Lima Program Disbudpar Majukan Pariwisata Sumut

Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hj Hidayati M.Si

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara memiliki 5 program utama dalam memajukan pariwisata di Sumatera Utara. Kepada wartawan, Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hj Hidayati, M.Si menyampaikan, kelima program itu adalah, pertama Penataan Destinasi, kemudian yang kedua adalah Meningkatkan Status Event menjadi Event Internasional. Ketiga, melakukan promosi termasuk in flight magazine,keempat adalah Meningkatkan Sadar Wisata, dan yang kelima adalah Penguatan Apresiasi Kebudayaan untuk Sumatera Utara.

“Kita harus memiliki penguatan sadar wisata.Sehingga,perlakukan kita terhadap wisatawan atau pendatang menjadi peduli,”terang Dr Ir Hj Hidayati M.Si, Selasa(11/12) kemarin.

Menurutnya, selama ini dirinya melihat, masyarakat masih menunjukan sikap yang tidak peduli kepada pendatang. “Apakah pendatang itu mencari Information Centre, atau mencari pusat perbelanjaan. Tidak ada keinginan kita memberikan pelayanan yang baik, agar wisatawan mengajak teman-temanya berkunjung ke Sumut,”ungkapnya.

Sebelumnya, Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hj Hidayati M.Si juga menyampaikan, bahwa pihaknya sedang berupaya untuk melakukan kerjaasama dengan maskapai penerbangan untuk menyediakan In Flight Magazine (majalah yang selalu ada di dalam pesawat) yang mempromosikan wisata di Sumatera Utara. ”Untuk mempromosikan wisata di Sumut,sebenarnya in flight magazine itu penting sekali,”jelas Kadisbudpar Sumut ini.

Menurut Hidayati, majalah in flight magazine itu didalamnya berisikan informasi tentang potensi atau destinasi wisata dan kebudayaan, informasi kuliner, informasi hot spot yang penting, termasuk juga tentang geopark daerah Toba.

Dikatakanya, dalam in flight magazine itu juga tercantum seruan kepada wisatawan untuk datang ke Sumatera Utara. Karenanya, peran in flight magazine itu sangat penting sekali, untuk mendatangkan wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

Saat ini, lanjutnya, in flight magazine itu sudah ada di maskapai penerbangan Garuda dan juga Sriwijaya. Penerbangan langsung ke Bandara Silangit juga sudah ada dari Hongkong. Hal ini juga nantinya akan diikuti penerbangan dari India, kemudian dari Penang dan Singapura. “Diharapkan, hal ini akan terus berkembang. Kita upayakan agar penerbangan dapat bekerjasama dengan kita,” sebutnya.

Sebagai upaya untuk mengembangkan wisata di Sumut ini, Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hj Hidayati M.Si juga menjelaskan, bahwa pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak Travel, yakni dengan menjual paket wisata. Dan buyers nya sudah ada dibeberapa tempat.

“Hal ini sudah dilakukan di Bandung, Batam dan juga Makasar. Kita menginginkan agar hal ini tidak hanya di tingkat Nasional saja, akan tetapi juga Internasional, sehingga jumlah wisatawan dalam Negeri maupun luar Negeri terus meningkat,”harapnya.

Hidayati juga menyampaikan bahwa in flight magazine pada tahun depan juga sudah ada di maskapai penrbangan Thailand Airways. ”Kami sudah menghubungi pihak Garuda dan Sriwijaya, mereka bersedia. Dan Thailand Ariways juga sudah siap untuk mengadakanya, dan dimulai pada tahun depan. Sekarang, kita sedang melakukan berbagai persiapan,” jelasnya.

Selanjutnya Hidayati menegaskan, Disbudpar Prov Sumut selalu melakukan promosi wisata, agar wisata Sumatera Utara menjadi idola. Seperti saat ini, sudah banyak kunjungan wisatawan dari Malaysia, bahkan kunjungan wisatawan dari Makasar juga banyak yang berkunjung ke Danau Toba. “Selain Danau Toba, kita juga akan promosikan lokasi wisata yang lain, seperti Bahorok, dan juga lokasi wisata di Pantai Timur dan Kota Medan sendiri,” pungkasnya. (red)

Pilih Mana, Orang Utan atau Gajah?

Keterangan view river dari Hotel Heritage di Bukit Lawang. (foto : ist)

Bukit Lawang adalah nama tempat wisata di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Lokasi ini terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai, atau sekitar 80 km di barat laut Medan. Untuk menuju Bukit Lawang dari Bandara Kualanamu, perlu waktu sekitar empat jam. Adapun jarak Bukit Lawang dari Medan kurang lebih sekitar 85 km. Sedangkan dari Bandara Kualanamu ke kota Medan sekitar 32 km. Itu artinya, total jarak menjadi sekitar 117 km atau sekitar tiga jam perjalanan.

Wisata Bukit Lawang dikenal dengan icon orang utan. Ada beberapa destinasi wisata di Bukit Lawang, antara lain trekking, arung jeram, gua kelalawar (bat cave) dan jalan-jalan ke suatu perkampungan sambil melihat kegiatan masyarakat membuat gula merah. Di samping, ada satu objek lagi yang menarik, yaitu melihat kawanan gajah di Tangkahan.

Hal itu dikatakan Lias Maha, salah seorang guide lokal di Bukit Lawang kepada Jayakartanews. Lias bercerita, hampir rata-rata jika wisatawan asing (wisman) berkunjung ke Bukit Lawang memilih trekking. Malah ada yang sudah memiliki jadwal misalkan berkunjung tiga hari, kemudian para wisman bisa trekking over night. Hari pertama berangkat, menginap di hutan semalam, besoknya pulang. Ada juga yang berkunjung satu hari khusus untuk trekking melihat orang utan saja. Lama tinggal di hutan sekitar enam jam. Bahkan menurut Lias, ada yang minta dibuatkan itinerary untuk lima sampai tujuh hari.

Orang utan, icon wisata Bukit Lawang, Sumatera Utara. (foto: ist)
Objek wisata Tangkahan dengan icon gajah. (foto: ist)

“Pelayaan kami sampai ke jasa membawakan semua equipment yang mereka bawa. Dengan begitu, para wisman tidak perlu repot, dan bisa fokus menikmati alam,” jelas Lias.

Ia menambahkan tentang wet wild tracking di Bukit Lawang. Kebetulan ada dua sungai yaitu Sungai Bahorok dan Wampu. Untuk wet river bold itu di sungai wampu yang mana arus airnya lebih besar bukan seperti sungai di Bahorok hanya traditional rafting, seperti bannya diikat dan ini wisman dan wisatawan lokal bisa juga.

Selain itu ada jalan-jalan ke perkampungan di daerah perbatasan Bahorok yang jaraknya sembilan kilometer dari Bukit Lawang. Di sana ada penanaman organik tanpa chemical. “Kami (guide) bawa tamu selama tiga jam naik becak motor, mengunjungi pembuatan gula merah, melihat pemandangan tanaman padi, dan melihat aktifitas kehidupan atau kearifan lokal masyarakat setempat,” ujar Lias

Kemudian untuk perjalanan gua kelelawar (bat cave) jarak perjalanannya hanya setengah jam dari penginapan di Bukit Lawang. Para wisatawan nanti akan dibawa menelusuri lorong gua. Bisa juga kalau dikehendaki masuk lebih dalam yang ada unsur adventure. Lama kunjungan gua biasanya dua jam.

Perjalanan dari Bukit Lawang ke gua kelelawar jarak tempuh 30 menit dari hotel yang ada di Bukit Lawang dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Di Bukit Lawang itu kunjungan wisatawan lokal lebih banyak pada saat hari inMggu atau pada hari libur, tetapi kalau wisatawan asing itu ada bulan-bulan tertentu, misalkan Juni, Juli dan Agustus, saat high season. Bila pada musimnya tamu bisa mencapai ribuan orang, dominan asal Belanda bisa 40 sampai 50 persen.

Guide yang sudah mengeluti profesi itu selama 15 tahun ini berkeinginan agar informasi mengenai Bukit Lawang lebih dipromosikan oleh pemerintah.

Setelah Lias bercerita mengenai Bukit Lawang, kemudian ia bercerita tentang Wisata Tangkahan, tempat wisata yang terkenal dengan kawanan gajah sebagai iconnya. Lokasinya ada di antara dua desa yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang.

Jika datang dari Bandara Kualanamu menuju Wisata Tangkahan perlu waktu sekitar lima jam, Sedangkan dari kota Medan, sekitar empat jam. Dari Bukit Lawang jika naik mobil jeep hanya satu sampai dua jam perjalanan.

Wisata Bukit Lawang dan Tangkahan sama-sama ada sungainya. Hanya saja bedanya Bukit Lawang dikenal dengan icon orang utan, Tangkahan dikenal dengan gajah. Para pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan gajah, ikut memandikan misalnya.

Di kesempatan berbeda, Juli warga Medan mengatakan bahwa wisata Bukit Lawang sangat bagus, asri view river-nya. “Saya dan teman-teman akhir tahun 2017 pernah berkunjung ke Bukit Lawang, menginap dua malam, kami jalan sampai ke ujung melihat orang utan. Sayang kami tidak sempat ke Tangkahan padahal sudah dekat. Mudah-mudahan lain kali,” ujar Juli. (monang s)

Menikmati Danau Toba dari Taman Pinus

Kawasan Danau Toba banyak memiliki spot untuk menikmatinya. Salah satu spot adalah Sipinsur yang terletak di Desa Pearung, Kecamatan Peranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Untuk menjangkau Toba, dari Kota Medan bisa melalui dua jalur darat antara lain, via Parapat menuju Porsea lalu Balige kemudian Dolok Sanggu. Setelah Dolok Sanggul ada persimpangan, dari simpang tersebut masuk Sipinsur sekitar 20 menit. Satu rute lagi via Berastagi menuju Kabanjahe lalu ada simpang Sidikalang ke Dolok Sanggul.

Perlu diketahui, wisatawan juga dapat menggunakan jalur udara melalui bandara Silangit, lanjut ke Sipinsur. Waktu tempuh dari bandara Silangit ke Sipinsur hanya berkisar 25 menit. Saat ini, ada beberapa maskapai yang membuka rute, dari Jakarta ke Silangit, Halim ke Silangit atau sebaliknya. Maskapai Garuda, Citilink, Batik Air, dan Sriwijaya, juga ada. Sementara dari Kualanamu ke Silangit juga ada Wings Air. Kemudian dari Kuala Lumpur ke Silangit ada Air Asia.

Bagi yang memilih menginap di Sipinsur, memang belum tersedia hotel. Tetapi bisa menuju Balige, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. “Seperti tamu-tamu saya datang dari luar Sumatera Utara, misalkan dari Bandung, Jakarta, Yogya dan dari Kuala Lumpur, kami bawa jalan-jalan ke Huta Ginjang, yang memiliki spot view indah buat berfoto-foto. Seakan di awan,” ujar salah seorang pelaku pariwisata, Etty Tamba melalui telepon genggamnya kepada Jayakartanews.com, Kamis (13/12).

Etty melanjutkan perjalanan wisatanya ke ke Museum TB Silalahi untuk memperkenalkan budaya Batak. Di sekitar museum, wisatawan bisa melihat dari dekat proses tenun ulos. “Jadi para tamu di samping ditawarkan keindahaan alam Danau Toba juga diperkenalkan sejarah dan budaya. Guide kami sudah merancang itinerary dengan baik. Guide kemi berlisensi,” jelas Etty yang baru lima tahun menggeluti industri pariwisata ini.

Di sela pembicaraan Etty menjelaskan, beberapa hari lalu para pelaku pariwisata mengadakan even North Sumatera Travel Mart (NSTM) di Samosir dan dihadiri para agent travel berbagai daerah. Para agent dibawa ke Sipinsur dan salah satu agent dari Kalimantan, bertanya, “Apa highlight di Sipinsur ini? Kemudian saya jawab banyak, lalu saya jelaskan bahwa Danau Toba ini luas, jadi ada tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba, dan masing-masing memiliki keberagaman budaya, bahasa, adat istiadat,” ujar Etty. Setelah dijelaskan agen Kalimantan bilang bulan Januari 2019 nanti ada grup yang akan berkunjung ke Danau Toba sekitar 20 orang.

Kemudian Etty mengatakn menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, sekarang, harga tiket akan mengalami kenaikkan. Untungnya, tidak terlalu bermasalah bagi Etty. “Mereka sebagian tamu instansi yang sudah meng-arrange acara jauh-haru hari. Satu bulan bias empat kali tamu grup dari luar Sumatera Utara. Jumlah per grup rata-rata sepuluh orang,” tambahnya. (monang s)

Air Asia Tawarkan Tiket Murah Kuala Lumpur-Silangit

Bandara Silangit, memperpendek jarak mengunjungi Danau Toba. (ist)

Bak gayung bersambut. Upaya Pemprov Sumatera Utara, dalam hal ini Dinas Pariwisata mendatangkan wisatawan, ditangkap maskapai Air Asia dan maskapai penerbangan lain. Air Asia, yang membuka rute penerbangan langsung Kuala Lumpur – Silangit sejak 28 Oktober 2018, kini menawarkan tiket murah.

“Kami sukses menjadi maskapai pertama penerbangan ke Bandung. Maka kami ingin hal ini juga terjadi di Silangit dan Danau Toba yang memiliki keindahan dan potensi besar. Indonesia bukan hanya Bali,” ujar CEO Grup Air Asia, Tony Fernandes dalam peluncuran penerbangan AirAsia Kuala Lumpur-Silangit di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hadirnya rute Kuala Lumpur-Silangit oleh AirAsia ini, memudahkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, Thailand, China, India dan wisatawan Asia Tenggara lain mengunjungi Indonesia. Rute baru AirAsia ini hadir empat kali seminggu: Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

AirAsia menawarkan harga khusus dari Silangit ke Kuala Lumpur mulai dari Rp 100.000 untuk pemesanan di airasia.com dan aplikasi mobile AirAsia dari 28 Oktober 2018 hingga 29 Maret 2019.  “Semua destinasi prioritas harus punya bandara internasional, ini yang pertama yang kemudian terbuka aksesnya dengan adanya rute ini. Diharapkan nanti orang makin cepat mengenal Danau Toba,” ungkap Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Judi Rifajantoro,

Peluncuran Penerbangan AirAsia Kuala Lumpur-Silangit saat itu, dihadiri Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno, dan Staf Khusus Menteri Bidang Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Judi Rifajantoro, beserta CEO Grup AirAsia Tony Fernandes, Executive Chairman Grup AirAsia Berhad dan Co-Group CEO AirAsia X Datuk Kamarudin Meranun, dan CEO Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan.

Di kesempatan itu, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno berharap, hadirnya rute ini akan menjamin ketepatan waktu dan jaminan keteraturan sesuai jadwal yang memenuhi ketentuan penerbangan di Indonesia. Ia juga berharap potensi wisata Danau Toba dapat cepat berkembang dan dikenal luas ke seluruh penjuru dunia.

Judi mengatakan AirAsia merupakan kontributor terbesar dalam penerbangan yang membawa turis manca negara ke Indonesia. Bandara Silangit merupakan bandara terdekat, sekitar satu jam menuju Danau Toba yang masuk dalam “Sepuluh Bali Baru”. Sebelumnya, untuk menuju Danau Toba wisatawan hanya bisa melalui Jakarta-Medan dengan perjalanan darat Medan-Danau Toba sekitar enam jam. (monang s)

Ini Dia, Tips Jadi Pramuwisata Sukses

Pelatihan pramuwisata muda yang diselenggarakan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sumatera Utara. (foto: ist)

Pekerjaan menjadi pramuwisata atau guide sangatlah menyenangkan. Terlebih jika yang bersangkutan menyukai pariwisata. Sehari-hari berada di lokasi pariwisata, melihat keindahan alam, kekayaan budaya, dan aneka-ragam kuliner, dengan tamu yang berbeda-beda.

Untuk menjadi guide yang baik, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) senantiasa meningkatkan skill para anggotanya. Setidaknya itulah yang dilakukan DPD HPI Sumatera Utara, di bawah pimpinan Ketua Kus Endro. “Para pramuwisata harus memiliki knowledge. Ini mutlak. Karena itu, pramuwisata harus rajin mencari informasi, baik melalui media, atau datang on the spot agar mengetahui sejarah, budaya, dan hal-hal lain di balik sebuah objek wisata,” ujar Kur Endro, di Istana Maimun, Medan, baru-baru ini.

Selain knowledge, seorang pramuwisata juga harus memiliki skill. Skill terkait pengelolaan data informasi yang didapat untuk bisa disusun menjadi cerita menarik dalam bentuk story telling. Skill yang harus terus diasah, karena menyusun sebuah cerita menarik tentang sebuah objek wisata, tidaklah mudah. “Yang terakhir adalah soal karakter. Ini erat terkait dengan attitude. Seorang guide yang baik harus spontan dalam menyapa, memberi salam, menebar senyum, dan bersikap sopan,” tambahnya.

Kus Endro menegaskan, jika semua guide memperlakukan para wisatawan dengan memuaskan, maka wisatawan tersebut besar kemungkinan akan kembali lagi. Bukan hanya kembali, tetapi kembali lagi membawa teman-teman atau keluarganya. Itu artinya, peran guide juga cukup besar dalam ikut berkontribusi bagi datangnya wisatawan ke suatu objek wisata.

Guide adalah salah satu stakeholder pariwisata Indonesia, termasuk pariwisata daerah. Dalam kondisi negara menargetkan kunjungan satu juta wisatawan ke Sumater Utara pada tahun 2019, maka peran guide harus lebih optimal.

Di samping, tentu saja peran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan lainnya. Dan yang lebih penting adalah penambahan rute penerbangan langsung, seperti Bali (DPS) – Silangit (DTB), atau Bali (DPS) – Kualanamu (KNO), dengan begitu dipastikan akan mempermudah wisatawan asing yang datang ke Bali, melanjutkan perjalanan wisatanya ke Danau Toba atau Langkat.

Mestinya, hal itu bisa diwujudkan, mengingat bandara Silangit sudah banyak memiliki jadwal penerbangan saat ini. Antara lain Garuda, Silangit (DTB) – Jakarta (CGK), Jam 10.40 – 13.00 pulangnya CGK – DTB, Jam 7.35 – 9.35, kemudian Citilink, Silangit (DTB) – Halim (HLP), Jam 13.20 – 15.30 sebaliknya HLP – DTB, Jam 10.50 – 12.50, Batik Air, Silangit (DTB) – Jakarta (CGK), Jam 11.50 – 14.00 sebaliknya CGK – DTB, Jam 9.00 – 11.10 dan Sriwijaya, Silangit (DTB) – Jakarta (CGK), Jam 14.55 – 17.00 sebaliknya CGK – DTB, Jam 12.15 – 14.25 dan penerbangan Kuala Lumpur (KLIA) –  Silangit (DTB) pun sudah dibuka.

Lebih lanjut Kus Endro menambahkan, HPI sudah terbentuk di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara. Misalnya di Nias Selatan, Langkat, Tanah Karo, Samosir, Tobasa, dan Humbang Hasundutan. Jumlah keselurahn anggota ada 637 orang, termasuk Medan.

Terakhir, Kus Endro berpesan kepada para guide untuk meningkatkan skill atau kemampuan berbahasa asing. “Kuasai tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga bahasa Jerman, Spanyol, Prancis, Arab, Jepang bahkan Rusia. Bagaimana belajarnya, tergantung individu tersebut. Yang pasti, jika guide tidak mau belajar bahasa asing, akan rugi sendiri,” ujar Endro yang memuji seorang anggota HPI yang menguasai empat bahasa. (monang s)

Wisata Jemput Bola ala Danau Toba

Danau Toba yang indah. (foto: ist)

DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menganggap, sudah saatnya pengembangan wisata Danau Toba dilakukan dengan cara jemput bola. Begitu rekomendasi DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), sebagai salah satu stakeholder yang ada di Kabupaten Toba Samosir, melalui rapat konsolidasi di Hotel Toba Rose, Lumban Silintong, Balige, Senin (10/12).

Usaha jemput bola pun telah mereka rumuskan, antara lain melalui penerbitan lisensi pramuwisata serta paket tur unggulan Tobasa. Dalam kesempatan itu, St Sabaruddin Tambunan AMd, Ketua DPC HPI Tobasa menyampaikan, pembinaan objek wisata dengan cara jemput bola sudah saatnya dilaksanakan.

Kerjasama dengan pemerintah kabupaten dalam hal regulasi sebagai payung hukum HPI dalam menjalankan profesi dalam waktu dekat harus dilaksanakan. Selain itu, lanjutnya, tindak lanjut pembenahan objek wisata serta tugas pramuwisata dalam melayani wisatawan yang berkunjung ke daerah itu diharapkan dapat menjadi prioritas.

“Supaya kita bisa berkembang, paket wisata harus segera kita tawarkan. Gambaran akan tour yang sudah kita laksanakan tentunya dapat dijadikan bahan yang harus dikuasai untuk dibawakan dalam tour”, terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPC HPI Tobasa Patrick Lumbanraja. Menurutnya, berbagai hal yang dianggap penting, selanjutnya akan disampaikan secara resmi kepada pemerintah kabupaten. “Melalui pembahasan kita kali ini, kita dapat menyampaikan keanggotaan HPI dan guide lokal untuk objek objek wisata yang ada di daerah kita,” terangnya.

Pada akhir pertemuan, Sabaruddin mengharapkan seluruh anggota HPI dapat mempersiapkan diri dalam menyambut kunjungan wisatawan ke daerah itu untuk mensukseskan pengembangan pariwisata Toba Samosir. “Marilah bersatu padu untuk memajukan HPI Tobasa, marilah kita perjuangkan dan tetap semangat,” pungkasnya. (monang s)

Jajaran Pulau Indah di Sibolga

Pulau Mursala. (Foto: Ist)

Ada sedikitnya 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Setiap daerah, memiliki tempat wisata yang eksotik. Ada daerah dengan keindahan alam, eksotisme budaya dan sejarah, wisata religi, dan lainnya.

Salah satunya adalah Kota Sibolga. Sebuah daerah yang terletak di pantai barat pulau Sumatera, membujur sepanjang utara ke selatan dan berada pada kawasan Teluk Tapian Nauli. Kota ini dikenal dengan sebutan “negeri berbilang kaum”. Kota yang dianugerahi Tuhan keindahan alam yang luar biasa.

Jarak antara Kota Sibolga dan Kota Medan sekitar 350 km, dan bisa ditempuh perjalanan darat sekitar deapan jam lamanya. Sibolga sudah terhubung dengan beberapa kabupaten/kota di Sumut, antara lain Medan, Pakkat, Tarutung, Padang Sidempuan. Sibolga juga bisa diakses melalui bandar udara Dr Ferdinand Lumban Tobing yang berada di Tapanuli Tengah (Tapteng).

Dan ada dua rute yakni, pertama dari/ke Kualanamu (KNO) – Sibolga (FLZ), IW 1256, pukul 10.10 – 11.00, kemudian baliknya Sibolga (FLZ) – Kualanamu (KNO), IW 1259, pukul 08.55 – 09.40, yang kedua Jakarta (CGK) – Sibolga (FLZ) transit Medan dengan Batik Air dan Lion Air. Sibolga memiliki pelabuhan laut yang merupakan tempat penyeberangan menuju Pulau Nias dan kota-kota pesisir barat Sumatera lainnya.

Jadi jika berkunjung ke Kota Sibolga, banyak tempat yang dapat didatangi. “Ada Pulau Mursala, Poncan yang dari dermaga wisata indah hanya 15 menit menggunakan speed boat. Di situ juga ada hotel, fasilitas–fasiltas permainan air telah tersedia, misalnya banana boat. Pantai Kalangan, Pulau Pandan juga sering saya kunjungi. Pantai Bosur yang saat ini sedang ramai-ramainya dikunjungi, ada tempat-tempat yang telah disediakan untuk pengunjung jika datang bersantai menikmati alamnya sambil bakar ikan. Dan masih banyak lagi. Jika menggunakan pesawat dari Medan ke Sibolga hanya sekitar 45 menit,” ujar Vera Hutagalung kepada Jayakartanews. Vera adalah warga Sibolga yang sudah berdomisili di Medan. (monang s)

Jadwal Penerbangan Kualanmu (KNO) – Sibolga (FLZ), 12 Desember 2018.

Gunung Sitoli Primadona Baru Wisata Sumut

Wisata Gunung Sitoli, Sumatera Utara makin banyak dikunjungi wisatawan. Ombak tinggi, pantai-pantai eksotik, serta budayanya yang khas.

Sudahkah Anda merencanakan Liburan Natal dan Tahun Baru sebentar lagi? Tak salah, jika memasukkan Sumatera Utara sebagai pilihan. Teramat banyak objek wisata yang akan membekaskan kenangan sepanjang masa.

Selain Danau Toba yang legend, objek wisata seperti Gunung Sitoli Nias, belakangan menampakkan peningkatan animo kunjungan yang sifnifikan. Terlebih, industry maskapai penerbangan kita sangat mendukung peningkatan turisme di Sumatera Utara.

Seperti hal yang bisa dilihat pada  gambar, Jadwal Penerbangan Pesawat Wings dari Kualanamu (KNO) Gunung Sitoli (GNS) untuk hari Rabu, 12 Desember, ada empat kali penerbangan langsung setiap harinya, dan satu kali transit Padang, mulai keberangkatan dan tiba, antara lain IW 1266, Jam 08.55 – 09.55, IW 1248 Jam 10.15 – 11.15, IW 1262 Jam 11.40 – 12.40, IW 1260 Jam 14.25 – 15.25. Dan Kualanamu – Padang, JT 231 Jam 06.30 – 07.40 kemudian lanjut dari Padang ke Nias, mengunakan Wings IW 1246, jam 13.05 – 14.15.

Dan tampak di gambar bahwa warna merah berarti keadaan seat pesawat sudah penuh. Bagi yang akan berlibur tanpa persiapan tiket tentu akan mengalami kendala, mendapatkan tiket dan kemungkinan hari berikutnya yang akan dicari, besar kemungkinan harga juga akan mahal. Transportasi udara menuju Nias, dari Bandara Kualanamu dan Bandara Minangkabau Padang.

Semakin banyak orang yang mengetahui Gunung Sitoli (Nias) dengan tempat-tempat tujuan wisata yang sangat indah. Sebut saja Sorake dan Lagundri, yang memiliki ketinggian ombak sekitar 30 meter. Belum lagi pantai Toyolawa, Tureloto, dan lainnya. Di samping, ada juga rumah adat yang menarik serta budaya yang sangat eksotik. Satu di antarnaya adalah Tradisi Lompat Batu.

Jadi, tunggu apa lagi? (monang s)

Gambar di atas adalah data penerbangan rute Gunung Sitoli (GNS) – Kualanamu (KNO) di tanggal yang sama (12 Desember 2018), dalam keadaan tiket habis (sold out).

The Singhasari Resort Raih “Indonesia Leading Mice Venue”

Ajang penganugerahan penghargaan Indonesia Travel & Tourism Award 2018.

The Singhasari Resort & Convention merupakan resort pertama yang berbintang lima di Jawa Timur, yang siap menawarkan perpaduan antara budaya Indonesia dan modern. Di sana tersaji mulai dari tradisi, keindahan serta gaya hidup, sesuai namanya mengambil konsep tradisional resort, namun dipadukan dengan unsur modern kontemporer.

The Singhasari Resort Batu mendapatkan penghargaan pada 9th Annual Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) 2018 yang diselenggarakan ITTA Foundation yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia. Dan The Singhasari Resort Batu menerima penghargaan Indonesia Leading MICE Venue, secara langsung diterima Rusamaidi Fetra, General Manager The Singhasari Resort Batu di Jakarta, Jumat (7/12)

Aditya Kurniawan, Public Relation The Singhasari Resort Batu, mengatakan pemenang dari penghargaan ini ditentukan oleh voting online dan keputusan dewan juri senior melalui beberapa tahap penilaian. Salah satunya fasilitas yang dinilai juri sangat memuaskan adalah meeting room dan event venue, The Singhasari Resort merupakan resort bintang lima di Kota Wisata Batu, dengan berbagai macam fasilitas yang sangat lengkap serta didukung dengan kualitas pelayanan yang memuaskan.

Misalkan dari Free Shuttle to Batu Interest Point, fasilitas yang diberikan kepada semua tamu kemudian fasilitas olah raga seperti Tennis and Basket ball court, Minigolf dan Gym Center, lalu fasilitas hiburan keluarga seperti Kids Club, Game Zone, Movie Theater, Swimming pool, Jaccuzi, Sauna, Biliard, Table Tennis, Flying Fox dan tentunya ada juga Fasilitas Spa dengan beraneka ragam pilihan terapi tradisional.

Dan The Singhasari Resort Batu juga mempunyai berbagai jenis meeting room dan event venue yang mendukung keperluan bisnis meeting, gala dinner, konferensi dan perayaan spesial seperti ulang tahun maupun pernikahan. Mempunyai Convention Hall terbesar se-Jawa Timur dengan kapasitas hingga 6000 orang dan didukung oleh staf professional. The Singhasari Resort Batu akan membantu dalam mewujudkan acara yang sukses dan berkesan.

Di umur Singhasari Resort yang keenam tahun ini, tentunya banyak sekali peningkatan setiap tahunnya. Sesuai visi The Singhasari Resort ‘‘Starts from The Singhasari we will be known and lead globally“. Berkembang dari visi tersebut, perlahan namun pasti The Singhasari bisa menempatkan diri di Industri Perhotelan,

Penghargaan ini menegaskan kembali komitmen The Singhasari Resort Batu untuk memuaskan tamu dengan keramahan yang sangat baik. Dengan mendapatkan berbagai penghargaan tersebut kami berkomitmen untuk menjadi Resort yang lebih baik lagi dan tetap menjaga kualitas dari pelayanan hotel yang sesungguhnya dan penghargaan ini juga menjadi motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi sehingga The Singhasari Resort lebih dikenal sesuai dengan visi dari The Singhasari Resort.

General Manager The Singhasari Resort, Rusmaidi Fetra (tengah) dengan penghargaan yang diterimanya.

Sekadar diketahui, sesuai namanya, “The Singhasari Resort mengadaptasi setiap konsep desain dan unsur dari Kerajaan Singhasari. Mulai dari detail bangunan eksterior hingga penamaan nama meeting room dengan nama-nama raja kerajaan Singhasari di masa lampau. Budaya Jawa sangat kental dirasakan di Singhasari, penggunaan frasa Sugeng Enjing, Sugeng Siang dan Sugeng Ndalu menjadi ciri khas service culture kami. Selain itu, budaya jawa juga kami angkat dalam setiap promo. Promo F&B khususnya, kami sering mengangkat kekayaan lokal sebagai daya tarik, salah satu contohnya kami mempunyai Rijstafel Dinner, The Ajisaka Buffet Dinner, Singhasari Night Market dan Sega Sesarengan,” jelas Rusmaidi Fetra kepada Jayakartanews melalui WhatShap, Senin (10/12).

Kemudian lanjut Fetra menambahkan penilaian ITTA itu dibagi menjadi beberapa aspek penilaian. Penilaian yang pertama adalah online voting di media sosial kemudian penilaian oleh juri dari Binus. Pada tahap penilaian yang kedua ini, business review menjadi tolok ukur untuk menentukan pemenangnya.

Selanjutnya, semua fasilitas tamu, guest review, meeting room, pelayanan, kebersihan dan berbagai aspek penting pelayanan hotel dinilai oleh tim ahli dari ITTA. The Singhasari Resort Batu memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada tamu semaksimal mungkin, sesuai dengan core value dari The Singhasari, hal inilah yang menjadikan The Singhasari sebagai pemenang dalam ajang ini. (monang s)

General Manager The Singhasari Resort, Rusmaidi Fetra saat menerima penghargaan Indonesia Leading MICE Venue yang diserahkan oleh Mr. Didin Junaedi selaku Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.

Ternyata Moskow Macet Seperti Jakarta, Kereta Bawah Tanah Jadi Favorit

Moscow Metro Station–foto istimewa

Kalau Anda berwisata di kota Moskow Rusia menggunakan moda transportasi umum, maka  salah satu pilihan terbaik adalah kereta bawah tanah yang bernama Metro Moskow.

Mengapa memilih Metro Moskow? Karena lalu lintas Kota Moskow macetnya bukan main. Mirip-mirip Jakarta. Maklum saja, kota itu adalah Ibukota negara Federasi Rusia sekaligus sebagai pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains. Tak heran kalau kota itu sibuk sekali. Khususnya pada pagi  dan sore hari, yakni jam berangkat kerja dan jam pulang kerja selalu terjadi kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama kota Moskow.

Potret kemacetan lalu lintas di Moskow–foto id.rbth.com

Menurut data yang dilansir INRIX, sebuah perusahaan pengelola data lalu lintas, Moskow adalah kota nomor dua termacet di dunia, setelah Los Angeles, AS. Menurut laporan itu, seorang pengemudi di Moskow menghabiskan 91 jam dalam lalu lintas tahun lalu, atau sekitar 26% dari total waktu mengemudi. Pada jam sibuk, warga Moskow menghabiskan 34% dari waktu mereka terjebak dalam kemacetan.

Sebenarnya, berbagai upaya mengurangi kemacetan lalu lintas di kota Moskow sudah dilakukan. Namun belum membawa hasil yang diharapkan. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena para pengguna jalan belum siap berhenti mengendarai mobil dan menggunakan transportasi umum. Untuk diketahui jumlah penduduk kota Moskow  adalah 12.380.664 jiwa yang merupakan campuran dari sekitar 130 bangsa.

Mengutip  id.rbth.com, Setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991, masyarakat Rusia mulai membeli mobil pribadi secara massal, yang berdampak yang sangat buruk pada arus lalu lintas. Kemacetan di Moskow saat ini sangat parah.

Kepala Pusat Kajian Transportasi di Perguruan Tinggi Ilmu Ekonomi Konstantin Trofimenko menjelaskan, selama 1992-2010 pemerintah Moskow berupaya memecahkan kepadatan lalu lintas dengan mengembangkan jaringan jalan.

Pada tahun 1990-an, Jalan Lingkar Moskow (MKAD) yang mengelilingi kota itu diperbesar dan Jalur Lingkar Transportasi Ketiga (TTK) pun dibangun. Namun ternyata, jumlah mobil terus melampaui laju pembangunan jalan baru. Masalah lalu lintas Moskow menjadi salah satu alasan mantan Walikota Moskow Yury Luzhkov mengundurkan diri.

Cantiknya Stasiun Metro Moskow–foto regent-holidays.co.uk

Dengan sekelumit paparan di atas bisa dibayangnya betapa macetnya kota tersebut. Karenanya wisatawan yang datang ke kota yang pernah menjadi ibukota Ketsaran Rusia, disarankan menggunakan kereta bawah tanah ‘Metro Moskow’ ketimbang terjebak kemacetan berjam-jam di jalan.

Layanan kereta Metro Moskow menghubungkan berbagai wilayah di Kota Moskow dengan sebagian besar rel ada di bawah tanah, kecuali jalur rel yang melewati Sungai Moskow dan Sungai Yauza. Ada 14 jalur kereta Metro Moskow, termasuk satu jalur melingkar sepanjang sekitar 20 kilometer yang menghubungkan semua jalur.

Stasiun Metro Moskow–fsumber foto tripadvisor.com

Sebagai wisatawan yang baru berkunjung ke Moskow dan akan menggunakan kereta Metro Moskow, memang agak mengalami kesulitan, terutama dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat, baik petugas kereta maupun masyarakat pengguna jasa kereta, karena hampir seluruhnya hanya menggunakan bahasa lokal, tidak berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.

Sebagai orang baru pengguna jasa kereta Metro Moskow, terasa rumit, karena stasiunnya cukup banyak dan jalurnya juga cukup banyak yakni ada 14 jalur. Apalagi, petunjuk di stasiun-stasiun umumnya beraksara Rusia.

Menggunakan jasa kereta Metro Moskow harga tiketnya terhitung murah, yakni 55 ruble atau Rp12.650 dalam sekali perjalanan. Tiket kereta Metro Moskow ada tiket berlangganan dan ada tiket harian berbentuk kartu elektronik yang disentuhkan di pintu masuk menuju ke peron.

Kita tidak perlu menunggu terlalu lama di peron, karena dalam waktu beberapa menit kereta akan datang, pintu terbuka, penumpang turun dan naik, pintu tertutup, dan kereta berjalan lagi.

Stasiun kereta bawah tanah di Moskow meskipun berada di bawah tanah sekitar 30-40 meter, tapi tidak begitu terasa pengap karena dilengkapi kipas angin. Konstruksi bangunan dan interior juga tampak kokoh dan artistik. Ada dinding peron yang dihiasi gambar-gambar relief dan lukisan. Ada juga di peron yang dilengkapi oleh patung-patung tentara atau pejuang Rusia. Di peron stasiun juga bersih, tidak ada sampah, dan tidak ada pedagang kaki lima.***/ebn