuk membantu warga, Mensos juga akan mendirikan lumbung sosial. Di lumbung sosial akan diisi dengan berbagai kebutuhan yang menunjang kelangsungan hidup warga terdampak bencana.

Di antara isinya adalah bahan makanan, selimut, karpet, tenda, genset, BBM dan pemurni air. Untuk keperluan itu, Mensos meminta kepada Pemkab Pasaman Barat untuk menentukan dimana titik koordinat dimana lumbung sosial akan didirikan.

Selain ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Mensos juga mengunjungi Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Bersama kunjungan Mensos diserahkan pula santunan ahli waris senilai Rp15 juta/jiwa. Sebanyak 10 jiwa diberikan santunan dengan 2 di antaranya diserahkan langsung oleh Mensos. Dari 10 jiwa, 4 jiwa warga Kabupaten Pasaman Barat dan 6 warga Kabupaten Pasaman.

Mengutip Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gempa telah mengakibatkan korban jiwa 10 orang, 10 orang luka berat, 76 orang luka ringan, dan 6.002 jiwa mengungsi.

Selain santunan ahli waris, Kemensos juga mengirimkan bantuan logistik dari Gudang Regional di Palembang dengan bantuan logistik berupa pampers 300 paket, makanan siap saji  2.000 paket, sandang bayi 300 paket, pembalut wanita 300 paket, tenda gulung 300 unit,  tenda keluarga 50 unit, kasur 300 unit, family kit 300 paket, velbed 70 unit, matras 300 paket, air minum kemasan 100 dus, food ware 300 paket, selimut 300 lembar, tenda merah putih 4 unit, peralatan dapur keluarga 300 paket, kids ware 10 paket. Barang bantuan dari Gudang Palembang tersebut langsung dikirim ke Kab. Pasaman Barat.

Dari Gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang disalurkan bantuan berupa Tenda Keluarga 30 unit, sandang bayi 500 paket, matras 200 unit, tenda serba guna keluarga 3 unit, kasur 100 lembar, air minum kemasan 40 dus, food ware 200 paket, perlengkapan dapur keluarga 200 paket, popok bayi 100 paket, pembalut wanita 1.000 paket, selimut 200 lembar, makanan anak 500 paket.

Bantuan berikutnya dikirimkan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Sumbar berupa makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 400 paket, selimut 200 lembar, makanan anak 400 paket, kasur 100 lembar, tenda gulung 200 lembar, peralatan dapur keluarga 20 paket, sandang dewasa 100 paket, sandang bayi 100 paket, dan matras 200 lembar. Total nilai bantuan dari Kemensos sebesar Rp2.327.239.700.

Kemensos telah hadir membantu para penyintas bencana segera setelah bencana terjadi melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana). Berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat dan instansi terkait, Tagana melakukan pendataan, mengevakuasi korban ke lokasi aman, dan mendistribusikan bantuan logistik.

Gempa bumi melanda Pasaman Barat dengan kekuatan: 6.1 SR, 17 km Timur Laut Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat  pada Jumat 25 Februari 2022 pada Pukul 08:39:29 WIB. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. (*/mel)

PLN Pulihkan Listrik Usai Gempa Sumbar, 115.077 Pelanggan di  Pasaman Barat Kembali Nikmati Listrik

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) berhasil pulihkan aliran listrik 115.077 pelanggan di Kabupaten Pasaman Barat, usai gempa bumi magnitufo 6,2 yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (25/02).

Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN dalam upaya menormalkan pasokan listrik di daerah Pasaman Barat usai digoyang gempa.

“Dalam catatan kami banyak bangunan yang mengalami kerusakan baik rusak berat maupun ringan, PLN pun telah menormalkan pasokan listrik. Terima kasih atas kerja keras penuh risiko yang telah dilakukan oleh PLN, bersama kita gerak cepat pulihkan keadaan seperti sediakala,” kata Risnawanto.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar Toni Wahyu Wibowo mengungkapkan, hingga pukul 11:00 WIB, sebanyak 945 gardu atau sekitar 91,48 persen gardu sudah berhasil dinyalakan dan mengaliri listrik untuk 115.077 pelanggan atau sekitar 90,25 persen pelanggan. Dengan mengutamakan keselamatan warga, petugas PLN masih berupaya melakukan perbaikan instalasi listrik yang terdampak gempa agar listrik kembali normal 100 persen.

“Hingga kini masih ada 9,75 persen pelanggan yang listriknya belum dinyalakan karena rumah pelanggan rusak. Namun petugas PLN sudah menyiapkan peralatan dan siap melakukan upaya perbaikan. Beberapa gardu dan penyulang sudah berhasil kami normalkan secara bertahap,” tutur Toni.

Tim PLN UIW Sumbar yang terdiri dari Senior Manager Distribusi Arif Pramudya, Manager UP3 Bukittinggi Zulhamdi Manager Operasi dan Pemeliharaan Sistem Distribusi Rudi Hamiri, serta Manager PLN ULP Simpang Empat, Dito Nusa Putra menyambangi daerah terdampak berat di Pasaman Barat sembari mengecek kondisi kelistrikan disana.

Arif menuturkan, PLN telah menurunkan tim pemulihan untuk menanggulangi pemadaman, sehingga warga kembali mendapatkan akses listrik khususnya untuk penerangan di malam hari.

Arif menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar untuk memastikan listrik kembali normal dan dinikmati oleh pelanggan.

Menurut dia, PLN selalu sigap dalam menanggapi bencana atau kejadian yang mengakibatkan rusaknya instalasi listrik, meski harus melalui tantangan yang cukup berat.

“Petugas PLN telah berada dilapangan dan melakukan upaya perbaikan sampai benar-benar normal 100 persen. Untuk listrik di lokasi vital seperti Rumah Sakit, Alhamdulillah normal dan kami upayakan kondisi demikian juga untuk seluruh warga Pasaman Barat. Kami ingin pelayanan dan listrik bagi warga yang terdampak gempa tidak terganggu,” imbuhnya. (*/mel)

Presiden Joko Widodo Resmikan PLTA di Kabupaten Poso

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Poso Energy dengan kapasitas 515 megawatt di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (25/02/2022). Pada kesempatan yang sama, Presiden juga meresmikan PLTA PT Malea Energy dengan kapasitas 90 megawatt yang terletak di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Saat menyampaikan sambutan, Presiden mengapresiasi pembangunan PLTA di sejumlah daerah di Tanah Air guna mendukung transformasi energi baru terbarukan (EBT). Presiden menyebut, Indonesia memiliki potensi besar di energi hijau baik dari hidro, geotermal, tenaga surya, angin, hingga panas permukaan air laut.

“Sekali lagi sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Kalla Group dalam hal membangun hydropower baik yang ada di Sulawesi Tengah, yang nanti juga akan selesai di Mamuju dan di Kerinci di Sumatra Barat,” ujar Presiden.

Indonesia telah menetapkan target untuk mengurangi emisi karbon secara bertahap hingga nanti di tahun 2060 tercapai emisi nol karbon. Namun, Presiden menyadari bahwa target tersebut tidak mudah untuk dikejar.

“Target-target seperti ini yang tidak mudah dikejar karena memang antara pertumbuhan, permintaan, dan pertumbuhan listrik harus terus diseimbangkan. Jangan sampai ada kelebihan pasok dari PLN sehingga membebani PLN,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan agar kemudahan dalam proses negosiasi maupun perizinan diperhatikan kembali sehingga pembangunan PLTA selanjutnya dapat segera terlaksana.

“Jangan sampai ada keluhan lagi seperti tadi juga disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla, negosiasi, perizinan itu sampai lebih dari 5 tahun. Sekuat apapun orang mengurus izin, negosiasi sampai lebih dari 5 tahun kecapaian di mengurus izin. Belum bekerja di lapangan,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden berharap proyek pembangunan PLTA di kabupaten lain dapat terlaksana dengan baik. Pembangunan PLTA tersebut nantinya akan mendukung target pemerintah dalam transformasi energi baru terbarukan.

“Semoga nanti yang berikutnya bisa dilancarkan semuanya sehingga target kita dalam rangka energi hijau dan EBT ini benar-benar bisa kita lakukan karena memang permintaan dari industri untuk mendapatkan energi hijau ini sekarang sangat tinggi kepada kita,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 yang sekaligus Founder Kalla Group dalam laporannya menyampaikan bahwa latar belakang dari pembangunan tersebut karena Poso memiliki potensi dalam pengembangan PLTA dengan penggunaan aliran air langsung dari sungai (run of river).

“Kita melihat potensi Poso ini, ada sungai Poso yang airnya itu terbuang saja ke laut. Karena itu kita memutuskan membikin listrik di sini mempergunakan sistem run of river,” ujar JK.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, dan Bupati Poso Verna Inkiriwang. (*/mel)

Presiden Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Kota Palu

JAYAKARTA NEWS – Mengawali kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/02/2022), Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lapangan Kantor Administrasi Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufrie, Kota Palu.

Tiba di lokasi pukul 07.45 WITA, Presiden menyaksikan vaksinasi dosis 1, dosis 2, dan vaksinasi booster. Dalam peninjauan, Presiden sempat berbincang-bincang dengan peserta vaksinasi, yang terdiri dari anak-anak, masyarakat umum, dan lansia.

Adapun jumlah target peserta vaksinasi yang juga dilaksanakan secara serentak pada 10 lokasi lainnya adalah sekitar 685 peserta. “Ini yang sudah divaksin atau yang sedang menunggu divaksin?” tanya Presiden.

“Ada yang sudah divaksin, ada yang sedang menunggu antrian, Pak Presiden,” jawab seorang Ibu.

“Terima kasih ya. Tetap disiplin protokol kesehatan, meski sudah divaksinasi,” kata Presiden.

Setelah menyaksikan secara langung pelaksanaan vaksinasi, Presiden menyapa masyarakat Kota Palu yang tengah melaksanakan vaksinasi di beberapa lokasi lainnya melalui konferensi video.

Lokasi-lokasi tersebut adalah Puskesmas Pantoloan, Puskesmas Mabelopura, Puskesmas Kamonji, Puskesmas Singgani, Puskesmas Sangurara, Puskesmas Birobuli, Puskesmas Mamboro, Puskesmas Bulili, Puskesmas Talise, dan Puskesmas Lere.

Dalam dialognya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah atas antusiasmenya dalam memperoleh vaksinasi.

“Ini patut kita syukuri alhamdulillah bahwa semangat masyarakat untuk mendapatkan vaksin sangat baik dibandingkan provinsi yang lain, dibandingkan kota yang lain,” ucap Presiden.

Presiden meminta agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut terus dilanjutkan, sehingga masyarakat dapat terlindungi dari penyebaran Covid-19, utamanya varian Omicron.

“Bagus bagus dilanjutkan saja agar makin banyak yang divaksin, makin banyak makin baik, baik vaksin yang pertama, kedua, maupun yang ketiga,” ujar Presiden.

Dalam peninjauan vaksinasi ini, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Tuejeh, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi, dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. (*/mel)

Perkuat Ketahanan Pangan, Gus Halim Dukung Sagu Sebagai Diversifikasi Pangan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendukung pengembangan sagu sebagai bagian dari diversifikasi pemenuhan pangan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pasalnya ketersediaan pangan tidak hanya diukur dengan ketersediaan beras, tapi juga dengan sumber pangan lainnya, yang dihasilkan daerah-daerah di seluruh Indonesia yaitu sagu.

 “Webinar Gastronomi pengembangan sagu ini sangat penting bagi kita semua, dalam rangka mencari alternatif-alternatif sumber pangan dari yang dihasilkan bumi Indonesia, demi mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia, olehnya saya berharap, webinar ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang dapat diaplikasikan di desa-desa yang memiliki tipologi beragam,” kata Menteri Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Nasional Gastronomi Pengembangan Sagu untuk mendukung Ketahanan Pangan Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Bank BRI, Bappenas dan Putri Sagu, Rabu (23/2/2022).

Terkait penguatan ketahanan pangan, Gus Halim mengatakan, salah satu hak paling dasar bagi manusia adalah pangan dan dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu kewajiban negara adalah menjamin ketersediaan pangan bagi setiap warga negara. Ketersediaan pangan bagi seluruh warga bangsa menjadi indikator ketahanan pangan sebuah negara. Oleh karena itu, dengan adanya diversifikasi pangan tersebut, akan memudahkan pemerintah untuk mencapai target pemenuhan pangan nasional.

“Undang-Undang Nomor 18 tentang Pangan, menyebut bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan,” kata Gus Halim.

Gus Halim juga menegaskan salah satu langkah kongkrit penguatan ketahanan pangan adalah penggunaan dana desa. Menurutnya prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 salah satunya adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan nabati dan hewani. Gus Halim mencontohkan pemanfaatan dana desa untuk mendukung program ketahanan pangan Indonesia, dapat dilakukan melalui kegiatan; pengembangan usaha pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan dan/atau perikanan; pembangunan lumbung pangan desa; pengolahan pasca panen; serta penguatan ketahanan pangan lainnya yang sesuai dengan kewenangan desa dan diputuskan dalam musyawarah desa.

“Kebijakan prioritas penggunaan dana desa ini, selaras juga dengan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang rincian APBN tahun 2022, yang salah satunya memerintahkan penggunaan dana desa tahun 2022 untuk mendukung program ketahanan pangan dan hewani, Selain itu, program ketahanan pangan juga menjadi prioritas dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2021 tentang RPJMN tahun 2020 – 2024,” kata Gus Halim.

Oleh karena itu, menurut Gus Halim, untuk mencapai tujuan ketahanan pangan Indonesia yang dimulai dari Desa, dibutuhkan arah kebijakan pembangunan desa yang harus lebih fokus, mempertimbangkan potensi yang dimiliki desa, memperhatikan sistem sosial dan budaya yang sudah eksis puluhan tahun di desa, serta kebijakan yang berdasar pada kebutuhan warga desa, dan data riil di lapangan. Menurut Gus Halim, sejak tahun 2021, SDGs Desa sebagai upaya terpadu percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dijadikan sebagai arah kebijakan pembangunan desa. SDGs Desa memiliki 18 tujuan dan 222 indikator yang melingkupi aspek kewargaan, kewilayahan, serta kelembagaan desa.

“Mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang dimulai dari desa, adalah pencapaian SDGs Desa tujuan ke-2; Desa Tanpa Kelaparan. Selain itu, pemanfaatan dana desa untuk program ketahanan pangan, akan juga berimplikasi pada percepatan pencapaian tujuan SDGs Desa lainnya, seperti tujuan ke-1; desa tanpa kemiskinan, tujuan ke-3; Desa Sehat dan Sejahtera; tujuan ke-8; Pertumbuhan ekonomi desa merata; serta tujuan-tujuan SDGs Desa lainnya. Pengembangan sagu sebagai pangan alternatif, menjadi bagian dari pencapaian tujuan SDGs Desa ke-18; Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen PPDT Eko Sri Haryanto mengatakan, sistem ketahanan pangan menjadi indikator penting dalam RPJMN 2020-2024. Komoditas pangan yang dapat perhatian dari pemerintah adalah sagu karena potensi ketersediaan lebih dari lima juta hektare di Maluku, Papua, Sulawesi, Riau dan Sumatera Barat. Menurutnya diversifikasi pangan dengan mengembangkan sagu karena krisis pangan bisa terjadi karena ketergantungan terhadap satu komoditas seperti beras.

“Sagu miliki nilai gizi yang tinggi, olehnya perlu sosialisasi gerakan makan sagu dan menggunakan makan sagu untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Eko.

Untuk diketahui, terdapat beberapa produk olahan sagu diantaranya Laupek Sage (Aceh), Bagea (Maluku dan Sulawesi Selatan), Papeda (Papua), Kapurung (Sulawesi), Pogalu (Sulawesi Selatan) dan masih banyak lagi. Selain itu terdapat beberapa produk olah Sagu dengan sentuhan teknologi tepat guna seperti mie sagu, bihun sagu, baso sagu, dan lain-lain.

Narasumber pada Webinar itu Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Leroy Samy Uguy, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI Sarwo Edhy, Plt. Direktur Regional III Kementerian PPN/Bappenas Ika Ratna Wulandary, Senior Vice President PT. BRI Institutional Division Kantor Pusat Lulu Devita Soeryokoesoemo, dan Founder Putri Sagu Saptarining Wulan. (uli)

Gus Halim Ingin Mahasiswa Terus Terlibat Dalam Percepatan Pembangunan Desa

JAYAKARTA NEWS – Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar terus mengajak mahasiswa dan civitas akademika berperan aktif serta terjun langsung ke desa dengan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi berbasis pengabdian masyarakat. Dengan demikian mahasiswa dapat melihat potensi desa, mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk percepatan pembangunan desa.

“Dharma pengabdian harus menjadi media transformasi invensi perguruan tinggi menjadi inovasi yang dapat membantu percepatan kemandirian desa,” jelas pria yang akrab disapa Gus Halim ini saat melepas mahasiswa KKN Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis (24/2/2022).

Gus Halim berujar, kampus memiliki kewajiban yang harus dipenuhi yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi, terdiri dari tiga poin, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Gus Halim berharap, agar kegiatan KKN sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, dapat menjadi sarana kampus dan mahasiswa membersamai desa, meningkatkan kualitas SDM desa, membangkitkan ekonomi warga desa, serta menjamin kelestarian budaya lokal desa. Mahasiswa yang akan dikirim pengabdian ke desa-desa diharapkan dapat bekerjasama dengan para Pendamping Desa dalam melakukan identifikasi persoalan yang sedang dihadapi warga desa, sekaligus membantu mencarikan solisinya.

“Saya harap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki secara kolaboratif bersama dengan Pemerintah Desa, pendamping desa dan unsur masyarakat. Mahasiswa juga dapat mengambil bagian dalam percepatan pencapaian tujuan SDGs Desa,” imbuh Gus Halim.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes berujar, salah satu tujuan dari KKN adalah dalam rangka belajar secara nyata di masyarakat, belajar menjalin komunikasi dengan masyarakat, bersinergi dan berkolaborasi memecahkan masalah di masyarakat.

“Agar masyarakat mampu beradaptasi di era ketidakpastian ini, di era pandemi dan di era transformasi. Berani berkreasi, berenovasi dan berkolaborasi untuk desa maju dan tumbuh,” kata Nurhasan.

Sekedar informasi jumlah mahasiswa yang KKN di UNESA pada tahun ini sebanyak 2905 orang dari berbagai latar belakang program studi, mereka akan disebar ke 173 desa di 15 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur selama kurang lebih tiga bulan. (uli)

Mulai Malam Ini, Exit Test PCR Cukup 1 Kali

JAYAKARTA NEWS – Banyak aduan masyarakat terkait status warna di PeduliLindungi tak kunjung berubah dari warna hitam menjadi hijau. Padahal hasil tes PCR berikutnya menunjukkan hasil negatif.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan Setiaji mengatakan persoalan tersebut sering diadukan oleh masyarakat. Dengan demikian pihaknya akan melakukan penyederhanaan exit tes PCR dari yang sebelumnya harus dilakukan 2 kali (pada H+5 dan H+6) menjadi 1 kali (pada H+5).

Jika exit test PCR tersebut negatif maka status di PeduliLindungi akan secara otomatif berubah menjadi hijau. Penyederhanaan tersebut akan dimulai malam ini, Selasa (22/2) pukul 23.59 WIB.

Aturan sebelumnya, exit test PCR harus dilakukan dua kali yaitu pada H + 5 (hari ke-6) dengan hasil negatif, kemudian harus dilanjutkan untuk tes PCR kedua yaitu hari berikutnya.

“Mulai 22 Februari, nanti malam, untuk exit test PCR ke-2 ini tidak diperlukan. Jadi hanya cukup sekali saja melakukan exit test PCR pada H+5 dan hasilnya harus negatif,” katanya pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (22/2).

Kalau hasil exit test tersebut negatif maka secara otomatis status di PeduliLindungi akan berubah menjadi hijau.

Lebih lanjut Setiaji menjelaskan jika tidak melakukan exit test PCR pada H+5 sampai dengan H+10 maka status di PeduliLindungi akan otomatis menjadi hijau di H+10 walaupun tidak melakukan exit test PCR. (mel)

Bangun Ketahanan Keluarga, Peran BKKBN Harus Kembali Digemakan

JAYAKARTA NEWS – Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang memainkan peran besar dalam pembangunan manusia dan bangsa Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, pemerintah mempercayakan pembangunan ketahanan keluarga kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bahkan di tengah arus modernisasi dan perubahan generasi saat ini pun, peran BKKBN tetap perlu digemakan kembali.

“Peran BKKBN sebagai aktor sentral dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia secara utuh harus kembali digemakan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka secara virtual Rapat Kerja Nasional BKKBN Tahun 2022, dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Selasa (22/02/2022).

Lebih jauh, Wapres menggarisbawahi tiga poin yang perlu menjadi perhatian BKKBN dalam penguatan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Program Bangga Kencana) serta penurunan angka stunting.

Menurut Wapres, pertama adalah menanamkan sejak dini pemahaman akan pentingnya peran keluarga di dalam menyiapkan manusia Indonesia yang unggul. Program Bangga Kencana diharapkan dapat lebih digencarkan untuk menjangkau generasi muda sampai ke pelosok.

“Pemahaman dini akan pentingnya membangun ketahanan keluarga dapat menjadi bekal yang menentukan kualitas keluarga Indonesia ke depan,” ujar Wapres.

Kedua, lanjut Wapres, aspek akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya harus selalu dijaga. Sebab, penanganan stunting melibatkan banyak pihak dan berbagai sumber pendanaan.

“Kepercayaan tersebut juga harus dijaga agar kemitraan tetap langgeng,” pesannya.

Ketiga, Wapres menekankan konvergensi antarprogram. Program, kegiatan, dan anggaran yang diharapkan dapat saling melengkapi sehingga intervensi pemerintah betul-betul diterima oleh rumah tangga sasaran.

“Konvergensi ini mudah diucapkan, tetapi tidak mudah direalisasikan. Membutuhkan komitmen, kerja keras, dan kesediaan para pihak untuk mengesampingkan kepentingannya demi mencapai tujuan bersama,” tegas Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berharap BKKBN dapat menjalankan peran strategisnya untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera lahir dan batin serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah.

“Saya menaruh harapan yang sangat besar kepada BKKBN dengan kekuatan akar rumputnya untuk dapat mewujudkan tujuan mulia dalam menyukseskan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan BKKBN akan terus berupaya mendukung langkah pemerintah dalam memajukan bangsa melalui program-program yang sudah disiapkan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting.

“Kami berharap dapat mendukung target pemerintah, terutama dalam percepatan penurunan stunting. Kami akan terus melakukan koordinasi kepada kementerian/ lembaga terkait untuk dukungan konvergensi program penurunan stunting serta membantuk tim percepatan penurunan stunting,” ujar Hasto.

Turut hadir secara virtual pada acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Dirjen Bangda Kementerian Dalam Negeri Sugeng Haryono, Dirjen Pembangunan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Sugito, serta para jajaran perwakilan kementerian dan lembaga.

Sementara Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi. (uli)