Parfi Peduli Bagikan Sembako ke 50 Anggota yang Menganggur

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Besar (PB) Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) membagikan 50 paket sembako kepada 50 anggotanya yang tak mampu, yang menganggur dan yang hilang jobnya akibat pandemi virus Corona.

Hadir di ruang Parfi Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Pusat antara lain Alicia Djohar (Ketum Parfi), Pong Harjatmo (Ketum DPO Parfi), Deddy Setiadi (Anggota DPO Parfi), Ricky Hosada (Anggota DPO Parfi), Evie Susanto (Ketua Kesejahteraan) dan lain-lain.

“Hari ini akan dibagikan kepada anggota sebanyak 50 sembako berupa 10 kg beras, minyak goreng, gula pasir, kecap, mie instan, mukena dan 10 masker,” ujar Alicia Djohar yang mengenakan masker.

“Yang lain nanti menyusul. Ini sedang didata Pong Harjatmo,” imbuh Alicia yang terpilih sebagai Ketum Parfi periode 2020-2025 di Hotel Maharaja, Jakpus, 10 Maret 2020 yang lalu.

Pembagian sembako kepada anggota adalah pertemuan pertama antara Pengurus Parfi dengan anggotanya pasca Kongres Parfi. “Karena adanya keterbatasan, enggak semua Pengurus diundang. Ini saja jaga jarak. Sebenarnya, kami kangen dan rindu bertemu dengan anggota Parfi yang lain, tapi adanya PSBB, yah..kami pasrah. Pasti di hari lain  kita bertemu dengan jumlah anggota lebih besar lagi,” janji Alicia Djohar. (pik)

Untuk Covid 19, Kementristek Uji Klinis Avigan, Tamiflu dan Pil Kina

JAYAKARTA NEWS— Saat ini sejumlah obat yang diharapkan dapat mengatasi penyakit Covid 19 sedang diuji klinis oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di antaranya adalah sejumlah obat-obatan yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, selain juga obat pil kina yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Selain itu, saat ini juga sedang dicoba membuat serum anti-Covid 19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor). Diharapkan,  nantinya  itu bisa juga  menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari Covid-19.

“Kita mencoba membuat serum anti-Covid-19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang kita harapkan nantinya juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari Covid-19,” kata Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (3/5). Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Kemenristek, lanjut Bambang,  saat ini  juga sedang melakukan riset terhadap convalescent plasma sebagai terapi untuk pasien COVID-19. “Di mana plasma dari pasien yang sudah sembuh itu kemudian dicoba diberikan sebagai terapi untuk pasien COVID-19 yang sedang dalam kondisi berat,” katanya.

Penelitian yang sudah mulai dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto terhadap convalescent plasma tersebut, kata Bambang, menunjukkan hasil yang cukup melegakan, meski masih memerlukan riset dalam skala besar.

Oleh karena itu, Kemenristek/BRIN bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset yang lebih besar dan akan melibatkan banyak rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mengembangkan convalescent plasma.

“Misalkan di Malang, di Yogyakarta, Surabaya, Solo maupun tempat-tempat lainnya,” kata Menristek.

Ia berharap convalescent plasma tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan penderita Covid-19.***/ebn

Uji Klinis Jahe Merah dan Jambu Biji untuk Melawan Covid 19

JAYAKARTA NEWS— Selama ini sebagian masyarakat meyakini jahe merah dan jambu biji bisa menangkan Covid 19. Benarkah?  Saat  ini Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji  juga minyak kelapa murni yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari paparan Covid 19.

“Kita sudah melakukan baik sistematic review, kemudian studi bioinformatika dan saat ini sedang melakukan uji klinis, terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet, terutama untuk bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji dan kemudian juga virgin coconut oil,” kata Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (3/5). Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Ia mengatakan kementeriannya berharap mereka dapat mendayagunakan suplemen yang sudah ada yang mengandung bahan-bahan tersebut sehingga diharapkan cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mengatasi penyakit Covid 19.

“Paling tidak (dapat) meningkatkan daya tahan terhadap Covid 19 ataupun kemudian menghasilkan suplemen baru yang diharapkan bisa menumbuhkan daya tahan tubuh terhadap Covid 19,” katanya. ***/ebn

Aplikasi ‘BLC’ Diluncurkan, Permudah Masyarakat Antisipasi Covid 19

JAYAKARTA NEWS— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 meluncurkan aplikasi berbasis gawai Bersatu Lawan Covid hari ini, Minggu (3/5). Aplikasi Bersatu Lawan Covid (BLC) mempermudah masyarakat untuk menyikapi dan merespons Coronavirus disease 2019 atau Covid – 19.

Mengutip dari laman bnpb.go.id, BLC, aplikasi berbasis gawai atau telepon pintar, memiliki beberapa fitur fungsi. Melalui akses BLC, masyarakat dapat mengetahui kerentanan lokasi persebaran Covid – 19 di sekitar. Dengan tampilan secara spasial, sebaran Covid – 19 dapat dilihat secara mudah sehingga mereka dapat membangun kewaspadaan.

Selain itu, aplikasi ini membantu masyarakat untuk mendeteksi gejala Covid – 19. Apabila ada situasi masyarakat merasakan gejala yang dikenali, ini membantu untuk mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

BLC membantu masyarakat untuk mengenali ancaman maupun bahaya COVID – 19 sehingga mereka dapat juga mengurangi risiko yang lebih besar.

Pemimpin program konten aplikasi BLC dr. Sheila Rachma menyampaikan bahwa fitur Bersatu Lawan Covid dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti. 

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian,” ujar Sheila saat konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, pada Minggu (3/5).

Selain masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Mereka dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT dan data riwayat medis pasien.

“Aplikasi ini mempermudah petugas untuk dapat melakukan pemantauan pasien Covid pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk rapid test dan lain-lain. Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan Covid,” ujar Sheila.

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19. Pengembangan ini dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut telah bahu membahu untuk menanggulangi Covid – 19.

“Mobile apps Bersatu Lawan Covid  ini dibentuk dari kolaborasi segala macam aspek tidak hanya menggunakan pendekatan medis melainkan kesehatan masyarakat, psikologis dan sosial,” ungkap Sheila.
 
Ia menambahkan, “Adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek kita jadikan sistem ini sebagai tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan Covid-19.” Sementara itu, Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa integrase data sangat penting.  “Ini seperti ibarat peta navigasi dalam menghadapi Covid – 19,” ujar Dewi.

Ia juga mengatakan bahwa data yang cepat, akurat dan terintegrasi dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial.

Di samping itu, pengembangan sistem yang dibangun Kevin Daniel Pantasdo ini tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi yang terlebih dahulu diciptakan yakni Fight Covid – 19, oleh Ahmad Alghozi Ramadhan dan tim pengembang, Piky Hamonangan, Wahyu Nurhidayat dan Hudio Hizari.

Saat ini, aplikasi ini baru dapat diunduh pada gawai berbasis android di http://bit.ly/BLCplaystore atau dapat mengakses tautan aplikasi pada laman covid19.go.id. Nantinya aplikasi BLC dapat juga bekerja pada gawai berbasis iOS. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi BLC di playstore. Gugus Tugas Nasional akan terus meningkatkan dan mengembangkan fitur aplikasi ini sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat. ***/ebn


Mensos: Warga yang Sudah Terima Bansos Sebaiknya tidak Diberikan Lagi

JAYAKARTA NEWS— Menteri Sosial Juliari P Batubara mengimbau agar warga tidak mempersoalkan masalah data dan mengajak warga bergotong royong dalam hal distribusi sembako, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar bahu membahu melawan covid 19.

“Saya kira kita ngga usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini masyarakat yang karakternya gotong royong”, kata Juliari saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Demikian keterangan pers Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI

Mensos berharap agar semua warga mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah secara merata.  “Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari Pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan lagi, tapi diinformasikan, dan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako apa-apa”, terangnya kembali.

Hal tersebut dilakukan lantaran adanya keterbatasan dari jumlah mengingat tidak semua warga di wilayah DKI Jakarta bisa diberikan sembako, sehingga dengan demikian, pendistribusian sembako merata di seluruh wilayah.

“Tidak mungkin semua kita berikan, saya kira tadi bisa dilihat sendiri, dari RT/RW menyanggupi agar diatur dengan rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira begitu”, Juliari menekankan.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3 keluarga di DKI Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek dengan nilai bantuan 600 ribu rupiah per  bulan selama tiga bulan, yaitu April sampai Juni.

Mensos bersama Dirjen. Perlindungan dan Jaminan Sosial dan Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar meninjau sejumlah lokasi untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai dengan rencana.

Jika masyarakat menemukan permasalahan Bantuan Sosial dari Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar, bisa langsung adukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210. Atau bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id. Hotline ini bukan hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial.

Ketua RW 01 Kelurahan Bidara Cina, Oktavianus, lantas merespon positif arahan Mensos terkait penyaluran sembako. Ia menganggap kebijakan tersebut lebih efektif diterapkan untuk distribusi sembako di wilayahnya.

“Alhamdulillah, saya juga baru dengar dari Pak Menteri langsung kalau pembagian dipukul rata seperti itu, mungkin lebih efektif ya untuk warga kami”, katanya.

Selanjutnya, ia mengaku akan memberi pemahaman pada warganya sebelum menyalurkan sebanyak 133 paket sembako ke rumah – rumah warga.

“Nanti akan kami sampaikan ke warga (yang sebelumnya sudah menerima), mudah-mudahan mereka mengerti, bagi mereka yang sudah dapat, seperti Pak Menteri bilang, ngga perlu lagi dapat, jadi udah ngga masalah lagi, alhamdulillah”, ujarnya bahagia lantaran mendapat solusi.

Sementara itu, penyaluran 342 paket sembako di RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin.

“Kita memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI Jakarta, sampai kepada yang berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya, isinya, maupun distribusinya lancar, tidak ada kendala. Semua kelurahan di DKI Jakarta akan mendapat seperti ini”, ujar Pepen di Koja, Jakarta Utara (2 Mei).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini bansos Covid-19 masih dalam tahap pertama. Sedangkan untuk luar DKI Jakarta, terdapat bansos tunai yang sudah diluncurkan untuk seluruh daerah di Indonesia.***/sm

LDD KAJ Bagikan 37.000 Makanan Siap Saji

JAYAKARTA NEWS – Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) dalam kurun waktu lima minggu ini telah membagikan sekitar 37.000 makanan siap saji. Paket makanan dan minuman ini diperuntukan bagi para pekerja harian yang terdampak akibat wabah corona atau COVID-19.

Hal itu disampaikan Direktur LDD KAJ Romo Kristiono Puspo, SJ ketika ditemui wartawan, Jumat sore, (1/5).

“Bantuan makanan siap saji ini akan terus dilakukan hingga bulan Juni mendatang atau melihat situasi nantinya,” kata Romo Kristiono.

Bila awalnya aksi sosial ini membantu para pekerja harian di berbagai jalanan Ibukota Jakarta, seperti ojol, sopir taksi, sopir bajaj, pedagang kaki lima, dan tukang parkir, sekarang pola pembagiannya diubah menjadi kemitraan dengan berbagai pihak.

“Untuk mendistribusikan bantuan, LDD KAJ saat ini bekerjasama dengan Santri Siaga Bencana NU, komunitas pemulung, Yayasan PBB, rumah belajar, komunitas Satpam, komunitas buruh, panti jompo, berbagai pesantren, Rumah Singgah RSCM, hingga komunitas Waria,” ujar Romo Kristiono.

Romo Kristiono tengah memberikan petunjuk kepada relawan—foto istimewa

Bahkan, tambah Romo Kristiono, pihaknya juga membantu sembako untuk para pengungsi Afganistan dan telah membantu mengirimkan seperangkat Alat Pelindung Diri ke sejumlah daerah. 

“Setiap makanan yang akan dibagikan selalu dicek terlebih dahulu kualitasnya, jangan sampai tidak memenuhi standar kesehatan,” ujar Romo Kris panggilan akrab Direktur LDD KAJ ini.

Saat ini aksi sosial LDD KAJ didukung 40 tenaga sukarelawan dari berbagai seksi yang ada di Gereja Katedral Jakarta seperti Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan, Wanita Katholik dan lainnya. Selama puasa, pembagian makanan siap saji dilakukan menjelang sore hari.

Hingga saat ini LDD KAJ masih membuka Posko dan menerima bantuan dari para donatur. Jika ingin membantu bisa langsung ke Gedung Karya Sosial LDD KAJ di Jalan Katedral No.5 Jakarta Pusat atau menguhubungi kontak WhatsApp melalui nomor 0813.1860.1007.***/ks

Kepo Berlebihan Bisa Ganggu Kesehatan Jiwa

JAYAKARTA NEWS— Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengatakan bahwa membatasi perolehan informasi secara berlebihan dari berita-berita yang belum diketahui kebenarannya dapat membantu menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19.

“Batasi informasi yang berlebihan,” kata Psikiater dr. Lahargo Kembaren dalam keterangannya dalam di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (1/5). Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Selain itu, masyarakat perlu membatasi diri untuk memperoleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena kecemasan, kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. Dalam hal ini memberi jarak sejenak untuk tidak mengkonsumsi berita atau informasi yang berlebihan dapat memperbaiki diri secara psikologis.

“Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita,” katanya.

Kemudian, untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19, masyarakat juga perlu memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber resmi dan terpercaya seperti website covid19.go.id, WhatsApp Covid-19, Informasi Pusat Layanan Telepon Covid-19 119, siaran TVRI dan RRI yang juga digandakan melalui media swasta nasional lainnya.

“Dengan membaca dari sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa,” katanya.

Selanjutnya, masyarakat juga perlu mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman akibat Covid-19 dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga, melakukan aktivitas yang produktif, menjalankan hobi, istirahat yang cukup dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan.

“Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Apabila seseorang mengalami stres, perasaan tidak enak, maka disarankan untuk segera berkonsultasi kepada profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor atau dokter. Dalam kondisi seperti saat ini di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi melalui telemedicine seperti halodoc, alodokter yang dapat diakses dari rumah saja.

“Semua itu akan membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat,” kata dia.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai emosi, ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai keterampilan yang dimiliki, contohnya dengan melakukan relaksasi dengan menarik napas, melakukan terapi dengan gerakan tertentu sehingga dapat mengembalikan emosional diri.

“Ini akan membuat perasaan tidak nyaman yang kita rasakan kembali membaik dan kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.***/ebn

Kemenkes: Tidak Ada yang Ditutupi

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menjamin bahwa data yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19 setiap hari adalah data yang telah diverifikasi, divalidasi berkali-kali dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Data yang sudah disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid19 merupakan data yang betul-betul sudah melewati verifikasi dan validasi cukup ketat,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Didik Budijanto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (28/4). Sebagaimana dikutip dari laman bnpb.go.id

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa tidak ada data yang ditutup-tutupi. Jika pun ada data yang berbeda baik itu di daerah dengan data yang disampaikan oleh Jubir Pemerintah, bisa terjadi karena perhitungan waktu penutupan perhitungan yang disepakati tidak sama oleh beberapa instansi atan kementerian-lembaga.

Adapun alur pengumpulan data Covid 19 di Indonesia yakni dimulai dari laboratorium jejaring Badan Litbang Kesehatan Kemenkes kemudian dikirimkan dan dikompilasi di laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes.

Pada tahap ini, Balitbang Kesehatan Kemenkes kemudian melakukan validasi dan verifikasi data agar benar-benar sesuai dan tepat.

“Karena ada beberapa orang yang pemeriksaannya bisa satu sampai empat kali, oleh karena itu perlu validasi dan verifikasi,” kata Didik.

Setelah itu data dari Balitbang Kesehatan dikirimkan ke Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (PHOEC) Kementerian Kesehatan yang kemudian juga dilakukan proses validasi dan verifikasi. PHOEC juga menerima data dari dinas kesehatan tiap provinsi di seluruh Indonesia terkait penelusuran epidemiologi tiap daerah bersangkutan.

Data yang diberikan oleh dinas kesehatan provinsi juga mencakup informasi mengenai jumlah spesimen dan banyaknya orang yang diperiksa, hasil positif dan negatif dari pemeriksaan tiap daerah, dan juga data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di wilayah itu.

Selanjutnya PHOEC meneruskan data tersebut kepada Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan yang kemudian kembali dilakukan proses verifikasi dan validasi. Data yang dimiliki oleh Pusat Data dan Informasi Kemenkes yang disimpan pada sistem gudang data juga terintegrasi dengan sistem Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid 19.

Setiap ada data baru yang diperbarui di gudang data Kemenkes, secara otomatis data tersebut juga diperbarui di sistem data Gugus Tugas dalam waktu 12 menit setelah ada pembaruan data di Kementerian Kesehatan. 

Dalam hal ini diharapkan ketersediaan data yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dapat dimanfaatkan oleh setiap pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan strategis penanganan Covid 19, dan juga disampaikan kepada masyarakat di daerahnya dengan jelas.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk memperbarui informasi mengenai kasus Covid 19 di daerah tempat tinggalnya untuk meningkatkan kewaspadaan agar melakukan pencegahan supaya tidak tertular.

Pemerintah juga meluncurkan satu data Covid 19 yang terintegrasi dalam satu sistem sehingga meniadakan perbedaan akan data. Kementerian Kesehatan akan terus meningkatkan perbaikan data terkait Covid 19 baik dari segi kualitas maupun juga kuantitas.***/ebn

Komunitas Internasional Bantu Indonesia 77,49 Juta Dolar

JAYAKARTA NEWS— Sembilan negara telah membantu Pemerintah Indonesia dalam percepatan penanganan Covid 19. Gugus Tugas mencatat per 24 April 2020 sebanyak 9 negara, 9 organisasi internasional dan 70 organisasi nonpemerintah memberikan dukungan untuk penanganan wabah virus SARS-CoV-2. Total nilai dukungan yang diterima Pemerintah Indonesia adalah senilai USD77,49 juta. 

Dikutip dari laman bnpb.go.id, kesembilan negara tersebut yakni Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan Uni Emirat Arab. Dukungan diberikan dengan berbagai bentuk, seperti donasi maupun barang atau dukungan teknis. Dari nilai dukungan, tiga pemberi dukungan terbesar yakni Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. 

Dari nilai dukungan yang telah diterima oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu), belum semua terealisasi. Kemlu mencatat dukungan internasional yang baru terealisasi sebesar USD 25,10 juta.  Selain itu, Kemlu juga memfasilitasi dukungan internasional secara bilateral yang melibatkan 13 entitas senilai USD10,9 juta.

Selain donasi dari luar negeri, Indonesia juga mendapatkan bantuan material kesehatan berupa alat pelindung diri (APD), ventilator, RT-PCR dan reagen, thermometer dan virus transport medium (VTM). Dari bantuan tersebut, masker, rapid test dan APD merupakan jenis bantuan paling banyak diterima oleh Indonesia.

Adapun organisasi internasional yang memberi dukungan dalam penanganan Covid 19 di Indonesia, yaitu WHO, ADB, IAEA, UNDP, IOM, Global Fund, Unicef, IDB dan Uni Eropa, dan organisasi nonpemerintah, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di 12 negara, seperti RRT, Singapura, AS, Korea Selatan, Vietnam, Perancis, Rusia, Jerman, Jepang, Swedia, Swiss dan Arab Saudi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih atas dukungan terhadap masyarakat Indonesia dalam memerangi pandemik. ***/non

Sahabat Kartini dan Bahira Donasikan Sembako

JAYAKARTA NEWS—  Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Sosial Bahira melakukan kegiatan sosial berupa pembagian  paket sembako kepada masyarakat yang ekonominya terdampak Corona.

Adanya imbauan Pemerintah agar warga ‘stay at home’  ikut mengurangi aktivitas di luar rumah akibat PSBB oleh Pemerintah Pusat membawa pengaruh kepada kondisi keuangan banyak keluarga.

“Kami dari Sahabat Kartini dan Bahira berkontribusi memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok seperi beras, minyak goreng, mie instan dll secara cuma-cuma di Jakarta, Bekasi dan Cikarang,” ujar Ketua Sahabat Kartini dan sekaligus pendiri Yayasan Bahira, Rani Anggraini Safitri. 

Rani juga mengemukakan, bantuan sembako ini termotivasi oleh masih banyaknya masyarakat pekerja yang tetap harus menjalankan tugas profesinya, di antaranya pengemudi ojek online, supir taksi, petugas kebersihan, pemulung dll. (pik)