Roy Ricardo rilis single ‘Barang KW’

SETELAH sukses  dengan single sebelumnya yang bertajuk “Cantik Canti Woof”, Roy Ricardo kembali menemui penggemarnya melalui single berjudul “Barang KW”.

Single ini menonjolkan karakteristiknya dengan lirik kontroversial, mengenai fenomena sosial yang mendapat perhatian masyarakat luas.

“Barang KW ini ngomongin realitas yang ada di sekitar gue. Banyak yang pengen keliatan keren, tapi pake barang KW, nggak beli yang asli. Mau kaya atau miskin, mereka sukanya beli barang palsu,” katanya.

“Sekarang barang palsu udah mirip banget sama yang asli.  Jadi, kita mesti pinter-pinter kalau beli barang. Pesan yang mau gue sampaikan dari lagu ini adalah, mendingan beli barang murah tapi asli, daripada mahal terus palsu,” tutur Roy.

Roy memulai karirnya sebagai salah satu groundbreaking grup R-Project. Sebagai individu, Roy  dikenal sebagai seorang rapper di Indonesia. Selain bermusik,  Roy juga produktif  dalam membuat berbagai konten menarik di sosial media.

Pada tahun 2010 dia melakukan langkah besaer.  Roy mengubah  Hip-Hop, R&B, Electro Dance, Pop Scerne yang ada di Indonesia. Dia punlah yang membuat industri musik  memandang genre tersebut sebagai sebuah genre musik yang serius.

“Semalam Bobo Dimana” menjadi singke kontroversial. Lagu inilah yang menarik  banyak  perhatian publik,  dan melambungkan karirnya sebagai artis hip hop.

Lagu banyak digemari  adalah “Panjat Sosial”. Dalam lagu ini ia berkolaborasi dengan selebgram Lula Lahfah & Gaga Muhammad. Single ini  sempat viral dan ditonton  hingga 11  juta  netizen yang menggemari  Youtube. [Ipik Tanoyo] 

 

Padi ‘Reborn’ bersatu kembali

SETELAH lebih dari satu dekade vakum merilis album sejak ‘Tak Hanya Diam‘ (2007), grup band Padi berencana  merilis album di akhir tahun 2018 ini.

“Rencana album pasti ada. Tahun ini kita mau mulai lagi workshop, bikin album, dan insya Allah akhir tahun kita bisa keluar album atau single,” ujar Fadly, sang vokalis saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, baru baru ini.

Apakah ke depannya mereka akan kembali konsisten berkarier di industri musik, Fadly pun membenarkan hal tersebut

“Karena kita punya komitmen untuk mulai dari nol ya. Dengan semangat yang full,” ujarnya.

Mengenai apakah pemakaian kata ‘Reborn‘ akan terus melekat di nama Padi, Fadly mengaku pihaknya belum memutuskan mengenai hal tersebut. Apakah akan berganti nama menjadi Padi ‘Reunion’ atau tetap mempertahankan nama Padi saja, masih dipikirkan.

Band rock yang terbentuk di Surabaya pada 8 April 1997 ini akan tampil di Inbox SCTV, live di Pasuruan(Jatim), Sabtu (11/8) pukul 12.30 WIB.

Selain itu, Padi juga akan menggebrak Soundrenaline di GWK, Bali, 8 dan 9 September 2018. Saat ini, formasi Padi masih seperti dulu : Piyu gitar, Ari gitar, Yoyo drum, Rindra bas dan Fadly vokal. [Ipik Tanoyo]

 

Alasan produser Terminator bela-belain datang ke Indonesia

PRODUSER film laga kenamaan, Mario Kassar, yang antara lain sukses menggarap  film Terminator dan Rambo, bela-belain datang ke Indonesia. Ada apa kiranya?

Produser yang bernaung di  bawah  bendera Red Eye Pictures ini, rela datang jauh-jauh dari negeri Paman Trump, tak lain untuk menggarap film teranyar yang amat menantangnya,  Foxtrot Six.

Film tersebut, penyudradaraannya diserahkan kepada  Randy Korompis. Randy adalah sineas asal Indonesia yang bermukim di Los Angeles. Bagaimana kisah pertemuan Randy dengan Mario?

“Tidak sengaja, ada teman saya yang menelepon katanya ada orang bernama Randy dari Los Angeles dengan skenario ini mencari seseorang untuk membuat film. Lalu dia datang ke rumah saya di Los Angeles dan saya membaca skenarionya. Saya suka dan akhirnya berbicara dengannya. Saya tertarik dan datang ke Indonesia,” ujar  Mario di MD Place,  Rabu (8/8/2018).

Sutradara Randy Korompis bersama produser Hollywood, Mario Kassar.

Awalnya, mereka bertemu pada tahun 2015. Butuh waktu hingga tiga tahunan, hingga film Foxtrot Six tergarap.

Untuk karya besar ini, keduanya melalui proses produksi selama satu tahun. Syuting filmnya sendiri memerlukan waktu tiga bulan. Selanjutnya, siisa waktu digunakan untuk menggali ide cerita dan pemantapan naskah.

Menurut Randy,  ia telah mengonsep ide cerita  sejak 2010. Mengapa memerlukan waktu lama? Tidak lain karena Randy   melibatkan script doctor atau  kurator naskah. Paling tidak,  Randy tiga kali membawa naskahnya ke sript doctor.

“Ini film yang cukup sulit pengambilan gambarnya, 600 adegan efek visual. Film ini jika dibuat di Amerika bisa memakan biaya USD25-35 juta,” terangnya.

Selain memproduseri film ini, Mario juga  mempromosikan  Foxtrot Six di mancanegara. Khusus untuk  penyebaran di Indonesia,  Red Eye Pictures menggandeng MD Pictures.

Yang menarik, film Foxtrot Six ini menggunakan tim produksi, aktor dan latar tempat dari Indonesia. Untuk dialognya,  menggunakan bahasa Inggris dengan  subtitle bahasa Indonesia. Film bergenre hybrid perdana di Indonesia ini sengaja diproduksi untuk membidik pasar internasional.

Para aktor  yang mendukung  film action yang dipadu dengan  kisah drama ini antara lain Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Mike Lewis, Arifin Putra, Edward Akbar, Miller Khan, Julie Estelle dan Aurelie Moereman.

Film Foxtrot Six rencananya akan  tayang di bioskop-bioskop di tanah air  pada 2019. Sedangkan penyebaran penayangan skala global akan dilakukan setelah tayang di Indonesia.***

Denny Sumargo Lamar Puteri Konglomerat Media

Denny Sumargo Lamar Puteri Konglomerat Media-istimewa

Kabar mengejutkan datang dari aktor Denny Sumargo, aktor film dan pebasket nasional. Sering diejek karena status single-nya yang awet, ia tiba-tiba mengunggah fotonya dengan seorang perempuan.Dalam unggahannya, ia terlihat memeluk seorang wanita sambil memegang cincin. Belakangan, diketahui bahwa ia telah bertunangan dengan Dita Soedarjo.

Ia adalah putri bungsu dari pasangan Soetikno Soedarjo dan Dian Muljadi. Soetikno Soedarjo selain berbisnis media di MRA Group, juga berbisnis perhotelan. Dita mengurus perusahaan es krim Häagen Dasz Indonesia di bawah MRA Group milik sang ayah.

Image ‘sosialita’ melekat erat pada diri Dita. Meskipun demikian, lulusan Fashion Institute of Design & Merchandising Los Angeles, California ini bukan sembarang sosialita. Dita terbukti tak hanya mengandalkan bisnis orangtua. Kurang apa lagi coba?

 

Viral,Gadis Iran yang Dipermak Jadi Angelina Jolie

APAKAH  Anda ingat seorang gadis ‘zombie’ remaja Iran, yang menjalani 50 operasi dalam upaya untuk terlihat seperti bintang favoritnya Angelina Jolie? Ya, cerita yang sama yang ternyata menjadi berita hoax pula.

Nah, Sahar Tabar (20),  gadis Iran tersebut, kembali menjadi viral di internet. Gara-garanya, ia memposting foto-foto barunya. Tapi, yang menarik publik itu lebih karena foto-foto yang dia rilis di Instagram,  berbeda.

Ya, gadis itu telah memposting foto aslinya di Instagram dan Anda pasti tidak ingin melewatkannya.

 

Sahar Tabar mengakui telah melakukan operasi untuk operasi hidung, lip-filler supaya bibirnya lebih berisi/ seksi, dan liposuction (sedot lemak). Menurut Sahar, dirinya  sama sekali tidak berusaha untuk terlihat seperti Angelina Jolie. Selain itu,  sebagian besar penampilannya yang lain dalam instagram tersebut hanyalah makeup dan photoshop editing.

Dia juga merilis dua fpto riel dirinya. Dalam gambar aslinya (kiri) dia memiliki rambut panjang dan gelap, mata cokelat, dan bibir yang lebih kecil. Sementara dalam versi rias wajahnya, Sahar  memakai lensa kontak berwarna biru, memiliki hidung runcing, dan pipinya cekung.

Dia tampak sangat berbeda (kiri) tanpa gaya rias wajah (kanan). Followers-nya  selalu mengkritiknya – mengatakan dia tampak seperti ‘zombie’.


Lengannya juga tampak sangat tipis dan rapuh.

Sahar telah berbicara dengan media Rusia, Sputnik dan mengatakan bahwa, “Saya bahkan tidak berpikir untuk menjadi seperti Jolie. Juga, saya tidak ingin menyerupai karakter kartun Corpse Bride,” lapor Daily Mail.***

Bali Reggae Star Festival Dimeriahkan Tony Q Rastafara dan 30 Penampil

Festival musik Bali Reggae Star Festival kembali digelar untuk keempat kalinya pada 29 dan 30 September 2018 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali. Tahun ini semakin istimewa lantaran ada 32 penampil dalam festival dan 2 di antaranya termasuk performer dari luar negeri.

Dua band reggae asal luar negeri yang akan tampil diantaranya adalah band raggae asal Amerika bernama Range dan asal Malaysia yaitu Budak Nakal. “Kami telah mengantongi konfirmasi kesediaan band reggae asal Amerika Range dan dari Malaysia Budak Nalal. Sebenarnya banyak lagi band-band yang ingin tampil di event festival ini. Tapi kami ingin memberi kesempatan yang lebih kepada band-band reggae Indonesia dan Bali,” kata Agung Ngurah, selaku ketua Panitia Reggae Star Festival.

Festival yang akan digelar dalam lahan seluas 4,5 hektar tersebut nantinya bisa dinikmati para pecinta musik reggae sambil menikmati keindahan pantai sanur. Bahkan untuk penonton di luar Bali, panitia telah menyiapkan paket camping ground buat penonton yang ingin menginap di area festival selama dua hari.

Berarea total 4,5 ha dibagi jadi 2 yaitu 2 ha untuk lokasi acara dan 2,5 ha untuk area parkir. Selain itu, pengunjung bisa ikut berolahraga volley pantai dan ikut lomba layang-layang di pantai Sanur.

Sekedar informasi, Bali Reggae Star Festival bukan hanya menyajikan musik reggae namun juga menyelipkan pesan tentang pelestarian lingkungan yang jadi isu dalam festival ini. Bahkan, sebagian pemasukan dari event ini akan diserahkan langsung kepada para pengungsi korban gempa letusan Gunung Agung di beberapa desa di Bali. ***

Dea, Kenny Gabriel: ‘Kau pun Tau’

Dea Dalila kembali bereksplorasi dengan musiknya. Setelah merilis ‘Mencintaimu 99%’, Dea kembali mengeluarkan single kolaborasi. Kali ini bersama Kenny Gabriel, seorang music producer jebolan kompetisi musik elektronik, The Remix NET TV. Kolaborasi keduanya akan dituangkan ke dalam sebuah lagu yang berjudul ‘Kau Pun Tau’.

‘Kau Pun Tau’ menjadi single kedua Dea setelah ‘Cinta 99%’ yang dirilis Juli tahun lalu. Penyanyi bersuara unik ini menyebut jika single pertama adalah sebuah process, maka single kedua ini adalah progress. Sebuah karya untuk memaknai perjalanan Dea di dunia musik Indonesia.

Lagu ‘Kau Pun Tahu’ bercerita tentang dua orang yang sebenarnya sudah mengetahui jika mereka saling menyukai, namun keduanya tidak ada yang berani mengungkapkannya. Menurut Dea, proses pembuatan lagu ini cukup cepat, bahkan demo lagunya selesai dalam waktu satu hari. “Kita ketemu di studio, langsung bikin lirik dan nadanya terus voila, jadi deh lagunya.” ungkap Dea.

Project kolaborasi bersama Kenny disebut Dea terjadi karena kecocokan keduanya. Awalnya Dea punya lirik lagu namun belum ada aransemen musiknya, sedangkan Kenny punya aransemen musik namun belum tau siapa yang cocok menyanyikannya. Lalu keduanya bertemu dan jadilah lagu ‘Kau Pun Tahu’. “Ini adalah ide yang gue bikin sejak lama. Jadi dari awal gue emang pengen Dea yang ngisi vokalnya, karena musik yang gue bikin cocok dengan warna vokalnya Dea. “jelas Kenny. “Waktu awal diajakin Kenny untuk kolaborasi dan denger materi lagunya, langsung suka banget.” tambah Dea.

Berkolaborasi dengan Kenny Gabriel memberikan sebuah pengalaman berbeda bagi Dea, namun penyanyi yang identik dengan rambut keritingnya ini mengaku terkesan dengan hasilnya. “Looking forward to work on a new song with him again!” ucap Dea.

“Kerja sama dengan Dea menyenangkan karena Dea orangnya happy terus. Kita juga satu inner circle, punya banyak kesamaan dalam influence musik, jadi memudahkan komunikasi dalam pembuatan single ini.” tambah Kenny. Lagu ‘Kau Pun Tau’ bisa dinikmati mulai tanggal 27 Juli 2018 di seluruh digital streaming platform. ***

Festival Musik Rumah2018: Suka Rela dan Suka Cita

‘Festival Musik Rumah 2018’ yang akan berlangsung di berbagai tempat di wilayah Indonesia bahkan sampai luar Indonesia pada tanggal  17-19 Agustus 2018. Mengangkat tema “Merayakan Kebhinekaan dan Merawat Kebersamaan”, festival ini akan melibatkan banyak musisi yang berdomilisi di berbagai belahan dunia.

Festival Musik Rumah adalah acara pertunjukan musik langsung (live music) dalam format konser rumah, bersifat partisipatif dan tidak untuk profit, berlangsung di beberapa rumah lintas daerah. Misi Festival Musik Rumah adalah mempererat persaudaraan dan kebersamaan anak Nusantara melalui musik.

Konser-konser rumah ini akan dimulai dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Ada jadwal konser yang bergantian, ada pula yang bersamaan. Bagi yang tidak bisa hadir langsung di rumah-rumah konser bisa memilih  menonton musisi yang sedang tampil di daerah mana secara online. Tayangan live musik ini juga akan disimpan dalam wall Facebook untuk kemudian bisa dinikmati kembali di lain hari. Semua pengisi acara tidak dibayar. Yang ikut suka rela dan suka cita.

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu, 1 Agustus 2018 di Paviliun 28, Jakarta Selatan, hadir  Petrus Briyanto Adi / Adoy (Founder Festival Musik Rumah), Bonita (musisi), Nonaria (penampil Festival Musik Rumah),Endah N Rhesa (musisi dan tuan rumah Festival Musik Rumah), Liza Djaprie (Psikolog dan tuan rumah Festival Musik Rumah) dan Dzulfikri Putra Malawi (Moderator).

Pada kesempatan tersebut, Adoy selaku inisiator festival ini mengungkapkan, “Kita bisa melihat juga di tempat lain itu ada suasana dan kejutan seperti apa, misalnya di Karang Anyar ada satu keluarga, nama bandnya Sarigama. Mereka satu keluarga (bapak, ibu, dan empat orang anak) sang bapak main dan produsen gitar, main biola, anak-anaknya bikin lagu, mereka bikin instrumen Okarina dari biji mangga, lagu-lagunya original dan mereka akan perform di rumah mereka sendiri, lagunya tentang keindahan alam dan berbuat baik dengan sesama. Itu menurut saya contoh hidupnya musik dalam keluarga dan ternyata di Karang Anyar ada lho.”

Bagi musisi dan pelaku industri musik, Festival Musik Rumah juga telah menyiapkan sebuah situs yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi lokasi di berbagai daerah yang dapat disinggahi untuk bermusik. “Kami suguhkan data tempat tersebut dengan contact person-nya. Ada rumah tinggal dan public space seperti cafe /restoran Nanti di situs ini juga ada informasi kapasitas berapa, terbuka umum atau tidak, preferensi musik yang diterima seperti apa,” pungkas Adoy

Beberapa musisi yang dipastikan akan tampil di Festival Musik Rumah diantaranya, Bonita & Adoy yang juga sebagai host acara, Jason Ranti, Jessla, Krosboi, Orkes Nunung Cs, Zoe Dayan, She Revalation, Sarigama, Nonaria, MarcoMarche, Junior Soemantri, Gabriel Mayo, Egi Virgiawan, Thesar , Ricad Hutapea dan masih banyak lagi.

Sementara untuk venue acara ada di beberapa tempat seperti Earhouse, Paviliun 28, RumahBonita, Warung Kebon dan masih banyak lagi. Ada perasaan yang saya rindukan, bahwa kita mengalami suatu konser tapi kita juga tahu di tempat yang lain, saudara-saudara kita juga melakukan hal yang sama dengan semangat yang sama, lanjut Adoy.

Dengan adanya event ini, dapat menjadi corong informasi yang bisa diserap pengamat dan wartawan musik untuk mencari talenta musik yang belum populer tapi memiliki kualitas musik yang keren dan patut diapresiasi. Barangkali, lain waktu dapat digelar di Rumah Rakyat alias Gedung DPR/MPR yang merupakan rumah kita semua?***

Christine Hakim Ketua Komite Oscar 2019

Image result for christine hakim
Christine Hakim

CHRISTINE HAKIM kembali ditunjuk menjadi  Ketua Komite Oscar untuk kategori Best Foreign Language 2019.

Penunjukan itu tidak lepas dari keputusan Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS),  sebagai badan penyelenggara gelaran Academy Awards, dengan  simbul penghargaan Piala Oscar untuk  para pekerja  film yang terpih, yang kembali menunjuk Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) agar memilih sebuah film Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain dalam memperebutkan Oscar untuk  kategori Best Foreign Language 2019.

Untuk itu Ketua Umum PPFI H. Firman Bintang menunjuk artis dan produser film senior, Christine Hakim sebagai Ketua Komite Oscar untuk Kategori Best Foreign Language 2019. Komite yang beranggotakan 13 orang itu,    akan mulai bekerja per tanggal 31 Agustus 2018.

Adapun anggota Komite Oscar 2018 adalah  Alim Sudio, Benni Setiawan, Christine Hakim, Fauzan Zidni, Firman Bintang, Hardo Sukoyo, Jenny Rachman, Marcella Zalianty, Mathias Muchus, Roy Lolang, Thoersi Argeswara, Yudi Datau, dan Zairin Zain.

Menurut  Firman,  Christine Hakim ditunjuk sebagai  ketua  demi menjaga kesinambungan penguasaan persoalan perfilman nasional.   Sedangkan untuk sekretarus, ditunjuk Marcella Zalianty.  “Karena Christine Hakim adalah salah satu orang yang mengetahui persoalan film Indonesia, ” kata Firman.

Firman  berharap ajang ini  ditempatkan sebagai prioritas utama kegiatan PusbangFilm Kemendikbud.  “Saya berharap tahun ini PusbangFilm Kemendikbud bisa mengirim delegasi ke ajang Oscar, agar  rabaan  perkembangan film dunia makin jelas. Selain itu,  bisa melakukan langkah lobby, diplomasi dan lainnya,” katanya.

Kepala Bidang Apresiasi dan Tenaga Perfilman, PusbangFilm Kemendikbud Sanggupri berjanji, memasuki tahun kedua lembaganya  terlibat dalam kegiatan ini, pihaknya akan lebih total dalam memberikan dukungan ke Komite Oscar.

PusbangFilm Kemendikbud juga akan  terus memberikan apresiasi kepada film Indonesia. Salah satunya untuk mengalokasikan pendanaan promosi film Indonesia yang diikutkan dalam ajang Oscar. “Pemerintah juga ingin film Indonesia makin mendunia, ” kata Sanggupri.

Kepala PusbangFilm, Dr. Maman Wijaya memastikan,  pemerintah sangat mendukung kegiatan ini dan  memasukkannya dalam kategori kegiatan penting.

Untuk  pengiriman delegasi ke Oscar, pihaknya siap berkoordinasi dengan Komite Oscar. “Pak Menteri siap menerima anggota Komite Oscar untuk menyelaraskan langkah bersama. Prinsipnya Pak Menteri sudah well inform dengan Komite Oscar,” katanya.***

 

“Kafir, Bersekutu Dengan Setan,” tak Cuma Jual Setan

“Kafir” mengambil latar belakang era 1990-an, di sebuah rumah tua terpencil. Ketiadaan akses dengan dunia luar membuat suasana makin mencekam, apalagi ketika teror mulai melanda
Suasana dan nuansanya mengingatkan pada “Pengabdi Setan” karya Joko Anwar yang berlatar belakang masa lampau. Di luar itu, “Kafir” juga memperlihatkan pemandangan indah alam yang memanjakan mata.

Lagu klasik “Mawar Berduri” karya A Riyanto yang dipopulerkan Tetty Kadi diaransemen ulang, berubah jadi musik yang membuat bulu kuduk meremang. Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Setiaji sebagai penata musik lihai bereksperimen untuk membuat musik-musik yang menambah ketegangan film.

Ingin menjadi film horor yang tak cuma mengandalkan kejutan-kejutan dan kemunculan sosok menyeramkan di sana-sini,  itulah yang dipegang teguh oleh produser eksekutif Upi Avianto saat membuat “Kafir, Bersekutu Dengan Setan”.

Film yang terinspirasi dari film “Kafir” yang tayang pada 2002 lalu itu tidak cuma menjual setan-setan, tapi plot menarik, penuh misteri, dan menimbulkan rasa penasaran. Keinginannya terwujud ketika produser Chand Parwez Servia dari Starvision menawarinya untuk membuat remake dari “Kafir” (2002). Upi menyambut tawaran itu, dengan catatan dia diperbolehkan membuat cerita baru dengan benang merah dari “Kafir” yang tayang belasan tahun lalu.

Sujiwo Tejo kembali menjadi dukun Jarwo, salah satu karakter di tengah tragedi misterius yang melanda keluarga harmonis pasangan suami istri Sri (Putri Ayudya) dan Herman (Teddy Syach).
Kehidupan damai Sri dan Herman yang sudah dikaruniai dua anak, Andi (Rangga Azof) dan Dina (Nadya Arina), gonjang-ganjing saat si kepala keluarga meninggal secara ganjil. Ia mengeluarkan beling dari mulut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Sepeninggal Herman, Sri berubah menjadi aneh, paranoid dan sering merasa ketakutan di rumahnya sendiri. Berkali-kali ia mendatangi kediaman Jarwo, yang mengatakan ada orang yang menyantet Sri. Kedua anak Sri lalu menyelidiki masa lalu yang mungkin berhubungan erat dengan tragedi yang melanda keluarga mereka.

“Kami ingin membuat horor klasik yang tidak cuma berisi setan mengagetkan, tapi punya cerita kuat. Hujan yang biasanya bersuasana romantis kali ini saya buat penuh horor dan menyeramkan. Disertai kilatan petir dan angin kencang.” ujar Upi yang menulis skenario “Kafir” bersama Rafki Hidayat.

Film yang akan tayang pada 2 Agustus itu disutradarai Azhar Kinoi Lubis dan dibintangi juga Nova Eliza, Slamet Ambari, Oce Permatasari, Djenar Maesa Ayu, Dolly Marten, Antara, Yayu Unru, dan Laksmi Notokusumo. ***