Fakta Tentang Puncak, Bogor, yang Sejak Zaman Belanda Sudah Memikat Orang untuk Liburan ke Sana

JAYAKARTA NEWS – Setiap akhir pekan dan liburan panjang kawasan PuncakBogor, selalu diserbu orang yang ingin refreshing.

Dan ternyata, tidak cuma zaman sekarang, dari zaman Belanda, Puncak memang selalu jadi destinasi liburan.

Bedanya di zaman dulu, hanya pejabat Belanda yang boleh ke Puncak, jadi mungkin tidak ada macet-macetan.

Berikut beberapa fakta tentang Puncak, Bogor, yang menarik untuk dikulik, dikutip dari Laman BUMN, Jumat (11/10/2024).

1. Kawasan Kebun Teh Belanda
Puncak berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Tempat ini terkenal dengan udaranya yang sejuk.

Ini karena lokasinya di kaki lereng Pegunungan Gede-Pangrango dan Pengunungan Jonggol.

Kawasan Puncak berada pada ketinggian 700-1.800 mdpl dengan suhu antara 14-20 derajat celcius.

Puncak pertama kali dilirik pemerintah Belanda karena daerahnya cocok untuk perkebunan teh.

Di sini pula didirikan perkebunan teh Gunung Mas yang sekarang jadi milik pemerintah Indonesia.

2. Bagian dari Proyek Daendels
Jalur Puncak yang berkelok-kelok dan indah merupakan hasil kerja Daendels.

Gubernur Hindia Belanda ini merencanakan proyek pembukaan jalan dari Anyer hingga Panarukan.

Jalan Raya Puncak jadi jalan raya utama untuk sarana transportasi, logistik, dan pengiriman surat.

Pembangunannya termasuk sulit karena harus meratakan lahan di sekitarnya dan membutuhkan hingga 400 pekerja.

Pembangunan jalan menghabiskan waktu setahun, dari Mei 1808 sampai September 1809.

Baru tahun 1971, pemerintah membangun Jalan Raya Puncak yang menghubungkan Jakarta dan Bogor.

3. Ada Villa Soekarno
Sejak berdirinya perkebunan teh, tuan kebun dan pejabat Belanda menjadikan puncak tempat beristirahat.

Dibangun sejumlah rumah perisitrahatan dekat perkebunan teh.

Sejak saat itu pula Puncak identik dengan tempat beristirahat dan villa.

Puncak juga jadi tempat liburan favorit Presiden Soekarno.

Presiden Soekarno memiliki villa di Puncak dengan nama Riung Gunung Coffee House.

Di tahun 1960-an ini merupakan villa elit. Sayangnya sekarang villa ini sudah terbengkalai.

4. Banyak tempat wisata
Setelah menjadi tempat liburan favorit, tidak hanya villa, di sekeliling Puncak juga dibangun tempat wisata.

Seperti Taman Safari Indonesia, Taman Bunga Nusantara, Kebun Raya Cibodas dan Taman Wisata Matahari.

Inilah yang membuat Puncak semakin ramai oleh pelancong terutama di akhir pekan dan hari libur.

5. Restoran Legendari Rindu Alam
Bagi yang sering melewati Puncak tak akan lengkap bila tidak bersantap di restoran Rindu Alam.

Restoran ini berlokasi di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Cisarua.

Restoran ini dibuka tahun 1979 oleh mantan Panglima Kodam Siliwangi, Letjen TNI Ibrahim Adjie.

Restoran ini sudah jadi ikon dari Puncak Pass. Sayangnya restoran ini ditutup tahun 2021.***/mel

Dekat Sirkuit Mandalika, Air Terjun Benang Kelambu Tempat Wisata Favorit Wisatawan Domestik Maupun Mancanegara

JAYAKARTA NEWS – Lombok memiliki banyak tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi dan diabadikan sebagai bukti pernah ke sana.

Air Terjun Benang Kelambu merupakan salah satu tempat wisata yang sering kali diserbu wisatawan domestik dan mancanegara.

Lokasi Air Terjun Benang Kelambu ini tidak jauh dari Sirkuit Mandalika lho.

Alamatnya berada di Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Air Terjun Benang Kelambu cocok untuk destinasi bersama keluarga.

Air terjun satu ini juga berbeda dari yang lain, lho.

Pasalnya, air terjun jernih ini tidak memiliki sungai dan berbentuk seperti tirai atau kelambu.

Air terjun ini muncul dari celah-celah tebing yang tertutup oleh tanaman menjalar yang sangat hijau dan rimbun.

Air terjun ini sendiri terbentuk dari adanya patahan yang mengenai lapisan air tanah atau disebut sebagai “aquifer layer fault” dalam istilah geologi. 

Karena itulah, air terjun ini menjadi ikon Desa Aik Berik karena hanya ada dua di dunia.

Saking jernihnya, air terjun ini dapat diminum langsung lho.

Para peneliti mengungkapkan bahwa air yang keluar dari mata air membutuhkan proses setidaknya selama 200 tahun untuk muncul sebagai mata air.

Jadi ketika pengunjung minumn atau mandi di Air Terjun Benang Kelambu, mereka dapat membayangkan sedang dimanjakan oleh air yang telah berusia lebih dari 200 tahun.

Lokasi Air Terjun Benang Kelambu ini berada di kaki Gunung Rinjani.

Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Benang Kelambu, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke air terjun terdekat,  Air Terjun Benang Stokel.***/mel

Rekomendasi Wisata Religi Semarang untuk Semua Pemeluk Agama

JAYAKARTA NEWS – Semarang dikenal sebagai kota yang kaya akan sejarah dan keberagaman budaya, menjadikannya destinasi wisata religi yang menarik bagi berbagai pemeluk agama.

Setiap sudut kota ini menawarkan tempat ibadah yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat spiritual, tetapi juga menyuguhkan keindahan arsitektur dan sejarah yang mendalam.

Jika kamu mencari pengalaman wisata religi di Semarang, ada beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi.

1. Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong adalah salah satu destinasi wisata religi yang populer di Semarang.

Terletak di Jalan Simongan No.129, Semarang, kamu bisa menikmati keindahan tempat ini setiap hari dengan tiket masuk yang terjangkau.

Klenteng ini memiliki arsitektur perpaduan budaya Cina dan Jawa, serta ukiran batu yang menggambarkan perjalanan Laksamana Zheng Ho.

Selain sebagai tempat ibadah bagi umat Tionghoa, klenteng ini juga menjadi destinasi wisata yang dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

2. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan masjid terbesar di Semarang dan salah satu yang termewah di Indonesia.

Masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Muslim, tetapi juga menarik perhatian wisatawan berkat desain arsitektur megahnya, yang memadukan gaya Timur Tengah dan Romawi.

Terdapat 25 pilar besar di area luar masjid yang menggambarkan keindahan bangunan ini.

Masjid yang terletak di Jalan Gajah Raya ini juga dilengkapi dengan perpustakaan dan madrasah, sehingga menjadi pusat aktivitas keagamaan dan edukasi.

3. Gereja Blenduk

Berpindah ke destinasi religi lainnya, Gereja Blenduk adalah gereja tertua di Semarang yang telah berdiri sejak tahun 1753.

Gereja ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan kubah besar dan orgel Barok di dalamnya.

Tempat ini sering menjadi tujuan wisata sejarah sekaligus ibadah bagi umat Kristen. Terletak di kawasan Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk menawarkan pengalaman religius sekaligus penjelajahan sejarah.

4. Pagoda Avalokitesvara

Untuk kamu yang mencari ketenangan spiritual dalam nuansa Buddhis, Pagoda Avalokitesvara adalah pilihan yang tepat. Pagoda setinggi 45 meter ini merupakan salah satu tempat ibadah umat Buddha yang paling tinggi di Semarang.

Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas lengkap, termasuk toko oleh-oleh khas. Lokasinya berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Semarang, dan bisa diakses setiap hari tanpa biaya masuk.

5. Masjid Layur

Dibangun pada tahun 1802, Masjid Layur adalah masjid bersejarah yang terletak di tepi Kali Semarang. Masjid ini dahulu digunakan oleh para pedagang Arab sebagai tempat ibadah.

Menaranya yang khas juga berfungsi sebagai menara pengawas bagi lalu lintas kapal di masa lalu.

Jika kamu berkunjung ke sini, jangan lupa untuk menikmati suasana Ramadan yang ramai, di mana para pengunjung sering mampir untuk menikmati kopi Arab. Masjid ini terletak di Jalan Layur, Semarang Utara, dan bisa kamu kunjungi kapan saja tanpa dipungut biaya.

6. Candi Gedong Songo

Bagi pemeluk agama Hindu, Candi Gedong Songo adalah tempat yang wajib dikunjungi. Terletak di lereng Gunung Ungaran, candi ini merupakan peninggalan Hindu yang masih terjaga hingga sekarang.

Di sini, kamu dapat menemukan arca Siwa Mahaguru, Ganesha, dan Siwa Mahakala, yang menunjukkan bahwa candi ini pernah digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu.

Candi ini buka dari jam 7 pagi hingga jam 6 sore, dengan tarif tiket yang berbeda untuk wisatawan lokal dan mancanegara.***/mel

Tips Wisata ke Pantai di Tengah Ancaman Megathrust: Liburan Tetap Nyaman dan Waspada

JAYAKARTA NEWS – Indonesia yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik dikenal sebagai negara rawan gempa dan tsunami, termasuk di kawasan pantai-pantai selatan Jawa yang kerap dikaitkan dengan ancaman megathrust.

Megathrust adalah potensi gempa besar akibat tumbukan lempeng tektonik, yang bisa memicu tsunami.

Meski ancaman ini nyata, bukan berarti kita tidak bisa menikmati wisata pantai dengan aman.

Dengan persiapan dan kewaspadaan, liburan di pantai bisa tetap menyenangkan.

Berikut ini adalah beberapa tips wisata aman di pantai di tengah ancaman megathrust, dikutip dari Laman BUMN, Sabtu (21/9/2024).

1. Pantau Informasi Cuaca dan Gempa

Sebelum berangkat ke pantai, pastikan Anda memantau informasi terbaru terkait cuaca dan kondisi geologi melalui aplikasi BMKG atau situs resmi yang menyediakan data real-time.

BMKG secara berkala merilis prediksi cuaca, peringatan dini tsunami, serta kondisi laut yang dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

Jika ada potensi cuaca buruk atau aktivitas seismik, sebaiknya tunda perjalanan.

Tips:

– Pasang aplikasi BMKG di ponsel untuk mendapatkan notifikasi otomatis jika ada gempa atau tsunami.

– Periksa ramalan cuaca dan kondisi laut sebelum merencanakan perjalanan ke pantai.

2. Pilih Pantai dengan Infrastruktur Keamanan

Beberapa pantai di Indonesia, terutama di kawasan yang rawan tsunami, sudah dilengkapi dengan jalur evakuasi, menara pemantau, dan rambu-rambu peringatan tsunami.

Memilih pantai yang memiliki fasilitas ini bisa memberikan rasa aman tambahan saat berwisata.

Pastikan juga Anda mengenali lokasi jalur evakuasi dan titik berkumpul saat tiba di pantai.

Jangan lupa untuk memperhatikan papan informasi yang biasanya dipasang di pintu masuk pantai, yang menjelaskan tindakan darurat jika terjadi gempa atau tsunami.

Tips:

– Pilih pantai yang sudah memiliki sistem peringatan dini atau jalur evakuasi yang jelas.

– Catat lokasi titik evakuasi saat Anda tiba di pantai.

Selain itu, perhatikan juga burung-burung yang tiba-tiba terbang dalam jumlah besar atau hewan lain yang bergerak menjauh dari pantai.

Hewan sering kali merasakan perubahan alam lebih cepat daripada manusia.

Tips:

– Jika merasakan gempa saat berada di pantai, segera menjauh ke tempat yang lebih tinggi.

– Jika air laut surut tiba-tiba, jangan tunggu lama, segera evakuasi.

3. Perhatikan Tanda-tanda Alam

Alam sering memberikan tanda-tanda awal sebelum tsunami.

Salah satu yang paling dikenal adalah surutnya air laut secara tiba-tiba setelah terjadi gempa bumi.

Jika Anda berada di pantai dan merasakan gempa, atau melihat air laut yang tiba-tiba surut, segera menjauh dari pantai dan cari tempat yang lebih tinggi.

Jangan menunggu peringatan resmi jika Anda sudah melihat tanda-tanda ini.

4. Pelajari Rute Evakuasi

Rute evakuasi adalah hal terpenting yang harus Anda kenali saat berwisata ke pantai, terutama di kawasan rawan tsunami.

Sebelum menikmati keindahan pantai, luangkan waktu untuk mengamati rute evakuasi yang sudah disediakan.

Pahami jalur menuju tempat aman seperti dataran tinggi atau bukit terdekat.

Pantai-pantai di selatan Jawa, seperti di Yogyakarta, sudah banyak yang dilengkapi dengan papan petunjuk jalur evakuasi.

Namun, pastikan Anda benar-benar memahami jalur ini, karena waktu yang diperlukan untuk evakuasi sangat penting jika terjadi gempa besar.

Tips:

– Pastikan Anda mengetahui jalur evakuasi dan titik aman sebelum mulai beraktivitas di pantai.

– Jika memungkinkan, lakukan simulasi evakuasi singkat agar lebih siap.

5. Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Saat terjadi gempa atau ancaman tsunami, yang paling penting adalah tetap tenang.

Panik hanya akan menghambat evakuasi dan membuat situasi semakin kacau.

Jika Anda berada di pantai dan terjadi gempa, jangan lari secara berhamburan.

Segera cari tempat yang aman sesuai dengan jalur evakuasi yang sudah ditentukan.

Selain itu, selalu waspada terhadap pengumuman atau peringatan dari petugas setempat.

Jika ada petugas pantai atau pihak berwenang yang memberikan instruksi untuk evakuasi, segera ikuti arahan mereka.

Tips:

– Latih diri Anda untuk tetap tenang saat terjadi gempa atau tsunami.

– Selalu dengarkan instruksi dari petugas keamanan atau peringatan resmi.

6. Gunakan Waktu dengan Bijak

Jika Anda berencana menghabiskan waktu di pantai, usahakan untuk tidak terlalu lama berada di dekat air.

Habiskan waktu Anda dengan aktivitas yang aman, seperti berjalan-jalan di sekitar pantai, menikmati pemandangan, atau berfoto di tempat yang lebih tinggi.

Semakin sering Anda waspada dan menggunakan waktu dengan bijak, semakin kecil risiko yang Anda hadapi.

Tips:

– Hindari beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai jika ada peringatan potensi tsunami.

– Lebih baik menghabiskan waktu di area yang lebih jauh dari laut atau di dataran tinggi.

7. Bawa Perlengkapan Darurat

Meski hanya berwisata sehari, tidak ada salahnya untuk membawa beberapa perlengkapan darurat seperti peluit, senter, dan P3K.

Perlengkapan ini bisa sangat berguna jika Anda terjebak dalam situasi darurat.

Selain itu, jika memungkinkan, bawalah peta lokal atau simpan rute evakuasi di ponsel Anda.

Tips:

– Bawa perlengkapan darurat yang ringan namun esensial, seperti peluit, senter, dan kotak P3K.

– Pastikan ponsel Anda selalu terisi penuh untuk mendapatkan informasi darurat atau meminta bantuan.

Berwisata di pantai dengan ancaman megathrust bukanlah sesuatu yang harus ditakuti jika kita selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik.

Dengan mematuhi tips-tips di atas, Anda bisa tetap menikmati liburan sambil menjaga keselamatan diri dan keluarga.

Ingat, alam memang indah untuk dinikmati, tetapi kita juga harus menghormatinya dengan selalu waspada terhadap segala kemungkinan.

Nikmati liburan Anda, tapi jangan lupa selalu waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi!***/mel

Selamat Datang di Zombie Island! Siapkan Nyali di Wonderland Adventure Waterpark

JAYAKARTA NEWS – Wonderland Adventure Waterpark menawarkan petualangan seru dan menegangkan melalui wahana Zombie Island.

Di sini, pengalamanmu tidak hanya terbatas pada seluncuran air dan permainan biasa, tapi kamu akan menghadapi kegelapan dan ketegangan yang menanti di setiap sudutnya.

Zombie Island menawarkan sensasi yang berbeda dari yang lain.

Kamu akan melintasi area dimana terdapat zombie menyeramkan bertebaran dan kamu harus melawan mereka menggunakan pistol air.

Peperangan ini akan membuat jantungmu berdebar!

Dengan promo spesial Buy 3 Get 1 Free, kamu bisa membawa teman-teman atau keluargamu untuk bergabung dalam petualangan ini.

Kamu hanya cukup membayar Rp180 ribu untuk mendapatkan 4 tiket!

Selain wahana Zombie Island yang menakutkan, kamu juga bisa menikmati berbagai wahana seru lainnya di Wonderland Adventure Waterpark.

Promo ini berlaku hingga 30 September 2024, hanya pada hari Senin hingga Jumat.

Syarat dan Ketentuan:

– Gunakan pembayaran non tunai

– Promo tidak bisa digabungkan dengan promo lainnya

– Berlaku setiap weekdays, mulai dari Senin s.d Jumat

– Berlaku sampai 30 September 2024

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan!

Siapkan nyalimu untuk menghadapi para zombie di Wonderland Adventure Waterpark!

Sebagai informasi, Wonderland Adventure Waterpark beralamat di Jl. Galuh Mas Raya No.1, Telukjambe, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361.

Untuk informasi lebih lanjut silakan cek Instagram @wonderlandadventurewaterpark.***/mel

Urban Heritage yang Menjadi Tempat Nongkrong Ikonik

JAYAKARTA NEWS – Bagi sebagian orang, urban heritage alias wisata ke gedung-gedung atau bangunan bersejarah merupakan kegiatan yang kurang menarik dan membosankan. Alasannya karena kegiatan ini hanya sekadar melihat bangunan tua dan memahami sejarah masa lampau. Kenyataannya, jelajah urban heritage bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, apalagi tempat-tempat bersejarah kerap dijadikan tempat nongkrong yang ikonik sejak zaman dahulu.

Bahkan, saat ini sudah banyak kafe-kafe kekinian yang menggunakan bangunan tua bersejarah. Menariknya lagi, bangunan-bangunan tua tersebut sebenarnya juga sudah cukup hits di era 90-an, hingga menjadi salah satu tempat kumpul anak kekinian pada masanya.

Ditambah lagi, adanya program revitalisasi membuat bangunan-bangunan bersejarah yang hits pada zamannya kembali populer dan menjadi tempat nongkrong anak muda, sekaligus wadah kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Lantas, di mana tempat nongkrong ikonik yang kental sejarah dan cocok untuk jelajah urban heritage?

Kawasan Blok M

Dikenal sebagai tempat hits di era 90-an, Blok M menjadi salah satu tempat nongkrong anak gaul Jakarta yang tidak pernah sepi. Popularitas kawasan Blok M sudah dimulai sejak 70-an, tepatnya sejak dibangun Aldiron Plaza pada 1977. Kehadiran pusat perbelanjaan tersebut turut menghadirkan lebih banyak restoran dan kafe, sehingga menjadikannya sebagai salah satu pusat hiburan populer di Jakarta pada masanya. 

Sampai sekarang, popularitas Blok M seakan tidak ada habisnya. Setelah dilakukan tahap peremajaan, kawasan Blok M menjadi lebih hidup dan ramai. Salah satu buktinya adalah kehadiran M Bloc Space dan Taman Literasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda era modern sekarang ini.

Jalan Melawai

Kawasan Blok M tidak bisa dipisahkan dengan Jalan Melawai, Jakarta Selatan. Dikenal sebagai jalan yang melegenda, Jalan Melawai menjadi salah satu tempat nongkrong anak gaul Jakarta era 80-an hingga 90-an. Pada masa itu, tepatnya pada 1983, berdiri mal “Melawai Plaza” yang menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan modern di Jakarta kala itu. 

Popularitas Jalan Melawai juga didukung dengan hadirnya gerai KFC pertama di Indonesia pada Oktober 1979. Meski sudah hadir sejak puluhan tahun lalu, arsitektur KFC Melawai masih menonjolkan kesan klasik yang hangat layaknya jalan-jalan ke masa lampau. Sampai sekarang, Jalan Melawai kerap menjadi tempat kumpul, hingga lokasi syuting berbagai film dan video klip.

Foto: Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu tempat nongkrong kekinian (Shutterstock/Agitalbar)

Kota Tua

Urban heritage di Jakarta memiliki nilai sejarah dan selalu ramai dijadikan tempat nongkrong adalah kawasan Kota Tua. Salah satu ikon wisata Jakarta ini sarat akan nilai sejarah pemerintahan Kolonial. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya bangunan peninggalan bersejarah yang masih terawat dengan baik, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Jembatan Kota Intan. 

Sampai saat ini, Kota Tua Jakarta masih menjadi salah satu kawasan yang tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan, kawasan bersejarah ini menawarkan banyak aktivitas yang cocok digunakan untuk jelajah ke masa lampau, seperti naik sepeda ontel jadul atau wisata kuliner makanan tradisional.

Dago

Membahas tempat nongkrong hits di Bandung, Jawa Barat, kurang lengkap kalau tidak memasukkan kawasan Dago ke dalam daftar. Awalnya, Dago merupakan pemukiman elit di masa Pemerintah Hindia Belanda pada 1950-1970. Setelah itu, Dago mulai menjadi pusat nongkrong anak muda hits pada masanya. Bahkan, saat itu kawasan ini sudah menjadi pusat berkumpulnya para pelaku ekonomi kreatif yang berkontribusi dalam perkembangan Bandung sebagai “Kota Kreatif”.

Malioboro

Kawasan Malioboro menjadi salah satu kawasan di pusat Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Konon, pemerintah Hindia Belanda membangun Malioboro sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan pada awal abad 19. Hebatnya, kawasan Malioboro memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Seiring berjalannya waktu, kawasan Malioboro berkembang sangat pesat dan menjadi pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta. Dengan tetap mempertahankan konsep asli zaman dulu, tidak heran jika sampai sekarang Malioboro sukses membuat para wisatawan untuk terus kembali ke Yogyakarta.

Kota Lama

Sebagai kawasan cagar budaya yang menyimpan banyak bangunan peninggalan Hindia Belanda sejak ratusan tahun silam, Kota Lama Semarang menjadi salah satu kawasan urban heritage yang sukses menjadi tempat nongkrong anak muda dan wisatawan. Hal ini didukung dengan banyaknya bangunan bersejarah yang masih berdiri megah sampai sekarang. Satu di antaranya adalah bangunan Gereja Blenduk, yang mana sudah berdiri lebih dari 250 tahun. 

Tak hanya sampai di situ saja. Nyatanya suasana jadul di Kota Lama Semarang sukses menarik perhatian banyak wisatawan. Bahkan, saat ini semakin banyak festival seni tradisional dan kontemporer yang rutin diselenggarakan di kawasan bersejarah ini, guna mempertahankan kearifan lokal Semarang. 

Jalan Tepi Pasang, Padang

Kalau ingin berburu kuliner di Padang, Sumatra Barat, pastikan tidak melewatkan Jalan Tepi Pasang Padang. Pasalnya, kawasan ini menjadi pusat kuliner yang menjadi tempat nongkrong anak muda era 90-an hingga sekarang. Tak heran jika ruas jalan yang termasuk kawasan pecinan ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. 

Ada banyak rekomendasi tempat makan yang wajib dicicipi di sepanjang Jalan Tepi Pasang. Beberapa di antaranya adalah Hau Bofet dan Warung Kopi yang sudah ada sejak 1978. Di sini, berkesempatan untuk menikmati kuliner tradisional sambil bernostalgia ke masa lampau. ***/mel

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Sail to Indonesia 2024 di Pantai Gelora yang Diinisiasi Fahri Hamzah

JAYAKARTA NEWS— Sail to Indonesia-West Indonesia Yacht Rally Tahun 2024  di Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi oleh dibuka Penjabat Gubernur NTB Mayjen Pur Hasannudin dan Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, Sabtu (14/9/2024) sore.

Pembukaan kegiatan berpusat di Pantai Gelora di Desa Rhee, Utan, Sumbawa, NTB. Sebanyak 20 negara dan 48 yacht internasional ikut berpartisipasi dalam Sail to Indonesia 2024 ini, yang akan berlangsung pada 13-18 September.

Pantai Gelora adalah pantai yang pengelolaannya diinisiasi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah. Pantai Gelora diresmikan oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta pada 24 November 2020.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno saat menyampaikan sambutan melalui video tapping dalam Acara ‘Welcoming Ceremony Sail To Indonesia Tahun 2024’ mengapresiasi kegiatan ini, karena menjadi momentum bagi bangkitnya kegiatan wisata bahari di Sumbawa.

“Wow, ini pantainya bang Fahri Hamzah. Terima kasih sudah mengundang kami. Kegiatan ini, kami yakin menjadi momentum bangkitnya wisata bahari di Kabupaten Sumbawa,” kata Sandiaga, Sabtu (14/9/2024).

Menparekraf menyampaikan selamat kepada Sumbawa yang menjadi tuan rumah lagi kegiatan Sail to Indonesia Tahun 2024,  yang berlangsung pada 13-18 September di Pantai Gelora.

“Welcoming Ceremony yang diadakan di Pantai Gelora, pantai yang sangat indah ini akan membuat yachter dunia tidak hanya menikmati keindahan pantainya saja, tetapi juga menikmati kuliner, kopi dan budaya lokal sumbawa,” katanya.

Sehingga diharapkan para yachter dunia bisa ikut serta mempromosikan pariwisata Sumbawa, baik melalui media sosial maupun media konvensional.

“Saya Sandiaga Uno, Menparekraf sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada kegiatan Sail to Indonesia dan West Indonesia Yacht Rally 2024 ini,” ujarnya.

Sandiaga juga berharap melalui kegiatan ini dapat memicu wisatawan mencanegara dan domestik untuk berkunjung ke Sumbawa, terutama ke Pantai Gelora semakin banyak.

“Para yachter dunia kita harapkan akan semakin banyak datang ke Pantai Gelora, sehingga akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat dan pendapatan daerah,” katanya.

Sail to Indonesia-West Indonesia Yacht Rally 2024 di Pulau Sumbawa, NTB resmi dibuka Pj Gubernur NTB Mayjen Pur Hasannudin dan Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, Sabtu (14/9/2024) sore./Foto: dok Partai Gelora

Kesadaran Bangsa Maritim

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju sebenarnya sudah memberikan konfirmasi bakal hadir dalam pembukaan Sail to Indonesia 2024.

Namun, karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua menterinya untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai 12 September, maka mereka batal menghadiri dan mengutus pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen) untuk hadir.

“Pantai Gelora ini, dulu tidak terurus, saya lahir dan besar di sini. Kemudian kita identifikasi mana-mana lokasi yang bisa dikelola setelah saya pensiun. Kita ini orang pesisir, akrab dengan laut dam kita ingin munculkan tumbuhnya kesadaran menjadi bangsa maritim,” kata Fahri hamzah.

Selama empat tahun Fahri Hamzah mengaku membersihkan Pantai Gelora menjadi bersih dan bernilai seperti sekarang, sehingga bisa dinikmati masyarakat lokal, Indonesia pada umumnya dan dunia, karena keindahannya tidak kalah dengan Bali dan Lombok.

“Saat peresmian bendungan di Sumbawa beberapa waktu lalu, saya sempat ajak Pak Bas (Menteri PuPR Basuki Hadimuljono) muter-muter, saya ajak beliau ke Pantai Gelora, Beliau memuji tempat ini, dan sekarang kawan-kawan kita dari luar negeri juga memuji tempat ini,” katanya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini berharap Pantai Gelora  dapat memberi suasana baru dalam penyelenggaraan Sail to Indonesia, karena para yachter dunia tidak hanya menikmati keindahan laut, tetapi potensi-potensi lainnya.

“Pantai Gelora adalah ekspos bahwa Indonesia ke depan akan berbasis laut, membuka seluruh akses laut untuk percepatan pertumbuhan. Ini baru pertama kali dan kita harapkan nanti, pesertanya akn lebih banyak lagi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini.

Foto: dok Partai Gelora

Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, bahwa ide acara di Sail to Indonesia 2024 di Pantai Gelora sejalan dengan program KKP, yakni konservasi laut dan lingkungan kawasan perairan.

Dimana sebanyak 12 destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa, NTB untuk menyambut peserta Sail Ito ndonesia 2024. Diketahui, selama lima tahun berturut-turut, titik sandar Sail to Indonesia berada di Labuhan Badas.

Padahal Kabupaten Sumbawa memiliki titik labuh destinasi wisata yang cukup banyak seperti Pantai Gelora, di wilayah barat. Pantai Gelora sengaja diperkenalkan sebagai destinasi baru, karena mengkonsepkan pantai, darat dan pegunungan.

Sehingga diharapkan sebanyak 48 yacht yang berasal dari Australia, Selandia Baru, Inggris, Amerika Serikat, Filipina dan negara lain akan melaksanakan kegiatan budaya dan bersosialosasi dengan masyarakat hingga 18 September 2024

Selain itu, para yachter juga akan melakukan penanaman mangrove di teluk dalam sekitaran Pantai Gelora, yang didukung KKP.  Kemudian dilanjutkan dengan suguhan Hiu Paus di Labuhan Jambu, Tarano.

Selanjutnya, destinasi wisata di pegunungan, di daratan ada kerapan kerbau, dan kuliner makanan khas tradisional Sumbawa. Rencananya para yach akan diajak membuat timung atau jajan tradisional.

Lalu membuat kain tenun di Desa Poto serta memberdayakan UMKM lokal di lokasi venue acara untuk menjual berbagai macam suguhan.

Melalui event Sail to Indonesia ini, pemerintah berharap dapat mempromosikan pariwisata. Terutama kekayaan Sumbawa dengan garis pantai 900 Km² juga tersimpan berbagai kekayaan alam dan budaya yang eksotis.***din

Healing sambil Bertualang, Ini Aktivitas Seru dan Lokasinya

JAYAKARTA NEWS – Tahukah Anda, ternyata “healing” tidak hanya dilakukan dengan pergi ke suatu tempat untuk menyendiri dan menenangkan pikiran agar tidak stres saja. Nyatanya, saat ini makin banyak orang melakukan “healing” sambil mencoba berbagai macam aktivitas seru. Tidak heran jika saat ini muncul tren healing sambil bertualang ke berbagai destinasi di Indonesia. 

Healing sambil bertualang menjadi salah satu alternatif menyegarkan pikiran yang patut dipertimbangkan. Selain dibuat kagum dengan pemandangan alam yang ditawarkan, healing  sambil bertualang juga bisa digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas seru yang memacu adrenalin. Seperti panjat tebing, hiking, hingga menjajal serunya island hopping

Sebagai referensi, dikutip dari Laman Kemenparekraf, Rabu (31/07/2024), berikut beberapa destinasi healing sambil bertualang beserta aktivitas seru yang bisa dilakukan untuk melepas penat:

Panjat tebing di Lembah Harau

Kalau mencari destinasi wisata terbaik untuk bertualang, Lembah Harau adalah jawabannya. Hal ini tentu saja berkat banyaknya area perbukitan, serta tebing-tebing tinggi dan terjal yang sukses menguji hasrat bertualang dan menarik untuk ditelusuri.

Salah satu ide healing sambil bertualang di Lembah Harau yang bisa dicoba adalah panjat tebing. Lembah Harau cocok untuk Sobat Parekraf yang ingin mengasah kemampuan memanjat tebing. Pasalnya, tebing-tebing di Lembah Harau tergolong memiliki kesulitan tinggi. Karena tebing tersebut merupakan batuan granit yang memiliki lebih sedikit pijakan dibandingkan dengan batuan karst

Ada banyak tebing populer di kalangan pemanjat, salah satunya adalah Lembah Echo. Dinamakan Echo karena tebing ini akan memantulkan suara keras dan menciptakan gema (echo). Ada pula tebing Padang Tarok yang cocok untuk pemanjat pemula.

Arung Jeram di Bali

Healing di Bali hanya duduk santai di pinggir pantai? Padahal, ada aktivitas healing anti-mainstream yang bisa dilakukan di Bali, yakni menjajal arung jeram. Bukan sembarang arung jeram, kali ini kita bisa mencoba arung jeram di sungai terpanjang di Bali, yakni Sungai Ayung.

Memiliki panjang sekitar 62,5 kilometer, arung jeram di Sungai Ayung memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Mengingat, lintasan arung jeram yang tergolong aman untuk pemula ini memiliki beberapa spot yang cukup memacu adrenalin. Serunya lagi, kita tidak hanya dibuat kagum dengan pemandangan alam di sekelilingnya saja. Tapi, juga dengan relief kisah Ramayana di dinding sungai.

Island hopping sambil main kano di Raja Ampat (Shutterstock/Mario Susilo)

Island hopping di Raja Ampat

Aktivitas healing sambil bertualang di Indonesia yang tidak kalah seru lainnya adalah island hopping di Raja Ampat. Ada empat pulau yang bisa dijelajahi satu per satu, mulai dari Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, hingga ke Pulau Misool. 

Selain island hopping, kita juga bisa menyempatkan waktu untuk snorkeling dan menjelajahi surga bawah laut di timur Indonesia ini. Banyak pilihan spot menyelam di Raja Ampat, satu di antaranya di Pulau Misool. Termasuk bagian segitiga karang dunia, jangan heran jika menemukan ribuan biota laut di sini. Seperti berbagai macam ikan hias, penyu, dan deretan terumbu karang. 

Kita juga bisa menyelam di Selat Dampier. Tak hanya berkesempatan bertemu ikan-ikan besar seperti hiu, tuna, dan bakarakuda, spot menyelam ini juga memiliki gua-gua laut yang menarik untuk dijelajahi. Dijamin seru banget!

Hammocking di Puncak Tebing Gunung Hawu

Tebing Gunung Hawu di Kecamatan Padalarang, Bandung Barat sudah terkenal sebagai salah satu destinasi memacu adrenalin dan melatih fisik. Salah satu aktivitas yang banyak dilakukan wisatawan di sini adalah hammocking di puncak Tebing Gunung Hawu.

Sesuai dengan namanya, hammocking adalah kegiatan berkemah atau bersantai hanya dengan menggunakan hammock. Jadi, Sobat Parekraf bisa menikmati tidur di bawah langit malam seraya melayang. Karena “kasurnya” adalah hammock yang digantung di setiap tebing. Tentunya ini menjadi pengalaman healing yang berkesan dan tidak terlupakan.

Jelajah Gua di Maros Pangkep Geopark

Selanjutnya, Sobat Parekraf bisa coba jelajah gua di Maros Pangkep Geopark, Sulawesi Selatan, yang juga termasuk kawasan karst terbesar ke-2 di dunia.  Masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark, Maros Pangkep memiliki ratusan gua yang konon menjadi tempat tinggal manusia prasejarah. Layaknya menjelajah ke zaman purbakala, kita bisa melihat lukisan telapak tangan pada dinding gua. Belum lagi, Sobat Parekraf juga akan menemukan jutaan spesies kupu-kupu yang tinggal di dalam gua tersebut.

Bagaimana tertarik untuk mencoba healing dengan cara yang berbeda?***/mel

Rekomendasi Spot Malam Mingguan di Pusat Kota Yogyakarta, dari yang Gratis hingga Punya Suasana Romantis

JAYAKARTA NEWS – Menghabiskan akhir pekan di Yogyakarta adalah pilihan yang tepat.

Karena di sini ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, tidak terkecuali saat malam minggu.

Berikut adalah beberapa rekomendasi spot di pusat kota Yogyakarta yang wajib dikunjungi untuk menghabiskan malam mingguan dengan seru dan berkesan:

1. Malioboro

Plang penunjuk jalan Malioboro. Di kawasan ini dapat ditemukan keragaman kuliner Yogyakarta yang lezat. (piknikdong.com)

Malioboro selalu menjadi destinasi utama bagi wisatawan dan warga lokal.

Pada malam hari, jalan ini dipenuhi dengan penjual kaki lima yang menawarkan berbagai macam kuliner khas, kerajinan tangan, dan oleh-oleh.

Suasana yang ramai dan meriah menjadikan Malioboro tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan sambil menikmati atmosfer khas Yogyakarta.

2. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul adalah tempat yang cocok untuk bersantai dan menikmati malam dengan keluarga atau teman-teman.

Anda bisa mencoba naik odong-odong yang dihiasi lampu warna-warni, atau mencoba tantangan melewati dua pohon beringin besar dengan mata tertutup yang dipercaya membawa keberuntungan.

3. Taman Sari

Taman Sari Yogyakarta (tripcetera.com)

Meskipun lebih dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, Taman Sari juga menarik untuk dikunjungi pada malam hari.

Beberapa bagian Taman Sari dihias dengan pencahayaan yang indah, menciptakan suasana romantis dan magis.

Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin menikmati suasana tenang dan penuh sejarah di malam hari.

4. Jalan Prawirotaman

Kawasan Prawirotaman gudangnya penginapan murah. (yogyes.com)

Jalan Prawirotaman dikenal sebagai kawasan turis dengan banyak kafe, bar, dan restoran yang menarik.

Pada malam hari, Anda bisa menikmati live music sambil mencicipi berbagai macam hidangan dari lokal hingga internasional.

Suasana yang santai dan ramah membuat Prawirotaman menjadi tempat favorit untuk bersosialisasi.

5. Bukit Bintang

Bukit Bintang, Gunung Kidul. (Instagram/@ddewi_rhmd)

Untuk Anda yang ingin menikmati pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian, Bukit Bintang adalah pilihan yang tepat.

Terletak di perbatasan Yogyakarta dan Gunungkidul, Bukit Bintang menawarkan pemandangan lampu kota yang memukau.

Anda bisa menikmati makanan dan minuman di warung-warung yang tersedia sambil menikmati keindahan malam.

Pusat kota Yogyakarta menawarkan banyak pilihan spot menarik untuk menghabiskan malam mingguan.

Mulai dari keramaian Malioboro, suasana magis Taman Sari, hingga keindahan Bukit Bintang, setiap tempat memiliki daya tariknya sendiri.

Pastikan untuk mengunjungi beberapa tempat ini untuk mendapatkan pengalaman malam mingguan yang tak terlupakan di Yogyakarta.***/mel