Ahok ‘Top of Mind’ Cagub DKI Versi Indikator, Ini Respon PDI Perjuangan

JAYAKARTA NEWS— Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menempatkan nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di posisi ‘top of mind’ terkait Pilgub DKI Jakarta 2024. Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai pihaknya fokus untuk kemenangan di Pilpres 2024 dahulu ketimbang Pilkada 2024.

“Kita pilpres dulu lah nanti bahas pilgub masih setelah pilpres,” kata Basarah di Sekretariat Pusat Koordinasi Relawan Pilpres DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (12/5). Demikian dikutip dari gesuri.id

Menurut Basarah PDI Perjuangan memiliki skala prioritas pada tahu politik 2024. Untuk saat ini, PDI Perjuangan baru saja merampungkan daftar calon legislatif ke KPU RI.

“Ya, PDI Perjuangan tentu akan punya skala prioritas ya saat ini. Skala prioritas kami kemarin setelah bekerja menyusun bacaleg seluruh Indonesia baru kita daftarkan ke KPU RI dan serentak di seluruh Indonesia, DPD, DPC kami, sekarang kami fokus ke pilpres,” ujar Basarah.

“Nanti setelah pilpres Pak Ganjar jadi presiden bersama wapresnya Insyaallah kita menang lagi dalam pileg baru kita siapkan strategi pilkada di November 2024 yang akan datang,” kata dia.

Saat ditanyai apakah ada peluang Ahok untuk maju kembali dari PDI Perjuangan, Basarah mengaku belum berbicara terkait itu. Ia fokus kemenangan PDI Perjuangan di pilpres mendatang.

“Kita lihat nanti, kita lihat nanti, kita belum memikirkan mengenai strategi Pilkada 2024, sekali lagi kita masih fokus pada pileg dan pilpres Februari 2024 yang akan datang,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah nama-nama muncul dalam survei calon gubernur DKI Jakarta di survei Indikator Politik Indonesia. Nama yang muncul seperti Ridwan Kamil, Ahok, hingga Ahmad Sahroni.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Survei ini dilakukan pada 24 Februari-3 Maret 2023.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 820 orang, kemudian dilakukan oversampel di Dapil DKI I dan DKI II menjadi masing-masing 800 responden, sehingga total sample yang dianalisis sebanyak 2.060 responden.***gesuri.id

Postingan Terakhir Bang Bir tentang “Batuk Berdarah”

JAYAKARTA NEWS – Bang Bir adalah sapaan akrab untuk Birgaldo Sinaga atau nama lengkapnya Birgaldo Hotmonang Sinaga. Ia dikenal sebagai pegiat Medsos dan aktivis kemanusiaan. Bang Bir wafat Sabtu (15/5/2021) pukul 06 WIB, karena serangan Covid-19.

Dua hari sebelum meninggal pada akun Instagramnya @birgaldo_sinaga, sempat mengabarkan kondisinya yang drop dan mengalami sesak nafas, juga batuk bercampur darah. Beliau menulis, “Man-teman seperjuangan… Kondisi saya sedikit ngedrop. Nafas sesak. Batuk bercampur darah. Doakan yang terbaik ya.”

Sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Awal Bros Batam, Kepulauan Riau, namun salah satu staf khusus Gubernur kepulauan Riau ini harus berpulang ke pangkuanNya. Aktivis kemanusiaan dengan motto, “Salam Perjuangan Penuh Cinta” ini wafat pada umur 46 tahun.

Awalnya kabar ini diketahui dari postingan rekannya sesama pegiat media sosial Denny Siregar pada Sabtu pagi di akun facebooknya, “Bro Birgaldo Sinaga maafkan temanmu ini. Selamat jalan, kawan….” tulis Denny siregar dengan emoji menangis.

Denny Siregar ternyata beberapa jam sebelumnya juga memposting, “Bro Birgaldo Sinaga semoga baik2 saja ya. Kok perasaanku ga enak dari semalam.”

Foto kenangan Birgaldo Sinaga bersama sahabatnya, Denny Siregar. (foto: istI

Aktivis kemanusiaan yang juga rajin turun ke jalan ini, meninggalkan seorang istri yaitu Erni Susi dan seorang putri yang sedang beranjak remaja bernama Chaterine.

Sosok yang semasa hidupnya dikenal cerdas dan kritis ini adalah penulis buku Mengapa Aku Membela Ahok. Tidak hanya menulis buku, ia juga aktif turun ke jalan ikut demo tuntut keadilan untuk Ahok.

Basuki Tjahya Purnama biasa disingkat BTP atau Ahok melalui akun Instagram-nya@basukibtp, seperti yang dilihat oleh akun Instagram @berrahanson, Sabtu(15/5/2021) mengunggah foto Birgaldo Sinaga mengenakan kemeja motif kotak-kotak. Kemeja motif kotak-kotak pada Pilgub 2012 adalah ciri khas tanda dukungan untuk Jokowi-Ahok.

Postingan duka-cita Ahok (basukibtp) untuk Birgaldo Sinaga.

“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara @birgaldo_sinaga,” tulis Ahok. “Terima kasih atas dukungannya kepada saya selama ini. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan serta penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Rest In Peace,” sambung Ahok.

Ucapan turut berduka cita datang dari seluruh penjuru tanah air dan dari berbagai lapisan masyarakat terutama ke ruang komen rekan-rekan beliau sesama pegiat media sosial.

Donasi yang terkumpul untuk keluarga alm. Birgaldo sampai ditutup pukul 21.00, hari Senin (17/5/2021) mencapai Rp 1 .508.000.000. Sumbangan kepedulian yang dikirim ke rekening mandiri a.n. Otto Rajasa akan diserahkan kepada istri alm. Birgaldo Sinaga.

Seperti yang diunggah akun facebook Otto Rajasa sekitar pukul 22 WIB, “ Donasi untuk keluarga alm. Bang Birgaldo telah mencapai 1,5 miliar atau tepatnya Rp 1 .508.000.000,-. Dengan ini donasi ke rekening saya, saya tutup. Selanjutnya jika masih ada yang ingin berdonasi silakan lewat sahabat kita mb. Ni Luh Djelantik!,” tulis Otto Rajasa. “Terimakasih atas kepedulian semua sahabat yang sangat luar biasa,” sambung Otto Rajasa diikuti lima buah emoji cinta atau hati. Dan diakhiri dengan,”Besok pagi kita serahkan kepada mb. Erni, istri alm. Bang Birgaldo”.

Otto Rajasa dan kawan-kawan Selasa pagi (18/5/21) menuju bank Mandiri untuk mentranfer tali asih dan tanda cinta untuk alm. Birgaldo Sinaga, dana yang masuk ke rekening donasi sebesar Rp 1,509 M, kesasar ke rekening Otto Rajasa yang lain sebesar Rp 3,3 juta, jadi total Rp 1.512.300.000,-

Pada akun Instagram Denny Siregar, @dennysirregar hari sabtu (15/7/2021) menuliskan ucapan terima kasih, “Terima kasih banyak untuk bang Triawan Munaf dan Opung LBP yang sudah memastikan untuk memberikan beasiswa ke anak Birgaldo Sinaga dari SD sampai Sarjana. Orang baik bersama orang baik,” tulis Denny Siregar, diikuti emoji terima kasih.

Karangan bunga duka cita dari Presiden Joko Widodo dan Keluarga atas wafatnya Birgaldo Sinaga. (ist)

Ucapan turut berduka cita juga datang dari orang nomor satu di republik ini, yaitu dari bapak Presiden Joko Widodo.

Alm. Birgaldo Sinaga dikebumikan di pemakaman Sei Tamiang menggunakan aturan sesuai prokes pemakaman jenazah Covid-19.

Selamat jalan Lae Birgaldo Sinaga, semoga kau tenang bersama Bapa di surga. Perbuatan baikmu akan menyertaimu, “Salam perjuangan penuh cinta”. (BerraHB)

Mohon Perhatian Ahok, Warga Papua akan Gugat Pertamina

JAYAKARTA NEWS— Langkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk melakukan ‘bersih-bersih’ di PT Pertamina ternyata belum sepenuhnya berhasil. Masih ada kasus yang belum ‘disentuh’ Ahok. Salah satunya adalah kasus penguasaan lahan milik Marga Keret Kalami Klaglas Klakalus di Pulau Dokarim, Sorong, Papua, oleh PT Pertamina.

Atas perbuatan PT Pertamina ini, Marga Keret Kalami Klaglas Klakalus sebagai pemilik lahan, melakukan somasi. Telah tiga kali somasi dilayangkan, namun sejauh ini seolah tidak ada niat baik PT Pertamina untuk menyelesaikan masalah tersebut. Somasi terakhir adalah pada 27 Januari 2020 lalu.

“Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari PT Pertamina. Sudah hampir 8 bulan lalu. Sekarang kami layangkan lagi somasi yang sifatnya implisit kepada PT Pertamina Pusat,” kata Kuasa Hukum Marga Keret Kalami Klaglas Klakalus, R Mas MH Agus Rugiarto SH, Senin (10/8).

Surat somasi–foto dok Agus Rugiarto SH

Dengan tegas Agus Rugiarto menyatakan, jika hingga 14 Agustus 2020 mendatang tidak juga ditanggapi, pihaknya akan melancarkan gugatan ke pengadilan atas pelanggaran yang dilakukan PT Pertamina terkait pasal-pasal Keterbukaan Informasi Publik dan Undang Undang Konsumen.

Gugatan pertama yang akan dilancarkan itu, jelasnya, memang belum masuk pada konteks obyek sengketa. “Gugatan nantinya bukan dalam konteks obyek sengketa, melainkan tentang perbuatan hukum tidak melayani secara serius aduan masyarakat,” tegas mantan Ketua YLKI di Gorontalo tiga periode ini.

Ketum LBH Phasivic ini menambahkan, dirinya menggugat berdasarkan SOP yang berlaku dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta UU Konsumen. “Secara profesi sebagai lawyer saya sangat dirugikan dengan tindakan PT Pertamina,” ucapnya.

Agus berharap kasus ini mendapat perhatian dari Menteri BUMN Erick Thohir yang selama ini dikenal serius dalam menata dan ‘membersihkan’ BUMN. Juga Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina yang sejak awal penempatannya di perusahaan plat merah itu diharapkan banyak pihak mampu ‘membersihkan’ dan menata perusahaan minyak negara itu menjadi lebih baik.

“Kalau seperti ini, seharusnya Menteri BUMN Erick Thohir  dan Komisaris Utama Ahok,  menegur cara pelayanan PT Pertamina yang lambat. Kok, kantor segede itu membiarkan surat somasi dari rakyat Papua  begitu saja. Tidak ditanggapi sehelai kertas pun,” tegas Agus.***/ebn

‘Anak Hoki’ – Kisah Fiksi Ahok

Kenny Austin sebagai Ahok–foto istimewa

Kisah politisi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali diangkat ke layar lebar. Judulnya Anak Hoki. Sutradara ditangani Ginati Rona Film Anak Hoki ini mengisahkan kehidupan keluarga dan pertemanan Ahok semasa remaja.

Dengan genre drama komedi film ini mengisahkan Ahok yang harus meninggalkan kampung halamannya untuk studi di Jakarta. Ia menghadapi dilema moral yang berbanding terbalik dengan apa yang diajarkan oleh ayahnya selama ini.
Harry Tjahaja Purnama, adik Ahok sekaligus sebagai produser film Anak Hoki, ingin kisah kakaknya di buat ringan. “Jadi kita buat cerita fiksi yang ringan bukan biopic, terinpirasi dengan Ko Ahok, kita ambil kisah remajanya saja, ternyata kita juga enggak mau menyinggung permasalahan yang ada ,” kata Harry di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).
Kenny Austin, pebasket, pemeran Ahok, merasa harus berhati-hati. Sebab, menurut dia, Ahok merupakan sosok yang berpengaruh. Film ‘Anak Hoki’ ini juga akan ditayangkan di beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Bahkan, film ini akan ikut di Festival Film China, Mei tahun ini.
“Ya tantangan itu Ahok sendiri kan pengaruhnya besar jadi cara main saya harus hati-hati jangan terkesan keluar dari karakter Ahok yang asli,” kata Kenny.
Selain Kenny pemain lain yang ikut terlibat ada Nadine Waworuntu, Lolox, Chris Laurent, Maia Estianty, Tamara Geraldine, Tina Toon, Fero Walandouw, dan Edric Tjandra.
Film ini akan tayang diseluruh bioskop di tanah air pada 21 Februari 2019. Berhasilkah ‘Anak Hoki’ mengungguli A Man called Ahok’ yang meraih BO (Box Office) di atas 1 juta penonton?. (pik)

Hasto: BTP dan Djarot Saiful Hidayat Sahabat Sejati

foto istimewa

JAYAKARTANEWS—Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) punya sahabat sejati bernama Djarot Saiful Hidayat.

Saat BTP menjadi gubernur, Djarot adalah wakilnya. Dan keduanya sempat maju berpasangan di Pemilu Gubernur 2016 lalu walau kalah dari Anies-Sandiaga. BTP lalu dihukum atas perkara penistaan agama dan dipenjara selama 2 tahun.

“Mas Djarot ini ketika sahabatnya dalam suka duka beliau rajin menengok. Tak pernah hilang rasa persahabatan sejati,” kata Hasto, di sela Safari Kebangsaan VI menyusuri wilayah tapal kuda Jawa Timur, Jumat (25/1).

Djarot ada di sebelahnya ketika bicara soal hal itu.  Dari Djarot juga, diakui Hasto, pihaknya kerap mendapat kabar terakhir yang bersangkutan. Termasuk soal kegiatan BTP selama berada di dalam penjara. Bagaimana BTP bisa menjaga fisiknya dengan rajin berolahraga, membaca buku, hingga bisa menjadi warga negara yang baik.

Soal nasib BTP usai keluar dari penjara yang dispekulasikan masuk ke PDI Perjuangan, Hasto meminta semua pihak untuk tak memaksakan keputusan yang segera. Sebab BTP juga punya banyak agenda pribadi. Setelah bebas, wajar bila BTP mengejar pelaksanaan agenda pribadinya.

“Mari kita hargai privasinya sekarang untuk menjalankan agenda pribadi Pak BTP. Ya mungkin keliling Indonesia dulu. Mungkin ke luar negeri,” kata Hasto.***/ebn

 

‘A Man Called Ahok’  Tayang di Bioskop

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok–foto wartakota.tribunews

Jelang libur akhir tahun, banyak film keluarga yang akan tayang. Salah satunya ‘A Man Called Ahok’. Film bergenre drama ini bercerita tentang keluarga pengusaha Kim Nam, ayah dari Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Diambil berdasarkan kisah nyata keluarga Ahok di Belitung Timur, film tersebut lebih menyoroti bagaimana kesuksesan keluarga Kim Nam dalam mendidik anak-anaknya. Kim Nam yang dikenal sebagai pengusaha dermawan juga melahirkan sifat tersebut kepada Ahok hingga akhirnya berhasil menjadi pebisnis sukses serta Bupati Belitung Timur.Ketika mendengar Ahok mungkin terpikir kalau film akan bercerita mengenai politik. Namun film ini lebih berkisah tentang bagaimana seorang ayah mendidik anaknya. Hal tersebut diungkap oleh sang sutradara, Putrama Tuta.

“Ini film tentang value keluarga bagaimana keluarga sangat berpengaruh buat kehidupan seseorang. Saya memang lebih menekankan bagaimana hubungan ayah dan anak, bagaimana keluarga bisa membuat generasi masa depan tumbuh hingga membuat perubahan,” papar Tuta saat press conference di XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018). Daniel Mananta (MC terkenal) dipercaya jadi Ahok. Bintang lain adalah Denny Sumargo, Sinta Nursanti, Chew Kin Wah (aktor Malaysia), Eriska Rein, Donny Damara, Erik Febrian dll.

Film yang diproduseri oleh Emir Hakim itu rencananya mulai tayang pada 8 November mendatang. Emir mengatakan bahwa tak ada target penonton tertentu. Ia mengharapkan sebanyak-banyaknya.

Tuta menambahkan, ia berharap penonton yang hadir tak hanya keluarga tapi juga anak muda. “Saya pengen anak-anak muda zaman sekarang punya mimpi signifikan karena mereka akan memiliki pengaruh ke banyak orang,” tambahnya. (pik)

Orang Tua Bripda Puput Belum Tahu Anaknya Mau Menikah dengan Ahok

KABAR rencana pernikahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Bripda Puput, akhirnya sampai juga ke telinga pihak orang tua calon mempelai wanita.

Bripda Puput adalah bekas ajudan mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Orang tua Puput,  Teguh Suryono mengaku bahwa dirinya belum mengenal atau bertemu secara langsung dengan Ahok yang disebut-sebut akan meminang Polwan tersebut.

Namun kabar yang berkembang di media sosial itu, telah sampai ke keluarganya. Keluarga besarnya pun menanyakan. Kepada keluarganya, Teguh pun mengaku tidak mengetahui hubungan putri sulungnya dengan bapak tiga orang ini.

“Saya kaget terlebih banyak saudara yang menanyakan kebenaranya,” kata Teguh.

Dia mengaku, tiidak dapat berkomentar lebih jauh. Apalagi, sejauh ini anaknya belum pernah bercerita soal hubungan asmara dengan Ahok.

“Puput tidak pernah bilang secara mendalam. Makanya kalau ditanya soal itu (hubungan putrinya dengan BTP), saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

Sejauh ini dia juga mengenal Ahok dari media lewat pemberitaan. Teguh menilai Ahok sebagai figur yang baik, sama seperti orang-orang pada umumnya.

Akankah dia merestui hubungan .Ahok dan Puput? Teguh belum bisa memastikannya.***

Simpatisan Ahok Retas Website Polda Riau

SITUS resmi milik Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau), Jumat (12/5/2017), diretas oleh hacker dengan melakukan perubahan tampilan muka (deface).

Nasib laman web milik Polda Riau yang menggunakan alamat URL www.riau.polri.go.id itu sama seperti halnya yang dialami oleh Tempo.co, yang sehari sebelumnya juga dibobol oleh hacker. Obyek “keluhan” peretas juga sama, soal dipenjarakannya Gubernur DKI Jakarta Non-Aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Laman Polda Riau itu merupakan subdomain dari www.polri.go.id. Hingga Jumat pukul 00.00 WIB, laman situs Polda Riau belum bisa diakses. Di laman Polri.go.id, terlihat bahwa Polda Riau tidakdilink di situs induknya.

Di laman muka situs Polda Riau tersebut, tampilan mukanya diubah dengan gambar atau foto  Ahok, yang telah divonis oleh majelis hakim Pengadian Negeri Jakarta Utara  dengan hukuman kurungan dua tahun terkait dengan kasus penistaan agama yang didakwakan terhadapnya.

Dalam pesannya, peretas menilai, bahwa keadilan di Indonesia telah mati. “RIP justice in my country 🙂 Karena kebenaran tidak selalu berujung baik. Biar mereka semua tahu siapa penista yang sebenarnya.”

Polisi belum mengungkap siapa jaringan dibalik serangkaian peretasan yang dilakukannya terkait dengan vonis yang dijatuhkan kepada Ahok. Peretas sendiri meninggalkan jejak dengan memberikan keterangan kontak: https://www.facebook.com/Defacertersakiti. Di bagian atas layar pun terdapat pula  keterangan teks: Indonesia defacer was here. Namun menjadi pertanyaan, apakah betul pengakuan alamat tersebut benar adanya. Bukan hanya memasang teks, peretas dalam aksinya juga memasang suara latar lagu Gugur Bunga.

Sebagaimana Jayakartanews.com wartakan sebelumnya, kasus  peretasan terkait dengan  vonis Ahok, juga dialami  situs web Pengadilan Negeri Negara, Bali, dan situs portal berita Tempo, yang terjadi pada  Kamis malam (11/5/2017). Dalam hal kasus  aksi peretasan terhadap portal Tempo, pada halaman muka itu ditampilkan  foto Habib Rizieq Shihab. Hanya saja  di bawahnya dituliskan dengan pesan  teks, “Bebaskan Ahok.”

Aksi peretasan sebelumnya juga dialami oleh PT Telkomsel. Pada 28 April lalu, laman resmi Telkomsel, diretas  dengan kerusakan yang cukup serius. Peretas menuntut agar Telkomsel menurunkan tarifnya. Indosat Ooewdoo, juga diretas pada tanggal 29 April 2017 lalu. Peretas mengeluhkan mengenai  buruknya layanan yang prima web tersebut. ***

Ribuan Warga Palangkaraya Sesaki Tugu Soekarno

RIBUAN warga yang tergabung dalam peserta “Refleksi Kebangsaan Solidaritas Muda Palangka Raya” pada Kamis malam memadati kawasan bersejarah, Monumen Tugu Soekarno, Palangka Raya.

Koordinator aksi,  Rano Rahma menjelaskan, kegiatan itu  dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa. “Malam ini adalah refleksi bagi kita sebagai sesama anak bangsa, ini adalah malam keprihatinan kita atas kondisi bangsa yang mulai terkoyak-koyak. Kita hadir di sini atas keprihatinan bersama pada realitas kebangsaan Indonesia yang kita cintai,” katanya.

Rano mengajak masyarakat yang hadir, untuk  berfikir tak hanya sekedar kasus penistaan agama yang telah menvonis Basuki Tjahaja Purnama. “Saat ini kita bukan untuk membawa kasusnya ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila yang kita cintai dan banggakan,” katanya.

Rano menambahkan,  teramat pendek jika pemikiran bangsa ini hanya sampai di sana. Pemikiran haruslah seperti pendiri Republik Indonesia yang jauh kedepan melampaui zamannya.

“Keprihatinan mendalam kita pada rentetan peristiwa berbau SARA pada waktu belakangan menghempaskan kita kembali ke belakang, seolah kita masuk dalam lorong gelap yang entah kapan berakhirnya,” katanya.

Dia mengatakan, terlepas dari kasus Basuki Tjahaja Purnama, ikatan kebangsaan harus tetap utuh. Persoalan hukum harus diserahkan semuanya pada jalur dan prosesnya.

“Kita tidak akan mengintervensi perjalanan hukum Ahok yang sedang berjalan, biarkan prosesnya sesuai koridornya,” katanya.

Dari pantauan, pada aksi yang digelar mulai pukul 19.00 WIB tersebut turut sebagai peserta tak hanya para generasi muda, bahkan sejumlah orang tua dan anak-anak juga terlibat pada aksi yang dimulai dengan menyalakan lilin tersebut.

Sejumlah aparat kepolisian terpantau mengamankan aksi. Selain bersiaga, sejumlah polisi juga terlihat mengatur dan mengalihkan jalur lalu lintas di sekitar lokasi aksi karena jalan di depan tugu Soekarno tersebut digunakan sebagai tempat parkir.

Meski angin yang bertiup sempat mengombang-ambingkan api lilin yang dinyalakan, para peserta tetap antusias mengikuti acara yang rencananya dilaksanakan dua malam tersebut.

Meski acara tersebut bertajuk “Refleksi Kebangsaan Solidaritas Muda Palangka Raya”, namun sejumlah peserta terlihat membawa atribut yang meminta pembebasan Ahok.

Para peserta, serentak juga meneriakkan “Bebaskan Ahok” dan menuntut seluruh proses hukum di Indonesia bebas dari inervensi.

“Saya mengikuti aksi ini dalam rangka memberikan dukungan moral terhadap Ahok. Selain itu agar seluruh warga Indonesia tetap menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan tanpa adanya rasisme dan sentimen agama. NKRI harga mati,” kata salah satu peserta aksi Destanto.(ARA)

Ahok Dikurung, Tempo Diretas Hacker

SITUS berita tempo.co menjadi sasaran luapan kemarahan pihak-pihak yang tidak senang dengan keputusan pengadilan yang memenjarakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dua tahun dengan perintah langsung ditahan. Kamis dinihari, situs berita tersebut sempat diretas dengan pesan tuntutan agar Ahok dibebaskan.

Saat terkena retas, laman situs tersebut tidak bisa menampilkan informasi sebagaimana mestinya. Dalam laman itu terpampang foto Ketua FPI, Rizieq Shihab, saat berorasi saat aksi besar-besaran umat Islam. Di bawah foto itu ditampilkan tulisan “bebaskan Ahok”.

Menurut pantauan Antara, hingga pukul 03.55 WIB, laman Tempo versi web dan mobile, baik menggunakan smartphone, tablet dan laptop,masih diretas. Foto Rizieq masih muncul di halaman muka situs tersebut. Mesin pencarian Google memberi informasi: TEMPO.co: hacked by Rizieq Shihab.”

Sekitar pukul 10.00 WB saat jayakartanews.com mengaksesnya, situs berita itu sudah dapat diakses secara normal.

Nasib sama sebelumnya juga dialami oleh laman situs resmi Pengadilan Negeri Negara Kabupaten Jembrana, Bali pada Rabu (10/5) malam.

Tampaknya, pelakunya sama atau sepandangan dengan peretas tempo.co, karena retasan di situs PN Jembrana juga menampilkan layar hitam bergambar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih serta dasi bermotif hitam-putih. Mengenakan kacamata, Ahok meletakkan tangan kanannya di dada.dengan tulisan sebagai berikut:

“Give his all to this country guilty and sentenced 2 years in jail. Simple explanation: they didn’t know the difference between “eat with spoon” and “eat spoon”. they claimed both are same meaning, and made this governor guilty. the end. #RIP Justice In My Country”.

(Mereka tidak tahu perbedaan antara “makan pakai sendok” dan “makan sendok”. Mereka mengklaim kedua kalimat tersebut bermakna sama, dan membuat gubernur ini bersalah. #RIP keadilan di negaraku)

Situs milik pemerintah itu ( https://www.pn-negara.go.id/ ) sudah bisa diakses secara normal kembali.