Miss Indonesia 2019 harus Memiliki ‘MISS’

Para finalis Miss Indonesia 2019–foto beritasatu com

Ajang kecantikan Miss Indonesia, tidak hanya bermodalkan cantik rupa dan fisik saja. Mereka juga harus mempunyai kepintaran, bakat, serta program sosial yang berguna bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk tahun ini (2019), standar juara Miss Indonesia kita naikkan. Tak hanya cantik, tapi harus punya manner, impressive, smart, dan social (MISS) yang masih menjadi syarat utama Miss Indonesia,” ujar Untung Pranoto, VP Production RCTI kepada iNews.id di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Selain berdampak positif untuk Indonesia, kata Untung, juara Miss Indonesia akan dikirim ke ajang Miss World yang tahun ini syaratnya lebih berat dibanding tahun sebelumnya.

Chairwoman off Miss Indonesia Organization, Liliana Tanoesoedibyo menegaskan latar belakang seluruh peserta kali ini sangat beragam, tak hanya cantik. Ada yang berlatarbelakang ilmu kedokteran, arsitektur, bisnis internasional, komunikasi, politik, karyawan Bank hingga musik. Malam puncak Miss Indonesia 2019 akan digelar 15 Februari 2019 dan tayang live di RCTI dan MNC TV. (pik)

Konser Tulus nan Mulus

Muhammad Tulus Rusydi—foto istimewa

Penyanyi Solo Muhammad Tulus Rusydi atau lebih dikenal dengan Tulus telah sukses menggelar konser Monokrom di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Teriakan para penonton semakin bergemuruh ketika penyanyi asal Bukit Tinggi ini muncul ditengah-tengah panggung dan berjalan ke arah kanan dan kiri untuk menyapa seluruh penonton.
Tulus pun langsung menyanyikan Baru dan Jatuh Cinta untuk mengawali konsernya ini.
Tak lupa setelah bernyanyi Tulus menyapa para penonton yang telah menunggunya sejak sore hari.
Muhammad Tulus Rusydi–foto istimewa
Setelah menyapa Teman Tulus yang hadir, ia meminta agar seluruh penonton yang hadir membantunya untuk lebih santai. “Bantu saya untuk tidak terlalu tegang bantu saya untuk lebih rileks,” ujarnya.
Usai menyapa penonton, Tuluspun menyanyikan lagu-lagu terbaiknya seperti Gajah, Ruang Sendiri, Tukar Jiwa, Cahaya, dan Bumerang. Ketika Tulus membawakan lagu Monokrom, ia dibantu Pappermoon Puppet Theater. Dan di nomor ke sebelas, Tulus mengajak penonton bernostalgia dengan bergoyang dan mengalunlah medley lagu-lagu Minang, yaitu Babendi-bendi, Tak Tong Tong, Mudiak Arau dan Dindin Badindin. (pik).

Teka-teki Rencana Pernikahan Syahrini dan Reino Barack

Syahrini dan Reino Barack–foto istimewa

Reino Barack dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan penyanyi Syahrini, usai dirinya putus dengan Luna Maya. Rumor yang berkembang,  Reino dan Syahrini akan menikah pada tanggal 25 Februari 2019 ini.

Saat ditemui di acara Launching Green Wok di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Reino pun mencoba menanggapi pertanyaan awak media mengenai kabar tersebut. Namun sayang Reino tak menjawab secara pasti.

“Terlalu banyak pertanyaan, saya gak bisa dengar,” ujar Reino Barack sambil menjauh dari awak media, tak lupa ia tetap memberikan senyuman manisnya.

Kembali didesak dengan banyak pertanyaan tentang kabar menikah, Reino tetap tak mau memberikan jawaban secara jelas. Justru Reino tetap memilih pergi meninggalkan awak media dengan ditemani tiga penjaganya.

“Sorry sorry,” tutur Reino Barack sebelum lift tertutup sambil melemparkan senyum manis kepada awak media. Guru agama Reino Barack, Prof.Nasaruddin Umar mengatakan setuju jika Reino menikah dengan Syahrini. (pik)

 

Kontroversi RUU Permusikan, Jerinx SID Sebut Anang Musisi Palsu

 

PERSONEL  Superman Is Dead (SID) asal Bali, Jerinx alias I Gde Ari Astina, mengkritik Anang Hermansyah terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan. Lewat media sosial, Jerinx mempertanyakan pernyataan Anang soal musisi yang setuju dengan rancangan undang-undang tersebut.

“Musisi palsu sok jadi politisi, lama-lama ya pasti keluar sifat aslinya, menjijikkan. Selain Rhoma Irama siapa lagi yang setuju Nang?,” tulis Jerinx SID di akun Twitter-nya.

Tak cukup sampai disitu, Jerinx SID juga mengatakan bahwa warga kota kelahiran Anang Hermansyah harusnya malu punya wakil rakyat seperti dia.

“Ini saatnya Jember malu punya putra daerah macam @ananghijau. #RUUkampungan #AnangPayah,” cuitnya lagi.

RUU Permusikan menuai kontroversi lantaran salah satu ketentuan dalam pasal yang dinilai membatasi kreativitas musisi. Pasal yang dimaksud adalah Pasal 5, yang memuat larangan seperti membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Isteri Anang, Ashanty dikabarkan akan melaporkan Jerinx ke polisi. Karena tak terima kalau Anang dikatakan musisi palsu. Dia anggota Komisi X DPR RI dan ini terhormat. Jerinx mengaku siap bertemu Anang, 10 Februari. (pik)

 

Della Perez Siap Buktikan tak Terlibat Prostitusi Online

Della Perez

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Timur terus menginvestigasi jejaring prostitusi online dengan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah selebriti dan  selegram. Della Puspa, yang merintis karir di dunia hiburan sebagai foto model itu,  kabarnya juga akan dimintai keterangannya oleh Polda Jatim.

Kesal, bingung dan stres, begitu Della mendapat panggilan dari Polda Jatim terkait dengan kasus prostitusi online yang sedang didalami kepolisian ini. Della pun kemudian menemui seorang pengacara kondang,  Minola Sebayang. Menurut Minola, mendapat panggilan polisi dalam isu  yang sudah menyeret  Vanessa Angel ini,  Della tidak tahan menahan tangisnya meledak.

Menangis. Ya, menangis itu salah satu cara perempuan mengekspresikan perasaannya. “Perempuan kan mengungkapkan perasaannya dengan berbagai cara, termasuk menangis,” ujarnya Minola.

Sri Wulansih, Ibunda Della juga mengungkapkan hal yang sama. Della  sangat sedih sehingga menangis seharian. “Kita nggak perlu tanya, dia nangis-nangis seharian,” ungkapnya.

Menurut Sri, Della bingung bagaimana namanya ikut terseret dalam kasus prostitusi online yang melibatkan selebritis itu. Della mengaku, tidak ada akses berteman dengan Vanessa Angel.  “Della itu anak rumahan banget. Mama yang tahulah dia itu bagaimana. Lagi pula, dia itu kalau mau ke mana-mana selalu minta uang ke Mama kok,” ujar  Sri.

Sri dan keluarga besarnya mengaku malu dengan terseratnya nama  Della dalam kasus prostitusi online. Namun bagaimanapun,  Sri yakin bahwa anaknya itu tidak mungkin untuk bisnis seperti itu.  Keyakinannya itu didasarkanpada ajaran yang selalu ditekankan, agar anak-anaknya mencari rejeki dengan cara yang jalan halal.

“Mama tuh ngajarin anak-anak mau kita sesusah apapun, nggak punya duit, nggak mungkin jual diri, astagfirullahallazim.”

Rencananya Della akan memberikan kesaksian dalam kasus ini  di Polda Jatim pada  Rabu (6/2) ini, dari yang sebelumnya dijadwalkan pada 7 Februari.

“Karena kesibukan dan hal lainnya, Della Perez terpaksa mengajukan untuk memajukan waktu pemeriksaan. Permintaan kami dikabulkan, jadi besok saya akan mendampingi Della Perez untuk memberikan kesaksian,” kata Minola. Dia memastikan,  Della akan kooperatif dengan polisi dan siap membuktikan bahwa dirinya  tidak terlibat dalam prostitusi online.***

Ahmad Dhani Hari Ini Dipindahkan ke Surabaya

PENTOLAN grup band Dewa, Ahmad Dhani, Rabu ini dijadwalkan akan dipindahkan dari LP Cipinang ke Surabaya.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham Ade Kusmayanto membenarkan mengenai adanya rencana pemindahan musisi yang kini juga terjun di gelanggang politik dengan menggunakan kendaraan Partai Gerindra, partai yang didirikan dan dipimpin Prabowo Subianto tersebut.

Penahanan Dhani dipindahkan ke Surabaya atas permintaan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,  guna  menjalani sidang terkait perkara terbaru yang menjeraatnya, yakni soal pencemaran nama baik menyusul ciutannya  di twitter. Dhani dipolisikan karena ciutannya menyinggung  organisasi massa terkait dengan digelar Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018.

Hukuman badan berupa kurungan, kini tengah dijalani  Dhani di LP Cipinang, Jakarta, setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dua pekan silam memvonisnya  dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara dalam kasus ujaran kebencian.

Untuk kasus pencemaran nama baik yang dihadapi Dhani, Kamis 7 Februari 2019 akan digelar sidang pertamanya  di Pengadilan Negeri Surabaya.

Untuk kepentingan persidangan itulah,  Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kemudian mengajukan permohonan pemindahan penahanan musisi ini.

Kejaksaan  Tinggi Jatim telah melayangkan surat pengajuannya ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, mengingat Dhani juga tengah  mengajukan banding atas vonis yang telah dijatuhkan oleh PN Jaksel. Permohonan Kejaksaan Tinggi Jatim juga disampaikan ke Kemenkumham.

262 Musisi Tolak RUU Permusikan

Sebanyak 262 musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, menyatakan menolak Rancangan Undang-undang Permusikan yang saat ini sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. 
 
Akun instagram grup musik Efek Rumah Kaca @sebelahmata_erk, memposting pernyataan penolakan yang dibuat oleh Koalisi Nasional Tolak (KTN) RUU Permusikan . 
 
“Efek Rumah Kaca beserta ratusan pelaku musik dari beberapa kota di Indonesia, secara tegas #TolakRUUPermusikan karena berpotensi merepresi musisi. Silakan baca pernyataan sikap kami atas nama Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.
 
Dalam pernyataan itu, KNT menilai tidak ada urgensi bagi DPR dan pemerintah untuk membahas dan mengesahkan RUU Permusikan menjadi Undang-undang.
 
Menurut mereka, RUU menyimpan banyak masalah fundamental yang dinilai membatasi dan menghambat dukungan perkembangan proses kreasi dan justru akan merepresi pekerja musik. 
“Kami tetap mendukung upaya menyejahterarakan musisi dan terbentuknya ekosistem industri musik yang lebih baik, hanya caranya bukan dengan mengesahkan RUU ini,” tulisnya. 
Danila Riyadi dalam rilis tersebut menambahkan, “Kalau musisinya ingin sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Perlindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu. Jadi, untuk apalagi RUU Permusikan ini,” tuturnya. 
KTN menemukan ada 19 pasal dalam RUU Permusikan yang dianggap bermasalah. Mulai dari pasal,4,5,7,10,11,12,13,15,18,19,20,21,31,32,33,42,49,50, dan 51. 
“Dengan kata lain, banyaknya pasal yang mengatur hal yang tidak perlu diatur ini menunjukan RUU Permusikan ini tidak perlu,” kata Arian 13 dari band Seringai. (pik)

Citra Kirana Lahirkan Anak di ‘Satu Suro’

Citra Kirana–foto istimewa

Aktris cantik Citra Kirana kembali berperan dalam film bergenre horor. Setelah Asih, kali ini Ciki, sapaan akrabnya turut bermain dalam film berjudul Satu Suro karya sutradara Anggy Umbara.

Film Satu Suro menceritakan tentang Dinda (Citra Kirana) yang tengah hamil besar dan baru saja pindah ke sebuah rumah terpencil bersama suaminya, Bayu (Nino Fernandez). Kejadian-kejadian aneh di rumah barunya itu pun terasa lantaran mereka kerap mendapat gangguan serta sering berhalusinasi

Suatu hari, Dinda mengalami kontraksi yang mengharuskannya dibawa ke rumah sakit. Berbagai kejadian mengerikan pun terjadi di rumah sakit tersebut yang ternyata sudah tidak beroperasi selama 15 tahun dan dihuni banyak makhluk halus.

Selain Citra Kirana dan Nino Fernandez, film Satu Suro juga melibatkan Alexandra Gottardo, Yatti Surachman, Willem Bevers, serta Inggrid Widjanarko sebagai pemain. Rencananya, film produksi MD Pictures itu akan mulai tayang pada 7 Februari 2019 mendatang.

Di film produksi Pichouse Films tersebut, Citra Kirana berperan sebagai Dinda, seorang istri yang tengah hamil besar dan harus mengalami berbagai kejadian mistis. Belum memiliki pengalaman saat hamil besar, Ciki pun belajar dari orang-orang disekitarnya yang sudah merasakan bagaimana rasanya hamil. (pik)

‘Nyanyi Sunyi Revolusi’ – Sunyi Itu Kudus

Amir Hamzah adalah salah satu keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur. Lewat kumpulan puisinya Nyanyi Sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941), dalam kesusasteraan Indonesia nama Amir Hamzah demikian penting. H. B. Jassin menyebutnya “Raja Penyair Pujangga Baru”. Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga dikenal sebagai salah seorang yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam melakukan riset naskah pentas mengenai sosok Amir Hamzah, penulis banyak bersumber dari buku karya Nh Dini berjudul Amir Hamzah, Pangeran dari Seberang. Pementasan inipun salah satunya sebagai bentuk salam hormat dari Titimangsa untuk penulis kebanggaan Indonesia yang baru saja berpulang, Nh Dini.

Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga punya peran besar dalam lahirnya republik. Saat masih sekolah di AMS Solo, Amir sudah aktif bersama teman-teman sekolahnya dalam berbagai perkumpulan pemuda seperti Jong Sumatera, dan Amir tergabung juga dalam perkumpulan ‘Indonesia Moeda’ yang menyuarakan kesadaran nasionalisme melawan kolonialisme Belanda. Meskipun demikian berprestasi, jalan hidup Amir sesungguhnya sangat tragis. Kesedihan cinta yang diputuskan oleh politik kolonial yang bersembunyi di balik adat, juga kematiannya yang menyedihkan di tengah revolusi kemerdekaan.

Naskah pementasan ini ditulis oleh Ahda Imran dan didukung pula oleh kreator-kreator yang sudah sangat berpengalaman dan berdedikasi di bidangnya. Disutradarai oleh Iswadi Pratama, sutradara di Teater Satu Lampung. Pernah menyutradarai Perempuan di Titik Nol dan Buried Child karya Sam Shepard yang dinobatkan sebagai pertunjukan teater terbaik Indonesia versi majalah Tempo tahun 2008.

Selain itu, karya terbarunya banyak dipentaskan bersama Teater Satu di Jepang dan Australia. Didukung oleh tim artistik yang solid yaitu Iskandar Loedin sebagai Penata Artistik, Retno Damayanti sebagai Penata Kostum, Aktris Handradjasa sebagai Penata Rias dan Jaeko sebagai Penata Musik.

Titimangsa Foundation menghadirkan para pemain yang sangat berdedikasi dan ingin terus menantang dirinya untuk berkembang dalam keaktorannya. Lukman Sardi akan bermain sebagai Amir Hamzah, Prisia Nasution akan berperan sebagai Tengku Tahura. Dalam pentas kali ini, selain pemain yang merupakan pemain film, tergabung juga pemain teater yang sudah matang dan bermain dalam banyak lakon. Sri Qadariatin akan berperan sebagai Ilik Sundari dan Dessy Susanti berperan sebagai Tengku Kamaliah. Serta Aliman Surya, Gandi Maulana, Deri Efwanto, Baysa Deni dan Dodi Firmansyah.

AMIR HAMZAH DAN BAHASA INDONESIA

Amir Hamzah merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Ketika masih sekolah di Solo, Amir yang selalu hadir dalam perkumpulan pemuda di Solo mengusulkan untuk mendukung Sumpah Pemuda yang baru berumur dua tahun dan dengannya selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam pertemuan-pertemuan dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kiprah Amir Hamzah inilah yang harus disebarluaskan kepada generasi saat ini, bahwa bahasa Indonesia melalui proses tidak mudah untuk menjadi bahasa pemersatu seperti yang kita kenal saat ini. Melalui pementasan ini, harapan kami masyarakat Indonesia menjadi lebih bangga pada bahasanya dan khazanah sastra Indonesia.

Nyanyi Sunyi Revolusi berkisah tentang Amir Hamzah dalam hubungannya dengan percintaan terhadap manusia dan negaranya. Semasa Amir menempuh pendidikan di Solo, ia menjalin kasih dengan seorang puteri Jawa, Iliek Sundari. Di tengah kemesraan mereka itulah Amir kehilangan ibunya, lalu ayahnya setahun kemudian. Biaya studinya lalu ditanggung oleh Sultan Mahmud, Sultan Langkat. Paman Amir sekaligus raja kesultanan Langkat itu sejak awal tak menyukai aktivitas Amir di dunia pergerakan.

Apa yang dikerjakan Amir dianggap bisa membahayakan kesultanan. Untuk menghentikan aktivitas Amir di dunia pergerakan, ia memanggil Amir pulang ke Langkat untuk dinikahkan dengan putrinya, Tengku Puteri Kamaliah. Amir bisa saja menolak tapi Ia sadar betapa ia telah berhutang budi pada Sultan Mahmud. Amir dan Iliek akhirnya dipaksa untuk menyerah, menerima kenyataan bahwa cinta kasih mereka harus berakhir. Meski keduanya masih kuat saling mencintai.

Pernikahan Amir Hamzah dan Tengku Puteri Kamaliah adalah pernikahan yang dipaksakan demi kepentingan politik. Keduanya terpaksa harus menjalani pernikahan itu meski saling tahu bahwa masing-masing tak saling menyintai. Kerinduan dan kehilangan Amir pada Iliek Sundari tetap kuat membekas.

Sementara diam-diam pula ternyata istri Amir, Tengku Puteri Kamaliah, mengetahui kisah cinta kasih Amir dan Iliek Sundari. Ia turut merasakan kesedihan cinta yang tak sampai itu. Pada puterinya, Teungku Tahura ia berniat mengajak Iliek Sundari ke Mekkah naik haji bertiga bersama Amir. Bahkan, jika Amir ingin tetap menikahi Iliek Sundari, ia merelakannya.

Tapi sebelum semua tercapai, suasana Revolusi Kemerdekaan membawa ketidakpastian politik yang membawa rusuhan di seluruh Langkat. Atas hasutan segolongan lasykar rakyat dengan agenda politik mereka, meletuskan kerusuhan sosial. Istana Langkat diserbu dan dijarah. Begitu pula dengan nasib Amir.

Ia diculik, ditahan dan disiksa di sebuah perkebunan, lalu dipenggal. Seperti perpisahan Amir dan Iliek Sundari, juga pernikahan Amir dan Tengku Puteri Kamaliah yang penuh kepentingan politik kolonial, demikian pula dengan kematiannya, yang diwarnai kekacauan dan kepentingan politik. (pik)

 

Menanti Obat Rindu Siti Nurhaliza

Siti Nurhaliza– foto istimewa

Siti Nurhaliza akan menggelar konser tunggalnya di Indonesia pada 24 Februari 2019. Konser yang bakal berlangsung di Istora Senayan itu akan diramaikan juga oleh penyanyi dari Indonesia, Tulus. “Konser Siti pada tanggal 24 Februari, tak lama lagi. Saya akan persembahan konsernya di Istora. Konsernya insyaallah selama dua jam juga artis jemputannya Tulus, artis yang sangat terkenal di sini,” ujar Siti di hotel Rafles, Jakarta, belum lama ini.

Siti memang sudah lama tidak terdengar suara merdunya. Konser kali ini dibuat memang untuk bukti eksistensinya. “Insyaallah kemunculannya saya setelah berehat kehamilan dam melahirkan anak memberi obat rindu kepada pemirsa semua yang besar dengan lagu-lagu saya dan ingin berkongsi kembali dalam konser saya dalam momen indah,” katanya.

Selain itu, konser tersebut juga diakui sebagai bentuk perayaan ulang tahun ke-40 yang dipersembahkan untuk penggemarnya di Indonesia.

“Oh ya konser ini juga untuk merayakan usia saya ke-40 tahun, tak sangka ya cepetnya masa berlalu. Dulu saya dateng ke sini usia 18 tahun, 24 tahun berlalu saya bergembira karena bisa bertemu lagi dengan penggemar saya di Indonesia. Semoga para penggemar saya bisa datang ke konser saya,” tukas Nurhaliza pasca melahirkan anak pertamanya.

Setelah di Indonesia, konser juga akan digelar Siti di Singapura dan Kualalumpur, Malaysia (pik)