Presiden Jokowi Diundang Nonton Konser Judas Priest

Presiden Joko Widodo–foto istimewa

Super band Judas Priest siap menggelar konser di Indonesia. Grup asal Britania Raya itu bakal mengguncang Allianz Ecopark Ancol, Jakarta pada Jumat malam ini (7/12).

Judas Priest Live in Concert, merupakan tajuk besar yang dipilih oleh Rajawali Indonesia Communication selaku promotor, untuk sebuah momen bersejarah ini. Sebagai legenda musik metal dunia, Judas Priest untuk pertama kalinya berkesempatan berjumpa dengan para penggemarnya di Indonesia.

Tidak hanya penggemar, Presiden Joko Widodo turut diundang untuk menyaksikan konser Judas Priest. Seperti yang banyak orang ketahui, Presiden yang akrab dengan sapaan Jokowi ini merupakan salah satu penggemar musik cadas. Jokowi juga pernah nonton konser Judas Priest di Singapura tahun 2012 yang lalu.

Judas Priest–foto istimewa

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi memaparkan bahwa beberapa waktu lalu Judas Priest sempat mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam konser perdana mereka di Indonesia melalui akun twitter. Dan hal itu pun tentu disambut dengan sangat baik oleh pihak promotor, sehingga mereka langsung mengirimkan undangan resmi kepada pihak Istana.

“Kami sudah mengirimkan undangan resmi kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk menghadiri konser perdana dari Judas Priest di Indonesia. Dan Alhamdulillah hal itu disambut dengan sangat baik oleh pihak Istana dan juga Bapak Jokowi tentunya,” kata Anas.

Undangan band yang diisi oleh Rob Halford (Vokal), Andy Sneap (Gitar), Richie Faulkner (Gitar), Ian Hill (Bass) dan Scott Travis (Drum) itu disambut baik pihak Istana. Jokowi kemungkinan hadir bila tidak ada agenda bertabrakan dengan banyaknya agenda kepresidenan yang harus dipenuhi. “Semoga waktunya Pak Jokowi pas. Dan kami sangat berharap beliau bisa hadir di konsernya Judas Priest besok Jumat,” ujar Anas.

Selain menjadi momen perdana bagi Judas Priest menyapa para metalhead di Indonesia, konser ini merupakan rangkaian tur dunia dari album Firepower yang mereka rilis Maret 2018 lalu. Puluhan ribu masyarakat Indonesia mendapat kesempatan khusus bisa menyaksikan Judas Priest mempresentasikan karya-karya terbaru mereka.  (pik)

Manoj Punjabi Kecewa Film ‘Silam’ Masuk Kategori Usia 17 Tahun

Manoj Punjabi–foto istimewa

Bos rumah produksi MD Pictures, Manoj Punjabi, merasa kecewa lantaran film horor terbaru yang dia produksi berjudul ‘Silam’ mendapatkan klasifikasi penonton usia 17 tahun ke atas.

Padahal, Manoj berharap film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Risa Saraswati itu bisa dinikmati oleh anak-anak usia 13 tahun ke atas.

“Film ini harusnya masuknya kriteria usia 13 tahun, pada bagian sensor saya enggak jelas kriteria mereka apa. Ada film usia 13 tahun dan 17 tahun itu kriterianya apa,” kata Manoj dalam jumpa pers dan screening film Silam di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru baru ini.

“Saya kecewa, oke kalau mau 17 tahun konsisten semua (film horor) masuk 17 ke atas. Jadi kita tahu kalau film horor itu 17 tahun. Ini film sebenarnya dibuat untuk 13 tahun,” lanjutnya.

Manoj sempat mempertanyakan tentang apa saja kriteria film yang masuk kategori penonton usia 13 tahun kepada Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.

“Jadi kami bingung, film apa yang dapat kriteria 13 tahun dan yang mana yang dapat 17 tahun. Kami sudah menghadap pihak sensor dua kali dan ngomong ‘kenapa ini (film Silam) jadi masuk Usia 17 tahun,” ujarnya.

Menurut Manoj, LSF belum memiliki pakem yang jelas tentang kriteria film yang berdasarkan kategori usia penonton.

“Biar jelas, kalau saya lihatnya mereka enggak ada penilaian yang tepat atau yang tetap. Lebih seperti ya udah ini 17, ya udah ini 13, seperti kocok arisan. Mereka nonton atau tidak pun enggak tahu, tadi tim kami ke sana,” ujar Manoj.

Film ‘Silam’ arahan sutradara Jose Poernomo ini bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun bernama Baskara (diperankan Zidane Khalid) yang menjadi pelampiasan ibunya yang depresi setelah ayah Baskara meninggal dunia.

Hingga suatu hari, ketika Baskara kabur dari rumah, dia mengalami suatu peristiwa yang membuatnya bisa melihat banyak mahluk gaib.

Film yang dijadwalkan tayang pada 13 Desember mendatang itu turut dibintangi Wulan Guritno, Surya Saputra, Nova Eliza, dan lainnya. (pik)

 

Konser Tunggal Iwan Fals akan Ditonton di 10 Negara

Iwan Virgiawan Listanto alias Iwan Fals menunjukkan eksistensi bermusik dengan menggelar konser tunggal di Live Space Lot 8 SCBD, Jakarta Selatan, pada 18 Desember 2018 mendatang. Konser tunggal Iwan Fals mengusung tajuk Nyanyian yang Tersimpan.

Sesuai dengan tema konser, Iwan Fals akan membawakan lagu-lagu yang tersimpan rapi dan belum dipublikannya ke khalayak ramai. Dan lagu-lagu lainnya, Iwan Fals akan membawakan lagu lama supaya para penonton bisa nyanyi bareng.

Konser tunggal Iwan Fals kali ini terasa sangat spesial karena akan ditonton oleh masyarakat di 10 negara sekaligus melalui video streaming.

“Ini ditonton oleh 10 negara. Ada perubahan industrinya, mudah-mudahan ini jadi alternatif karena saya semakin berumur ya,” tutur Iwan Fals saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Konser tunggal Iwan Fals tidak ada bintang tamunya. Semua lagu bakal dibawakan sendiri secara spesial oleh sang pelantun Oemar Bakrie. Durasi konser tunggal Iwan Fals berkisar antara 1,5 jam sampai 2 jam dengan estimasi sekitar 20-an lagu.

Iwan Fals mengatakan sebagian penghasilan dari penjualan tiket konsernya akan didonasikan untuk dana kemanusiaan melalui Yayasan Suara Hati Iwan Fals. (pik)

 

Foxtrot Six, Film Indonesia Rasa Hollywood

Setelah The Raid (2011) dan Pengabdi Setan (2017) sukses memasuki Box Office luar negeri, ada satu lagi film Indonesia yang akan go internasional. Kali ini, kita patut menyambut kehadiran Foxtrot Six. Film ini merupakan hasil garapan sutradara Indonesia Randy Korompis dengan Rapid Eye Pictures sebagai rumah produksinya.

Meski Foxtrot Six merupakan debut Randy dalam industri perfilman, film ini menjanjikan sebuah tayangan berkualitas dengan rasa Hollywood. Di belakangnya, ada peran besar Mario Kassar, salah satu produser ternama Hollywood. Kassar sendiri sudah terlibat dalam berbagai film Hollywood. Di antaranya adalah Terminator 2: Judgment Day (1991), Rambo (1982), Basic Instinct (2006), dan Total Recall (1990).

Baru-baru ini, MD Pictures sebagai pihak distributor merilis cuplikan perdana Foxtrot Six di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Awalnya, syuting film ini dimulai pada 2015, tapi sempat mengalami penundaan akibat adanya perubahan dalam perencanaan. Akhirnya, syuting dilakukan pada 2017 yang memakan waktu tiga sampai empat bulan. Foxtrot Six sendiri dijadwalkan rilis pada Februari 2019.

Foxtrot Six bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Artinya, film action ini akan menjadi film pertama yang mengombinasikan latar Indonesia dengan teknik produksi Hollywood.

Film bergenre Sci-fi ini dibintangi sederet pemain keren seperti Oka Antara, Arifin Putra, Mike Lewis, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Ferdi Solaiman, Edward Akbar, Julie Estelle dll. (pik)

Mata Batin 2 Bikin Bulu Kuduk Merinding

Keberhasilan film Mata Batin (2017) meraup lebih dari 1,2 juta penonton membuat Hitmaker Studios pimpinan Rocky Soraya segera menggarap sekuel. Kali ini dengan beberapa penambahan baru demi meningkatkan kualitas.

Dikisahkan, Alia (diperankan Jessica) kini hanya hidup berdua dengan adiknya, Abel (Bianca Hello), setelah kematian orang tua mereka dalam film pertama.

Untuk mengisi waktu, ia lantas menjadi sukarelawan pada salah satu panti asuhan yang dikelola oleh pasangan suami istri, Fadli (Jeremy) dan Laksmi (Sophia).

Alia memilih panti asuhan tersebut terkait masa lalu keluarganya. Sebab ketika masih hidup, orang tua Alia ternyata kerap berkirim surat dengan pengelola panti asuhan tersebut.

Mengabdikan diri dalam panti asuhan itu juga membuat Alia berkenalan dengan sosok baru yang juga punya kemampuan melihat hantu seperti dirinya dan Abel. Sosok teman barunya itu bernama Nadia yang diperankan Nabilah Ayu, mantan personel JKT48.

Sebagai Fadli, Jeremy harus menjadi sosok suami yang sangat mencintai istri dan anak-anak di panti asuhan. Tokoh Laksmi juga demikian. “Dia sangat mengayomi anak-anak di panti. Sifatnya keibuan sekali, tapi juga keras,” terang Sophia.

Kehadiran beberapa pemain baru tersebut diakui Rocky untuk memberikan kesegaran pada penonton. Selain tentu saja untuk kebutuhan cerita.

Hal baru yang juga dilakukan dalam Mata Batin 2 dibandingkan pendahulunya menyangkut aspek teknis. Penata kamera kali ini diserahkan kepada Dicky Maland menggantikan posisi Asep Kalila yang terlibat dalam film pertama. (pik)

 

Trailer Film ‘Lagi Lagi Ateng’ Diluncurkan, Augie Fantinus Tulis Surat dari Penjara

Augie Fantinus menuliskan surat lantaran ketidakhadirannya dalam perilisan trailer film yang bertajuk ‘Lagi Lagi Ateng’. Augie kini tengah menyelesaikan proses masa tahanannya akibat kasus pencemaran nama baik terhadap dua anggota kepolisian yang dituding sebagai calo tiket pada ajang Asian Para Games 2018 di GBK.

Surat itu langsung dibacakan oleh Adriana Bustami, istri dari Augie Fantinus. Dalam tulisan itu pula, Augie yang telah ditahan hampir dua bulan menjelaskan bahwa kondisinya baik-baik saja.

“Saya Augie Fantinus menulis surat ini dari rutan Polda Metro Jaya, saya di sini sudah memasuki hari ke-50. Puji Tuhan saya dalam keadaan sehat dan bisa melewati proses ini. Tuhan baik dalam kehidupan saya,” baca Adriana Bustami saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut, presenter sekaligus aktor itu mengungkapkan permintaan maafnya di hadapan awak media. Dalam kesempatan yang sama, Augie begitu bersyukur dipercaya untuk menjadi pemeran utama pada film garapan Monty Tiwa.

“Mohon maaf saya tidak bisa hadir di press conference launching official trailer dan poster film kami’ Lagi Lagi Ateng’. Saya bersyukur dan bangga bisa terlibat dalam film ini,” sambungnya.

Sementara itu, melalui surat tersebut, Augie menceritakan kesulitannya memerankan tokoh utama dalam film ‘Lagi Lagi Aten’g. Apalagi Ateng merupakan tokoh yang dianggap fenomenal di masyarakat Indonesia.

“Dan ini jadi tantangan tersendiri untuk saya karena dipercaya untuk pertama kali jadi peran utama dan langsung memerankan tokoh legenda fenomenal almarhum om Ateng. Dan di film ini juga saya memainkan tokoh kembar yaitu peran kembar,” paparnya. (pik)

Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya, Debut Anya Geraldine Main Film

Model cantik Anya Geraldine mulai terjun ke dunia seni peran. Berakting dalam film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya, ini adalah untuk pertama kalinya Anya bermain film genre horor.

“Ini film pertama aku, dan aku mainnya langsung di horor,” ujar Anya saat ditemui di gala premiere film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya, Senin (3/12).

Kepada awak media, Anya mengaku awalnya tidak mau mengambil tawaran bermain dalam film horor. Sebab, dia lebih menyukai film dengan genre drama. Tetapi, tawaran film Tusuk Jelangkung tak bisa ditolaknya, karena, Anya penggemar film Tusuk Jelangkung tahun 2013.

“Karena ini PH nya bagus, Max Pictures. Terus, Tusuk Jelangkung. Karena dulu aku juga salah satu fans film Jelangkung yang hit banget zaman dulu. Jadi aku, ‘oh oke deh main’,” lanjut Anya.

Dalam film ini, Anya berperan sebagai Mayang, yang merupakan sahabat dari Sisi (Nina Kozok). Dikisahkan, Sisi adalah seorang Youtuber. Kemudian, keduanya tak sengaja menemukan boneka Jelangkung saat sedang berenang di sungai.

Bersama sahabatnya, Ryan Wijaya, Mayang berusaha mencari tahu kisah Jelangkung yang ditenggelamkan di sungai oleh masyarakat. Syuting film ini seluruhnya di Bali. Lubang Buaya menurut sutradaranya, Erwin Arnada, adalah tempat angker di Pulau Dewata. (pik).

 

‘Aruna dan Lidahnya’ – Semua Masalah Bisa Diselesaikan di Meja Makan

Ahli Kuliner, William Wongso mengemukakan, makanan bukan sekadar urusan chef (koki), melainkan urusan semua orang.

Bicara mengenai makanan, tidak sekadar bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhan seleranya atau cita rasa semata. Makanan itu memiliki daya tarik visual yang sangat kuat menghunjam di sanubari orang. Selain bentuk makanan semata, ada dampak selera dan cerita di balik makanan tersebut.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, makanan sangat lekat dengan banyak acara adat. Makanan bisa menjadi perantara atau penghubung untuk mengungkapkan rasa syukur.

Sutradara Edwin, menuangkan masalah makanan ini dalam karya seni film yang diberi judul ‘Aruna dan Lidahnya’. Film ini merupakan adaptasi novel karya Laksmi Pamuntjak yang berjudul sama dan terbit tahun 2014.

Film ke dua karya Edwin ini (film bioskop) – setelah Posesif – masuk nominasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2018 bersama tiga film lain, yaitu ‘Sekala dan Niskala’, ‘Marlina, si Pembunuh dalam empat babak’ dan ‘Sultan Agung : Tahta, Perjuangan, Cinta’.

Hal atau peristiwa penting yang menjadi semangat dari film ini adalah kewajaran. Dan kewajaran itu divisualkan melalui kekuatan dialog dari para tokohnya yang empat orang : Aruna (Dian Sastrowardoyo), Bono (Nicholas Saputra), Nadezhda (Hannah Al Rashid) dan Farish (Oka Antara). Deretan dialog dari awal sampai akhir terasa natural dan wajar.

Kewajaran itu disuguhkan oleh Edwin lewat banyak adegan makan sembari ngobrol di meja makan. Yang dibicarakan dari masalah cinta, agama sampai politik.

“Dari asem pahit, manis, asin bisa diselesaikan di meja makan,” kata Edwin mantap.

Kisahnya dimulai ketika Aruna (Dian Sastrowardoyo) sebagai ahli wabah mendapat tugas dari pimpinan kantornya untuk mensurvey kasus flu burung di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam perjalanan itu, ikut dua temannya yaitu Bono (Nicholas Saputra) yang  chef dan Nadezhda (Hannah Al Rashid) yang penulis.

Terakhir, tiba-tiba muncul Farish (Oka Antara), mantan kekasih Aruna yang juga sedang menyelidiki kasus flu burung. Mereka berempat mengunjungi Surabaya. Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang. Di tempat-tempat tersebut, mereka mencoba dan mencicipi makanan khasnya, seperti rawon, lorjuk, pengkang dan choi pan.

Edwin memang lihai mengeksekusi para pemain dengan baik. Selain disebutkan 21 jenis kuliner Nusantara, Edwin di sisi lain juga menampilkan hubungan pertemanan atau lebih dari sekedar pertemanan diantara empat tokohnya. Pertemanan Aruna-Bono dan Aruna-Nadezhda. Bahkan, obrolan perempuan seputar pembalut seks dan kondom disuguhkan Edwin tanpa menjurus ke porno.

“Semuanya wajar, polos dan apa adanya. Tanpa ditutup-tutupi,” tegas Edwin.

Tanpa mengurangi isi cerita utamanya, Edwin juga memangkas adegan tempat yang dikunjungi para pemain. Skenario yang ditulis Titien Wattimena ini setelah diedit sedikit, berdurasi 1 jam 46 menit. Tampaknya produser dari Palari Films yang membuat film ini tidak ingin penonton menjadi bosan berlama–lama duduk dalam bioskop.

Dan sekali lagi, semua masalah bisa diselesaikan di meja makan dengan cerdas. Meski penonton tak bertanya sampai dimana penanganan kasus penyelesaian wabah flu burung berikut isu konspirasi dan dugaan korupsinya. Tabik buat Edwin (ipik tanoyo)

 

‘Si Doel The Movie’ Kini Hadir Dalam Format DVD

foto cnn

Setelah sukses dengan sinetron Si Doel Anak Sekolah pada tahun 1994, Rano Karno membuat cerita Si Doel The Movie ke layar lebar.

Selama penayangan di bioskop film inipun sukses meraih 1,7 juta penonton. Film Si Doel menjadi BO (Box Office) di atas Sejuta orang. Pecinta DVD Si Doel di Luar Negeri cukup tinggi, seperti di Taiwan, Hong Kong dan Saudi Arabia. Bahkan, di Saudi Arabia, sempat dibajak. Film ini juga gaet 2 penghargaan MURI, yaitu sukses gelar premier di Indonesia (2 Agustus ) dan di Belanda (23 Juli).

Untuk memenuhi keinginan penonton diseluruh pelosok tahan air, Rano yang tergabung dalam Karno’s Film dan Falcon Picture bekerja sama dengan Jagonya music & Sport Indonesia (JMSI) dan KFC meluncurkan DVD film Si Doel The Movie.

copy photo thejakartapost com

Rano mengungkapkan rasa syukurnya setelah DVD Si Doel terjual cukup banyak.

“Semoga film Si Doel The Movie bisa terus menghibur buat penggemar Si Doel, semoga senang dengan hadirnya DVD Si Doel The Movie,” kata Rano di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

Rano Karno menyatakan, film ini banyak ditunggu para penggemar Si Doel di luar negeri.

Steve Lillywhite yang menjadi CEO JMSI bangga karena bisa bekerja sama dengan Rano Karno menggarap film Si Doel ini.

Si Doel menjadi film keluarga pertama yang dirilis di KFC.

“DVD Si Doel The Movie akan menjadi pilihan favorit untuk disaksikan bersama keluarga, saya juga sudah menonton film ini dan saya menikmatinya,” kata Steve. (pik)

Jackie Chan Akui Pernah Kunjungi Pelacur dan Sarang Perjudian

MASIH ingat aksi Jackie Chan saat memainkan karakter si penyelamat balita dari bahaya dalam sebuah film bertajuk  Rob-B-Hood. Ya…., jika Anda penggemar Jackie Chan, film itu pasti tak terlewatkan untuk dilahap di layar bioskop. Faktanya, dia memiliki lembaran gelap: suka judi dan datang ke pelacur!

Tampilan Jackie Chan dalam Rob-B-Hood memang memberi kehangatan hati bagi penontonnya, karena aksi penyelamatan. Jackie Chan adalah hero.

Tapi, dalam kutipan dari buku memoar yang akan terbit Never Grow Up, para penggemar Jackie Chan  barangkali  akan terkejut, saat mengetahui bahwa bintang film punjaannya itu  pernah melempar balita lain di luar film — ya, putranya sendiri, Jaycee –  ke ruangan sebelah saat bertengkar dengan istrinya, Lin Feng-jiao.

Untungnya, Jaycee jatuh mendarat di sofa dan balita itu tidak terluka.

Ya, inilah sisi gelap dari  Chan. Ini berbeda  dengan karakter yang dapat diandalkan, solid, dan tegar, yang selalu dia tampilkan di layar lebar. Faktanya, semasa mudanya, Chan juga pernah memperlakukan  wanita dengan buruk.

Seperti dilaporkan  The Daily Mail, dulu Chan  biasa menyombongkan diri dengan memamerkan rantai emas. Chan juga datang ke  tempat pelacuran. Dia bahkan  menyetir dalam keadaan  mabuk. Dalam perilaku buruknya di jalan raya itu, dia  pernah menabrak Porsche di pagi hari, dan malam harinya menumburk mobil Mercedes Benz.

Ketika Chan, yang kini usianya  64, memulai hubungan  dengan Lin, dia sempat khawatir mengenai masa depan hubungan mereka. Dalam membina rumah tangga, Chan pun mengaku pernah berselingkuh dengan  aktris dan mantan Miss Asia, Elaine Ng.

 

Jackie Chan sendiri mengatakan dia ‘dipaksa’ untuk menikahi Joan Lin.

Dalam buku tersebut, dia menyalahkan tingkah lakunya atas ketidakamanan dan ketidakdewasaannya. Gara-gara  dia tidak fokus pada studinya, pada usia muda ayahnya pun mengirimnya di usia muda ke sekolah asrama di mana ia dipaksa untuk mengambil seni bela diri di antara kegiatan lain.

Kenakalan Chan juga terjadi saat dia mendapat pekerjaan sebagai stuntman. Tahu nggak,  gaji yang didapat dari perannya sebagai stantman dia habiskan  untuk berjudi dan menyalurkan hasrat seksnya kepada pelacur. Chan pun  menyebutkan seorang wanita langganannya, ini yang dia ingat,  dengan sebutan  Nomor 9 yang memang  sering tidur bersamanya.

Dia mencoba mengarungi pekerjaan keras  sebagai seorang stuntman. “Kami semua tahu bahwa jika ada yang salah, kami tidak akan hidup untuk melihat matahari terbit pada hari berikutnya. Kami memiliki mentalitas jangka pendek yang berarti menghabiskan uang kami dengan sembrono,” kata Chan.

Dia masih merasa rendah diri bahkan ketika kariernya dimulai pada 1978 dengan film seperti Snake In The Eagle’s Shadow dan Drunken Master, Chan belum memiliki kepercayaan diri.

Suatu ketika, dia eprnah mengeluarkan pembayayaran besar,  saat “membayar makanan orang lain. “Saya juga memberi hadiah  jam tangan mewah, mobil, jaket kulit hand made,  dan anggur yang mahal”.

Dia tidak nyaman berkencan dengan Teresa Teng yang lebih halus dan berkelas, dan dia dengan sengaja meminum sup langsung dari mangkuk di hadapannya, alih-alih menggunakan sendok.

“Tapi itu bukan salahnya. Dia tidak melakukan kesalahan dan saya sangat tidak adil padanya,” kata Chan tentang  penyanyi Taiwan yang terkenal yang meninggal pada 1995 itu.

Dia menikahi Lin hanya ketika dia hamil pada tahun 1981. Tetapi dia “menjalani seluruh kehamilannya” dan gagal mengunjunginya di California saat dia harus bersiap-siap untuk melahirkan.

Lebih buruk lagi, dia menulis, dia percaya teman-temannya ketika mereka mengatakan kepadanya bahwa Lin mungkin hamil dengan sengaja, sehingga dia “terus-menerus memikirkan cara untuk menyimpan uang saya darinya”.

Chan, yang menghasilkan US $ 50 juta  tahun lalu, menurut Forbes, adalah nama akrab  di Amerika Serikat , dengan hits film seperti Rumble In The Bronx (1995) dan franchise Rush Hour.

 

Jackie Chan dan Alaine Ng

Chan, yang menerima  Oscar untuk pencapaian seumur hidupnya pada tahun 2016, menulis bahwa dia terkejut ketika bintang film pujaannya,   Sylvester Stallone, memiliki rekaman semua film Chan.

Tetapi meskipun dia percaya bahwa kebanyakan orang akan berpikir bahwa dia telah melakukannya dengan baik, dia mengakui bahwa pendapat tidaklah sepenunnya benar. “Saya bukan ayah yang baik atau suami yang baik, tetapi aku melakukan tugasku pada putraku dan ibunya.”

Buku ini tidak menyebutkan Etta Ng, anak buah cintanya dengan Elaine Ng, yang hubungan mereka  telah menjadi  berita utama pada tahun 1999.

Tapi dia menyebutkan, bahwa dia mengatakan kepada Lin dan Jaycee bahwa “Saya telah membuat kesalahan yang tak termaafkan dan saya tidak tahu bagaimana saya bisa menjelaskannya, jadi saya tidak akan melakukannya”.

Dia menangis dan Jaycee menatapnya, tetapi mereka memaafkannya.***