Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Ponorogo,”Bawa Efek Berganda di Sektor Budaya, Pariwisata dan Ekonomi”

PONOROGO, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Kirab Grebeg Tutup Suro yang digelar Pemkab Ponorogo. Menurutnya, festival ini memberikan efek berganda bagi masyarakat Ponorogo.

Yakni tidak sekadar menjadi perayaan untuk menutup Bulan Suro atau Muharram, melainkan juga ajang pelestarian budaya, menyokong pariwisata, serta meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

“Grebeg Tutup Suro secara kultural merupakan wujud syukur masyarakat terhadap sang pencipta yang terbentuk melalui ekspresi budaya,” kata Khofifah usai menghadiri Kirab Grebeg Tutup Suro di Monumen Bantarangin, Kauman, Kab. Ponorogo, Selasa, (15/8/2023).

Khofifah mengatakan, kegiatan Grebek Tutup Suro yang diselenggarakan setiap akhir bulan Muharram atau Bulan Suro pada penanggalan Jawa, secara umum bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang ada. Termasuk di dalamnya terdapat kesenian Reog Ponorogo.

“Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya dan transmisi antar generasi . Sebab, terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sehingga dipertahankan sampai sekarang oleh masyarakat Ponorogo. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan episentrum bagi destinasi wisata Ponorogo,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kegiatan ini terlihat dalam berbagai gerakan, simbol dan juga sikap yang dipertunjukkan. Selain sebagai penguatan budaya, budaya grebeg tutup suro juga menjadi pemicu tumbuhnya UMKM serta destinasi wisata.

“Kirab ini tentunya menarik perhatian turis lokal untuk datang dan menyaksikan secara langsung. Maka hal ini akan menjadi magnet ekonomi yang potensial bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Pengunjung yang datang memberikan efek ganda terhadap sektor ekonomi dengan meningkatkan perputaran uang sekaligus memberi pemasukan bagi masyarakat Ponorogo,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah berharap Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli dari Kab. Ponorogo, dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Salah satunya dengan menampilkan kesenian ini pada berbagai acara di Ponorogo secara kontinyu. Sehingga wisatawan ke Mataraman tidak lengkap rasanya bila tidak datang ke Ponorogo serta tidak afdhol jika tidak menyaksikan kesenian ini.

Apalagi, lanjutnya, hal ini selaras dengan apa yang kita ikhtiarkan khususnya semangat pak Bupati dan seluruh masyarakat Ponorogo agar Reog diterima UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan tercatat sebagai warisan budaya dunia. Bahwa kesenian Reog Ponorogo terlahir di Bumi Ponorogo.

“Maka kalau dipentaskan dimanapun, mau di Aceh, Sumatera, Sulawesi, tetap namanya Reog Ponorogo. Termasuk ketika ditampilkan di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong dan Taiwan, namanya tetap Reog Ponorogo. Ini luar biasa sekali,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, agar semua merasa memiliki reog sekaligus menjadikan kekuatan budaya dari Ponorogo. Sebagai bagian membangun karakter bagi masyarakat yang kuat harkat dan martabatnya.

“Kita berharap kehadiran Reog Ponorogo dapat membangun karakter keberanian untuk menjaga NKRI. Mudah-mudahan proses ini bisa memberikan hikmah pada kita bahwa ada budaya yang dibanggakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan prosesi penyerahan pusaka dari Gubernur Khofifah kepada Prabu Klono Sewandono sebagai tanda Kirab Budaya diberangkatkan.

Setelah itu, Khofifah didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menaiki kereta kuda kencana dengan rute Monumen Bantarangin – Jalan Sabuk Janur – Jalan Sayang Ayu – Jalan Raya Ponorogo Mgumpul – Gerdon – Jalan Ahmad Yani – Jalan Jend Sudirman – Kerun Ayu.

Sepanjang perjalanan, Khofifah dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membagi-bagikan bendera Merah Putih serta jajan kepada masyarakat yang sudah menunggu kedatangan Kirab budaya Grebeg Suro.

Sebelumnya Kabupaten Ponorogo menyusun berbagai agenda kegiatan untuk mewarnai kemeriahan Perayaan Grebeg Suro tanggal 10-14 Agustus 2023, diantaranya lomba sebelum acara Pembukaan “Grebeg Suro”, Malam Pembukaan “Grebeg Suro” Festival Reog Nasional, Pusat Keramaian di Alun-Alun Ponorogo, Kirap Pusaka, Malam Penutupan “Grebeg Suro” dan Larung Risallah”. (poedji)

Kota Malang harus Segera Bebenah

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Sekelumit permasalahan yang terjadi di Kota Malang tak luput dari pengamatan Aryo Heriadi. Tokoh muda asal Malang yang juga memimpin lembaga survey Mata Publik Indonesia menyimpulkan beberapa masalah kruisial yang harus segera diselesaikan. Dari perbincangan dengan JayakartaNews di Jakarta Rabu (16/8) Aryo menyimpulkan beberapa hal, mulai dari infrastruktur, banjir, sampah dan kemacetan.

Banjir merupakan salah satu bencana alam diakibatkan oleh ulah manusia yang membuang sampah sembarangan. Banjir yang terjadi di Kota Malang terjadi karena luapan air sungai atau selokan sebab minimnya resapan air ke dalam tanah. Maka perlu segera membersihkan gorong-gorong atau membuat gorong-gorong yang lebih besar, melakukan pengerukan sungai dan perlunya tempat sampah terpadu dimana sampah bisa didaur ulang untuk kemaslahatan masyarakat Kota Malang.

Aryo Heriadi/dok pri

“Disamping banjir, Malang juga mulai terjadi kemacetan di beberapa titik. Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan pendatang tidak dibarengi adanya penambahan infrastruktur yang memadai. Sehingga arus lalu lintas melewati kapasitas. Ditambah tidak adanya jalan melingkar untuk kendaraan dari Surabaya ke Blitar maupun sebaliknya menambah kemacetan Kota Malang. Maka kita perlu menambahkan infrastruktur seperti jalan melingkar, jembatan dan lain-lain” ujar Aryo.

Kota Malang merupakan salah satu destinasi wisata yang potensial. Namun jika tidak tersedianya lahan parkir yang luas mengakibatkan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan menjadi salah satu akibat macet di Kota Malang, maka seharusnya disediakan gedung parkir khusus roda 2 agar lebih tertata rapi.

“Sempitnya lahan parkir untuk roda 4 atau lebih juga sangat mengganggu lalu lintas jalan maka perlu dipikirkan opsi lahan parkir vertikal untuk mobil. Sehingga warga Malang dapat hidup nyaman”. ucap Aryo menutup pembicaraan dengan JayakartaNews. (Heri)

Khofifah Buka 10th KUKM Expo 2023, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Perluasan Pasar Ekspor

Khofifah Buka 10th KUKM Expo 2023, “Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Perluasan Pasar Ekspor”

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor test market produk UMKM senilai 1,5 miliar rupiah saat membuka Pameran the 10th Koperasi UKM (KUKM) Expo 2023 di Grand City Surabaya.

Adapun test market ke tiga negara tersebut yakni ke Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura.

Khofifah mengatakan, ekspor test market ini merupakan salah satu upaya untuk percepatan UMKM Jawa Timur naik kelas. Sekaligus untuk meyakinkan bahwa ekspor itu mudah, utamanya bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, ekspor menjadi penting sebagai usaha perluasan pasar. Itulah mengapa Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa memfasilitasi upaya tersebut dengan berbagai program seperti Misi Dagang.

Dari hasil visit market ke beberapa negara, ditemukan beberapa produk makanan dan minuman yang perlu diuji oleh pasar. Maka dari itu, pelepasan ekspor ini merupakan test market yang diharapkan dapat membuka peluang lebih besar ke produk UMKM lain.

“Jadi UMKM dan usaha skala besar harus diteruskan, tapi yang kecil juga harus disemangati agar bersama-sama mereka menjadi bagian yang yakin bahwa mereka punya harapan untuk naik kelas,” katanya.

Dukungan pemerintah ini, lanjut Khofifah, juga telah dibuktikan dengan penghargaan KUR Award yang diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 9 Agustus 2023. Pemprov Jatim berhasil meraih penghargaan terbaik kedua dalam kategori strategi pencapaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2022.

“Jadi realisasi KUR di Jatim tahun 2022 mencapai Rp 64,11 triliun dan disalurkan untuk 1,8 juta UMKM. Ini meningkat sekitar Rp 14,08 triliun dari 2021 yang berada di angka Rp 49,22 triliun untuk 1,6 juta UMKM,” jelasnya.

Lebih jauh, Khofifah mengajak segenap lapisan masyarakat dan stakeholder untuk terus meningkatkan sinergitas. Sebab, UMKM secara konsisten terus menjadi backbone bagi perekonomian Jawa Timur.

“Kontribusi UMKM sekarang ini 58,36% terhadap PDRB Jatim. Pertumbuhan ekonomi kita q-on-q adalah 2,66%, sedangkan y-on-y adalah 5,24%. Pertumbuhan ekonomi Jatim di atas nasional dan tertinggi di Pulau Jawa. Month-to-month inflasi di 0,15%, jauh lebih rendah dari inflasi nasional,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri melihat langsung berbagai produk UMKM yang dipamerkan. Terdapat 37 stand dari OPD Prov. Jatim , berbagai daerah dan UMKM serta Pemkot Batu.

Tak hanya itu, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga menyerahkan Zakat Produktif dari Baznas secara simbolik kepada lima orang penerima berupa uang Rp 500.000 dan paket sembako.

Selain itu, juga menyerahkan santunan UMKM dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 5 penerima masing-masing Rp 42 juta. Serta penyerahan penghargaan UKM Berprestasi kepada enam pemenang dan pemberian Sertifikat Halal kepada lima orang.

Ada pula penyerahan bantuan KUR dari Bank Jatim kepada masyarakat dengan angka Rp 250 – 500 juta. Serta penyerahan Prokesra dari BPR Jatim kepada dengan angka di kisaran Rp 17 – 50 juta.

Sebagai informasi, gelaran the 10th KUKM Expo 2023 merupakan puncak peringatan Hari UMKM Nasional. Acara tersebut diadakan mulai 11 – 13 Agustus 2023 di Exhibition Hall Grand City Convex Lt 1, Surabaya. (poedji)

Jatim Raih Penghargaan KUR Award Tahun 2022, “Bukti Konsistensi Dorong UMKM Naik Kelas”

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menerima penghargaan tingkat nasional. Kali ini penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik Kedua dalam Kategori Strategi Pencapaian Penyaluran KUR Tahun 2022.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Jatim di Jakarta baru baru ini.

Atas penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat aktif dalam penyaluran KUR di Jatim. Seperti bank penyalur, organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan para pelaku UMKM.

“Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyaluran KUR, juga terima kasih kepada pelaku UMKM di Jawa Timur. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Pemprov Jatim selalu memberseiringi berbagai upaya peningkatan skala ekonomi masyarakat khususnya melalui skema KUR bagi UMKM ,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jum’at (11/8).

Gubernur Khofifah menjelaskan, berdasarkan data yang ada, realisasi KUR di Jatim tahun 2022 mencapai Rp 64,11 triliun yang disalurkan untuk 1,8 juta UMKM. Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp 14,08 triliun dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp 49,22 triliun untuk 1,6 juta UMKM.

Untuk itu, lanjutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi dan keseriusan Pemprov Jatim dalam mendorong UMKM di Jawa Timur untuk naik kelas. Caranya dengan mendorong pelaku UMKM di Jatim untuk dapat mengakses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR).

“Kita dampingi, kita arahkan, ketika para pelaku UMKM ini dinilai sudah mampu maka kita dorong untuk akses KUR,” jelasnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan penyaluran KUR pada tahun 2022 tersebut disebabkan oleh beberapa strategi yang diterapkan. Diantaranya rutin melakukan koordinasi dengan bank penyalur, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha.

“Beberapa debitur penerima KUR, pelaku UMKM di berbagai daerah di Jawa Timur juga sudah beberapa kali kami undang ikut serta di berbagai event UMKM bersama dengan bank pemberi pinjaman,” katanya.

“Juga sebagai bentuk penghargaan kami kepada mereka atas kontribusinya dalam mengungkit perekonomian Jatim baik koperaai maupun UMKM,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, sosialisasi di berbagai platform media, serta selalu mengikutkan perbankan penyalur di acara KUKM Expo yang rutin diselenggarakan merupakan faktor pendukung keberhasilan Jatim mendulang penghargaan ini.

“Media juga ikut berperan dalam sosialisasi program KUR, sehingga informasinya sampai kepada UMKM-UMKM kita, terima kasih support dari teman-teman media” ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan strategi lain yang dilakukan Pemprov Jatim dalam penyaluran KUR tahun 2022. Yakni dengan mengarahkan para debitur pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya mengakses kredit prokesra di Bank UKMM Jatim, agar menaikkan kelasnya dengan mengakses KUR.

“UMKM yang mau mengakses KUR berarti UMKM yang punya komitmen untuk naik kelas,” tegasnya.

Sebagai informasi, KUR Award adalah penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai telah menerapkan strategi terbaik dalam pencapaian penyaluran KUR di wilayahnya.

Indikator penilaiannya meliputi bagaimana kebijakan daerah dalam membantu penyaluran KUR kepada pelaku UMKM yang terdampak Covid 19. Indikator lainnya adalah bagaimana kebijakan daerah untuk memberdayakan UMKM agar bisa naik kelas. (poedji)

Lagi, BPSDM Jatim Sabet Penghargaan LAN Sebagai Diklat Terbaik se-Indonesia

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–  Untuk ketiga kalinya berturut turut  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim berhasil menerima penghargaan sebagai Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Berprestasi Terbaik I dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Penghargaan yang telah ketiga kali diraih tersebut diserahkan Kepala LAN-RI Adi Suryanto kepada Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto dalam rangkaian acara LAN-RI Awards 2023 di Jakarta baru baru ini.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti BPSDM Jatim telah berhasil menjadi wadah bagi ASN dalam mengembangkan kompetensi demi mewujudkan Reformasi Birokrasi berdampak.

“BPSDM Jatim adalah wadah pengembangan kompetensi ASN agar memiki inisiatif  perubahan dan juga inovasi. Karena Indonesia butuh lebih banyak inisiator yang mampu memberikan dedikasinya mewujudkan reformasi.birokrasi berdampak,” ungkapnya kepada awak media.

Selama ini, Khofifah menaruh perhatian dalam pengembangan kompetensi SDM ASN di Jawa Timur dengan terus memperbanyak proyek perubahan  dan inovasi. Pengembangan ASN dikatakannya harus terus dilakukan. Sebab, ke depan tantangan birokrasi akan semakin kompleks.

“Oleh sebab itu, untuk bisa menghadapi tantangan masa depan maka setiap ASN harus memiliki kompetensi yang mumpuni dan juga adaptif,” katanya.

Dengan kecepatan adaptasi para ASN itu, lanjutnya, akan memberikan layanan kepada masyarakat sesuai jargon Provinsi Jawa Timur, yakni cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif atau yang dikenal dengan sebutan CETTAR.

“Saya mengapresiasi ASN Jatim di sela-sela bekerja, mereka tetap gigih mengikuti pelatihan sehingga menghasilkan inovasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing dan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut, dalam setiap proses pelatihan kepemimpinan jabatan tinggi pratama atau Eselon II, peserta diminta membuat proyek perubahan. Sedangkan untuk pelatihan kepemimpinan administrator pengawas, peserta diminta membuat aksi perubahan.

“Saya selalu berpesan, ketika aksi perubahan dilakukan, harus diseiringkan Reformasi Birokrasi Tematik. Karena semua format aksi perubahan dan reformasi birokrasi harus diikuti efek berdampak,” katanya.

Ke depan, Khofifah mendorong seluruh ASN menjadi enabler leader alias pemimpin pemungkin yang dapat membaca peluang-peluang serta mengembangkan potensi kompetensi sumberdaya yang dimilikinya sehingga segala sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin dan menjadi lebih baik ditangannya.

“Jadilah pemimpin pemungkin. Jangan belum apa-apa bilang nggak mungkin. Maka yang harus dibangun adalah ‘ana inda dhonni ‘abdibi’, bahwa Allah akan memberikan sesuai dengan prasangka hambanya” pungkasnya. (poedji)

Wagub Emil Sebut Keberadaan KEK Sejalan dengan Rencana Pembangunan Wilayah

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Jawa Timur merupakan rumah bagi 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari total 20 KEK yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut peran kedua kawasan ini vital untuk rencana pembangunan wilayah.

“Sangat penting bahwa keberadaan kedua KEK ini, Singhasari dan Gresik, sejalan dengan rencana pengembangan ekonomi wilayah di provinsi,” ucapnya saat menghadiri SEZ (Special Economy Zone) Forum 2023 di Westin Hotel Surabaya, Kamis (3/8/2023).

Untuk mencapai pembangunan maksimal, menurut Emil, setiap KEK harus memiliki narasi unik masing-masing. Mengingat, Jawa Timur merupakan lokomotif perekonomian nasional yang tumbuh 4,99% (y-on-y) pada triwulan I-2023 dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa.

“Keberadaan KEK ini harus tematik, harus ada suatu narasi besar. Untuk KEK Gresik, contohnya, yang melakukan pengembangan industri karena di wilayah Surabaya Raya masih bertumpu pada upah kompetitif,” katanya.

“Realitanya industri yang cocok masuk adalah industri yang capital incentive dan technology incentive. Maka untuk melakukan transformasi diperlukan katalis untuk mendorong,” tambah Emil.

KEK Gresik sendiri memiliki luas Residential Estate mencapai 800 ha, Industrial Estate 1800 ha, dan Ports Estate 350 ha. Dengan target tenaga kerja mencapai 199.818 orang, megiatan utama di KEK ini antara lain industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik.

Sedangkan untuk KEK Singhasari, tema yang difokuskan adalah human resources. Itulah mengapa perkembangan kegiatan usaha dan investasi KEK Singhasari berpusat di pengembangan sektor digital yang meliputi Animation & Film Factory dan Coding Factory.

Selain itu, ada pula pengembangan sektor pariwisata meliputi Community Based Tourism Destinasi Gunung Arjuno, serta pengembangan sektor pendidikan yang meliputi Center for Future Work by UMM dan juga Rencana Pendirian PTLN King’s College London (KCL).

“Jadi kita akan fokus dengan hal-hal seperti artificial intelligence, data science, dan lain sebagainya. Per hari ini sudah ada 300 animator yang memilih untuk berkantor di KEK Singhasari. Tujuannya transformasi ekonomi inklusif,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK mengungkapkan apresiasinya. Menurutnya, Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Timur senantiasa aktif mendorong perkembangan KEK di Jawa Timur.

Ia juga menambahkan, berdasarkan data World Economy Outlook yang diupdate oleh International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan global diproyeksikan akan menurun dari yang sebelumnya 3,5% ke 3,0% pada 2023 maupun 2024.

Meski begitu, inflasi global diperkirakan turun dari 8,7% di 2022 menjadi 5,2% di 2024.

“Tapi walaupun di tengah krisis pandemi dan ekonomi global, Indonesia masih mampu tumbuh di angka 5,3% di akhir 2022,” ucapnya saat memberikan sambutan secara daring di SEZ Forum.

“Maka untuk mendukung percepatan pemulihan dan peningkatan daya tahan ekonomi nasional, kita terus mendorong peningkatan investasi, ekspor, dan impor melalui berbagai kebijakan industri. Salah satunya adalah penguatan KEK,” pungkas Airlangga. (poedji)

Gandeng Dekranasda, Diskop dan UKM Jatim Gelar Workshop Usaha Kekinian

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim menggelar sejumlah workshop atau pelatihan usaha kekinian bagi kelompok milenial atau generasi Z.

Acara yang digelar di Desk Creation Space Ciputra World dengan tema East Java Youth Creative Hub, Minggu (30/7/2023) itu menggelar empat jenis workshop usaha kekinian, yakni workshop meracik kopi, Fashion desain, soft clay decorated mirror, dan workshop make up painting.

Puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jatim itu nampak sangat antusias mengikuti workshop yang dipandu oleh praktisi, pakar di bidangnya.

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin yang hadir pada kegiatan tersebut. mengaku sangat terkesan dengan acara tersebut, karena digelar di tempat yang tidak biasa. “Workshop menjadi sangat efektif dan nyaman karena digelar di komplek mall” katanya.

Menurutnya Materi yang diberikan saat workshop hanya sebagian kecil, karena itu dia berharap para peserta dapat mengembangkan bakatnya di daerah masing-masing.

“Jangan putus kontak dengan sesama peserta, antar peserta bisa terus saling berdiskusi untuk saling belajar. Juga jangan putus kontak dengan kami karena kami butuh informasi perkembangannya sampai dimana,” jelasnya.

Arumi juga terus memompa semangat peserta untuk terus bekerja keras mewujudkan kemampuan dan skilnya agar dapat menjadi wirausahawan muda yang mampu mengembangkan perekonomian bangsa.

“Keberhasilan itu, 1 persennya bakat, tapi 99 persennya adalah kemauan dan kerja keras,” terang Arumi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Andromeda Qomariah mengatakan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada milenial untuk mengembangkan keahlian yang dimiliki.

Kegiatan serupa menurut Andromeda akan terus dikembangkan untuk merangsang tumbuh kembangnya wirausaha baru yang digandrungi kelompok milenial. “Kegiatan ini akan mendongkrak tumbuhnya wirausaha baru bagi kelompok milenial,” ujarnya.

Untuk para peserta, dia berharap terus mengembangkan potensi bisnis yang sesuai dengan talenta serta melakukan inovasi agar bisnis yang ditekuni terus tumbuh dan berkembang.

“Terus lakukan komunikasi dengan kami agar upscaling dapat ditingkatkan baik dari sisi kelembagaan, peningkatan SDM dan kualitas produk, pemasaran dan akses pembiayaan,” jelasnya.

Kegiatan workshop meracik kopi digelar agar para milenial dapat meracik kopi sebagai minuman kekinian yang sangat diminati masyarakat. “Tujuannya agar mereka mendapat referensi metode penyajian yang menarik dan punya nilai ekonomi tinggi,” terang Andomeda.

Workshop fashion desain digelar agar milenial dapat menciptakan dan mengembangkan model pakaian guna mengembangkan usaha fashion yang semakin berkembang.

Adapun workshop soft clay decorated mirror digelar agar peserta milenial dapat menciptakan karya seni yang indah dan unik untuk dapat digunakan sebagai dekorasi kekinian dalam berbagai acara.

“Sementara workshop make up painting agar peserta milenial dapat mengubah penampilan dengan menonjolkan keindahan wajah dengan seni melukis atau tata rias wajah guna mengekspresikan diri dengan berbagai karakter,” tutupnya. (poedji)

Koperasi Petani di Jatim Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem

BLITAR, JAYAKARTA NEWS– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, salah satu upaya mengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur yakni menumbuhkan koperasi-koperasi di unit desa bagi para petani.

“Jenis koperasi paling banyak di Jawa Timur adalah Koperasi para petani. Kita tahu bahwa di daerah yang dominan pertanian, disitu angka kemiskinan tinggi. Sehingga petani harus bisa mendorong nilai tambah melalui koperasi sebagai wadah,” ujar Emil saat menghadiri kegiatan Gebyar Acara Puncak Hari Koperasi Indonesia ke 76 Jawa Timur 2023 di Blitar, Senin (24/7).

“Kalau hanya nandur (menanam) itu nilainya nggak banyak, tapi dari pengemasan dan penjualan harus bisa menjual agar _profit_nya bisa kembali ke petani,” imbuhnya.

Oleh karena itu Emil berharap, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ikut memberikan pelatihan para petani agar dapat memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan melalui koperasi yang dibentuk. Sehingga, keuntungan yang didapat dari dan untuk para petani.

“Jadi yang memiliki unit usaha bukan orang lain, tapi petani langsung. Sehingga ini bisa membantu kami di Pemprov Jatim untuk mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah petani di Jawa Timur saat ini mencakup sepertiga dari angkatan kerja di Jawa Timur. Oleh karena itu saat ini pihaknya terus mendukung pertumbuhan koperasi Petani di Jatim.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut juga tak memungkiri, jika terdapat beberapa evaluasi utamanya untuk memaksimalkan koperasi sebagai salah satu cara mengentaskan kemiskinan di Jatim. Menurutnya, masih terdapat banyak kendala yang ditemukan pada koperasi-koperasi yang ada di tiap unit.

Salah satunya yakni masih banyaknya masyarakat yang ingin mengelola usahanya secara individu.
“Ini lah tugas dari Pemerintah dan Dekopin untuk mengumpulkan para petani agar membuat di hilirnya sendiri. Biasanya hasil pertanian yang mengumpulkan para tradernya (pengepul), sehingga beli putus,” katanya.

“Saya yakin masih ada ruang untuk membenahi tanpa mengkategorisasikan. PR kita kedepannya adalah bagaimana
kelompok tani ini bisa diwadahi. Kemudian usaha hilirnya, seperti petani di Tuban misalnya. Mereka mendapatkan income dari panen sampai dijual semua dinikmati sendiri oleh petani,” pungkas Emil. (poedji)

Sebanyak 155 Siswa Papua Sekolah di SMA/SMK Jatim Lewat Program ADEM

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS -Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kegiatan Serah Terima Siswa Program Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua pada SMA/SMK Jawa Timur di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (13/7) malam.

Program ADEM merupakan program pemerintah sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Total ada sebanyak 155 siswa penerima program ADEM Papua yang sekolah 31 lembaga SMA SMK di 11 Kab/Kota di Jatim.

Pada mereka, Gubernur Khofifah memberikan sejumlah pesan dan motivasi agar mereka terus memupuk mimpi setinggi langit dan berupaya maksimal untuk mewujudkannya.

“Anak-anakku saya adalah mama kalian semua. Milikilah cita-cita setinggi-tingginya. Seperti kata Bung Karno, ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang’,” kata Gubernur Khofifah yang diketahui memiliki julukan sebagai Mamak Papua.

Ia juga mengajak para siswa penerima program ADEM untuk menjadikan Jawa Timur sebagai rumahnya. Dengan berada di rumah sendiri, ia ingin para siswa semakin nyaman dan semangat belajar.

“Bangun semangat, belajar yang giat, dan masuklah di dalam proses pendidikan sesuai dengan proses yang telah disiapkan oleh masing-masing sekolah di tempat anak-anak nanti akan menempuh pendidikan” tegasnya.

Gubernur Khofifah lalu menyebutkan bahwa banyak orang sukses dari Papua yang telah sukses menempuh pendidikan tinggi dan suskes dalam berkarir. Bahkan beberapa tokoh sukses asal Papua tersebut diakui Khofifah adalah teman dekatnya.

Seperti Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM, perempuan pertama dari Tanah Papua yang menjadi Pj. Gubernur Papua Tengah. Kemudian Prof. Dra. Yohana Yembise, M.Sc, Ph.D guru besar perempuan pertama dari Tanah Papua, dan pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Dubes Indonesia untuk Italia dan Malta serta Pj. Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw yang bahasa Jawanya medok karena SD, SMP dan SMA sekolah di Surabaya.

“Bu Khofifah berharap anak-anakku sekalian akan bisa mencapai kesuksesan seperti Ibu Ribka Haluk, Ibu Prof. Yohana Yembise, ataupun seperti Pak Freddy Numberi dan Pak Paulus Waterpauw,” katanya.

“Yang ingin menjadi TNI, Polri, Profesor, semoga cita-cita nya tercapai dan bisa mengisi jabatan strategis yang bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat Papua, bangsa dan negara Indonesia,” imbuhnya.

Menurutnya, saat berkunjung ke Sorong, Papua Barat pada Januari lalu, ia bertemu banyak orang Papua yang merupakan alumni perguruan tinggi di Jatim. Mereka saat ini menduduki pos strategis dari berbagai posisi.

Termasuk ketika PON Papua Tahun 2021 lalu, ia banyak bertemu banyak alumni mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan di Jatim. Banyak dari mereka saat ini menjabat di berbagai tempat strategis di Papua.

“Alumni mahasiswa Jawa Timur saat ini cukup banyak yang menjadi pejabat di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat dan provinsi di Papua lainnya. Selain itu ada yang jadi Sekda atau PJ Sekda. Jadi, banyak orang Papua alumni pendidikan Jatim yang kemudian sukses dan menduduki jabatan strategis. Semoga anak-anakku sekalian juga seperti mereka,” katanya.

Untuk itu ia menawarkan para siswa, jika nanti sudah lulus SMA SMK dan ingin melanjutkan pendidikan di Jatim, Khofifah mengatakan di Jatim ada Asrama Mahasiswa Nusantara. Dimana 40% yang tinggal di sana adalah mahasiswa-mahasiswi dari Papua.

“Sementara saat ini hanya bagi mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri di Surabaya. Asrama Mahasiswa Nusantara ini dibangun oleh pemerintah pusat tapi berdiri di atas lahan Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Tak hanya berbagi pesan pada siswa, ia juga memberi pesan pada para Kepala Sekolah penerima siswa program ADEM ini. Khofifah meminta untuk membimbing dan menjaga para siswa dengan sebaik-baiknya. Termasuk menggali potensi dan bakat yang mereka miliki.

“Mohon untuk dijaga betul anak-anak saya ini. Diperhatikan dengan benar proses belajar mengajarnya, hingga pergaulannya. Jadi mereka adalah anak-anak saya. Dan saya mama mereka semua ketika belajar disini,” katanya.

“Saya juga mohon nanti ada regrouping di antara bakat dan minat anak-anak. Seperti yang tadi menari Sajojo, lincah sekali kakinya melayang-layang. Kalau mereka satu sekolah bisa perform seperti itu kompaknya, mereka sudah siap untuk bisa ditampilkan di berbagai event, berbagai forum,” lanjutnya.

Menariknya, pada kesempatan ini Gubernur Khofifah turut mengajak para siswa asal Papua ini menyanyikan lagu Tanah Papua serta lagu Bendera yang dipopulerkan Band Cokelat, sembari mengibarkan Bendera Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pada tahun 2023 ini, sebanyak 500 Siswa Papua dikirim ke enam provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Banten dan Bali. Dari jumlah tersebut, 155 siswa dikirim ke Jatim.

“Kebanggaan tersendiri bagi Jatim ternyata selama ini pemerintah pusat menganggap Provinsi Jawa Timur sangat sukses menerima program ADEM ini. Apresiasi yang diberikan kepada kita yaitu alokasi yang begitu banyak dan setiap tahun bertambah,” katanya.

Di sisi lain, Agustina Yumte salah satu penerima program ADEM asal Papua Barat Daya yang akan ditempatkan di SMAN 1 Batu, mengaku bersyukur bisa menimba ilmu di Jawa Timur. Ia merasa gembira karena dalam waktu dekat akan bertemu banyak teman baru.

“Cita cita saya ingin menjadi guru, karena guru memiliki tugas mulia Terima kasih Ibu Gubernur yang telah memfasilitasi kami untuk belajar di Jawa Timur,” kata lulusan SMP YPK 3 Elim Malanu Kota Sorong ini.

Sebagai informasi, program ADEM sudah dimulai sejak tahun 2013. Pada Tahun Ajaran 2023/2024 ini terdapat total 461 siswa program ADEM Papua di Jatim. Dengan rincian siswa kelas X sebanyak 155 siswa, kelas XI sebanyak 157 siswa, dan kelas XII sebanyak 149 siswa.

Rincian 155 siswa program ADEM kelas X ini terdiri dari 19 siswa asal Provinsi Papua Tengah, 30 siswa asal Provinsi Papua Barat Daya, 29 siswa asal Provinsi Papua, 43 siswa asal Provinsi Papua Pegunungan, 14 siswa asal Provinsi Papua Barat, dan 20 siswa asal Provinsi Papua Selatan. (poedji)

Aneka Destinasi Wisata Kelas Dunia di Jatim, Salah Satunya Jelajah Perut Bumi di Sumenep

SUMENEP, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia yang tidak dimiliki banyak negara. Ia berharap berbagai potensi tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendatangkan banyak pendapatan bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah mencontohkan, di Kabupaten Banyuwangi ada Kawah Ijen yang merupakan danau air asam terbesar di dunia. Ditambah adanya fenomena blue fire yang hanya ada dua di dunia, yaitu di Islandia dan Kawah Ijen.

Selain itu, ada juga Gunung Bromo dimana, kata Khofifah, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam berupa kawah Bromo, yang dilengkapi dengan kawasan pegunungan dan perbukitan, serta hamparan padang savana yang indah.

Tidak berhenti disitu, di Sumenep ada Gili Iyang yang dinobatkan sebagai tempat dengan oksigen terbaik kedua di dunia setelah Laut Mati di Jordania. Pantainya juga cantik, dan ada wisata gua juga.

“Konon, tingginya oksigen di Gili Iyang disebut menjadi salah satu faktor yang membuat warga Gili Iyang berumur panjang dan awet muda,” kataya kepada awak media.

Menurut Khofifah, dengan berbagai potensi tersebut pemerintah daerah juga dituntut kreatif dalam menjadikan destinasi wisata tersebut semakin menarik dan tidak membosankan. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti akademisi, pelaku usaha hingga komunitas perlu dilakukan, termasuk mempromosikan destinasi tersebut melalui pelaksanaan event.

“Jawa Timur juga punya banyak desa wisata yang menawarkan pengalaman yang otentik. Nah, kapasitas SDM pariwisata ini juga harus ditingkatkan agar tidak kaget saat tiba-tiba dibanjiri wisatawan dalam dan luar negeri,” tuturnya.

“Pariwisata memiliki multiplier effect yang besar karena bisa membangkitkan ekonomi berkali lipat. Maka dari itu, Saya berharap Pemerintah Daerah memperbanyak event-event pariwisata guna meningkatkan jumlah kunjungan. Sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian lebih kencang lagi,” tambah dia.

Wisata Jelajah Perut Bumi

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Gili Iyang Sumenep, Senen (4/7) Khofifah yang didampingi Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengunjungi Goa Mahakarya di Dusun Ra’as Timur Desa Banraas. Gua alami hasil karya semesta ini menghadirkan pesona bebatuan stalaktit dan stalagmit yang unik dan indah.

“Pintu masuknya sudah memberi rasa, harus menundukkan kepala hingga sembilan puluh derajat, begitu masuk ke dalam subhanallah indah sekali. Bagi yang menyukai aktivitas menjelajahi perut bumi, sayang banget kalau melewatkan untuk datang ke gua ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, Gua Mahakarya ini memiliki luas 800 meter persegi dengan lima pintu ruang di dalamnya. Gua ini menyajikan pemandangan batu kaca yang elok serta percikan air yang dipercaya masyarakat setempat khasiat yang bisa membuat awet muda. Gua Mahakarya dikenal dengan nama Gua Celeng karena dahulu gua tesebut menjadi tempat persembunyian hewan celeng atau babi hutan.

“Gili Iyang juga punya Betoh Cangge alias Batu Canggah, destinasi wisata lain yang lumayan menguji adrenalin. Tapi sesampainya disini maka semua itu terbayar dengan pemandangan luar biasa. Ayo ke Gili Iyang,” ajak Khofifah mengakhiri. (poedji)