Anggota DPR Pertanyakan Stabilitas Harga Minyak Goreng

JAYAKARTA NEWS— Anggota Komisi VI DPR RI Muslim mempertanyakan kepada langkah yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan  untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. Ia meminta penjelasan tersebut kepada Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan jajaran Kementerian Perdagangan terkait RKP dan RKA K/L tahun anggaran 2023, minyak goreng dan kebutuhan pokok.

“Di sini kita lihat harga minyak goreng curah masih di Rp12 ribu, khusus di produsen masih di Rp10.800 artinya sampai kapan ini? Ini mungkin pak menteri bisa menjabarkan sampai kapan ini batas waktu oleh pemerintah, apakah yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya stabilitas harga minyak goreng?” tanya Muslim di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2023). Demikian dikutip dari laman dpr.go.id

Lebih lanjut, legislator dapil Aceh II ini mengatakan bahwa dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat utamanya ibu-ibu terkait dengan harga minyak goreng yang masih belum stabil. “Kami hari-hari dikeluhkan ibu-ibu, satu sisi pak presiden mengatakan ini sudah stabil, tapi kenyataan di lapangan berkaitan dengan minyak goreng ini belum betul-betul dirasakan harga yang layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Terkait dengan bahan pangan lainnya, Muslim menekankan Kemendag untuk melakukan langkah-langkah konkret agar Indonesia tidak terus bergantung dengan suplai impor pada beberapa bahan pangan, padahal Indonesia memiliki potensi alam yang sangat strategis. Untuk itu, ia meminta Kemendag untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait ketersedian pangan, impor dan stabilitas harga di pasaran, agar tercapai harga dan ketersediaan pangan yang stabil di masyarakat.

“Dua kementerian ini sebenarnya saya melihat ada satu persoalan yang mendasar, di satu sisi ada yang memberikan izin, di sisi lain ada yang mengatur kuota, akhirnya ini nggak sinkron, tentu kita berharap ke depan antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian ini harus satu suara, jadi supaya masyarakat tidak sampai ada yang dirugikan,” imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Terakhir, Muslim berharap Kemendag bisa bekerja dengan maksimal dalam menstabilkan harga minyak goreng dan harga pangan lainnya. “Kita berharap pak menteri dan pak wamen bisa bekerja maksimum berkait ketersediaan, terutama minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, sehingga harga terus bisa stabil, masyarakat kita bisa mendapatkan harga yang betul-betul mereka bisa belanjakan sehari-hari,” tutupnya.***/din

Mendag Lutfi: Sesuai Target, Migor Tersedia di 10 Ribu Titik

JAYAKARTA NEWS— Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan sistem distribusi closed loop Minyak Goreng Curah Rakyat dengan harga terjangkau berjalan sesuai rencana.
Kementerian Perdagangan mencatat telah ada lebih dari 10 ribu pengecer minyak goreng curah, dan jumlah ini akan terus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan saat Mendag Lutfi meninjau Pasar Kampung Ambon, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022) pagi. Turut mendampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke
Nurwan.

“Kami meninjau langsung ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga dari Program Minyak Goreng Curah Rakyat dalam jaringan closed loop Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE). Dalam dua minggu, program minyak goreng curah rakyat akan menjangkau 10 ribu pengecer yang termasuk dalam 10 ribu titik yang telah ditetapkan. Kemendag berencana untuk menaikkan targetnya menjadi 30 ribu pengecer di 10 ribu titik penjualan di pasar,” kata Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi juga mengatakan, semua segmentasi distribusi minyak goreng curah rakyat ini dijalankan melalui aplikasi digital sehingga proses distribusi dapat dipantau secara real-time. “Sifat
real-time ini juga memungkinkan pemerintah mengetahui jika ada hambatan atau ketersendatan distribusi,” jelas Mendag Lutfi.

Distribusi minyak goreng curah, lanjut Mendag Lutfi, dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Tentara Nasional Indonesia.

“Oleh sebab itu, kami minta pelaku usaha dalam tata niaga minyak goreng untuk mengikuti aturan pemerintah. Hal ini demi memastikan ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng curah di masyarakat,” kata Mendag Lutfi.

Program Minyak Goreng Curah untuk Rakyat (MGCR) menyediakan minyak goreng curah hasil alokasi untuk dalam negeri (domestic market obligation/DMO) kepada masyarakat dengan harga Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg. Program ini melibatkan produsen CPO sebagai pemasok bahan baku minyak goreng, produsen minyak goreng sebagai pemasok minyak goreng curah, pelaku usaha jasa logistik eceran (PUJLE) dan distributor dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SiMIRAH), pengecer, serta eksportir.

Program ini diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) untuk mengoptimalkan pendistribusian minyak goreng curah, mulai berlaku pada 23 Mei 2022.

Permendag ini mengatur kewajiban bagi seluruh produsen crude palm oil (CPO) dan/atau eksportir CPO, refined, bleached and deodorized palm oil (RBD Palm Oil); refined, bleached and deodorized palm olein (RBD palm olein), dan used cooking oil (UCO) untuk berpartisipasi dalam program MGCR. Sedangkan, produsen yang tidak berpartisipasi dilarang mengekspor produk-produk tersebut.

Mendag Lutfi juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk menggiatkan kembali ekspor CPO dan produk turunannya. Menurut Mendag Lutfi, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kenaikan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

“Kami juga memastikan bahwa ekspor akan berlangsung segera. Dengan begitu, kami akan memastikan bahwa harga TBS di tingkat petani juga akan baik. Target kita adalah tidak kurang dari Rp2.500/kg, bahkan setidaknya mencapai Rp3.000/kg pada kesempatan pertama,” kata Mendag Lutfi.

Per 5 Juni 2022, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan 251 persetujuan ekspor (PE) untuk minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. PE tersebut adalah untuk ekspor 305.032 ton CPO dan produk turunannya. Jumlah tersebut mencakup sekitar 29 persen dari rencana ekspor untuk periode Juni yang sebesar 1.040.040 ton.***ebn

Pertemuan Bilateral RI dan Australia, Mendag Lutfi: Maksimalkan Implementasi Persetujuan IA-CEPA

JAYAKARTA NEWS— Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha dan eksportir untuk memaksimalkan pemanfaatan implementasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (Indonesia-AustraliaComprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA).

Jika dimanfaatkan dengan baik, IA-CEPA ini dapat mendorong perdagangan kedua negara sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke Negeri Kanguru tersebut.

Hingga Maret 2022, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia tercatat sebesar USD 2,79 miliar, turun 2,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada 2021, perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 12,6 miliar, naik 76,84 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar USD 7,15 miliar.

Ekspor nonmigas utama Indonesia ke Australia di antaranya produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, besi baja, serta emas. Sedangkan impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi dan konsentratnya, batu bara bitumen, gandum dan meslin, biji besi, serta gula.

Implementasi IA-CEPA merupakan satu di antara isu yang diangkat pada pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6/2022).

Mendag Lutfi menyampaikan kembali pernyataan Presiden Joko Widodo agar pemanfaatan terhadap IACEPA dapat dioptimalisasi, sehingga perluasan akses pasar, peningkatan standardisasi dan ekosistem sektorsektor industri unggul, serta peningkatan keterampilan dan pelatihan untuk sektor strategis, dapat terlaksana dengan baik.

Pada pertemuan tersebut, lanjut Mendag Lutfi, Presiden Jokowi berharap Australia dapat memberikan perhatian khusus dalam pembukaan akses untuk produk-produk unggulan dan bernilai tambah, seperti otomotif.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah melepas ekspor pertama kendaraan buatan Indonesia ke Australia pada Februari lalu. Menurut Presiden Jokowi, capaian ini semakin memberikan kepercayaan terhadap kualitas produk-produk Indonesia dan membuka akses bagi produk-produk Indonesia lainnya.***ebn

Mesin Listrik PLN Dongrak Produksi Olahan Hasil Laut di Singkawang

JAYAKARTA NEWS – Masyarakat Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat kini lebih bahagia. Berkat bantuan listrik program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN, Lembaga Kesewadayaan Masyarakat (LKM) Jaya Bersama berhasil meningkatkan produktivitas usaha pengolahan hasil laut.

“Saat proses produksi dilakukan secara manual, dalam dua hari kami hanya bisa menghasilkan 10 kg terasi, namun sejak menggunakan mesin listrik, kami bisa menghasilkan 50 hingga 60 kg terasi per hari,” ungkap Sahbani (55), Ketua LKM Jaya Bersama.

Dikatakannya, sejak berdiri tahun 2009, LSM Jaya Bersama mengkoordinir aktivitas usaha pengolahan hasil laut yang dilakukan warga. Diakuinya, bantuan yang diberikan PLN sangat berdampak pada peningkatan usaha masyarakat di Kelurahan Sedau.

“Sekarang seluruh proses produksi terasi dilakukan dengan peralatan listrik. Mulai dari proses pemilihan udang rebon, penghalusan, hingga penyimpanan bahan baku produksi, semua serba listrik. Selain menghemat waktu dan tenaga, omsetnya pun terus meningkat dari waktu ke waktu,” tutur Karyani bersemangat.

Melalui rumah produksi yang dikelola bersama, LKM Jaya Bersama mengkoordinir sekitar 60 KK yang aktif melakukan usaha pengolahan udang rebon. Dalam setiap masa produksi, setiap kelompok usaha berhasil meraup omzet sekitar Rp. 16 juta rupiah per minggu.

Ia berharap, meningkatkan produktivitas usaha yang diraih mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Sedau.

Hal senada juga diungkap Karyani Mistur (48), Ketua Kelompok Pengelola Usaha Terasi Sedau. Menurutnya, selain bantuan mesin produksi listrik, PLN juga terus melakukan pembinaan serta pendampingan, salah satunya teknis pengemasan, sehingga terlihat menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Secara terpisah, Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah, mengatakan melalui program TJSL, pihaknya terus mendorong pertumbuhan usaha yang dilakukan masyarakat.

“Selain memberikan bantuan untuk mendorong produktivitas usaha, kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjaga keandalan pasokan listrik. Jika listriknya andal, maka proses produksi dapat berjalan dengan baik, usahanya pun semakin meningkat,” pungkas Meidiansyah. (Tris)

Presiden Apresiasi IHPS II Tahun 2021

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2021 yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Jumat (3/6/2022) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun, dalam keterangannya usai penyerahan berlangsung.

“Alhamdulillah kami pimpinan BPK baru saja bertemu dengan Bapak Presiden dalam kegiatan penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2021. Bapak Presiden sangat mengapresiasi atas hasil dari pemeriksaan terkait yang di dalam substansi IHPS tersebut,” ujar Isma Yatun yang hadir bersama para anggota BPK lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, BPK juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan substansi yang ada di IHPS II tersebut, mulai dari penguatan ekonomi hingga penguatan sumber daya manusia. Menurut Isma Yatun, hal-hal yang terkait substansi tersebut tidak hanya ada di pusat tapi juga di sejumlah daerah di Tanah Air.

“Termasuk juga beberapa hal yang terkait dengan sumber daya alam dan kemandirian fiskal serta terkait dengan pangan,” ungkapnya.

Isma Yatun menyebut bahwa Presiden Jokowi akan segera menindaklanjuti hasil dari rekomendasi pemeriksaan BPK tersebut. Ia pun berharap hasil rekomendasi BPK dapat memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami berharap hasil rekomendasi BPK tersebut itu segera dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sementara itu dari BPK hadir juga Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono serta Anggota BPK Nyoman Adhi Suryadnyana, Daniel Lumban Tobing, Haerul Saleh, dan Hendra Susanto. ***/mel

DPD RI akan Tindak Lanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI

JAYAKARTA NEWS— DPD RI menerima laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2021 yang telah dilakukan oleh BPK RI dalam Sidang Paripurna Ke-6, Jumat (3/6). DPD RI melalui Komite IV DPD RI dan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI selanjutnya akan menindaklanjuti laporan tersebut sebagai upaya perwujudan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Ketua BPK RI Isma Yatun menjelaskan bahwa IHPS II ini memuat ringkasan dari 535 laporan hasil pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, BPK RI mengungkap 4.555 temuan yang memuat 6.011 permasalahan senilai RpRp31,34 triliun.

“Sebanyak 53% atau 3.173 dari permasalahan tersebut berkaitan dengan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidak efektifan senilai Rp1,64 triliun dan sebanyak 18% atau 1.118 permasalahan terkait kelemahan sistem pengendalian intern,” jelasnya dalam Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Sultan B Najamudin ini.

Isma Yatun juga menjelaskan bahwa penyelesaian ganti kerugian negara/daerah tahun 2025-2021 dengan status yang telah ditetapkan sebesar Rp4,25 triliun. Dari nilai tersebut, kerugian pada pemerintah daerah sebesar Rp3,09 triliun. Sampai saat ini telah dilakukan pelunasan sebesar Rp1,46 triliun, dalam proses angsuran sebesar Rp265,30 miliar, dan penghapusan sebesar Rp37,33 miliar.

“Dengan demikian masih terdapat sisa kerugian sebesar Rp1,32 triliun,” imbuh Isma Yatun.

Terkait laporan IHPS II Tahun 2022 tersebut, Pimpinan DPD RI menugaskan Komite IV untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut. Dan jika terindikasi kerugian Negara, maka Pimpinan DPD RI akan meneruskan kepada BAP DPD RI untuk melakukan pembahasan dan penelaahan serta tidak lanjut.

“Sebagai bahan pembahasan, kami akan menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 BPK RI kepadaPimpinan Komite IV dan BAP untuk dibahas dalam rapat-rapat pleno di masing-masing alat kelengkapan sesuai dengan bidang tugasnya,” ucap Nono.

Nono pun berharap agar IHPS II Tahun 2021 dapat dijadikan sebagai bahan dalam bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK RI tersebut.

“Sehingga perbaikan dan penyelenggaraan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel dapat terwujud,” ucap Nono yang juga Senator DPD RI dari Provinsi Maluku ini.***/din

Seminar Ketenagakerjaan, Pendidikan, Pariwisata dan Peluang Usaha di Australia

JAYAKARTA NEWS – Diprakarsai  Indonesia Working Group (IWG) yang berkedudukan di Sydney, Australia, digelar seminar sehari di Hotel Tamarin, Jakarta, Kamis (2/6). Mengusung topik ‘ketenagakerjaan, pendidikan dan pelatihan, pariwisata dan peluang usaha di Australia’, seminar menampilkan 4 orang pembicara yaitu Alan Gerungan (pimpinan IWG dan Ketua Delegasi), George Hovan, Tony Osmani dan Nel Varquez.

Seminar di Jakarta ini telah mendapat restu dari Konsul Jendral  Indonesia di Sydney. “Seminar ini bertujuan untuk mengeksplor lebih jauh potensi yang ada di Indonesia guna menyongsong peningkatan bilateral ‘people to people’ kontak antara  dua negara,” ujar Alan Gerungan.

Dikatakannya, terutama setelah Partai Buruh pimpinan Albanese memenangkan kursi Perdana Menteri Australia beberapa hari yang lalu, hubungan antara Indonesia dan Australia diharapkan semakin baik. Seperti kita tahu, di masa Revolusi fisik,  (1945-1949), banyak kaum buruh dibawah komando partai buruh di negara kanguru tersebut mendukung kemerdekaan Indonesia dimana kapal-kapal milik Belanda dilarang mendarat di Australia.

Dalam pelaksanaannya di Indonesia, IWG menggandeng DPP HP3KI (Himpunan Pimpinan Pendidikan Pelatihan dan Kewirausahaan Indonesia). Sedangkan Tony Osmani dari Aston College Pty Ltd mengemukakan IWG berencana melakukan usaha-usaha meningkatkan beberapa sektor seperti tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan  serta pariwisata ke dua negara.

“Australia perlu banyak tenaga kerja asing untuk sektor hospitality seperti chefs, bartender, kitchen hand, room service dan lain-lain,” urainya. Namun, tambahnya, kendalanya calon tenaga kerja kurang cakap berbahasa Inggris yang sesuai standar. “Makanya, kita akan berkoordinasi dengan Dirjen Bina Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kemdikbud Ristek,” imbuhnya.

Di sektor pariwisata yang dikenal sangat seksi, segera harus dikembangkan karena turis Australia senang pantai atau.laut lepas yang bersifat outbond. “Indonesia banyak pantai  dan pulaunya sangat elok. Nantinya IWG fokus kepada para pensiunan yang sehat selain dananya cukup untuk berwisata ke Indonesia,” demikian pungkas Alan Gerungan dalam seminar yang dihadiri banyak peserta dari kalangan muda usia ini. (pik)

Mendagri Minta APBD Gunakan Produk Dalam Negeri 40 Persen

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara tegas mengatakan, tak akan menyetujui usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tak mencantumkan penggunaan produk dalam negeri sebanyak 40 persen dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Ia pun meminta gubernur melakukan langkah serupa dalam meninjau APBD yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan “Bangga Buatan Indonesia” sebagaimana yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Sebagaimana diketahui, sebelum disetujui dan disahkan, pemerintah daerah (pemda) di tingkat kabupaten/kota akan memberikan draf RAPBD pada pemerintah di tingkat provinsi. Sementara itu, gubernur akan membawa draf usulan RAPBD-nya ke Kemendagri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda).

“Salah satu nanti yang kita lakukan untuk mengikat adalah kalau seandainya mengajukan APBD itu harus ada lampiran rencana pembelian barang dalam negeri 40 persen dari potensi belanja barang/jasa dan modal. Kalau tidak ada itu, tidak akan kita setujui APBD-nya,” kata Mendagri usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah Tahun 2022 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2022).

Mendagri menambahkan, kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui gerakan “Bangga Buatan Indonesia” sejatinya memiliki banyak keunggulan. Selain akan membangkitkan perekonomian di sektor UMKM daerah, kebijakan itu juga bakal memacu percepatan pengadaan barang dan jasa.

“Mengenai produk dalam negeri itu kan 40 persen dari mata anggaran belanja barang dan jasa dan belanja modal. Nah ini saya sudah jelaskan tadi, penting sekali untuk agar ada uang beredarnya di dalam negeri, karena belanjanya berada dalam negeri, membangkitkan UMKM,” tambahnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut juga bakal membantu jajaran pemda terhindar dari potensi pelanggaran hukum. Selain itu, melalui pembelian barang dan jasa lewat e-Katalog juga dapat membantu pemda untuk mengetahui harga-harga barang dan jasa secara terukur serta transparan.

“e-Katalog itu akan mempermudah pengadaan barang dan jasa tanpa perlu lelang, dan kemudian e-Katalog ini kalau bisa didorong produksi dalam negeri UMKM, masukin produk-produknya, nanti akan dinilai oleh LKPP, harganya segini, ketika membeli tidak perlu lelang lagi, langsung,” pungkas Mendagri.***/ebn

Inflasi Dunia dan Lockdown Tiongkok Peluang Bagi Petani Indonesia, Mendag Lutfi di WEF 2022: Jangan Dirusak Standar Ganda

JAYAKARTA NEWS-–Dalam salah satu panel diskusi yang disponsori Channel News Asia (CNA) dari Singapura bertema “The Biggest Trade Deal in the World”, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengingatkan semua partisipan bahwa Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi perekonomian dunia yang dilanda inflasi tinggi saat ini.

Kondisi tersebut diakibatkan khususnya oleh hambatan perdagangan dunia yang disebabkan proteksionisme dan perang dagang, serta tidak berfungsinya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagaimana mestinya.

“Ketika negara-negara yang sudah maju menerapkan standar ganda, WTO justru tidak berkutik,” tegas Mendag Lutfi dalam keterangan Kementerian Perdagangan, Jumat (27/5/2022).

Cukup mengejutkan panelis lainnya, Mendag Lutfi justru mengatakan, “Tingginya harga komoditas dunia saat ini adalah peluang bagi para petani di negara-negara berkembang besar seperti Indonesia,
India, Brasil dan Tiongkok untuk menikmati keuntungan lebih. Ini ekuilibrium baru dalam perdagangan komoditas pangan dunia. Jangan dirusak dengan menyalahkan salah satu negara misalnya Tiongkok karena posisi dagang yang kurang menguntungkan. Bahaya kalau beberapa negara maju berkelompok untuk membenarkan standar ganda.”

Hal yang dimaksud standar ganda oleh Mendag Lutfi adalah negara-negara yang sudah maju menyalahkan dan mengganggu perdagangan bebas dunia, ketika mereka kurang diuntungkan posisi dagangnya terhadap suatu negara tertentu, misalnya Tiongkok.

Padahal, dahulu ketika posisi dagang mereka diuntungkan sehingga petani di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang makmur, semua negara berkembang dipaksa membuka pasar mereka.

“Harus ada kebersamaan dan kesetaraan kesempatan dalam perdagangan bebas dunia,” kata Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi sempat berdebat cukup tegang dengan panelis lainnya yaitu CEO Suntory Holdings, salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia asal Jepang, Tak Miinami. Sang CEO menyatakan pesimis dengan situasi perdagangan dunia saat ini, khususnya karena Tiongkok yang saat ini menutup pasarnya karena kebijakan Zero-Covid yang diterapkan Presiden China Xi Jin Ping. Sehingga Tiongkok, menurutnya, perlu dibatasi perannya dalam perdagangan dunia.

Mendag Lutfi menyayangkan pandangan tesebut apalagi mengingat Jepang sudah merasakan menjadi negara maju.

Menurut Mendag Lutfi, dunia harus mengakui fakta bahwa ketika Tiongkok mulai mendominasi perdagangan dunia, dampak positifnya dapat dirasakan seluruh masyarakat dunia dengan harga barang-barang yang semakin terjangkau.

“Kami di Indonesia sangat merasakan betul manfaatnya. Apalagi Tiongkok juga menjadi sumber utama transfer teknologi bagi negara-negara berkembang saat ini,” tegas Mendag Lutfi menjelaskan.

Padahal, lanjut Mendag Lutfi, Tiongkok baru bergabung dengan WTO di tahun 2001. Tapi manfaatnya jauh lebih terasa dibandingkan empat puluh tahun lebih sejak perdagangan dunia didominasi oleh
kapitalisme Barat.

“Biarkan harga pangan tinggi saat ini menjadi sinyal agar petani dan peternak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia meningkatkan produksi, sehingga nantinya harga akan turun
dengan sendirinya karena pasokan melimpah,” tegas Mendag Lutfi.

RCEP Peluang dan Katalis

Mendag Lutfi mengatakan, “RCEP berpotensi memperbaiki tata niaga perdagangan dunia. Dari yang sebelumnya berbasis akumulasi dan konsentrasi kemakmuran, menuju tata niaga baru yang meratakan kemakmuran dan menciptakan kesejahteraan bersama.”

Bila dievaluasi secara jujur, menurut Mendag Lutfi, kondisi tersebut adalah akibat dari kompetisi atau persaingan bebas yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi makro.

“Oleh karena itulah tata niaga dunia yang baru harus berbasis kolaborasi yang bermanfaat tanpa adanya diskriminasi atau bersifat inklusif. Bila seluruh dunia sibuk berkolaborasi maka tidak ada
ruang untuk kompetisi yang sering kali berujung kepada konflik antarnegara,” tegas Mendag.

RCEP sebagai perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia diikuti oleh kesepuluh negara ASEAN ditambah Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. RCEP adalah kerja sama
perekonomian pertama di dunia yang memiliki Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan sama-sama menjadi anggota.

“Perdagangan bebas tidak harus berdasarkan persaingan bebas. Melainkan bisa juga dicapai melalui kolaborasi yang nondiskriminatif atau inklusif. Sudah ada bukti keberhasilannya yaitu ASEAN,” tegas Mendag Lutfi.

Model komunitas ekonomi bersama yang inklusif dan kolaboratif sudah dibuktikan keberhasilannya oleh ASEAN yang saat ini merupakan perekonomian terbesar kelima di dunia dengan total produk domestik bruto (PDB) mencapai USD 3,3 triliun dan total populasi masyarakatnya 630 juta orang.

Padahal kesepuluh negara ASEAN memiliki latar belakang, bentuk pemerintahan, bahkan sistem perekonomian yang sangat beragam.

“Di belahan dunia lain justru menciptakan pertentangan bahkan perang dingin, di ASEAN kami merajutnya menjadi persatuan, kesejahteraan bersama, dan kolaborasi untuk berperan lebih bagi
perekonomian dunia,” tambah Mendag Lutfi.

Sepuluh negara ASEAN terdiri atas satu kerajaan (absolute monarchy), dua pemerintahan junta militer, dua negara komunis, dan lima demokrasi dengan rasa lokal yang kuat.

“Lewat RCEP, kami berharap struktur dan model ASEAN yang terbukti relevan dan berhasil akan menjadi contoh yang diadopsi oleh banyak negara di seluruh dunia,” tegas Mendag Lutfi.***ebn

Kebutuhan Digital Mendesak, Platform Freelancer Berbasis Crowdsourcing Kian Diminati

JAYAKARTA NEWS – PT. Sribu Digital Kreatif (“Sribu”), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing meyakini platform freelancer konten kreatif dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing akan semakin diminati oleh para pelaku usaha yang mencari kecepatan, fleksibilitas dan ketersediaan pilihan calon tenaga kerja. Kebutuhan yang mendesak untuk segera beralih ke digital dan memaksimalkan potensi ekonomi digital di Indonesia menjadi alasan utama para pelaku usaha kian melirik metode perekrutan ini.

Mengutip laporan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, nilai transaksi perdagangan digital (e-commerce) Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp401,25 triliun; bertumbuh lebih dari 50% dibandingkan pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 266,3 triliun. Laporan dari Google e-Conomy SEA 2021 menunjukkan pertambahan jumlah konsumen digital baru yang cukup tinggi dengan lokasi sebaran yang semakin merata. Tercatat, terdapat 21 juta konsumen digital baru sejak pandemi (sampai dengan semester pertama 2021) dengan 72% berasal dari area non-metropolitan.

Ryan Gondokusumo, Founder dan CEO Sribu mengatakan, “Pandemi COVID-19 telah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan sangat cepat dan masif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia dengan sebaran demografi konsumen digital yang semakin merata selama dua tahun terakhir ini. Perdagangan digital (digital commerce) yang semula terbatas untuk kalangan tertentu kini telah menjadi hal umum dan dinikmati oleh khalayak ramai. Kondisi ini pada akhirnya membuat pelaku usaha harus segera membangun mereknya di pasar digital. Tidak dapat dipungkiri, saat ini pengalaman digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seseorang memutuskan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa. Oleh karena itu, para pelaku usaha perlu dengan serius mengkaji strategi pemasaran dan aset digital yang dimiliki untuk dapat bersaing dan memenangkan pelanggan.”

Konten dan strategi pemasaran merupakan kunci bagi para pelaku usaha untuk mencapai kesuksesan di era digital seperti saat ini. Ide cerita yang menarik dan dekat dengan keseharian menjadi aspek yang sangat penting dalam pembuatan konten yang menarik bagi konsumen. Selain itu, kualitas konten, baik secara audio maupun visual juga menjadi hal yang diperhatikan oleh konsumen. Untuk membuat konten berkualitas tinggi dan menarik konsumen, tentu membutuhkan keterampilan para ahli di bidang masing-masing.

“Ke depannya, tenaga professional dalam pembuatan konten (termasuk desain, fotografi, videografi, penulisan), pembuatan website, social media marketing, dan end-to-end digital marketing akan semakin dibutuhkan. Para pelaku usaha akan semakin bersaing untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya. Biaya, kualitas, dan kecepatan merupakan beberapa aspek yang menjadi pertimbangan pelaku usaha dalam perekrutan. Platform freelancing seperti Sribu merupakan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut,” tambah Ryan dalam Rilisnya kepada Jayakarta News, Jumat (27/5/2022).

Merekrut Freelancer  Berkualitas dan Kompeten Melalui Platform Crowdsourcing Sribu

Platform freelancing berbasis crowdsourcing memungkinkan pihak-pihak yang terlibat, baik pelaku usaha maupun freelancer untuk menikmati fleksibilitas yang lebih besar. Para pelaku usaha dapat lebih fleksibel dalam menentukan perekrutan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, para freelancer juga mendapatkan akses yang lebih luas terhadap peluang kerja dan fleksibilitas dalam mengatur waktu, lokasi, serta jenis pekerjaan yang ingin mereka kerjakan.

Di Sribu, para pelaku usaha dapat mengakses talent pool freelancer berkualitas dengan mudah dan cepat. Dalam waktu singkat, pelaku usaha dapat mengakses lebih dari 26.000 freelancer yang telah dikurasi melalui sistem yang ketat. Merekrut freelancer melalui platform Sribu dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit dan desain pertama dapat diterima dalam kurun waktu 24 jam.

Dari sisi freelancer, platform crowdsourcing memungkinkan mereka untuk meraih manfaat maksimal dari pertumbuhan ekonomi digital, termasuk dengan akses terhadap pekerjaan yang lebih luas, kemudahan mendapat klien, serta fleksibilitas untuk memilih pekerjaan atau klien yang ingin diambil pekerjaannya.

Di Sribu, terdapat beragam skema perekrutan freelancer yang fleksibel sehingga pelaku usaha dapat memilih jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, budget, dan hasil yang ingin dicapai. Misalnya melalui kontes, posting job, perekrutan langsung, paket jasa, maupun layanan terintegrasi branding dan pemasaran digital (dari strategi sampai eksekusi). Perusahaan juga dapat memilih dari beragam jenis layanan yang diperlukan, termasuk pemasaran digital, desain, branding, pembuatan konten (fotografi, videografi penulisan), pembuatan website, dll.

Saat ini lebih dari 26.000 freelancer terkurasi dengan berbagai keahlian telah bergabung dengan Sribu dengan kualitas hasil pekerjaan yang telah terstandar dan melalui proses seleksi oleh Sribu. Pelaku usaha dapat mengakses puluhan ribu konten kreator dengan beragam jenis dan tingkat keahlian, sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, Klien juga dapat melihat portofolio masing-masing freelancer. Melalui Sribu, pelaku usaha dapat memperoleh hasil kerja dalam kurun waktu yang singkat, dengan kualitas yang terjamin dan hasil yang terukur.

Hingga saat ini, sebanyak 100.000 pekerjaan telah diselesaikan oleh freelancer melalui platform crowdsourcing Sribu. Jenis pekerjaan yang dikerjakan meliputi pembuatan konten digital mulai dari desain logo, kemasan, banner lainnya, penulisan caption, artikel, fotografi, videografi, social media marketing, pemasaran digital dan pembuatan website.

Sebagai platform crowdsourcing terbesar dan terdepan di Indonesia, Sribu mencatatkan pertumbuhan yang sehat dengan rata-rata kenaikan jumlah transaksi sebesar 10-15% setiap tahunnya. Saat ini, lebih dari 15.000 pelaku usaha kecil hingga besar telah menggunakan jasa Sribu seperti Pertamina, DHL, Manulife Investment Management, Indesso, Intiland, Kebab Baba Rafi, Sari Munik, Mega Jaya, dan masih banyak lagi.

“Tahun ini kami menargetkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan melalui platform kami sampai dengan 25.000 pekerjaan dan untuk 5 tahun ke depan, kami menargetkan 500.000 pekerjaan diselesaikan melalui platform kami. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan konsisten untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha dan freelancer dengan menyediakan wadah yang aman dan nyaman untuk bertemu dan bertransaksi.” tutup Ryan.***/mel