456 Bintara Polwan Dilantik, Diharapkan Ikut Bangun Peradaban

JAYAKARTA NEWS – Sebanyak 456 Bintara Polwan resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pengambilan Sumpah Pendidikan Pembentukan (Inklusif) Bintara Polwan dan Bakomsus Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat T.A. 2025 yang digelar di Lapangan Hitam Widya Warapsari, Sepolwan Lemdiklat Polri, Rabu (4/5/2025).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pelayanan Perempuan dan Orang (Dir PPA & PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, memberikan amanat yang sarat makna dan pesan kemanusiaan. Ia menyampaikan bahwa upacara ini merupakan momentum penting yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian program pendidikan selama lima bulan di Sepolwan.

“Polri patut berbangga karena telah menambah kekuatan personel Bintara Polwan sebanyak 456 orang, yang terdiri dari 297 Bintara tugas umum dan 159 Bintara kompetensi khusus ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Mereka akan segera menjalankan tugas di berbagai satuan, baik di pusat maupun di kewilayahan,” ujar Nurul.

Dalam amanatnya, jenderal polisi wanita bintang satu tersebut juga menekankan filosofi dasar dalam profesi kepolisian, yakni menjadi pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Keutamaan bagi polisi di dalam kepolisiannya adalah bagi kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Artinya, keberadaan kita harus bermanfaat dan bermartabat,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para Bintara remaja Polwan untuk terus belajar, tumbuh dewasa secara emosional dan intelektual, serta menjadi insan Bhayangkara yang sehat jiwanya, bahagia, cerdas dan konsisten menebar kebaikan dalam setiap tugas.

Mengakhiri amanatnya, Nurul menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kasepolwan Lemdiklat Polri beserta seluruh jajaran pengasuh, instruktur, tenaga pendidik, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pendidikan ini.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Kapusdokkes Polri, Karojianbang Lemdiklat Polri, perwakilan SSDM dan Densus 88, para PJU Lemdiklat Polri, serta para purnawirawan Polwan dan Bhayangkari.***/mel

Perempuan Didorong Lanjutkan Studi, Ini Alasannya

JAYAKARTA NEWS – Dalam upaya mendukung kesetaraan gender, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan pentingnya peran polisi wanita (Polwan) di Korps Bhayangkara.

Polri, melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM), mengungkapkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas Polwan berpangkat bintara. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

“Kebijakan inklusif yang diusung oleh Kapolri untuk Polwan ini adalah bagian penting dalam meningkatkan kualitas organisasi Polri. Kita melihat perbandingan dari negara-negara maju, di mana perempuan diberikan jalan untuk bersaing setara dengan laki-laki,” ujar Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Dedi Prasetyo, dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa, (29/10/2024).

Irjen Dedi menjelaskan, program prioritas pemerintah baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pada pendidikan yang inklusif, termasuk penguatan ketahanan dan keamanan negara serta kesetaraan gender.

Program ini menjadi acuan Polri dalam memberikan ruang bagi Polwan berpangkat bintara untuk meraih pendidikan strata satu di STIK.

“Langkah ini bukan hanya bagian dari upaya memperkuat SDM unggul, tetapi juga bukti komitmen SSDM Polri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045,” lanjut Irjen Dedi.

Melalui program ini, Polri berharap Polwan dapat memiliki kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dan berkontribusi lebih besar dalam menjaga keamanan negara.***/mel

Sosok Brigadir Farah Nadia, Polwan Tangguh Pengawal Kontingen Atlet PON XXI Aceh Sumut 2024

JAYAKARTA NEWS – Brigadir Farah Nadia, adalah salah satu anggota Polwan dari Ditlantas Polda Aceh, yang memiliki kemampuan mengendarai motor besar dan menarik perhatian publik sebagai satu-satunya Polwan yang diberikan tanggung jawab langsung untuk melakukan pengawalan kontingen atlet cabang olahraga sepakbola di perhelatan PON XXI Aceh – Sumut 2024.

Wanita cantik asli aceh ini memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi degan berkomitmen untuk memberikan pengawalan terbaik bagi para atlet yang akan berjuang di gelaran olahraga tingkat nasional yang dilaksanakan di dua tempat Aceh dan Sumatera Utara.

Kepintaran Brigadir Farah Nadia mengendarai motor besar diperoleh dengan mengikuti pelatihan mengemudikan motor besar yang diadakan oleh Korlantas Polri. Tidak mudah untuk mengendarai motor besar Yamaha XJ900 berkubikasi 892 cc dengan empat silinder menjadi salah satu motor andalan yang sering digunakan polisi lalu lintas di Ditlantas Polda Aceh.

Sebagai bagian dari tim pengamanan, Brigadir Farah Nadia memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan para atlet menuju lokasi pertandingan. Mengurai jalan dan kemacetan untuk memprioritaskan bis sejumlah atlet untuk datang tepat waktu mengikuti pertandingan.

“Saya bangga bisa berkontribusi dalam event besar ini dan mendukung para atlet yang berjuang untuk meraih prestasi,” ungkapnya.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan profesionalisme sebagai anggota kepolisian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak wanita Indonesia untuk berani berkontribusi dan berkiprah juga berkarya dalam berbagai bidang khususnya menjadi polisi wanita dan termasuk olahraga.

Wanita berhijab lulusan SMA Negeri 14 Iskandar Muda Banda Aceh ini memiliki latar belakangyang kuat untuk bisa menguasai tunggangan kuda besi besar dengan rutin berlatih hingga berani menghadapi berbagai tantangan selama gelaran PON XXI Aceh – Sumut 2024 diselenggarakan.

Komitmennya untuk melayani masyarakat dan keberaniannya dalam menjalankan tugas patut diacungi jempol, menjadikannya sosok teladan bagi generasi muda khususnya kaum feminis untuk berani mengambil tanggung jawab sebesar apapun.

Informasi mengenai Brigadir Farah juga terlihat dalam unggahan akun Instagram @satlantasacehbesar, yang menyoroti bahwa ia adalah “satu-satunya polisi wanita dari Ditlantas Polda Aceh yang terlibat langsung dalam kegiatan pengawalan kontingen atlet cabang olahraga sepakbola PON XXI Aceh Sumut 2024.”***/mel

Apresiasi Polri, Komnas Perempuan Ingin Ada Keterwakilan Penyandang Disabilitas Jadi Polwan

JAYAKARTA NEWS – Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriani senang mendengar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan kebijakan inklusif untuk para penyandang disabilitas menjadi anggota polisi.

Menurutnya, langkah Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri melakukan rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) dan Bintara Polri Tahun Anggaran 2024 telah memberikan kesempatan kelompok disabilitas mengikuti seleksi.

“Senang sekali mendengar kabar ini, tentu kita apresiasi,” kata Andy, Sabtu (20/1/2024).

Andy berharap ada keterwakilan penyandang disabilitas menjadi polisi wanita (polwan). Sehingga kasus terhadap kekerasan terhadap perempuan bisa terlayani dengan memperhatikan kebutuhan khusus.

Selain itu kata Andy, Komnas Perempuan juga berharap kebijakan merekrut penyandang disabilitas dapat berkelanjutan.

“Semoga menjadi kebijakan yang berkelanjutan dan juga dapat diterapkan pada rekrutmen polwan agar kebutuhan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan pembinaan kondisi aman bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan khusus perempuan,” tandasnya.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Dedi Prasetyo menuturkan Polda Sumatera Selatan telah merekrut penyandang disabilitas menjadi ASN Polri melalui jalur tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 ini. “Kita telah menerima 1 orang disabilitas daksa di Polda Sumsel, perempuan dengan jabatan Arsiparis,” kata Dedi kepada wartawan Selasa (16/1) kemarin.

Untuk tahun ini kata Dedi, Polri merekrut personel dari kelompok disabilitas fisik yang telah menamatkan SMA dan SMK menjadi polisi Bintara dan tamatan perguruan tinggi mengikuti SIPSS. Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, penyandang disabilitas akan ditugaskan untuk mengisi jabatan-jabatan non-lapangan seperti Teknologi Informasi (TI), Siber, Bagian Keuangan, Bagian Perencanaan, Administrasi dan lainnya.

“Sebagai referensi pada 3 negara maju yang menerima polisi dari penyandang disabilitas antara lain Australia, Amerika Serikat dan Inggris,” ucapnya

Perekrutan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2024 untuk penyandang disabilitas dibuka mulai 26 Januari hingga 1 Maret 2024. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Polri.***/mel

Polri Bakal Tambah Jabatan Perwira Tinggi untuk Polwan

JAYAKARTA NEWS – Polri telah mengumumkan rencananya untuk meningkatkan jumlah jabatan perwira tinggi bagi petugas polisi wanita. Beberapa polwan juga diharapkan dapat menduduki posisi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda).

“Ya tentunya Bapak Kapolri sudah memikirkan, sudah memerintahkan kepada saya mencoba untuk melakukan asesmen,” kata As SDM Irjen Dedi Prasetyo di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2023).

“Dan nanti tentunya ke depan ada polwan-polwan yang bisa diproyeksikan jadi wakapolda dulu. Kemudian jabatan pati polwan akan kita tambah, sesuai perintah bapak Kapolri ya,” lanjutnya.

Dedi menuturkan bahwa jumlah polwan saat ini di Indonesia belum sebanding dengan jumlah polisi pria. Ke depan, karier polwan akan diberikan perhatian lebih.

Dedi juga menyebutkan bahwa salah satu polwan, Briptu Tiara, telah mendapatkan kesempatan untuk mengejar pendidikan kepolisian di Turki. Ia juga menyatakan bahwa lebih banyak polwan akan diberi kesempatan untuk menerima pendidikan kepolisian di luar negeri.

“Karir-karir polwan kita di dunia internasional juga sudah luar biasa. Contohnya Briptu Tiara, dia sudah mengikuti pendidikan di akademi kepolisian Turki, dapat penghargaan langsung dari Presiden Turki,” ungkapnya.

Dedi memastikan bahwa sistem pengembangan karier bagi polwan akan terus menjadi prioritas, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah polwan di Indonesia.

“Itu nanti akan kita kelola, jadi sistem pembinaan karir untuk polwan juga diperhatikan, minimal setara dengan jumlah polwan dengan jumlah polri,” pungkasnya.***/mel

Orang Tua Bripda Puput Belum Tahu Anaknya Mau Menikah dengan Ahok

KABAR rencana pernikahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Bripda Puput, akhirnya sampai juga ke telinga pihak orang tua calon mempelai wanita.

Bripda Puput adalah bekas ajudan mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Orang tua Puput,  Teguh Suryono mengaku bahwa dirinya belum mengenal atau bertemu secara langsung dengan Ahok yang disebut-sebut akan meminang Polwan tersebut.

Namun kabar yang berkembang di media sosial itu, telah sampai ke keluarganya. Keluarga besarnya pun menanyakan. Kepada keluarganya, Teguh pun mengaku tidak mengetahui hubungan putri sulungnya dengan bapak tiga orang ini.

“Saya kaget terlebih banyak saudara yang menanyakan kebenaranya,” kata Teguh.

Dia mengaku, tiidak dapat berkomentar lebih jauh. Apalagi, sejauh ini anaknya belum pernah bercerita soal hubungan asmara dengan Ahok.

“Puput tidak pernah bilang secara mendalam. Makanya kalau ditanya soal itu (hubungan putrinya dengan BTP), saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

Sejauh ini dia juga mengenal Ahok dari media lewat pemberitaan. Teguh menilai Ahok sebagai figur yang baik, sama seperti orang-orang pada umumnya.

Akankah dia merestui hubungan .Ahok dan Puput? Teguh belum bisa memastikannya.***

Ketika Polwan “Menjadi” Sastrawan

Dua orang polwan, masing-masing Bripka Devina (kiri) dan seorang Polwan perpangkat Bripda tampak sedang tekun berlatih baca puisi. Foto: Gde Mahesa

UNIK… puluhan orang polisi wanita yang berdinas di wilayah kerja Polda DI Yogyakarta tiba-tiba “menjadi” sastrawan. Beberapa kali mereka tampak naik ke puncak pegunungan Watu Lumbung, Parangtritis dan belajar tentang sastra, belajar memaknai puisi, dan belajar membaca puisi.

Lokasi Kampung Edukasi Watu Lumbung, bersama para seniman Yogyakarta memprakarsai gelar baca puisi dan apresiasi sastra memperingati ulang tahun Polri, HUT Bhayangkara ke-72. Kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 1 Juli 2018, dihadiri Kapolda DI Yogyakarta, Brigjen Pol Drs H. Ahmad Dofiri, MSi dan jajarannya.

Pengelola Watu Lumbung, Boy Rifai (Mbah Boy) sedang memberi pembekalan tentang kegiatan baca puisi HUT Bhayangkara ke-72 di tempatnya. Foto: Gde Mahesa

Boy Rifai, pengelola Watu Lumbung yang akrab disapa Mbah Boy pun sukses menggelar kerja kreatif bareng antara aparat kepolisian dan seniman Yogyakarta. Ratusan puisi tercipta khusus untuk event tersebut. Puluhan penyair, seniman dan aparat kepolisian pun naik panggung dan membacakan puisi bak penyair. Sungguh elok.

Menjadi makin menarik, karena mayoritas pembaca puisi dari unsur kepolisian adalah para polisi wanita (Polwan) yang muda, energik, dan cantik. Jayakartanews mendapatkan komentar-komentar menarik dari para Polwan yang mengikuti kegiatan itu, dari beberapa hari sebelumnya, hingga gladi bersih, dan saat pentas berlangsung.

Briptu Herning misalnya. Polwan yang sehari-hari berdinas di Dit Sabhara Polda DIY itu mengaku sangat terkesan dengan acara tersebut. Bidang tugas sehari-hari yang sangat jauh dari dunia sastra, menjadikan kegiatan itu sebagai pengalaman baru. “Tidak semua orang bisa memahami, karena sastra itu tampak sederhana tetapi punya makna yang luas. Ini tantangannya,” ujar Herning.

Sementara Bripda Marina Pratiwi dari Direktorat Pam Obvit Polda DIY juga mengaku senang karena banyak mendapatkan hal baru selalama proses pengenalan sastra hingga akhirnya tampil membacakan puisi di depan audiens. “Unik, karena bisa mengurus administrasi surat-menyurat lalu harus membacakan puisi agar bisa diapresiasi orang lain,” tutur Marina sambil tersenyum.

Para Polwan tekun belajar tentang sastra, belajar memaknai puisi, dan belajar baca puisi untuk mengisi perayaan HUT Bhayangkara ke-72 di Watu Lumbung, Parangtritis, Yogyakarta. Foto: Gde Mahesa

Polwan lain, Bripda Nindya Windayati dari Dit Intelkam Polda DIY malah mengaku awalnya sama sekali tidak menyangka akan bertemu para seniman dan sastrawan, belajar sastra hingga baca puisi. “Terus terang saya nggak bisa baca puisi. Sehari-hari berkutat dengan produk-produk intelijen terkait kegiatan di luar. Jadi, speechless saya…. Makanya tadi saya merasa kaku banget, kurang mahir. Tapi yaaa…. Tidak ada salahnya mencoba hal baru kan?” kata Nindya.

Sedangkan bagi Bripda Kurniawati dari Dit Reskrimum Polda DIY, baca puisi adalah tantangan baru. Sangat menantang, karena selain hal baru, ia harus membacakan pesan atas puisi yang dibacakan kepada audiens. “Seru sekaligus menyenangkan bisa belajar sastra, apalagi diajari cara baca puisi,” katanya.

Rekan Polwan yang lain, Bripda Fatim Ganis dari Dit Intelkam Polda DIY mengatakan sudah lama tertarik dan mengerti sastra. Setidaknya, lamat-lamat masih teringat pelajaran di bangku sekolah. Akan tetapi begitu masuk Polri, sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan sastra. “Jadi kegiatan ini sangat baik untuk refreshing. Saya sangat senang dan menikmati,” ujarnya.

Bahkan, Bripda Lestari Suci Karyani, dari Dit Reskrimum Polda DIY menganggap, kegiatan pengenalan, pembelajaran sastra hingga teknik baca puisi, justru bisa menjadi ajang penggalian potensi lain pada Polwan. “Ini kegiatan yang sangat positif, dan pasti ada manfaatnya untuk menunjang tugas sehari-hari,” ujarnya mantap. Pendapat sama juga disampaikan Briptu Novia Asni dari Dit Intelkam Polda DIY.

Sedangkan Bripti Ayu Kusumaningrum dari Dit Intelkam mengaku sempat kesulitan belajar puisi. Kesulitannya, tidak saja harus memahami pesan yang ada dalam puisi, tetapi juga harus bisa menyampaikannya kepada audiens. “Terus terang, kalau bicara puisi yaaa sedikit banyak tentu hampir semua orang tahu. Saya juga tahu puisi. Tapi untuk belajar mamaknai dan membaca, ini pertama. Tantangannya bagaimana saya bisa menyampaikan sebuah karya sastra kepada audiens dalam posisi sesbagai polisi, bukan sebagai sastrawan, seniman atau masyarakat umum,” paparnya.

Polwan terakhir yang memberikan komennya bernama Bripda Putri dari Dit Intelpam Polda DIY. Ia merasa senang dengan pengalaman baru bertemu dengan para seniman Yogyakarta. Setidaknya ia menjadi tahu, bahwa puisi tidak sekadar puisi, tetapi harus bisa memaknai dan menyampaikan pesan yang ada dalam puisi itu kepada masyarakat. ***

Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs H. Ahmad Dofiri, MSi (berkalung kain) didampingi Pengelola Watu Lumbung Boy Rifai (paling kanan) serta para seniman dan jajaran kepolisian, menyimak seorang Polwan yang tengah membaca puisi. Foto: Gde Mahesa

Seruan Damai Polwan Cantik

SEJUMLAH polwan cantik dari Polres Metro Tangerang Kota membagikan selebaran surat damai antara pengemudi angkot dan ojek online pasca bentrokan kemarin. Para polwan ini berkeliling bersama anggota TNI dari Kodim 05/06 dan Batalyon 203 membagikan selebaran ke tempat mangkal para pengemudi angkutan.

Mereka menjelaskan surat perdamaian itu berisi dua poin, yakni menyadari bentrok di antara mereka sebagai kesalahpahaman. Dan permasalahan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu kedua pihak tetap menjaga suasana kondusif di Kota Tangerang dan tidak main hakim sendiri. Bila masih ada yang melanggar kesepakatan ini, maka siap untuk diproses hukum oleh pihak kepolisian.

“Jadi jangan ada yang melakukan kekerasan lagi, jangan terprovokasi. Kasih tahu teman-teman yang lain,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triani, kepada para pengendara angkot di Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (9/3). Mereka juga mengimbau para sopir angkot dan ojek online di Jalan Ki Samaun tidak berkumpul atau berkerumun sementara, untuk menghindari bentrok. ***

Polwan Tanggap Bencana

JIKA biasanya Anda melihat keberadaan Polisi Wanita (Polwan) di jalan raya membantu mengatasi kemacetan lalu-lintas, kini bersama masyarakat saling bahu membahu membersihkan sampah banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Memang, sebagai abdi negara harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk membantu kesusahan yang dialami masyarakat. Saat ini, puluhan personel Polwan membantu warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir.

Para polisi wanita membantu korban banjir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 50 personel gabungan dari Sabhara Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur. “Tujuannya membantu warga yang jadi korban banjir, dengan harapan warga bisa terbantu,” katanya, Rabu (22/2).

Dikatakan Argo, para petugas bersemangat mengangkat sampah sisa banjir, mulai dari lumpur, sampah plastik dan dedaunan, hingga sampah berupa perabotan rumah tangga yang menjadi sisa banjir kemarin ini.

Tentu saja, apa yang dilakukan Polwan itu mendapat sambutan yang baik dari warga setempat. Warga mengaku senang dengan bantuan tenaga dari kepolisian. Apalagi, selama ini warga sudah kelelahan di pengungsian.***

Minat Jadi Polisi?

BERMINAT menjadi Polisi atau Polisi Wanita (Polwan)? Kini saatnya Anda menjadi abdi negara. Ya, Polri mengadakan rekrutmen anggota melalui Taruna Akpol, Bintara, Tamtama, dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Total ada 11 ribuan lowongan yang akan diterima Polri.

“Polri akan membuka untuk bintara sebanyak 10.500, untuk akademi kepolisian akan menerima 300 orang, untuk Tamtama akan menerima 200 orang dan untuk Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) akan menerima 75 orang. Arief menjamin seleksi ini akan dilakukan secara transparan,” jelas Asisten SDM Kapolri, Irjen Arief Sulistyanto,

Irjen Pol Arief Sulistyanto

Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat perlu dilakukan, ini perintah dari pimpinan Polri. “Bahkan Bapak Presiden menginstruksikan bahwa dalam reformasi internal Polri, sumber utamanya adalah pembenahan SDM, dari hulu adalah proses rekrutmen,” jelas Irjen Arief Sulistyanto di Puldasis Mabes Polri.

Dalam penerimaan ini, Polri menekankan prinsip ‘BETAH’ yang merupakan singkatan dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis. Arief menekankan reformasi Polri dimulai dari rekrutmen. “Kalau rekrutmen ini bersih, betul-betul transparan, tidak ada permainan maka bisa dihasilkan sumber daya Polri yang hasilnya menjadi Polri yang berkualitas dan lebih baik lagi,” kata Arief.

Arief juga menjelaskan bagi anggota yang membantu dan menerima suap dari pihak yang diseleksi, akan dikenakan sanksi disiplin hingga pidana. “Apabila melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai, maka yang bersangkutan akan dicoret dalam proses rekrutmen ini. Sanksinya sanksi pidana. Kalau anggota polri, akan dikenakan sanksi disiplin,” tegasnya. ***