Apresiasi Kinerja PKK Kota Blitar, Ini Kata Arumi Bachsin

JAYAKARTA NEWS – Ketua Tim Penggerak (TP PKK) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengapresiasi kinerja TP PKK Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kekompakan dan kegotongroyongan melaksanakan 10 program PKK, membuat kelurahan Tanjung Sari masuk empat besar lomba 10 program PKK tingkat provinsi.

“Memiliki potensi yang sangat tinggi karena ada perpaduan antara kota dan desa sehingga kesan asrinya masih terjaga dan penuh potensi,” kata Arumi saat Penilaian Lomba 10 Program PKK di Blitar, Rabu (22/6).

Disampaikan Arumi, TP PKK kelurahan Tanjung Sari menunjukkan kesungguhan dalam melaksanakan 10 program pokok PKK secara berjenjang. Mulai tingkat kota, kabupaten dan kelurahan hingga kelompok dasa wisma.

“Apresiasi bagi TP PKK Kota Blitar yang kini masuk hingga tahap penilaian lapang. Semoga seluruh masyarakat mendukung kesuksesan PKK di sini,” ucapnya.

Keberhasilan TP PKK kelurahan Tanjung Sari melewati proses administrasi dan tahap presentasi tidak lepas kerja keras seluruh pihak yang mau bergotongroyong. “Menang tidak menang urusan kedua, namun sudah sampai tahap lapang sangat luar biasa dan patut dicontoh oleh kelurahan lain di Kota Blitar,” tuturnya.

Lebih lanjut, lomba kelurahan dan 10 program PKK lebih kepada evaluasi program. Artinya, ada banyak program untuk ke desa dan kelurahan yang kemudian masuk dalam tahap evaluasi. Apakah program tersebut terjaga dan terkawal dengan baik. Termasuk di dalamnya peran PKK. Sebab, PKK merupakan pusat leading sector dan OPDnya berada di PMD.

“10 program lomba PKK ini bukan lomba di tingkat provinsi melainkan tingkat pusat untuk memastikan 10 program PKK berjalan dengan baik. Selain itu, bukan hanya menuntut kader agar bisa menjalankan program PKK melainkan membimbing para kader dan masyarakatnya menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Kelurahan Provinsi Jatim Mochamad Wahyudi menjelaskan, ada 3 bidang penilaian yang menjadi acuan, yakni bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan.
Dijelaskan Wahyudi, masing-masing bidang memiliki titik fokus yang akan dinilai. Di bidang pemerintahan dinilai administrasi, kinerja dan inisiatif dan teknologi informasi pemerintahan.

Lalu bidang kemasyarakatan akan diukur partisipasi lembaga permasyarakatan, keamanan dan ketertiban hingga pendidikan dan kesehatan serta pengembangan ekonominya.

Kemudian bidang Kewilayahan dilihat dari, investasi sudah ada kerjasama dengan pihak lain.
“Ketiga bidang itu akan dilihat tim penilai provinsi. Apakah kelurahan mampu memenuhi syarat penilaian pada tiga bidang tersebut,” ucapnya.

Menurut Wahyudi, lomba kelurahan merupakan amanah dari Permendagri 81 tahun 2015. Artinya, setiap kelurahan melakukan evaluasi desa kelurahan setiap tahun untuk kemudian merujuk pada kelurahan dengan status kurang berkembang, berkembang dan cepat berkembang.

“Setelah mengevaluasi ada poin. Poin tersebut menunjukkan kelasnya. Kalau di tahap administrasi cepat berkembang, maka masuk tahap presentasi kemudian masuk di tahap lapangan,” jelasnya.

Disampaikan Wahyudi, penilaian sudah dilakukan sejak April 2022, yakni tahap administrasi dan presentasi. Kemudian pada Juni fokus penilaian lapang yang merujuk pada empat kabupaten dan kota, antara lain Kota Surabaya, Madiun, Blitar dan Kediri.

Nantinya, lomba kelurahan dan lomba 10 program PKK terbaik tingkat provinsi pemenangnya berkesempatan tampil di tingkat nasional. Pengumuman pemenang tingkat provinsi diperkirakan Juli 2022.

“Selain itu rencananya, pada 17 Agustus 2022 dilakukan penyerahan penghargaan piagam, trofi dan uang pembinaan untuk kelurahan dan desa terbaik oleh Gubernur Khofifah,” tandasnya. (poedji)

Sebanyak 1.000 Seniman dan 240 Juru Pelihara Cagar Budaya Dapat Apresiasi dari Gubernur Jatim

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada 1.000 Seniman dan 240 Juru Pelihara Cagar Budaya Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (8/4) pagi.

Apresiasi ini diberikan kepada 1.000 orang seniman berupa uang tunai masing-masing Rp 500.000, paket sembako, paket alat kesehatan dan uang transportasi sebesar Rp 250.000.

Sementara untuk juru pelihara cagar budaya diberikan apresiasi oleh Gubernur Khofifah kepada 240 orang juru pelihara cagar budaya masing-masing sebesar Rp 1.100.000, paket sembako, paket alat kesehatan, dan uang transportasi sebesar Rp 250.000.

Apresiasi tersebut diberikan secara simbolis kepada 60 orang seniman dan diberikan secara simbolis kepada 20 orang juru pelihara cagar budaya.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi ini merupakan ungkapan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas para seniman dan juru pelihara cagar budaya terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya di Jawa Timur.

Selama ini para seniman dan juru pelihara cagar budaya terus menjaga eksistensi kekayaan budaya warisan leluhur dan terus ada di tengah pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi.

Selain itu, pemberian apresiasi ini adalah bentuk motivasi dan pendorong semangat agar terus berkarya dan meringankan beban seniman dan juru pelihara cagar budaya yang tentu sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, orang nomor satu di Jatim itu pun mengajak semua pihak ikut merawat, menjaga dan melestarikan budaya dan cagar budaya. Karena dua hal tersebut adalah bagian kekayaan dan warisan leluhur yang harus terjaga eksistensinya.

“Ini wujud terima kasih dan apresiasi kami pada seluruh seniman dan juru pelihara cagar budaya yang telah menjaga dan merawat warisan seni budaya kita. Terkadang ini jadi bagian yang seringkali terlupakan bahwa cagar budaya kita harus dirawat dijaga dan dilestarikan karena banyak kearifan-kearifan yang ada di dalamnya,” kata Gubernur Khofifah.

Menurut Khofifah, perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan bahwa pemberian apresiasi kepada seniman dan juru pelihara cagar budaya telah selaras dengan ajaran yang disampaikan oleh Sunan Drajat salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

“Sunan Drajat mengajarkan agar kita bisa memberikan tongkat kepada orang yang buta (wenehono tongkat marang wong kang wuto) , memberikan pakaian kepada yang tidak berbusana (wenehono sandang marang wong kang wudo), memberikan payung kepada orang yang kehujanan (wenehono payung marang wong kang keudanan) dan memberikan makanan kepada orang yang lapar (wenehono pangan marang wong kang kaliren),” jelas Khofifah.

“Jadi kenapa tadi saya menyampaikan wejangan dari Sunan Drajat karena relevansinya di bulan Ramadhan memang sangat kuat sekali. Kearifannya dalam sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa ajaran Sunan Drajat tersebut sesungguhnya harus dimaknai lebih luas, tidak cukup hanya memaknai secara harafiah saja. Seperti halnya, lanjut Khofifah, memaknai kata buta dengan ketidakmampuan melihat kebenaran, lalu memaknai kata payung dengan perlindungan, kesejahteraan dan keadilan.

“Ada nilai-nilai kemanusiaan yang luar biasa yang diajarkan oleh Sunan Drajat,” jelas Khofifah.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah menuturkan pemberian apresiasi kepada mereka khususnya penjaga situs dan cagar budaya adalah bagian dari upaya menjaga dan melestarikan termasuk filosofi kehidupan untuk diteladani dan duamalkan seperti yang diberikan oleh Sunan Drajat. Terlebih saat ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1443 H.

“Selagi bulan Ramadhan ada lipatan pahala yang luar biasa, bulan Ramadhan juga disebut bulan yang banyak dianjurkan untuk memberi atau bulan yang dianjurkan untuk saling tolong-menolong, Berbagi dan bersedekah di bulan Ramadhan tentu akan berlipat ganda pahalanya,” tuturnya.

Perjuangkan Reog Ponorogo Diakui UNESCO

Di kesempatan ini, secara khusus Gubernur Khofifah juga mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian terhadap kebudayaan yang dimiliki. Hal tersebut saat ini nampak pada upaya Pemerintah Indonesia dan khususnya Kab. Ponorogo untuk mengajukan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda milik Kabupaten Ponorogo, milik Jawa Timur dan tentu milik Indonesia ke UNESCO. Namun ditengah upaya ini, ada negara tetangga yang juga sedang mengupayakan hal yang sama.

“Ini menjadi momentum sekaligus pengingat bagi pemerintah Indonesia dan Jawa Timur khususnya Bupati Ponorogo untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang bisa memberikan penguatan kepada UNESCO bahwa reog memang adalah warisan budaya tak benda dari Ponorogo Jawa Timur Indonesia,” ucapnya.

Sehingga Mantan Mensos RI menegaskan pentingnya pendokumentasian dan penelusuran sejarah untuk setiap warisan budaya yang dimiliki. Karena untuk mengakui hal tersebut sebagai bagian dari kekayaan kita diperlukan hal-hal administratif sebagai bukti autentik.

“Ini waktunya memang sangat pendek maksimalisasi untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang terkait dari keabsahan bahwa Reog Ponorogo itu memang terlahir dari Ponorogo Jawa Timur Indonesia menjadi penting,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto mengatakan persoalan pendokumentasian sejarah masih menjadi kelemahan.

Sesuai arahan Gubernur Khofifah ia secara intensif melakukan koordinasi dengan Kabupaten Ponorogo untuk mencoba menerjemahkan beberapa persyaratan yang nantinya oleh Kemendikbud itu dipersyaratkan dalam rangka pemenuhan pengajuan reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia ke UNESCO.

“Seperti yang disampaikan oleh Gubernur, bahwa soal sejarah memang kita punya kelemahan, kadang-kadang telat menulis daripada perjalanan kebudayaan, Nah inilah yang harus diperhatikan dan menjadi lebih serius,” pungkasnya. (poedji)

Dipersiapkan Hunian untuk Warga Terdampak APG Semeru

JAYAKARTA NEWS— Inilah pernyataa n Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kecepatan kerja Pemerintah dan Forkopimda Kabupaten Lumajang dan pihak terkait dalam menyiapkan lahan relokasi untuk membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak Awan Panas Gunung(APG) Semeru di Kabupaten Lumajang.

Khofifah memberikan apresiasi saat meninjau proyek hunian untuk setiap kepala keluarga yang rumahnya rusak berat di Kabupaten Lumajang, Rabu (5/1).

“Nantinya, masing-masing keluarga akan mendapat bagian tanah kavling dengan ukuran 10×14 meter lengkap dengan bangunan ukuran 10 x 14 m,” katanya.

Khofifah menilai bahwa pengerjaan huntara ini sangat patut mendapat apresiasi. Pasalnya, dari proses perizinan hingga peletakan pondasi berjalan sangat cepat. Letusan Semeru terjadi tanggal 4 Desember 2021 sore hari. Hari ini tanggal 5 Januari 2022. Land cleaeing sudah selesei dan pemadatan sudah selesei 41 ha dari total 81 ha dengan kondisi siap dibangun.

“Kita semua harus memberikan apresiasi yang luar biasa. Saya sendiri tidak menyangka bahwa ada percepatan yang luar biasa dan penyiapan huntara ini mulai dari proses perizinan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, land clearing juga sangat cepat hingga sekarang sampai pada proses pemadatan akhirnya siap bangun,” tutur orang nomor satu di Jatim itu.

Sebagai informasi, huntara dan huntap yang akan dibangun merupakan tipe 60. Di mana, huntara akan dibangun di bagian belakang tanah kavling dengan luas bangunan ukuran 6 x 4 meter. Sedang huntap akan dibangun di kavling bagian depan dengan ukuran 6 x 6 meter.

Khofifah menjelaskan, lahan yang akan dipergunakan untuk huntara dan huntap memiliki luas 81 Ha ini berada di Desa Sumbermujur kecamatan Candipuro- Lumajang. Lahan tersebut berkapasitas tampung sebanyak 2000 rumah lengkap fasum, fasos serta fasilitas ekonomi.

Saat ini, lanjut Mantan Mensos RI itu, lahan tersebut sedang dalam proses penyiapan dibangun untuk huntara seluas 40 Ha. Nantinya, tahap II lahan yang akan diproses adalah seluas 41 Ha. Proses ini melibatkan Tim Kodim 0821 Lumajang, Yon Zipur 10, BBWS Brantas , Polres Lumajang serta PUPR.

Selain itu, ada pula lahan di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo dengan luas 9,4 Ha. Saat izinnya diproses pengajuan ulang karena ada pergeseran lokasi.

Huntara ini, terang Gubernur Khofifah, didesain dengan detail sehingga ketika selesai huntara ini bisa jadi kamar tambahan atau dapur bahkan dalam site plan relokasi inin akan ada fasilitas ibadah, pendidikan, ekonomi bahkan GOR. Hasilnya, huntara ini akan menjadi prototype bagi huntara-huntara di daerah lain.

“Selain itu, huntara ini akan bisa menggerakkan ekonomi para penghuni di sini karena ada sektor ekonomi yang disiapkan sesuai dengan kultur masyarakatnya yaitu berkebun, bertani dan beternak. Di mana, akan ada peternakan yang disiapkan di area ini,” jelasnya.

Insya Allah jika semuanya selesei akan menjadi smart village atau Bumi Semeru Damai. Saat ini juga sedang dibangun akses jalan, saluran air serta aliran listrik. “Dan yang lebih penting lagi area ini jauh dari aliran lahar dingin maupun awan panas guguran Semeru” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah. Ia mengaku, sinergitas yang terjalin antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten berjalan harmonis sehingga evakuasi dan perbaikan dapat berjalan cepat.

“Terima kasih saya haturkan sedalam-dalamnya untuk Gubernur kita yahg tercinta. Berkat dukungan dan kerjasama kita semua, Alhamdulillah upaya-upaya yang kita lakukan untuk masyarakat dapat terlaksana dengan baik dan cepat,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bakorwil Jember, Kalaksa BPBD Prov. Jatim, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Kepala Dinas PR KP dan CK Prov. Jatim, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jatim, serta Dinas Sosial Prov. Jatim.(poedji)

Inovasi Samsat 4.0 Jatim Sabet Top 5 Inovasi Terpuji di KIPP 2021

JAYAKARTA NEWS– Untuk pertama kalinya inovasi layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Indonesia sukses menorehkan prestasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang digelar Kementerian PAN-RB.

Semakin membanggakan, bahwa prestasi itu ditorehkan oleh Jawa Timur dengan inovasinya berupa Samsat 4.0 yang merupakan transformasi digital dari ATM Samsat.

Samsat 4.0 menjadi satu dari lima pemenang kategori Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dalam KIPP 2021. Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1024 Tahun 2021 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP.

Selain Jatim, penghargaan juga diberikan untuk inovasi dari Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Pemkab Bandung dan PT Taspen (Persero).

Bukan hanya pertama kali mendapat tempat di ajang KIPP, Samsat 4.0 juga merupakan layanan pembayaran pajak digital dengan bukti bayar sekaligus pengesahan berbasis QR Code pertama di Indonesia.

“Alhamdulillah, kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Jatim terus diiringi dengan inovasi pelayanan publik yang transformatif dengan perkembangan teknologi terkini,” tutur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas capaian Samsat 4.0 di KIPP 2021, Jum’at (30/7).

Gubernur Khofifah berharap, penghargaan yang telah diraih ini bukanlah akhir dari inovasi yang dikeluarkan Bapenda untuk memberikan layanan yang cepat, efektif dan efisien bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Jatim.

Selain itu, sinergi bersama instansi mitra yakni Polda Jatim dan PT Jasa Raharja diharapkannya terus ditingkatkan untuk memaksimalkan layanan digital maupun layanan offline di seluruh Kantor Bersama Samsat Jawa Timur.

Wujud inovasi layanan Samsat 4.0 merupakan pengembangan ATM Samsat yang pada tahun 2015 lalu telah masuk dalam TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). ATM Samsat mengembangkan konsep self service dalam pembayaran pajak dengan menggunakan mesin anjungan khusus.

Kini, melalui Samsat 4.0 inovasi itu dikembangkan lagi dengan menambahkan platform digital untuk pembayaran pajak sehingga tidak membutuhkan mesin khusus lagi. Semakin efisien, Samsat 4.0 juga menerbitkan Tanda Bukti Pembayaran Pajak Kendaraan yang disahkan secara elektronik (e-TBPKP) menggunakan QR-Code.

“e-TBPKP dengan pengesahan menggunakan QR-Code ini secara nasional baru diterapkan di Jatim. Membayar pajak menjadi sangat efisien karena tidak perlu ke Samsat sama sekali. Pembayaran cukup lewat aplikasi, tanda buktinya langsung terbit tanpa perlu datang ke Kantor Samsat,” tutur Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Pembayaran pajak melalui Samsat 4.0 saat ini dapat dilakukan melalui sejumlah platform seperti Tokopedia, Linkaja, Klik Indomart, Gopay, Griya Bayar BTN dan Bukopin.net. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan di gerai Kantor Pos, Indomart, Alfamart dan Samsat Bunda (Badan Usaha Milik Desa).

Dalam KIPP, Inovasi Samsat 4.0 mengikuti proses seleksi di Kementerian PAN-RB selama kurun waktu lima bulan dan bersaing dengan 3.178 proposal yang masuk. Dari proses kurasi oleh kementrian, hanya 1.866 proposal yang berhasil lolos dan dapat mengikuti KIPP 2021. Dalam kompetisi ini, penilaian dilakukan oleh 11 anggota tim independen. Di antaranya ialah Prof Dr JB Kristiadi, Prof Dr Eko Prasojo, Prof Dr R Siti Zuhro, Erry Riyana Hardjapemekas, Dr Rudiarto Sumarwono, Harris Turino, Nurjaman Mochtar, Neneng Goenadi, Deden S Suharmawijaya, Tulus Abadi dan Sri Haruti Indah Sukmaningsih.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan, prestasi dari inovasi ini melengkapi kinerja Samsat dalam upaya mendongkrak penerimaan pajak daerah. Tingginya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor terjadi bahkan di tengah suasana pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hingga penerimaan daerah yang tercatat per tanggal 27 Juli lalu berhasil mencapai 58,31 persen atau meningkat sebesar 11,81 persen dari penerimaan tahun lalu pada periode yang sama sebesar 46,5 persen.

“Pencapaian sebesar ini di tengah suasana pandemi Covid-19 yang belum berakhir merupakan energi luar biasa bagi Pemprov Jatim. Karena itu, kebijakan insentif pajak seperti diskon Ramadan yang berseiring dengan kemudahan layanan membayar pajak ini telah mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan kewajibannya membayar pajak,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Plt Kepala Bapenda Jatim Muhammad Yasin menambahkan, inovasi dalam memberikan layanan Samsat akan terus dikembangkan sesuai arahan Gubernur Khofifah. Pihaknya bersyukur, kebijakan Gubernur Khofifah dalam meringankan beban masyarakat di tengah pandemi melalui insentif pajak mampu mengungkit realisasi penerimaan di awal semester dua tahun anggaran 2021. “Kedua pencapaian ini merupakan kado terindah kami dalam menjalankan tugas Ibu Gubernur sebagai Plt Kepala Bapenda sebelum melaksanakan tugas berikutnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim,” demikian Yasin. (poedji)