Cegah Covid-19 Lebih Penting daripada Pahala Sunnah

JAYAKARTA NEWS— Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan mencegah penularan penyakit Covid 19 lebih penting daripada meraih pahala sunnah, seperti contoh menjalankan salat tarawih bersama di masjid.

“Menjauhi atau menghindari masalah, menghindari penyakit tepatnya menghindari Covid 19 itu lebih penting daripada kita meraih pahala yang sifatnya Sunnah,” kata Mahfud dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, sebagaimana dikutip dari laman bnpb.go.id

Dalam mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid 19, pemerintah telah menetapkan kebijakan “physical distancing” sehingga segala jenis ibadah selama ramadan seperti salat tarawih, berbuka puasa bersama agar dilakukan di rumah saja tanpa perlu berkumpul membentuk keramaian demi keselamatan bersama.

“Hindari yang membahayakan itu (Covid 19) daripada engkau ingin meraih pahala yang sifatnya sunah padahal yang sifatnya sunah itu bisa dilakukan dengan cara-cara lain dan dikompensasi cara-cara lain,” kata Mahfud.

Mahfud menuturkan di dalam menjalankan agama, selain umat melaksanakan kegiatan ritual keagamaan kepada Tuhan, tapi juga harus menjaga harmoni dan saling menyelamatkan di antara manusia.

“Bisa dikirim melalui online kalau kita punya sesuatu yang harus disedekahkan tidak harus berkumpul dalam buka bersama,” ujarnya.

Kendati harus menjaga jarak dan tidak bisa berkumpul bersama banyak orang selama pandemi Covid 19, tapi silaturahmi tetap bisa terjaga melalui jaringan komunikasi dan virtual.

Lebih lanjut, dalam masa berlangsungnya wabah Covid 19 ini, Mahfud mengharapkan masyarakat dapat memaklumi keadaan dan aturan yang disampaikan pemerintah demi menghentikan penularan dan penyebaran Covid 19 di Tanah Air.

“Saya kira sekarang memang harus diubah itu, merasa kurang enak karena kebiasaannya tidak begitu ya kita harus maklumi dulu artinya harus terima itu sebagai fakta, mudah-mudahan cepat berlalu, agar ini bisa cepat berlalu kita taati dululah aturan-aturan untuk memutus mata rantai Covid 19 ini,” tutur Mahfud.

Masyarakat juga harus mematuhi aturan pemerintah yang melarang mudik di seluruh wilayah Indonesia, dan yang melarang berkumpulnya banyak orang.

Bagi yang melanggar aturan itu, ada hukuman pidana yang bisa dikenakan karena melawan keputusan pemerintah. Misalnya, ketika polisi menyatakan bubar suatu kerumunan, tapi ada orang yang menolak dan melawan, maka polisi bisa menangkap orang itu.

Namun, Mahfud berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan menaati aturan pemerintah sehingga polisi tidak perlu bertindak demikian.

Mahfud mengharapkan tokoh-tokoh agama, lurah dan camat memberikan pengertian kepada warga agar shalat tarawih bersama ditiadakan dulu karena shalat tarawih itu bersifat sunah sedangkan menghindari penyakit itu bersifat wajib.

“Haram kalau kita melawan penyakit yang sudah jelas-jelas cara bekerjanya penyakit seperti itu kok masih didatangi itu hanya karena keperluan yang sunah,” pungkas Mahfud.***/non

Media Relasi Bagi-bagi Sembako untuk Wartawan

JAYAKARTA NEWS— Selain petugas medis, ada ‘pahlawan kemanusiaan’ lain yang terlupakan kontribusinya di masa pandemi wabah Corona, yaitu jurnalis. Meski harus bekerja di rumah saja, kaum jurnalis tetap setia menjalankan profesinya.

Mereka tetap mewartakan perkembangan pandemi virus Corona setiap jam dan setiap hari untuk masyarakat. Sejak 2-3 bulan PSBB diberlakukan, untuk berada dan bekerja di rumah, praktis seluruh aktifitas wartawan berkurang. Beberapa jurnalis  yang tergabung dalam Komunitas Media Relasi, membentuk gerakan ‘Peduli Jurnalis’ dengan tagline ‘dari kita oleh kita’.

Foto Humas Media Relasi

 Andy Arif, jurnalis dari Selebrita dan Ketua Pelaksananya berhasil menghimpun dana dan melobby berbagai pihak. Kemudian, sebanyak 75 jurnalis yang berlokasi di Jabodetabek dibagikan paket sembako dan uang tunai.

“Kami berharap, bantuan kecil ini bisa menjadi manfaat buat rekan-rekan jurnalis yang terdampak langsung dari pandemi virus Corona. Ada yang gajinya ditunda, dan ada yang langsung di PHK. Ini dampaknya sangat luar biasa. Inilah ikhtiar awal yang bisa kami lakukan bersama dengan sejumlah pihak yang menularkan energi positif dalam membantu masalah ini,” kata Andi Arif.

Komunitas Media Relasi mendapat dukungan dari berbagai pihak dan mitra setia, yaitu Bens Leo, Ferry Mursyidan Baldan, Leny Rafael, Novi Rizki, Febby Febiola, Arzetti, Indah, Irma Darmawangsa, M150, Gloskin dan lain-lain. (pik)

YPP Berikan Bantuan pada yang Terdampak Pandemi Corona

JAYAKARTA NEWS—  Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) di bawah naungan PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk (Emtek) berhasil menghimpun dana Rp10.422.591.167 hasil uluran tangan pemirsa Indosiar dan SCTV serta pengguna Bukalapak.

Beberapa hari yang lalu sudah diserahkan bantuan ke Rumah Sakit Rumah Sakit dan masyarakat langsung yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi virus Corona. Selain di Jakarta, penyebaran bantuan semakin meluas ke penjuru Nusantara.

Di Surabaya, sebanyak 1500 paket sembako senilai Rp 150.000 diserahkan langsung kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Juga dikirim 100 paket sembako dan 24 liter disinfektan dan alat penyemprotannya ke RW 08 Kampung Jati, Jatimulya, Bekasi yang dihuni 1800 Kepala Keluarga.

Mereka yang menerima adalah warga yang mata pencahariannya adalah buruh harian, ojek online, buruh pabrik, buruh cuci setrika, tukang bangunan, pembuat tempe dan kaum lansia yang terkena dampak ekonomi virus Corona.

Beberapa masjid dan musholla juga sempat disemprot dengan disinfektan. Keadaan serupa juga terjadi di Kelurahan Curug, Bogor Barat. Penyebaran bantuan ini ikut dibantu oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat setempat. Pada kesempatan lain, sebanyak 10.000 paket sembako diserahkan langsung ke Mensos Juliari P Batubara. (pik)

Penderita Covid 19 di Indonesia Mayoritas Laki-laki

JAYAKARTA NEWS— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 merilis parameter data mulai dari gejala yang muncul sebagai indikasi awal Covid 19, usia penderita hingga penyakit penyerta yang diidap oleh para pasien.

Berdasarkan data yang dihimpun Kamis (24/4/2020), mayoritas jenis kelamin penderita positif Covid 19 adalah laki-laki 58,83% (4.435 orang), perempuan 41,17% (3.104 orang). Untuk kategori usia penderita, yang terbanyak adalah berusia antara 30-49 tahun yakni 2.623 orang. Usia 50-69 tahun sebanyak 2.536 orang, 10-29 tahun sebanyak 1.124 orang, usia di atas 70 tahun sebanyak 416 orang, dan usia 0-9 tahun ada 85 orang.

Terkait gejala positif  Covid 19 yang paling sering muncul sebagai indikasi awal Covid 19  adalah batuk (18,7%), demam (13,7%), sesak napas (12%), pilek (8,8%), dan sakit tenggorokan (8,6).

Kemudian untuk penyakit komplikasi yang diderita pasien adalah Pneumonia (48,6%), Hipertensi (17,2%), Diabetes (11,9%), PPOK (8,1%), dan Jantung (6,3%). ***/ebn

Pengembangan Herbal untuk Tangkal Covid 19

JAYAKARTA NEWS— Indonesia tidak ketinggalan untuk melakukan pengembangan vaksin Covid  19. Saat ini pemerintah dan Biofarma berkolaborasi tak hanya untuk vaksin tetapi juga alat diagnostik dan pemanfaatan bioplasma pasien sembuh.

Pengembangan vaksin Covid  19 membutuhkan waktu yang panjang, pendanaan, kerja sama multipihak, regulasi serta kebijakan dari pemerintah. Biofarma telah memiliki pengalaman teknis pengembangan vaksin yang diakui Badan Dunia untuk Kesehatan atau WHO. Produk vaksin yang dihasilkan Biofarma telah digunakan oleh 130 negara. Menyikapi situasi pandemi Covid 19, Biofarma didukung penuh BPOM dalam pengembangan vaksin.

Di samping vaksin, pemerintah juga mendukung pengembangan herbal untuk menangkal virus SARS-CoV-2. Pencegahan di tengah penyebaran wabah perlu secara masif dilakukan berbagai pihak. 

Perwakilan The Green Coco Island Wisnu menyampaikan usulan produk-produk untuk pencegahan Covid 19, yaitu Extra VCO (Virgin Coconut Oil). Herba ini dapat dimanfaatkan untu meningkatkan imunitas tubuh dengan meminumnya. Minyak juga mengandung flucare untuk melindungi nasopharynx (semprot hidung, mulut, dan mata) dan membersihkan diri menggunakan black soap untuk membunuh virus dalam 20 detik.

Extra Virgin Coconut Oil (VCO) juga dapat diproses dengan metode pembekuan dari buah kelapa segar dengan suhu rendah 10 derajat. Extra VCO mengandung asam laurat dan asam kaprat untuk menghancurkan struktur dinding virus. Jadi VCO bermanfaat sebagai anti viral dan anti bakteri. VCO bukan merupakan obat tapi sebagai suplemen tambahan yaitu makanan esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. 

Penelitian mengenai VCO banyak didukung oleh jurnal ilmiah global (German Cancer Research Center, US) serta saat ini sedang diteliti oleh Filipina bersama WHO. “Walaupun VCO sudah terdaftar di BPOM, namun belum dilakukan uji klinis dan empiris untuk ditetapkan sebagai OHT (Obat Herbal Terstandar) atau fitofarmaka,” ujar Wisnu. 

Fitofarmaka merujuk pada tahapan herbal yang sudah diujikan ke manusia dan telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik serta bahan baku dan produk terstandarisasi.  

Sementara itu, perwakilan BPOM Tepi menyampaikan bahwa pihaknya sudah meluncurkan buku inventori Coronavirus disease dan dalam waktu dekat akan meluncurkan dua buku terkait buku pedoman herbal dan suplemen kesehatan menghadapi Covid 19 yang sudah terdaftar di badan POM. 

Terkait dengan pengembangan vaksin dan produk herbal, sinergi sektor lintas dari pemerintah dibutuhkan untuk mendukung pengembangan itu. 

“Pengembangan vaksin dan obat bersumber dari kearifan lokal membutuhkan sinergi pemerintah dengan laboratorium-laboratorium dan industri farmasi, BUMN dan swasta,” ujar Deputi Bidang Sistem Nasional Wantannas Toto Siswanto dalam diskusi ruang digital dengan topik Strategi Penanganan COVID-19 Melalui Pengembangan vaksin dan Obat Herbal, pada Kamis (23/4).

Toto juga menambahkan bahwa kolaborasi multipihak dibutuhkan untuk pendanaan dan pengujiannya. 

Di sisi lain, BNPB memandang bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah terkait rempah-rempah dan kelapa, yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian dan pengembangan herbal. Perkembangan di masyarakat bahwa rempah-rempah dan kelapa berkhasiat sebagai pengobatan herbal namun belum dianggap sebagai obat. Inisiatif dari masyarakat untuk pencegahan dan pengobatan Covid 19 itu, perlu disambut baik oleh Pemerintah dan memberikan dukungan.

Pembahasan mengenai strategi pengembangan vaksin COVID – 19 dan herbal terangkum dalam diskusi virtual yang diselenggarakan BNPB dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Diskusi melibatkan kementerian/lembaga, perguruan tinggi dan praktisi kebencanaan. ***bnpb/ebn

Catatan Sepekan: Kasus Meninggal Turun, Pasien Sembuh Covid 19 Makin Banyak

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 mencatat jumlah kasus meninggal karena Covid 19 cenderung mengalami penurunan sejak sepekan, sedangkan pasien sembuh terus tumbuh.

Berdasarkan hasil akumulasi data yang dihimpun per hari Kamis (23/4), demikian dikutip dari laman bnpb.go.id,   jumlah kasus meninggal bertambah 11 sehingga total menjadi 647. Kemudian pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 47 orang sehingga totalnya menjadi 960.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 326, disusul Jawa Timur sebanyak 121, Jawa Barat 87, Sulawesi Selatan 80, Bali 55, Jawa Tengah 54, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 960 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

“Kalau kita lihat sebaran pasien sembuh di DKI Jakarta 326 orang, Jawa Timur 121 orang, Jawa Barat 87 orang, Sulawesi Selatan 80 orang, Bali 55 sehingga total bersama 29 Provinsi yang lainnya berjumlah 960 orang, “ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid 19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (23/4).

Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 357 orang hingga total menjadi 7.775.

Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 59.935 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 43 laboratorium. Sebanyak 48.647 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 7.775 positif dan 40.872 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 195.948 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 18.283 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 267 kabupaten/kota di Tanah Air.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 167 kasus, Banten 337 kasus, Bangka Belitung sembilan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 76 kasus, DKI Jakarta 3.517 kasus.

Selanjutnya di Jambi 14 kasus, Jawa Barat 784 kasus, Jawa Tengah 538 kasus, Jawa Timur 664 kasus, Kalimantan Barat 50 kasus, Kalimantan Timur 74 kasus, Kalimantan Tengah 83 kasus, Kalimantan Selatan 114 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 83 kasus, Nusa Tenggara Barat 115 kasus, Sumatera Selatan 93 kasus, Sumatera Barat 86 kasus, Sulawesi Utara 31 kasus, Sumatera Utara 95 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 397 kasus, Sulawesi Tengah 29 kasus, Lampung 38 kasus, Riau 36 kasus, Maluku Utara 14 kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat 13 kasus, Papua 130 kasus, Sulawesi Barat delapan kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo tujuh kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus.***/ebn

Kemenhub: Mereka yang Nekat Mudik akan Diminta Putar Balik, Sanksi Mulai 7 Mei

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau agar para warga tidak memaksakan diri untuk mudik dan tetap patuh pada anjuran pemerintah sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid 19.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan pelanggar larangan sementara penggunaan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor akan diminta berputar balik arah perjalanannya.

“Pada tahap awal, mulai 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengarahkan pelanggar kembali arah perjalanannya,” kata Adita dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (13/4).

Sedangkan pada tahap selanjutnya, yaitu 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020, selain diminta berputar balik, pelanggar juga akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku termasuk dikenai denda.

Dalam hal ini, pelarangan sementara penggunaan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik tidak akan diikuti dengan penutupan jalan nasional atau jalan tol.

“Tidak ada penutupan jalan nasional dan jalan tol, tetapi penyekatan dan pembatasan kendaraan yang boleh melintas saja,” tutur Adita.

Adapun peraturan larangan kendaraan dikecualikan untuk pengangkutan logistik, obat, petugas, pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

Larangan sementara itu diberlakukan bagi kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor dengan tujuan memasuki dan keluar dari wilayah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah, serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Tujuan dari pelarangan itu adalah untuk keselamatan bersama mencegah penyebaran Covid 19. Mari bersama kita tegakkan peraturan dengan tidak mudik dan bepergian selama pandemi COVID-19,” tambah Adita.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pengendalian Transportasi Semasa Mudik Idul Fitri 1441 H yang merupakan tindaklanjut rapat terbatas kabinet pada Selasa (21/4).***/ebn

Ketika IPeKB tidak Sosialisasikan KB tapi Covid-19

JAYAKARTA NEWS— Petugas penyuluh lapangan yang biasa “blusukan” ke rumah-rumah penduduk ataupun tampil dalam suatu acara, kini tidak saja mengajak masyarakat untuk ikut Keluarga Berencana (KB) saja.

Tapi para petugas yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) itu juga mensosialisasikan bagaimana menyikapi virus Corona atau disebut Covid-19 yang sedang melanda Negeri ini.

Kehadiran para petugas penyuluh KB itu ternyata bagian dari program kantor Perwakilan BKKBN Jatim dalam menghadapi sekaligus penyebaran Covid-19.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Sukaryo Teguh Santoso Kamis(23/4), pengerahan petugas IPeKB itu jumlahnya 2000an lebih dan tersebar di 38 kabupaten/ kota di Jatim.

Peran petugas yang menjadi ujung tombak BKKBN dalam menarik masyarakat untuk KB ini luar biasa dalam menjalankan tugas “barunya” karena dengan uang sendiri mereka juga membeli masker saat melakulan sosialisasi ke masyarakat.

Menurut Teguh, sebelum melakukan sosialisasi tentang Covid-19 terlebih dahulu dibekali tentang Covid-19 yang telah banyak membawa korban.

Pihaknya juga mengatakan, selain penyuluh KB yang melaksanakan tugasnya, BKKBN juga mengajak mitra kerja untuk mensosialisasikan bagaimana memutus mata rantai penularan Covid-19.

Secara terbuka Teguh mengemukakan, pihaknya melakukan refocusing anggaran yang diwujudkan dalam bentuk pembelian APD untuk para petugas kesehatan yang membutuhkan. “Ini adalah bentuk suport bagi provider pelayanan KB agar nyaman dan memberikan pelayanan di masa pandemi,” katanya.

Selain itu pihaknya juga melaksanakan program Rabu Berbagi yakni kegiatan dengan membagi-bagikan masker dan juga makanan kepada masyarakat sebagai bentuk solidaritas. “Dananya dari hasil urunan para karyawan BKKBN Jqtim dan juga dari IPKB yang ada di daerah,” demikian Teguh. (poedji)

Tragis, Terpapar Covid 19 Kulitnya Jadi Coklat Tua

JAYAKARTA NEWS— Kasus unik yang mengejutkan dunia. Dua dokter di Cina yang selama kasus virus corona atau covid 19 merebak di sana turut berjuang digaris terdepan dalam menyelamatkan hidup para pasien covis 19, akhirnya terpapar virus tersebut. Yang menarik, saat menjalani perawatan kulit kedua dokter tersebut berubah drastis dari putih menjadi coklat tua.

Mengutip dari odditycentral.com, media China baru-baru ini melaporkan kasus dua dokter yang terinfeksi virus corona dan saat dalam perawatan kedua pasien itu mengalami perubahan drastis dalam pigmentasi kulit, dari putih menjadi coklat tua.

Dr Yi Fan dan Dr Hu Weifeng, keduanya berusia 42 tahun, terinfeksi  coronavirus pada bulan Januari, saat merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Mereka adalah rekan-rekan Dr Li Wenliang, dokter yang pertama kali memperingatkan tentang  virus baru yang berbahaya dan pada awalnya ditegur oleh Pemerintah Cina.

Dr Yi Fan –foto Beijing Satellite TV/YouTube

Kedua dokter itu—Yi Fan dan Hu Weifeng—  menghabiskan lebih dari sebulan untuk berjuang meraih hidupnya dan baru sadar kembali di bulan ini dan menyadari bahwa penampilan mereka telah berubah drastis.

Dalam laporan video oleh TV Satelit Beijing, pemirsa terkejut melihat foto keduanya yang ditampilkan pada saat ‘sebelum’ dan ‘sesudah’. Mereka berdua berubah dari warna kulit yang sangat terang menjadi cokelat yang sangat gelap.

Menurut teman-teman dokter mereka hal itu disebabkan oleh obat yang digunakan pada masa-masa awal perawatan mereka. Ternyata salah satu efek samping dari obat yang tidak disebutkan adalah perubahan warna kulit.

Dr Yi, seorang ahli jantung Wuhan, berhasil selamat dari covid 19 setelah dia memakai mesin pendukung kehidupan yang disebut ECMO selama 39 hari. Sistem canggih ini menggantikan fungsi jantung dan paru-paru dengan memompa oksigen ke dalam darah.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia pulih dengan baik, tetapi masih tidak bisa berdiri dan berjalan sendiri. Dia juga menyebutkan trauma mental yang disebabkan oleh penyakit itu, dan sering mengalami mimpi buruk.

Dr Yi Fan dan Dr Hu Weifeng, keduanya berusia 42 tahun, terinfeksi coronavirus pada bulan Januari baru sadar bulan ini dan mendapati kulitnya berubah menjadi coklat tua. Diduga, perubahan itu karena efek dari obat–foto Beijing Satellite TV/YouTube

Kondisi Dr Hu jauh lebih serius daripada kondisi rekannya. Pada saat video direkam, dia belum dapat berbicara. Namun dia menekan lengan dokter yang merawatnya dengan penuh rasa terima kasih.

Seorang ahli urologi, Hu telah diikat di tempat tidur selama 99 hari pada saat itu, dan dokter mengatakan mereka khawatir tentang kondisi mentalnya.

Dr Li Shusheng, yang telah memantau pemulihan Hu, mengatakan kepada Beijing Satellite TV bahwa perubahan mengejutkan pada warna kulit kedua dokter itu sangat mungkin bersifat sementara dan akan kembali normal segera setelah fungsi hati mereka membaik. Keduanya juga diberikan dukungan kesehatan mental untuk membantu mereka mengatasi pengalaman traumatis yang mereka alami.***ebn

Komunitas, PWI, dan Korem 052 Salurkan Beras Door to Door

JAYAKARTA NEWS— Pengusaha Kurniawan Tan bersama Korem 052/Wijayakrama dan PWI Peduli Pusat menyalurkan bantuan beras kepada warga terdampak Covid 19, Selasa (21/4/2020). Penyaluran bantuan ini langsung diserahkan dari pintu ke pintu warga Pantai Desa Dadap, Kabupaten Tangerang dan sekitar belakang Markas Korem 052/ Wijayakrama, di kawasan Lippo, Karawaci, Tangerang.

 “Penyaluran dilakukan door to door supaya beras segera bisa dimasak,” kata Kurniawan Tan saat  penyerahan bantuan beras 7,5 ton  kepada  Komandan Korem 052/Wijayakrama, Kolonel Inf Tri Budi Utomo di Markas Korem 052, Tangerang. Dari Markas Korem tersebut, selanjutnya beras dibagi-bagikan langsung dari pintu ke pintu oleh anggota TNI.

Kurniawan Tan, pengusaha asal Kota Tangerang menggandeng Korem 052/Wijayakrama dan PWI Peduli Pusat untuk bersama-sama menyalurkan bantuan beras 7,5 ton, kepada warga terdampak Covid-19 dari rumah ke rumah, Selasa (21/4/2004)–foto istimewa

 “Model penyaluran cepat ini penting. Beras harus segera sampai ke tangan penerima,” kata M Nasir  Direktur Program Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga Ketua PWI Peduli Pusat.

Dalam acara penyerahan bantuan beras tersebut Kurniawan didampingi  M Nasir dan dua pengurus komunitas, yakni Agung Adhi Prabawa  dari Tangerang Goldwing Riders (Tagor) dan John dari Riders Cinta Tuhan (RCT). Menurut Kurniawan, tiga komunitas yang ikut dalam pengadaan beras adalah Tagor, RCT dan German Shepherd Lovers Indonesia. Kurniawan dalam posisinya sebagai ketua umum ketiga komunitas tersebut.

Kol Inf Tri Budi Utomo dan Kurniawan Tan mengajak masyarakat untuk berbuat baik, peduli kepada sesama di masa sulit seperti sekarang ini. “Mari kita tetap menjaga kesehatan, jaga jarak sosial, gunakan masker, berdiam di rumah, serta rajin mencuci tangan, “ tutur Kol Tri saat memberi pernyataan bersama Kurniawan Tan. ***ks