Umay Shahab, Umur 22 Tahun Jadi Sutradara dan Produser

JAYAKARTA NEWS— Siapa mengira Muhammad Arfiza Shahab alias Umay Shahab saat berumur 22 tahun sudah jadi sutradara dan produser? Dua jabatan barunya untuk melengkapi multi profesi bagi Umay yang sudah lama melekat didirinya yaitu pemeran, penulis naskah, penyanyi dan presenter.

Jebolan Universitas Paramadina jurusan Komunikasi Politik ini mulai aktif di ranah seni tahun 2009 dengan menggeluti tarik suara dengan merilis album berjudul ‘Umay’. Kemudian melangkah ke dunia film pendek dan membuat film bertajuk ‘Cinta Dibalik Awan’ tahun 2016.

Mendirikan perusahaan film bersama temannya, Prilly Latuconsina (aktris) berbendera Sinemaku. Debut film panjangnya adalah ‘Kukira Kau Rumah’ (KKR) yang sukses menggaet jutaan penonton dan membuat sineas terkagum-kagum.

Umay Shahab (kedua dari kiri) bersama pelakon KBD (foto Arul)

“Kala itu saya seperti mau nyerah. Saya mengalami insecure (rasa tak aman). KKR menohok mental saya down. Di awal-awal, saya berpikir gue bisa gak ya ?” Cerita Umay blak-blakan.
Akhirnya, pria muda ini harus bisa melawan diri sendiri.

“Tatangannya berat. Gue harus membedah skrip sampai ke konteks-konteks,” jelas Umay.
Tahun ini, Umay bekerjasama dengan Legacy Pictures memproduksi film drama berjudul ‘Ketika Berhenti Disini’ (KBD) yang berkisah tentang keikhlasan dan takdir.

“Di film ini, ada premis kehilangan, kerelaan bahkan kesempatan kedua,” imbuh Umay.
Film yang bergenre cukup unik ini dibintangi sederet bintang yang punya pengalaman kuat di seni peran diantaranya Prilly Latuconsina, Refal Hadi, Bryan Domani, Lutesha Sadhewa, Sal Priadi, Widyawati, Cut Mini Theo, Satrya Ghozali dan lain-lain.

KBD akan meramaikan gedung bioskop 27 Juli 2023 mendatang. Bisakah menyusul KKR ? (pik)

SKF 2023 Sukses Menjadi Wadah Apreasiasi Musik Keroncong

SOLO, JAYAKARTA NEWS – Hari terakhir pertunjukan Solo Keroncong Festival 2023, Minggu, 23 Juli 2023 semakin ramai dan banyak kejutan di dalamnya. Perhelatan SKF tahun 2023 di hari kedua tampak tidak kalah menarik dengan suasana di malam sebelumnya.

Minggu malam di Pamedan Mangkunegaran dipenuhi ribuan penonton memadati area Pamedan Pura, Mangkunegaran untuk menikmati musik keroncong kekinian. Hari kedua SKF 2023 dibuka dengan awarding ceremony oleh Wimboh Santoso, SE., MSc., Ph.D. kepada seluruh penampil SKF malam ini, dilanjutkan penampilan dance dari SMA Warga.

Pembukaan musik keroncong oleh Safina Tiara Nadisa membawakan lagu dari Sruti Respati-Aku Melihat Indonesia, dilanjutkan penampilan SWN Brass Band membawakan musik keroncong dengan aransemen medley lagu Glen Fredly, Tiktok, Chrisye.

Penampilan luar biasa lainnya ditunjukkan oleh artis keroncong dari De’ Poespo Jakarta, Orkes Keroncong Kota Kinabalu Sabah – Malaysia, Congrock 17 feat Lare Kempot dan  Horockoncong ft. Alby Moreno dan Tia AFI.

Keseruan SKF 2023 juga menghadirkan activity live mural oleh Collective Muralis Solo is Solo, activity sepeda Bengawan Lowrider, activity BMX oleh Indonesia BMX Fest, dan activity motor custom oleh Solo Freeday Ride di halaman Pamedan Pura, Mangkunegaran.

Di samping itu kemeriahan SKF 2023 juga ditampilkan di supporting stage Panggung Gesang Ngarsopuro yang diisi oleh performance Jagad Keroncong Nusantara Surakarta dan Panggung Urban Pojok Koridor Gatot Subroto diisi oleh Orkes Keroncong Sawunggaling. Penonton tidak hanya dimanjakan oleh penampilan-penampilan artist kenamaan tetapi juga bisa menikmati aneka kuliner tradisional di Area Keplek Ilat yang berada di sisi barat Pamedan, Pura Mangkunegaran.

Penyelenggaraan SKF 2023 yang dilaksanakan selama 2 hari dinilai sukses menjadi wadah apreasiasi seni musik keroncong. Antusiasme masyarakat Solo selama 2 hari dalam gelaran acara SKF 2023 ini sangat ramai pengunjung.

Project Director SKF 2023-Nanang Musha mengatakan “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan menyaksikan gelaran SKF 2023 ini, tidak disangka penonton yang hadir melampaui target kami hingga mencapai 22.000 penonton selama 2 hari event berlangsung. Semoga tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini” ucapnya.

Selain penonton, acara SKF juga dinilai sukses dan menyenangkan oleh salah satu performer yakni Safina Tiara Nadisa. “It’s an honour for me, aku yang bukan orang keroncong bisa diundang ke SKF 2023 pengalaman yang challenging, seru, dan suka gimana kalau saya jadi anak keroncong aja? Masih ada kesempatan ngga buat aku? Terima kasih ya,” ucap Adis (sapaan beliau).

Penyerahan alat musik gitar oleh Ketua Tim Kerja Event Daerah Wilayah Jawa, Direktorat Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Trindiana M. Tikupasang didampingi Ketua OJK Pusat periode 2017-2022 Bapak Wimboh Santoso, SE., M.Sc., Ph.D. (foto: skf 2023)

Solo Keroncong Festival 2023 ditutup dengan simbolis penyerahan alat musik gitar oleh Ketua Tim Kerja Event Daerah Wilayah Jawa, Direktorat Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Trindiana M. Tikupasang didampingi Ketua OJK Pusat periode 2017-2022 Bapak Wimboh Santoso, SE., M.Sc., Ph.D.

Simbolis penyerahan gitar diterima Pura Mangkunegaran yang diwakili oleh RA. Ayu Rosetyastuti Kusumo. Setelah itu acara semakin pecah dengan adanya closing performance dari Horockoncong ft. Alby Moreno dan Tia AFI. Acara ditutup dengan penyalaan kembang api dan menyanyi lagu Bangawan Solo All Talents di Pamedan Pura Mangkunegaran. (pr)

Meriahnya Solo Keroncong Festival 2023

JAYAKARTA NEWS— Perhelatan Solo Keroncong Festival 2023 hari pertama berlangsung meriah. Bestie Keroncong offline sejumlah 12.904 memadati area Pamedan Pura Mangkunegaran sejak pukul 16.00 WIB.

Acara dibuka dengan dance kontemporer dari SMA Warga Surakarta dilanjutkan dengan pembacaan pantun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia diwakili Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Ibu Ni Komang Ayu Astiti.

Dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis dengan membunyikan alat musik ukulele oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Bapak Aryo Widyandoko, Gubernur Deputi Senior Bank Indonesia Ibu Destry Damayanti, Perwakilan KGPAA Mangkunegara X GRAj.  Ancillasura Marina Sudjiwo, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disporapar Prov Jawa Tengah, Ketua HAMKRI Pusat Jakarta Bapak Mayjend TNI Purn. Sunindyo. Pembukaan juga disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.  

Solo Keroncong Festival 2023/foto: dok panitia

Kemegahan SKF 2023 hari pertama bertaburan musisi keroncong kenamaan nasional seperti Orkes Keroncong Alunan Semut Ireng, Yan Vellia, Endah Laras, Woro Mustiko, Orkes Keroncong D’Sore’ Se’eng HAMKRI Surakarta kolaborasi dengan penyanyi asal USA Hannah Marie Standiford, Orkes Keroncong Duta Jakarta, dan Paksi Band. Selain itu, terdapat penampilan dari musisi keroncong luar negeri yaitu Orkes Keroncong Maktab Sabah-Malaysia

SKF 2023 yang dihelat di Pamedan Mangkunegaran telah menyuguhkan beragama inovasi dan kreasi. Sebelum acara dibuka dengan aktivity konvoi motor customs dari Loji Gandrung sampai Pamedan Mangkunegaran. Hari pertama juga diisi activity live mural, skateboard, dan BMX. Penyelenggaraan SKF 2023 tidak hanya berlangsung di Pamedan Mangkunegaran. Supporting stage di Koridor Gatot Subroto diisi dengan penampilan Orkes Keroncong Sawunggaling dan Supporting stage Jagad Keroncong Nusantara di panggung Gesang Kulonuwun Kopi dan Performance Orkes Keroncong Gumegrah di supporting stage Pamedan Mangkunegaran.

Gemerlap SKF 2023 yang berlangsung pecah direspon positif oleh maestro keroncong sekaligus performer SKF hari ini. “Hari ini opening-nya bagus, musik keroncong variatif, penampilan dari delegasi mancanegara dan lokal keren. Harapan saya di hari kedua besok tambah ramai, lancar, dan meriah” ucap Bu Waldjinah.***PR

‘Mantra Surugana’, Angkat Mantra Sunda Kuno

JAYAKARTA NEWS— Bagi orang Sunda yang percaya, membaca mantra-mantra Surugana, bisa membangkitkan dan mengundang iblis Surugana (Hurugana).

“Membuat film itu enggak mudah. Jangan anggap enteng dan gampang. Ada sisi sisi lain yang kita perlu persiapan panjang,” kata sineas Dyan Sunu Prastowo yang membuat film bergenre horor ‘Mantra Surugana’.

Dikatakannya, Surugana itu iblis yang menempati ruang-ruang gelap, khusus manusia yang berhati gelap. Orang yang berniat buruk zaman dulu kerap mengirim mantra Sunda kuno buat mencelakakan dan bernasib sial.

“Dari literasi yang kita baca di Gedung Arsip dan Perpusnas, orang Sunda kuno kerap mengundang sosok Surugana dalam bagian kehidupannya. Dulu kala, mantra Surugana dibacakan untuk tindakan baik dan positif untuk penyembuhan penyakit dan hasil panen. Makin ke belakang, hakekatnya bergeser ke negatif dan buruk,” jelas Dyan Sunu Prastowo.

Produser dan pemain film ‘Mantra Surugana’ ( foto Arul )

Produser eksekutif Peregrine Studio yang membuat film ini, Ervina Isleyen membeberkan bahwa pembuatan film ‘Mantra Surugana’ melibatkan konsultan bahasa dan sejarah budaya Sunda kuno untuk tahu lebih dalam tradisi mantra tersebut.

“Kita hadirkan pengalaman audio visual yang baru melalui mantra Sunda kuno sebagai mekaniknya. Di sini kita gunakan Computer Generated Imagery (CGI) untuk visual di dalamnya,” ungkap Ervina Isleyen sembari ditambahkan label filmnya punya komitmen membuat karya berkualitas dengan konten budaya Indonesia.

Berkat mantra dan kutukan Sunda kuno, iblis Surugana menghantui seorang mahasiswi bernama Tantri yang tinggal sendiri di kamar asrama. Di kamar tersebut ditemukan gambar dan tulisan sesuatu mantra di masa lalu berbahasa Sunda kuno yang sangat mengerikan.

Rekannya, Aruna hilang. Luki juga raib. Siapakah biang keroknya ?

Film yang sangat mengerikan yang akan tayang 27 Juli 2023 ini dibintangi banyak pelakon terkenal Sitha Marino, Cindy Nirmala, Shabrina Luna, Yusuf Mahardika, Tegar Satrya, Arswendy Bening Swara, Fergie Brittany, Rafael Adwel, Dewa Dayana dan masih banyak lagi. (pik)

‘Petualangan Sherina 2’, Ajang Reuni Setelah 33 Tahun

JAYAKARTA NEWS— Apa kabar Sherina dan Sadam ? Dalam sekuel film musikal ‘Petualangan Sherina 2’, mereka akan bersua kembali setelah hampir 33 tahun tidak berjumpa (‘Petualangan Sherina’ beredar tahun 2000).

“Tentu, Sherina dan Sadam bukan anak lagi, kini telah dewasa. Persoalannya telah dewasa, sesuai usia mereka. Karakternya kini lebih kompleks,” ujar sutradara Riri Riza dalam peluncuran trailer (2 menit 32 detik) dan poster ‘Petualangan Sherina 2’ di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, kali ini dia tetap mempertahankan unsur penokohan, agar ceritanya ‘relate’ dengan penonton.

Alhasil, dalam sekuel ini Jujur Prananto tetap diajak sebagai penulis skenario, yang dibantu Virana Munaf dan Mira Lesmana.

Riri Riza (sutradara) tengah dan Mira Lesmana (produser), kanan. Foto : Arul

Mira Lesmana menjelaskan, nilai moral sehari-hari dalam kehidupan mereka tetap diutamakan yang berkelindan dengan menjalin persahabatan tanpa melihat status sosial dan tolong menolong plus keberanian yang didasarkan tanpa memandang perbedaan gender.
Kali ini, selain seni peran musik, nyanyi dan tari, juga ada elemen bela diri.

“Saya juga memamerkan seni bela diri dari Thailand, Muay Thay dan olahraga lari. Tapi enggak full, mengingat umur. Sadam juga sebagai penjaga hutan di Kalimantan sangat paham liku-liku hutan lindung dan habitatnya dari gangguan tangan-tangan kotor yang hendak merusak alam dan lingkungan,” beber Sherina Munaf yang berperan sebagai pemeran utama.

Demikian pula halnya Martua Rumero Derby Nainggolan alias Derby Romero yang berperan sebagai Sadam. Ada adegan menarik ketika terjadi perdebatan antara Sherina dan Sadam di tengah hutan. Perahu mereka tiba-tiba dihentikan Sadam. Sherina sedikit dongkol dan bertanya ada apa. Kenapa berhenti sedangkan hari mulai gelap. Tapi Sadam yang paham instink dan lika liku hutan menjelaskan persoalannya.

Sherina yang menjadi jurnalis seharusnya ditugaskan di forum ekonomi dunia di Swiss. Tapi boss menugaskan dipindah ke hutan di Kalimantan Tengah (tepatnya di Palangkaraya) yang hendak dicemarkan oleh oknum-oknum liar pembabat hutan.

Kebetulan, di Kalimantan Tengah itu, Sherina berjumpa kembali dengan Sadam yang kali ini bekerja sebagai penjaga hutan lindung.

Sebuah ajang reuni yang manis dan elok yang menggiring nostalgia penonton.
Film produksi Miles Production dan Base Entertainment dan didukung oleh Talamedia beberapa kali mengalami penundaan syuting akibat pandemi. Film utuh berdurasi 1 jam 54 menit ini akan tayang 28 September 2023. Selain Sherina Munaf dan Derby Romero, film ini juga diperkuat oleh sederet pelakon seperti Mathias Muchus, Kelly Tandiono, Uci Nurul, Randy Danistha, Chandra Satria, Ardit Erwanda dan lain-lain. (pik)

Solo Keroncong Festival 2023 Digelar Besok

JAYAKARTA NEWS— Solo Keroncong Festival merupakan event tahunan yang konsisten diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta sejak kepemimpinan Bp. Ir. Joko Widodo di Tahun 2009 lalu sebagai upaya pelestarian, pengembangan dan reaktualisasi nilai kearifan lokal dan telah menjelma menjadi barometer festival keroncong di Indonesia yang diikuti oleh delegasi dalam dan luar negeri.

Mengutamakan ragam inovasi dan kreativitas konsep pertunjukan merupakan fokus Pemerintah Kota Surakarta dalam mencapai efek berlapis (multiflyer effect) yang timbul dalam upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat kota berbasis seni budaya sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan serta meningkatkan PAD.

Solo Keroncong Festival berupaya memberi ruang meluasnya penikmat seni lintas genre melalui fenomena bercampurnya musik keroncong dengan genre musik lain untuk kemudian dikemas menjadi gelaran festival yang unik namun tetap berkarakter.

Dengan mengambil tema “Keroncong Gravity” – Alon Alon Waton Keroncong, perhelatan Solo Keroncong Festival 22-23 Juli Tahun 2023 mendatang akan menangkap peluang meleburnya musik keroncong dengan genre musik rock, dipadu kolaborasi seni graffiti mural berbasis street art sebagai konsep eksplorasi artistik pertunjukan yang berjiwa muda dan membumi sehingga diharapkan musik keroncong dapat menjadi gravitasi magnet seni budaya Indonesia dalam peta peradaban dunia serta memberikan edukasi pada penikmat seni akan pentingnya registrasi pada pertunjukan yang berbasis free (gratis).  

Tagline “Alon Alon Waton Keroncong” mengartikan musik keroncong sejatinya dapat dinikmati dari masa ke masa sehingga bagi kaum awam alon-alon (pelan-pelan) mencintai musik keroncong itu sendiri.

Selain itu, inovasi dan kreativitas dari SKF tahun 2023 memiliki kekuatan pada kreativitas insan muda berbasis street art, sehingga dimasa mendatang keroncong dapat beradaptasi dengan budaya anak muda yang mengkini tentunya akan membuat para penikmat seni pada gelaran SKF 2023 juga merasakan sensasi berbeda yang unik namun tetap berbudaya.

SKF tahun ini akan menyajikan aktivitas seni seperti Live Graffiti (Mural), Sharing moment with Maestro musik Keroncong di SMKN 8 Surakarta, dan tentunya music performance dari penampil kenamaan juga menyajikan Activity dari beberapa komunitas Motor Custom, BMX, dan Skateboard juga Dancer SMA Warga. Selain itu, masyarakat akan dimanjakan dengan beragama kuliner khas Kota Solo dalam sebuah pasar kuliner “Keplek Ilat”. ***

‘Jendela Seribu Sungai’ tentang Anak-anak yang punya Impian dan Harapan

JAYAKARTA NEWS— Air adalah ibu. Sungai berliku dan air mengalir juga menjadi metafora tentang perjuangan anak-anak dalam mewujudkan cita-cita, impian dan harapan. Mimpi dan cita-cita anak selayaknya mengalir lepas seperti sungai. Seribu sungai dan kecipak air tersatukan gelombang besar yang membawa mimpi-mimpi terwujud.

Air dan sungai memang menjadi motivasi dan kekuatan dari film bertajuk ‘Jendela Seribu Sungai’, tapi juga film yang bergenre drama keluarga dan anak-anak ini menjadi film yang sangat inspiratifdan menghibur.

Perjuangan tiga anak bernama Arian, Kejora dan Bunga yang tinggal di tepian Sungai Martapura (Samarinda) berusaha keras mewujudkan cita-cita mereka. “Perjuangan mereka inilah yang digambarkan seperti air sungai yang terus mengalir, meski ada kebuntuan. Selalu ada celah untuk air terus mengalir. Seperti juga cita-cita, harus bisa melewati semua hambatan untuk mewujudkannya,” ujar sutradara Jay Sukmo.

Para pemain cilik film ‘Jendela Seribu Sungai’ (foto Kiki)

Kita akan melihat wajah Banjarmasin yang hadir secara visual, luar biasa menawan. Air sungai berkelok mulai dari pegunungan Meratus, hingga hilir sungai Martapura. Ikon-ikon Banjarmasin hadir di sini. Menawarkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan keluarga Dayak Meratus. Ada kekayaan budaya yang ingin ditawarkan kepada penonton tanpa merasa dijejali pesan-pesan dalam film.

Film produksi kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Radepo Studio juga memvisualkan keelokan tanah Loksado dan lekuk dan liuk sungai-sungai di pegunungan Meratus.

“Jendela Seribu Sungai hadir dan menghibur bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2023 yang jatuh 23 Juli 2023,” jelas Aris Muda, produser yang bersama Avesina Soebli membuat film ini.

Sederet pemain anak lokal memperkuat film ini, yaitu Bima Sena, Sheryl Drisanna, Halisa Naura dan M Dicky Syafii. Ditambah lagi banyak pemain senior ikut memberi aksentuasi film ini : Mathias Muchus, Ariyo Wahab, Ibrahim ‘Baim’ Imran, Olla Ramlan, Elma Estiana, Agla Artalidia dan Bopak Costello. Yang unik, sosok Arian diperankan 2 aktor yaitu Bima Sena (Arian kecil) dan Ajil Ditto (Arian dewasa).

Yuk kita meriahkan HAN 2023 dengan ‘Jendela Seribu Sungai’ (tayang serentak di seluruh Indonesia mulai 20 Juli 2023) dari sudut pandang anak. Makna dan falsafahnya sangat menyentuh. (pik)

‘Kutukan Peti Mati’, Horor Etno Dibalut Misteri Teka Teki di Zaman VOC

JAYAKARTA NEWS— Penerbit Balai Pustaka (BP) mulai merambah ke dunia film. Selain sedang mempersiapkan film ‘Sitti Nurbaya’ berdasar novel karya Marah Rusli terbitan BP, juga bekerjasama dengan Adroit Indonesia, BP akan mengedarkan film produksinya bertajuk ‘Kutukan Peti Mati” (KPM) bulan ini.

Disutradarai Irham Acho Bahtiar, film ini bergenre horor etno dibalut misteri teka teki di zaman VOC di Pulau Onrust.

Diangkat dari novel terbitan BP karya Astrid D’ Savitri (kak Nana) berjudul ‘Sarcophagus Onrust’ bercerita tentang tragedi sejarah yang terjadi 300 tahun silam di Pulau Onrust.

“Saya selalu menghindari cerita bergenre horor murni, ada pocong-pocongan, kuntilanak-kuntilanakan begitu. Ini horornya unik. Mengajak penonton berpikir, hiburan tapi edukasi,” ujar Irham Acho Bahtiar.

Dikatakannya, kaya unsur fantasi di dalamnya. “Kak Nana lihai mencampurkan sejarah yang pernah terjadi dengan unsur mistis. Makanya di sini ada karakter doktor bertopeng burung yang sedang populer di dunia,” imbuhnya.

Bramanto, mahasiswa Arkeologi sedang meneliti buku catatan kuno yang tersimpan selama 300 tahun (dan berbahasa Belanda). Ia lalu minta tolong Susan, temannya yang juga studi Arkeologi. Apesnya, Susan kesurupan dan ngomong mantra-mantra zaman dulu berbahasa Belanda.

Apesnya lagi, arwah Maria van de Velde dan Jan Koenrad (kekasihnya) yang pandai mengukir batu kuburan, merasuki jiwa Susan.

Kemudian ada sosok lain yaitu dokter Martinebown, penguasa kegelapan dan iblis berujud manusia, pun memburu jiwa Susan.

Susan lalu minta tolong Profesor Daniel, pamannya. Dapatkah Susan dibantu Bramanto melepaskan diri dari jerat iblis dan roh-roh gentayangan zaman VOC di Pulau Onrust?

Selain ada travel ke Pulau Onrust (dekat dengan Pulau Bidadari, di Kepulauan Seribu), juga ada sarasehan berbasis etnografi ‘Secret Files of Jakarta’ dan investigasi yang diikuti para arkeolog, sejarawan dan insan film, di antaranya Prof Lilie Suratminto, Pater Adolf Heuken, Sven Verbeek, Scott Merrikes, Anggi Umbara, Ray Nayoan dan juga ada novelis grafis X file dari AS, Joe Harris.

O ya, KPM dimeriahkan segerobak artis muda seperti Yoriko Angeline, Afiff Alli, Christina Danilla, Eryck Amaral dan sekeranjang artis senior diantaranya Donni Damara, Ray Sahetapy, Dewi Rezer, Mathias Muchus, Egi Fedly, Wina Marino plus ratusan figuran orang asing.
“Artis senior dan artis junior bisa bekerjasama di lokasi syuting. Yang agak sulit menangani ratusan figuran orang asing, akhirnya kita dirikan tenda di Pulau Onrust,” kenang Irham Acho Bahtiar. (pik)

AI Resahkan Pekerja Film Hollywood

JAYAKARTA NEWS – Keberadaan kecerdasan buatan (AI) memiliki dampak ganda. Tidak hanya dunia akademik yang terkejut, Hollywood sebagai dunia hiburan juga terkena dampaknya.

Serikat Aktor Layar (Screen Actors Guild / SAG) terlibat dalam perselisihan dengan studio pada tanggal 13 Juli 2023, terkait penggunaan replika digital para aktor secara permanen. Serikat terbesar di Hollywood, SAG-AFTRA, yang mewakili 160.000 anggota termasuk aktor, stuntman, dan pengisi suara, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan cepat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang telah menyebar ke berbagai industri di seluruh dunia.

Serikat Penulis Amerika (the Writers Guild of America / WGA) juga mendorong pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan naskah film dan acara televisi. Namun, usulan mereka ditolak oleh studio Hollywood yang sedang menghadapi tantangan profitabilitas akibat layanan streaming dan penurunan pendapatan dari iklan.

Di Hollywood, AI telah digunakan untuk meningkatkan penampilan aktor yang telah menua dan menyensor kata-kata kasar. Bahkan, AI telah menghasilkan film pendek animasi yang realistis menggunakan Dall-E dari OpenAI. Beberapa penulis juga mencoba menggunakan AI untuk menghasilkan naskah.

Aliansi Produser Film dan Televisi (Alliance of Motion Picture and Television Producers / AMPTP), yang mewakili studio besar dan layanan streaming seperti Netflix dan Walt Disney, membantah klaim SAG-AFTRA. Mereka menyatakan bahwa penggunaan replika digital hanya terbatas pada film tertentu dengan persetujuan dan negosiasi aktor, termasuk pembayaran minimum.

Diskusi tersebut berakhir tanpa kesepakatan pada hari Rabu, yang memicu kemarahan aktor dan penulis serta meningkatkan ketidaknyamanan di luar industri film bahwa mogok di Hollywood hanyalah awal dari pertempuran dengan AI. Para aktor memaksa studio Hollywood untuk duduk di meja perundingan dalam hal penandatanganan kontrak, dengan harapan mempertahankan kendali atas penggunaan simulasi digital di layar. Aktor terkenal seperti Tom Hanks mengungkapkan kepanikan pengacaranya dalam mencari cara melawan AI dan deepfake serta melindungi kekayaan intelektualnya, dengan mengatakan bahwa penampilannya bisa berlanjut tanpa henti meskipun dia ditabrak bus besok.

Tom Graham, CEO perusahaan startup Generative AI, Metaphysic, mengakui kekhawatiran akan kemajuan teknologi yang begitu cepat dalam konferensi TED bulan Mei lalu. Dia menyarankan bahwa kesadaran publik dan regulasi diperlukan untuk memverifikasi apa yang merupakan “media otentik”.

Pertempuran antara manusia dan mesin di dasar rantai makanan film, yaitu para penulis, mulai dari penulisan dan konsepsi kreatif hingga hak replikasi adegan, menjadi perhatian utama. Penulis khawatir diabaikan atau dianggap sebelah mata saat studio menggunakan AI untuk mengedit naskah atau memoles naskah AI yang dibayar lebih rendah daripada naskah asli. WGA mengusulkan bahwa konten yang dihasilkan oleh sistem AI seperti ChatGPT tidak boleh dianggap sebagai “materi sastra” untuk melindungi kontrak anggotanya.

Selain masalah biaya penulisan naskah bagi studio, perdebatan tentang kreativitas dan hak cipta juga muncul. Serikat pekerja berpendapat bahwa naskah yang sudah ada tidak boleh digunakan untuk melatih AI karena bisa mengakibatkan pencurian kekayaan intelektual, seperti yang disebut “masalah Nora Ephron,” yang mengacu pada skenario di mana sebuah studio melatih AI dengan semua naskah Nora Ephron dan menggunakannya untuk menulis komedi dengan gaya khasnya. Nora Ephron adalah seorang penulis naskah komedi yang dihormati di Amerika Serikat dan terkenal karena menulis film-film box office Hollywood seperti “When Harry met Sally”.

Mogok penulis film dan TV di Hollywood telah berkembang dari perselisihan antara serikat pekerja dan studio hingga mengatur regulasi AI dalam proses kreatif. Ini telah memicu perdebatan global tentang aplikasi AI di masa depan film dan di luar sana, dalam sebuah galaksi yang tidak terlalu “jauh, jauh di sana”.

Keterangan Foto: Aktor Lilan Bowden bersama par aaktor dan pekerja film Hollywod memprotes untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan terkait dengan munculnya Kecerdasan Buatan (Foto: Screenshot Youtube Channel VOANews)

(sumber: qonversations.world/sm)

Sosok Ketiga Raih Box Office

JAYAKARTA NEWS— Sutradara Dedy Mercy dan produser Agung Saputra dari Leo Pictures berbangga karena film produksinya yang bertajuk ‘Sosok Ketiga’ berhasil meraih Box Office (BO, lebih dari 1 juta penonton).

“Ini kerja keras kita semua. Ya insan dan pelaku film, pekerja dan orang-orang di balik layar. Sehingga kita bisa merayakan syukuran atas pencapaian prestasi hari ini,” ujar Dedy Mercy di kantor Leo Pictures di Jakarta yang sebelumnya membuat film ‘Jin Khodam’, ‘Teluh’ dan ‘Hantu Gendong Susu’.

Film horor naratif yang kental nuansa drama ini mulai tayang di bioskop, 22 Juni 2023 dengan lokasi Jogjakarta dan Solo.

Apa jadinya jika sebuah rumah tangga yang rusak karena kehadiran sosok ketiga. Dan peristiwa apa yang bakal terjadi jika isteri pertama dan isteri kedua tinggal seatap?

“Saya memvisualkan film ini berdasar kisah nyata. Sebuah rumah tangga yang tinggal di suatu daerah,” terang Dedy Mercy dalam acara syukuran tersebut.

Ada ritual pelet yang bernuansa mistis yang menimpa sepasang suami isteri yang melakukan poligami. “Saya ketempelan makhluk berambut panjang selagi syuting. Enggak tahu itu siapa. Saya hanya baca doa Ayat Kursi dan makhluk itu pun seketika raib,” cerita Erika Carlina yang berperan sebagai Nuri.

Pelakon lain adalah Celine Evangelista, Samuel Rizal, Marshel Widianto, Donny Alamsyah, Roweina Umboh, Dewi Irawan dan masih banyak lagi yang lain yang punya pengalaman panjang di ranah film.

Setelah ini, bikin film apa, horor lagi ?

“Tim kami sedang mengolahnya. Horor kan masih jadi trend. Tapi horor yang kami buat itu mengajak penonton berpikir dan merenung. Yang berpijak pada budaya leluhur dan kearifan lokal. Yah bisa disebut horor naratif dengan plot cerita kental nuansa drama,” tutup Dedy Mercy mengakhiri bincang-bincang ini. (pik)