Menyusuri Keindahan Mahakam, Sungai Terpanjang di Bumi Etam

JAYAKARTA NEWS – Jalan-jalan ke Samarinda belum lengkap kalau belum menyusuri keindahan Sungai Mahakam dengan naik perahu.

Sungai Mahakam merupakan sungai terpanjang di Bumi Etam, julukan Kalimantan Timur.

Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Samarinda ini menyimpan potensi wisata air yang menarik untuk dicoba.

Dilansir dari Kabar BUMN, sejak tahun 2018 Pemerintah Kota Samarinda sudah meresmikan wisata susur Sungai Mahakam.

Ada 6 unit kapal yang bisa dinaiki wisatawan untuk berlayar menyusuri Mahakam sambil menyaksikan kehidupan sehari-hari masyarakat Samarinda.

Kapal-kapal itu diberi nama sesuai satwa asli Mahakam, mamalia air tawar yang hampir punah yaitu pesut.

Mulai dari Pesut kita, Pesut Mahakam, Pesut Etam, Pesut Mahkota, Pesut Bentong 1 dan Pesut Bentong 2.

Ketika malam tiba, wisatawan disuguhkan pantulan gemerlap lampu dari bangunan-bangunan kokoh di tepian Mahakam yang jatuh ke permukaan air sungai.

Setiap kapal berlantai dua ini mampu membawa 80-180 penumpang sekali berlayar.

Fasilitasnya terbilang lengkap termasuk mushola, karaoke, kantin, meja, dan kursi.

Selain itu, kapal-kapal tersebut juga sudah dilengkapi dengan piranti keselamatan seperti jaket keselamatan (life vest), pelampung, ring buoy, kotak P3K, dan alat pemadam api ringan (APAR).

Rute yang tersedia adalah dari dermaga Pasar Pagi, menyusuri perjalanan ke Tenggarong, Kutai Lama dan Seputar Samarinda.

Rute ke Tenggarong ditempuh dengan waktu perjalanan lima jam bolak-balik, ditambah dengan wisata ke Pulau Kemala selama dua jam.

Selama susur sungai, wisatawan dapat menikmati sudut pandang berbeda dari Samarinda.

Ada Masjid Agung Darussalam, Islamic Center, Big Mall, Jembatan Mahkota yang menyala kala senja, hingga kilauan warna Jembatan Mahakam yang indah di malam hari.

Wsata susur Sungai Mahakam ini dapat dinikmati dengan tarif Rp50.000 untuk orang dewasa, dan anak usia 5 – 12 tahun sebesar Rp25.000.

Wisatawan juga bisa menyewa kapal-kapal ini dengan tarif mulai dari Rp4 juta.

Adapun wisata susur sungai ini hanya beroperasi di hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional.***/mel

Kedung Pedut, Air Terjun Dua Warna di Yogyakarta Punya Banyak Kolam Alami Menyegarkan

JAYAKARTA NEWS – Kalau mau mencari destinasi wisata yang segar-segar di Yogyakarta bisa ke Kedung Pedut.

Tempat ini menawarkan panorama air terjun yang airnya memiliki dua warna, yakni putih dan biru toska.

Kedung Pedut sendiri bisa ditemukan di Desa Jatimulyo, Kecamatann Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada kisah unik di balik penamaan Kedung Pedut untuk tempat ini.

Dilansir dari Kabar BUMN, namanya diambil dari kata dalam bahasa Jawa, yakni  ‘kedung’  dan  ‘pedut’.

‘Kedung’ berarti ‘kolam’ sementara ‘pedut’ berarti ‘kabut’. Bila dirangkai, Kedung Pedut berarti ‘kolam yang berkabut’.

Penamaan ini diambil dari kondisi air terjun yang percikannya menciptakan pemandangan seperti kabut.

Selain air terjun, di sini juga ada banyak kolam-kolam yang terbentuk secara alami.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tempat ini memiliki air dua warna, yakni putih dan toska.

Warna air yang putih terlihat di air terjunnya.

Air tersebut berubah warna menjadi biru toska begitu terkumpul di kolam-kolam yang ada di bawah air terjun.

Dikutip dari visitingjogja.jogjaprov.go.id, warna putih disebabkan oleh derasnya aliran air terjun.

Sementara warna toska muncul dari pantulan sinar matahari yang mengenai bebatuan di dasar kolam.

Kedung Pedut memiliki pemandangan alam yang indah.

Di sekitar tebing tempat keluarnya air terjun banyak ditumbuhi tanaman serta pepohonan yang membuat suasananya asri.

Pengunjung juga bisa berenang sepuasnya saat datang ke sini.

Air di sini sangat jernih dan terasa menyegarkan karena berasal dari Pegunungan Menoreh.

Saat ke sini jangan lupa untuk foto-foto atau membuat video.

Di sini ada banyak spot foto yang Instagramable.

Untuk berwisata ke Kedung Pedut, pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp6.000 per orang.

HTM belum termasuk biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Di sini tersedia fasilitas toilet, kamar mandi, dan musala.***/mel

Surga Tersembunyi di Lombok Tengah, Air Terjun Babak Pelangi Punya Pemandangan Menakjubkan

JAYAKARTA NEWS – Air Terjun Babak Pelangi adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Lombok Tengah.

Tepatnya di Dusun Rerantik, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dilansir Jayakarta News dari KabarBUMN, tempat ini dinamakan Air Terjun Babak Pelangi karena di sini ada penampakan pelangi.

Pelangi tersebut terbentuk dari percikan air terjun yang membias saat terkena sinar matahari. Air terjun di sini tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk bermain air di dekatnya.

Di sekitar air terjun juga terdapat dua kolam yang airnya sangat jernih dan menyegarkan. Kolam ini juga memiliki bentuk unik seperti angka delapan. Pengunjung bisa berenang sepuasnya di kedua kolam serta di bawah air terjun tersebut.

Berenang di sini sekaligus bisa menenangkan pikiran. Sebab, alamnya masih terjaga dan sangat asri. Pepohonan rindang serta tanaman hijau tumbuh subur di sini. Keberadaannya menambah kesegaran tersendiri bagi tempat ini.

Saat berkunjung ke sini, jangan lupa untuk membuat konten foto atau video ya! Ada banyak spot menarik yang bisa diabadikan dengan kamera.

Bagi yang ingin wisata ke sini juga tidak perlu repot atau khawatir. Sebab fasilitas di tempat ini sudah lengkap.

Terdapat toilet, musala, gazebo, area parkir, hingga warung makan. Akses menuju air terjun ini juga mudah dilalui.

Ada pula anak tangga untuk memudahkan wisatawan menjangkau lokasi air terjun.***/mel

Dikenal Sebagai Pantai Ombak Mati, Pantai Bondo Bangsri Tawarkan Pasir Putih dengan Ombak yang Tenang

JAYAKARTA NEWS – Pantai Bondo Bangsri atau yang dikenal sebagai Pantai Bondo merupakan salah satu pantai terindah di Jepara.

Pantai Bondo terletak di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, ± 17 KM dari pusat Kota Jepara.

Pantai ini menawarkan keindahahan pasir putih serta pemandangan alam yang menyegukkan mata.

Hamparan pasir putih yang sangat lembut di Pantai Bondo semakin eksotis karena dikelilingi banyaknya pohon pandan yang teduh.

Disini pengunjung bisa melihat indahnya pesona matahari terbenam saat menjelang malam.

Pantai yang jaraknya sekitar 17 KM dari pusat kota Jepara ini memiliki ombak yang sangat tenang.

Jika dilihat secara seksama hampir tidak ada ombak sama sekali di Pantai Bondo.

Hal inilah yang membuat para wisatawan menyebut Pantai Bondo sebagai Pantai Ombak Mati karena ombaknya yang seakan-akan mati.

Ketenangan ombak di pantai ini menambah syahdunya suasanya.

Ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Ada keunikan lainnya di Pantai Bondo Bagsri, yakni tidak adanya bangunan semen atau permanen di atas pantai.

Disini hanya ada bangunan gazebo khas Jepara, tempat duduk serta gapura candi Bentar khas Jepara di pintu masuk.

Disini kebersihan pantai juga sangat terjaga, lantaran pengembangan dan pembangunan Pantai Bondo mengusung tema Pantai Alami.

Untuk menikmati keindahan Pantai Bondo Bangsri, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis.

Pengunjung hanya perlu membayar uang parkir jika membawa kendaraan.

Disini kamu bisa berenang, berswafoto, menikmati sunset, dan tentu saja menikmati suasana pantai yang indah.

Di kawasan pantai ini terdapat Pembangkit Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B yang megah.

Serta ada pula hampran karang dalam yang luas dengan kedalaman 35-50 meter.***/mel

Air Terjun Leke-Leke di Bali, Surga Tersembunyi yang Tak Terlupakan

JAYAKARTA NEWS – Bukan hanya memiliki deretan pantai yang menakjubkan, Bali juga menyimpan keindahan alam lain yang wajib dieksplor, yakni air terjun.

Air Terjun Leke-Leke menjadi salah satu air terjun yang keindahannya sulit untuk dilupakan.

Air Terjun Leke-Leke yang eksotis ini bisa ditemukan di wilayah Tabanan.

Lebih tepatnya beralamat di Kerobokan, Jl. Swadaya, Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191.

Dilansir dari KabarBUMN, Sabtu (10/2/2024), air terjun satu ini berada jauh dari keramaian dan hiruk pikuk peradaban.

Karena lokasinya yang tersembunyi, air terjun ini cocok bagi kamu yang mendambakan liburan penuh ketenangan atau healing menyatu dengan alam.

Untuk mencapainya, kamu harus trekking kurang lebih 15 sampai 20 menit dari pintu masuk menuju air terjun.

Jalannya menurun dan tidak terlalu bagus, jadi pastikan untuk melangkah dengan hati-hati.

Walaupun begitu, kamu akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Kamu juga bisa menemukan beberapa jembatan bambu dan spot-spot unik seperti sangkar burung yang bisa dijadikan spot foto.

Sesampainya di Air Terjun Leke Leke, kamu akan disambut udara sejuk khas pegunungan.

Percikan airnya terasa begitu segar, mungkin juga dapat menghilangkan rasa lelahmu.

Air terjun dengan ketinggian berpuluh-puluh meter ini diapit oleh tumbuhan sejenis paku-pakuan, menambah kesan indah dan asri tersendiri.

Di depan air terjunnya, terdapat sebuah batu besar yang bisa kamu naiki.

Ada pula gua kecil di sampingnya, yang tentu saja bisa kamu jadikan sebagai latar berfoto.

Diketahui, masyarakat setempat menyebut Air Terjun Leke-Leke dengan nama Kipuan Kebo, yang berarti tempat mandi dan minum kerbau.

Harga tiket masuk Air Terjun Leke-Leke sebesar Rp 25.000 per orang untuk wisatawan domestik sementara wisatawan asing dikenakan Rp 50.000 per orang.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.***/mel

Taman Kemesraan di Malang, Tempat Wisata yang Memadukan Alam dan Budaya Nusantara

JAYAKARTA NEWS – Warga Malang yang masih bingung mau wisata ke mana, sebaiknya kunjungi Taman Kemesraan saja.

Taman Kemesraan menawarkan wisata alam dengan konsep budaya Nusantara yang menarik. Lokasinya ada di Jalan Tretes, Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dikutip dari Kabar BUMN, Minggu (28/01/2024), tempat ini merupakan wisata alam yang menawarkan suasana asri dan hawa sejuk. Setiap sudut taman didominasi oleh pepohonan dan rerumputan hijau yang menyegarkan mata.

Nuansa alam ini bisa langsung dirasakan begitu tiba di tempat ini dan melewati jembatan gantung untuk menyeberangi sungai di bawahnya.

Begitu sampai di ujung jembatan, pengunjung akan disambut dengan gapura serta patung-patung aneka bentuk.

Patung serta bangunan dengan arsitektur Nusantara memang menjadi salah satu ciri khas Taman Kemesraan. Sentuhan budaya ini berpadu dengan keindahan alam yang disajikan tempat ini.

Jalan-jalan di Taman Kemesraan dijamin tidak akan melelahkan. Sebab, sepanjang jalan pengunjung akan disambut dengan pepohonan rindang dan bunga-bunga yang cantik. Banyak spot aesthetic yang bagus untuk foto-foto.

Menariknya lagi, tempat ini juga menghadirkan berbagai wahana menarik. Mulai dari outbond, ATV, kolam renang, kolam ikan, hingga camping ground.

Camping ground di sini bisa digunakan pengunjung untuk mendirikan tenda dan menikmati keasrian Taman Kemesraan lebih lama.

Sementara di kolam ikannya, pengunjung bisa naik perahu untuk ke tengah dan berinteraksi dengan ikan-ikan. Untuk memberi makan ikan-ikan tersebut, pengunjung perlu membayar Rp5.000 per orang.

Biaya tersebut di luar HTM ke Taman Kemesraan sebesar Rp20.000 per orang.

Dengan membayar tiket tersebut, pengunjung sudah bisa jalan-jalan sepuasnya di Taman Kemesraan, berenang di kolam renang, serta gratis minuman.

Menarik bukan? Jadi kapan mau datang ke Taman Kemesraan?***/mel

4 Galeri Seni di Bandung Dilengkapi Kafe Cantik dan Instagenic, Menyaksikan Karya Seni dan Panorama Alam di Satu Tempat

JAYAKARTA NEWS – Untuk seniman dan pecinta seni budaya, Bandung menghadirkan beberapa galeri seni modern.

Tidak sedikit galeri seni ini yang dibangun agar sekalian menjadi tempat sosialisasi seniman dan pecinta seni.

Karenanya, di galeri seni tersebut juga dibuka kafe yang menghidangkan makanan dan minuman.

Dikutip dari Kabar BUMN, Kamis (25/1/2024), dijelaskan setelah puas menikmati karya seni di galeri tersebut, bisa lanjut makan dan minum santai nan bergaya.

Selasar Sunaryo Art Space
Selasar Sunaryo Art Space merupakan galeri seni terkenal dengan konsep terbuka serta area yang luas.

Tempat ini memiliki bangunan yang sangat estetik, bergaya modern dengan arstitektur Jawa Barat.

Di galeri seni ini pengunjung akan terpuaskan dengan berbagai koleksi seni yang ditampilkan.

Mulai dari lukisan hingga instalasi seni yang sering berganti-ganti sesuai dengan tema di saat tersebut.

Kadang sering digelar pula eksebisi atau pun workshop yang berhubungan dengan seni.

Adapun di kafe Kopi Selasar, yang lokasinya tidak jauh dari galeri seni, pengunjung bisa menikmati beragam sajian.

Menunya sebagian besar ringan seperti red velvet chocolate, chicken mozarella cheese, french fries, dan salad.

Untuk minumannya tersedia kopi, cocho drink, coffee mocha, dan ice latte.

Selasar Sunaryo Art Space beralamat di jalan Bukit Pakar Timur no 100 Ciburial, Cimenyang, Kabupaten Bandung.

Buka setiap hari dari jam 10.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk ke galeri Rp30.000 (tanpa katalog) dan Rp50.000 (dengan katalog).

2. Lawangwangi Creative Space
Berlokasi di kawasan perbukitan, galeri seni ini lokasi tepat menikmati udara segar, mengapresiasi seni, plus nongkrong.

Di Lawangwangi Creative Space ada ruangan khusus yang memamerkan berbagai karya.

Mulai dari seni lukis, seni kontemporer, dan seni instalasi. Di sini juga ada mural dengan nama Muralangit Psycdelicious.

Bila terkena sinar matahari mural ini akan memperlihatkan efek mural yang luar biasa cantik.

Tentu saja setelah puas menikmati karya seni, pengunjung bisa bersantai di Cafe Lawangwangi.

Menu yang ditawarkan kombinasi Indonesia dan western. Antara lain fettucine aglio olio prawn, nasi goreng katsu, sop buntut goreng, dan banana nutella. Harga menu mulai dari Rp25.000.

Lawangwangi Creative Space ada di jalan Dago Giri no 99 Mekarwangi, Lembang, Kabupaten Bandung.

Tiket masuk ke galeri gratis. Buka dari jam 11.00-22.00 WIB

3. Orbital Dago
Dari bentuk bangunannya yang khas arsitektur Sunda, Orbital Dago sudah terlihat artistik dari luar.

Tempatnya sangat nyaman dan dikelilingi pepohonan rimbun. Di tempat ini pengunjung bisa menikmati berbagai karya seni.

Seperti lukisan, patung dan karya seni lain dari sejumlah seniman Indonesia dan juga internasional.

Sementara kafenya menyediakan makanan khas Sunda seperti nasi liwet komplit, dan nasi goreng. Orbital Dago beralamat di Rancakendal Luhur no 7 Bandung.

4. Blessings Artspace and Eatery
Café sekaligus galeri seni ini termasuk yang baru dibandingkan tiga cafe lainnya.

Selain menikmati berbagai karya seni, di sini pengunjung bisa membeli kerajinan tangan.

Bangunannya terdiri atas dua lantai. Pada bagian rooftop dijadikan sebagai kafe yang aesthetic.

Menu yang ditawarkan bervariasi antara barat dan Indonesia. Antara lain nasi goreng kampung, mee hoon kueh, chicken katsu, fish and chips, hamburger. Untuk minuman ada iced coffee, cappuccino, flat white dan piccolo.

Blessing Artspace and Eatery berlokasi di jalan Boscha no 45 Pasteur, Sukajadi, BandungBuka dari jam 09.00-22.00 WIB.***/mel

Magelang Rasa Swiss, Hutan Desa Spot Wisata Baru yang Tawarkan View 5 Gunung Sekaligus

JAYAKARTA NEWS – Di Magelang ada destinasi wisata baru yang menawarkan keindahan alam mirip di Swiss. Nama tempatnya adalah Hutan Desa.

Dikutip dari Kabar BUMN, Rabu (24/1/2024), tempat wisata ini berlokasi di Desa Kragon, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Desa Hutan memang baru buka pada akhir 2023 lalu. Karena itu tempat ini belum sepopuler tempat wisata lainnya di Magelang.

Kendati demikian, tempat ini viral dengan cepat karena menawarkan pemandangan tak biasa.

Tempat ini dikelilingi oleh lima gunung sekaligus. Yakni, Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Telomoyo.

Jangan heran bila sejauh mata memandang Anda bisa melihat pemandangan pegunungan yang cantik selama berada di sini.

Tidak jauh dari tempat ini bahkan pengunjung bisa melihat dengan jelas panorama pegunungan hijau yang menyegarkan mata.

Dari sini, pengunjung juga bisa melihat langsung aktivitas petani yang tengah berkebun di dekat kawasan wisata ini.

Selain pemandangan cantik, Hutan Desa juga menawarkan kafe dan mini zoo.

Di mini zoo ini, pengunjung bisa berinteraksi dan memberi makan rusa-rusa.

Sementara di kafenya, pengunjung bisa bersantai sambil menikmati beragam menu yang menggoyang lidah.

Bila hendak berkunjung ke sini, jangan lupa pakai outfit bagus dan foto-foto ya!

Untuk masuk ke Hutan Desa, setiap pengunjung dikenakan HTM Rp10.000 saat hari kerja, dan Rp12.500 saat akhir pekan.***/mel

Perjalanan Menantang di Air Terjun Semuncar Boyolali, Favorit Para Petualang Sejati

JAYAKARTA NEWS – Belum banyak yang tahu kalau di Boyolali ada tempat  wisata bernama Air Terjun Semuncar.

Air Terjun Semuncar sendiri berlokasi di lereng Gunung Merbabu. Tepatnya di Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kabar BUMN, Minggu (21/1/2024), tempat wisata ini belum banyak diketahui lantaran lokasinya yang tersembunyi. Selain itu, akses menuju Air Terjun Semuncar juga cukup sulit.

Untuk menuju lokasi air terjun bahkan tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor. Satu-satunya cara menuju ke tempat ini adalah dengan jalan kaki.

Wisatawan juga harus ditemani oleh penduduk sekitar agar tidak tersesat saat menuju Air Terjun Semuncar. Itu karena tidak ada petunjuk di sepanjang perjalanan.

Setidaknya pengunjung harus trekking sepanjang 2 km atau sekitar 2 jam berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati hutan lebat, sungai-sungai, serta jalanan berbatu yang licin.

Karena itu, pengunjung disarankan untuk mengenakan alas kaki yang tepat seperti sepatu atau sandal gunung.

Pengunjung juga disarankan untuk datang saat pagi hari dimana matahari masih bersinar terang.

Dengan rute perjalanan tersebut, tidak heran bila hidden gem di Boyolali ini banyak dikunjungi oleh petualang sejati.

Namun, lelahnya perjalanan itu akan terbayar lunas begitu sampai di lokasi Air Terjun Semuncar.

Wisatawan akan disuguhi kemegahan air yang mengalir dari tebing tinggi yang ditumbuhi tanaman hijau.

Debit air terjun di sini memang tidak terlalu besar. Akan tetapi, aliran air yang kecil dan gemericik ini justru menciptakan suasana yang menenangkan.

Ditambah dengan hawa sejuk serta angin sepoi-sepoi membuat suasana di sini semakin syahdu.

Air jernih yang berasal dari pegunungan bisa melepas dahaga usai melakukan perjalanan melelahkan.

Kombinasi pemandangan serta suasana tersebut sangat cocok untuk healing menenangkan jiwa dan raga.

Untuk menikmati pengalaman menantang serta pemandangan indah Air Terjun Semuncar ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.***/mel