Gitar Megadeth Laku Dilelang untuk Palu dan Donggala

Gitar milik band Megadeth yang dilelang untuk membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah berhasil terjual seharga Rp150 juta.

Gitar tersebut diboyong oleh salah seorang petinggi BUMN bernama Putut Ariwibowo, melalui salah seorang stafnya bernama Eddy Gun yang hadir dalam acara malam lelang bertajuk “JogjaRockarta Charity Auction for Palu & Donggala Guitar Signed by Megadeth” yang diadakan di Hardrock Cafe, Jakarta, pada Jumat malam (30/11).

“Bos saya cuma berpesan karena ini untuk charity, semoga ini bisa membantu untuk saudara kita yang berada di Palu dan Donggala,” ujar Eddy.

Eddy mengatakan sang atasan memang menyukai musik-musik cadas beraliran metal.  Saat band beraliran heavy metal asal Amerika Serikat Guns N’ Roses tampil di Jogjakarta baru-baru ini, bosnya itu juga turut menyaksikan langsung.

Eddy meyakini sang bos akan senang bisa mendapatkan gitar spesial seri Dean Guitars Dave Mustaine Signature VMNT bertanda tangan para personel Megadeth, yakni Dave Mustaine (vokal & gitar), David Ellefson (bass), Kiki Loureiro (gitar) dan Dirk Verbeuren (drum)

“Alhamdulillah ini bisa dapat menang lelang. Bisa sekalian beramal,” ucap Eddy.

Kegiatan pelelangan gitar yang seluruh hasilnya disumbangkan kepada korban gempa di Palu dan Donggala itu menjadi bukti kepedulian Megadeth kepada para korban bencana alam yang ada di beberapa daerah di Indonesia.

“Bencana alam yang menimpa Palu dan Donggala merupakan kesedihan yang tidak hanya dirasakan oleh kami sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, akan tetapi juga oleh banyak masyarakat dunia. Salah satunya seperti yang dirasakan oleh para personel Megadeth. Mereka merasakan kesedihan yang sama karena seperti yang kita ketahui, gempa berkekuatan besar yang menimpa Palu dan Donggala tersebut telah memakan banyak korban,” ujar Anas Syahrul Alimi CEO Rajawali Indonesia Communication sekaligus promotor JogjaRockarta Festival.

Sementara itu, Dave Mustaine menyampaikan kepada pihak promotor bahwa itu merupakan ide brilliant dan sesuatu yang sangat menarik bagi seluruh personel Megadeth dan patut diapresiasi. Kedatangan mereka ke Indonesia kali ini tidak hanya menjadi momen pertemuan bersejarah antara Megadeth bersama para penggemarnya, namun juga ada sebuah andil yang besar dari mereka untuk membantu para korban bencana.

“Ini adalah sesuatu hal yang sangat menarik, di mana kami melakukan kegiatan amal bersama-sama dengan gitar yang kami tanda tangani sendiri. Dan kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi akan hal ini,” jelas Dave.

Acara lelang tersebut turut pula dimeriahkan oleh penampilan band rock asal Bandung /rif. Band yang digawangi oleh Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum) Ovy (gitar) dan Teddy (bass) itu membawakan sekitar tujuh lagu, termasuk beberapa lagu andalan mereka seperti “Lo Toe Ye”, “Radja” dan “Jeni”. (pik)

DreadOut The Movie Rilis Trailer dan Poster Karakter

Film berjudul DreadOut garapan Kimo Stamboel ini menggambarkan teror yang menimpa segerombolan anak SMA. DreadOut film horor yang mengusung teknik live action dan diangkat dari video game bertajuk serupa karya lokal.

Film ini digarap oleh saudara dari sutradara Sebelum Iblis Menjemput, Timo Tjahjanto, yaitu Kimo Stamboel di bawah naungan studio Goodhouse.id.

Rumah produksi Goodhouse.id dipercaya oleh developer lokal Digital Happiness untuk mengangkat game horor ciptaannya yang fenomenal berjudul DreadOut. Film ini nantinya akan diberi judul Dreadout The Movie.

Meski digarap oleh studio lokal, film ini juga merupakan karya gabungan CJ Entertainment dari Korea. Perusahaan yang turut memproduksi Pengabdi Setan tersebut tampaknya akan mengurus distribusi di luar Indonesia.

Trailer pendek dari DreadOut The Movie, dirilis kepada publik untuk pertama kalinya di ajang POPCON Asia 2018 ini.

Video berdurasi 45 detik tersebut menunjukkan sejumlah aktivitas segerombolan siswa SMA yang ‘uji nyali’ di sebuah lokasi apartemen.

Namun mereka justru terseret ke sebuah tempat yang membuat mereka dikejar oleh berbagai makhluk aneh yang bukan manusia.

Mereka harus berusaha untuk bisa menyelamatkan diri, karena makhluk bukan manusia tersebut justru menyerang dan bahkan mengancam nyawa para anak muda itu.

Di ajang POPCON Asia 2018, Kimo bersama dua produser, Wida Handoyo dan Edwin Nazir pun mengumumkan para pemeran di film ini.

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat Indonesia yang sedang populer.

Dniantaranya adalah Jefri Nichol memerankan Alex. Caitlin Halderman akan berperan sebagai Linda.

Kemudian ada karakter Jessicca yang diperankan oleh Marsha Aruan. Karakter Dian bakal diperankan oleh Susah Sameh.

Selain itu, dibintangi juga oleh Irsyadillah memerankan Beni, Susan Sameh, dan Ciccio Manassero berperan sebagai Alex. Ditambah Salvita DeCorte, dan Mike Lucock.

Selain mereka, masih ada banyak karakter lain, terutama karakter villain alias hantu-hantunya. (pik)

Teater Alam “Nglilir”, Pentaskan “Montserrat”

Dua aktor kawakan Teater Alam: Gege Hang Andika dan Meritz Hindra, bersama Pimpro Edo Nurcahyo (paling kanan), di sela sesi latihan di Taman Budaya Yogyakarta (foto: nana azmita)

Lama vakum, tak berarti mati. Itu yang terjadi dengan salah satu kelompok teater tertua di Yogyakarta, Teater Alam, besutan Azwar AN. Sejak berdiri tahun 1972 hingga kini, Teater Alam tetap hidup. Jika ada fase yang lumayan panjang tidak pentas, itu artinya sedang ‘tidur panjang’.

Memperingati hari jadinya yang ke-47, pada 4 Januari 2019, Teater Alam “nglilir”, terbangun dari tidur. Bermula dari acara reuni Mei 2018 di sanggar sekaligus kediaman Azwar AN di Wirokerten, Bantul, dilanjutkan halal bilalal bulan berikutnya di Societet, TBY Yogyakarta, mengkristallah kesepakan untuk sama-sama bangun dari tidur.

Kesepakatan yang semula lonjong menjadi bulat. Bulat sepakat untuk membangkitkan marwah naskah berbobot karya Emmanuel Robles, “Montserrat” dalam satu pementasan reuni Teater Alam. Bukan dipenntaskan pas tanggal 4 Januari 2019, tetapi akan dipentaskan minggu depan, Sabtu malam, 8 Desember 2018 di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Nyaris semua aktor kawakan Teater Alam ikut bermain dalam lakon drama yang berlatar belakang perjuangan pahlawan Venezuela, Simon Bolivar. Sebagai sutradara, Puntung CM Pudjadi, senior Teater Alam yang sudah malang-melintang di panggung teater Yogya. Asisten sutradara, dua aktor kawakan lain, Meritz Hindra dan Daru Maheldaswara.

“Naskah ini mengingatkan saya pada pertemuan suatu hari dengan almarhum Bakdi Soemanto. Dia beberapa kali menyodorkan naskah Montserrat untuk saya pentaskan….. Hingga beliau wafat, saya masih menjawab ‘belum sanggup’. Semoga, almarhum tersenyum di atas sana, demi melihat saya sekarang menyutradarai Montserrat,” ujar Puntung, yang kali ini mengadaptasi nasksh Montserrat gubahan Asrul Sani.

Sejumlah properti untuk pementasan “Montserrat” yang sudah diselesaikan Penata Artistik andalan Teater Alam, Palgunadi. (foto: nana azmita)

Di tempat terpisah, Edo Nurcahyo, senior Teater Alam yang berperan sebagai Pimpinan Produksi pementasan Montserrat mengatakan senang dengan semangat yang ditunjukkan oleh para senior lain. “Semoga ini bisa menjadi momentum bagi Teater Alam, untuk tidak tertidur lagi, melainkan terus bangun dan berkarya secara konsisten seperti kiprahnya selama ini,” ujar lelaki berambut putih nan gondrong itu.

Yang lebih membuat Edo senang adalah pada pilihan naskah. “Saya tahu, Montserrat termasuk tipe naskah yang disukai bang Azwar. Ini naskah berat memang, dan bagus untuk kita simak sama-sama sebagai pementasan apresiatif. Bagus bagi para mahasiswa teater yang mendalami teater modern,” tambahnya.

Siapa saja aktor-aktris Teater Alam yang terlibat dalam pementasan Montserrat, 8 Desember 2018 nanti? Berikut daftarnya: Daning Hudoyo (MONTSERRAT), Meritz Hindra (IZQUIERDO), Edi Jebeh (ZUASOLA), Dinar Saka (MORALES), Daru Maheldaswara (ANTONANZA), Anastasia (IBU), Dina Megawati (ELENA), Udik Supriyanta (JUAN SALCEDO Aktor sandiwara), Gege Hang Andika (SALAS INA, Saudagar), Wahyana Giri (ARNAL LUHAN, Pembuat Poci), MN Wibowo (RICARDO, Petani), Bambang Wartoyo (PADRE), Muhammad Fauzi Hiroyuki dan Budi M. Kurniawan (PRAJURIT SPANYOL). (rd)

Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Main Film

Gibran Rakabuming–foto kumparan

Gibran Rakabuming Raka anak pertama dari Presiden RI Joko Widodo menjadi cameo dalam film ‘Sesuai Aplikasi’. Gibran berperan sebagai dirinya sendiri sebagai pemilik dari Markobar.

Sutradara dalam film ini Adink Liwutang menyampaikan sebelumnya peran Gibran telah diganti karena belum memastikan bisa ikut atau tidak.

Saat dua hari sebelum syuting, Gibran baru memastikan jika menerima tawaran dari Adink untuk bermain dalam film ini.

“Padahal udah ganti jadi warung kopi, senang sih cuma deg-degan direct,” ujar Adink di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Dengan gaya Gibran yang sedikit kaku membuat Adink harus mengurangi beberapa dialog untuk Gibran.

“Gibran ya jadi Gibran sekaku itu. Dia belajar skrip sampai on The spot saya ganti, ada beberapa yang dijadiin komedi pas dikasih dia kayak demo martabak itu sudah. Ada yang ga biasa pokoknya ada yang kaget,” katanya.

“Agak sulit mas Gibran, anak presiden harus lihat skrip ya. Ubah dikit, dia takut salah, mungkin takut memperlambat. Baik banget sih dia,” tambahnya.

Sutradara dalam film ini Adink Liwutang mengatakan meski agak kaku Gibran tetap asyik untuk di ajak bermain film.

“Begitu syuting ternyata asyik juga sama mas Gibran. Datang on time. Mungkin mereka terbiasa on time. Dan kita syuting nggak lama sih. Cuma 1,5 jam lah buat ngambil mas Gibran. Itu ada berapa angle kan,” kata Adink.

Sering mengulang beberapa kali saat pengambilan gambar, Gibran sempat mengaku kapok bermain film. (pik)

 

‘Namamu Kata Pertamaku’ – Perjuangan Si Bisu sampai Bisa Bicara di Masjid

‘Namamu Kata Pertamaku’ adalah film yang diproduseri oleh Hendra Sirajuddin yang berlatar di Sulawesi Selatan. Film yang dibintangi oleh Adipati Dolken ini tayang pada Kamis, 29 November 2018.

Film Namamu ‘Kata Pertamaku akan mengisahkan lelaki bisu yang diperankan oleh Adipati Dolken yang melakukan perjalanan menuju Toraja untuk melihat ritual Manene, sebuah ritual penyembuhan orang sakit. Berharap ia sembuh di Toraja, ternyata di tengah perjalanan si Bisu malah ketinggalan bis saat singgah di rumah makan.

Semua barangnya terbawa oleh bis tersebut. Maka Si Bisu hidup gelandangan di pasar desa. Suatu saat, Yunus (Bogel Apriansyah), pengurus masjid menolong Si Bisu dan memberinya tempat menginap di masjid.

Si Bisu akhirnya menjadi akrab dengan majelis taklim di masjid tersebut, yang salah satu anggotanya adalah Nila (Rania Putrisari). Diceritakan Si Bisu dan Nila pun menjadi dekat, Si Bisu bercerita tentang tekadnya untuk sampai ke Toraja. Melihat hal itu Nila memberi perhatian yang lebih pada Si Bisu, yang justru membuat Si Bisu jatuh cinta.

Namun, pada akhirnya keadaan menjelaskan bahwa iba bukanlah cinta, Si Bisu pun sakit hati. Ujungnya perasaan sakit hati inilah yang mengantarkan Si Bisu benar-benar dapat berbicara.

Film ini ditulis oleh M Rizal Saputra. Selain Adipati dan Rania, para cast film diisi oleh Syahriar Tato, Akbar Ajudan Pribadi, Awaluddin Tahir, Daeng Uki, Syukri, Zulkifli Gani Ottoh, Irma Kusuma, dan Ferly.

Ketika Bisu didaulat jadi Imam di masjid saat shalat Isya, Ajaib, mendadak Si Bisu bisa bicara. Ia melafazkan ayat-ayat suci Al Quran. Namun, dari telinga dan hidungnya menetes darah..dan akhirnya Si Bisu roboh dan meninggal dunia. ‘Allah..Hu..Akbar..’, itulah kata pertama yang diucapkan Si Bisu, bukan “Aku Cinta Padamu”.***(pik)

 

Ed Sheeran Siap Gebrak GBK Jakarta

Ed Sheeran –foto istimewa

Penyanyi kelahiran Inggris, Ed Sheeran siap menggelar konser perdananya di Indonesia pada 3 Mei 2019 mendatang di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Ed Sheeran berencana konser di Indonesia. Sebelumnya pelantun lagu Perfect itu juga sempat berencana untuk menggelar konser di Jakarta pada 2017 lalu. Namun konser gagal digelar karena cedera yang dialami Ed akibat terjatuh dari sepeda.

Peter Harjani, selaku Chief Executive Officer PK Entertainment mengaku sebelum mendatangkan Ed Sheeran, pihaknya terlebih dahulu melakukan riset sampai akhirnya sepakat untuk mendatangkan Ed Sheeran.

Ia berharap konser kali ini menjadi konser terbesar di Indonesia, terlebih lagi pemilihan tempatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Awal mulanya semua pasti tahu Ed Sheeran itu siapa dan di Indonesia fans basenya sangat-sangat besar dan kita sebagai promotor pasti melakukan riset lapangan. Yang lagi trend itu apa atau konser apa yang lagi ditunggu di Indonesia,” kata Peter pada saat konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

“Pastinya Ed Sheeran menjadi konser yang sangat ditunggu di Indonesia. Dia datang ke sini, kita harap ini akan jadi konser terbesar yang pernah ada di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Kemudian, Peter juga mengungkapkan konser tersebut membidik target jumlah penonton sebanyak 45 ribu orang. Alasan konser diadakan di GBK karena selama ini konser-konser yang dilakukan oleh Ed Sheeran selalu berskala besar dan diadakan di stadion.

Lebih lanjut, Peter mengatakan bahwa konser yang bertajuk Ed Sheeran Divide World Tour 2019 Jakarta itu akan diadakan kurang lebih selama 1.5 jam. Ed akan membawakan 16-18 lagu hit miliknya.

“16 sampai 18 lagu, dengan durasi konser sekitar satu setengah jam. Itu akan sama dengan konser-konser sebelumnya. Semua durasinya sama,” kata Peter kepada media. Ed Sheeran telah dianugerahi penghargaan MBE atas jasanya di dunia musik dan aktifitas amal yang telah dilakukannya pada akhir 2017. Diantaranya 4 kali award dari Grammy Awards, 4 kali award Ivor Novello, 5 kali award dari BRIT Awards, 6 kali award dari Billboard Awards dan masih banyak lagi (pik).

 

Yovie Widianto Expert Baru di Rising Star Indonesia 2018

Yovie Widianto–foto istimewa

Yovie Widianto terpilih menjadi expert (juri ahli) di Rising Star Indonesia season 3. Yovie termasuk orang baru untuk ajang musik tersebut.  Meski demikian, Yovie tak ragu memasang target tinggi dengan menjanjikan warna berbeda untuk jalannya kompetisi.

“Saya janjikan akan ada warna-warna baru,” kata dia di MNC Studios, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Yovie Widianto bahkan langsung membeberkan poin penilaiannya untuk menentukan nasib kontestan Rising Star Indonesia 2018. Dia jujur menyebut kontestan dengan suara bagus belum tentu jadi pemenang di musim ketiga kompetisi.
“Penampilan yang unik dan menarik bisa jadi pilihan juga. Jadi enggak selamanya akan sama terus,” tuturnya.
“Menyanyi tidak sekedar punya suara indah, tapi harus memberikan kesan mendalam ke pendengarnya,” lanjut Yovie Widianto.
Pemilihan Yovie Widianto sebagai expert baru Rising Star Indonesia 2018 bukan tanpa alasan. Tangan dingin Yovie terbukti sudah banyak melahirkan talenta berbakat Tanah Air hingga kini.
Aksi Yovie Widianto bersama jajaran expert lain di Rising Star Indonesia 2018 bisa mulai disaksikan di RCTI pada 17 Desember 2018. Nantinya, tayangan Rising Star Indonesia 2018 akan hadir dua kali setiap pekan pada Senin dan Selasa. Expert lain adalah Judika, Ariel ‘Noah’ dan Rossa. (pik).

Ayu Ting Ting Jadi Pengabdi (Setan) Nyai

ayu ting ting–instagram ayu

Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting akan kembali menghiasi layar bioskop dengan berperan di film Arwah Tumbal Nyai, Part Nyai.

Dalam film buatan rumah produksi RA Pictures itu, Ayu Ting Ting didapuk menjadi pemeran utama yang melakoni tokoh Rosmalina.

Rosmalina, seorang ibu anak satu, yang bekerja sebagai penjaga bioskop.

Suatu hari, Rosmalina ditinggal oleh sang nenek, Naroh (Jajang C Noer).

Pasca ditinggalkan sang nenek, Rosmalina hidup bersama dengan putri semata wayangnya, Nayla (Aqila Herby) yang menemukan teman khayalan di rumahnya.

Sehingga Reno (Raffi Ahmad), kekasih dari Rosmalina memberikan penawaran untuk pindah ke rumahnya.

Dengan maksud menghindari gangguan gaib yang diterima oleh Nayla.

Bukan terhindar, Rosmalina dan Reno mendapatkan teror dari mahluk gaib yang menjadi teman Nayla.

Berusaha untuk menyelamatkan diri, dari ‘orang pintar’ (Fuad Idris) didatangkan oleh Reno dan Rosmalina demi mengetahui surat yang di tulis sang Nenek.

Ternyata, surat tersebut berisi perjanjian antara Nenek dengan mahluk dunia astral dengan sapaan Nyai.

Dalam perjanjiannya, mengharuskan baik Rosmalina serta Nayla melanjutkan sumpah sang Nenek.

Tidak hanya itu, bagi pihak yang menghalangi perjanjian tersebut dipastikan akan kehilangan nyawa.

Film Arwah Tumbal Nyai, Part Nyai dapat disaksikan mulai 29 November mendatang, di seluruh Bioskop Indonesia. (pik)

 

Sandhy Sondoro Rilis Album Baru Beautiful Soul

Penyanyi Sandhy Sondoro merilis album baru berjudul “Beautiful Soul”. Album ini menurut Sandhy sangat personal karena secara khusus ia dedikasikan untuk mendiang adiknya, Ronny Agung Surono.

“Album ini saya dedikasikan kepada almarhum adik saya yang 21 Februari lalu meninggal dunia. Beliau ini orang yang sangat baik dan multitalenta terutama di seni. Jago bikin musik dan nge-dj,” kata Sandhy Sondoro saat peluncuran album “Beautiful Soul” di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Pada album baru ini, personel Trio Lestari tersebut berkolaborasi dengan rekannya sesama musisi di Jerman. Mereka adalah Robinson Jakob, Benedikt Stehle, dan Sebastian Vogel. Selain itu rekaman album ini dilakukan di Berlin, Jerman. Menurut Sandhy, sentuhan musisi Jerman sangat kental di album ini.

“Perbedaannya mungkin ini pop tapi lebih sedikit blues rock. Terutama karena sentuhan gitar Rob cukup dominan di sini ya,” ujarnya.

Sandhy juga berkolaborasi dengan Monita Tahalea di lagu “Sampai Usai Waktu”. Hal lain yang menarik dari album ini adalah lagu berjudul “Damailah Indonesiaku”. Sandhy Sondoro secara khusus menuangkan curahan hatinya terhadap kondisi bangsa yang di ambang perpecahan akhir-akhir ini.

“Saya ingin Indonesia damai lagi. Karena orang-orang kan punya jiwa yang bersih indah ya terlepas dari agama dan ras,” demikian Sandhy Sondoro.

“Beautiful Soul” berisi sepuluh nomor lagu. Sandhy Sondoro memasukkan unsur musik yang beragam dalam albumnya ini, seperti blues rock, R&B, hingga country rock. (pik)

Pernikahan Perak, Armand Maulana -Dewi Gita Gelar Konser “1 Hati 1 Cinta”

Tanggal 11 Januari adalah sebuah tanggal sakral bagi pasangan musisi Armand Maulana dan Dewi Gita, pasalnya pada tanggal tersebut adalah tanggal dan bulan mereka menikah. Pernikahan mereka menapaki 25 tahun pada 11 Januari mendatang. Dalam rangka merayakan momen spesial pernikahan peraknya, kedua pasangan musisi ini akan menggelar konser bertajuk 1 Hari 1 Cinta tepat di hari bahagia tersebut.

Konser yang akan dilangsungkan di Ciputra Artpreneur ini menjadi salah satu bentuk cinta Armand kepada Dewi Gita. Dalam konser ini akan dibentuk konsep berupa beberapa ruang. Masing-masing ruang akan diisi dengan penampilan berbeda. Di antaranya adalah Ruang Armand, ruang Dewi Gita, ruang bersama sahabat serta ruang bersama Gigi, band yang membesarkan nama Armand.

“Untuk konsep konser ini ternyata banyak konsep yang bisa digali. Konser ini kita yakin penonton yang datang bisa senang-senang dan terhibur dengan persembahan yang kita beri,” ujar Armand Maulana disela konferensi pers konser 1 Hati 1 Cinta di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/18).

“Untuk mencapai Satu Hati Satu Cinta diperlukan perjalanan panjang yang tidak mudah. Harus ada usaha, harus ada semangat. Bukan pengorbanan, karena pengorbanan berarti ada seseorang yang dilemahkan. Semoga usaha dan semangat menuju Satu Hati Satu Cinta kami berdua takkan padam. Semoga Allah izinkan” ucap Dewi Gita.

Selain menjadi waktu yang penting bagi Armand dan Dewi, 11 Januari juga menjadi tahun penting bagi perjalanan karir seorang Armand Maulana di industri musik tanah air. Dan 11 Januari juga merupakan salah satu lagu paling hits dan romantis yang diciptakan Dewa Budjana dan liriknya oleh Armand Maulana untuk sang istri Dewi Gita.

Mengenai tiket konser, menurut Rudi Wananda, Director Trinity Optima Management target jumlah penonton 1200 orang, tiket yang tersedia diatas 80% sold out.

“Sejak di buka presale dengan 4 kelas yaitu Titanium, Platinum, Gold dan Silver yang ada sudah hampir diatas 80% tiket sold out, tapi masih ada beberapa kelas yang masih ada namun tidak banyak,” kata Rudi Wananda

Selain menyelenggarakan konser, Armand dan Dewi Gita akan merilis sebuah single duet. Lagu berjudul Perjalanan Cinta yang diciptakan oleh Melly Goeslaw akam dilucurkan dikesempatan yang sama.

Konser yang di promotori Armand Maulana dan Merah Putih Productions serta didukung para sponsor ini akan dimeriahkan oleh beberapa musisi papan atas yaitu grup musik Gigi, Ran, Marion Jola dan Elektroma. Sukses Konser “1 Hati 1 Cinta”nya Armand Maulana dan Dewi Gita. (pik)