‘Badarawuhi di Desa Penari’ Tayang di AS sebelum Lebaran

JAYAKARTA NEWS— Film Indonesia makin diminati di dunia internasional. Film ‘Badarawuhi di Desa Penari’ produksi MD Pictures akan tayang di Los Angeles, AS, sebelum Lebaran atau tepatnya 4 April 2024.

“Saya bangga. Kali ini, MD bekerjasama dengan Lionsgate di AS. Ini lompatan bagi industri film di Indonesia di ranah global,” ujar Manoj Punjabi selaku CEO dan founder MD kepada Jayakarta News.com.

‘Badarawuhi’ merupakan filmed for IMAX pertama yang diproduksi di Asia Tenggara dapat melampaui batasan bahasa dan budaya yang ada.

“Saya yakin film ini dapat tampilkan kekayaan budaya Indonesia kepada penonton di AS dan mancanegara,” imbuh Manoj Punjabi.

Helen Lee-Kim, Presiden Internasional Motion Picture Group Lionsgate senada.
“Ini inovasi yang tampilkan hiburan terbaik di seluruh dunia. Dan merupakan tonggak penting dalam misi MD di panggung internasional dan terobosan film-film visioner berskala global,” jelas Helen.

‘Badarawuhi’ sebuah cerita viral daring karya Simpleman dan spin off (carangan, lepasan dari cerita utama) dari ‘KKN di Desa Penari’. Eksplorasi lelembut berwujud sosok siluman ular Badarawuhi lebih dalam.

Pemeran utama Aulia Sarah sebagai Badarawuhi didandani selama tiga jam. Syuting di desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi dari subuh ke subuh lagi. “First look-nya beda banget. Sosok Badarawuhi kali ini lebih dark. Kualitas dari segi skenario dan pengambilan gambar lebih baik dibanding KKN pertama,” urai Aulia Sarah.

Aktris berdarah Jawa-Sunda ini mengaku awalnya sempat ragu karena sedikit lawan mainnya.
“Setelah baca scriptnya, ini masuk akal dan lebih dieksplore lagi,” paparnya.

Ceritanya relate dengan masyarakat Jawa dan ada kedekatan budaya yang sangat kental dengan pemilik tempat mandi lelembut di hutan yang lihai menari,” tambah Aulia Sarah yang mengalami kejadian-kejadian diluar nalar.

Disutradarai Kimo Stamboel, ‘Badarawuhi’ dimeriahkan Aming Sugandi, Maudy Effrosina, Jourdy Pranata, Claresia Taufan, Dinda Kanya Dewi dan Ardit Erwandha.
‘Badarawuhi’ dijadwalkan akan tayang di Indonesia mulai Lebaran, 11 April 2024. (pik)

‘Tanduk Setan’: Ulas Kisah Kelahiran dan Kematian

JAYAKARTA NEWS— Film horor menunggu berbuka puasa Ramadan ini berjudul ‘Tanduk Setan’. Disutradarai dua sineas yaitu Amriy R Suwandi dan Bobby Prasetyo, film ini mengulas penggabungan antologi kisah kelahiran dan kematian.

Menghadirkan dua kisah yang mengerikan akibat perbuatan umat manusia ketika hidup.
“Teror kelahiran anak akibat hamil duluan dan 14 hari menanti kematian akibat susuk yang belum dikeluarkan,” kata Amriy R Suwandi.

Pasutri menunggu kelahiran anak yang tak kunjung datang di antara teror yang mengancam dan harus menjalani sakaratul maut yang menyakitkan saat matahari terbenam.

“Ini bukan film horor biasa. Tema sentralnya tentang dosa, karma dan pertobatan. Semoga karya kami menjadi salah satu alternatif mengikuti kajian religi di bulan suci Ramadan,” ungkap Amriy R Suwandi.

Senada yang dibeberkan produser Starvision (bersama Forka dan Asa Film), Chand Parwez Servia. “Kandungan pesan moralnya kuat. Selain menegangkan, ‘Tanduk Setan’ juga menghadirkan nuansa yang murung dan misterius,” timpal Chand Parwez Servia.

Sebagaimana dituliskan di hadis Bukhari dan Muslim bahwa jangan kerjakan salat kalian ketika matahari terbit dan matahari tenggelam karena ketika itu terbit tanduk setan.

‘Tanduk Setan’ dibintangi segerobak pemeran berbakat seperti Boy Muhammad, Nur Mayati, Taskya Namya, Rukman Rosadi, Diah Permatasari, Baby Jovanca, Cindy Nirmala, Muhammad Bayu Bening dan Nazia Thoyib Amir. (pik)

AJV Divisi Hiburan, Ramadan Berkah dan Berbagi Kepedulian serta Takjil Buka Puasa

JAYAKARTA NEWS – AJV Divisi Hiburan melaksanakan “Ramadhan Berkah” dan Berbagi bersama Hermina Bogor, Felicity Skin Clinic, H.Juanda dan Jenny Cortez, mengawali Jumat Minggu Pertama di bulan Ramadhan 1445 H (15/3) ini.

Dengan bertemakan, “Berkah dan Berbagi Meningkatkan kepedulian dan meraih ketaqwaan”, Alhamdulillah telah terlaksana berbagi dengan memberikan sedikit rezekinya ke Tahfiz Qur’an Gratis Al-Kautsar sesuai amanah yang diberikan H. Juanda, dan juga sebanyak 25 Dus buah dari selebriti Jenny Cortez,” ucap Ketua AJV Hiburan, Ahmad Syaban Lolo.

Selain itu, AJV Divisi Hiburan “Ramadhan Berkah dan Berbagi” juga melaksanakan pembagian takjil yang didukung sepenuhnya oleh artis ibukota, Jenny Cortez, RS Hermina Bogor, serta Felicity Skin Clinic Darmawangsa. Pembagian takjil menjelang berbuka puasa ini diperuntukkan bagi para musafir yang tak sempat berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Adapun pembagian takjil berlangsung di wilayah Mampang Raya, Jakarta Selatan.

dr. Muyi Ayu Hapsari, MM, mewakili RS Hermina Bogor mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada AJV Divisi Hiburan, dan juga masyarakat dalam pembagian takjil ini. Semoga bisa menjadi penghilang lapar dan dahaga selama perjalanan sebelum tiba di rumah bertemu keluarga. Salam sehat selalu buat semua.

Sementara Jenny Cortez selaku selebritas menambahkan bahwa tambahan 25 Dus Snack Jakarta Cheese Factory ini dapat dinikmati juga oleh masyarakat dan jurnalis sehingga menjadikan Ramadan tahun ini menjadi tambah bermakna.

Dengan program Ramadhan Berkah dan Berbagi ini, H.Juanda memberikan support penuh terkait pelaksanaan kegiatan ini.

“Alhamdulillah semoga mendapatkan Ridho Allah SWT,” ucap H.Juanda, TORCH Bogor.

Selanjutnya ditambahkan dr. Inne mewakili Felicity Skin Clinic Darmawangsa bahwa bulan Ramadhan saat yang tepat untuk saling berbagi kepedulian, dan mulailah untuk berbagi dengan lingkungan di sekitar, termasuk kepada masyarakat dan juga para jurnalis video yang tengah menunaikan ibadah puasanya. Semoga menjadi keberkahan buat kita semua.

Sedangkan bagi AJV Divisi Hiburan yang diwakili Ahmad Syaban Lolo serta didampingi D.Junod, Yus dan Bambang Tjoek, menegaskan lewat tema : “Berbagi Takjil, Tingkatkan Kepedulian dan Raih Ketaqwaan” ini, bulan yang suci dan mulia yaitu bulan Ramadhan menjadi bulan pembinaan kaum muslimin untuk menuju derajat sebagai orang orang yang bertaqwa. Bulan untuk memperbaiki diri dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs).

Semoga dengan kebersihan hati para pihak yang mendukung sepenuhnya kegiatan ini, memunculkan kekuatan iman dan ruhiyah dalam menghadapi problematika kehidupan yang semakin berat. Sehingga aktifitas di Ramadhan 1445 H ini semakin bermakna dan memberikan tambahan pahala serta ilmu kepada umat Islam pada umumnya, pungkasnya.(agus)

Siksa Kubur: Film Lebaran tentang Kehidupan di Alam Kubur

JAYAKARTA NEWS— Banyak orang mengira nonton film horor jadi pengingat akan Setan. Padahal anggapan itu salah. Justru film horor pengingat untuk beribadah kepada Tuhan.
“Memasuki bulan suci Ramadan 2024 kami merilis official trailer film horor religi berjudul ‘Siksa Kubur’,” ujar Joko Anwar yang dijuluki maestro horor Indonesia.

Trailer berdurasi 1 menit ini menggiring atmosfer mencekam pengingat dosa manusia yang menggetarkan jiwa.

Produksi Come and See Pictures ini dibutuhkan kedewasaan sebagai manusia dan kreator.
“Sebab dalam film bertema horor religi ini dirasa bekal telah cukup membahas tentang kehidupan di alam kubur pasca kematian manusia. Sampai saya mundur dari proyek film dari studio Hollywood tahun silam. Saya harus serius menggarap ‘Siksa Kubur’ yang merupakan film kesepuluh yang saya bikin,” beber Joko Anwar.

Dijelaskannya, Joko Anwar melakukan berbagai kajian berdasarkan riset, kajian agama baik dalam bentuk audio, buku hingga ceramah, lalu mendiskusikannya bersama. “Agar enggak menyalahi ajaran agama dan bisa jadi bahan renungan penonton dan kami para pembuatnya,” imbuh Joko Anwar.

Sineas yang telah meraih empat piala Citra ini berharap filmnya kali ini akan menjadi film yang interaktif. “Untuk menikmati film ini penonton juga harus berserah diri. Bagian akhir akan ditentukan oleh masing-masing penonton. Para penonton akan berdiskusi setelah menonton,” paparnya.

‘Siksa Kubur’ dapat disaksikan melalui kanal Youtube Come and See Pictures.
Selain itu, film ini juga didominasi para pemenang dan peraih nominasi piala Citra FFI. Jumlahnya ada 51.

Reza Rahadian peraih lima Citra FFI. Sedangkan Faradina Mufti merupakan peraih nominasi Citra FFI. Sementara beberapa nama pemeran seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, Niniek L Karim dan Happy Salma juga pernah memenangkan Citra FFI.

Sedangkan Djenar Maesa Ayu, Putri Ayudya, Arswendy Bening Swara, Fachri Albar, Muzakki Ramdhan dan Egy Fedly pernah menggaet nominasi piala Citra.

“Reza Rahadian dan Faradina Mufti bukan saja memainkan peran, tapi juga bertranformasi luar biasa menjadi karakter yang kuat. Dari trailer sudah terlihat penampilan jajaran cast yang lain sangat memukau. Para pemeran berakting piawai,” jelas Joko Anwar.

‘Siksa Kubur’ tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran tahun ini, mulai 10 April 2024. (pik)

‘Kartolo Numpak Terang Bulan’: Film Komedi tentang Ikon Ludruk

JAYAKARTA NEWS— Ikon seni ludruk yang tersohor dari Surabaya saat ini adalah Cak Kartolo. Sutradara M Ainun Ridho membuat film komedi berjudul ‘Kartolo Numpak Terang Bulan” (KNTB) yang didedikasikan untuk 2 seniman ludruk yaitu Cak Sapari (wafat 15 September 2022) dan Cak EkovTralala (tutup usia 24 November 2023).

KNTB yang akan beredar 14 Maret 2024 ini dibintangi seniman seniwati ludruk asal Surabaya, yaitu Cak Kartolo (berperan sebagai Kartolo), Ning Kastini (Ning Tini), Aida Yunalvita (Sari), Arief Wibisono (Jon), Dewi Kartolo (Dewi) dan lain-lain.

Film ini juga didukung seabreg siswa magang SMK Dr Soetomo Surabaya jurusan Produksi Film.

Berkisah tentang Cak Kartolo, seorang duda tua di pelosok Surabaya. Ia membuka kost untuk mahasiswa. Ada empat orang mahasiswa yang kost yaitu Simon dari Papua, Yusuf dari Makassar, Mat dari Tulungagung dan Boncel dari Malang.

Tetangga Kartolo bernama Ning Tini yang berstatus janda dan hidup tenang bersama anaknya bernama Jon.

Ada sosok lain yang menghidupkan cerita ini yaitu Cak Sapari yang membuka usaha Warkop (bersama isterinya, mbak Dewi) dan hansip Bendoyo yang kurang pendengaran. Suatu hari, Kartolo sakit. Datang Sari, puterinya dari Jakarta.

Kedatangan Sari menimbulkan kehebohan dan persaingan di antara empat mahasiswa yang kost di rumah Kartolo. Masing-masing berusaha mendapatkan Sari. Bagaimana akhir persaingan empat mahasiswa ? Dan apakah Kartolo sembuh dari penyakitnya?

Sebuah film komedi yang penuh tawa dan ger-geran yang mengocok penonton. Yang pasti, M Ainun Ridho lewat film KNTB berhasil ‘naik kelas’ dan dua jempol patut diberikan kepada dia.
Sebuah film yang wajib direken untuk ditonton ! (pik)

Hanny R Saputra Rilis Film ‘Bad Boy in Love’

JAYAKARTA NEWS— Sukses menyutradarai ‘Virgin’ dan ‘Dibawah Lindungan Ka’bah’, sineas Hanny R Saputra merilis film terbarunya bertajuk ‘Bad Boy in Love’ di Jakarta. Akan tayang 14 Maret 2024, produksi Silent Pictures ini dimeriahkan sederet pemeran seperti Jeff Smith, Nicole Parham, Cassandra Lee, Dewi Rezer, Garry Iskak, Baron Y Siregar, Krisna Murti W, Cinta Dewi dan Tubagus Ali.

“Pas syuting ada kendala. Pandemi Covid 19. Hari ini, posisinya tepat, jelang bulan Ramadan,” lontar Hanny R Saputra.

‘Bad Boy in Love’ mendidik orang menjadi dewasa dengan cara kemudaannya. Dan film ini dekat dengan kepribadian Gen Z,” jelas Hanny.

Generasi Z lahir antara tahun 1997 dan 2012. Anak-anak muda yang tumbuh dari era teknologi canggih internet dan media sosial.

Berkisah tentang pencarian jati diri seorang pria dewasa bernama Jethro. Ia terlibat cinta dengan Sara padahal teman-teman sekolahnya mengira Jethro berpacaran dengan Lea.
Nicole Parham mengaku keseruan dan enyoy disutradarai Hanny R Saputra.

“Pada adegan sulit saya didirect pak Hanny. Sangat santai tapi sarannya masuk,” kata Nicole Parham.

Senada Jeff Smith yang bermain di film ke delapan ini. “Kerja pak Hanny sangat profesional. Open minded. Chemistry cepat didapat di lokasi syuting. Saya jadi optimis ditangani beliau,” terang Jeff Smith.

“Sifat dan perilaku Jethro sama dengan kehidupan pribadi saya. Karakternya layaknya bad boy tapi bertanggung jawab,” timpal Jeff Smith yang blasteran Amerika dan Jawa ini.
Daripada spoiler, yuk kita nonton saja di bioskop setiap Kamis pas hari pertama film nasional tayang. (pik)

Musik Mempersatukan Ras, Etnik, Keyakinan dan Partai

JAYAKARTA NEWS— Tidak main-main. Kemdikbud Ristek bekerjasama dengan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Jakarta dan Pertamina menghelat konser musik akbar selama empat jam nonstop di Auditorium Abdurahman Saleh, RRI Pusat, Jakarta.

Mengusung tema ‘musik untuk semua’, para seniman musik merayakan HMN secara megah dan tertib. Sebanyak 32 artis musik dan 7 band unjuk aksi di hadapan music maniac yang bersifat gratis.Pergelaran musik ini mempersatukan lintas genre. Ada pop, rock, jazz, folk, dang dut, keroncong dan metal.

Candra Darusman, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Kaka Slank, Syaharani, Ikke Nurjanah, Keenan Nasution, Tony Wenas dan Makara, Once Mekel, Marcell Siahaan, Kadri Mohamad, Adi Adrian KLA, Yovie Widianto, Sundari Soekotjo, Barry Likumahuwa, Saykoji, Monita Tahalea, Hussbein Alatas, Dira Sugandi, Cupumanik dan masih seabreg lagi melantunkan dua lagu di atas stage.

“Ini benar-benar surprise. Kita ikhlas memeriahkan acara non-profit ini. Tanpa teken kontrak dan aturan njlimet,” kata Tony Wenas selaku Ketum PAPPRI.

“Acaranya dari kita, untuk kita dan oleh kita. Para insan musik nasional,” urai Ketua Humas dan Media PAPPRI, Buddy Ace.

Setali tiga uang pernyataan Dwiki Dharmawan selaku Sekjen DPD PAPPRI. “Di sini kita enggak ada sekat. Musik enggak kenal batasan apa pun. Baik ras, etnik, keyakinan maupun partai. Musik mempersatukan,” beber Dwiki Dharmawan.

Sependapat dengan Bemby Noor sebagai pencipta lagu dan pemusik. “Musik menjadi alat persatuan yang memperkenalkan elemen-elemen bangsa Indonesia,” ungkap Bemby Noor.
Selain itu, musik juga mempunyai peran kekayaan kehidupan sosial, budaya dan spiritual.

Walhasil, musik dengan segala genre dan idiom keunikan/kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, sungguh perlu dilestarikan dan dipromosikan lebih menukik lagi.

‘Musik untuk semua’ seperti yang digelar di RRI adalah contoh bagus untuk generasi penerus musik. Dang dut bersanding dengan Pop. Rock berkolaborasi dengan Folk. Dan keroncong berakrab dengan Etnis.

Budaya merdeka dan memajukan musik Indonesia ! (pik)

Hari Musik Nasional 9 Maret 2024: Tingkatkan Apresiasi Pemusik terhadap musik Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Musik kini bisa didengar dimana-mana. Di radio, vinyl, televisi, CD dan tempat hiburan lain.Tapi apakah Anda tahu ada Hari Musik Nasional (HMN) yang dirayakan setiap tanggal 9 Maret ?

Berdasar Keppres No 10 tahun 2013 yang diteken Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), bangsa Indonesia memiliki Hari Musik. Tanggal tersebut adalah hari lahir komponis Wage Rudolf (WR) Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pahlawan nasional.

Ditetapkannya HMN bertujuan guna meningkatkan apresiasi pemusik terhadap musik Indonesia (musik nasional dan musik daerah).

“Pemerintah perlu mengembangkan prestasi pemusik yang meningkatkan derajat musik Indonesia secara regional dan internasional,” kata promotor musik dari Deteksi, Harry ‘Koko’ Santoso dalam perbincangan dengan penulis.

Diakuinya, isi Keppres tersebut sebagai ekspresi budaya universal dan multi-dimensional yang merepresentasikan nilai-nilai kemanusiaan dan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Di awal tahun 70an ada ‘the big five’ yaitu Koes Plus, Panbers, Mercys, D’Llyod dan Favourites Group. Para pemusik di masa itu enggak berpikir soal royalti pada era kejayaan mereka. Baru di era digital jejak masa lalu menjadi nilai ekonomi yang sangat profit besar dan memperoleh cuan,” papar Harry Santoso yang pertama menggagas pesta musik Soundrenaline di seluruh Indonesia dan festival 1000 band di Depok beberapa tahun silam.

Bayangkan ! “Kini orang berkali-kali melihat video Koes Plus dalam sehari dan ini berarti dikalikan nilai Rupiah. Ini menjadi mesin uang baru,” imbuh Harry Santoso.

Gayung bersambut. Biduanita dan aktris film Ayu Azhari sependapat. “Di era kiwari banyak hotel dan restoran yang tiap malam menghelat life konser musik dan menggiring tetamu dugem mengasah lantai. Hal ini menjadi tambahan ekonomi bagi musisi,” lontar Ayu Azhari yang menggelar HMN di restoran Pesisir, Srengseng, Jakarta Barat.

Sedangkan di karaoke dan kegiatan off air di diskotek serta di klub malam jelas mencuatkan performing right bagi para musisi dan pencipta lagu,” jelas Ayu Azhari yang berduet mendendangkan beberapa lagu bersama puterinya, Isabel Azhari.

Bagi dirinya, musik bisa menghibur dan mengangkat suasana sedih menjadi riang.
“Kita bisa merasakan emosi yang mendalam atau memori dan kenangan nostalgia ke masa lampau. Ini semua berkat musik. Jadi jelaslah musik bisa membawa kebersamaan dan persatuan bangsa baik di era revolusi fisik, masa kemerdekaan maupun di era pembangunan keberlanjutan,” beber Ayu Azhari yang pernah mempraktikkan musik untuk terapi jiwa dan kesehatan mental.

Menindaklanjuti upaya Kemendikbud Ristek ihwal seni musik sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah bagi para pelajar dan berharap akan menimbulkan minat siswa terhadap seni musik, ini sangat bagus.

“Enggak teoritis, tapi langsung praktik di lapangan,” timpal Tony Wenas, pemusik Solid 80 dan Ketum Persatuan Artis Penyanyi Pencipta dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) yang juga Presdir PT Freeport Indonesia. (pik)

Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai

JAYAKARTA NEWS— Kata hadist, selama bulan Ramadan, setan-setan dibelenggu.
Tapi setan masih merajalela di bioskop. Aenigma Picture merilis film terbarunya bertajuk ‘Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai’ yang disutradarai Yongki Ongestu.
Kuyang adalah nama setan di Kalimantan (seperti kuntilanak di Jawa).

“Saya tertarik mengeksplor mitos lokal setelah membaca novel berjudul sama karya Achmad Benbela” lontar Yongki.

Harapannya film ini bisa memberi pandangan lebih tentang kepercayaan dan budaya Kalimantan dari berbagai sudut pandang.

‘Kuyang’ memang tak hanya menawarkan kengerian dari mitos setempat, tetapi juga memberikan makna lebih tentang keberagaman cerita asli Indonesia.

“Urband legend ini semoga bisa menjadi pilihan hiburan yang menarik bagi penonton yang mencari pengalaman horor yang autentik dan mendalam,” terang produser Aryanna Yuris.
‘Kuyang’ berkisah tentang perjalanan Bimo (Dimas Aditya) dan isterinya, Sriatun (Alyssa Abidin) yang mencari kehidupan yang lebih baik di sebuah desa pedalaman. Ia ditugaskan sebagai PNS.

Sejak kedatangan mereka di desa tersebut, kejadian-kejadian aneh mulai mereka alami. Sriatun merasa ada yang mengawasi selalu mengawasi mereka.

Bimo yang tahu masa lalu kelam desa tersebut, mulai khawatir. Sekutu iblis yang menghantui desa selama ini kini mengincar Sriatun yang sedang hamil guna dijadikan tumbal.
Bimo berencana membawa Sriatun pergi dari desa tersebut. Namun, kekuatan sekutu iblis berhasil menghalangi rencana Bimo.

Satu-satunya cara menyelamatkan nyawa Sriatun adalah Bimo harus mengalahkan Sekutu Iblis dengan tangannys sendiri.

Sederet pemain utama memberikan nilai tambah bagi film ini. Ada Dimas Aditya, Alyssa Abidin, Putri Ayudya, Elly Luthan, Egy Fedly dan Totos Rasiti.

Putri Ayudya yang berperan sebagai Mina Uwe mengaku sangat tertantang bermain di film horor ini. “Alur ceritanya menarik. Karakter yang saya mainkan juga pas. Saat kepala saya melayang-layang di langit malam, digunakan CGI,” timpal Putri Ayudya. (pik)

Titip Surat untuk Tuhan: Perjuangan Anak Rindu Keluarga

JAYAKARTA NEWS— Film drama bertajuk ‘Titip Surat untuk Tuhan’ (TSUT) berkisah tentang perjuangan seorang anak yang rindu kkeutuhan keluarganya. Tulus (Muhammad Adhiyat) punya cara sendiri untuk membantu keluarganya.

Ketika kakaknya, Dinda pingsan di sekolah karena terkena tendangan bola dan didiagnosis penyakit mematikan, Tulus tersentuh.

Berkali-kali dirawat di Rumah Sakit, tapi belum sembuh. Sudah banyak uang dikeluarkan oleh kedua orang tua Tulus untuk penyembuhan kakaknya. Kehidupan orang tua Tulus benar-benar terhimpit. Ini ditambah lagi selalu dikejar penagih hutang.

Tulus mau membantu tapi ia tak punya uang. Tiba-tiba Tulus punya ide, menulis surat untukTuhan. Surat itu dikirimkan ke pos dan beralamatkan Tuhan. Apa yang terjadi selanjutnya, benar-benar mengagetkan.

Film drama keluarga buatan Clock Works Film yang disutradarai Karsono Hadi ini selain dibintangi M Adhiyat, juga dimeriahkan Marsha Timothy, Donny Damara, Olivia Morrison, Bunga Zainal, Revaldo, Teuku Rifnu Wikana dan Verdi Solaiman.

“Saya tertantang bermain dalam film ini. Saya diminta sering menangis. Jujur, saya enggak jago nangis. Kalau berperan sedih doang bisa,” aku M Adhiyat kepada penulis.
Tapi demi seni peran, ia mampu melakukannya.

“Ini seratus persen main drama. Beda banget dengan film lain,” jelas Adhiyat yang dilahirkan di Bekasi, 28 Februari 2011.

Sejak bermain di film ‘Pengabdi Setan’, karier Adhiyat langsung meroket. Tahun 2024, ia sudah bermain sebanyak lima film. “Balada Si Roy, ‘Petualangan Anak Penangkap Hantu’ dan ‘Ancika : Dia Yang Bersamaku 1995’ lumayan sukses. Dan saya baru usai syuting film ‘Dilan : Wo Ai Ni 1983’,” imbuh Adhiyat.

Marsha Timothy mengaku trenyuh berperan sebagai ibunya Tulus. Berkali-kali melamar pekerjaan dan selalu ditolak.

“Di film TSuT, saya berkali-kali meneteskan air mata,” beber Marsha Timothy.
Sepanjang keriernya di ranah film, Adhiyat pernah dinominasikan dalam ajang Box Office Movie Awards 2018 untuk kategori pendatang baru terbaik. (pik)