Ibnu Jamil – Puasa Yes, Olahraga Yes

JAYAKARTA NEWS – Aktor  film dan presenter Ibnu Jamil (37 tahun) selalu menekankan kiat bahwa olahraga harus dijalani seimbang dengan aktifitas sehari-hari. Meski bulan puasa Ramadan sekalipun, olahraga wajib dilakukan, tapi jam dan durasinya dikurangi.

“Kalau bisa, satu jam setelah imsak lakukan olahraga fisik ringan dan satu jam jogging atau renang setelah berbuka puasa,” ujar Ibnu Jamil dalam acara talkshow bertajuk ‘Keeping Shape in Healthy Way’ di Plaza Indonesia, baru-baru ini.

Tampak sekali kebugaran tubuh dan kekenyalan otot-otot badannya yang memancar dalam diri Ibnu Jamil.

Bintang berlesung pipi yang kini berstatus duda ini hampir setiap hari berolahraga lari dan mengangkat barbel. Push up dan sit up dilakukan tanpa henti. “Kalau normal, bisa mencapai 40 kali. Kalau berpuasa, cukup 15 ka;i,” kata Ibnu Jamil. “Kecuali saya sedang sibuk syuting film atau sinetron, cukup lari-lari ditempat saja,” imbuhnya.

Alhasil, pelakon webseries ‘Yakin Nikah’ – kini memasuki session 2 -, ini berhasil menurunkan berat badannya sampai 15 kg.

“Namun, hal ini rajin dilakukan tiap hari agar badan menjadi sit pack dan ideal. Dan yang terpenting, asupan makanan dan minuman juga harus dijaga. Hindari makan junk food dan yang mengandung banyak kolesterol. Tiap hari sebelum menyantap makanan berat, makan kurma lebih dahulu. Jumlahnya ganjil, 3 biji kurma. Ini mematuhi Sunah Nabi,” ungkap Ibnu Jamil.   

“Sering saya telat bangun, sudah lewat imsak..jangankan makan sayur, makan (sahur) saja enggak.. ” canda Ibnu Jamil.

Pemain film anak-anak ‘Kulari ke Pantai’ dan ‘Bi’dah Cinta’ ini sejak hidup menduda lebih banyak memesan katering untuk menu berbuka dan sahur. “Menu favorit saya lontong oncom. Dulu isteri saya, Ade Maya selalu membuatkan menu ini,” lanjutnya.

“Ini lebih praktis. Kecuali kalau saya lagi fokus kerja di lokasi sampai pagi hari, sahur saya lakukan di tempat syuting, apalagi lokasinya di luar kota,” kata ayah satu anak ini.

Apakah Anda pernah sakit atau mengalami kecelakaan selama syuting ?

“Alhamdullilah, sampai hari ini, enggak pernah. Saya selalu berdoa semoga pekerjaan yang saya lakukan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi orang lain. Saya enggak pernah neko-neko, harus disiplin bekerja. Mungkin juga ini karena dampak saya aktif berolahraga,” jawab Ibnu Jamil yang bermain cemerlang di film ‘Assalammualaikum Beijing’ bersama Refalina S Temat dan Morgan Oey.

Walau jarang mendapatkan peran utama, namun hampir tiap tahun, selalu ada saja job main film dan sinetron.

“Buat saya, peran besar maupun peran kecil sama saja…saya harus bisa punya arti berperan sebagai si tokoh yang saya perankan…kan yang berbeda cuma honornya, hehehe…,” papar Ibnu Jamil tertawa.

Inilah beberapa filmografi yang Ibnu Jamil bermain, diantaranya ‘One Fine Day’, ‘Kalam Kalam Langit’, ‘Jendral Soedirman’,,’Guru Bangsa Tjokroaminoto’, ‘Cintaku Terancam Drop Out’ (sinetron) dan ‘Keluarga Kambing’ (sinetron) dll.

Kapan menikah lagi agar di bulan puasa Ramadan tahun depan ada yang memasakkan makanan lontong oncom buat sahur dan berbuka puasa ?

“Nantilah, saat ini, saya lagi fokus kerja..,” tukas Ibnu Jamil yang pernah menyabet penghargaan sebagai presenter olahraga terbaik dalam Panasonic Gobel Award beberapa tahun silam. 

Ketika di acara talkshow,  Rudi Jamil didaulat pemandu melakukan stair up, dimana kedua tangannya bertelekan pada tangga ke atas. “Yah… aya-aya wae… ini karena lagi puasa, cuma dua kali saja stair up. Untuk contoh saja…,” sahut Ibnu Jamil ngakak. Tampak kedua lesung pipinya  mencuat manis.[pik]

Sensasi Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal

JAYAKARTA NEWS – Fantastis. Hampir di semua bioskop di Jakarta, sejak Kamis (9/5/2019) pekan lalu, dipenuhi penonton anak-anak.

Satu pemandangan sama terjadi di XXI, Cinemaxx, CGV dan jaringan bioskop lain, anak-anak didampingi ayah dan ibunya, bahkan ikut pula kakek dan neneknya. Tujuan mereka cuma satu: nonton film animasi anak-anak Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal’ yang lolos sensor untuk semua umur.

Selama 90 menit, selalu terdengar sorak sorai dan tepuk riuh anak-anak melihat jagoan mereka : si kembar Upin dan Ipin. Jika terjadi perkelahiran atau peperangan antara tokoh jahat Raja Bersiong  melawan tokoh baik Upin dan Ipin, tepuk tangan bergemuruh dan sorak sorai membahana.

Bahkan, sejak awal penayangan, dihadirkan dua maskot boneka Upin dan Ipinyang  langsung diterbangkan dari Malaysia. Sebelum film diputar, dua boneka ini hadir di bioskop dan menyalami penonton anak serta berpotret bersama anak dan orang tuanya.

Film produksi Les Copaque Productions Sdn. Bhd. dari negara jiran Malaysia dan diedarkan oleh MNC Cinema dari Indonesia ini awalnya hanya mendapat 203 layar, lalu ditambah menjadi 217 layar dan terakhir meningkat menjadi 225 layar. Selama tiga hari penayangan, sudah menyabet 96.231 penonton, hampir mencapai 1 juta orang.

“Ini luar biasa. Dua anak saya merengek ingin nonton Upin dan Ipin di Blok M Square. Selain jaraknya dekat dari rumah saya di Kebayoran Baru, juga tiket di sini terjangkau. Akhirnya, saya dan isteri cari waktu luang ya hari Sabtu ini baru bisa nonton bareng,” kata Akbar, kepada penulis.

“Teknik komputernya hebat, enggak kalah dengan buatan Disney dari Hollywood. Sebenarnya sineas kita juga bisa bikin film animasi seperti mereka. hanya ceritanya kering dan kurang mendidik. Promosi Upin-Ipin sangat hebat, sudah tayang di banyak negara lain di luar Malaysia,” tambah Akbar. Begitu film usai, beberapa anak kecil ada yang digendong dan dirangkul oleh ayah dan ibunya. Banyak yang tertidur rupanya. 

Film Upin – Ipin penuh petualangan fantasi. Bersama 6 sahabat karibnya, Upin – Ipin berusaha menyelamatkan kerajaan fantasi Indraloka dari ancaman musuh Raja Bersiong  (Raja Bertanduk) yang jahat. Enam sahabatnya adalah Ehsan, Fizi, Mail, Janjit Singh, Mei Mei dan Susanti. Di sini, pujian patut dan layak diberikan kepada Penerbit Burhanuddin Md Radzi, dimana unsur ‘melting pot’ dan keberagaman antar-etnis dipersatukan lewat persahabatan enam anak dengan Upin Ipin ini : ada Cina, ada Tamiil dan ada Indonesianya.

Bahasa pengantarnya adalah bahasa Melayu. Karena beberapa kata, istilah dan dialek bahasa Melayu yang sulit dipahami oleh penonton Indonesia, maka diberi teks terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Memang, untuk beberapa kata dan istilah, antara Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, ada kesamaan dan sama padanannya.

“Yang hebat adalah director (sutradara)nya, cerita di Upin – Ipin ini dipadukan dengan unsur dongeng dan cerita rakyat yang populer di tanah air Indonesia, seperti Malin Kundang, Pak Belalang, Bawang Merah Bawang Putih dan Raja Bersiong,” lontar pengamat film Yan Wijaya, yang nonton di hari ketiga.

Upin – Ipin awalnya berupa sinetron anak-anak di televisi dan dirilis di Malaysia 14 September  2007. Disiarkan pertama kali oleh TV9 dan ada sebanyak 12 musim tayang. Tujuan semula untuk mendidik anak-anak agar lebih paham tentang hakekat puasa Ramadan.

Meski berlatar budaya setempat, toh Upin – Ipin laris di banyak negara. Selain tayang di MNC TV di Indonesia, juga Hilal TV di Turki, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Korea Selatan dan negara-negara lain di Asia.

Ada permintaan pasti ada penawaran. Begitu sinetronnya meledak di mana-mana, diikuti penjualan cindera mata dan komik Upin – Ipin dicetak dan laris terjual. Tahun 2017, barulah diangkat ke film layar lebar.

“Ada kemungkinan Upin – Ipin the movie akan dilanjutkan sekuelnya. Kita sudah siapkan naskah skenario dan tim animasinya,” kata Produser Muhammad Usamah Zaid Yassin, sebagaimana dikutip dari websitenya.

Ada tulisan menarik di harian Waspada-Medan yang dikutip di sini :”…Cerita “Upin-Ipin’ bertema pendidikan dan berunsur Islam. Tayang di hari baik bulan baik, bulan Ramadan. Meskipun demikian, Upin dan Ipin menghormati dan mengetengahkan teman-temannya yang berbeda keyakinan, ada Cina dan Tamil,” . Kapan, sineas Indonesia bisa membuat film animasi seperti Upin-Ipin, yang ceritanya masuk akal serta sangat populer di negara-negara di luar Malaysia. [pik]

Baskara Mahendra, dari ‘Ramadhan Terakhir’ ke ‘Bebas’

 JAYAKARTA NEWS – Ingat  webseries ‘Ramadhan Terakhir’ yang tayang jelang berbuka puasa? Salah seorang pemerannya  adalah Baskara Mahendra Putra (25 tahun).

Serial Ramadan produksi Line Indonesia ini beberapa tahun yang lalu cukup terkenal dan disukai oleh pemirsa dan penyuka webseries.

‘Ramadhan Terakhir’ berkisah tentang persahabatan 4 cowok tampan, lembut dan soleh.

“Aku didapuk jadi Didit. Pokoknya, persahabatan ini sangat seru dan solid,” lontar Baskara Mahendra yang kata penggemarnya mirip aktor Iqbaal Ramadhan, pemeran Dilan yang meraih sebagai film Box Office tahun 2018 dan 2019.

Tapi, ‘Ramadhan Terakhir’ adalah webseries terakhir yang dibintanginya. Kemudian, Baskara Mahendra pelan tapi pasti mulai melangkahkan karirnya ke dunia film layar lebar.

Debut pertamanya dalam film ‘Lima’ yang disutradarai Lola Amaria. Ia berperan sebagai Adi yang suka membantu temannya yang dibully.

“Aku suka banget peran ini. Hampir selalu tampil main piano. Tapi sayang, di beberapa adegan pemakaman film ‘Lima’ disensor LSF. Padahal, cerita ‘Lima’ memang juga terjadi di tengah keluarga dan masyarakat kita. Ayah saya dimakamkan secara Kristen. Ibu saya meninggal dimakamkan secara Islam, tapi ditolak dimana-mana karena sebelumnya memang dibaptis. Kakak saya Kristen tapi saya muslim. Ini film merupakan pengejawantahan lima sila dalam Pancasila yang divisualisasikan oleh Lola Amaria ke bentuk film agar lebih dimengerti penonton. Banyak masyarakat cuma hafal sila-sila Pancasila, tapi tidak paham makna dan hakekatnya,” cerita Baskara  dalam acara buka bersama (bukber) film ‘Bebas’ di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Berbeda di film ‘Bebas’ yang disutradarai Riri Riza, Baskara kali ini dipercaya berperan sebagai Jojo remaja. Sedangkan peran Jojo dewasa dibawakan Baim Wong.

‘Bebas’ merupakan adaptasi dari film Box Office Korea bertajuk ‘Sunny’. Film ‘Sunny’ meeraih lebih dari 7 juta penonton di Korea tahun 2011,

‘Inti dan ceritanya memang sama, tapi karakter-karakter pelakunya ditransformasi menjadi khas kota Jakarta, Kalau aslinya, pemeran utamanya ada 7 orang, di ‘Bebas’ diubah menjadi 6 orang,” papar Baskara.

Yang lebih hebat lagi, ‘Bebas’ diperankan oleh 24 artis terkenal serta 11 tokoh utama. beberapa pemainnya bisa disebut antara lain Marsha Timothy, Baim Wong, Widi Mulia, Indy Barends, Susan Bachtiar, Sheryl Sheinafia, Lutesha, Jefri Nichol, Amanda Rawles, Giorgino Abraham dll. Film bergenre drama komedi

(dramedi) ini akan beredar di seluruh Indonesia, Oktober tahun ini.

Dunia film memang menjadi pilihan hidup Baskara. Sebelumnya, ia bekerja sebagai karyawan kantoran (tidak disebutkan di perusahaan apa). Semula, ia ingin meniti kariernya berbarengan antara karyawan dan pemain film. Tapi ini jelas enggak bisa. Dan saya harus meninggalkan sebagai karyawan kantoran,” imbuh Baskara yang bergabung bersama Pesona Management.

Ngomong-ngomong, selama puasa Ramadan, Anda menjalaninya secara khusyuk ?

“iya dong. Ini kan termasuk ibadah dan termasuk salah satu dari Rukun Islam yang harus saya percayai dan patuhi. Memang berat sih, tapi alhamdullilah, sampai hari ini (hari ke lima), saya tidak pernah bolong…,” jawab Baskara yang sering lupa mengancing ruitsluiting celana panjang yang dikenakannya.

Ditanya mengenai peran apa yang ingin dia  lakukan, dia menjelaskan,  “Saya ingin dapat pemeran orang aneh, orang gila atau antagonis gitu. Hampir di semua webseries dan film yang saya perankan adalah jadi remaja yang baik dan lembut.”  (pik)

Ustad Solmed Dirikan Gambus The Sulthans

JAYAKARTA NEWS –  Dalam Ensiklopedi Musik karya Remy Sylado (Japi Tambayong), gambus disebutkan sebagai instrumen pipih menyerupai lute atau laute dengan bentuk badan resonansi mirip buah pir. Gambus terbuat dari kayu dan dawai ganjil, umumnya 7 utas.

Gambus sendiri berasal dari bahasa Afrika Timur dan Arab. Di Arab diberi nama Gopuz, sedangkan di Afrika Timur disebut Gabbus. Kemudian, dalam perkembangannya,  berubah menjadi orkes (Orkes Gambus). Corak musik yang mereka mainkan berkaitan dengan agama Islam.

Di tahun 50-an hingga 60an, Orkes Gambus yang terkenal adalah Chandra Lela dengan vokalis utamanya Alwi dan Oslan Husein. Lalu, di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, bertumbuhan banyak Orkes Gambus.

Nama Orkes Gambus Kelana Ria dengan biduan Hussein Bawafie dan biduanita Djuhana Sattar tercatat paling rajin merekam lagu-lagu bercorak Gambus dan Melayu dalam piringan hitam (long play).

Nun di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya, pernah hadir dan eksis biduan Gambus tenar bernama Syeh Albar, yang tak lain adalah ayah rocker Ahmad Albar.

Memasuki dasawarsa 80, 90, 2000 hingga kini (2019), musik gambus boleh dikata hidup enggan mati tak mau. Memang, agak sulit mencari sebuah Orkes Gambus (yang benar-benar bergenre Gambus) di Jakarta.

Beberapa kali penulis mendapati Orkes Gambus, tahunya lebih bermain di jenis Orkes Melayu. Bahkan, belakangan, yang disebut Orkes Melayu juga sudah tercampur musik Dangdut. Kalau pun ada Orkes Gambus, mungkin bisa didapatkan di lorong sempit nan kumuh dan masuk gang-gang kecil.

Oleh alasan-alasan itulah, maka Ustad Soleh Mahmud (Solmed) Nasution baru-baru ini mendirikan Orkes Gambus The Sulthans.

“Pendiriannya istimewa, di rumah dan tempat latihan saya di jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pas didirikan sehari sebelum puasa Ramadan. Alhamdullilah,” ujar Ustad Solmed kepada penulis baru-baru ini.

Tujuan membangun Orkes Gambus adalah untuk membangkitkan kembali musik Gambus ke industri musik di Indonesia serta syiar Islam ke seluruh Nusantara.

“Ini cita-cita saya setahun yang lalu dan baru terlaksana tahun ini. Bulan Ramadan 2019, lumayan dapat job main di beberapa stasiun televisi swasta nasional dan di mal-mal,”  ungkap ayah tiga putra ini.

Ketika penulis menengok latihan mereka, tiga personel hadir, yaitu Didin, Gunawan dan Azis. Plus dua vokalis utamanya yaitu Delisa (dari Voice of Indonesia) dan Lia (dari Academy Dangdut of Indosiar).

Menyimak lagu-lagu yang disenandungkan Delisa dan Lia yang diiringi Orkes The Sulthans, ada nuansa campur sari : ya gambus, ya Melayu, ya pop dan ya rock.

Hal tersebut juga jujur diakui oleh Ustad Solmed. “Gambus The Sulthans kami namakan Gambus Milenial. Semua genre musik, mereka bisa membawakannya. Terserah pesanan pengunjung. Kalau di Orkes Gambus yang asli, kan ada akordeon dan flute (suling). Di sini, akordeon enggak ada. Yang ada gitar, keyboard dan drum. Jadi Gambus modernlah,” jawabnya.

Kenapa namanya The Sulthans, bukannya The Sulthans dan The Sulthanah? Kan ada vokalis ceweknya.

“Hahaha… Nama The Sulthans saya berikan, karena anak pertama saya bernama Sultan Mahmud Qusyairi, yang kini sedang belajar di pesantren,” papar Ustad Solmed tertawa.

Dan kenapa Ustad serta isteri Ustad, April Jasmine (mantan model) tidak ikut terlibat di panggung ?

“Kami berdua cukup mengawasi saja di balik panggung. Biar saya mengurusi umat dan April Jasmine merawat anak-anak kami,” tandas Ustad Solmed mantap. Oke, mainkan saja Ustad. [Ipik Tanoyo]

Ruben Onsu Sekolahkan Anaknya yang Baru Berusia 4 Tahun di Singapura

Sarwendah Tan dan anaknya, Thalia Putri Onsu –foto instagram rubenonsu

JAYAKARTA NEWS—Jarak Jakara-Singapura tidak lah jauh. Untuk penerbangan hanya memakan waktu 1,5 jam. Mungkin pertimbangan itu juga yang membuat Sarwendah Tan, istri Ruben Onsu, merasa lebih nyaman melahirkan di Negeri Singa itu.

Setidaknya, meski Ruben tak bisa menemaninya selalu karena ada banyak pekerjaan yang harus digarap di Jakarta,  sang suami tercinta bisa terbang kapan saja. Toh, penerbangan Jakarta-Singapura ada setiap saat.

Ruben Jumat kemarin (10/5) melepas istri dan anaknya, Thalia Putri Onsu (4) untuk berangkat ke Singapura.  Mereka akan di Negeri Singa sekitar dua bulan, setidaknya sampai selesai masa pemulihan Sarwendah yang juga akan ditemani keluarganya.

Ruben berharap segala sesuatu berjalan lancar. Dia sendiri akan bolak-balik Jakarta-Singapura. Ada beberapa rencana yang telah disiapkan, salah satunya adalah menyekolahkan Thalia di sekolah terdekat. “Kebetulan tempat tinggal di sana dekat sekolah anak. Wenda maunya walaupun libur, Thalia tetap bersekolah sehingga Thalia juga memiliki kegiatan,” ungkap Ruben.

Menurut Ruben, hal itu pun sudah dikomunikasikan dengan Thalia yang senang menyambutnya. Selain urusan sekolah, Ruben juga sudah menyampaikan kalau Thalia akan segera mempunyai adik. “Banyak topik pembahasan yang kita obrolin tentang menyambut adiknya Thalia. Thalia udah ngerti banget kalau dia sebentar lagi akan menjadi kakak,” tulis Ruben di akun instagramnya.***ebn

Ini Kebiasaan Maudy Ayunda yang Sulit Ditinggalkan

Maudy Ayunda–foto instagram maudyayunda

JAYAKARTA NEWS—Kebiasaan membaca buku semakin tinggalkan masyarakat seiring dengan makin eksisnya gadget yang memudahkan orang mencari apapun informasi yang di butuhkan lewat dunia maya. Meski jumlah pembaca buku terus menurun, namun sebagian di antaranya –para penggemar buku— tetap setiap dengan kebiasaannya. Satu di antaranya adalah Maudy Ayunda.

Menurut Maudy, meskipun dia sangat sibuk dengan berbagai aktivitas, ia tetap memiliki waktu untuk membaca buku, khususnya  buku-buku menarik yang membuatnya penasaran. Kebiasaan ini tak bisa ditinggalkannya.  Salah satu buku yang baru-baru ini selesai dibacanya adalah ‘Vox’ karya Christina Dalcher yang dihabiskannya hanya dalam dua hari.

“Melahap buku ini dalam dua hari. ‘Vox‘ menggambarkan dunia kontemporer di mana wanita dibatasi untuk mengatakan 100 kata sehari, di antara keterbatasan lainnya. Kedengarannya tidak masuk akal? Mungkin. Tapi “alasan” di balik itu semua terlalu familiar,” tulis Maudy Ayunda di instagramnya.

“Sangat menakutkan. Saya selalu menyukai buku-buku tentang Dystopias. Margaret Atwood, George Orwell – antara lain. Saya kira distopia dimaksudkan untuk mengguncang Anda. Ini mengingatkan kita bahwa kemungkinan terpuntir – seperti biasa – hanya sekitar sudut. Kami tidak bisa bersikap pasif, kami benar-benar tidak bisa,” tandasnya.

Membaca buku memang menjadi salah satu kegemaran Maudy. “Aku sudah bisa membaca sejak usia 3 tahun. Sejak itu aku sudah mulai membaca  buku. Keluarga kami kebetulan juga semuanya pencinta buku.”

“Orangtua membiasakan kami membaca buku, mengajarkan berpikir kritis, dan itu terus terbawa sampai sekarang.  Aku masih ingat suatu ketika papa pergi ke Singapura  pulangnya bawa buku satu koper. Pas buka koper papa, isinya buku semua. Wahhh, semuanya senang. Begitulah. Memang orangtua lebih suka membelikan kami buku sebagai hadiah, ketimbang yang lain,” tutur Maudy yang baru-baru ini mengumumkan dirinya memilih akan melanjutkan S2-nya di  Stanford University ketimbang Harvard.

Untuk program S2, sebenarnya Maudy mendaftar dua dua universitas terkenal itu, Stanford dan Harvard. Hebatnya, di dua university itu, Maudy  berhasil diterima.  Padahal untuk masuk ke sana, bukan main sulitnya karena persyaratannya ketat juga jumlah yang diterima sedikit dibanding jumlah mereka yang mendaftar. Otomatis, persaingan pun sangat ketat. Tapi  pemeran  film ‘Trinity  the Nekad Traveler’ ini berhasil menembusnya. Kini dia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti perkuliahan di Stanford. ***ebn

Syuting Film tak Ganggu Puasa Volland Humonggio

 

JAYAKARTA NEWS – Aktor  film berdarah Belanda (dari jalur kakek) dan Gorontalo, Volland Zulfikar Humonggio (37 tahun) bangga  saat menyaksikan film horor religi bertajuk ‘Roh Fasik” yang dibintanginya tepat di hari pertama Puasa Ramadan, Senin (6/5/2019).

Volland hadir dalam press screening di bioskop Metropole , Jakarta. Film ‘Roh Fasik’ sendiri akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia, mulai Kamis (9/5/2019). 

“Di film itu, aku disuruh sutradara Ubay Fox menjadi Ustad Kemal. Ustad Kemal ini sohib karibnya Ustad Hasan (Irwansyah), yang berusaha menginsyafkan temannya satu sekolah dan sepengajian dulu, yaitu Akbar (Evan Sanders) dari gangguan setan,” kata Volland kepada Jayakarta News belum lama ini.

Meski berpedan sebagai ustad, namun Volland tidak mendapatkan tugas untuk membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Justru Irwansyah yang banyak mendapatkan peran membaca ayat-ayat suci seperti Surah An Nas,Surah Al Ikhlas dan lain-lain.

“Kalau pas aku ditugasi membaca ayat suci, pasti deh aku belajar sama Irwansyah,” kata  Volland.

Satu hal pasti, dalam menyongsong puasa Ramadan tahun ini, Volland tetap menjalankan ibadah puasa.

Apa tidak menganggu atau ada kendala selama proses syuting ?

“Enggak lah. Ini kan ibadah. Sedari kecil, di Gorontalo saya sudah diajarkan oleh orang tua untuk berpuasa dan mengaji. Saya sih biasa-biasa saja, syuting ya syuting, puasa ya puasa. Enggak mengganggu satu sama lain,” tukas Volland yang juga berprofesi sebagai rapper ini.

Disebutkan, banyak manfaat selama menjalankan puasa Ramadan selama 30 hari.

“Selain kita menjadi sehat dan berat badan turun, juga manfaat lain yang saya rasakan selama berpuasa adalah saya berhenti merokok,” paparnya.

Kok bisa ya ? “Saya harus positive thinking. Kan selama hampir 13 jam, saya total enggak merokok dan enggak minum. Memang awalnya sih mulut terasa pahit, tapi ini kan niat dan ibadah. Alhamdullilah, saya berhasil,” imbuhnya.

Lalu, apakah Volland juga mengajak teman-temannya untuk berhenti merokok ?

“Saya berhenti merokok tahun 2016. Kalau mengajak teman-teman agar berhenti merokok, wah…enggak mau dong..itu kan kebiasaan mereka untuk merokok…tapi kalau saya disuruh mengajak mengaji dan berpuasa, ini mau. Pokoknya, tadarusan yuk…Kalau ada teman-teman artis akan mengadakan pengajian atau belajar mengaji bersama, boleh positif mengajak saya, Ayo, mari…,” tegas Volland.

Sebelum bermain dalam film horor religi ‘Roh Fasik’, Volland juga bermain di film horor berjudul ‘Uka Uka’ yang dicomot dari salah satu program horor terkenal yang tayang di salah satu stasiun televisi. “Tapi, Uka Uka belum beredar,” katanya.

Niat terjunnya Volland ke dunia film ketika ia ditawari berperan sebagai petinju bisu di film ‘Sang Dewi’ tahun 2007. Kemudian, Volland tidak bisa keluar lagi dari dunia sinema yang telah banyak memberikan pelajaran bagi dirinya. Film-film lainnya antara lain ‘Hong Kong Kasarung’, ‘Triangle’ (bersama Deddy Corbuzier), ‘Staadhuis Schandal’ dan sederet film laga lain. Maklum, dirinya adalah seorang atlet bela diri yang memiliki tubuh dan perawakan atletis.

“Jujur, dari sekian banyak genre film yang saya bintangi, paling berkesan adalah film ‘Roh Fasik’ yang mendapat hari tayang pas puasa Ramadan. Film ini juga dimeriahkan sederet bintang terkenal seperti Zaskia Sungkar, Irwansyah, Abi Cancer, Evan Sanders, Nagita Slavina dan Denira Wiraguna,” tandas Volland.

Iyalah, karena kali ini Volland mendapat peran sebagai Ustad, bukan lagi anak muda dan kepala geng. (pik)

Andi Rianto Siapkan Lazada Simfoni Ramadan

JAYAKARTA NEWS – Bukan main. Untuk menyongsong Ramadan tahun ini, pemusik dan komponis Andi Rianto mendapat job dari Lazada dan SCTV, tampil sebagai  dirigen dalam konser ‘Lazada Simfoni Ramadan’ yang akan dihelat di Balai Sarbini, Jakarta, 13 Mei 2019.

“Kalau untuk memimpin orkestra sudah sering. Tapi kali ini, saya baru pertama kali mendapat job mengaransir tembang-tembang religi dari Bimbo berupa medley (rangkaian lagu) seperti lagu ‘Tuhan’, ‘Ada Anak Bertanya pada Bapaknya’, ‘Rasul Menyuruh Kita’ dan lain-lain,” kata Andi Rianto kepada penulis di Rossi Studio, jalan Fatmawati, Jaksel, belum lama ini.

Andi mengemukakan, cukup melelahkan juga menggarap simfoni Ramadan yang berdurasi satu jam ini. Terlebih lagi, diawali pada hari ketiga puasa Ramadan.

“Tapi kawan-kawan dan manajer saya semua memberi semangat kepada saya. Ayolah mas Andi, garap Simfoni Ramadan ini. Kapan lagi ada pekerjaan seperti ini,” tutur pria yang studi musik di Berkeley, Amerika Serikat selama lima tahun ini.

Begitu melihat biduan dan biduanita top Indonesia yang akan berlatih bersama Andi adalah sederet artis musik yang punya dedikasi tinggi, bahkan ada seorang diva, yaitu Rossa, BCL, Yura Yunita, Vadi Akbar (adik Vidi Aldiano), Yovie Widianto dan putranya, Arsy Widianto, Enda Ungu dan puterinya, Zara Leola, Ebiet G Ade dan Adera, Virzha, Lesty, Kafin Sulthan Reviera, Rafi Ramadhan Sudirman, Olanda Tobing, Olivia Tobing, Shaquilla Rahmadina dan masih banyak lagi.

Pria pemusik yang masih setia membujang ini juga tidak main-main. Ia mengerahkan barisan musisi sebanyak hampir 50 piece, antara lain dari Magenta Orchestra, Institut Seni Indonesia (ISI) jurusan musik dari Yogyakarta, bahkan beberapa musikus lainnya dicomot dari grup rock terkenal, antara lain Eddy Kemput (gitaris Grass Rock) dan Ronald (drumer ex Gigi).

“Semuanya sudah sering ikut saya, jadi saya sudah hafal karakter dan cara mainnya. Yang jelas, semua harus bisa baca not balok, itu yang penting,” tegasnya.

Tentu, hampir semua instrumen yang biasa dimainkan di pergelaran musik klasik diboyong di Rossi Musik, seperti gitar, bas, bas betot, drum, biola, keyboard, hingga brass section (alat tiup).

Hampir 6 atau 7 hari Panitia menyediakan latihan dan menyewa studio beserta perlengkapannya. Juga, karena mayoritas musisi berpuasa, tentunya wajib disediakan makanan dan minuman dan waktu ibadah yang cukup bagi yang muslim.

“Latihan penting, tapi kesehatan juga harus diutamakan. Jangan kurang tidur gara-gara puasa lalu badan sempoyongan serta muka kuyu, tapi mereka tetap berlatih. Saya ingin antara fisik dan rohani seimbang,” papar Andi Rianto, yang selama puasa Ramadan, cukup makan daging dan sayuran dan  tidak makan nasi.

“Biasanya, pada minggu pertama puasa, saya menjalani puasa dan diet ketat, enggak makan nasi. Tapi setelah itu, normal lagi,” imbuhnya. Selama melakukan diet ketat ini, Andi Rianto berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 7 kg, dari 84 menjadi 77 kg.

Kalau ditambah berpuasa sebulan pol, bisa jadi nantinya tubuh Andi Rianto menjadi ideal, 70 kg. Andi Rianto baru saja merayakan ultah ke-47 Selasa lalu, 7 Mei 2019. (pik).

Mentari Novel: Puasa Menguatkan Iman

JAYAKARTA NEWS – Dalam pandangan Mentari Putri Novel, gadis remaja berusia 20 tahun ini, Ramadan adalah bulan penuh berkah, bulan yang perlu disambut dengan ibadah. Ini adalah bulan yang penuh karunia tiada terhingga,

“Saya selalu menjalani ibadah shaum (puasa) tiada henti, kecuali lagi datang bulan. Kalau enggak ada acara syuting atau jumpa fans di luar Jakarta, saya selalu mengontak teman-teman untuk mengajak berbuka puasa bareng. Tempatnya kita tentukan kemudian, bisa di rumah makan atau dimana saja,” kata Mentari saat bukber film ‘Single 2’ di Restoran Cerita Rasa, Ampera Raya, Jaksel, baru-baru ini.

Di film produksi Soraya Film ini, Mentari berperan sebagai Alika, seorang gadis milenial dan cheerfull. “Ini bertolak belakang banget dengan karakter saya sehari-hari,” tutur Mentari yang pernah dinobatkan sebagai Miss Grand Jawa Barat 2018.

Gadis yang suka mengcover lagu di YouTube ini mengaku suatu hari dirinya pernah dikontrak komika Raditya Dika, untuk menjalani test dan reading film komedi.

“Awalnya deg-degan, kan abang Raditya orang terkenal. Alhamdullilah, saya dinyatakan lulus dan bisa bermain di film karya abang. Ini film pertama saya,” kata gadis pemurah senyum ini. Saking dekatnya dengan keluarga Raditya itulah, Mentari pun ikut menemani istri Radit di Rumah Sakit ketika melahirkan anak pertamanya.

“Lucu juga sih… saya kan masih lajang, tapi istrinya abang selalu tanya soal-soal yang berkaitan dengan kehamilan. Untung bisa saya jawab, karena sebelumnya saya baca baca buku-buku tentang kesehatan ibu yang hamil dan melahirkan,” ujarnya sambil tersenyum manis sekali. (pik)

Ramadhan, Raffi Ahmad Super Sibuk Handle 8 Program

Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Raffathar—foto instagramraffinagita

JAYAKARTA NEWS— Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Semua orang berkeyakinan seperti itu, namun bagi Raffi Ahmad lebih lagi. Tahun ini, kata Raffi, yang dikerjakannya lebih dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini gua ambil kerjaan terbanyak seumur hidup gua. Acara sahur ngisi, acara  buka juga,” ucap suami Nagita Slavina, ini.

Bagi Raffi menjalankan ibadah puasa tidak menjadi penghalang untuk tertap beraktivitas sebagaimana biasanya. “Sama lah kayak tahun-tahun sebelumnya, Bulan Ramadhan ya kerja seperti biasanya. Cuma tahun ini kerjaan lebih banyak dari sebelumnya,” ucapnya semangat. Kerja, kerja, kerja, begitulah prinsip bapak satu anak ini.

Ramadhan ini setidaknya dia menangani 8 program termasuk Youtube. Dia berharap bisa menghandle semuanya dengan baik.

Bagaimana dengan keluarga?

Ternyata Raffi telah mengaturnya. Menurutnya, Nagita dan Raffathar dapat ke lokasi syuting. ***/ebn