Pencatatan Hak Cipta Musik dan Lagu Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026

JAYAKARTA NEWS – Pencatatan hak cipta musik dan lagu tanpa biaya yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Kabijakan pemerintah tersebut tertuang melalui Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2026.

“Sekarang pencatatan hak cipta lewat Peraturan Pemerintah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang baru, kita turunkan tarifnya menjadi 0 rupiah,” ungkap Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Tidak hanya pencipta lagu, pelaku pertunjukan dan produser fonogram juga dapat mencatatkan hak terkait secara gratis sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan hukum dan membangun ekosistem musik nasional.

Menkum Supratman menjelaskan penurunan tarif pencatatan hak cipta lagu dan musik menjadi Rp0 bertujuan mendorong semakin banyak pencipta mencatatkan karya musiknya di Indonesia.

Supratman menyebutkan, saat ini ada 7 juta lagu di seluruh Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto memahami urgensi pencatatan lagu di dalam negeri.

Supratman juga menegaskan pemerintah akan mengatur hak mekanis secara lebih jelas dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta agar seluruh pelaku industri musik memperoleh kepastian hukum.

“Hak mekanikal itu pun nanti akan kita atur secara rigid lagi di dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta yang akan datang. Kita menginginkan ekosistem musik di Indonesia itu berjalan secara baik,” jelas Menkum.

Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Agung Damarsasongko menegaskan bahwa bukan hanya pencipta lagu saja yang akan memiliki hak atas sebuah musik/lagu, tetapi penyanyi dan produser fonogram akan dicantumkan sebagai pemilik hak terkait. Hal ini akan bisa dicatat sekaligus melalui fitur pencatatan hak cipta DJKI.

“Dengan adanya pencatatan ciptaan yang sekarang 0 rupiah, itu juga ada pencatatan untuk hak terkait. Jadi tidak hanya untuk hak pencipta saja, tetapi juga ada hak terkait. Hak terkait itu untuk penyanyinya dan untuk karya rekamannya,” jelas Agung.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual mengimbau para pencipta, pelaku pertunjukan, dan produser fonogram memanfaatkan kebijakan pencatatan tanpa biaya tersebut melalui hakcipta.dgip.go.id.

Pencatatan hak cipta dan hak terkait merupakan bukti administratif atas kepemilikan karya yang dapat menjadi alat pembuktian apabila terjadi sengketa sekaligus mendukung pengelolaan hak ekonomi di masa mendatang. Pelajari lebih lanjut mengenai hak cipta di dgip.go.id. (yog)

Odyssey: Film Karya Nolan yang Menuai Kontroversi

JAYAKARTA NEWS— Film andalan musim panas 2026 karya Christopher Nolan berjudul ‘Odyssey ‘ sejak diputar pertama di AS dan Kanada telah meraih pendapatan domestik sebesar US $ 124, 5 juta (Rp 1, 99 triliun).

Dan ini berarti memecahkan rekor tersukses 2026.

Produksi Universal berdurasi 2 jam 52 menit ini diadaptasi dari karya sastra epik tertua Yunani kuno abad 7 atau 8 Sebelum Masehi berlatar 3000 tahun yang lalu.

Karya Homer yang tak berdasar kisah nyata ini rekaan Nolan sendiri pasca 10 tahun berlayar pulang dari Troya menuju Ithaca.

Christopher Nolan, dielu-elukan dan dikecam (foto universal)

Tak ada bukti sejarah kisah Odyssey mengikuti Odysseus, raja Yunani legendaris  dari Ithaca  dalam perjalanan penuh bahaya untuk berangkat ke rumah.

Ia bertemu monster laut Cyclops Polyphemus, Siren, dewi penyihir Circe dan reuni dengan isteri bernama Penelope.

Meski demikian, toh film yang masih diputar di RI ini menuai kontroversial berupa kecaman karena karyanya kurang akurat secara historis.

“Ini terlalu naif dan tak realistis. Bumerang buat saya. Narasinya sangat mudah menyerang dan menjatuhkan saya,” balas Nolan menanggapi tulisan dan kritikan di berbagai media di AS.

Misalnya ia dikecam karena soal pemeran, kostum dan aksen dialog para tokohnya condong ke aksen Amrik.

Jubah Odesseus berwarna merah dan berhelem bulu tebal. Jubah zirah hitam yang dikenakan Agamemnon juga terkesan asal-asalan tak bernuansa Yunani kuno.

Toh Nolan tak hirau kritik tersebut.

Ia kini sedang istirahat tak membuat film dulu selama 3 tahun. Tampak ia lelah dan sedang menghitung keuntungan dari peredaran filmnya.

Syuting dilakukan di 6 negara yaitu Maroko, Italia, Yunani, Skotlandia, Islandia dan AS.

Antara lain lokasi pemotretan ‘ditembak’ di Pulau Favignana, Sisilia yang indah dan ikonik dan 0vareazato di Maroko untuk menciptakan dunia klasik.

Juga di kepulauan Aeolian, Italia dan Azitrezza  untuk mewakili latar petualangan Odysseus, hutan Culbin di Skotlandia untuk properti Circe dan Islandia.

Matt Damon berakting apik (foto universal)

Film kolosal ini diramaikan sederet pemeran senior dan terkenal yaitu Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Zendaya, Lupita Nyong’o, Elliot Page, Corey Hawkira, rapper Travis Scott dan ratusan pemeran dan cameo dari berbagai kebangsaan.

Matt Damon yang berusia 55 tahun sebagai Odysseus berakting apik dan kena. Sebagai jagoan yang disayangi Dewa Zeus, ia tak terkalahkan dan tak mati-mati.

Tom Holland: dari Spider Man ke Odyssey (foto universal)

Tom Holland yang ganteng dipercaya jadi Telemaeus tak kalah aksi selalu tampil dielu-elukan saat syuting di lokasi.

Zendaya sebagai dewi Athena dan Lupita Nyong’o yang didapuk jadi Helen berkulit hitam dan cantik diakui sangat kontroversial meski dikritik pedas oleh wartawan di Kanada dan AS.

Walakin, Odyssey masih terus melesat tinggi ke puncak pundi-pundi finansial dalam industri perfilman Hollywood. (pik)

Film ‘Ibadah dan Cinta’: Tentang Cinta Beda Budaya

JAYAKARTA NEWS— Apakah takdir harus diterima tanpa suara?

Mengangkat cerita perjalanan cinta lintas benua yang berawal dari Australia sampai ke seluruh lingkungan pesantren Darunnajah, Bogor.

“Ibadah dan Cinta berkisah tentang takdir, keberanian memilih dan cinta yang tetap hidup bahkan ketika kehidupan tak lagi memberi janji selamanya,” ujar sutradara Jastis Arimba dalam peluncuran novel, OST dan trailer/poster ‘Ibadah dan Cinta’ di Jakarta, baru-baru ini.

Literasi dan film memang berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Produser, sutradara dan pemeran Ibadah dan Cinta (foto arul)

“Kita syuting di lokasi yang indah secara visual dan relevansinya kuat dengan narasi cerita,” kata produser Budi Yulianto dari Multi Buana Kreasindo (MBK) kepada penulis. Bersama Sinemata, film ini usai melakukan pengambilan gambar di Australia dan Bogor (Indonesia).

Antara lain kita mengambil lokasi di Port Campbell, batuan ikonik Twelve Apostles dan dataran tinggi Grampians yang belum banyak dieksplorasi dalam sinema Indonesia.

“Semuanya di kota Melbourne, Australia selama 3 hari dan di Indonesia 14 hari,” imbuh Rendy Gunawan dan Aris Muda Irawan selaku produser eksekutif berbareng.

Juga beberapa adegan dilakukan di Tapos, Cigombong, Sukabumi dan Leuwiliang.

“Film bertema drama religi ini memberi perspektif baru tentang makna cinta dan ibadah” ikut bicara juga Avesina Soebli juga produser.

Dijadwalkan beredar di bioskop 24 September 2026.

Santun (Indah Permata Sari) belajar taat, menerima dan belajar menenangkan hatinya sendiri di pesantren.

Ahmad Megantara (foto mbk)

Hingga suatu hari, seorang pria asing bernama Rico Rico yang berpandangan agnostik (Ahmad Megantara) datang dan melihat dirinya bukan sebagai puteri kiai, melainkan sebagai perempuan yang ingin hidup dengan pilihannya sendiri.

Rico membawa dunia yang lebih luas dari pagar pesantren.

Namun, ketika hatinya mulai berani berharap, kenyataan datang lebih cepat dari waktu.

Di tengah tekanan perjodohan, konflik tradisi, dan perubahan desa, Santun harus membuat keputusan terbesar dalam hidupnya, tepat saat ia mengetahui sesuatu perlahan menggerogoti tubuhnya. Saat semua orang mundur.

Rico justru melangkah mendekat. Ia memilih tinggal, memilih mencintai dan memilih menjadikan cinta sebagai ibadah.

Nadzira Shafa, penulis novel ‘Ibadah dan Cinta’ ( foto idn)

Ibadah dan Cinta diramaikan sederet pemeran yaitu Indah Permata Sari, Ahmad Megantara, Adhin Abdul Hakim, Mathias Muchus, Elma Theana, Jamie Aditya, Berlianna Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasya dan Stevan Rizky serta Nadzira Shafa (penulis novel dan aktris).

“Nantikan saja tanggal mainnya di bulan September penuh ceria,” pungkas sutradara Jastis Arimba yang sukses membuat film ‘Pengin Hijrah’. (pik)

Film ‘Anak Anak Bambu’: Keluarga dan Kepedulian Sosial

JAYAKARTA NEWS— Bertepatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2026, diputar film anak berjudul ‘Anak Anak Bambu’ (AAS) produksi Theana Pictures bekerjasama dengan PT Armada Bumi Investama dan Bank Syariah Indonesia.

“Film ini mengangkat nilai kemanusiaan, keluarga dan kepedulian sosial,” ujar sutradara Dyan Sunu Prastowo.

Aktris senior dan penyanyi lawas, Elma Theana yang pertama jadi produser film ini membuat PH agar menjadi dapurnya anak yatim.

“Ini hal baru buat saya. Ingin membawa pesan yang baik dan menjadi pahala. Tujuan saya buat film tak semata untung alias cuan semata,” papar Elma Theana.

Bagi Netta (Ayushita Nugraha), rumah terbaik tak harus yang ternewah tapi membuat kita merasa dicintai.

Elma Theana, produser Anak Anak Bambu (foto syariah)

Semula ia berniat menjual  rumah anak bambu (panti asuhan yang diisi 50 anak) karena masalah keluarga.

Tiba-tiba niatnya berubah ketika anaknya bernama Gebang (M. Adhyat) berpesan bahwa keluarga tak harus tentang ikatan darah tapi kepedulian pada anak .

“Agar anak dapat dukungan lebih lanjut,” kata Gebang berfalsafah.

Sertifikat penjualan rumah anak bambu ditarik kembali dan peristiwa ini dirayakan beramai-ramai di panti asuhan tersebut.

Netta menemukan sesuatu yang selama ini hilang dari kehidupannya yaitu keluarga.

Syuting di Cibinong, film  ini mengangkat cerita tentang tawa, air mata dan perjuangan anak dan warga desa yang cinta rumah bambu dan lingkungan hidup yang bersih dan non polusi.

Keluarga adalah segala-galanya.

Anak Anak Bambu untuk semua umur ini diramaikan banyak pemeran senior dan anak yaitu Ayushita Nugraha, M. Adhyat, Irgi Fahrezi, Fairuz A Rafiq, Sony Septian dan penampilan spesial King Faaz dan Abah serta banyak pemeran anak lain yang jadi cameo.

Yuk kita ramaikan HAN dengan menonton film drama keluarga anak yang edukatif dan penuh kepedulian sosial. (pik)

Dance for All 2 di GKJ Pukau Penonton

JAYAKARTA NEWS— Tari Ballet (baca bale atau baley, bahasa Inggris) ditemukan pada abad 15 di Italia.

Penari alias ballerina pertama yang menari di Istana Renaisans adalah Catherine de Medici. Istilahnya kala itu dia menari ballare yang berfokus pada gerakan kreatif, motorik dan ritme.

Belajar ballet butuh kerja keras dan disiplin karena tubuh dilatih untuk bergerak  diluar kebiasaan alami. Seperti memutar kaki 180 derajat dari pinggul.

Dari beberapa sumber referensi, tantangan terberat seorang penari balet adalah membangun kekuatan inti (core), fleksibilitas dan keseimbangan yang sempurna.

Secara bertahap dari tingkat pemula akan terasa senang. Kelas khusus ini tertuju pada bentuk postur dan pengenalan gerak dasar.

Apakah menimbulkan rasa sakit ?

“Wajar. Karena ada peregangan dan kegunaan otot,” ujar Aiko Senosoenoto, pandita dan pimpinan kelompok Eksotika Kharmawibangga Indonesia (EKI) yang telah berusia 25 tahun.

Cedera ?

Sleeping Beauty

“Lakukan pemanasan dan pakai sepatu yang pas serta konsultasi pada instruktur tari jika rasa sakit berlanjut,” ungkap Ade Setiowibowo  selaku pendiri dan pengajar Cicilia Ballet School (CBS) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dalam pementasan ‘Dance for All 2’, Sabtu (11/7).

Berapa usia yang ideal untuk membentuk ballerina dan ballerino andal dan profesional ?

Antara 3 dan 4 tahun anak-anak sedini mungkin guna membangun fondasi fisik yang kuat dan lebih disiplin.

Usia 4 sampai 6 tahun seorang anak lebih cepat menguasai teknik dasar.

“Dan ini jangan telat. Dan kelas remaja (adult ballet) untuk kebugaran dan hobby yang sangat populer,” timpal Alim Sudio, senior di EKI yang juga aktif menulis skenario film.

Bolehkah usia diatas 40 tahun baru belajar ballet ?

“Bisa keseleo, kepelintir dan kecetit. Ketika melakukan

gerakan melompat dan berputar akan cedera dan patah tulang. Ini bahaya,” imbuh Aiko Senosoenoto.

Dalam pentas ‘Dance for All 2’ di GKJ ada 21 nomor tari ballet disajikan selama 2 jam lebih (dengan 2 kali istirahat 15 menit).

“Ini tarian indah dan profesional dengan teknik tinggi,” jelas Ade Setiowibowo dari CBS.

Ballet Dance for All 2 (foto iwan)

Bersama Ballet Manila, Etoile dan CBS, EKI tampak menonjol pada nomor-nomor tari remaja.

Disuguhkan juga nomor tari ballet anak yang mencuatkan pesona dan memukau.

Tengok ketika nomor ‘Sleeping Beauty pas de Deux’ yang ditarikan secara duo oleh Shanina Drapete dan Joe Davis Andes benar-benar sebuah nomor tari ballet klasik yang menimbulkan kesan indah.

Atau saat EKI unjuk diri ‘Corporate Jam’ yang mengangkat tema ihwal budak korporate dan ‘Manohara’ yang terinspirasi dari ular dan racun.

‘Rem’ oleh koreografer Ara Ajiisiwi  berkisah tentang wanita yang luka dan penderitaan yang berbeda tapi menemukan kekuatan lewat solidaritas.

Sebuah nomor kolaborasi berjudul ‘Underwater from the Pharaoh’s Daughter’ oleh koreografer Marinus Petipa yang dibawakan penari-penari dari EKI, CBS dan Ballet Manila tak urung juga beroleh tempik sorak menggemuruh.

What next ?

Tinggal kesan mendalam di hati penonton.

Bahwa tari ballet yang telah melampaui berbagai zaman masih tetap ada.

Dan tak boleh mati. (pik)

Lastri Arwah Kembang Desa: Wanita Mandul Digilai Lelaki

JAYAKARTA NEWS— Lastri (Hana Saraswati) yang masih muda dan cantik menjadi pembicaraan ibu-ibu Kampung Bandeng. Namun, belakangan ia menjadi korban fitnah dan pengkhianatan.

Suaminya, Turenggo (Garry Iskak), juragan pasir kaya raya berharap Lastri hamil dan menghasilkan keturunan setelah 5 tahun berumah tangga.

Tapi apa yang terjadi ?

Darman (Yama Carlos) cemburu melihat kesetiaan Lastri terhadap suaminya. Ia berupaya pedekate Lastri tapi Lastri ogah menemuinya dan meminta dengan sopan agar Darman cepat pulang.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ibu-ibu terus menebar gosip.

Kabar Lastri mandul enggak bisa punya anak terus berseliweran.

Karuan reputasi Lastri hancur. Ia bunuh diri menggantung lehernya dengan tali.

Lastri menjadi arwah gentayangan dan menuntut balas kepada lelaki yang membuat dirinya hancur.

Hana Saraswati sebagai Lastri (foto abelle)

Menebar teror beberapa tahun kemudian. Membalas dendam luka masa lalu.

Kisah beralih. Seorang cowok memboncengkan Lastri yang kemalaman.

Ia diantar ke rumahnya yang bak istana gemerlap di tengah hutan.

Cowok dirayunya masuk kedalam dan bisa tidur di kursi nan empuk.

Disuguhi kopi dan singkong. Diberinya bantal dan selimut.

Esok hari, si cowok terkejut. Istana lenyap. Ia tidur di kuburan.

Kemana Lastri ?

Ia sudah mati dan dimakamkan di kuburan.

Desa Bandeng geger. Lastri  semasa hudup dan setelah mati pun, membuat birahi banyak lelaki bangkit dan berusaha menidurinya.

Lokasi di rumah tua Belanda di Lumajang Jawa Timur, suasana wingit dan misterius mencuat.

“Saya merasakan aroma mistis ada di sini. Buku kuduk saya berdiri. Meski saya mengucap Bismillah  mohon izin, saya tetap ketakutan,” aku Hana Saraswati polos.

Tiada adegan yang mengarah ke perselingkuhan, namun dialog dan ucapan para tokoh cukup merangsang mata penonton.

Produser, sutradara dan pemeran Lastri (foto idn)

Terinspirasi dari urban legenda, film yang disutradarai Hendry Tivo ini  boleh diketengahkan.

Produksi Abelle Pictures yang akan dirilis 16 Juli 2026 ini menjadi catatan tersendiri di kancah industri film nasional.

Bergenre horor komedi plus misteri, Lastri Arwah Kembang Desa dikurasi untuk 17 tahun ke atas.

Film ini dibintangi Hana Saraswati, Gary Iskak (film terakhir sebelum wafat), Audy Bella (juga merangkap produser eksekutif), Debby Sahertian, Ingrid Wijanarko, Ence Bagus dan banyak lagi. (pik)

Ghost Buzzer: Ajak Anak agar tak Takut Hantu

JAYAKARTA NEWS— Film produksi M8 Pictures dan Sanggar Ananda Kawula Muda pimpinan Aditya Gumay tahun ini merilis film anak berjudul ‘Ghost Buzzer’ ( Berburu Hantu) yang akan tayang 16 Juli 2026 pas libur sekolah.

Genrenya komedi fantasi ramah anak. Tentang petualangan horor seru penuh makna. Pesannya jelas agar anak tak takut hantu,” ujar Aditya Gumay selaku produser.

Sewaktu press screening di XXI Setiabudi Studio One, Jakarta, hadir psikolog n aktris Niniek L Karim, produser executive Ko Amirullah, Derry Sudarisman (grup lawak 4 Sekawan) dan para pemeran anak.

“Film ini bertujuan memperkaya deretan film anak Indonesia yang masih minim. Pesannya positif mengangkat cerita lokal,” ungkap Ko Amirullah optimistis.

Syuting khas anak berjalan seru dan penuh canda. Unsur emosional sangat menonjol.

“Ada teror, teka teki tak terduga dan petualangan anak yang mengandalkan keberanian dan persahabatan antaranak untuk menolong para arwah dengan unsur moral dan perdamaian,” jelas Derry Sudarisman yang berperan sebagai Mang Derry alias kakek Ani, tokoh di film.

Aditya Gumay, produser (foto ananda)

Empat sekawan anak yaitu Udin, Nizan, Vindy dan Raka melakukan investigasi di basement angker yang menyimpan banyak rahasia.

Ini hobi berburu misteri dan hal-hal berbau supra natural sangat mengasyikkan.

Raka, 12 tahun, punya alat pendeteksi hantu dan Vindy yang indigo bisa berkomunikasi dengan makhluk halus.

Mereka menemukan arwah gadis cilik Maria yang kesepian  dan arwah Ani, korban pembunuhan.

Mang Derry (60 tahun), kakek Ani sedang berduka karena tahu ada 2 preman yang mencelakai cucunya.

Endingnya, pelaku pembunuhan Ani ditangkap berkat keberanian 4 Sekawan Anak. Arwah Maria dan arwah Ani kembali ke alamnya.

“Film ini memadukan genre anak dengan petualangan drama, komedi dan horor yang edukatif dan menghibur,” kata sutradara Agus Hendra Jaya.

Sedang sutradara lain Amir Gumay (kakak Aditya Gumay, 61 tahun) wafat di tahun 2025 lalu.

“Jadi ini karya terakhirnya. Semoga bisa terhibur,” imbuh Aditya Gumay yang pernah melambung namanya berkat Lenong Bocah.

Ghost Buzzer diramaikan banyak pemeran anak yaitu Nevan Atallah, Chacha Hits, Rafael Fernando, Claudio Alexandre, Arza Lea Lanastya, Almira Giena dan Derry Sudarisman.

Berdurasi 85 menit dan untuk semua umur, yuk kita ramaikan film anak Ghost Buzzer jelang Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2026. (pik)

402 Rumah Sakit Angker Korea: Para Pemburu Hantu Demi Meraih 3 Juta Penonton

JAYAKARTA NEWS— Sekelompok pemburu hantu yaitu konten kreator dari Indonesia mencoba mencari sensasi di live streaming demi meraih ambisi meraih 3 juta penonton alias Rp 15 M.

Mereka melakukan uji nyali   melakukan pemotretan di sebuah Rumah Sakit Yong Hon yang terbengkelai di Korea Selatan.

Tanpa penerangan dan suasana gelap nan mencekam, satu persatu Yuna,  Adit, Bara, Arum, Yuri, Tyas dan Daeho (orang Korea) memasuki bekas RS tersebut.

Aura mistis dan atmosfir yang berbau busuk segera menyambar 7 orang muda yang nekad dan berani menghadapi ajang uji nyali di negara orang.

Arbani Jasiz sebagai Juna (foto md)

Film berjudul ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ produksi MD Pictures, Umbara Brothers dan Pichouse Films ini disutradarai Anggy Umbara.

“Mengusung konsep ‘found footage’ yaitu para pemeran tak didampingi juru kamera tapi kita lakukan ‘rigging kamera’ yang dipasang di tubuh pemain,” ujar Anggy Umbara kepada penulis dalam acara gala premier di 3 Studio di CGV, Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Alhasil, di film ini digunakan 28 kamera khusus yang benar-benar canggih ‘merekam’ semua suasana dan perilaku para pemeran.

“Uniknya, kita syuting lama tapi mas Anggy tak berteriak ‘Cut !’. Padahal gedung Yong Hon gelap gulita. Kita dibiarkan terus demi menangkap reaksi ketakutan para pemeran,” cerita Arbani Yasiz yang menjadi sosok Yuna.

Di sisi lain, Arbani juga kesal dengan Yuna, tokoh di belakang layar yang berambisi meraih rejeki melalui live streaming.

Di film yang berdurasi 2 jam ini diselipkan atraksi permainan jailangkung (memanggil arwah) dengan bahasa Korea.

Kolaborasi ini sangat memukau meski sempat membawa penonton merinding.

Sutradara dan pemeran (foto arul)

Naskah ditulis oleh Lele Layla, film ini juga sempat tayang di ajang Bifan, Korsel dan sempat memperoleh applause menggemuruh dari penonton dan pengamat film.

“Produser Manoj Punjabi dan saya selaku sutradara memang sengaja mengadaptasi cerita aslinya berjudul ‘Gonjiam : Haunted Asylum yang sukses di Korsel. Di ending ada adegan jumpscare yang tak terduga. Ternyata ada beberapa pengikut sekte sesat yang membuka kedok semua teror di RS tersebut,” ujar Anggy Umbara.

402 Rumah Sakit Angker Korea yang akan  dirilis di bioskop di Indonesia mulai 9 Juli 2026 ini dimeriahkan banyak pemeran yaitu Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Aylena Fusil dan Jang Hansol.

Siap-siap membuat bergidik dan menjerit ketakutan menonton ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ di bioskop seluruh Indonesia ! (pik)

Film ‘Seni Merayu Tuhan’: Kisah Misteri Siksa Kubur

JAYAKARTA NEWS— Allah adalah kekasih tertinggi yang Maha Indah. Manusia menyebut nama Allah lebih intim tidak hanya rutinitas.

Jangan mendikte Tuhan guna mengabulkan permohonan.

Di Islam, dikenal istilah ‘hablumminallah'(hubungan vertikal dengan Tuhan) yaitu salat, puasa, membaca Al Quran, zikir dan berdoa.

Bagaimana cara merayu Tuhan di tengah dunia yang tak pasti ? Baik sama ibu, teman atau pacar ?

Sineas Cesa David Luckmansyah dalam debut penyutradaraannya berjudul ‘Seni Merayu Tuhan’ menjelaskan berbagai masalah ihwal perjuangan dua anak yang terpisah dari ibu mereka akibat sebuah peristiwa.

Diangkat dari buku best seller berjudul sama karya Habib Husein Ja’far Al Hadar, film ini sarat cerita tentang moral dan spiritual.

Foto: Instagram senimerayuTuhan

Hikmah (Ari Irham), pemuda ‘coming of age’ jauh dari nilai agama, suka berontak dan durhaka kepada orang tua.

Mendadak sontak ibu (Rieke Diah Pitaloka) Hikmah wafat.

Dalam mimpinya, Hikmah bertemu ibu  yang ingin lepas dari siksa kubur.

Hikmah seketika insyaf dan sadar. Ia tiba-tiba rajin salat, berzikir dan membaca Al Quran.

“Di film ini, gaya bertuturnya jenaka khas anak muda. Kita mendadak melihat kesalihan Hikmah terhadap agama yang diceritakan secara kontemporer dan kiwari,” ungkap Cesa David dalam peluncuran trailer dan poster di Perpusnas, Jakarta, baru-baru ini.

Penulis buku, Habib Jafar yang lulusan UIN mengaku menulis ceritanya ihwal beragama secara bercanda.

“Panggil aku Habib sineas. Bersama Onadio Leonardo yang Katolik di podcast Login yang juga main di film ini, kami saling berbincang dan berdiskusi secara humor yang tidak kaku dan tegang. Saling toleransi,” jelas Habib Jafar.

Gayung bersambut pendapat Onadio Leonardo yang badannya bertato (eks musikus ‘Killing me Inside’) yang  menghargai temannya yang muslim.

“Saya juga belajar memahami Islam dan ikut puasa Ramadan. Kan isteri saya muslimah yang taat,” terang Onadio yang pernah beberapa kali main film, antara lain ‘Pretty Boys’.

Onadio Leonardo (foto wahana)

Seni Merayu Tuhan yang bergenre drama religi ini akan dirilis di bioskop 13 Agustus 2026 juga dimeriahkan sederet pemeran yaitu Lutesha, Sita Nursanti, Alfie Alfiandy dan Teuku Riyzki.

Produksi Wahana Kreator ini diperkuat Gina S Noer dan Rino Sarjono (produser

eksekutif dan penulis naskah) serta Salman Aristo (produser dan penulis naskah).

Yuk kita merayu Tuhan tapi bagaimana seni nya, tonton saja film ini.

Tertawa dan bercanda adalah ibadah ! (pik)

Film CLBK: Tuntaskan Cinta Masa Lalu yang Belum Usai

JAYAKARTA NEWS— Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) adalah cerita tentang konflik keluarga dan perjalanan cinta yang tertunda. Premis tak biasa ini mempertemukan 2 lansia setelah 50 tahun.

Akung Abi (Slamet Rahardjo) dan nin Sita (Widyawati) menjadi poros utama dan kekuatan film yang disutradarai Ivander Tedjasukmana yang akan beredar 2 Juli 2026 ini.

Kilas balik ke Bandung tahun 1972 alur cerita ke masa muda Abi  (Yusuf Mahardika) yang selalu naik sepeda dan Sita (Gisellma Firmansyah) yang saling pacaran.

Namun, nasib dan takdir bergerak lain.

Pasca 50 tahun setelah jadi kakek dan nenek, Akung Abi dan Nin Sita saling bertemu.

Adu akting lintas generasi dua keluarga ini benar-benar menghadirkan kejutan.

Bukan saja generasi terkini seperti terjadi pada anak-anak mereka yaitu Raka (Iskak Khivano) yang ‘keBapakan’ dan Ambar (Sintya Mariska) yang rupawan, tetapi juga dialami pada Akung dan Nin yang lebih tua.

Raka dan Ambar bertanya apa arti cinta dan bagaimana masa depan kelanjutannya ?

Suasana mendadak terguncang ketika dua keluarga bertemu dan Sita tahu dari foto di dinding bahwa Abi adalah sosok dari masa lalunya yang meninggalkan luka mendalam. Padahal kesalahpahaman ini akibat campur tangan orang tua mereka juga.

Dan Sita pulang membawa dendam. Situasi bertambah rumit karena soal lama yang belum usai muncul lagi.

Abi berupaya minta maaf tapi awalnya Sita menolak.

Bahkan, Raka dan Ambar pun ikut terseret dan diuji.

Cinta lama membuka babak kedua.

Dua keluarga bertemu kembali dan saling membuka dan menerima pintu maaf. Happy ending.

“Ide konflik keluarga ini sudah tercetus sepuluh tahun silam dan baru terealisir tahun ini,” ujar Ivander Tedjasukmana yang juga menulis skenario.

Sependapat dengan produser Yogi Arifiandy dan executive producer Vladimir Rama.

“Kisah kelam nan rumit memang bisa mencuat lagi ketika pikiran panas dan dendam akibat luka membara. Tapi hati harus tetap dingin,” timpal Vladimir Rama yang dulu aktor.

Drama komedi romantis untuk 13 tahun ke atas ini disesaki banyak pemeran senior dan junior seperti Slamet Rahardjo, Widyawati, Iskak Khivano, Sintya Mariska, Yusuf Mahardika, Gisellma Firmansyah, Kiki Narendra, Sarah Sechan, Iyang Darmawan, Annisa Kaila, Febri Khey dan masih banyak figuran lain yang jadi cameo.

Produksi MIR ini diakui menjadi catatan penting bagi pencinta film nasional yang membawa misi ihwal keutuhan keluarga. (pik)