Film ‘The End of Oak Street’: Terlempar ke Era Prasejarah

JAYAKARTA NEWS— Film fiksi ilmiah karya sutradara David Robert Mitchell yang didistrubusikan Warner Bros berjudul ‘The End of Oak Street’ ini menggabungkan unsur drama keluarga, misteri dan survival dengan latar kawasan suburban di Michigan, Amerika pada tahun 80an.

Situasi psikologis dan abstrak menjadi bagian momen cerita seluruh kompleks rumah milik keluarga Platt dan tetangga sekitarnya yang terlempar ke zaman purba/era prasejarah.

Melalui worm hole (lubang cacing), terowongan teoritis bisa melompat dalam ruang dan waktu ke tempat jauh di alam semesta.

Rumah dan mobil utuh tapi seluruh lingkungan berubah total.

Mendadak ada dinosaurus yang sangat natural menyerbu pinggiran kota terseret dalam era prasejarah akibat kekacauan kosmis.

Tidak hanya dinosaurus, binatang purba nan ganas dan pemakan manusia siap memangsa siapa saja yang ditemui di komplek rumah tapi juga makhluk aneh lain.

Ada Allosaurus, buaya, burung raksasa dan ular laut berkeliaran mengerikan.

Keluarga Platt yang menjalani kehidupan biasa di Oak Street menemui fenomena misterius dan terjadi pada suatu malam yang mengubah kehidupan mereka.

Dalam sekejap tempat tinggal Platt berpindah dari lokasi yang kenal keluarga dan tetangga ke lokasi asing yang dihuni makhluk prasejarah.

Kelucuan juga terjadi saat Greg Platt melihat dua makhluk dinosaurus sedang kawin di halaman rumah dan Denise Platt, isterinya, sempat memotretnya dengan latar dinosaurus tersebut.

Seni peran pemeran utama Ewan McGregor dan Anne Hathaway bermain apik dan pas.

Juga pemeran anak dan senior Meisy Stella, Christian Convery dan Jordan Alexa Davis, Pilot Bunel dan Bethany Anne Lind bermain secara visual enak dipandang. Dialog-dialog pemeran anak selalu mengundang tawa renyah penonton.

Ending yang menggantung (open ending) dengan twist nan terbuka memungkinkan film ini dibuat sekuel nya.

Di benua Amerika dan Eropa serta di kawasan Asia khususnya Indonesia, tayang secara global pada musim panas ini.

The End of Oak Streetb produksi rumah produksi Bad Robot milik J.J. Abrams dan Jackson Picture ini dikurasi untuk Semua Umur menjadi tontonan yang menyegarkan dan menyenangkan.

Memang masih terseok lama mengejar kesuksesan box office (bo) ‘Spider Man: brand new day’ dan ‘Odissey’, tapi siapa tahu ?

Film adalah pertaruhan ‘judi’ yang menggemaskan. (pik)

Pekan Diskusi Film Indonesia Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI

JAYAKARTA NEWS – PT Avatara Lintas Media bersama PFN Heritage menyelenggarakan Pekan Diskusi Film Indonesia dalam rangkaian Kreatif Merdeka Carnival 2026 dengan mengangkat tema “Diskusi Film Animasi & Digital AI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Tangan Kreatif, Bantuan Digital: Animator di Era AI” tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia film, animasi, dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sebagai sarana berekspresi dan berkarya di era digital.

Direktur PT Avatara Lintas Media sekaligus Ketua Panitia, Herty Paulina Purba, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dengan para praktisi industri kreatif agar memahami peluang yang muncul dari perkembangan teknologi digital.

“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk belajar, berdiskusi, sekaligus mengenal lebih dekat dunia perfilman dan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk melahirkan karya-karya kreatif,” ujar Herty.

Contoh film animasi karya Andara Fembriarto dari Cipak Cipuk

Ketua Diskusi Film, Liza Maria, menambahkan forum tersebut sengaja dibuka bagi peserta mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa. Menurutnya, diskusi nonformal dapat menjadi media untuk mengembangkan kreativitas melalui animasi dan teknologi AI.

“Melalui digital AI dan animasi, kami berharap generasi muda, khususnya anak-anak, mendapatkan wawasan nonformal sekaligus ruang untuk menumbuhkan kreativitas, mengekspresikan kemampuan, dan mengembangkan bakat mereka,” kata Liza.

Sutradara dan Penulis Animasi Cipak Cipuk, Andara Fembriarto, menilai AI mampu membuka peluang baru dalam proses produksi animasi. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut harus digunakan tanpa menghilangkan identitas kreator.

“AI tentu dapat membantu proses pembuatan animasi, tetapi jati diri dan karakter kreator harus tetap dijaga agar karya memiliki keunikan,” jelas Andara.

Pandangan serupa disampaikan Dosen Film & TV IKJ sekaligus Ketua PROSSESI DPBKI, Danu Murti, S.Sn., M.Sn. Menurutnya, AI merupakan alat pendukung yang tidak dapat menggantikan imajinasi, ide, dan kreativitas manusia.

“AI berfungsi untuk membantu kita, tetapi tetap harus ada imajinasi dan ide manusia untuk mewujudkan cita-cita menjadi sebuah karya seni,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Konten Kreator Indonesia (AKKI), Adhi Rachman, menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai AI agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menghasilkan animasi dan konten digital berkualitas.

“Dalam acara ini kita belajar bagaimana dari dasar, dari akar untuk membuat AI yang bagus, yang bisa layak untuk sosial media dan lain sebagainya,” tutur Adhi.

Rangkaian Kreatif Merdeka Carnival 2026 berlangsung selama sepekan dengan berbagai agenda diskusi, mulai dari film anak, film inklusi, animasi dan digital AI, hingga film horor. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta setiap hari dan terbuka bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Selain diskusi film, acara ini juga menghadirkan suasana karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lengkap dengan wahana permainan seperti bianglala, kora-kora, ontang-anting, serta bazar dan UMKM yang dapat dinikmati masyarakat. (pik)

Film ‘Dan Bandung’: Perjalanan Cinta Dua Remaja yang Penuh Dinamika Keluarga

JAYAKARTA NEWS — Sutradara Rudi Soedjarwo kali ini mengangkat kisah perjalanan cinta 2 insan remaja yang menghadapi dinamika keluarga, perjuangan hidup dan pentingnya pendidikan di tengah suasana syahdu dan hangat di Bandung.

Adaptasi novel karya Pidi Baiq dengan judul sama ‘Dan Bandung’ menceritakan Basil (Samo Rafael), mahasiswa Seni Rupa dari keluarga sederhana mencintai Amel (Shanna Shannon), mahasiswi Farmasi dari keluarga kaya yang pemalu dan introvert.

Namun, cinta beda strata ini terhalang restu orang tua.

“Film terbaru saya juga berfokus pada sentuhan magis ihwal cinta dari banyak cerita drama romantis dan fenomena klasik tentang cinta,” ujar Rudi Soedjarwo.

Rudi Soedjarwo (foto indonesianfilmcenter)

Di beberapa frame terutama di ending, ada unsur nostalgia Ada Apa dengan Cinta (AAdC) yaitu adegan ikonik cewek berlari mengejar kekasihnya. Meski Amel tak bersua Basil di suatu sudut alun-alun Bandung.

“Saya menyukai adegan lari-lari di film. Adegan berlari ini simbolisasi harapan mengejar masa depan,” cetus Rudi Soedjarwo kepada penulis usai galprem di Jakarta.

Penonton tentu masih ingat film ‘Mengejar Matahari’ (2004) dan ‘In the Name of God’ serta yang ikonik dan happy ending yang semua karya Rudi Soedjarwo.

Produksi Verona Picture yang akan tayang 20 Agustus 2026 di bulan Proklamasi Kemerdekaan RI ini pastinya semua unsur menyatu : ya manis, pahit dan luka.

Spesial menyambut bulan Kemerdekaan yang benar-benar tidak instan ini akan tayang serentak di bioskop di Bandung (‘Dan Bandung Day’) tanggal 15 Agustus 2026 dan ditetapkan gala premier nya di Ciwalk XXI, Bandung. Dan beberapa artis bakal hadir menghangatkan ‘Paris van Java’ kota kembang Bandung.

Sederet pemeran senior dan junior memeriahkan Dan Bandung yaitu Samo Rafael, Shanna Shannon, Razan Zu, Paul Aro, Keisya Levronka, Donny Damara, Nugie, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah dan Benny Swapa

Dan Bandung benar-benar menjadi Dan Meriah, Dan hangat dan Dan romantis

Plus harapan penulis: Dan Box Office (pik)

‘Ketok Mejik’: Drama Komedi Dibalut Humor Segar Khas Komika

JAYAKARTA NEWS— Ketok mejik adalah teknik perbaikan mobil secara tradisional dengan mengandalkan keahlian tangan yang menggunakan alat-alat sederhana seperti palu, lempengan besi (teter) dan kawat penarik.

Ketok mejik yang konon berasal dari Blitar ini bersifat rahasia dan tertutup, kepekaan pendengaran,  mengandalkan intuisi dan perasaan si tukang.

Berbeda dengan teknik reparasi mobil modern yang mengandalkan komputer, ketok mejik selalu dijaga keasliannya oleh para ahli dan tukang.

Ben (Ananta Rispo), pemilik bengkel, dihantui azab kubur dan dililit hutang bertumpuk melawan seorang pengusaha serakah.

Ananta Rispo (foto keluarga)

Bersama 2 teman SMAnya yang menjadi karyawan setianya yang absurd bernama Made dan Saged, Ben menerima warisan sebuah palu sakti dari kakeknya yang bisa menyelamatkan nasibnya.

“Tukang ketok mejik adalah fenomena pahlawan rakyat sehari-hari yang kini masih bertahan keasliannya di tengah gempuran modernisme,” ujar sutradara Yogi S Calam ketika galprem film ‘Ketok Mejik’ yang akan dirilis 13 Agustus 2026 di seluruh Indonesia.

Ini debut anak didik Hanung Bramantyo dalam blantika perfilman nasional yang sedang marak ini.

Bergenre drama komedi, film yang diproduksi Haha Production, AZ Films dan Kita Films ini beralur cerita menarik yang dibungkus humor segar khas komika Tanah Air.

“Ini pertama saya jadi pemeran utama. Saya harus keluar dari zona nyaman sebagai finalis Stand Up Comedy Kompas TV. Lumayan banyak dramanya dan saya harus jalanin cerita drama yang di awal ada kendala. Saya kan komedian dan perlu belajar lagi,” ungkap Ananta Rispo jujur kepada penulis.

Ersya Aurelia sebagai anak pengusaha tampil menawan (foto facebook)

Ananta Rispo mengaku ditampar lawan mainnya, komika Dodit Mulyanto yang didapuk jadi Saged saat syuting.

“Ramparannya keras sekali dan diretake (diulang). Sakit sih. Tapi ini kan demi profesionalisme,” akunya tertawa.

Lain lagi pengalaman aktor Tarra Budiman yang jadi Made, orang Bali.

“Logat tiyang Bali rada susah dan njlimet bagi saya yang biasa mukim di Jawa. Ada saja dar der dor nya. Saya enggak bisa menahan tawa,” cerita Tarra Budiman.

Ketok Mejik diramaikan banyak komedian dan aktor berpengalaman seperti Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Lolox, Asri Welas, Arie Kriting, Ersya Aurelia, Berlliana Lovell, Agus Kuncoro dan masih seabreg pemeran lain yang mengisi ruang film ini.

Banyak adegan lucu dan segar yang tak terduga. Ada tokoh koboi lokal, musik dangdut dan peristiwa humor yang mengundang cekikikan penonton.

Endingnya penampilan sekejap Asri Welas tanpa dialog,

Si misterius penerus dan pewaris Kakek ‘ketok mejik’ ini membawa sinyal positif ke sekuel 2.

“Saya akan melanjutkan ke Ketok Mejik 2,” janji sutradara Yogi S Calam. (pik)

Film ‘Seni Merayu Tuhan’: Perjalanan Spiritual Mencari Makna Keimanan dan Keikhlasan

JAYAKARTA NEWS— Disutradarai Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film ‘Seni Merayu Tuhan’ (SMT) menawarkan drama ‘coming of age’ dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda.

Produksi Wahana Kreator Nusantara ini diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar berkisah tentang Hikmah (Ari Irham) ‘pemuda tersesat’ seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, dan bukan menghakimi.

Film ini juga mengajak penonton untuk bertumbuh seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.

“Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisahnya bagaimana kita juga bisa mencintai sesama dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat film,” ujar Cesa David.

Jujur, SMT memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat.

Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga.

Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.

Sementara itu, bagi Habib Jafar, SMT diharapkan juga menjadi karya yang juga bisa membawa penonton bisa berefleksi.

Makna SMT disebutkan sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju.manusia yang lebih baik.

“Saya berharap setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua dan sebagai dirinya sendiri. Detik ini akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan,” ungkap Habib Jafar yang lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ari Irham yang memerankan Hikmah, menjelaskan di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk antara anak dan ibunya.

“Mungkin kita kerap terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate,” ujaf Ari Irham.

SMT dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar,  Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama dengan produser eksekutif Gina S.Noer dan Orchida Ramadhania. SMT akan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. (pik)

Locker: Band Campuran Ceco Pengusung Pop Kreatif

JAYAKARTA NEWS— Locker adalah almari kecil berkunci tempat menyimpan sesuatu. Tapi Locker yang satu ini band campuran 3 cewek dan 2 cowok (ceco) pengusung genre pop kreatif.

Baru berdiri Mei 2026 di Jakarta. Jadi belum seumur jagung..

Awalnya 2 band.

Namira cs mau mendirikan band perlu gitaris, basis dan drumer.

Di pihak lain, Adriell dan Mikail sedang mencari vokalis dan keyboardis.

Bertiga bertemu di suatu tempat dengan visi sama.

Berlima pelajar sekolah ini mulai terpikir membangun sebuah band.

Mereka jamming bareng.

Dan puncaknya tanggal 2 Agustus 2026 di Pawon Bukit Bintang, Tebet Timur Dalam Raya 1, Jaksel, resmi berdiri sebuah band baru.

Mengibarkan bendera ‘Locker’, 5 musisi remaja ini menggebrak 5 lagu plus 1 lagu tambahan.

Locker digawangi Mikail (bas, 1 SMA Labschool Rawamangun), Egy (vokal,  2 SMA 37), Namira (keyboard, 2 SMA 79), Riell (gitar, 2 SMA Al Azhar Kemang Pratama) dan Symphony (drum, 6 SD Marsudirini Matraman).

Locker ‘in action’ (foto arul)

Mengusung banyak irama musik ya pop, rock, metal, jazz dan KPop.

Saat melantunkan nomor ‘Sinaran’ milik Sheila Majid, harmoni dan nada musik nya dibuat ngerock keras.

Demikian tatkala Egy menggebrak lagu ‘Trapped’ dan ‘Are U Still Here’, irama dan biramanya berfokus ke hingar bingar dentuman musik cadas.

Stage act Mikail pada bas  yang berjingkrak manis dan menggoyangkan instrumennya pas dan enak dilihat.

“Daripada susah diingat, kami sepakat memberikan nama Locker. Ya tempat menyimpan sesuatu yaitu musik yang perlu disebarluaskan ke penjuru Republik ini,” ungkap Egy, vokalis yang tetap rancak dan lincah meski keringat telah bercucuran usai unjuk diri.

Di bawah manajemen AZ Production dan pembina, produser, music director dan guru musiknya adalah Harry Toledo.

Locker (foto az)

“Kami mau menangani dan mengajak Locker rekaman karena semua personelnya punya tekad dan obsesi sama : memajukan musik Indonesia,” ujar Harry Toledo yang pernah memperkuat di instrumen basis di band Soul Emotion, Cherokee dan Bali Lounge.

Dia rekan di musik jazz bersama Yance Manusama dan Mates.

Harry Toledo belajar alat bas gitar pada usia 11 tahun dan pernah tampil di Prambanan Jazz Festival.

Go International ?

“Itu jadi niat dan tujuan kami,” jawab Harry Toledo optimistis.

Wait and See !  (pik)

Spider Man Brand New Day: Terseret Konflik Baru

JAYAKARTA NEWS— Destin Daniel Cretton menyutradarai film waralaba Spider Man berjudul ‘Spider Man: Brand New Day’ yang dirilis di AS 31 Juli 2026 sedang di Indonesia maju dirilis 29 Juli 2026.

Diadaptasi dari karakter Spider milik Marvel Comics, produksi Columbia Pictures, Marvel Studios dan Pascal Pictures (distribusi oleh Sony), ini adalah film ke 4 tentang Spider Man dan film ke 38 dalam Marvel Cinemate Universe (MCU).

Dan film ini menjadi paling sukses box office yang menghasilkan hampir 2 M $ diseluruh dunia. Di Indonesia saja, sejak opening day hari pertama, Spider Man telah menggiring 592.434 penonton ke bioskop.

Film tentang pahlawan super AS manusia laba-laba ini menjadi ikonik film terbaik dan paling menyenangkan, meski tak luput juga dari kritik beberapa media terkenal, dikatakan ceritanya terlalu bertele-tele dan melelahkan.

Di film ini, tampilan solo ke 4 dari aktor Inggris, Tom Holland (paska Spider Man: No Way Home), yang menjalani kehidupan sendiri di New York setelah lepas dari orang-orang yang telah hilang, termasuk pacarnya MJ (Zendaya) dan sobat karibnya, Ned (Jacob Batalon).

Tom Holland sebagai Spider Man (foto marvel)

“Kali ini, Peter Parker alias Spider Man terseret konflik baru yang melibatkan Departemen Pengendali Kerusakan, lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dan ditanganinya yang datang dari dampak pertempuran para Superhero,” kata Destin Daniel Cretton.

Musuh-musuh villain (penjahat utama) Spider Man ada yang termasuk ‘tokoh lama’ dan ‘sosok baru’ seperti Scorpion, Savage Hulk, The Hand, Ramrud, dan penjahat tambahan seperti Boomerang, Tarantula, Tombstone dan Ninja serta munculnya karakter misterius Sadie Sink.

Musuh-musuh ini datang dari organisasi kriminal yang berhubungan dengan jaringan penjahat.

“Yang unik, di sini Spider Man terlibat duel sengit dengan barisan Ninja bernama The Hand mistis dari Jepang berkostum merah dan memiliki ilmu sihir yang bersekutu dengan penjahat dan pembunuh bayaran kota New York,” papar Destin Daniel Cretton mantap.

Selain itu, pasutri Tom Holland (30 tahun) dan Zendaya (29 tahun), blasteran AS, Jerman, Afrika dan Skotlandia juga hadir. Zendaya berperan sebagai MJ alias Mary Jane Watson, jurnalis investigasi Daily Bugle selalu bahu-membahu bekerjasama dengan Peter Parker/Spider Man.

Tom Holland dan isteri, Zendaya (foto columbia)

Kemunculan pemeran lain diantaranya Jon Bernthal, Michael Mando, Mark Ruffalo, Jacob Batalon juga banyak lagi selalu membawa atmosfir menyegarkan.

What next ?

Tunggu dulu. Ada 1 post credit  di ending yang hanya 1 point : Spider Man akan kembali !

Tahun 2030 ? (pik)

“Gondrong” Gunarto Jadi Ambassador SIPA 2026

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan “Gondrong” Gunarto sebagai Ambassador SIPA 2026 dalam Press Conference yang diselenggarakan di Loji Gandrung Kota Surakarta.

Kehadiran ambassador ini menjadi bagian dari upaya SIPA untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat identitasnya sebagai panggung seni pertunjukan bertaraf internasional.

“Gondrong” Gunarto dipilih sebagai Ambassador SIPA 2026 karena kiprah dan dedikasinya yang luar biasa dalam dunia musik, khususnya musik kontemporer dan eksplorasi gamelan.

Sosoknya dinilai mampu merepresentasikan semangat SIPA yang menjunjung tinggi keberagaman, inovasi, serta keberlanjutan budaya Indonesia di kancah global. Penunjukkan “Gondrong” Gunarto sebagai

Ambassador SIPA 2026 mempresentasikan semangat SIPA yang tidak hanya berakar pada tradisi, tetapi juga terus bergerak melalui eksplorasi dan inovasi

Lahir di Ngawi, Jawa Timur, “Gondrong” Gunarto merupakan musisi dan komposer yang telah aktif berkarya sejak tahun 1990-an. Berangkat dari latar belakang keluarga seni tradisional, ia mengembangkan eksplorasi lintas genre yang memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga melahirkan karya-karya musik kontemporer yang unik dan eksperimental.

Sepanjang karirnya, ia telah tampil di berbagai festival internasional bergengsi seperti World Gamelan Festival di Malaysia, Sapporo Music Festival di Jepang, hingga pertunjukan di Eropa dan Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadikannya sebagai salah satu seniman Indonesia yang konsisten membawa gamelan dan musik tradisional ke panggung dunia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta, bapak Maretha Dinar Cahyono, S.E. dalam sambutan nya mengatakan “Kami mendukung penuh penyelenggaraan SIPA, karena merupakan salah satu event ikonik Kota Surakarta yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Kehadiran SIPA tidak hanyalah menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan potensi UMKM lokal, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata. Kami juga bangga karena SIPA termasuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN), yang semakin menguatkan posisinya sebagai event unggulan berskala internasional.

“Gondrong” Gunarto dalam presscon menegaskan “Bagi saya, musik adalah ruang eksplorasi yang tidak memiliki batas.” Ia menambahkan “Melalui SIPA, saya melihat adanya ruang kolaborasi yang mempertemukan seni lintas generasi, dimana karya yang dihadirkan dapat dinikmati baik oleh generasi muda maupun yang lebih tua”

Direktur SIPA, Dr. R. Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., turut menyampaikan bahwa pemilihan ambassador tahun ini “SIPA 2026 memilih Gondrong Gunarto karena dedikasi dan karya-karyanya di musik kontemporer Indonesia yang bisa diterima oleh semua kalangan baik tua maupun muda”.

SIPA 2026 akan kembali diselenggarakan di Pamedan Pura Mangkunegaran Surakarta, sebagai pusat perhelatan seni yang menghadirkan seniman dari berbagai negara. Mengusung “Kinetic Kinship : Beyond Boundaries”, festival ini akan menghadirkan beragam rangkaian acara mulai dari pertunjukan seni, kolaborasi internasional, hingga pemberdayaan UMKM.

Acara press conference ini dihadiri oleh berbagai media partner serta pemangku kepentingan yang turut mendukung penyelenggaraan SIPA 2026. Diharapkan, kehadiran “Gondrong” Gunarto sebagai ambassador mampu menjadi inspirasi sekaligus penghubung antara seni tradisional dan generasi masa kini. (*)

12 IPA 4: Romantisme SMA Menghadapi Stigma dan Menemukan Cinta

JAYAKARTA NEWS— WeTV kembali menyajikan serial drama remaja Indonesia setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 mulai 24 Juli 2026.

Berjudul ’12 IPA 4′, produksi Unlimited Production yang disutradarai Dinna Jasanti ini sebanyak 8 episode berkisah tentang pengalaman emosional intens, persaingan klub tari, pengkhianatan dan pencarian jati diri yang relevan dengan generasi muda.

“Serial ini menyoroti kisah masa SMA, persahabatan, cinta di luka yang retak, konflik keluarga,  dinamika kelas yang unik,”  cerita Dinna Jasanti.

Ada dramanya dan pengalaman bolos bareng.

Dibintangi 3 pemeran yaitu Nayla Purnama, Junior Roberts dan Sandy Pradana.

12 ipa 4 (foto instagram)

“Ingat masa sekolah SMA. Saya baru lulus tahun lalu. Banyak sekali kejadian nakal dan lucu. Misalnya bolos bareng,” ungkap Nayla Purnama yang jadi Bendahara sekolah dan berperan sebagai Hannin dan kembarannya yang wafat, Hanna.

Junior Roberts yang didapuk jadi Jarvis dan  mendapat istilah ‘sang popular boy’ dan suka memberontak.

Sebaliknya, Sandy Pradana jadi musikus, misterius.

“Ada cinta segitiga yang unik. Saya berprofesi musikus tapi sifatnya misterius. Dingin begitu namun memendam perasaan rindu,” jelas Sandy Pradana blak-blakan.

Produser WeTV, Febriany Hutapea mengaku luar biasa selama syuting ada chemistry dan persahabatan antara pemeran dan kru.

Juga Oswin Bonifanz selaku produser eksekutif. “Berdurasi 60 menit, semoga cerita serial ini bisa diterima penonton di rumah,” harapnya.

Diadaptasi dari novel karya Rieke Agnes dan skenario ditulis Vera Warida, cerita nya mengalir runtut dan tak membosankan. Ada unsur humornya juga.

Penata musik ditangan Rico Hutajulu dan lagu pembuka berjudul ‘Ingatlah Hari Ini’ lantunan Project Pop cukup indah memperkuat serial ini.

Sebagai bukti, ketika di acara press screening di XXI Epicentrum Walk, Jakarta, jurnalis dan undangan terhanyut dan menikmati dengan nyaman (pik)

Sahabat Anak Dirilis di Hari Anak Nasional

JAYAKARTA NEWS— Hari Anak Nasional (HAN) dirayakan di Mal Bassura, Jakarta Timur, Kamis (23/7) kemarin. Ada musik, tari, diskusi dan pemutaran teaser film ‘Sahabat Anak’ produksi Heart Pictures dan Rumah Semut Films di atrium. Lagu dihadirkan yang menjadi soundtrack film tersebut.

Lanjut pertunjukan spesial di studio 5 yang dihadiri  produser Herty Purba, sutradara Acho Bahtiar dan pemeran yaitu Kak Seto Mulyadi, Ajil Ditto, Afsheena Zerina, Revan Hadi, Jabez Immanuel dan Rasya AT.

Film ini bercerita tentang Dela (Lutesha), pelatih seni muda penuh semangat yang menerima tantangan untuk menggelar pentas seni bagi anak-anak bersama Kak Seto di Gedung Miss Tjitjih.

Dela membimbing 4 anak didiknya yaitu Lin, Fikri, Hadi dan Josh yang punya perjuangan untuk menggapai cita-cita mereka.

Sahabat Anak (foto heart)

“Di film ini kita juga akan melihat kisah Kak Seto muda (diperankan Ajil Ditto), perjalanan beliau yang penuh kegagalan dan pengorbanan sampai akhirnya dikenal sebagai ‘Sahabat Anak Indonesia’,” kata sutradara Acho Bahtiar kepada penulis.

Produser Herty Purba sependapat.

“Mendedikasikan diri untuk dunia anak itu bukan perjalanan yang instan tapi lahir dari ketulusan dan keteguhanĺ hati,” papar Herty Purba.

Ceritanya sangat musikal dan fresh (skenario ditulis Yan Wijaya dan dia ikut main sebagai Dirut TVInd) dengan drama keluarga yang inspiratif.

Juga, diangkat kembali lagu anak jaman dulu karya Pak Kasur. “Kami juga menciptakan 4 lagu OST yang dibawakan langsung oleh para pemeran,” timpal Suryo Prasojo, anak ke 4 almarhum pak Kasur dan bu Kasur yang juga ikut main

Endingnya, Kak Seto bernyanyi lagu ciptaannya yang populer ‘Si Komo’ bersama boneka Si Komo puncak Monas diiringi band J Rocks.

Yang unik, boneka si Komo bisa bicara dan melucu karena dikerjakan secara animasi.

HAN adalah momentum guna mengingatkan kita semua bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang serta mendapatkan ruang untuk belajar, bermain dan bermimpi. (pik)