Harry ‘Koko’ Santoso: Keselamatan adalah Segalanya

JAYAKARTA NEWS— Penundaan kegiatan konser musik dan diskusi budaya yang melibatkan banyak orang wajib diikuti EO atau promotor lain. “Banyak kegiatan hiburan dan budaya seperti konser musik dibatalkan dan ditunda. Yang jelas, refund tiket yang sudah terbeli oleh pengunjung wajib dikembalikan uangnya. Keselamatan masyarakat adalah segalanya,” kata promotor musik Harry ‘Koko’ Santoso, CEO Deteksi Production kepada penulis baru-baru ini.

Promotor yang sudah  menghelat banyak event musik seperti Soundrenaline, Dewa 19, Chrisye, God Bless, rif dan seabreg konser lain menegaskan kita bisa belajar dari musibah akibat pandemi Covid 19 di Italia, Korea Selatan dan China yang menelan banyak nyawa manusia.

“Karena Italia sulit menangani sendiri, China turun tangan membant. Itupun tetap sulit, karena  virus sudah menjalar kemana-mana. Juga, orang Italia sulit diajak ‘stay at home’, maunya berkerumun terus,” beber Koko.

Kuncinya adalah menjaga jarak (social distancing) dan menjauhi keramaian. Koko berharap masyarakat Indonesia bisa menjalani ‘stay at home’ dan ‘working from home’ secara baik dan benar.

“Hidup sehat harus selalu kita utamakan, seperti mencuci tangan dengan sabun, bekerja-beribadah dan berolahraga dilakukan di rumah,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari musik Indonesia dan bagian dari warga masyarakat Indonesia, kita harus tetap punya semangat dan optimistis. “Kita harus mengikuti aturan, disiplin dan jaga kebersihan,” urai Koko lagi sembari mengingatkan perjuangan belasan ‘pahlawan kemanusiaan’ yaitu dokter, perawat dan ilmuwan yang wafat di garis depan terpapar virus Covid 19. Di sisi lain, ia juga mendukung upaya pemerintah yang mengangkut obat-obatan sumbangan dari China dan pendirian Rumah Sakit sementara bagi saudara-saudara kita yang positif terkena Covid 19.

“Hal lain adalah gerak cepatnya Pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona, bapak Doni Monardo bersama stafnya yang  menangani saudara-saudara kita yang harus dirawat di Rumah Sakit,” tandas Koko seraya menambahkan dengan doa bersama, Insya Allah Indonesia bisa pulih kembali seperti sediakala dalam menyongsong 75 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2020. Salam musik Indonesia ! (pik)

Wisma Atlet Kemayoran Telah Siap Digunakan sebagai RS Darurat Covid-19

JAYAKARTA NEWS— Renovasi Wisma Atlet Kemayoran yang terdiri dari empat tower sudah selesai dan siap digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid 19, sekaligus rumah isolasi khusus para pasien.

Perbaikan Wisma Atlet yang pernah dipakai saat ajang pesta olahraga Asian Games 2018 itu sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo atas permintaan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan, dalam persiapan tersebut, ada tiga komponen pekerjaan yang dilakukan. Pertama pembersihan ruangan karena sudah lama tidak dipakai, termasuk penyemprotan disinfektan pada Sabtu (21/3),  kemudian modifikasi perbaikan sesuai protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan di lantai 1,2, dan 3 pada tower 7 yang akan dimanfaatkan sebagai RS Darurat dilengkapi dengan ruang laboratorium, farmasi, radiologi, dan ICU.

Foto BNPB

Hadir dalam peninjauan yang dilakukan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perumahan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan perwakilan Kapolri pada Minggu (22/2), memastikan bahwa empat tower masing-masing Tower 1, Tower, Tower 3, Tower 6 dan Tower 7 di blok D10 telah siap digunakan.

Adapun rincian dari penggunaan tiap-tiap tower meliputi Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

Foto BNPB

Kemudian Tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 – 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan Tower 1 lantai 1 – 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan Tower 3 lantai 1 – 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Semua protokol terkait pelayanan kesehatan dalam hal ini diatur oleh Kementerian Kesehatan dengan operasionalnya akan dibantu oleh TNI, Kepolisian, dan relawan, di bawah komando dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sedangkan untuk  bantuan alat-alat kesehatan akan dikoordinir oleh Kementerian BUMN. Dengan kata lain penyiapan Wisma Atlet sebagai RS Darurat Covid-19 ini adalah bentuk sinergi Pemerintah.

Dalam hal ini perbaikan dan perapihan sebagai penyiapan RS Darurat Penanganan COVID-19 dilaksanakan oleh beberapa BUMN Karya, antara lain : PT Wijaya Karya,  PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Brantas Abipraya,  sedangkan PT Bina Karya bertindak sebagai manajemen konstruksi.***/ebn

Jumlah Kasus Terus Meningkat, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan Pembatasan Sosial

JAYAKARTA NEWS— Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto kembali mengungkap data tambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 64 kasus menjadi 514 kasus dengan angka kematian bertambah 10 orang menjadi 48 orang.

“Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Penambahan kasus sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus).

Dia menambahkan data tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit, untuk lanjutan layanan rumah sakit. Kemudian diberikan kepada dinas setempat untuk kepentingan penelusuran kontak.

“Informasi ini sudah dilaporkan kepada masing-masing kepala daerah,” kata Yuri.

Dengan melihat data kasus yang terus naik tersebut, Yuri kembali mengingatkan pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas. Dalam hal ini pemerintah berharap masyarakat saling mengingatkan dan mengawasi. Semua harus berperan dalam penanganan pandemi ini, tidak bisa hanya pemerintah saja, melainkan butuh sinergitas dari seluruh komponen dan utamanya masyarakat itu sendiri.

Beberapa pembelajaran baik sudah didapatkan dari beberapa kasus. Pemerintah juga sedang menyiapkan rumah sakit tambahan, “screening” tes dengan menggunakan rapid test. Obat-obatan yang akan digunakan sudah dimiliki.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini atas resep dokter, atas indikasi yang diberikan oleh dokter. Tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan. Karena upaya pencegahan dilakukan dengan minum obat tertentu,” jelas dia.

Dia mengingatkan upaya membatasi kontak adalah cara pencegahan terbaik. Kemudian menjaga imunitas diri agar tetap sehat dan melakukan aktivitas di rumah.***/rr

Pemerintah Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Sejumlah Tenaga Kesehatan

JAYAKARTA NEWS— Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya sejumlah tenaga kesehatan ditengah pandemi virus COVID-19 di Tanah Air.

“Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit COVID-19,” kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Pemerintah tentunya bersedih karena hal itu menimpa Indonesia, namun pemerintah juga menghargai tenaga kesehatan tersebut yang sudah mendedikasikan diri pada bangsa dan negara.

“Pemerintah bersedih untuk ini, dan kami menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya. Yakinlah kita berada dalam pengabdian yang benar, profesional dan kita berikan semuanya untuk kebaikan rakyat kita yang dicintai ini,” jelas dia.

Yuri juga mengingatkan bagaimana pembatasan sosial harus dilakukan pada saat melakukan kegiatan sosial. Dia berharap hal itu bisa diimplementasikan ditengah masyarakat, sampai pada tahapan setiap komunitas mampu menjaga lingkungan.

“Saling mengawasi, mengingatkan dan kemudian saling membantu, karena pada hakikatnya inilah jati diri bangsa yang selalu bergotong royong, selalu memiliki tenggang rasa sosial, bersama-sama menghadapi COVID-19,” terang Yuri.

Sebelumnya, sebanyak tiga dokter meninggal dunia akibat COVID-19 yakni dr Hadio Ali Khazatsin, dr Djoko Judodjoko, dan dr Adi Mirsa Putra.***/rr

Besok di Depan Gerbang Gedung MPR akan Digelar Pembagian Paket Bantuan

JAYAKARTA NEWS— MPR bekerjasama dengan PWI Pusat, Kadin Indonesia, Motor Besar Indonesia,  Komunitas Gojek Online, Gabungan Aksi Roda Dua, Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia akan menggelar aksi solidaritaa melawan Corona – Fight Corona.

Aksi solidaritas untuk para wartawan media cetak, online serta elektronik dan Komunitas Ojek Online (Ojol) ini akan diselenggarakan Senin besok, (23/3/2020) di depan Gerbang Utama MPR mulai pukul 14.00 hingga selesai.

Dalam kesempatan tersebut akan dibagikan 1000 paket bantuan yang berisi 5 buah masker yang dapat dicuci, 5 pasang sarung tangan karet, 5 buah hand sanitizer, 1 botol/dos Vitamin C 45 butir, 1 kotak snack (makanan), 4 Jamu Ready To Drink  (Beras Kencur, Gula Asam, Kunir Asam) dan 1 Hand Gel Sanitizer Zaitun dari Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia.

Selama pelaksanaan aksi sosial tersebut, pihak MPR menekankan untuk tetap disiplin dengan menjaga jarak aman 1 meter, dimana aksi sosial yang menggalang solidaritas ini akan dilaksanakan dengan sistem drive-thru Corona, seperti di Korsel.

Adapun pelaksanaan aksi besok, pihak panitia telah mengatur tata caranya, dimana komunitas ojol dikoordinir oleh pimpinannya standby di lapangan Taman Ria. Lalu satu persatu berjarak 1 meter mulai start iring-iringan meluncur ke depan gerbang MPR. Sebelum mencapai tenda utama di depan Gerbang Gedung Parlemen (diatur oleh pihak polda dan Pamdal), mereka beserta motornya akan disemprot oleh petugas disinfektan. Setelah disemprot, per 10 motor baru menuju ke tenda utama tanpa turun dari motor untuk mengambil paket yang sudah disiapkan di atas meja dan langsung pergi tanpa penyerahan apalagi salaman dengan pimpinan MPR. 

Paket bantuan yang sudah diletakkan di atas 10 meja itu masing-masing berjarak 1 meter. Di balik masing-masing meja yang berjarak itu ada pimpinan MPR 6 orang, Ketua Umum PWI Pusat, Ketua umum Kadin, Ketua Press Room Parlemen, Puteri Indonesia 2 orang, Ketua umum MBI, Ketua umum Gerak BS dan panitia lainnya berada di belakang meja di bawah tenda dengan jarak 1 meter.

Sementara para wartawan penerima paket menuju tenda utama dari dalam halaman DPR dan telah disiapkan tenda untuk para wartawan menunggu di dekat pos gerbang utama Gedung Parlemen dengan jarak duduk 1 meter. 

Semua yang hadir sebelum mulai acara akan disemprot seluruh badannya. Dan semua wajib pakai masker, sarung tangan karet yang sudah disiapkan. Disarankan bawa topi dan kacamata.

Selesai acara, sebelum meninggalkan tempat acara semua kembali disemprot untuk memastikan tidak ada virus yang menempel dipakaian peserta kegiatan.

Selama Kegiatan akan diawasi, selain dokter dari klinik Parlemen juga oleh dua dokter lainnya yaitu dr. Rheza Maulana S.,BMedSc (Hons), MM, MARS dan dr. Zainy Hamzah, Sp.BS.***ks

Shopee Donasi Rp 1 Milyar ke PMI untukTanggulangi Penyebaran Covid 19

JAYAKARTA NEWS— Shopee, platform e-commerce di Asia Tenggara dan Taiwan, memberikan donasi Rp 1 Milyar ke Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Yayasan BenihBaik untuk membantu menanggulangi penyebaran Covid 19 di Indonesia.

Pandu Syahrir selaku Presiden Komisaris Sea Group Indonesia (induk perusahaan Shopee) mengatakan bahwa ini merupakan komitmen tanggung jawab sosial sebagai perusahaan berbasis teknologi terdepan di Indonesia.

“Kami selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan dari seluruh pengguna kami. Semoga donasi ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat Indonesia ditengah situasi sulit sekarang,” ujar Pandu Syahrir.

Sedangkan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla mengapresiasi langkah Shopee. “Semua pihak, baik pemerintah maupun swasta harus saling bergandeng tangan dalam keadaan krisis menghadapi pandemi ini. Semoga langkah Shopee bisa dicontoh oleh yang lainnya,” urai Jusuf Kalla yang menambahkan agar masyarakat tetap tenang, waspada dan hidup sehat.

Sementara Andy F. Noya (pendiri Yayasan BenihBaik) menyambut baik donasi dari Shopee ke PMI. “Sebelumnya, Shopee juga sudah terlibat menyumbangkan 1 juta masker bekerjasama dengan PMI. Semoga upaya ini bisa mengurangi resiko penularan virus Covid  19 di masyarakat,” tandas Andy F. Noya. (pik)

Puan Maharani Ajak Masyarakat Bersatu Atasi Pandemi Covid 19

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI, Puan Maharani mengimbau masyarakat menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). “Kita harus bersatu dan bergoyong royong serta bahu membahu mengatasi pandemi Covid 19. Rajin berolahraga agar badan menjadi bugar. Hidup mandiri mencuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan lingkungan, makan makanan bergizi dan mengonsumsi vitamin tambahan,” kata Puan Maharani di DPR, baru-baru ini.

Selain itu, DPR juga berterimakasih atas upaya dan perjuangan para dokter dan tim medis lain  di garis depan dalam menolong warga yang terpapar virus Corona. Masyarakat bersama TNI, Polri, swasta dan pemerintah telah bersama berusaha mengatasi pasien yang terkena virus Covid 19.

“Berikan edukasi, sosialisasi, mitigasi dalam menangani pasien  yang diduga suspect Corona dan menjaga warga agar jangan panik dan bekerja serta beribadahlah dari rumah masing-masing,” urai Puan Maharani.

Diimbau juga agar gedung-gedung milik swasta yang sudah tak terpakai bisa digunakan untuk Rumah Sakit sementara guna menampung perkiraan membludaknya pasien yang terpapar virus Corona,” imbuh Puan lagi.

Satu hal pasti, menyelamatkan kesehatan masyarakat adalah menyelamatkan ekonomi nasional, demikian tegas Puan Maharani. (pik)

Tersandung Corona, Film ‘Tersanjung’ Batal Tayang

JAYAKARTA NEWS— Guna mematuhi instruksi Gubernur  No 16/2020, maka pihak Multi Vision Pictures (MVP) membatalkan penayangan film ‘Tersanjung’ yang sedianya tayang di bioskop seluruh Indonesia, mulai Kamis (19/3).

“Untuk menghindari keramaian (social distancing) dan menjaga jarak di antara penonton, kami dari MVP membatalkan penayangan film ‘Tersanjung’ sampai waktu yang akan ditentukan kemudian,” ujar Amrit Punjabi selaku Co Producer Tersanjung.

Padahal sewaktu press screening dan gala premier ‘Tersanjung’ di Epicentrum XXI, Jakarta, baik Raam Punjabi (produser, ayah Amrit Punjabi) maupun Hanung Bramantyo (sutradara) sangat optimistis film ‘Tersanjung’ bakal main serentak mulai Kamis (19/3).

“Ternyata, setelah melihat adanya menghindari keramaian di tempat umum dan warga sebaiknya bekerja di rumah karena tersebarnya wabah Corona di Indonesia, kami sepakat menunda penayangan film ini,” beber Raam Punjabi.

‘Tersanjung’ adalah sinetron produksi MVP yang tayang di Indosiar selama 7 tahun. Diangkatnya sinetron ini kedalam film layar lebar, menyajikan suasana baru. “Tersanjung The Movie mengusung adaptasi bebas yang tidak hanya dinikmati oleh generasi 90-an, melainkan juga anak muda milenial saat ini,” urai sutradara Hanung Bramantyo yang sempat ragu saat akan membuat film ini.

Film ‘Tersanjung’  dibintangi oleh sederet bintang muda yang sedang bersinar, yaitu Giorgino Abraham, Clara Bernadeth, Kevin Ardilova, Nugie, Ari Wibowo, Feby Febiola, Kinaryosih, Djenar Maesa Ayu, Endhita, Marthino Lio dan lain-lain.  Georgino Abraham sangat antusias ketika ditawari bermain di film ini.

Dia berperan sebagai Christian, aktor tampan ini percaya, penonton akan bernostalgia kembali ke momen-momen indah di era jayanya sinetron tahun 90-an. “Sinetron Tersanjung legend banget. Kita digiring bagaimana drama percintaan yang sempat happening di tahun 90-an,” tutur Georgino Abraham. (pik)

Pemda Diminta Realokasi APBD untuk Fasilitas Kesehatan

JAYAKARTA NEWS—Pemerintah Daerah diminta melakukan realokasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat fasilitas kesehatan dalam menghadapi Covid-19. Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat konferensi pers usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

“Nah ini ada peraturan yang keluar, yakni Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 serta Permenkeu Nomor 26 Tahun 2020 yang memberikan kewenangan kepada kepala daerah untuk melaksanakan realokasi anggaran dan cukup memberi tahu kepada DPRD. Jadi mohon rekan-rekan DPRD bisa memahami, awasi tapi bisa memahami bahwa kewenangan yang diberikan dalam konsisi yang sangat penting sekarang ini, sehingga anggaran alokasi anggaran bisa meningkatkan kapasitas sistem kesehatan di daerah,” ujar Tito sebagaimana dikutip dari rilis puspen kemendagri.

Ia juga meminta Pemda memberikan bantuan ekonomi kepada masyarakat yang rentan secara ekonomi, di samping bantuan yang diberikan dari Pemerintah Pusat berupa bantuan sosial, dan lain-lain.

“Anggaran juga dapat diberikan untuk membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi, misalnya memberikan bantuan sembako, karena mungkin ada tempat wisata yang tutup karena dikeluarkan kebijakan social distancing memengaruhi wisata. Otomatis ada pedagang yang sulit, mungkin bisa dibantu oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, selain dari pemerintah pusat ada program bantuan tunai dan non-tunai,” jelasnya.

Ditambahkannya, realokasi anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk membantu dunia usaha agar tetap berjalan menghidupi perekonomian di daerah. Disadarinya, Covid-19 tak hanya menimbulkan efek atau dampak kesehatan saja, namun juga dampak ekonomi.

“Nah, kemudian realokasi anggaran dapat dilakukan dalam kerangka untuk menjaga dunia usaha tetap berjalan. Karena kita tahu Covid-19 ini dimensinya tidak hanya kesehatan, tapi dimensi ekonomi. Tadi saya sudah sampaikan kepada Pak Gubernur, mohon juga rekan-rekan kepala daerah provinsi, kabupaten/kota juga paham, bantu pengusaha kita paling tidak dengan kebijakan, agar usaha mereka survive tidak terjadi PHK. Fokus mungkin pada UMKM dan usaha mikro,” ujarnya.

Tak kalah penting, ia juga meminta agar daerah segera membelanjakan dana transfer dari pusat untuk digunakan dan dibelanjakan secara efektif dan tepat guna, utamanya dana desa.

“Mohon kepada kepala daerah tingkat I, tingkat II yang anggarannya sudah dibagikan tolong segera untuk dibelanjakan. Agar anggaran itu bisa beredar di masyarakat sehingga ekonomi tetap jalan. Khusus kepada kepala desa saya juga minta seluruh kepala desa se-indonesia tolong secepat mungkin APBDesa-nya selesaikan, komunikasi dengan Bumdes, fokus pada padat karya, sehingga diajukan ke Kemenkeu dan segera ditransfer,” pesannya.***/ebn

Protokol Transportasi Publik: Angkutan Umum harus Didisinfektan 2-3 Kali Sehari

JAYAKARTA NEWS— Pengelola kendaraan umum harus melakukan disinfektan secara berkala dua hingga tiga kali sehari pada armadanya dengan memperhatikan waktu-waktu sibuk untuk mencegah penyebaran virus corona di dalam kendaraan umum, antarpenumpang, dan pengelola.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sri Prahastuti saat menyampaikan protokol transportasi publik di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.

“Perlu memberikan perhatian yang lebih pada area di dalam kendaraan yang sering dipegang, misalnya handle pintu, pegangan tangan, sandaran kursi, dan lain-lain,” kata Brian saat menyampaikan protokol transportasi publik di Graha BNPB, Jakarta, Rabu. Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Selain itu, tambah Brian,  pengelola kendaraan umum juga harus menyediakan pembersih tangan dan masker wajah untuk mengantisipasi bila ada keadaan khusus yang memerlukan.

Pengelola kendaraan umum juga harus menyediakan materi edukasi perilaku pencegahan penularan COVID-19 yang harus dilakukan di lingkungan kendaraan umum, baik sebagai penumpang, petugas, maupun pengelola.

“Materi edukasi seperti imbauan kepada orang sakit, terutama dengan gejala infeksi saluran nafas seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan, untuk tidak menggunakan transportasi publik,” ucapya.

Materi edukasi yang terpasang di dalam kendaraan umum juga harus memuat etika batuk dan bersin yang benar, pembiasaan cuci tangan menggunakan sabun dengan tata cara yang benar, serta promosi hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat.

Brian mengatakan protokol transportasi publik disiapkan sebagai acuan praktik bagi pengelola kendaraan umum dan acuan edukasi kepada masyarakat sebagai pengguna.

“Kepatuhan semua pihak terhadap protokol ini sangat ditekankan untuk mencegah penularan virus penyebab COVID-19 serta untuk menjamin efektivitas kebijakan social distancing dalam upaya memutus penyebaran virus corona,” katanya.***/ebn