‘Salute’, Konser Erwin Gutawa untuk 3 Musisi Perempuan

Erwin Gutawa dan putrinya, Gita Gutawa–foto istimewa

Komposer Erwin Gutawa siapkan konser sebagai bentuk penghormatan bagi tiga musisi perempuan, Melly Goeslaw , Dewiq , dan Dewi Lestari . Konser bertajuk Salute itu khusus dibuat Erwin karena ketiga perempuan itu memiliki karya-karya spesial yang patut diapresiasi.

“Ini bukan pertama kali bagi saya bikin konser Salute. Kali ini dengan tim kreatif, kita temukan tiga orang wanita hebat, tiga pencipta lagu hebat, dan punya persamaan banyak. Mereka, tiga orang ini mengawali karier di era sama,” ucap Erwin Gutawa di Erwin Gutawa Music Center, Jaksel, Kamis (31/1).

“Saya sangat bahagia, tersanjung, terharu. Karena saya sadar diluar kami bertiga, banyak penulis lagu lainnya. Bagaimana saya bisa masuk bersanding dengan Melly dan Dewiq, itu sangat mengharukan,” kata Dewi Lestari kepada penulis.

Konser Salute ini rencananya akan berlangsung pada 9 Februari 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan.

Dalam konser tersebut, akan dimeriahkan sederet vokalis papan atas yaitu Harvey Malaihollo, Armand Maulana, Once Mekel, Sandhy Sondhoro, Afgan, Rendy Pandugo, Vidi Aldiano, Lib3ro dan Reza Rahadian. Puterinya, Gita Gutawa, juga ikut mengisi konser istimewa ini (pik)

 

Mamamoo Helat Konser Fan Meeting di Jakarta

Girlgroup yang lagi naik daun, MAMAMOO, siap menggelar fan meeting di kawasan Asia. Grup yang beranggotakan Hwasa, Solar, Moonbyul, dan Wheein ini sudah memastikan tiga negara di Asia yang bakal mereka datangi lewat fan meeting berjudul Hello! MooMoo.
Lewat poster yang fan meeting mereka yang sudah tersebar, Jakarta bakal kedatangan grup pemilik lagu Egotistic tersebut pada tanggal 23 Februari 2019. Sementara dua negara beruntung lainnya adalah Thailand (Bangkok) pada 26 Januari 2019 dan Singapura pada 27 April.
Belum diketahui apakah ke depannya MAMAMOO masih akan menambah negara lainnya untuk fan meeting Asia pada 2019 nanti. Tapi yang pasti, fan meeting ini adalah fan meeting pertama MAMAMOO di tiga negara tersebut. Triadi Noor dari promotor yang mengundang Mamamoo ke Indonrsia, PT Boart Indonesia menjelaskan, selama 2 jam konser Mamamoo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Mamamoo akan menggebrak lagu-lagu hitsnya, seperti ‘Wind Flower’, ‘Yes I am’, ‘Starry Night’ dll. Tiket mulai dijual mulai 31 Januari 2019, yaitu Rp 2.550.000 (zona White), Rp 2.250.000 (zona Blue), Rp 650.000 (zona Yellow), Rp 1.000.000 (zona Green/Red).  (pik)

Hilman Mutasi Garap Film ‘PSP Gaya Mahasiswa’

foto–istimewa

Grup musik Orkes Moral Pancaran Sinar Petromak alias OM PSP yang populer di tahun 70an digawangi oleh Ade Anwar (gendang I, vokal), Monos (gitar, vokal), Omen (okulele, vokal) , Rizali Indrakesumah (mandolin, vokal), Dindin (tamborin), Aditya (gendang II), Andra Ramadan Muluk (marakas), dan James R Lapian. Mereka adalah mahasiswa di Universitas Indonesia yang saat itu bertempat di Rawamangun, Jakarta Timur.

Kini, Hilman Mutasi mengangkat kisah kesuksesan OM PSP ke film. “Ini re-interpretasi Manis Manis Sombong karya Eduart Pesta Sirait. Tribute buat dia,” ujarnya saat premier di Jakarta, belum lama ini.
Untuk mengenang mereka, Max Pictures menghadirkan film Pancaran Sinar Petromaks: Gaya Mahasiswa. Film ini diharapkan menjadi tribute untuk mereka yang kini telah berusia senja.
Para personel OM PSP dibintangi oleh komika dan aktor ternama seperti Rizky Firdaus Wijaksana (Uus), Adjis Doaibu, David John Schaap, Dimas Danang, Imam Darto, Abdurrahim Arsyad, Boris Bokir, dan Wira Setianagara.

Produser MAX Pictures Ody Mulya mengharapkan film ini bisa menjadi hiburan bagi penonton dan bisa kembali mengingat perjalanan OM PSP.

“Saya berharap film ini bisa menghibur penonton film Indonesia. Selain itu, film ini juga memberikan nuansa baru dalam dunia film Indonesia, karena lagu OM PSP dikenal penuh kritik sosial dan lucu,” ujar Ody dalam peluncuran trailer dan poster Pancaran Sinar Petromaks: Gaya Mahasiswa.

Hilman Mutasi bertindak sebagai sutradara, Hilman menjelaskan dirinya dituntut untuk bisa memperkenalkan OM PSP kepada milenial bahwa mereka adalah salah satu legenda musik yang masih ada hingga sekarang. PSP lihai memplesetkan lirik-lirik lagu dangdut menjadi lucu, satire dan komikal

“OM PSP adalah grup musik legenda selain Warkop di tahun itu. Namun perjalanan kisah yang kita ikuti kekinian agar lebih Up to date, sesuai dengan era saat ini.” jelas Hilman.

Pancaran Sinar Petromaks: Gaya Mahasiswa juga dibintangi oleh Aura Kasih. Film ini akan tayang pada 31 Januari 2019. (pik)

Giorgino Abraham Rilis Single ‘Cokelat Biru’

Giorgino Abraham–foto istimewa

Kecintaannya akan menyanyi dan bermusik sedari kecil, membuat Giorgino memiliki semangat dan mimpi besar : berkarya dan terus berkarya di industri musik Indonesia. Sukses dengan debut single yang berjudul “Selalu Ingat Kamu”,  Giorgino kembali bersama label Warner Music Indonesia merilis single keduanya, Cokelat Biru.

Cokelat Biru merupakan pengalaman pertamanya menulis lagu dan spesialnya lagi, lagu ini terinspirasi dari pengalaman Giorgino.
“Lagu Cokelat Biru ini adalah ungkapan perasaan nyamanku sama mantanku. Perasaan itu yang aku  ungkapkan lewat lagu ini. It’s a natural feeling towards her, dan aku menulisnya dengan hati yang jujur,” kata aktor yang berperan di film Bumi Manusia yang akan segera hadir di bioskop serta mini series Knock Out Girl yang sedang ditayangkan di VIU ini.

giorgino abraham–foto istimewa
Selain itu, di lagu berlirik puitis dan membahagiakan ini, Giorgino juga menyisipkan pesan universal bahwa perasaan jatuh cinta wajar dirasakan oleh setiap manusia. “Love has no boundaries, dan lagu ini adalah sebuah kejujuran hati tentang sebuah perasaan cinta yang pastinya dimiliki semua orang,“ ujarnya.
Meski  bertemakan cinta, Giorgino yang bermain di film Tendangan Dari Langit sebagai debutnya sebagai aktor film ini tetap tidak kehilangan karakteristiknya dan aura maskulin sangat terasa di lagu ini. Melalui lagu Cokelat Biru, Giorgino juga ingin bercerita tentang kejujuran hatinya, sehingga para penggemarnya dan penikmat musik pada umumnya mengenal jati dirinya dengan lebih dalam. “Aku hanya ingin jujur tentang perasaanku, karena menurutku, apa yang disampaikan dari hati akan kembali ke hati. It’s just pure honesty,” papar Giorgino. (pik)

BTP akan Bisnis Minyak dan “Nge-host” Acara TV

 

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi jaket merah kepada Basuki Tjahaja Purnama. (Dokumentasi Ahok, 2016)

POLITIK telah mengirim Basuki Tjahaja Purnama ke penjara. Wajar kalau  mantan gubernur Jakarta Basuki  Tjahaja Purnama (BTP) memutuskan untuk banting stir dengan menjadi pebisnis minyak dan gas, serta menekuni  profesi baru sebagai pembawa acara talk show di televisi.

Hotman Paris Hutapea, sebagai pesohor di ladang kepengacaraan sudah mendahului BTP menjadi host dalam sebuah acara televisi. Dia tampil di iNews TV dalam program Hotman Paris Show. Lantas, televisi mana yang siap bekerjasama dengan BTP?

Menurut pengacara BTP,  Teguh Samudera, setelah kliennya bebas, yang bersangkutan berencana terjun ke dunia bisnis, yakni  bisnis minyak. BTP akan mencari kantor di sekitar kawasan Hotel Indonesia, yang menjadi jantung bisnis dan kegiatan pemerintah di Jakarta. Lokasi kawasan bundaran HI tidak seberapa jauh dari bekas kantornya di Balai Kota, kira-kira hanya  3,3 kilometer.

“Kantor [baru] mungkin tidak besar, tapi itu akan cukup,” kata Teguh seperti dikutip  Antara.

Menurut Teguh, BTP juga akan menandatangani kontrak dengan stasiun televisi swasta untuk menjadi host  sebuah acara setelah dia bebas.

Apakah BTP alergi dengan politik? “Jika itu untuk kepentingan nasional dan untuk kepentingan negara, dia pasti akan patuh dan tidak menolak untuk kembali ke arena politik,” kata Teguh.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Djarot Saiful Hidayat, yang berpasangan dengan BTP sebagai calon wakilnya dalam Pilgub DKI,  pada November 2017 mengatakan Ahok akan bergabung dengan partainya jika ia kembali ke politik. “[Dia] berkata, ‘Jika saya kembali ke politik, saya pasti akan bergabung dengan PDI-P,” kata Djarot pada saat itu.

Mana yang dia prioritaskan, waktulah yang akan menjawab semua itu. ***

Ari Irham “Terlalu Tampan”

Ari Irham–instagram ariirhamm

Aktor muda Ari Irham dipercaya menjadi pemeran utama dalam film komedi “Terlalu Tampan” dari komik Line Webtoon.  Demi menjelma jadi Mas Kulin, Ari harus dipoles di sana-sini agar terlihat sempurna sebagai remaja terlalu tampan yang digilai kaum hawa.

Ari setelah mendapatkan peran utama langsung membaca komik “Terlalu Tampan” hingga tamat dalam waktu sehari. Dia membedah karakter Kulin, mulai dari cara bicara hingga gestur, agar bisa memerankannya secara sempurna. “Harus pakai lensa kontak, pemancung hidung, rambutnya ditata. Sekitar 1,5 jam make up,” ungkap Ari usai penayangan perdana “Terlalu Tampan” di Jakarta, Rabu (23/1),
Sepanjang film, dirinya harus terlihat sempurna dari ujung kepala hingga ujung kaki.  Waktu yang harus dihabiskan untuk memperbaiki riasan di sela syuting menjadi salah satu tantangan bagi remaja 17 tahun itu selama pengambilan gambar “Terlalu Tampan”. “Kalau make up luntur, rambut lepek, touch up dulu satu jam,” kata aktor yang juga seorang DJ itu.
Film ini diadaptasi dari komik ciptaan Muhammad Ahmes Avisiena Helvin yang berkolaborasi dengan ilustrator Savenia Melinda, mengisahkan keluarga yang semuanya tampan, termasuk sang ibu yang berwajah maskulin.  Karena ketampanannya yang luar biasa, tak jarang mereka harus menghadapi masalah demi masalah yang harus diselesaikan.
Meski ketampanannya membuat banyak perempuan mimisan hingga pingsan, Kulin adalah remaja polos yang tidak suka memikat lawan jenis.
Lantas kapan Ari merasa dirinya tampan? “Kalau sudah mandi, terus ngaca,” ucap dia seraya tertawa.
“Terlalu Tampan” akan mulai tayang pada 31 Januari 2019. (pik)

Fatih Unru Ingin Jadi Sutradara dan Punya PH

Fatih Unru–foto istimewa

Aktor cilik Fatih Unru, 13 tahun, mengaku dirinya sejak umur empat tahun sudah bercita-cita menjadi seorang aktor.

Selain bermain film, anak dari aktor senior Yaya Unru ini juga dikenal sebagai komika cilik.

Fatih seringkali disebut komika paling muda di Indonesia berkat sepak terjangnya di dunia stand up comedy sejak umur tujuh tahun.

Namun ketika ditanya lebih memilih film atau stand up comedy, Fatih Unru mengaku lebih memilih untuk terjun di dunia film.

Baginya, film bia menjadi sarana yang lebih luas untuk berekspresi.

“Menurut aku kalo stand up komedi sekarang musiman. Walaupun stand up komedi seru, jujur aku sampe sekarang masih doyan banget nonton stand up komedi. Cuma kalo aku disuruh milih stand up komedi atau film, aku lebih suka film, karena film aku lebih berekspresi lebih leluasa untuk berpendapat lah” kata Fatih Unru.

Fatih Unru pun tak membatasi jenis karakter yang harus ia perankan dalam setiap filmnya.

“Bebas aja yang penting bagus di situ karena sebenarnya dulu aku nggak selalu pengin jadi aktor. Pertama kali aku pengin jadi pemain bola waktu TK, terus berubah-ubah.”

“Bisa jadi apa aja, misalkan karakter aku sekarang kayak gini, kita nggak tau sebulan lagi aku bakal jadi apa. Jadi ada surprise di tiap film,” lanjutnya.
Fatih, anak ke 3 dari aktor Yayu Unru yang masih duduk di bangku SMP ini bercita-cita ingin jadi sutradara dan memiliki PH (Production House) sendiri.
Kamis (24/1), film terbaru Fatih bertajuk ‘Orang Kaya Baru’ (OKB) yang disutradarai Ody C. Harahap ini beredar di bioskop.
Film komedi situasi ini dibintangi Raline Shah, Lukman Sardi, Derby Romero, Cut Mini dan Fatih Unru. (pik).

Pemeran Paman Dolit Meninggal Dunia

Pemeran karakter Paman Dolit , Mochammad Syafi Saleh atau Mas Memed meninggal dunia.
Kabar duka ini disampaikan oleh musisi Armand Maulana di Instagram, Minggu (20/1/2019).
Innalillahi wa innailaihi rajiun. Berita duka telah berpulang ke rahmatullah, rekan kerja sahabat kakak, dan saudara kita Moh Syafi saleh atau Mas Memed, hari ini sekitar pukul 12.00 WIB. Jenazah akan disalatkan di RSPP, Jakarta Selatan, dan akan disemayamkan di Sisingamangaraja no 27-29 Jakarta Selatan,” tulis Armand Maulana.
Selain Armand, kabar meninggalnya Mas Memed juga dikabarkan oleh akun Instagram @idolacilik90an. Akun tersebut mengenang sosok Paman Dolit di dalam video klip lagu Anak Jangan Mbolos Sekolah dari 4 MC Cilik.
“Semoga almahum ditempatkan di tempat terbaik. Aamiin #RIPPamanDolit #savelaguanak,” tulisnya.
Karakter Paman Dolit terkenal di era 90-an. Sosoknya kerap kali muncul di acara dan klip lagu anak.
Paman Dolit dikenal dengan kacamata dan hidung besarnya. Kumis tebal juga menambah salah satu ciri khasnya. Almarhum dikenal di tayangan anak-anak di TVRI sekitar tahun 90an. Kemudian, Syafi banyak membantu stage di Band GIGI, God Bless, Titiek Puspa dll. (pik)

Nestapa Gemblak, Ketika Subyek Maskulin dan Feminin Harus dalam Satu Tubuh

FOURCOLOURS Films  merilis trailer  film “Kucumbu Tubuh Indahku” garapan penulis dan sutradara Garin Nugroho. Video dua menit ini menampilkan gambaran kisah yang dijalani Juno, penari Lengger yang menjadi gemblak seorang warok dalam tradisi klasik penari reog.

Film yang  diproduksi Ifa Isfansyah ini atas kerja sama Fourcolours dengan Go-Studio. Muhammad Khan dan Raditya Evandra, dipilih sebagai aktor utama dengan dukungan pemain antara lain seperti Rianto, Sujiwo Tejo, Teuku Rifnu Wikana, Randy Pangalila, Whani Dharmawan, Endah Laras, Fajar Suharno, dan Windarti.

Menurut sinopsis resmi, film ini berkisah tentang Juno, anak lelaki yang ditinggal ayahnya sendirian di desa mereka di Jawa Tengah. Juno lantas bergabung dengan kelompok tari Lengger, di mana lelaki mengubah penampilan dan gerakan mereka menjadi seperti perempuan.


Namun sensualitas dan seksualitas yang datang dari tarian dan tubuh, ditambah dengan situasi sosial dan politik Indonesia yang kejam, memaksa Juno pindah dari kampung ke kampung.

Dalam perjalanan, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru-guru tarinya,  tantenya yang aneh, pamannya yang tua, petinju tampan, dan seorang Warok.  Celakanya, Juno  harus menghadapi medan tempur tubuhnya seorang diri.

Trailer yang baru saja dirilis ini menunjukkan secuil kisah perjalanan Juno yang kelam. Mulai dari rasa penasaran akan tubuh, kekerasan yang diterima sejak kecil, perpindahan, perjumpaan Juno dengan petinju dan warok, hingga penampilannya sebagai penari bergaya perempuan.

 

Dalam cuplikan dialog, seorang warok, yang diperankan Whani Dharmawan, mengklaim bahwa Juno adalah gemblak miliknya yang tidak boleh disentuh siapapun.

Dalam tradisi reog, gemblak adalah laki-laki yang “dipelihara” warok atau penari reog tunggal sebagai sumber kekuatan supranatural. Konon, ketika sedang “puasa perempuan”, warok tidur dengan gemblaknya sebagai bagian dari ritual tersebut. (pik)

Alan Walker Gandeng Tik Tok Gelar Kontes Video #DifferentWorld

PRODUSER  Norwegia, Alan Walker  bermitra dengan aplikasi media sosial Tik Tok, menggelar kontes video pendek untuk fans globalnya di 48 negara.

Judul lagu dari album debutnya, Different World –yang dirilis  Sony Music pada  Desember lalu– membahas perubahan iklim, dengan lirik dan video musik yang mencerminkan keadaan lingkungan saat ini. Lagu itu memberi pesan dan harapan betapa pentingnya semua orang bekerja bersama.

Walker, penyanyi Sofia Carson, dan dua produser lagi CORSAK dan K-391, mempelopori kampanye #DifferentWorld dengan memposting empat video. Langkah itu  mendorong pengguna untuk melakukan bagian mereka untuk lingkungan. Kampanye ini diselenggarakan  di 48 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Eropa Barat.

 

Pada tanggal 23 Januari 2019, 70 peserta dengan video paling kreatif akan menerima berbagai hadiah yang didukung oleh Walker, termasuk poster, topeng, tee dan hoodies yang ditandatangani.

Kontes ini mempersilahkan para pengguna Tik Tok  untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka melalui video pendek. Kampanye ini memberi komunitas kesempatan untuk berpartisipasi dalam gerakan yang bermakna dengan cara yang menyenangkan dan menginspirasi.

“Saya sangat senang memperkenalkan lagu baru saya dengan peluncuran tantangan #DifferentWorld ini, dan saya menantikan untuk melihat video kreatif yang dibuat komunitas,” kata Walker seperti disampaikan  kepada Radio Billboard  China dalam wawancara email .

“Saya ingin menggunakan suara saya untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan lingkungan tempat kita tinggal. Bersama-sama, kita dapat menciptakan dunia yang berbeda.

Seorang seniman multi-talenta, produser Tiongkok, CORSAK yang sedang menanjak, menarik inspirasi dari budaya kuno dan modern dari tanah kelahirannya, Tiongkok, dengan gaya musik dan bunyi khasnya menghasilkan hibrida unik dari melodi genre-bending.

“Ini merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi saya juga untuk menghasilkan lagu ini bersama dengan Alan, Sofia dan K-391,” katanya.

“Saya menantikan untuk menciptakan lebih banyak momen yang menyenangkan dan menginspirasi dalam kampanye.”***