Kapolda Kalbar: Awasi Aliran yang Dapat Memecah Belah Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro menghadiri Focus Group Discussion pada Kegiatan Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIII Tahun 2022.

“Arahan Presiden menjadi konsentrasi utama dalam pembangunan dan mengawasi aliran yang dapat memecah bangsa,” jelasnya, Selasa (14/6).

Berpegang teguh pada arahan Bapak Kapolri yaitu pemulihan ekonomi nasional, amankan program prioritas nasional dan optimalkan program presisi dengan mengedepankan pencegahan.

“Dari pencapaian 585 desa mandiri ini berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan sehingga angka kriminalitas menurun,” ucapnya.

Polri ikut serta dalam pembangunan nasional, penanganan Covid-19. Karena berpegang pada asas-asas legalitas, kewajiban, partisipasi, preventif. Saya akan berpegang pada asas tersebut yang sesuai dengan program Bapak Gubernur dalam pembangunan nasional.

“Program Gubernur Kalbar salah satunya menunjang pendidikan, Polda Kalbar bersama yayasan Kemala Bhayangkari daerah Kalbar memohon pada Ketua Umum Bhayangkari untuk mendapat bantuan dalam pembangunan sekolah Kemala Bhayangkari,” ujar Kapolda Kalbar.

Peran Polda Kalimantan Barat dalam pembangunan desa mandiri yaitu meliputi aspek ketahanan sosial, ekonomi, penyelewengan minyak bumi dan ekologi.

“Upaya-upaya yang sifatnya proaktif dan sinergitas akan kita laksanakan,” tutupnya.(tris)

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Masalah Kelistrikan, PLN UP3 Sanggau Gelar Sosialisasi

JAYAKARTA NEWS –  PLN UP3 Sanggau terus mengedukasi masyarakat terkait masalah kelistrikan. Khususnya untuk masyarakat yang akan segera menikmati listrik dari PLN. Demikian dikatakan Manager PLN UP3 Sanggau, Muhammad Isra dalam Keterangan Pers, Selasa (14/6/2022).

Diakuinya, ada beberapa oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dalam mengurus permohonan pemasangan listrik untuk mengambil keuntungan.   Ia juga berharap agar masyarakat tidak terpengaruh oleh praktik percaloan dalam mengurus permohonan pemasangan baru listrik, yang nantinya akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Untuk itu baru-baru ini PLN UP3 Sanggau bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi gelar kegiatan sosialisasi kelistrikan di SMP Negeri 2 Kecamatan Pinoh Utara.

“Selain menyampaikan informasi terkait rencana pembangunan jaringan listrik, melalui kegiatan sosialisasi ini kami juga manyampaikan bagaimana cara melakukan permohonan pasang baru listrik, termasuk syarat serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh warga,” ungkap Isra lagi.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak terpengaruh oleh praktik percaloan dalam mengurus permohonan pemasangan baru listrik, yang nantinya akan merugikan masyarakat itu sendiri.

“Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, kami berharap warga dapat lebih memahami serta mendukung upaya kami dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Listrik itu milik kita, karena kita juga yang akan menikmatinya,” kata Isra.

Kegiatan sosialisasi kelistrikan tersebut diikuti oleh perwakilan warga Desa Tebing  Karangan, Desa Nanga Man, Desa Merah Arai, dan Desa Sungai Pinang.  Edukasi masyarakat ini terkait masalah kelistrikan sebelum pembangunan jaringan listrik dilaksanakan di empat desa tersebut.

Menurut Camat Pinoh Utara, Sonten, sebelum masuknya listrik ke empat desa tersebut, masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait pembangunan serta pemanfaatan listrik ditempat tinggal masing-masing.

“Saya mengapresiasi upaya PLN dalam memberikan pemahaman terkait masalah kelistrikan kepada masyarakat lewat kegiatan sosialisasi ini. Hal ini menjadi sangat penting mengingat listrik merupakan kebutuhan pokok warga, namun perlu diperhatikan antara manfaat dan bahayanya jika tidak dipergunakan secara benar,” ujar Sonten.

Ia juga menyebutkan bahwa antusiasme warga yang hadir cukup besar, sehingga apa yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dapat dipahami oleh warga. Ia berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan jaringan listrik terutama bagi warga yang memiliki pohon atau tanam tumbuh agar dapat ditebang oleh petugas demi kelancaran pembangunan jaringan listrik. (tris)  

Menko PMK Dorong Pemerataan Faskes untuk Tangani Gizi Buruk di Maluku Utara

JAYAKARTA NEWS – Provinsi Maluku Utara masih menghadapi permasalahan stunting dan gizi buruk. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting balita di Maluku Utara sebesar 27,5 persen. Untuk angka prevalensi stunting tertinggi ada di Pulau Taliabu yaitu sebesar 32,5 persen, sementara terendah di Kota Ternate, 24 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, salah satu penyebab masih tingginya angka stunting dan gizi buruk di Maluku Utara adalah fasilitas dan sarana prasana yang masih kurang memadai.

Di Provinsi Maluku Utara, rumah sakit rujukan penanganan gizi buruk hanya terdapat di beberapa tempat, salah satunya di RSUD Dr. Chasan Boesoerie di Kota Ternate.

Akan tetapi, Provinsi Maluku Utara memilki demografi kepulauan yang penduduknya tersebar, membuat penanganan dan langkah preventif gizi buruk sulit dilakukan.

“Ini kan problemnya spasial. Karena di sini kepulauan. Sekitar ratusan pulau di sini ada penghuninya. Sementara posisi rumah sakit rujukan itu di Kota Ternate dan harus mengcover seluruh pulau-pulau itu,” ujar Muhadjir usai menengok penanganan anak penderita gizi buruk di RSUD Dr Chasan Boesoirie, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (12/6).

Menko PMK mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mengupayakan pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah di Maluku Utara. Nantinya, dia akan mendiskusikan dengan Menteri Kesehatan untuk penambahan fasilitas rumah sakit penunjang di seluruh pulau yang ada di Maluku Utara.

“Karena itu saya kira pemerintah melalui Pak Menkes harus membuat langkah-langkah transformatif untuk Maluku Utara bagaimana supaya ada rumah sakit pendukung dari rumah sakit rujukan utama di pulau-pulau yang ada itu sehingga penanganan stunting dan gizi buruk bisa terselesaikan,” jelasnya.

Selain itu, Menko PMK mengatakan, pemerintah juga akan melengkapi fasilitas dan sarana prasarana dari rumah sakit rujukan utama di Maluku Utara yang masih sangat kurang. Misalnya belum ada cathlab untuk penanganan penyakit jantung tidak bisa ditangani dan harus dirujuk di Makassar.

“Ini tentu sangat menyulitkan. Yang penting di sini adalah untuk segera meningkatkan prasarana infrastruktur sehingga rumah sakit (RSUD Dr. Chasan Boesoerie) di Ternate bisa berfungsi sebagai rumah sakit rujukan utama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK didampingi Walikota Ternate Tauhid Soleman berkunjung dan membesuk dua anak pasien gizi buruk. Menko PMK juga memberikan paket penambahan gizi untuk ibu dan bayi.

Menko PMK juga menyempatkan berolahraga dan membagikan masker kepada masyarakat di ajang car free day.

Muhadjir Effendy juga menghadiri pelantikan dan rapat kerja Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Maluku Utara Periode 2022-2026. Dalam kesempatan itu dia berpesan kepada para pengurus agar melalui organisasi PII aktif mengembangkan SDM, memiliki kontribusi membangun Maluku Utara, dan turut serta memajukan bangsa Indonesia.***/mel

Warga Perbatasan Serahkan Sukarela Senjata Api kepada Satgas Pamtas Yonif 645/GTY

JAYAKARTA NEWS – Satgas Pamtas Yonif 645/GTY menerima satu pucuk senjata api rakitan jenis LANTAK dari warga Dusun Peleng Ds. Sinar Baru Kec. Jagoi Babang Kab. Bengkayang yang diserahkan secara sukarela.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Letkol Inf Hudallah, S.H. dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (12/06/2022) mengatakan, penyerahan secara sukarela senpi rakitan jenis Lantak itu, sebagai bukti kedekatan anggota Satgas dengan masyarakat. Ini merupakan hasil dari kegiatan teritorial yang setiap hari gencar dilakukan anggota Satgas Yonif 645/GTY.

Penyerahan senpi ini bermula ketika 2 personil  Pos Kumba Semunying Dpp Letda Inf Chandra Putra melaksanakan anjangsana ke rumah warga berinisial I.  Mereka menanyakan kondisi kesehatan anak tetangganya yang berumur 2 tahun, sehari sebelumnya telah meminta untuk diperiksa kondisinya karena terkena Muntaber oleh Nakes Pos Kumba Semunying Satgas Pamtas Yonif 645/Gty.

Sambil berbincang, warga berinisial I tersebut menawarkan satu pucuk senjata rakitan jenis Lantak dan memberikan dengan sukarela. Menurut Dansatgas, ini sebagai bentuk rasa simpati kepada Pos Kumba Semunying karena telah memberikan pengobatan kepada anak tetangganya itu. (Tris)

DPRD Kabupaten Sekadau Pertanyakan HGU PT. Finnanta Intiga

JAYAKARTA NEWS – Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau menemui Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi  Kalimantan Barat untuk konsultasi  masalah Hak Guna Usaha (HGU) PT. Finnanta Intiga yang terlantar di wilayah Kabupaten Sekadau, khususnya di Belitang Hulu dan Belitang Hilir, Jumat (10/6/2022).

Dalam pertemuan yang ketuai  Komisi II Bambang Setiawan dari Partai PDIP itu dihadiri  Komisi ll DPRD Sekadau, Dinas Ketahanan Pangan (DKP 3) Pertanian dan Perikanan Sekadau  dan  PT.Finantara Intiga.

Bambang Setiawan dan Pemkab Sekadau (Eksekutif) mendorong Pemerintah Provinsi segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap HGU PT. Finnantara Intiga yang terbengkalai di wilayah Kecamatan Belitang Hulu, dan Belitang Hilir khususnya, di Desa Semadu, Menawai Lingkau, Desa Sungai Tapah, Seburuk, Terduk Dampak dan sekitarnya.  Agar ada kejelasan status terhadap HGU tersebut karena puluhan tahun terbengkalai akibatnya masyarakat  tidak bisa mengelola lahan tersebut.  “Kami sebagai perpanjangan tangan dan penyambung lidah masyarakat dipandang perlu mengusulkannya ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat,”  ujar Bambang.  

Bambang juga mendesak  agar masalah HGU ini di selesaikan  secepatnya. “Jika memang tidak dikembangkan agar dikembalikan saja ke masyarakat atau dikelola oleh Pemerintah Daerah karena ada Areal Pengguna Lain (APL),” tegas Bambang.

PT.Finnatara Intiga menyampaikan juga bahwa pihaknya selama ini sudah berusaha untuk mengembangkan HGU tersebut, namun karena saat ini minat masyarakat lebih kepada perkebunan sawit sehingga pihaknya kewalahan mengembangkan lahan tersebut. “Kesimpulannya agar  segera diterbitkan Surat Tata Batas,  kemudian dikirim ke Pemerintah Kabupaten, PT. Finnantara Intiga dan tembusan ke Kementerian Kehutanan,”  ujar Bambang Setiawan. (Tris)

Bantu Korban Gempa Mamuju, Kemensos Kirimkan Bantuan Logistik dari Makassar dan Palu

JAYAKARTA NEWS, MAMUJU – Kementerian Sosial bergerak cepat merespon kejadian gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Atas arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, telah dikirimkan bantuan logistik beberapa jam setelah kejadian gempa.

Bantuan logistik dikirim dari Gudang Regional Timur di Makassar, Rabu (08/06) dan Gudang Sentra Nipotowe di Palu pada hari yang sama.

Dari Gudang Regional Timur Makassar bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 1000 paket, makanan anak 800 paket, lauk pauk siap saji 1000 paket, selimut merah 500 lembar, kasur 100 unit, sandang dewasa 100 potong, dan velbed 100 buah set. Bantuan lain adalah tenda serbaguna keluarga 12 unit, tenda keluarga 25 unit, dan matras 100 lembar.

Selanjutnya bantuan berupa sandang bayi 500 paket, sandang dewasa 200 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, dan pembalut wanita 500 paket.

Adapun bantuan logistik dari Sentra Nipotowe berupa makanan siap saji sebanyak 1000 paket, makanan anak 800 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, selimut merah 500 lembar, kasur 100 unit, sandang dewasa 200 potong, dan velbed 50 buah set. Bantuan lain adalah tenda serbaguna keluarga 20 unit, tenda keluarga 100 unit, dan matras 100 lembar.

Selanjutnya bantuan berupa sandang bayi 500 paket, sandang dewasa 200 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, pembalut wanita 500 paket, toilet portable 2 unit, dan genset general 1 unit.

Atas arahan Mensos, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Mamuju dengan dibantu dari wilayah sekitarnya, telah diaktivasi sejak bencana terjadi.

“Bantuan logistik sudah dikirim menuju lokasi terdampak gempa. Kita bergerak cepat agar bantuan segera diterima warga” katanya (09/06).

Sejak bencana terjadi, Kemensos melalui Tagana telah melaksanakan tugas bantuan penanganan bencana. Bersama unsur-unsur penanganan bencana lainnya. Tagana membantu evakuasi penyintas bencana terutama kelompok rentan dari lokasi kurang aman ke lokasi yang lebih aman, membantu mendata dampak bencana, dan menyalurkan bantuan logistik.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan, Kemensos telah mengaktivasi dapur umum yang memiliki kapasitas menyediakan 700 nasi bungkus/hari.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, Kemensos juga telah mendirikan tenda dan sudah dimanfaatkan oleh pengungsi. Pagi ini dilakukan pendirian tenda tambahan. Sementara ini, terdapat sekitar 1100 jiwa masyarakat mengungsi di Stadion Manakarra.

Kemensos juga tengah menyiapkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mengatasi dampak psikologis yang dihadapi korban.

Selanjutnya Kemensos masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah terkait dengan jumlah korban luka atau meninggal dunia. Kepada korban luka akan diberikan bantuan.

Sebelumnya gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,8 mengguncang Mamuju, Sulbar. BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 12.32 WIB, Rabu (8/6/2022).

Lokasi titik gempa berada di koordinat 2,74 derajat Lintang Selatan (LS) dan 118,54 derajat Bujur Timur (BT) dengan pusat gempa berada di 43 km arah barat daya Mamuju di kedalaman 10 km.  “Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami,” tulis keterangan dalam Twitter resmi BMKG, Rabu.***/mel

Wakil Presiden Serahkan Bantuan Kewirausahaan, Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Lansia Produktif

JAYAKARTA NEWS – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 masih diperingati di beberapa daerah, yang terbaru berlangsung di Kabupaten Lumajang dan Kota Surabaya. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin hadir dalam acara yang berlangsung di kedua kota tersebut.

Kehadirannya dengan didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini sebagai bentuk penghormatan kepada lansia. Selain itu, Wapres juga menyerahkan bantuan sembako dan bantuan kewirausahaan dari Kementerian Sosial kepada penerima manfaat.

Di Lumajang, Wapres Ma’ruf Amin menyerahkan bantuan sosial kepada 50 penerima manfaat yang terdiri dari lansia, KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total bantuan Rp80.000.000. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng. Demikian laman Kemensos, Jumat (3/6/2022).  

Setelah menyerahkan bantuan di Kabupaten Lumajang, Wapres bertolak ke Kota Surabaya untuk menyerahkan bantuan sosial di kota pahlawan. Di sini, Wapres menyerahkan bantuan sosial kepada 50 lansia. Total bantuan yang diberikan senilai Rp82.893.600, terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

“Hari ini saya menyerahkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan. Semoga dengan pemberdayaan ini bisa mempercepat kesejahteraan penerima manfaat,” kata Wapres Ma’ruf Amin di Alun-alun Kota Surabaya (2/6).

Bantuan ATENSI yang menjadi salah satu komponen bantuan sosial diberikan kepada 10 lansia di Kabupaten Lumajang dan 10 lansia di Kota Surabaya. Bantuan kewirausahaan yang diberikan yaitu untuk usaha warung klontong, warung nasi, warung kopi, dan jualan somay keliling.

Mensos juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial tidak hanya sekedar memberikan bantuan sosial. “Ada bantuan modal usaha untuk keluarga tidak mampu. Mereka diharapkan tidak hanya terima bansos, tapi juga bisa usaha dengan bantuan pemberdayaan,” kata Mensos Risma.

Selain itu, juga diberikan bantuan ATENSI untuk dua orang penyandang disabilitas. “Ada yang disabilitas netra. Dia memang sudah rutin melakukan pijat. Tapi kita coba berdayakan istrinya dengan memberikan usaha kelontong untuk istrinya,” kata Mensos. 

Dengan mengaktivasi “mesin kedua”, diharapkan penghidupan penerima manfaat tersebut semakin baik. Pemberian bantuan ini berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh UPT Kementerian Sosial yaitu Sentra Mahatmiya Bali dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta terhadap lansia penerima bantuan.

“Saya berterima kasih, dapet bantuan dari Kemensos. Saya jualan karena masih bantu biayain cucu-cucu di rumah. Nanti kalau saya sudah tidak kuat, anak saya yang akan teruskan jualan,” kata Koestini, lansia 70 tahun.***/mel

Menko PMK: Tenun Ikat Khas Lio Warisan Budaya Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Ende merupakan salah satu tempat bersejarah dimana Bung Karno pernah diasingkan oleh Belanda. Selain bernilai sejarah, Ende juga mempunyai banyak potensi yang masih perlu dioptimalkan seperti pariwisata, kerajinan tenun, dan sumber daya alamnya.

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ke kota Ende untuk mengikuti rangkaian kegiatan upacara peringatan hari Pancasila pada 1 Juni 2022. Pada upacara tersebut, Menko Muhadjir diberikan amanat sebagai pembaca doa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi salah satu desa yang ada di Kabupaten Ende yaitu Desa Manulondo.

Desa Manulondo merupakan desa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur terkenal dengan tenun ikat khas Lio dan tergabung di dalam Kelompok Tenun Ikat Asli Kapokale yang dihasilkan dari tangan-tangan perempuan desanya.

Menurut Menko Muhadjir kerajinan tenun ikat ini perlu perlu dilestarikan dan dikembangkan sehingga wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat mengenal dan menggunakan kain tenun ikat ini.

“Kerajinan Tenun Ikat merupakan warisan kekayaan dari indonesia khususnya di wilayah Ende ini, sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan yang mana nantinya wisatawan-wisatawan yang datang dapat menggunakan kain tenun ikat ini,” ujar Muhadjir dalam laman Kemenko PMK, Rabu (1/6/2022).  

Disela-sela kunjungannya, Menko Muhadjir juga berdialog dengan warga sekitar untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh warga Desa Manulondo untuk melestarikan kebudayaan tenun ikat  sehingga bermanfaat untuk kemajuan desa kedepannya.

“Dengan adanya masukan-masukan dari warga ini, saya akan catat dan coba teruskan kepada Kementerian/Lembaga terkait karena ini sangat penting untuk kemajuan Desa Manulondo kedepannya,” ucap Muhadjir.

Ada beberapa masukan dari warga sekitar terkait dengan pembaruan fasilitas sarana dan prasarana yang layak dalam pembuatan kain tenun ikat ini sehingga kualitasnya dapat terjaga.  

Kunjungi pembangunan Gereja Santo Donatus Bhoanawa

Setelah mengunjungi Desa Manulondo, Menko Muhadjir juga melihat pembangunan Gereja Santo Donatus Bhoanawa. Gereja tersebut merupakan bangunan gereja pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan bata interlock berbahan limbah batu bara atau Faba.

Pembangunan gedung gereja tersebut masih sedang berjalan dan sudah menghabiskan kurang lebih 40 ribu bata interlock Faba. Pembangunan gereja Santo Donatus Bhoanawa ditargetkan rampung di tahun 2022 ini.

Pada kunjungannya tersebut, Menko PMK turut pula didampingi oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten Ende Oktavianus Mo’a Mesi dan Anggota DPRD Kabupaten Ende Vinsen Sangu.***/mel

Direktur MURI Aylawati Sarwono Kagumi Hasil Kerajinan Rakyat Sulawesi Tenggara

JAYAKARTA NEWS – Selain terkenal dengan wisata bahari, Sulawesi Tenggara ternyata terkenal dengan berbagai kerajinan tangan sepert emas dan perak serta kain tenun dengan berbagai motif, misalnya Tolaki, Muna, Buton dan Bombana, yang cukup laris dan digemari para wisatawan baik dalam negeri maupun manca negara.

Banyak tamu-tamu dari luar daerah yang membeli langsung ke pusat penjualan kain khas daerah dan juga ke pengrajin perak dan emas di Kota Kendari seperti yang dilakukan rombongan dari MURI Jakarta.

“Kita semua sangat kagum dan memborong hasil kerajinan rakyat berupa kain tenun, kerajinan perak dan juga emas,” ujar Direktur MURI Aylawati Sarwono, Selasa (31/5).

Ditegaskannya, kain tenun nyatanya menjadi salah satu bentuk warisan leluhur yang hingga saat ini dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman, sesuai gaya hidup dan fashion yang tidak hanya dibutuhkan oleh masyakarat Indonesia, melainkan juga masyarakat dunia.

Kain tenun khas dari Sulawesi Tenggara sendiri terkenal dengan motif Tolaki. Tenun Tolaki merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. 

“Ternyata tradisi menenun masih berkembang di masyarakat Sulawesi Tenggara, tentu hal ini karena kecintaan masyarakatnya terhadap kain tradisional tersebut,” ujar Christina Flowerdew, salah satu pencinta budaya dari MURI.

Sementara, untuk kerajinan perak berbeda dengan Yogyakarta, kerajinan perak di Kendari disebut “Kendari Werk” atau yang berarti karya Kendari dalam bahasa Belanda. 

Pembuatan perak tradisional ini sama sekali tak ada sentuhan mesin serba otomatis. Semuanya mengandalkan kelihaian tangan.Mulai dari pengerjaan batangan perak hingga pemolesan akhir.

“Ukiran perhiasan perak dan emasnya sangat detail dan rapih,” ujar Christina.***/mel

Eny Yaqut: Mari Ramaikan Ruang Medsos dengan Konten Moderasi Beragama

JAYAKARTA NEWS – Penasihat Dharma Wanita (DWP) Kemenag Eny Retno Yaqut mengajak seluruh pengurus dan anggotanya untuk turut meramaikan jagat maya dengan konten moderasi beragama dan konten positif lainnya.

Menurutnya, kebutuhan ini sangat mendesak. Mengingat tingkat keingintahuan anak sangat tinggi. Mereka adalah pengguna internet terbesar.

“Jangan sampai konten dunia maya diramaikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang kelak mereka akan merusak anak-anak kita,” demikian disampaikan Eny Yaqut dalam acara Pembinaan Aggota Dharma Wanita Persatuan di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa (31/5/2022).

Di hadapan ratusan peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang hadir secara daring maupun luring, Eny mengingatkan bahwa masalah sosial saat ini, seperti: ekstremisme, intoleransi, kekerasan pada anak, tinggi tingkat perceraian, dapat terjadi secara massif oleh karena pembiaran.

“Maka kita tidak boleh melakukan itu. Kita harus menjadi bagian dari yang menyelesaikan masalah. Kita jadikan isu sosial itu menjadi masalah kita bersama,” ungkap Eny.

“Jika bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” lanjutnya.

Lalu, apa itu moderasi beragama? Eny meminta para peserta untuk sudah selesai memahami konsep ini. Dan sekarang saatnya, harap Eny, untuk saatnya menjadi juru bicara sekaligus juru laku moderasi beragama melalui program kerja yang dilaksanakannya.

“Contoh sederhananya, program Jumat Berkah DWP yang sudah dilaksanakan ke depan dilakukan bersama-sama dengan para Pembimas lintas agama. Lalu makanan itu dibagikan kepada masyarakat. Ini pasti lebih membekas dalam hati dan pikiran masyarakat,” ujar Eny.

“Contoh dan teladan adalah jauh lebih kencang dan jelas dari pada kata yang hanya diucapkan,” lanjutnya.

Senada dengan Eny, Ketua DWP Kemenag RI Farichah Nizar Ali sebelumnya menyampaikan bahwa program organisasi DWP disebut konkrit dan berhasil ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga, lingkungan terdekat, hingga masyarakat luas.

Hal ini sudah tergambar dari program DWP saat ini, yaitu antara lain: Jumat Berkah, Peningkatan SDM melalui Webinar masing masih daerah dengan isu masing-masing, Sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), Santunan Anak Yatim, Pemberian beasiswa Pendidikan bekerja sama dengan Baznas dan UPZ Kemenag, Sosialisasi Moderasi Beragama, dan seterusnya.

“Peran ibu-ibu di tingkat kabupaten/kota sangat diharapkan. Maju tidaknya DWP bertumpu pada ibu-ibu. Karena ibu-ibu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hadir, Pengurus Harian Kemenag RI, Ketua DWP Unsur Pelaksana Pendis Hilda Ali Ramdhani, Ketua Unsur Pelaksana Bimas Islam Sinarliati Kamaruddin Amin, Ketua DWP Unsur Pelaksana PHU Sofi Hilman Latif, Ketua DWP Kemenag Provinsi Jawa Barat Wiwi Ridwan Ajam.***/mel