Hemat Biaya! Pantai-pantai Indah di Jakarta dan Sekitarnya, Perjalanan Pulang Pergi Bisa Satu Hari

JAYAKARTA NEWS – Habiskan akhir pekan di pantai jadi pilihan banyak orang, salah satunya karena tidak banyak dana.

Terlebih jika akhir pekan di pantai tersebut tidak perlu sampai menginap karena lokasinya jauh dari rumah.

Bagi warga Jakarta, yang ingin ber-akhir pekan di pantai tanpa harus menginap, beberikut rekomendasinya.

Liburan di pantai-pantai di Jakarta dan sekitarnya ini bisa dilakukan hanya dalam sehari.

1. Pantai Ancol
Pantai yang berlokasi di Jakarta Utara ini termasuk favorit warga Jakarta.

Area hiburan dan fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari parkir, toilet, kamar mandi, sampai restoran.

Pengelola pantai juga menyediakan bus keliling gratis dan penyewaan motor dan sepeda listrik.

Tiket masuk Pantai Ancol Rp25.000. Jam operasional 06.00-21.00 WIB.

2. Pantai Pasir Perawan
Pantai Pasir Perawan berada di Pulau Pari, salah satu pulau besar di Kepulauan Seribu.

Untuk sampai pulau ini bisa menyeberang dengan kapal sekitar 1, 5 jam perjalanan.

Pantai Pasir Perawan memiliki pasir yang lembut dan ombaknya tidak terlalu besar.

Pulau Pari tidak terlalu besar, pengunjungnya bisa berjalan-jalan keliling pulau dalam waktu singkat.

3. Pantai Carita
Ini pantai yang paling populer di Kabupaten Pandeglang.

Sejak dulu banyak warga Jakarta suka ke Pantai Carita karena hanya 2,5-3 jam perjalanan.

Pantainya cantik, pasirnya putih, sementara ombaknya tidak terlalu besar.

Lokasinya di Perintis Kemerdekaan, Pandeglang, Banten. Harga tiket masuk mulai Rp20.000.

4. Pantai Anyer
Dengan adanya jalan tol lintas provinsi, dari Jakarta ke Pantai Anyer membutuhkan waktu 2,5 jam saja.

Di sini ada beberapa pantai, seperti Pantai Sambolo, Pantai Marita atau Pantai Karang Suraga.

Setiap pantai punya dengan pemandangan dan keunikan tersendiri.

Pantai Anyer berlokasi di jalan Raya Karang Bolong, Bandulu, Anyar, Serang. Tiket masuknya mulai Rp 10.000.

5. Pantai Sawarna
Jangan ragukan keindahan dan kealamian Pantai Sawarna.

Pantai ini berlokasi di Sawarna Lebak, Banten. Jaraknya sekitar 175 kilometer dari Jakarta.

Selain pasir putih, pantai ini diperkaya goa yang bisa dijelajahi dan batu karang yang besar.

Tiket masuk ke Pantai Sawarna Rp5.000 (hari biasa) dan Rp10.000 (akhir pekan).***/mel

Habiskan Libur di Akhir Pekan dengan Glamping Bersama Pasangan dan Keluarga di Sekitar Jakarta

JAYAKARTA NEWS – Akhir pekan tiba. Saatnya merefreshing diri dan mengoptimalkan kebersamaan bersama keluarga.

Salah satu cara menyenangkan menghabiskan akhir pekan bersama keluarga bisa dengan pergi glamping.

Tidak hanya dekat dengan keluarga, glamping juga memungkinkan orang dekat dengan alam.

Untuk liburan keluarga, glamping sangat praktis, karena tenda, tempat tidur, dan makanan sudah tersedia.

Untuk urusan kamar mandi pun sangat praktis karena tersedia kamar mandi komunal.

Di sekitaran Jakarta ada sejumlah tempat glamping yang lengkap dengan beragam fasilitas.

1. Agrowisata Gunung Mas
Tempat glamping ini berlokasi di perkebunan teh Gunung Mas, Bogor. Dari Jakarta ke sini sekitar 2 jam saja.

Fasilitasnya cukup lengkap mulai dari tenda, tempat tidur, hingga kursi bersantai.

Kelebihan lainnya, tersedia beragam aktivitas yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.

Seperti trekking, wahana Tea Bridge, offroad dengan ATV, berkuda.

Tersedia pula kolam renang dengan pemandangan cantik.

Kawasan Agrowisata Gunung Mas beralamat di jalan Raya Puncak Gadog Km 8, Tugu Selatan, Cisarua.

2. Forrester Glamping Co
Masih di Bogor, Forrester Glaming Co lokasinya di Megamendung. Jaraknya sekitar 2 jam dari Jakarta.

Penginapan di Forrester Glamping Co dilengkapi dengan api unggun dan perlengkapan barberque.

Glamping di sini bisa puas menikmati keindahan Gunung Salak atau memandangi hamparan sawah.

Selain menginap, ada sejumlah aktivitas seru, seperti trekking ke Curug Cibulao dan Curug Orok.

Bagian dalam tenda di Kalasenja Family Camping. (ayoglamping.com)

3. Kalasenja Family Camping
Lokasi glamping Kalasenja Family Camping berada di Cimahi, dekat Bandung.

Pemandangan gunung Tangkuban Perahu dan perbukitan asri jadi kelebihan glamping di sini.

Ada dua konsep glamping yang ditawarkan di Kalasenja Family Camping.

Yaitu, konsep mewah dengan tenda luas yang ditujukan untuk keluarga atau kelompok.

Dan konsep tenda kemah dengan ukuran lebih kecil yang cocok untuk pasangan.

Usung nama Family Camping tentu saja tersedia fasilitas untuk anak-anak, seperti arena bermain dan kolam renang.

4. Herman Lantang Camp
Glamping yang berlokasi di kawasan Taman Nasional Halimun Salak ini dimiliki Herman Lantang.

Herman Lantang merupakan sosok yang terkenal di dunia para pecinta alam.

Selain tenda dan perlengkapan menginap, Herman Lantang Camp juga menyiapkan api unggun dan BBQ

Di dekat tempat berkemah ada tiga air terjun yaitu Curug Nangka, Curug Daun dan Curug Kawung.

5. Legok Kondang Lodge
Lokasinya boleh di Ciwidey, Bandung, tapi Legok Kondang Lodge hadirkan nuansa Ubud.

Di sini tersedia berbagai jenis penginapan. Mulai untuk couple yang romantis sampai dengan keluarga.

Namanya memang glamping tapi penginapannya bukanlah tenda, melainkan pondok-pondok kecil.

Setiap pondok hadir dengan fasilitas kolam renang. Terasa begitu mewah.***/mel

5 Lokasi Fungsional yang Bisa Menjadi Tempat Istirahat Sejenak dan Swafoto di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta

JAYAKARTA NEWS – Dibandingkan 10 tahun lalu, begitu banyak perubahan yang terjadi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta.

Di Dukuh Atas kini bisa didapati halte transit TransJakarta, stasiun kereta, halte MRT, dan LRT.

Tidak hanya itu, kawasan Dukuh Atas pun menjadi oase jiwa di tengah deru kesibukan.

Inilah tempat karyawan sekitarnya mengambil jeda sebelum perjalanan pulang dan tempat rekreasi warga Jakarta.

1. Taman Dukuh Atas
Taman Dukuh Atas merupakan ruang terbuka dekat Halte Transjakarta Dukuh Atas 1 dan Stasiun LRT Dukuh Atas.

Taman kecil ini cozy dan asri. Ada bangku, tangga yang aesthetic, areal skateboard, dan area sepeda.

Di siang hari karyawan kantor sekitar sering makan atau duduk santai di sini.

Sementara sore hingga malam dipenuhi remaja yang bermain skateboard atau bersantai.

2. Jembatan penghubung Multiguna KRL dan LRT
Di kawasan Dukuh Atas, satu fasilitas yang baru selesai adalah Jembatan Penghubung Multiguna KRL dan LRT.

Jalur jembatan ini sangat bersih. Tersedia kios-kios makanan dan bangku untuk duduk.

Dari tempat ini bisa melihat pemandangan jalan Sudirman dari ketinggian.

Selain jadi penghubung dua lokasi, jembatan ini sering jadi spot foto karena sangat estetik.

Terowongan Kendal setelah diubah fungsi menjadi area pejalan kaki, akses transit antarmoda di kawasan ini menjadi lebih nyaman. (PT MRT Jakarta/Irwan Citrajaya)

3. Terowongan Kendal
Terowongan ini menghubungkan antara Stasiun KRL Sudirman dengan Stasiun BNI City.

Dulunya terowongan ini bisa dilewati kendaraan bermotor, sekarang hanya boleh untuk pejalan kaki.

Terowongan sangat instagramable karena dindingnya dihias mural warna-warni.

Mural ini hasil karya seniman Jerman, Snyder, dan Darbotz tahun 2019.

4. Riverside Walk Stasiun BNI City
Riverside Walk Stasiun BNI City sangat cantik di saat matahai terbenam.

Lokasinya tepat di pinggir Stasiun BNI City dan di pinggir Sungai Ciliwung.

Dulu sempat terlihat kumuh tapi sekarang sudah berubah sebagai ruang publik yang cantik dan bersih.

Anda bisa berjalan di sini sambil menikmati pemandangan gedung pencakar langit di Jalan Sudirman.

5. Jalan Blora
Jalan Blora lokasinya dekat dengan Terowongan Kendal. Pedestariannya sudah dibuat rapi dan cantik.

Setiap sore banyak pedagang kaki lima yang diijinkan berjualan di sini.

Menu yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari yang ringan seperti gorengan dan aneka roti.

Ada juga bubur ayam sunda, gado-gado, pecel lele dan dimsum Arsyif yang terkenal itu.***/mel

Liburan Seru di Malang, 5 Destinasi Wisata yang Cocok Dikunjungi Bersama Anak-anak

JAYAKARTA NEWS – Mumpung masih masa libur sekolah, para orang tua bisa mengajak anak-anak liburan ke Malang.

Kabupaten yang terletak di Jawa Timur ini terkenal memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama anak-anak.

Berikut lima rekomendasi destinasi wisata di Malang yang ramah anak dan pastinya akan memberikan pengalaman tak terlupakan untuk mereka.

1. Jawa Timur Park 2 (Jatim Park 2)

Jatim Park 2 adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Malang, terutama bagi keluarga.

Di sini, anak-anak bisa belajar sekaligus bermain. Terdiri dari Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Eco Green Park, Jatim Park 2 menawarkan berbagai macam atraksi dan edukasi.

Di Batu Secret Zoo, anak-anak dapat melihat berbagai jenis binatang dari seluruh dunia.

Sementara itu, di Museum Satwa, mereka bisa belajar tentang berbagai macam spesies hewan yang diawetkan.

2. Museum Angkut

Museum Angkut adalah tempat yang sempurna untuk mengenalkan anak-anak pada berbagai jenis transportasi dari berbagai era dan negara.

Di sini, mereka bisa melihat dari dekat koleksi mobil klasik, pesawat, kapal, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, Museum Angkut juga menawarkan berbagai zona tematik yang membuat anak-anak merasa seperti sedang berkeliling dunia.

Ada zona Hollywood, zona Eropa, dan banyak lagi yang bisa dijelajahi.

3. Taman Kelinci Pujon

Terletak di kawasan Pujon, Taman Kelinci adalah tempat yang cocok untuk anak-anak yang menyukai binatang.

Di sini, mereka bisa bermain dan berinteraksi langsung dengan kelinci yang lucu dan menggemaskan.

Selain kelinci, taman ini juga memiliki area bermain yang menarik dan pemandangan alam yang indah.

Ini adalah tempat yang sempurna untuk anak-anak berlarian dan menikmati udara segar pegunungan.

4. Eco Green Park

Eco Green Park adalah destinasi wisata edukatif yang menggabungkan konsep alam dan teknologi.

Di sini, anak-anak bisa belajar tentang lingkungan, energi terbarukan, dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Terdapat berbagai wahana menarik seperti Rumah Terbalik, Water Outbound, dan Bird Show yang pasti akan membuat anak-anak antusias.

Selain itu, Eco Green Park juga memiliki kebun binatang mini dan taman bunga yang sangat indah.

5. Taman Rekreasi Selecta

Taman Rekreasi Selecta adalah salah satu tempat wisata tertua di Malang yang masih menjadi favorit keluarga hingga kini.

Terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa.

Anak-anak bisa menikmati berbagai wahana seperti kolam renang, sepeda air, dan taman bunga yang luas.

Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat tempat ini sangat cocok untuk piknik keluarga.

Malang memang memiliki banyak sekali destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi bersama anak-anak.

Dari tempat edukatif hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam yang indah, semua bisa Anda temukan di kota ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan liburan Anda dan keluarga ke Malang untuk pengalaman yang seru dan mendidik bagi anak-anak Anda!***/mel

Mengunjungi Tempat-tempat Ikonik di Seoul yang Sering Muncul di Drakor

JAYAKARTA NEWS – Seoul, ibu kota Korea Selatan, adalah kota yang penuh dengan keajaiban modern dan warisan budaya yang kaya.

Banyak drama Korea (drakor) yang mengambil latar di berbagai tempat ikonik di Seoul, membuat kota ini semakin menarik bagi para penggemar.

Berikut adalah beberapa tempat di Seoul yang sering muncul di drakor dan layak untuk dikunjungi oleh penggemar setia.

1. Namsan Seoul Tower

Namsan Seoul Tower adalah salah satu tempat paling ikonik di Seoul dan sering muncul dalam banyak drama Korea.

Menara ini terkenal dengan pemandangan kota yang menakjubkan, terutama di malam hari.

Drama populer seperti “My Love From the Star” menampilkan menara ini sebagai lokasi romantis di mana karakter utama sering bertemu.

Menara ini juga terkenal dengan “gembok cinta” yang digantung oleh pasangan sebagai simbol cinta mereka.

2. Bukchon Hanok Village

Bukchon Hanok Village menawarkan pemandangan tradisional dengan rumah-rumah hanok yang terawat dengan baik.

Lokasi ini sering digunakan untuk syuting drama yang menginginkan latar tradisional dan indah, seperti “Personal Taste” dan “The Heirs.”

Berjalan-jalan di gang-gang sempit Bukchon Hanok Village memberikan pengalaman yang memadukan sejarah dan budaya Korea.

3. Cheonggyecheon Stream

Cheonggyecheon Stream, salah aatu destinasi wisata gratis di Seoul, Korea Selatan. (Instagram/@trazy_korea)

Cheonggyecheon Stream adalah aliran sungai buatan yang membelah kota Seoul dan sering muncul dalam drama seperti “Iris” dan “City Hunter”.

Tempat ini menawarkan suasana yang tenang di tengah kesibukan kota, dengan air terjun kecil dan jembatan-jembatan cantik yang sering menjadi latar romantis dalam drakor.

Ini adalah tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan sore atau malam hari.

4. Dongdaemun Design Plaza (DDP)

Dongdaemun Design Plaza adalah pusat seni dan budaya dengan arsitektur futuristik yang sering digunakan sebagai latar modern dalam drama Korea.

Drama seperti “My Love From the Star” dan “She Was Pretty” menampilkan tempat ini sebagai bagian dari cerita mereka.

DDP adalah lokasi yang ideal untuk menikmati instalasi seni dan berfoto di lingkungan yang sangat Instagramable.

5. Ihwa Mural Village

Ihwa Mural Village adalah desa seni dengan mural-mural indah yang menghiasi dinding bangunan.

Drama “Strong Woman Do Bong Soon” mengambil beberapa adegan di sini, menampilkan pemandangan seni jalanan yang unik.

Berjalan-jalan di desa ini tidak hanya menawarkan pemandangan artistik, tetapi juga pemandangan kota Seoul dari ketinggian.

6. Ewha Womans University

Kampus Ewha Womans University terkenal dengan arsitekturnya yang indah dan lingkungan yang asri.

Drama seperti “The Heirs” dan “Reply 1997” menampilkan kampus ini sebagai latar cerita mereka.

Mengunjungi Ewha Womans University memberikan kesempatan untuk menjelajahi kampus yang indah sambil merasakan suasana akademis yang tenang.

7. Han River (Hangang Park)

Sungai Han dan taman-taman di sekitarnya sering menjadi latar romantis dalam banyak drama Korea, termasuk “It’s Okay to Not Be Okay” dan “Weightlifting Fairy Kim Bok-joo.”

Hangang Park adalah tempat populer untuk bersepeda, piknik, dan berjalan-jalan, menawarkan pemandangan sungai yang menenangkan dan fasilitas rekreasi yang lengkap.

8. Gyeongbokgung Palace

Istana Gyeongbokgung – Ini 9 tips bagi pelancong yang ingin mengunjungi Istana Kerajaan Seoul, Korea Selatan. (Freepik/lifeforstock)

Gyeongbokgung Palace adalah istana terbesar dari Dinasti Joseon dan sering digunakan sebagai lokasi syuting untuk drama sejarah, seperti “Moonlight Drawn by Clouds” dan “The King: Eternal Monarch”.

Mengunjungi istana ini memberikan pengalaman mendalam tentang sejarah Korea, dengan arsitektur megah dan taman yang indah.

9. Ikseon-dong Hanok Village

Ikseon-dong Hanok Village adalah kawasan trendi yang memadukan rumah-rumah hanok dengan kafe-kafe modern dan toko-toko unik.

Drama “Hotel Del Luna” mengambil beberapa adegan di sini, menampilkan perpaduan budaya tradisional dan modern Korea.

Kawasan ini menawarkan pengalaman unik untuk berbelanja, bersantai di kafe, dan menikmati suasana artistik.

Seoul menawarkan berbagai lokasi ikonik yang sering muncul dalam drama Korea, memberikan kesempatan bagi penggemar untuk merasakan langsung tempat-tempat yang mereka lihat di layar kaca.

Dari keindahan alam hingga warisan budaya dan arsitektur modern, tempat-tempat ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga kaya akan cerita dan sejarah.

Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Seoul, pastikan untuk mengunjungi lokasi-lokasi ini dan nikmati pengalaman yang tak terlupakan dalam menjelajahi kota ini.***/mel

Libur Panjang, Yuk Cobain Wisata Dekat Stasiun Kereta!

JAYAKARTA NEWS – Buat kamu yang lagi cari waktu untuk healing dengan jalan-jalan, coba deh cek kalender. Bulan Mei ini ada dua long weekend yang bisa kamu manfaatkan untuk liburan naik kereta api. Stasiun kereta api biasanya terletak di area yang strategis, dekat dengan tempat-tempat wisata. Banyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi tidak jauh dari stasiun kereta api, berikut ini beberapa di antaranya.

1. Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung

Siapa yang tidak tertarik dengan kemegahan Masjid Raya Al-Jabbar atau dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage? Dibangun sejak 2017, Masjid Raya Al-Jabbar dirancang berada di atas danau retensi yang merupakan salah satu penanggulangan banjir di Gedebage.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar yang didesain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjabat Wali Kota Bandung ini terinspirasi dari desain eksterior dan interior masjid di Turki dan Iran, dengan halaman yang luas dan melewati bangunan dengan nuansa berbeda. Ciri khas masjid megah ini memiliki 4 menara setinggi 99 meter, sebagai simbol Asmaul Husna. Sentuhan lain yaitu memiliki sentuhan khas Jawa Barat yang dapat dilihat pada puncak atap, yaitu ikon tusuk sate, seperti yang terdapat pada Gedung Sate dan kantor Gubernur Jawa Barat.

Kamu dapat menikmati kemegahan Masjid Raya Al Jabbar dengan akses yang sangat mudah. Jika kamu datang dari luar Kota Bandung, kamu dapat naik kereta tujuan Stasiun Bandung, lalu berpindah ke Commuter Line Bandung Raya atau Commuter Line Garut dan turun di Stasiun Cimekar. Dari sana, kamu hanya perlu berjalan kaki menuju kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Selain itu, tersedia juga ojek pangkalan yang siap mengantarkanmu ke kawasan Masjid Raya Jawa Barat tersebut.

2. Candi Prambanan, Yogyakarta

Peninggalan sejarah yang tidak boleh kita lewatkan dan telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 adalah Candi Prambanan. Candi Hindu setinggi 47 meter ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya pada abad ke-9. Bangunan candi terdiri dari tiga halaman tertutup. Candi utama terletak di halaman dalam dan dikelilingi oleh beberapa candi kecil disebut candi-candi ‘Perwara’. 

Sebagaimana candi Hindu lainnya, candi utama mempunyai tiga kuil yang digunakan untuk penyembahan tiga dewa Hindu, Ciwa, Vishnu dan Brahma. Pembangunan candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai sang pencipta, Wishnu sang pemelihara, dan juga Siwa sang pemusnah.

Selain dapat menikmati kemegahan dari warisan sejarahnya, kamu juga dapat menonton pertunjukan budaya Sendratari Ramayana Prambanan yang biasanya digelar setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Tertarik untuk mengunjunginya? Kamu dapat mengunjungi Candi Prambanan dengan akses yang sangat mudah, yaitu menggunakan kereta rel listrik (KRL) dan turun di Stasiun Brambanan. Jarak antara Stasiun Brambanan dan Candi Prambanan cukup dekat, hanya sekitar satu kilometer. Dengan demikian, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek menuju Candi Prambanan.

3.  Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS), Surakarta

Mulai dibuka untuk umum pada 1 Maret 2023 lalu,  Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terus dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah karena bangunan masjid yang begitu megah dan menawan berbeda dari bangunan masjid di Indonesia pada umumnya. 

Arsitektur masjid ini dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi dengan empat menara, 82 kubah kecil, dan satu kubah utama bergaya Maroko. Kemegahan lain yaitu sebagian lantai dan dindingnya menggunakan marmer Italia. Namun ada ciri khas dari bangunan ini yaitu adanya motif batik di tiap-tiap komponen bangunan seperti kawung, kembang, dan bokor kencono sehingga tidak meninggalkan ciri khas Indonesia.

Masjid Raya Sheikh Zayed telah menjadi tempat wisata religi terbaru di Kota Solo yang patut untuk dikunjungi, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Stasiun Solo Balapan. Menarik, bukan? Liburan dengan menggunakan kereta api memberikan kesempatan untuk mengunjungi masjid yang menjadi kebanggaan warga Solo ini.

4. Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri

Khusus untuk umat Katolik, terdapat sebuah ikon yang menyerupai Sanctuary of Lourdes di Prancis, terletak di Kediri, yaitu Gua Maria Lourdes Pohsarang, yang juga dikenal sebagai Gua Maria Pohsarang, sebuah situs yang sangat istimewa.

Gua Maria Pohsarang adalah tempat rohani yang unik karena menggabungkan arsitektur khas dengan sentuhan budaya Jawa. Terletak di lereng Gunung Wilis, dengan ketinggian 400 mdpl, udara di sekitar Gua Maria ini sangat sejuk dan segar. Di dalam gua, terdapat replika patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus dengan tinggi 1,75 meter, kedua tangan terbuka seolah-olah menyambut umat Katolik yang datang.

Tidak kalah menarik, gerbang dari Gua Maria ini terbuat dari batu alam yang tersusun rapi dan estetik. Menariknya lagi di sana juga terdapat menara lonceng yang digunakan sebagai penghormatan kepada Santo, yang diberi nama Menara Santo Hendrikus. Di puncak menara, terdapat ayam yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

Buat kamu yang ingin berkunjung ke Gua Maria ini, tidak perlu bingung karena dapat diakses dengan mudah dari Stasiun Kediri. Kamu dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi menggunakan ojek online atau angkutan umum setempat.

5. Klenteng Eng An Kiong, Malang

Sebagai Klenteng tua berusia 193 tahun berarsitektur gabungan Eropa dan Tiongkok mempunyai nilai sejarah yang tinggi, Klenteng Eng An Kiong berdiri menawan di tengah Kota Malang.

Klenteng Eng An Kiong merupakan klenteng Tri Dharma, yang artinya digunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha). Bangunan klenteng dibangun pada 1825 (2564 tahun imlek) atas prakarsa Liutenant Kwee Sam Hway (Yauw Ting Kong), keturunan ketujuh dari jenderal di masa Dinasti Ming (1368-1644) di Tiongkok.

Bagi kamu yang ingin jalan-jalarn ke Malang, kamu bisa menikmati keindahan Klenteng Eng An Kiong karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Stasiun Malang.

VP Public Relations KAI Joni Martinus, menyatakan bahwa banyak destinasi wisata menarik yang berlokasi tidak jauh dari stasiun, sehingga masyarakat dapat memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. Mulai dari tempat wisata religi, kuliner, taman kota, hingga bangunan bersejarah, semuanya dapat dijangkau dengan mudah dari stasiun kereta api. 

“Momentum libur panjang ini memungkinkan masyarakat untuk menggunakan kereta api dalam perjalanan wisata ke berbagai kota, karena stasiun-stasiunnya terletak secara strategis. Selain itu, dengan dioperasikannya kereta rangkaian baru, yakni stainless steel new generation, untuk kelas luxury, eksekutif, maupun ekonomi, pengalaman perjalanan menjadi lebih berkesan. Tidak hanya itu, bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman perjalanan yang berbeda, mereka dapat menikmati kenyamanan kereta panoramic dan suite kompartemen,” jelas Joni.

Nah, itulah lima tempat wisata dekat stasiun yang dapat kamu kunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Setiap stasiun kereta api memiliki cerita dan pesonanya sendiri. Jadi, ketika kamu berada dalam perjalanan, jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi destinasi wisata yang terletak di sekitar stasiun kereta api ya. Siapa tau, kamu akan menemukan keindahan yang tak terduga di tempat-tempat yang paling tidak terduga.***/mel

Deretan Pantai Cantik Sepanjang Jalur Pantura, Cocok untuk Wisata Bersama Keluarga Saat Mudik Lebaran

JAYAKARTA NEWS – Bagi yang mudik melewati jalur Pantura, jangan lupa sempatkan diri untuk wisata.

Ada banyak deretan pantai-pantai cantik di sepanjang jalur Pantura.

Dilansir dari Kabar BUMN, Selasa (9/4/2024), berikut daftar pantai-pantai cantik yang bisa dikunjungi saat lewat jalur Pantura:

1. Pantai Widuri

Pantai yang satu ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Pemalang.

Direkomendasikan mampir ke sini saat sore hari, karena pemandangan sunset di pantai ini sangat menawan.

2. Pantai Sigandu

Ini merupakan destinasi wisata andalan Kota Batang.

Di tepi pantainya ada banyak spot santai dan kafe yang cocok untuk istirahat menghilangkan penat di tengah perjalanan panjang.

3. Pantai Cahaya

Pantai di Kabupaten Kendal ini tidak seperti pantai-pantai pada umumnya.

Di sini, pengunjung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang pasti disukai oleh anak-anak.

4. Pantai Marina

Saat tiba di Kota Semarang, jangan lupa mampir ke Pantai Marina.

Pantai ini cukup populer di kalangan wisatawan.

5. Pantai Kartini

Pantai di Kabupaten Jepara ini juga tidak kalah populer.

Selain fasilitas lengkap, pantai ini juga memiliki patung penyu raksasa yang berpadu cantik dengan pemandangan laut yang memukau.

6. Pantai Karang Jahe

Pantai berombak tenang ini bisa ditemukan di Kabupaten Rembang.

Pantai ini memiliki pasir putih serta pohon-pohon cemara yang rindang.

Demikian beberapa pantai di jalur Pantura yang bisa dikunjungi saat mudik Lebaran.***/mel

Beres Sahur Langsung Main ke Sunan Ibu, Berburu Sunrise dan Nikmati Keindahannya dari Atas Kawah Putih Ciwidey

JAYAKARTA NEWS – Aktivitas apa yang kamu lakukan setelah sahur? Berburu sunrise mungkin bisa kamu coba untuk mengisi hari di bulan suci Ramadhan.

Sunan Ibu Sunrise Point jadi tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika di Bandung.

Sunan Ibu merupakan spot foto terbaik untuk melihat terbitnya matahari di kawasan Kawah Putih Ciwidey. Belum lengkap rasanya kalau liburan ke Bandung tetapi tidak mengunjungi Sunan Ibu.

Sunan Ibu menawarkan keindahan pemandangan matahari terbit dari ketinggian 2430 mdpl. Namun bukan hanya sekadar menikmati keindahan sunrise, tetapi kamu juga bisa melihat cantiknya Kawah Putih dari atas.

Kamu bisa melihat keelokannya secara utuh. Tentunya hal itu menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan berkesan.

Sunan Ibu Sunrise Point buka mulai pukul 04.00 WIB. Untuk sampai ke lokasinya, kamu harus naik banyak anak tangga hingga ke puncaknya.

Waktu tempuh kira-kira 10 – 15 menit dari area parkir kendaraan. Sepanjang perjalanan, kamu akan menemukan area hutan khas pegunungan yang sejuk dan dingin.

Meski butuh effort lebih untuk sampai ke sana, tapi rasa lelah akan terbayarkan dengan keindahan alam yang disuguhkan Sunan Ibu.***/mel

Liburan di Desa Belanda Modal Rp30 Ribu, The Lost World Farm di Lereng Gunung Merapi

JAYAKARTA NEWS – Tidak perlu punya visa dan paspor, sekarang kamu bisa liburan ke Belanda hanya dengan modal Rp30 ribu.

Dengan mengunjungi The Lost World Farm di Kabupaten Sleman, kamu bisa merasakan suasana pedesaan ala Belanda.

The Lost World Farm adalah objek wisata bertema ala Negeri Belanda yang menyuguhkan suasana asri dan menyejukkan.

Dilansir dari Kabar BUMN, Sabtu (23/3/2024), objek wisata terbilang masih baru, soft opening-nya tanggal 17 Februari 2024.

The Lost World Farm ini berada di lereng Gunung Merapi, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa.

Selain menyuguhkan pemandangan alam yang asri, The Lost World Farm ini juga dilengkapi dengan fasilitas menarik untuk bermain hingga berfoto.

The Lost World Farm memiliki bangunan-bangunan ikonik Belanda termasuk kincir angin.

Kincir angin ini berada dekat danau berair tenang. Kamu bisa naik perahu kano mengelilingi danau tersebut.

Kalau kamu hobi berfoto, kamu bisa menyewa pakaian tradisional khas Belanda.

Jangan lupa untuk berfoto di kincir angin dan bangunan khas Belanda lainnya.

Di sana, juga terdapat koleksi hewan seperti sapi dan domba.

Bagi kamu yang membawa anak kecil, kamu bisa sekalian mengedukasi mereka tentang hewan-hewan tersebut.

Kamu juga bisa memberi makan hewan-hewan tersebut.

Bila kamu tertarik mengunjungi The Lost World Farm, maka kamu bisa datang ke Petung, Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. 

Tempat wisata ini buka mulai pukul 07.00 – 17.00.

Ajak juga keluarga atau teman-teman kamu untuk liburan di Desa Belandanya Jogja.***/mel

5 Tips Melakukan Perjalanan Jauh Saat Berpuasa Tanpa Mengganggu Ibadah

JAYAKARTA NEWS – Selama bulan Ramadan, masyarakat di wilayah Indonesia paling tidak mesti puasa selama 14 jam.

Ibadah puasa ini tentu saja mengubah siklus dan kebiasaan orang, termasuk soal wisata dan perjalanan panjang.

Jika saat Ramadan harus melakukan perjalanan jauh, ini tips agar kegiatan itu tidak sampai membatalkan puasa.

1. Atur waktu keberangkatan
Perjalanan panjang sering membuat lelah, cepat haus dan lapar, sementara itu tidak bisa dilakukan seenaknya saat puasa.

Karenanya cobalah atur waktu keberangkatan sebaik mungkin.

Lakukan perjalanan jauh setelah waktu berbuka sehingga di jalan bisa tetap minum dan makan.
Udara malam pun cenderung tidak terlalu panas dan tidak membuat cepat haus.

Bisa juga melakukan perjalanan setelah subuh saat perut masih kenyang.

Di perjalanan tidak akan terlalu merasa lapar dan haus.

2. Makanan yang berprotein tinggi
Orang cenderung cepat lapar ketika mengonsumsi makanan karbohidrat tinggi, berminyak, dan manis.

Karena itu, konsumsi makanan berprotein tinggi, seperti ikan, ayam, atau telur.

Ini membuat tidak cepat lapar dalam perjalanan.

Selain minum air putih yang banyak. Jangan lupa makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung air.

3. Buat itinerary yang fleksible
Ketika melakukan pejalanan jauh, misalnya naik mobil, buatlah itinerary yang fleksible.

Jangan terlalu memaksakan diri menyetir jarak panjang tanpa istirahat.

Perlambat kecepatan mobil dan jangan ragu untuk istirahat bila merasa kelelahan.

Bisa juga mengajak teman bergantian menyetir agar tidak energi tidak terkuras.

Bila akan ke tempat wisata, kurangi jumlah tempat yang dikunjungi.

Tempat wisata outdoor atau yang membutuhkan banyak energi sebaiknya dikunjungi di pagi hari.

Alternatif lainnnya, lakukan saja setelah berbuka.

4. Jangan lupa sahur
Orang sering malas atau melewatkan sahur karena sulit bangun.

Bila Anda hendak melakukan perjalanan jauh, sahur wajib hukumnya.

Sahur akan memberikan tenaga selama perjalanan. Orang tidak mudah lapar dan haus juga.

Usahakan makan dengan kenyang dan minum air putih sebanyak mungkin agar tidak dehidrasi.

5. Tetap puasa atau tidak?
Tidak berpuasa saat melakukan perjalanan panjang adalah pilihan terakhir.

Dan, ini sangat tergantung pada orang tersebut.

Ada ketentuan juga tidak wajib puasa bagi orang yang bepergian jauh.

Bila secara fisik tidak kuat dan memilki masalah kesehatan, tidak ada salahnya tidak berpuasa.

Setelah itu bisa dibayarkan ketika tubuh sudah kuat.***/mel