Film Rompis, Berharap Ikuti Sukses Versi Layar Kaca

 Film Rompis, Berharap Ikuti Sukses Versi Layar Kaca

 

SELAMA  masa penayangan periode Februari hingga Agustus 2017, sinetron Roman Picisan berhasil menyita perhatian jutaan pemirsa. Tidak mengherankan  apabila kemudian dibuat versi layar lebarnya. Sentuhan lainnya adalah, dari aspek judul, ia  mengalami  perubahan  menjadi Pompis, kependekan dari Roman Picisan.

Sinetron Roman Picisan yang tayang di salah satu tv swasta itu, sempat menyodok perhatian pemirsa di seluruh Indonesia.

Sebenarnya, beberapa sinetron suskes yang diangkat ke layar lebar pada umumnya  tidak mengalami perubahan judul. Sebut saja Suami-Suami Takut Istri, atau Di Sini Ada Setan. Mengapa untuk film ini judulnya berbeda dengan sinetron yang menjadi rujukannya?

“Bagi yang menonton sinetronnya, sinetron itu lebih dikenal dengan singkatan Rompis. Ketika jadi film, kita set up dengan judul ROMPIS biar orang langsung ingat,” jelas  eksekutif produser Rompis, Toha Essa.

Selain itu, perubahan judul dilakukan supaya memudahkan banyak orang terhubung ke film ini ketika melakukan pencarian di Google. Karena bila memakai kata kunci Roman Picisan, yang muncul malah melebar ke mana-mana, sehingga info kurang tersampaikan.

“Kalau di-search di Google pakai keyword Rompis bisa langsung dapat ke filmnya. Kalau pakai Roman Picisan itu akan banyak, sementara kalau search Rompis akan langsung menuju ke film ini. Ini memang termasuk strategi juga agar fokus,” kata  Toha.

Cerita dalam film ROMPIS merupakan pengembangan versi sinetron yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Eddy D Iskandar. Menyorot hubungan Roman (Arbani Yasiz) dan Wulan (Adinda Azani) yang dihantam kehadiran orang ketiga ketika Roman melanjutkan studi ke Belanda dan terpikat dengan gadis Indonesia di kampusnya, bernama Meira (Beby Tsabina). ***

Laporan: Ipik Tanoyo

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *