JAYAKARTA NEWS—
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengimbau agar warga tidak mempersoalkan
masalah data dan mengajak warga bergotong royong dalam hal distribusi sembako,
hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar bahu membahu melawan covid
19.
“Saya kira kita ngga usah ribut-ribut soal data,
semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini
masyarakat yang karakternya gotong royong”, kata Juliari saat meninjau
proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara,
Jakarta Timur. Demikian keterangan pers Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan
Sosial Kementerian Sosial RI
Mensos berharap agar semua warga mendapatkan bantuan sembako
dari pemerintah secara merata. “Jadi,
saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari
Pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan lagi, tapi
diinformasikan, dan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako
apa-apa”, terangnya kembali.
Hal tersebut dilakukan lantaran adanya keterbatasan dari
jumlah mengingat tidak semua warga di wilayah DKI Jakarta bisa diberikan
sembako, sehingga dengan demikian, pendistribusian sembako merata di seluruh
wilayah.
“Tidak mungkin semua kita berikan, saya kira tadi bisa
dilihat sendiri, dari RT/RW menyanggupi agar diatur dengan rapi sehingga tidak
ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira
begitu”, Juliari menekankan.
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3
keluarga di DKI Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek dengan nilai bantuan
600 ribu rupiah per bulan selama tiga
bulan, yaitu April sampai Juni.
Mensos bersama Dirjen. Perlindungan dan Jaminan Sosial dan
Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar meninjau sejumlah lokasi untuk
memastikan penyaluran berjalan sesuai dengan rencana.
Jika masyarakat menemukan permasalahan Bantuan Sosial dari
Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar, bisa
langsung adukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210. Atau
bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id. Hotline ini bukan
hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial.
Ketua RW 01 Kelurahan Bidara Cina, Oktavianus, lantas
merespon positif arahan Mensos terkait penyaluran sembako. Ia menganggap
kebijakan tersebut lebih efektif diterapkan untuk distribusi sembako di
wilayahnya.
“Alhamdulillah, saya juga baru dengar dari Pak Menteri
langsung kalau pembagian dipukul rata seperti itu, mungkin lebih efektif ya
untuk warga kami”, katanya.
Selanjutnya, ia mengaku akan memberi pemahaman pada warganya
sebelum menyalurkan sebanyak 133 paket sembako ke rumah – rumah warga.
“Nanti akan kami sampaikan ke warga (yang sebelumnya
sudah menerima), mudah-mudahan mereka mengerti, bagi mereka yang sudah dapat,
seperti Pak Menteri bilang, ngga perlu lagi dapat, jadi udah ngga masalah lagi,
alhamdulillah”, ujarnya bahagia lantaran mendapat solusi.
Sementara itu, penyaluran 342 paket sembako di RW 05
Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dihadiri oleh Direktur Jenderal
Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin.
“Kita memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI
Jakarta, sampai kepada yang berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya,
isinya, maupun distribusinya lancar, tidak ada kendala. Semua kelurahan di DKI
Jakarta akan mendapat seperti ini”, ujar Pepen di Koja, Jakarta Utara (2
Mei).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini bansos Covid-19
masih dalam tahap pertama. Sedangkan untuk luar DKI Jakarta, terdapat bansos
tunai yang sudah diluncurkan untuk seluruh daerah di Indonesia.***/sm