4 Tempat Terbaik untuk Mendapatkan Pemandangan Danau Toba Secara Menyeluruh

JAYAKARTA NEWS – Sebagai salah satu tempat wisata terbaik di Sumatra Utara, pemandangan Danau Toba sangatlah indah. Tetapi memang agak sulit mendapatkan pemandangan keseluruhan karena ukuran Danau Toba yang begitu luas.

Untuk mendapatkan gambar Danau Toba yang instagramable, pengunjung perlu menemukan spot yang tepat.

Dikutip dari Rilis BUMN, Sabtu (2/12/2023), berikut rekomendasi tempat terbaik untuk mendapatkan pemandangan Danau Toba yang instagramable.

Bukit Holbung
Bila ingin mengambil keseluruhan gambar Danau Toba, bisa pergi ke Bukit Holbung. Lokasinya tidak terlalu jauh dari danau.

Untuk sampai ke puncak, pengunjung perlu trekking sekitar 15-20 menit dari tempat parkiran.

Bukit Holbung dikenal juga dengan nama Bukit Teletubbies karena terdiri atas beberapa bukit dan hamparan padang rumput luas.

Tepat di puncak bukit terlihat dengan jelas pemandangan Danau Toba yang cantik.

Sejak tahun 2016 tempat ini sudah dirapikan dan sering jadi tempat berkemah juga.

Bukit Holbung buka 24 jam. Harga tiket masuk Rp10.000.

Huta Ginjang
Huta Ginjang adalah salah satu spot terbaik untuk memotret Danau Toba. Huta dalam Bahasa Batak artinya kampung dan Ginjang artinya atas.

Kata ‘atas’ sesuai dengan lokasinya yang berada pada ketinggian 1.555 mdpl.

Untuk sampai ke tempat ini pengunjung harus melewati hutan pinus. Jalurnya sudah tersedia dan cukup mudah dicapai dengan jalan kaki.

Setibanya di puncak, tersedia tempat khusus untuk menatap langsung pemandangan Danau Toba.

Di tempat ini juga tersedia teropong untuk melihat lebih jelas Danau Toba. Bisa juga mencoba permainan gantole.

Menara Pandang Tele Samosir
Di tengah Danau Toba ada pulau kecil yang tak kalah cantik yaitu Pulau Samosir.

Di pulau ini ada satu menara pandang yang bisa menyuguhkan pemandangan Danau Toba.

Untuk sampai ke tempat ini pengunjung harus menyeberangi dulu Pulau Samosir dengan kapal kecil.

Menara pandang ini berada pada ketinggian 25 meter dengan tiga tingkat yang berbeda-beda.

Menara Pandang Tele Samosir buka setiap hari dari jam 06.00 sampai 24.00 WIB.

Harga tiket masuk Rp7.000.

Paropo
Desa Paropo lokasinya di tepian Danau Toba. Tepatnya di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Karena sangat dekat dengan danau, desa ini jadi spot paling instagramable untuk mengabadikan keindahan danau.

Selain bisa memuaskan diri untuk berfoto-foto, Paropo juga cocok untuk sebagai tempat wisata keluarga.

Di sini tersedia fasilitas untuk memancing atau berkemah.

Karena udara yang sejuk dan keindahan alamnya, Paropo sering disebut sebagai Ranu Kumbolo-nya Sumatra Utara.

Tiket masuk ke tempat ini Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp15.000 untuk akhir pekan.***/mel

Jelajahi Surga Tersembunyi di Lampung Selatan

JAYAKARTA NEWS – Mengunjungi Pantai Pasir Putih di Lampung Selatan adalah seperti memasuki dunia yang terpisah dari keramaian kota. Terletak sekitar 20 KM dari Bandar Lampung, pantai ini adalah salah satu daya tarik wisata di Lampung dan tujuan terdekat yang hanya memerlukan sekitar 20 menit dari pusat kota. Namun, begitu Anda sampai di sana, Anda akan merasa seolah-olah telah tiba di surga tersembunyi.

Pantai Pasir Putih menawarkan pemandangan yang memukau dari laut berkilauan dan pantai berpasir putih bersih yang halus. Anda akan segera terpikat oleh keindahan alam yang masih asri di sini.

Tidak jauh dari pantai, tersedia tempat penampungan, toilet, ruang istirahat, dan penyewaan perahu motor sebagai fasilitas bagi para pengunjung. Pantai ini selalu ramai saat liburan dan menjadi salah satu tempat favorit. Di sini, Anda bisa melepaskan segala kepenatan sambil berenang dan berlayar ke Pulau Condong.

Anda dapat menyewa perahu dari Pantai Pasir Putih dan bersenang-senang di pulau tersebut. Bagi yang ingin menikmati kehidupan bawah laut, Anda bisa naik perahu ke Pulau Bule. Di sana, Anda akan menemukan terumbu karang berwarna-warni dan ikan badut di bawah air yang dapat dilihat melalui kotak kaca, alat tradisional yang digunakan oleh para nelayan untuk menangkap lobster.

Pantai Pasir Putih terletak di Jalan Raya Trans Sumatra, Tarahan, Lampung, dan dapat diakses dengan berbagai jenis kendaraan dan transportasi umum. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan dimulai dari Bandar Lampung, sekitar 35 menit. Sedangkan jika Anda menggunakan transportasi umum, Anda bisa mengambil rute langsung dari Lampung ke Pantai Pasir Putih.

Setelah sampai di lokasi, Anda akan terpesona oleh pemandangan megah dari tempat ini. Ada biaya masuk sebesar Rp. 20.000/orang yang harus dibayarkan. Pantai Pasir Putih menampilkan gabungan air laut biru dan hijau yang dihiasi dengan pasir pantai putih halus di sepanjang pantai. Nuansa teduh di sekitar pantai juga memukau; ada pepohonan yang berdiri kokoh di sekitar pantai, menambah suasana yang menyegarkan di tengah sinar matahari yang terik.

Pantai Pasir Putih Lampung terletak di Kecamatan Katibung, Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Pantai ini menawarkan pemandangan pantai yang masih alami dan merupakan destinasi liburan yang cocok untuk keluarga, baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Kawasan Pantai Pasir Putih Lampung adalah tempat yang indah yang masih alami. Pantai dengan pasir putih yang luas, air laut yang biru, dan pohon kelapa sebagai peneduh menciptakan daya tarik yang selalu memikat untuk mengisi liburan Anda. Di sini, Anda juga dapat melihat kehidupan para nelayan setempat, yang banyak mencari nafkah sebagai nelayan. Wisatawan juga akan menemukan keramba ikan yang digunakan oleh nelayan setempat. Jangan lupa untuk menikmati matahari terbenam yang indah, mirip dengan pantai-pantai di Bali.

Pantai Pasir Putih Lampung memiliki terumbu karang dan ekosistem laut yang masih terjaga. Selama menjelajahi tempat ini, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkeling, berselancar, dan naik kano. Disarankan untuk menjelajahi pantai ini sebelum sore hari karena kawasan ini cukup ramai dengan pengunjung yang datang baik untuk berlibur maupun menuju pulau terdekat.

Pantai Pasir Putih Lampung adalah salah satu keindahan alam yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Lampung. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam yang masih alami dan eksotis di Pantai Pasir Putih Lampung. [sm]

HOLEO, Mini Golf Bertema 4 Musim

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – HOLEO Golf & Museum muncul sebagai angin segar bagi industri hiburan dan pariwisata. HOLEO Golf & Museum menghadirkan sejumlah inovasi yang menarik, yaitu mini golf bertema 4 musim dan museum dessert yang menggemaskan.

Selain seru untuk bermain, HOLEO juga seru untuk menggelar berbagai acara, seperti networking night dan acara korporat. Ini dia 5 alasan mengapa HOLEO Golf & Museum adalah destinasi seru untuk bermain dan menggelar berbagai acara!

Pertama, arena mini golf pertama di Indonesia yang memiliki 18 hole.

HOLEO Golf & Museum yang berlokasi di Jl. Cilamaya No.3, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat ini hadir sebagai wahana permainan mini golf pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki 18 hole dengan tema 4 musim yang memanjakan mata. Keempat musim tersebut, yaitu spring, summer, fall, dan winter. Keempat musim tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti bunga, dedaunan, igloo, dan ombak.

Kedua, pernah menghadirkan konsep “Golf by the Sea” dan “Glow in the Dark Golf”

Selain HOLEO Golf & Museum yang terletak di Cideng, HOLEO juga pernah membuka Pop-Up Mini Golf di COVE Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dengan konsep “Golf by the Sea”, yakni mini golf 9 hole yang mengasyikkan dengan pemandangan tepi laut yang indah dan bermain mini golf dengan konsep “Glow in the Dark” di malam hari.

Ketiga, bisa untuk menggelar berbagai acara

HOLEO Golf & Museum ternyata tidak hanya seru untuk bermain saja. Di sini, kamu juga bisa menggelar sejumlah acara mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Salah satu acara yang pernah digelar di HOLEO adalah sebuah seminar yang bertajuk “Entrepreneurship, Family Business, and Venture Capital” pada 8 September 2023 dengan narasumber Prof. David Choi, Conrad N. Hilton Chair of Entrepreneurship at Loyola Marymount University & Andrew Fielding, seorang investor dan entrepreneur yang berbasis di Los Angeles.

Di acara tersebut, Prof. David Choi dan Andrew Fielding membahas seputar perkembangan Artificial Intelligence di Asia Tenggara, seluk-beluk edukasi kewirausahaan di Loyola Marymount University, dan perkembangan kewirausahaan di Asia Tenggara dan Amerika Utara. HOLEO adalah tempat mini golf yang juga bisa digunakan untuk berbagai acara, seperti acara korporat dan networking night.

Keempat, ingin menyajikan alternatif hiburan baru yang disruptif dan inovatif

Selain menyajikan arena mini golf dan museum dessert, HOLEO juga turut memberdayakan lahan tak produktif untuk memberikan alternatif hiburan baru bagi masyarakat. “Di HOLEO, kami memanfaatkan lahan yang tak terpakai menjadi sarana hiburan yang disruptif dan inovatif. Berpusat dan beroperasi di Jakarta, Indonesia, industri hiburan saat ini sangat siap untuk inovasi.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO.

Kelima, harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum dan HOLEO Pop-Up Mini Golf Untuk kamu yang tertarik mengunjungi HOLEO, berikut ini rincian harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum:

Weekdays:

Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 80k
Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam) 80k
All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 129k
Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 179k

Weekends:

Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 90k
Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam): 90k
All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 149k
Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 199k

Kehadiran HOLEO Golf & Museum diharapkan menjadi referensi utama sarana rekreasi yang menyenangkan bagi seluruh warga Jakarta dan dapat menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan selama bermain dan menggelar acara di HOLEO.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi media contact kami: WhatsApp: 081299955088, Email: hello@holeomuseum.com. (pr)

Google Flights Luncurkan Fitur Baru yang Bantu Anda Cari Tahu Kapan Waktu Termurah untuk Beli Tiket Pesawat

JAYAKARTA NEWS – Google Flights memperkenalkan fitur baru untuk membantu para pelancong menjawab pertanyaan abadi mereka: “Apakah harus membeli tiket penerbangan sekarang saya atau menunggu dan berharap harga turun?”

Perusahaan teknologi yang dirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini, telah lama memberikan wawasan kepada pengguna tentang apakah tarif pesawat yang mereka lihat adalah rendah, biasa, atau tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga historis untuk rute tertentu.

Sekarang, Google memberikan data kepada pengguna tentang kerangka waktu mana yang secara tradisional paling murah untuk rute yang mereka cari sehingga para pelancong dapat membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi tentang pemesanan mereka.

“Pengetahuan ini bisa memberi tahu Anda bahwa waktu terbaik untuk memesan perjalanan serupa biasanya dua bulan sebelum keberangkatan, dan Anda saat ini berada dalam momen yang tepat. Atau Anda mungkin mengetahui bahwa harga biasanya turun mendekati waktu keberangkatan, sehingga Anda memutuskan untuk menunggu sebelum memesan,” kata Google dalam sebuah pernyataan. “Dengan cara apa pun, Anda dapat membuat keputusan itu dengan rasa percaya diri yang lebih besar.”

Bagaimana Fitur Baru Google Flights Bekerja

Bayangkan Anda ingin terbang dari Jakarta ke New York untuk akhir pekan Hari Buruh (periode yang biasanya melihat tingkat perjalanan tinggi).

Setiap tahun, jutaan orang memulai perjalanan, baik untuk bisnis maupun rekreasi. Setelah beberapa tahun bandara yang kurang ramai akibat pandemi, Asosiasi Transportasi Udara Internasional melaporkan bahwa jumlah penumpang sekarang hampir sama dengan sebelum pandemi.

Namun, sudah ada sejumlah hari yang telah melampaui tingkat pra-pandemi, dan sebagian besar dari mereka terjadi tepat sebelum atau setelah liburan.

Ambil contoh Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Pada tahun 2023, AAA memproyeksikan bahwa 4,17 juta orang terbang selama periode liburan 4 Juli, melebihi rekor perjalanan udara sebelumnya sebesar 3,91 juta pelancong, yang ditetapkan pada tahun 2019. Demikian pula, TSA mencatat jumlah penumpang rekor pada hari Minggu setelah Thanksgiving pada tahun 2022, dengan lebih dari 2,56 juta penumpang.

Menurut TSA, hari-hari perjalanan tersibuk dalam setahun biasanya adalah Selasa dan Rabu sebelum Thanksgiving serta Minggu setelah Thanksgiving. TSA mencatat volume pemeriksaan penumpang tertinggi dalam sejarahnya pada Minggu setelah Thanksgiving pada tahun 2019, ketika hampir 2,9 juta penumpang melewati pemeriksaan TSA. Tetapi Thanksgiving dan Natal bukan satu-satunya waktu di mana kita dapat mengharapkan bandara yang ramai. Berikut adalah hari-hari perjalanan tersibuk dalam setahun. (sm)

Prasasti Nawa Bhakti Satya Jadi Spot Foto Favorit Pendaki Gunung Arjuno

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Prasasti Nawa Bhakti Satya yang ada di puncak Gunung Arjuno menjadi salah satu spot foto favorit bagi para pendaki. Bahkan, banyak para pendaki yang mengunggahnya di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan agar para pendaki selalu menjaga alam dan melestarikan lingkungan gunung.

“Prasasti Nawa Bhakti Satya di puncak gunung arjuno jadi salah satu spot foto favorit bagi pendaki gunung arjuno, cantik sekali memang, seperti negeri di atas awan, silahkan nikmati keindahannya jangan lupa jaga alamnya,” terang Gubernur Khofifah di tengah kunjungan kerjanya di Inggris, Sabtu (26/8/2023) seperti dirilis oleh Biro Adpim Prov Jatim.

Khofifah menjelaskan Gunung Arjuno yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kab. Malang dan Kab. Pasuruan ini berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Menurutnya, Gunung Arjuno memang menawarkan pemandangan yang indah, maka tak heran banyak pendaki menjadikan sebagai tujuan pendakiannya.

“Di sana memang indah, saat sampai di puncak, kita bisa melihat panorama indah luar biasa, apalagi saat cuaca cerah kita bisa swafoto dengan latar gumpalan awan, jadi seperti negeri di atas awan,” ucapnya.

Khofifah menambahkan, luasnya hutan yang membentang dan eloknya perbukitan di sekitanya bisa menjadi penghilang penatnya pendakian. Ketika sore keindahan langit saat matahari terbenam juga bisa dinikmati dari puncak ogal agil di ketinggian 3.339 mdpl ini.

“Mau pagi atau sore, puncak Arjuno tetap menawarkan pesona indah, dan prasasti Nawa Bhakti Satya ada di spot yang memang paling menarik untuk kita mengabadikan momen,” katanya.

Selain menawarkan keindahan, Gunung Arjuno juga merupakan cagar biosfer di kawasan Bromo Tengger Semeru dan Arjuno yang bahkan telah ditetapkan oleh Unesco tahun 2015. Gunung tertinggi kedua di Jatim ini juga menyimpan nilai sejarah.

Di sepanjang jalur pendakiannya, ada berbagai situs bersejarah dan petilasan. Diantaranya Goa Antaboga, Sendang Dewi Kunti, Arca Semar Moksa, Punden dan Arca pertapaan Dewa Wisnu, dan Candi Semilar yang tersusun dari 9 arca penjaga dan 5 arca pandawa.

Untuk itu, Gubernur Khofifah berpesan agar para pendaki juga harus tetap menjaga kebersihan dan keindahan di sana. Karena baginya mencintai alam tidak hanya dibuktikan dengan mampu mendaki sampai puncak saja tetapi bagaimana upaya untuk menjaga alam tetap bersih dan lestari.

“Dijaga kebersihannya, tidak mencoreti bebatuan yang ada di sana, tidak membuang sampah sembarangan, bekal yang kita bawa saat naik ke puncak jangan sampai ada yang tertinggal saat kembali turun, sisa makanan atau bungkusnya harus kita bawa turun kembali,” pesannya.

Sebagai informasi, Prasasti Nawa Bhakti Satya adalah sebagai penanda puncak Gunung Arjuno yang setahun lalu dibawa oleh Tim Ekspedisi 77 saat menjalankan misi pengibaran bendera merah putih pada peringatan HUT ke-77 tahun 2022 yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, mereka dilepas oleh Gubernur Khofifah dari Gedung Negara Grahadi untuk menjalankan misi tersebut.

Tim 77 ini beranggotakan 7 elemen masyarakat yang terdiri dari unsur perempuan, ASN, Pramuka, media, pelaku wisata, mahasiswa pecinta alam dan unsur relawan mengobarkan semangat kemerdekaam di Puncak Arjuno.

“Setahun lalu saya melepas tim ekspedisi 77 dari Grahadi, mereka mengibarkan bendera di puncak Arjuno, juga menanam 77 bibit pohon Cemara gunung, karena misinya waktu itu adalah semangat kemerdekaan dan kebangsaan melalui semangat cinta lingkungan,” ungkap Khofifah.

Saat ini, prasasti ini telah menjadi ikon pendakian Gunung Arjuno dan telah manjadi daya tarik para pendaki untuk mengabadikan momen kebahagiaan setelah melalui perjalanan pendakian gunung yang cukup melelahkan.

Tidak hanya sekedar prasasti, tulisan Nawa Bhakti Satya mengandung makna yang sangat berarti bagi masyarakat Jawa Timur. Nawa Bhakti Satya merupakan 9 program kerja Gubernur dan Wagub Jawa Timur yaitu Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah dan Jatim Harmoni.

“Semoga prasasti ini menjadi lambang masyarakat Jatim menuju Puncak Kesuksesan melalui program kerja Nawa Bhakti Satya,” tutupnya. (poedji)

Taman Mini Indonesia Indah Setelah Pemugaran, Ada Banyak Fasilitas Baru yang Perlu Dicoba

JAYAKARTA NEWS – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah lama jadi tempat liburan favorit orang. Selain bisa menampung aspirasi seluruh anggota keluarga, tiket masuk TMII masih terbilang murah.

Berada di lokasi seluas 100 hektar tempat wisata ini adalah tempat untuk mempelajari budaya, arstitektur, pakaian, tradisi, dan kesenian dari wilayah Indonesia dalam satu tempat.

Setiap anjungan yang ada di TMII mewakili suku dan adat budaya masyarakat Indonesia.

Pengunjung juga bisa mengunjungi berbagai macam museum, taman bunga, taman burung, dan area hiburan lainnya, seperti Keong Mas dan Waterbom.

TMII pertama kali berdiri tahun 1975 dan tahun lalu sempat ditutup untuk revitalisasi besar-besaran.

Setelah selesai pemugaran di akhir tahun 2022, TMII pun terlihat lebih cantik.

Sejumlah anjungan diperbahui dan beberapa fasilitas ditambah demi kenyamanan pengunjung. Ini beberapa fasiltas terbaru yang ada di TMII.

Oh ya, walau sudah direvitalisasi, harga tiket masuk tidak berubah lho. Masih Rp25.000 per orang.

Fasilitas trem yang menggantikan kereta gantung. (infopublik.id)

1. Kereta Layang diganti jadi trem listrik
Menikmati pemandangan dari ketinggian adalah salah satu fasilitas populer di TMII. Kini kereta layang sudah digantikan dengan trem listrik.

Ada sekitar lima gerbong trem listrik dan rel atas dengan rute berkeliling. Dari trem listrik pastinya pengunjung bisa melihat pulau-pulau archipelago dari atas.

Tidak jauh dari trem listrik ada juga menara pandang yang sekarang bernama Menara Pandang Saujana.

Dari menara ini pengunjung juga bisa menikmati pemandangan yang cantik dari ketinggian. Bangunannya didesain secara modern dan sangat terlihat mencolok dari kejauhan.

2. Penataan wahana Archipelago
Pulau pulau archipelago yang merupakan salah satu ikon di TMII pun mengalami revitalitasi. Sekarang sudah berubah menjadi pulau-pulau tiga dimensi. Ditambah pula dengan air mancur bercerita.

Di pinggiran pulau dibuat jalan untuk memudahkan pengunjung bila ingin melihat dari dekat. Di rencanakan pun pembuatan jalan ini bisa digunakan untuk area parade budaya.

3. Anjungan tanpa sekat
Kalau dulu setiap anjungan di TMII dibatasi dengan pagar atau sekat. Sekarang tidak lagi. Tujuannya agar kebhinekaan Indonesia makin terasa.

Selain terlihat makin cantik, ini juga membuat pengunjung semakin nyaman.

Setelah direvitalisasi TMII memiliki konsep 70% ruang terbuka hijau dan 30% ruang tertutup. (pu.go.id)

4. Ruang terbuka lebih banyak
TMII memperbanyak area hijau dan berusaha untuk menciptakan tempat liburan yang aman, nyaman dan udaranya bersih.

Setelah direvitalisasi TMII memiliki konsep 70% ruang terbuka hijau dan 30% ruang tertutup.

Semua mobil pengunjung harus diparkirkan di tempat khusus dan pengunjung masuk ke area wisata dengan mengunakan kereta listrik. Dengan cara ini kebersihan udara di sekitar TMII tetap bisa dijaga.

Area pedestarian pun lebih nyaman dan lebar. Ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga yang mekar. Tanah resapan pun jadi lebih banyak.

Selain pedestarian yang bersih dan lebih luas, tersedia juga jalur khusus sepeda. Cocok bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan di TMII sekaligus berolahraga.***/mel

Berburu Seafood Lezat di Bagan Percut Deli Serdang

DELI SERDANG, JAYAKARTA NEWS – Perjalanan wisata kuliner ini berawal dari Syahrial Sinaga, saat itu ia mengatakan ada restoran atau Rumah Makan Raja di kawasan Bagan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang ketepatan pemiliknya Marga Sinaga dan Syahrial kenal. 

Singkat cerita kami atur waktu, dan ketepatan, Minggu (13/8/2023)  ada acara peletakan batu pertama pembangunan Mesjid di Dusun V, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, singkat cerita usai dari acara itu kami pun bergegas menuju Percut Sei Tuan. 

Hampir satu jam perjalanan kami tiba di Percut Sei Tuan, saat hendak memasuki kawasan restoran, sejumlah pria dan wanita terlihat berdiri di pinggir jalan, sambil mengayun-ayunkan tangannya isyarat memanggil untuk menyarankan parkir. Semakin dekat semakin jelas terdengar apa yang mereka katakan, “Bang…disini saja parkirnya,”. 

Saat itu kami lebih memilih parkir di pojok kawasan restoran. Setelah memarkirkan mobil, dua orang wanita berhijab pun menghampiri, “Bang di restoran apung kami aja makannya,” ujar mereka, sambil menjelaskan menu yang mereka jual, karena sudah ada tujuan, salah seorang dari kami mengatakan, “Maaf ya mbak, kami mau ke restoran Raja. 

Dua Pilihan Menikmati Kuliner Sea Food 

Setiba di Rumah Makan (RM) Raja, sore itu terlihat ramai hilir mudik, hiruk pikuk  suara mesin kapal jelas terdengar. Dan ternyata, kapal-kapal itu adalah sarana layanan gratis yang diberikan oleh pemilik rumah makan untuk antar jemput para pengunjung bila ingin makan di restoran atau rumah makan terapung. 

Kapal mesin RM Sinar Puteri sedang mengantar para pengunjung yang ingin makan terapung di RM Sinar Puteri. (Foto. Monang Sitohang)

Saat itu kami memilih untuk tidak menyeberang, sesuai dengan niat awal untuk untuk makan di Rumah Makan Raja. Persis di sebelah rumah makan Raja ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan sempat terlihat aneka seafood begitu segar. Mulai dari udang, kepiting, cumi-cumi, sotong dan aneka ragam ikan, seperti bawal, kakap, pari, gembung dan sebagainya.

Di RM Raja oleh Hendun Sinaga anak dari pemilik rumah makan itu menawarkan dua pilihan, pertama kita bisa membeli semua hidangannya di RM Raja.

Kedua, kita bisa membeli seafood di TPI lalu kemudian minta tolong dimasakkan di RM tersebut dan apabila kamu memilih opsi yang kedua, biaya masaknya dikenakan Rp 15 ribu per kilogram.

Kami pun memilih opsi kedua. Tanpa berpikir panjang lagi, kami langsung ke TPI ditemani Hendun, salah seorang dari pedagang mulai menawarkan seafood segar yang baru ditangkap oleh nelayan.

“Bang…ikannya, ada kakap, gembung, udang kepiting, murah saja,”. Setelah saya tanya harganya, dia pun menjawab, “Pakai paket saja ya bang. Saya kasih Rp200 ribu untuk 3Kg itu dicampur ada udang, kepiting, dan ikan kakap”. Dan kami sepakat ambil 3Kg untuk 5 orang.

Kemudian seafood yang dibeli diserahkan ke Hendun. Ia bertanya, “Seafood nya ini mau dimasak apa Bang?”

Atas kesepakatan bersama ikan kakap, gembung dibakar, kepiting asam manis dan udang digoreng pakai tepung. Sembari menunggu masak kami pun memesan minuman, kelapa muda, dan teh manis.

Hidangan Kepiting asam manis, udang goreng tepung dan ikan bakar kakap, gembung siap untuk disantap. (Foto. Monang Sitohang)

Sekitar setengah jam hidangan seafood pun siap disantap. Kepiting asam manis, muncul pertama. Hmmmm..aromanya serta tampilannya menggiurkan. Kemudian disusul udang goreng tepung, dan ikan bakar juga tidak kalah menggoda aromanya. Hidangan lain pun telah tersaji seperti nasi plus cabai rawit kecap dan lainnya.

Entah apa yang membuat kami berlima secara bersamaan lebih memilih udang goreng tepung, renyah, gurih yang membuat kami seperti terhipnotis untuk mengambil kembali sambal dicolek cabai rawit giling. Setelah itu disusul dengan ikan kakap, gembung.

Setelah nasi mulai habis kami beralih ke kepiting asam manis..”Hmmmm, rasanya seafood-nya segar, nikmat rasanya,” gumamku dalam hati. Dan kami berlima tidak mengkhawatirkan yang katanya kolesterol, yang penting makan enak, berfikir enak tidur pun enak..hahaha.

Seperti kutipan kalimat dari bola.com, Virginia Woolf, “Seseorang tidak dapat berpikir dengan baik, mencintai dengan baik, tidur dengan nyenyak jika tidak makan dengan baik”.

Ada Enam Rumah Makan 

Hendun Sinaga anak pemilik restoran atau Rumah Makan Raja dan Sinar Puteri saat berbincang-bincang dengan kami. (Foto. Monang Sitohang)

Menurut Hendun Sinaga di kawasan Bagan Percut ini ada enam restoran atau rumah makan. “Jadi restoran di sini ada enam. Tiga di sini sekitar kawasan RM Raja, RM Cahaya Puteri, RM Ujung Pinggir Muara, RM Mamak dan lainnya. Di antaranya tiga lagi ada di bagan”.

“Kalau mau menuju rumah makan terapung di bagan dengan jarak tempuh waktu sekitar 15 menit naik kapal mesin dari sini. Dan kalau mau jalan-jalan ke bagan perorang dikenakan biaya Rp10 ribu pulang-pergi,”.

Hendun menjelaskan, rumah makan di kawasan Percut Sei Tuan ini buka dari Jam 9.00 – 18.00 WIB dan kalau malam kami  tidak buka. Hari biasa justru pengujung lebih ramai, karena banyak juga orang kantor datang dari Kota Medan makan di Kawasan Percut bahkan dari daerah Berastagi atau daerah Pariban ke atas.

Jadi kembali seperti saya katakan sebelumnya bahwa di sini sistem nya kalau pengunjung order seafood langsung bisa dimasakkan pakai bahan kita. Jadi tidak seperti tadi beli seafood lalu dimasakkan. 

Tetapi ini ada paketnya. Misalkan untuk 10 orang dikenakan Rp300 ribu. Isinya udang 1 Kg, cumi 1 Kg, kepiting 1Kg, kerang 2 Kg dan ikan 1Kg. Untuk ikan bisa milih. Biasanya ada ikan kakap, nila, dan kembung.

Cara memasaknya tergantung selera. Biasanya kepiting dimasak asam manis, ikan dibakar, udang digoreng mentega atau goreng tepung. “Kalo jasa masaknya Rp15 ribu perkilogram. Seperti abang tadi, kan, pesan 3 Kg. Jadi ongkos masaknya Rp45 ribu,” tutup Hendun Sinaga.

Sebelum ke parkiran salah seorang di antara kami, Hery Buha Manalu menyempatkan belanja kepiting dan udang yang telihat begitu segar-segar. Kemudian kami beranjak ke parkiran. Tak lama kemudian petugas parkir datang dan memberikan aba-aba.

Setelah hendak jalan, saya berikan Rp10 ribu rupiah. Sontak petugas parkir bilang, “Bang parkir di sini mobil Rp20 ribu, memang segitu bang”. Lalu saya keluarkan kembali pecahan Rp10 ribu. “Maklum bang, pertama kali ke Percut ini,” ujar saya sambil menyodorkan uangnya. (Monang Sitohang)