JAYAKARTA NEWS— Berbagai pengaturan terkait PSBB Jakarta yang dimulai besok Senin 14 September 2020 disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di antaranya terkait berbagai pusat kegiatan yang diperkenankan dibuka namun dengan pembatasan tertentu.
Di antaranya adalah pasar dan pusat perbelanjaan yang diizinkan tetap buka namun dengan pembatasan kapasitas pengunjung yakni maksimal 50% yang berada dalam satu lokasi bersamaan.
“Namun restoran, kafe, rumah makan yang berada di dalamnya boleh tetap buka namun hanya bisa melayani pesan-antar bawa pulang. Pengunjung tidak diperkenankan makan di tempat,” tegas Anies dalam konferensi pers di Balaikota, Minggu (13/9/2020).
Hal yang sama juga berlaku pada restoran, rumah makan maupun kafe yang berada di luar pasar maupun pusat perbelanjaan, diperkenankan tetap beroperasi namun hanya melayani pesan-antar bawa pulang. Pengunjung tidak diperkenankan makan di tempat.
Terkait pasar, menurut Anies, selama tiga bulan terakhir telah terjadi peningkatan kedisiplinan di antara para pedagang pasar. “Dalam masa 3 bulan ini pasar telah menjadi tempat dimana kedisiplinan untuk pengawasan terjadi antar para pedagang. Tindakan kita untuk menutup pasar jika ditemukan kasus positif telah membuat para pedagang bersama-sama menegakan kedisiplinan untuk menghindari pasarnya ditutup,” ungkap Anies.
Saat ini, ujarnya, justru kita menyaksikan kasus terbanyak bermunculan dari perkantoran. “Itu sebabnya dalam PSBB 14 September ini fokus utama kita adalah pembatasan di perkantoran. Di perkantoran pemerintahan kedisiplinan mengatur jam kerja dan mengatur jumlah pegawai telah berjalan lebih baik. Tapi di swasta harus ada peningkatan kedisiplinan,” tegasnya.
Pimpinan kantor dan tempat kerja wajib mengatur mekanisme bekerja dari rumah bagi para pegawai. Apabila sebagian pegawai harus bekerja di kantor, maka pimpinan tempat kerja wajib membatasi paling banyak 25% pegawai berada dalam tempat kerja dalam satu waktu bersamaan. ***ebn
JAYAKARTA NEWS— Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB dilonggarkan (menjadi PSBB transisi) terjadi peningkatan kasus Covid 19 secara signifikan. Padahal pada Mei-Juni 2020 telah terjadi pelandaian penambahan kasus.
“Pada akhir Agustus percepatan peningkatan kasus harian dan kematian meningkat tajam dan berisiko melebihi kapasitas fasilitas kesehatan dalam waktu sangat dekat bila tidak dilakukan intervensi,” jelas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara konferensi pers tentang pemberlakuan PSBB Jakarta di Balaikota, Minggu (13/9/2020).
Berdasarkan data, dalam 12 hari terakhir (bulan September), terlihat bahwa walaupun terjadi peningkatan jumlah kesembuhan pasien Covid 19, namun penambahan kasus positif lebih cepat sehingga menyebabkan jumlah kasus positif meningkat pesat dan berisiko membebani fasilitas kesehatan melibihi kapasitas saat ini.
sumber data update harian Kemenkes, Pemprov DKI Jakarta
Kasus positif per 30 Agustus 2020 adalah 39.280 kasus. Sementara selama dua pekan terakhir di bulan September yakni sampai 11 Sertember, jumlah kasus Covid 19 telah mencapai 52.321 kasus. Atau terjadi peningkatan 13.041 (33%) kasus dalam dua pekan terakhir ini.
Sementara jumlah yang sembuh per 30 Agustus adalah 30.134 orang dan meningkat selama dua pekan terakhir atau per 11 September menjadi 39.115 orang. Jumlah yang meninggal per 30 Agustus adalah 1.186 orang dan meningkat pada dua pekan terakhir atau per 11 September menjadi 1.382 orang atau terjadi penambahan 196 orang (17%) orang yang meninggal.
“Jika ditotal kasus aktif Covid 19 per 30 Agustus adalah 7.960 kasus. Pada dua pekan terakhir ini terjadi penambahan 3.864 kasus, sehingga per 11 September jumlah kasus menjadi 11.824 kasus atau terjadi peningkatan 49%,” ungkap Anies.
“Kami menyadari bahwa pada saat ini seluruh masyarakat masih menghadapi tantangan tidak kecil terkait Covid 19. Kami di DKI Jakarta terus memastikan bahwa semua Langkah yang kami lakukan adalah memastikan keselamatan seluruh warga. Prinsip transparansi, keterbukaan dari awal kita pegang. Kita ingin seluruh masyarakat memahami tantangan yang dihadapi kotanya,” paparnya lebih lanjut sembari menambahkan, “Beberapa hari lalu PSBB transisi telah berakhir. Kita memerlukan waktu ekstra untuk merumuskan detail kebijakan untuk Senin tanggal 14 September karena ada kondisi yang agak berbeda dengan situasi sebelumnya”.
Pada 4 Juli lalu, lanjut Anies, kita melakukan PSBB transisi. Kegiatan-kegiatan yang tadinya tidak diijinkan secara bertahap mulai dibuka. “Namun menyaksikan kejadian dalam 12 hari terakhir, kami merasa perlu melakukan pengetatan kembali agar pergerakan Covid di Jakarta bisa terkendali. Karena jika tidak terkendali dampaknya akan sangat besar,” tegasnya. ***ebn
JAYAKARTA NEWS—-
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa khusus untuk
wilayah Jakarta, 2 pekan ini adalah 2 pekan penentuan.
”Terkait dengan PSBB tadi juga seperti yang diarahkan oleh
Bapak Presiden bahwa kita harus disiplin menjalankan pembatasan sosial,” ujar
Gubernur DKI Jakarta usai mendampingi Presiden dalam agenda peninjauan kesiapan
fasilitas umum di Stasiun MRT, bundaran Hotel Indonesia, Provinsi DKI Jakarta,
Selasa (26/5). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id
Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa
virusnya menular lewat pertemuan, bila tidak ingin ada penularan maka kurangi
pertemuan, tiadakan pertemuan. ”Pertemuan ini pertemuan sosial, pertemuan
ekonomi, pertemuan budaya, dan pertemuan keagamaan,” jelas Anies.
Pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta juga sampaikan
berkepentingan untuk semua masyarakat menaati secara disiplin sehingga pada
saat siklus 14 hari terakhir perpanjangan PSBB, itu tidak perlu diperpanjang
karena PSBB Jakarta ini berakhir tanggal 4 Juni.
”Apakah nanti ini adalah PSBB penghabisan atau PSBB-nya
harus diperpanjang sangat tergantung kepada angka-angka epidemiologi yang ada,”
imbuh Anies.
Jadi, menurut Anies, para ahli saat ini mengumpulkan semua
datanya, memantau terus, dan pada akhir pekan ini akan punya informasinya. ”Dan
pada saat itu nanti kita akan sampaikan kepada masyarakat, kerja bersama kita
ini hasilnya seperti apa,” ungkap Anies.***/ebn
JAYAKARTA NEWS—Menteri
Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah untuk melakukan
pengendalian penularan Covid-19 tanpa membuat kepanikan di tengah masyarakat.
Hal itu dikatakannya usai bertemu langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (17/03/2020).
“Kita memahami bahwa Covid-19 ini sebetulnya
menimbulkan dampak kematian yang relatif rendah dibandingkan dengan virus yang
lainnya, kita tidak ingin kemudian isu yang muncul ke publik membuat panik
sehingga akhirnya muncul dampak lain selain masalah virus itu sendiri, termasuk
masalah ekonomi, dan lain-lain,” kata Mendagri.
Tanpa bermaksud meremehkan virus yang tengah menjadi pandemi
itu, Mendagri menilai, Covid-19 dapat diantisipasi dan dilakukan langkah
mitigasi untuk penanganan dan penularannya.
“Meskipun sekali lagi tingkat kematian Covid-19 ini
relatif rendah, banyak case menunjukkan bahwa banyak yang sembuh, mereka
memiliki daya tahan tubuh yang kuat, namun tentunya kita juga berkewajiban
mencegah terjadinya penularan, oleh karena itu kita diskusikan bagaimana untuk
membendung penularan, terutama untuk yang beresiko tinggi karena daya tahan
yang rendah karena usia lanjut atau adanya penyakit bawaan,” jelasnya.
Mengutip berbagai sumber termasuk Statment Ketua Ikatan
Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menyebutkan bahwa Case fatality rate
atau angka kematian COVID-19 lebih kecil dibanding SARS dan MERS. Agus juga
menjabarkan mortalitas pembanding antara ketiga virus tersebut. SARS memiliki
risiko kematian sebesar 10%, MERS sebesar 40%, sementara COVID-19 hanya sebesar
2% hingga 3%.
Oleh karena itu, Mendagri mengajak semua pihak untuk optimis
melakukan penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 dengan melakukan
tindakan preventif hingga mitigasi yang tepat.***puspenkemendagri/ebn
Jayakarta News – Langkah PD Pasar Jaya menjual masker murah ke pasar-pasar di wilayah Jakarta seharga Rp 2.500 per lembar atau Rp 125.000 per kotak mendapat apresiasi masyarakat. Meski demikian, akan lebih baik jika masker tersebut dibagikan gratis. Hal tersebut dikemukakan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Achmad Fachrudin kepada pers, di Jakarta, Senin (9//3/2020).
Secara teknis, distribusi masker gratis menjadi urusan Pemprov
DKI. Ia meyakini Pemprov DKI mampu menyalurkan masker tersebut secara efektif.
Hanya saja, mantan anggota Bawaslu DKI tersebut menyarankan, pemberian masker
secara gratis diprioritaskan bagi warga Jakarta yang lokasi, tempat dan
kerjanya banyak berinteraksi dengan orang-orang asing. Serta diberikan pada
orang-orang yang berpotensi terpapar virus corona.
Andai Pemprov DKI mengadakan sebanyak satu juta masker
dengan harga Rp 2.500,- berarti hanya membutuhkan uang Rp 2,5 miliar. Dengan
APBD DKI sekitar Rp 87,95 triliun, dana sebesar Rp 2,5 miliar tersebut tidak
ada apa-apanya jika dibandingkan manfaat positifnya bagi warga. Menurut
Fachrudin, pengadaan masker bisa cukup satu kali atau bahkan bertambah beberapa
kali tergantung perkembangan penyebaran virus corona.
Dengan langkah ini, menurut mantan Ketua KPU Jakarta Selatan
tersebut, akan membuat Pemda DKI makin terasakan hadir di tengah-tengah
masyarakat yang kini sangat membutuhkan. Sementara masyarakat Jakarta menjadi
lebih tenang dalam melaksanakan aktivitas dan tidak khawatir akibat kelangkaan
atau mahalnya harga masker. Muaranya kondisi sosial dan politik di Jakarta
tetap dinamis, stabil, dan kondusif.
Dosen di Institut PTIQ Jakarta tersebut memperkirakan, jika
Pemda DKI melakukan langkah simpatik tersebut akan mendapat dukungan banyak
pihak, termasuk DPRD DKI. “Saya yakin DPRD DKI akan memberikan dukungan politik
terhadap langkah ini karena tujuannya sangat mulia,” ujarnya. Dia juga
berkeyakinan jika langkah Pemprov DKI ini mengundang dunia usaha untuk
berpartisipasi, akan banyak yang memberikan dukungan nyata.
Virus corona kini sudah menjadi salah satu momok penyakit
paling menakutkan di seluruh dunia. Kerugian material dan non material yang
ditimbulkan sudah cukup banyak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya
menyatakan ibu kota tengah dalam situasi genting setelah terjadi penularan
virus corona (Covid-19). Akibatnya, kegiatan belajar di sekolah Jakarta untuk
sementara waktu dibatasi. Dinas Pendidikan DKI mengeluarkan surat edaran yang
isinya mengimbau agar para siswa mengurangi kegiatan di luar sekolah saat jam
belajar mengajar berlangsung. (agus s)
Jayakarta News – Hampir setahun memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo tak pernah libur. Warna merah dalam kalender jelas bukan dibuat untuknya. “Salus populi suprema lex,” begitu Doni acap mengutip Cicero, filsuf Romawi yang bermakna, “keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.”
Syahdan, ketika sebagian besar rakyat Indonesia merayakan
malam pergantian tahun (31/12/2019), Doni Monardo justru tak nyenyak tidur.
Pasalnya, hujan yang turun sejak sore, tak juga kunjung reda hingga tengah malam.
Bahkan kemudian diketahui sampai pagi, hujan masih mengguyur ibukota. “Alamat
banjir…,” pikirnya.
Benar. Hari pertama tahun 2020, ibukota dilanda banjir
besar. Data pantauan BNPB 1 Januari 2020 pukul 14.30, terdapat 41 titik banjir
menggenangi wilayah Jakarta. Jakarta Selatan menjadi daerah dengan genangan terbanyak,
22 titik banjir. Kemudian Jakarta Timur 11 titik banjir, Jakarta Barat 5 titik
banjir, Jakarta Utara 2 titik banjir, dan Jakarta Pusat 1 titik banjir.
Di wilayah penyangga, tercatat Kota Bekasi sebagai daerah
terparah tergenang banjir, yakni 39 titik banjir. Berikutnya Kabupaten Bekasi
15 titik banjir, Tangerang Selatan 5 titik bajir, Kota Tangerang 2 titik
banjir, dan Kabupaten Tangerang 1 titik banjir.
Cepat BNPB mengidentifikasi tiga hal yang menjadi kebutuhan
mendesak. Pertama, perahu karet,
terpal selimut, pakaian dewasa dan anak-anak. Kedua, paramedis, obat-obatan dan trauma healing. Ketiga,
makanan, minuman, air bersih dan MCK.
Masyarakat yang terdampak banjir, sebagian sudah mengungsi
ke tempat aman. Untuk sementara PLN memadamkan aliran listrik di beberapa titik
banjir. Sedangkan, akibat banjir juga mengakibatkan putusnya akses jalan di
beberapa daerah.
Sungai Ciliwung meluapkan banjir di sejumlah titik di wilayah Jakarta. (foto: BNPB)
Sementara, informasi dari BMKG mencatat, hujan dengan
intensitas sedang hingga tinggi berada di wilayah Bogor pada tanggal 31
Desember 2019 – 1 Januari 2020. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tinggi
muka pintu air Katulampa lebih dari 110 cm pada pukul 22.00 WIB (31/12/2019).
Hal itu menimbulkan luapan sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir di beberapa titik wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu, BPBD DKI Jakarta sudah mengeluarkan peringatan dini. BPBD DKI Jakarta bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dampak banjir dan longsor, serta menyediakan kebutuhan mendesak seperti evakuasi korban dan bantuan logistik. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, diminta mengungsi ke tempat aman.
Pada tanggal 27 Desember 2019 Doni juga sudah bertandang ke kantor BPBD DKI dan mengingatkan agar segera melakukan apel kesiapsiagaan untuk banjir Jabodetabek, kata Egy Massadiah
Sementara itu, di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Pusat tampak kesibukan luar biasa sejak pagi hari di hari pertama tahun 2020. Bahkan lebih sibuk dari hari kerja. Beberapa pekerja tampak membersihkan landasan helikopter di atas gedung. Hari itu dijadwalkan pukul 13.30 WIB, Kepala BNPB akan memantau kondisi banjir di Jakarta dan sekitarnya, bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Benar. Jelang pukul 12.00, hadir Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono. Tak lama kemudian, “Jakarta-01” Anies Baswedan menyusul. Di hadapan Pangdam Jaya dan Gubernur DKI Jakarta, Doni Monardo memaparkan sekilas tentang kondisi terkini banjir di Jakarta, dari berbagai sumber yang ia terima. Gubernur Anies tampak terus memantau keadaan dengan sebentar-sebentar melihat ke layar handphone yang digenggamnya.
Dari kiri, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dan Tenaga Ahli Kepala BNPB, Egy Massadiah. (foto: BNPB)
Di tengah dialog, muncul Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, ikut bergabung. Ketika dipersilakan duduk di ujung meja, ia menolak, dan memilih duduk di samping Doni Monardo. Tidak lama kemudian, mereka bersiap berangkat.
Semula heli akan terbang dari helipad BNPB lantai 16 Jalan Pramuka. Namun karena alasan teknis maka penerbangan untuk peninjauan dipindahkan ke lapangan sisi Timur Monas Jakarta Pusat. “Total ada tiga unit heli yang digunakan meninjau,” ujar Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB di lapangan.
Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik juga hadir di Graha BNPB. Akhirnya, para wartawan pun menuju sisi timur Monas. Karena hanya tiga unit helikopter yang tersedia, maka tidak semua wartawan bisa ikut memantau banjir dari udara Jakarta. “Tetapi saya pastikan, teman-teman akan mendapatkan gambar yang bagus,” ujar Egy Massadiah.
Egy menambahkan, langkah BNPB hari ini adalah gerakan tulus yang mendapat apresiasi banyak pihak. Tak perlu disuarakan secara khusus namun alam ikut menggemakan karena dilandasi hati ikhlas, kepedulian yang tinggi. Sebuah derap tanpa pamrih. Keselamatan nyawa manusia adalah hukum tertinggi. Catatan sejarah awal tahun telah menulisnya, dengan jejak yang abadi.
Hujan ekstrem sebagai penyebab banjir merata di Jabodetabek dan sejumlah wilayah lain. (ist)
Hujan Ekstrem
Salah satu faktor penyebab banjir di Jabodetabek adalah curah hujan. Seberapa besar curah hujan tahun baru 2020 di Jakarta? Berikut adalah informasi curah hujan yang disampaikan oleh BMKG.
Kota Jakarta sudah sering dilanda banjir besar, berikut ini
data intensitas curah hujan pada saat terjadi BANJIR BESAR dan tahunnya. Tahun 1996:
216 mm/hari, 2002: 168 mm/hari, 2007: 340mm/hari, 2008: 250mm/hari, 2013:
100mm/hari, 2015: 277mm/hari, dan 2016: 100 – 150 mm/hari
Lalu berapakah curah hujan Jakarta di pergantian tahun 2020
hari ini? Data dari beberapa titik
pengukuran adalah sbb: TNI AU Halim: 377 mm, Taman Mini: 335 mm, Jatiasih: 259
mm.
Hujan tahun baru kali ini sangat ekstrem dan melanda
sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara sehingga menyebabkan banjir besar dan
merata di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan
Cipali. Hujan kali ini bukan hujan biasa.
BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada hari ini sehingga masih mungkin terjadi banjir lagi. BNPB menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang potensi banjirnya akan meninggkat agar evakuasi ke tempat aman terlebih dahulu. “Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu,” demikian imbauan dari Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. (rr)
Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya, bersepeda di Hari Batik. (foto: ist)
Jayakarta News – Tidak hanya berbaju batik di Hari Batik. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanfaatkan momentum Hari Batik untuk mengkampanyekan alat transportasi bebas emisi, dengan cara bersepeda, sekaligus berbaju batik.
Kegiatan yang dilakukan jajaran Pemprov DKI Jakarta itu
menempuh rute pendopo Balaikota Jakarta, Jakarta Pusat, hingga kawasan Jalan
Gajah Mada, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat sebagai titik akhir. “Kita
hari ini bersama dengan Sekda DKI dan Kepala SKPD, baik dari Dinas, Biro, dan
Badan pemerintahan, bersepeda dengan berbatik,” ujar Gubernur Anies, di
Gajah Mada Foodstreet, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, selepas santap siang
bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, Rabu (2/10).
Menurut Gubernur Anies, cara merayakan Hari Batik dapat
dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya bersepeda dengan berpakaian batik.
Ke depan, Gubernur Anies berharap penggunaan sepeda dapat dipadupadankan dengan
berbagai kostum, termasuk membiasakan diri berbangga menggunakan batik.
“Biasanya bersepeda harus menggunakan baju, kacamata, dan sepatu khusus,
namun dengan kostum apa pun kita bisa bersepeda,” tambahnya.
Gubernur Anies juga menjelaskan perjalanannya dari Balaikota Jakarta ke titik Jalan Gajah Mada yang memakan waktu 30 menit dengan jarak 3,6 Kilometer. Perjalanan tersebut ditempuh dengan santai bersama rombongan pejabat SKPD. “Kita nyaman-nyaman saja, padahal saat siang terik. Seperti halnya jalan kaki, yakni tidak ngebut, dengan santai. Kita berharap banyak yang menggunakan sepeda untuk berkegiatan sehari-hari,” tandas Anies. (*/rr)
Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya menempuh rute Balaikota Jakarta ke titik Jalan Gajah Mada. (foto: ist)
Sejumlah warga sedang berusaha membantu mengevakuasi korban dari himpitan pohon di lokasi kejadian Jalan Dermaga Raya, Selasa 02/04/2019 (Foto : Jayakarta News/Herdy S)
JAYAKARTA
NEWS – Mujur tak dapat diraih,
malang tak dapat ditolak. Nasib apes menimpa Suyatno (54), warga RT 011/009,
Klender, Duren Sawit Jakarta Timur. Di saat sedang mengendarai mobil boks
B-9370-TAG, mendadak sebuah pohon besar tumbang dan menimpanya. Ia meninggal
seketika.
Peristiwa itu terjadi di Jl Raya Dermaga,
Klender, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, saat Ibu
Kota dilanda hujan lebat disertai angin kencang. Selain menewaskan lelaki asal
Pekalongan, cuaca ekstrem hari itu juga mengakibatkan sebagian wilayah Jakarta
dilanda banjir.
Suyatno (korban).
Suyatno sehari-hari adalah pengusaha rental
mobil. Hari itu, ia baru saja pulang dari mengantar barang pesanan pelanggan.
Saat nahas terjadi, ia terjebak dalam kemacetan parah akibat cuaca buruk.
Berdasar hasil visum RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Suyatno mengalami luka
serius pada tengkorak bagian belakang.
Korban meninggalkan seorang istri Marwati serta dua anak Dita Noor dan Ragil. Para pelayat mengantar jenaah ke TPU Kapuk
Klender, Jakarta Timur, Rabu, 03 April 2019. Marwati masih tampak shock, terlebih almarhum
sehari-hari beraktivitas seperti biasa, sehat dan tidak ada tanda-tanda aneh.
Meski begitu, karyawati perusahaan furniture
itu mengaku ikhlas melepas kepergian sang suami. Ia menyadari, saat ini harus
memikul tugas menjadi tulang punggung keluarga, yang sebelumnya disandang
almarhum.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi M. Anwar, Walikota Jakarta Timur, dan sejumlah Dinas Terkait mengunjungi rumah duka (kiri), dan suasana haru usai proses pemakaman di TPU Kapuk Klender Jakarta Timur, Rabu, 03/04/2019 (Foto : Jayakarta News/Herdy)
Sementara itu, Mujono, Ketua RT setempat
mengatakan bahwa ini merupakan musibah. Segala hal menyangkut musibah ini ditangggung Pemerintah
Daerah. Hal itu dibenarkan oleh M.
Anwar, Walikota Jakarta Timur, yang hadir melayat bersama Gubernur DKI Jakarta,
Anies Baswedan. Sejumlah pejabat juga hadir sore hari itu, antara lain dari Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Pemakaman, Lurah Klender hingga anggota
Dewan seperti Billy Bilalusman, Komisi E DPRD DKI 2014-2018, dan Achmad Fauzan
Harun dari Komisi VIII DPR-RI 2014-2018. (Nanang S)
Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengakui dalam memimpin Jakarta selama satu tahun lebih, tidak sepi dari berbagai kritik. Berbagai masukan dari media massa maupun dari media sosial semuanya didata dan dipelajari. Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam seminar bertema ‘Peranan Pers pada Era Digital dan Mendukung Pembangunan Daerah’, di Jakarta Selasa (22/1/2019). Selain Anies, tampil sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.
Pilihan tema ini, menurut Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, agar bisa melihat peran pers dalam pembangunan daerah. Seminar ini sebagai puncak Rapat Kerja PWI masa bakti 2018-2019. Sekaligus menyongsong peringatan Hari Pers Nasional Indonesia (HPN) 6-9 Februari 2019 di Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Anies, Pemerintah dalam hal ini Pemda DKI Jakarta perlu mendapat tekanan dari media massa maupun media sosial terkait tema-tema penting dan mendasar. Karenanya ia meminta media massa dan media sosial, menemani dirinya dalam membangun Jakarta dan menjadikan warga Jakarta sebagai co-creator yang menjadi sumber solusi.
Dalam kesempatan itu Anies juga mengakui bahwa dalam mengambil sebuah keputusan, pihaknya masih berpegang, antara lain pada informasi dari media massa terbitan Jakarta, daripada media sosial. Dia menilai, percakapan riuh-rendah di media sosial seringkali remeh-temeh dan bukan yang dipikirkan oleh masyarakat Jakarta sehari-hari seperti air bersih, transportasi, harga kebutuhan pokok (beras,telor,ayam,daging, dll) dan lapangan pekerjaan.
Ditambahkannya, Jakarta sebagai daerah, media-medianya mempunyai irisan dengan media-media nasional. Itu sebabnya, ada hal remeh, misalnya, tiba-tiba bisa menjadi isu nasional. Pada masa Orde Baru, ketika pemerintah menjadikan informasi sebagai propaganda tentang capaian-capaian pembangunan, untuk menginformasi kebenaran tanyanya ke media massa. Saat ini kondisinya terbalik. Dengan adanya tsunami informasi (baca membanjirnya informasi) termasuk berita bohong (hoax), pemerintah memegang otoritas verifikasi.
Lain lagi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dalam melakukan tugas dan pengambilan keputusan sehari-hari justru lebih banyak mendengar suara media sosial darupada media massa lokal. Menurutnya, media sosial hal yang lucu, konyol, ngawur, bohong tapi terkadang ada juga benarnya. Itu semua dijadikannya wahana mendeteksi realitas yang terjadi di lapangan. Selama ini dia dalam berkomunikasi dengan warga Bogor antara lain juga menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, website, whatsapp,dll, sehingga bisa mewujudkan Bogor seperti sekarang ini.
Sementara itu Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengakui bahwa media pers kini sedang memasuki ambang transisi akibat kemajuan teknologi digital. Untuk menjawab tantangan teknologi itu, menuntut tersedianya para wartawan profesional yang memahami teknologi dan model jurnalisme yang mengarah pada konvergensi dan multi platform. Karena itu program peningkatan profesionalitas melalui uji kompetensi dan sertifikasi wartawan menjadi penting.
Setiap media dituntut mengembangkan visi misi futuristik yang bisa melampaui jaman. Di era transisi menuju Teknologi 4.0. pers harus bertransformasi dari penadah iklan menjadi pengembang iklan. Saat ini masih ada banyak media didirikan hanya untuk menarik jatah dana APBD dari pemda-pemda. ***ks
Konferensi pers Jakarta Melayu Festival ke-8 di Balaikota Jakarta–foto beritajakarta id
Jakarta Melayu Festival (JMF) digelar untuk kali ke-8. Tema yang diusung tahun ini, yakni ‘Melayu Menyatukan Negeri’. Geisz Chalifah bertindak sebagai produser. Penyelenggaraan acara tersebut juga digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Artis-artis yang mengisi acara, antara lain Erie Suzan, Husein Alatas, Shena Malsiana, Alfin Habib, Takaeda, Maxi, Fika Fabiola, Anwar Fauzi Band, Cockpit Band, dan iringan tari Melayu dari Kosentra Sumut.
Bertepatan Hari Sumpah Pemuda Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga akan membacakan teks Sumpah pemuda pada 27 Oktober 2018 di Ancol Beach City, pukul 19.00 WIB.
“Dalam membangkitkan musik melayu kali ini kita adakan dibulan Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda yang pada malam nanti juga akan ada pembacaan teks sumpah pemuda yang dibacakan oleh bapak Gubernur kita,” ujar Geisz di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).
Menurut Geisz Chalifah, Melayu adalah Indonesia yang artinya simpul ke Indonesiaan akan dilanjutkan oleh kaum muda Indonesia. “Kita titipkan Melayu ini pada anak muda penerus bangsa, yang bersumpah atas dasar Indonesia maka kita laksanakan bersamaan dengan kegiatan Sumpah Pemuda,” katanya.
Erie Suzan sebagai salah satu penampil mengaku sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan JMF 2018. Untuk tiket masuk JMF 2018 akan digratiskan sehingga seluruh warga Jakarta sama menikmati musik-musik Melayu.***(pik)