Konser di Candi Borobudur, Mariah Carey Bakal Pakai Batik

Mariah Carey Bakal Konser di Candi Borobudur–foto istimewa

Diva asal Amerika Serikat, Mariah Carey dijadwalkan akan menggelar konser di Lapangan Lumbini, Borobudur, Jawa Tengah. Dalam konsernya kali ini, Mariah Carey dipastikan akan mengenakan pakaian lebih tertutup. Tak hanya itu, pelantun lagu Hero ini akan tampil dengan balutan busana batik.

Berbeda dari biasanya, Mariah Carey yang terkenal dengan aksi panggung cukup seksi, di konser ini akan berpakaian lebih tertutup. Pastinya, ini disesuaikan dengan tradisi serta norma yang berlaku di daerah berlangsungnya konser yang kental akan kearifan lokal.

“Untuk busana Mariah Carey, kita ajukan saat konser ini dia mengenakan baju sesopan mungkin dan mereka sudah setuju,” ujar Palwoto selaku project director Borobudur Symphony saat jumpa pers yang diselenggarakan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (16/7/2018).

“Mengenai batik yang akan dikenakan Mariah Carey, kita akan cari disainer terkenal,” lanjutnya.

Sudah menjadi hal yang lazim ketika seorang penyanyi memiliki permintaan khusus untuk menunjang penampilannya di sebuah konser. Mengenai permintaan Mariah Carey dalam konser tunggalnya ini, Palwoto mengatakan tak ada permintaan khusus. Semua yang telah dipersiapkan pihak penyelenggara pun sudah disetujui oleh pihak penyanyi 48 tahun ini.

“Untuk semua yang kami sediakan sejauh ini sudah disetujui oleh pihak Mariah Carey. Hingga hari ini juga tidak ada permintaan khusus, begitu juga mengenai makanan. Tapi kita belum tahu ke depannya. Semua yang permintaan Mariah Carey masih kita penuhi,” imbuhnya.

Mariah Carey akan dihadirkan dalam pagelaran musik Internasional bertajuk Borobudur Symphony. Konser tunggal ini merupakan sebuah bentuk upaya sinergi jangka panjang BUMN Hadir Untuk Negeri dalam memperkenalkan wisata Indonesia di hadapan internasional sebagai salah satu upaya untuk memperkuat branding nasional.

Berlokasi di pelataran Candi Borobudur, konser ini akan diselenggarakan pada 6 November 2018 mendatang. Untuk menyaksikan penampilan pelantun lagu All My Live ini, penggemar harus merogoh kocek berkisar 1-7juta terdiri atas 5 kelas.***

Ingin Wisata Masa Lalu, Datanglah ke Desa Sade Lombok

Perjalanan wisata ke Lombok akan jadi lebih menyenangkan bila menuju ke Desa Sade. Desa Sade adalah perkampungan kecil di wilayah kabupaten Lombok Tengah  yang di jadikan destinasi wisata. Desa tersebut  penduduknya masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwariskan leluhur mereka sejak 600 tahun. Ini terlihat dari  bentuk bangunan rumah, adat istiadat, tarian dan permainan musik, serta keseharian mereka tidak lepas dari masa lalu.

Desa seluas 5,5 hektar ini, memiliki  rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.

Setiap bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak, dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, atap yang dipakai  terbuat dari alang-alang kering.

Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya. Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.

Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis yang ditujukan pada penghuni rumah.

Karena desa ini berada di gundukan perbukitan tanah liat jarak antar bangunan sangat rapat, tersusun rapi keatas dan masing-masing bangunan dihubungkan dengan jalan setapak.

Bangunan rumah di desa ini ada Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua. Lalu Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.

Alamat Desa Sade ini di Desa Rambitan, kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Akses menuju desa ini cukup mudah, karena terletak sekitar 8 kilometer dari Bandara International Lombok atau sekitar 20 menit perjalanan. ***

 

Suatu Pagi di Pasar Terapung Sungai Barito

Pagi masih gelap, suara mesin kapal klotok yang membawa puluhan wistawan perlahan membelah sungai Barito. Tujuannya ke Pasar Terapung yang terletak di kawasan kota ini dan merupakan objek wisata di Banjarmasin yang cukup populer.

Pasar Terapung merupakan sebuah pasar tradisional yang letaknya di atas sungai Barito dan buka antara pukul 06.30 sampai pukul 08.00 WIT. Para pedagang dan pembeli yang ada disini kesemuanya menggunakan sarana transportasi jukung ( perahu ) untuk menjajakan dan mencari barang dagangannya.

Para wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar terapung ini karena pasar ini merupakan pasar unik yang hanya ada satu di Indonesia yaitu di Kota Banjarmasin.

Bukan hanya belanja sayur atau kue dan kopi, tapi wisatawan bisa naik di perahu pedagang dan berfoto ria, tentunya dengan memberikan imbalan pada si pemilik perahu.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter  antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.

Untuk kesini cukup mudah karena lokasinya yang berada didekat kota Banjarmasin. Bisa dari lokasi Soto Banjar Bang Amat dengan naik perahu klotok. Lama perjalanan sekitar 45 menit. ***

Cantiknya Kain Songket Pandai Sikek

Tidak  ada  catatan sejarah yang pasti tentang kapan tenun songket mulai dikembangkan di Minangkabau atau di Pandai Sikek. Sebagai warisan  tenun bisa dikatakan sama umurnya dengan stelsel matrilinial orang Minang, terukaan sawah di Luhak nan Tigo.

Beberapa ratus tahun yang lalu, di hulu sungai Batanghari, yang disebut Sungai Dareh, berkembang suatu pemukiman dan pusat perdagangan yang makmur. Penduduk dari daerah yang sekarang disebut Alam Surambi Sungai Pagu.

Kaum wanita di daerah ini memakai pakaian yang lebih cantik bagi ukuran masa itu. Daerah ini kemudian terkenal dengan nama kerajaan Darmasyraya. Adat istiadat di Minangkabau mendorong kegiatan bertenun ini lebih jauh lagi karena pada setiap kesempatan upacara adat, kain tenun selalu wajib dipakai dan dihadirkan.

Kain tenun menjadi pakaian raja-raja, datuk-datuk dan puti-puti. Dimasa inilah, dimasa kejayaan Turki Usmani dan Asia Tengah, pada puncak kebesaran Dinasti Mongol di India ketika Sultan Akbar, 1556-1605 sangat memajukan seni dan ilmu pengetahuan. Hampir semua pelosok Minangkabau, dari Luhak sampai ke rantau, mempunyai pusat-pusat kerajinan tenun, suji dan sulaman.

Masing-masing mengembangkan corak dan ciri-cirinya sendiri, hal yang sangat dikuasai oleh para pedagang barang antik dan kolektor. Beberapa nagari yang terkenal sekali dengan kain tenununya dan sangat produktif pada masa itu adalah Koto Gadang, Sungayang, dan Pitalah di Batipuh, dan nagari yang melanjutkan tradisi warisan menenun hari ini adalah nagari yang termasuk Batipuh Sapuluh Koto juga yaitu Pandai Sikek.

Motif-motif kain tenun Pandai Sikek selalu diambil dari contoh kain-kain tua yang masih tersimpan dengan baik dan sering dipakai sebagai pakaian pada upacara-upacara adat dan untuk fungsi lain dalam lingkup upacara adat, misalnya sebagai  tando dan juga dipajang atau digelar pada waktu batagak rumah.***

Citilink Kerjasama dengan Swiss-Bellhotel Promosikan Destinasi Indonesia

Citilink Kerjasama dengan Swiss-Bellhotel Promosikan Destinasi Indonesia-istimewa

Swiss-Belhotel International baru-baru ini menandatangani perjanjian kemitraan dengan Citilink, anak perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kerjasama yang saling menguntungkan ini dirancang untuk secara luas mempromosikan daerah tujuan wisata Indonesia melalui jaringan yang dimiliki oleh kedua perusahaan ini di Indonesia.

Swiss-Belhotel International saat ini memiliki 65 hotel yang telah beroperasi, sedangkan Citilink terbang ke lebih dari 30 kota di seluruh nusantara dengan begitu kemitraan ini akan memberikan berbagai manfaat ganda baik bagi penumpang pesawat dan tamu hotel.

Berlaku hingga Maret 2019, para pelanggan Citilink yang memesan akomodasi di properti Swiss-Belhotel International di Indonesia dapat memperoleh diskon khusus sebesar 30% dari harga flexi yang berlaku. Caranya adalah dengan menunjukkan Boarding Pass Citilink pada saat cek-in atau melakukan reservasi via online di website swiss-belhotel.com dengan memasukan kode promo. Harga flexi sendiri adalah harga terbaik yang berlaku di hari (pemesanan) tersebut.

Kerja sama ini juga berlaku di seluruh Zest Hotel, yang merupakan brand budget dari Swiss-Belhotel International. Penumpang Citilink dapat terbang dan menginap di Zest Hotel, yang saat ini terdapat di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Batam hanya dengan Rp550.000/kamar untuk 2 malam, dengan menggunakan kode promo dan menunjukkan boarding pass yang berlaku pada saat check-in.

Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International Mr. Gavin M. Faull berkomentar, “Pariwisata Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dan Swiss-Belhotel International tidak hanya hadir di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga memperluas jaringan ke kota-kota di mana bisnis pariwisata dan perjalanan baru mulai berkembang. Dengan menjalin kemitraan dengan salah satu maskapai terpercaya di negara ini, kami berharap dapat membuka peluang untuk membawa masyarakat berkunjung ke daerah-daerah tersebut, baik untuk bisnis maupun liburan.”

Untuk mengetahui lebih lanjut atau membuat reservasi, kunjungi website www.citilink.co.id

12 Tahun Balinale (2): Sebagai Destinasi yang Unik Dijuluki Global Cultural Event

Pada tahun 2010, Balinale melalui ‘Founding Partner’ Bali Film Center berhasil memfasilitasi produksi Film Blockbuster Internasional ‘Eat Pray Love’ di Ubud-Bali. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempromosikan Film ini secara khusus pada saat pertemuan 2nd AFI (Alliance for Financial) Global Policy Forum ‘Taking Financial Inclusion to The Next Level’ di Bali. Menteri Pariwisata saat itu Jero Wacik juga mengucapkan terima kasih kepada produser yang telah membawa keuntungan tersebut ke Indonesia, khususnya Bali. Ditambahkan bahwa ‘Eat Pray Love’ telah memberikan dampak yang sangat menguntungkan untuk pariwisata dan ekonomi negara.

Fokus festival pada dua tahun terakhir ini adalah BalinaleX Industry Forum yang dihadiri oleh profesional industri film dan pemangku keputusan, bertempat di Ayodya Resort Bali, Nusa Dua. Forum ini berfokus pada diskusi ekosistem industri hiburan visual Indonesia yang mengeksplor kesempatan & hambatan komersial untuk menciptakan industri film dan televisi

Sejak tahun 2013 Balinale diminati oleh Kepala Daerah sebagai tempat efektif mempromosikan daerahnya. Di festival ke-12 tahun ini, beberapa Kepala Daerah diwakili oleh Gubernur dan Bupati akan hadir di Balinale selain menyertai film juga untuk memamerkan lokasi, budaya dan industrinya.

Balinale akhirnya mendapat julukan Global Cultural Event karena selalu mengisi celah upaya Pemerintah RI meningkatkan industri kreatif sekaligus destinasi yang unik. Dan pada akhirnya, sebagai satu-satunya Film Festival Internasional di Indonesia, Balinale menarik perhatian para sineas dan selebriti berkelas dunia. Balinale sekaligus jadi Festival Budaya dan Kuliner yang unik dan luar biasa.***

12 Tahun Balinale (1): Mempesona Sineas Dunia dengan Keragaman Budaya Indonesia

Film telah menjadi media yang memiliki manfaat dan kontribusi besar untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia, serta Balinale hadir secara khusus memperkuat Bali dan Indonesia sebagai destinasi untuk membuat film kelas dunia, begitu dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tahun ini, digelar pada tanggal 24-30 September, Bali International Film Festival (aka Balinale) diharapkan mampu menyedot sekitar 8,000 orang akan berkesempatan menikmati tayangan film-film independen terbaik lebih dari 40 negara di ‘Official Venue Partner’ Cinemaxx Theater Lippo Mall Kuta dan Plaza Renon Denpasar. Film Dokumenter, Pendek, Feature dengan beragam genre dan tentunya sebuah segmen bergengsi dengan julukan World Premiere, Asean Premiere, Film Anak-anak, Film Remaja untuk film- film Indonesia terbaru dan yang belum dirilis menjadikan festival yang sangat ditunggu masyarakat.

Sejumlah Film Nasional unggulan akan hadir di Balinale dan juga Film yang belum rilis di Bioskop dengan para Artis pendukung yang menyertai film mereka yang akan di screening di Balinale tahun ini. Sineas-sineas dan artis film Internasional juga akan hadir seperti dari Malaysia, Korea, Taiwan,Jepang, Amerika, Australia, New Zealand dan negara lainnya. Mereka semua akan menginap dan dimanjakan oleh Aryaduta Bali yang merupakan ‘Official Hotel Partner’ Balinale.

Balinale memang bukan sekedar Festival Film karena dengan bersamaan tampilnya keaneka-ragaman budaya Indonesia pada film dan sejumlah rangkaian acara selama festival, dan tahun ini merupakan pagelaran yang ke-12. Tema festival tahun ini adalah TIMELESS, kemampuan film untuk mengkomunikasikan kisah-kisah besar manusia serta momen-momen singkat yang mengubah emosi dunia.***

Wisata Selam ke Bangkai Kapal Titanic Dibanderol Rp 1,4 Miliar

Wisata Selam ke Bangkai Kapal Titanic

Kita  semua tak akan bisa lupa dengan tragedi tenggelamnya kapal mewah Titanic yang terjadi pada 1912 silam. Kejadian tertabraknya gunung es yang jadi alasan karamnya Titanic ini sangat melegenda, hingga membuatnya diangkat ke layar lebar.

Film yang menayangkan kisah nyata yang dibumbui dengan hubungan percintaan tragis Rose dan Jack inipun berhasil dinobatkan sebagai film terbaik sepanjang masa, dengan berhasil menyabet 14 piala Oscar 1950 silam.

Jika selama ini kamu hanya bisa menatap bangkai kapal Titanic dari layar kaca dan foto belaka, kini kamu berkesempatan untuk menyaksikan sisa peninggalannya langsung dengan mata kepala kamu sendiri.

Pasalnya pada Mei 2018 lalu Blue Marble Private, sebuah agen tur asal London, baru saja membuka sebuah rangkaian tur eksklusif yang menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan turun ke dasar laut mengamati sisa bangkai Titanic.

Namun sayangnya, hanya sembilan orang beruntunglah yang bisa mendapat kesempatan untuk turun sejauh 13 ribu kaki ke bawah permukaan laut untuk mengikuti tur sejarah selama delapan hari ini. Sistem yang diterapkan Blue Marble Private adalah siapa cepat, dia dapat.

Jadi, kamu harus berlomba dengan jutaan penggemar Titanic lainnya untuk bisa memuaskan rasa penasaran kamu akan kapal spektakuler pada masanya ini.

Saat mengikuti tur, kamu tak hanya akan melihat langsung secara dekat bangkai Titanic yang memiliki panjang 244 meter ini, namun juga akan diedukasi mengenai bagaimana kapal bekerja dan turut terlibat dalam membantu kru yang bertugas dalam mempersiapkan penyelaman.

Kamu akan diterbangkan dengan menggunakan helikopter dari St.John di Newfoundland menuju lokasi ekspedisi, yaitu yatch yang berada persis di atas bangkai Titanic.

Saat mengikuti tur kamu dijamin tak akan bosan, karena akan diberikan sederet tugas dan misi seru yang harus dilakukan saat turun menuju bangkai kapal. Kamu akan dipecah dalam kelompok kecil berjumlah tiga orang.

Setibanya di bawah, kamu akan berhadapan langsung dengan bangkai Titanic secara dekat. Sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan seumur hidup yang hanya bisa diimpikan oleh banyak orang!

Namun, agaknya kamu harus sedikit menahan nafas saat mendengar harga yang dibanderol untuk bisa merasakan pengalaman luar biasa ini. Untuk satu orang saja, kamu harus merogoh biaya sebesar £86,500 atau Rp 1,4 miliar.***

‘Bebek Ilsan’ Kuliner Maknyuss di Korea Selatan

Melancong  ke Korea Selatan wajib menikmati bibimbab, odeng, serta kimchi. Kalau ke kota kecil Ilsan, pastikan mampir di restoran bebek bakar Canaan Duck. Kalau lupa, percayalah, bisa-bisa menyesal seumur hidup!

Kota Ilsan tidak terlalu jauh dari Seoul. Kisaran 26 km. Di kota barat daya negeri ginseng ini, aneka restoran makanan Korea tersebar sepanjang jalan. Kalau liburan, orang Seoul menyerbu kota yang isinya anak-anak muda yang mulai tajir ini.

Bagi penulis, Ilsan ini seperti kota Bogor, tidak jauh dari Jakarta namun banyak pilihan makanan yang tersedia. Salah satu makanan yang sangat dikenal di sana adalah bebek bakar. Pelancong dari banyak negara sering menghabiskan waktu jauh-jauh ke Ilsan hanya untuk menggoyang lidah.

“Bagus layanannya dan maknyus rasanya. Salah satu restoran bebek bakar paling kondang di Ilsan. Tempatnya luas, namun selalu penuh pelanggan. Jangan lupa makan ubi bakarnya,” ujar seorang pelanggan yang hanya mau disebut JYC tentang Canaan Duck.

Ya, tempatnya memang relatif tradisonal. Tidak modern. Restoran ini berada di semacam rumah khas Korea yang terbuat dari balok-balok kayu. Justru dengan kondisi tersebut, makanan yang tersaji seolah menjadi sangat khas dan berselera.

Bebek yang disajikan sudah berupa potong-potongan tipis. Tidak ada tulangnya sama sekali. Untuk tiga orang, disajikan satu piring irisan bebek yang kemungkinan berasal dari satu ekor bebek. Tidak banyak tidak sedikit. Pas.

Seperti biasa, selain bebek tersedia makanan sampingan seperti kimchi, aneka sayuran, acar lobak, saus khusus dan cabe besar. Selain itu ada bawang putih sebagai penetral. Tentu tidak lupa nasi putih satu mangkok.

Lalu bagaimana cara makannya? Di tengah meja sudah tersedia bara tempat membakar bebek. Kita bisa memanggang pelan-pelan sambil menikmati makanan sampingan. Begitu beberapa potong sudah matang, bebek silakan diolesi saus lalu dibungkus dengan daun, kemudian wuss masukkan mulut.

Seketika lidah akan menari-nari menikmati gurihnya bebek bakar yang ditingkahi dedaunan yang begitu segar di mulut. Akan lebih mantab lagi bila disisipi nasi panas yang tersedia. “Tidak ada rasa amisnya bebek. Kekenyalan seratnya memberi sensasi tersendiri,” kata Eva yang sudah dua kali datang ke resto tersebut.

Selesai makan jangan buru-buru pergi. Di dalam bara arang terselip beberapa ubi bakar yang dibungkus dengan aluminum foil. Itulah yang menjadi hidangan menjelang akhir. Rasa manis ubi kuning itu membuat pelanggan bersendawa panjang.

Eits, jangan pulang dulu. Anda masih akan disuguhi bubur nasi campur kacang hijau sebagai makanan penutup. Semua membuat pelancong termehek-mehek saat kembali ke rumah.

Untuk tiga orang, pelancong tidak akan keluar uang banyak. Hanya 36 ribu won atau kisaran Rp 400 ribu. Mahal? Sangat relatif. Namun bila dibanding Anda harus balek ke Korea lagi hanya untuk mencicipi bebek Ilsan, harga segitu dipastikan tidak mahal.***

 

Amazing! Kolam Air Panas Ini Mirip Negeri Dongeng

Di tengah sebuah hutan di Chile, ada komplek kolam air panas alami yang tampak begitu indah. Traveler yang pernah ke sana pun banyak yang menyebutnya bagaikan di negeri dongeng!

Tak hanya punya hotel unik di tengah hutan, Chile juga memiliki komplek kolam air panas bernama Termas Geometricas. Komplek kolam air panas ini bisa ditemukan di tengah hutan yang menjadi bagian dari Villarrica National Park. Jika dari Kota Santiago, jaraknya sekitar 724 km.

Air kolam berasal dari sumber mata air alami yang mengalir di sekitarnya. Ada 17 kolam air panas yang bisa dipilih untuk berendam. Untuk jalan utamanya, di sini dibangun jembatan kayu berwarna merah dan tampak menyembul di antara dedaunan rimbun.

Desain Termas Geometricas rupanya terinspirasi dari Jepang. Terutama jembatan kayu yang panjang dan berbelok-belok seperti labirin. Ada pula ruang ganti dari kayu bercat merah di setiap kolam air panas, dengan rumput hijau yang ditanam di atapnya.

Suasana sejuk dan seperti menyatu dengan alam pun benar-benar terasa di sini. Ditambah lagi dengan dua air terjun yang mengalir di kawasan Termas Geometricas. Suasana hutan Chile dan desain bangunan bergaya Jepang pun benar-benar membuat Termas Geometricas tampak seperti negeri dongeng!

Banyak yang berendam di kolam, atau sekadar foto-foto. Tak sedikit pasangan yang berlibur kemari karena suasananya juga terasa begitu romantis. Kalau ingin bersantap sambil menikmati pemandangan sekitar yang indah, tersedia kafe yang menyajikan sup ayam dan kopi hangat.

Untuk bisa menikmati berendam di kolam air panas alami Termas Geometricas, biayanya mulai dari 20.000 Peso (Rp 393 ribu) untuk dewasa dan 10.000 Peso (Rp 196 ribu) untuk anak-anak. Jam bukanya mulai dari pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.***