Lebak Selatan ‘Dikepung’ Narkoba

MARAKNYA peredaran narkoba, khususnya narkotika jenis shabu di wilayah Lebak Selatan telah menimbulkan keresahan. Diduga peredaran shabu tersebut dipasok dari bandar besar di wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Hal ini berdasarkan informasi masyarakat ke anggota Satuan Narkoba Polres Lebak, sehingga mendapat perhatian khusus dari Kapolres Lebak untuk menindak lanjuti informasi tersebut. Polisi diminta membongkar jaringan peredaran narkoba di Lebak Selatan.

“Menindak lanjuti informasi itu, saya memerintahkan anggota satuan narkoba melalui Kasat Narkoba untuk melakukan penyelidikan, alhasil selama kurang lebih 1 minggu melakukan penyelidikan, anggota kami mendapat informasi bahwa para pengguna shabu diwilayah Lebak selatan mendapat pasokan dari bandar besar warga Aceh di Pelabuhan Ratu, Sukabumi dengan cara dibawa melalui kurir,”kata Kapolres Lebak AKBP. Dani Arianto, kepada harian ini, di Mapolres Lebak, Selasa (11/4).

Sebelumnya,  Rabu (5/4), didapat informasi barang jenis shabu akan masuk ke Lebak Selatan melalui jalur darat masuk lewat wilayah Cilograng menggunakan mobil. “Dengan informasi ciri dan identitas yang sudah kami pegang itulah satuan narkoba kami melakukan pengejaran sampai ke Panggarangan hingga akhirnya Satuan Narkoba Polres Lebak sekira pukul 22.30 waktu setempat berhasil membekuk dan mengamankan 1 unit kendaraan R4 dengan jumlah penumpangnya 3 orang dan 2 orang dapat diamankan sedangkan 1 orang berhasil melarikan diri di area Pom Bensin Warung Huni Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak,” sambung Kapolres.

Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan 2 tersangka berinisial D alias Uki dan TH alias Opik, dari keduanya berhasil disita shabu sebanyak 3 bungkus plastik perkiraan berat 11 gram. Setelah dilakukan interogasi barang ternyata didapat dari dari seorang bandar melalui perantara kurir inisial Y alias Uwa, hingga untuk dapat mengungkap jaringan peredaran shabu satuan narkoba kembali melakukan pengembangan.

Keterangan dari 2 tersangka yang berhasil ditangkap dan setelah diinterogasi barang didapat oleh tersangka dari bandar besar bernama Nazarudin alias Abang lewat perantaranya Y alias Uwa, yang kemudian melakukan pengembangan hingga pada hari Kamis (06/04) pukul 16.30 WIB. Kurir inisial Y, berhasil ditangkap di Pelabuhan Ratu, Kampung Kiaralawang Sukabumi petugas berhasil menyita 2 paket shabu seberat 2 gram. Dan pengembangan selanjutnya dapat menangkap bandarnya yang lokasinya tidak jauh dari TKP dari Nazarudin berhasil disita barang bukti sebanyak 3 bungkus denga berat 15 gram.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan Polres Lebak,  8 bungkus plastik bening berisikan narkotika golongan 1 jenis shabu dengan berat bruto keseluruhan 28 gram, 3 unit handphone berbagai merek dan 1 unit kendaraan R4 jenis toyota avanza hitam dengan nomor polisi F 1187 SV. Tersangka dugaan tindak pidana narkotika golongan 1, akan dijerat pasal 112 ayat (2) Sub. Pasal 112 ayat (1), dan pasal 114 ayat (2) Sub. Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati. ***

Kandang Ayam Bau di Blok Pasir Jambu

KANDANG ayam di Blok Pasir Jambu Mayangsari, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak Banten telah ‘menghadirkan’ lalat-lalat dan bau menyengat. Kendati demikian, pemerintah daerah, kemacatan dan desa membiarkan fenomena alam buatan tersebut.

Umyanah warga Kampung Pasir Jambu, Desa Sukajaya Kecamatan Sajira mengungkapkan, keberadaan pengusaha ternak ayam sangat tidak tidak sebanding dengan dampak negatif  ditimbulkan seperti lalat dan bau menyengat. “Saat panen baunya sangat menyengat, apalagi lalatnya, kami sangat khawatir kalo penyakit mengancam warga,”ujarnya, hari ini (11/4).

Warga lain juga mengungkapkan, keberadaan pengusaha ternak ayam hanya menguntungkan usahanya saja tanpa memperhitungkan dampak negatif dari adanya ternak ayam. “Setiap produksi berjumlah lebih dari 40 ribu ekor ayam, kami hanya dikasih satu ekor ayam saja pak RT, pemuda, sangat tidak sebanding dengan dampak penyakit yang ditimbulkan,”imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Paja Kecamatan Sajira Suherman mengatakan, dia hanya mengetahui izin sebelumnya, walaupun usaha ternak ayam itu tak jauh dari kantor desa. “Saya akan mencoba koordinasi dengan pemilik kandang kalo dinyatakan benar belum ada izin perluasan. Saya beserta masyarakat sekitar akan menghentikan sementara kegiatan produksi ternak itu,” tegasnya. ***

Sejumlah Daerah di Banten Menghangat Jelang Pilkada 2018

SETELAH perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten usai, suhu politik pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018  di Kabupaten Seribu Industri ( Kabupaten Tangerang), Kota Berahlaqul Karimah (Kota Tangerang) dan Kabupaten Seribu Madrasah (KabupatenLebak) mulai hangat.

Di Kabupaten Tangerang, Zaki Iskandar (bupati sekarang) sudah bisa dipastikan akan maju lagi di Pilkada 2018. Begitupun dengen Iti Octavia (Bupati Lebak sekarang) dan Arif R Wismansyah (Walikota Tangerang sekarang) akan kembali ikut dalam kontestasi merebut posisi nomor satu di kabupaten dan kota tersebut.

Bagi Zaki Iskandar dan Iti Octavia, maju di Pilkada 2018 tak ada masalah. Karena, saat ini, Zaki Iskandar masih tercatat sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang. Iti Octavia pun masih tercatat sebagai Ketua DPD Demokrat Kabupaten Lebak.

Bagaimana dengan kendaraan Arief R Wismansyah? Sampai sekarang masih ‘abu-abu’. Karena, sampai hari ini dia belum memiliki ikatan kuat dengan semua partai. Namun terdengar kabar, dia tengah mendekati beberapa partai besar guna mendapatkan kendaraan partai di perhelatan pilkada nanti.

Dedi Safe’i, mantan Wakil Wali Kota Tangerang  ketika ditemui media sehubungan dengan mulai hangat  suku politik di Kota Tangerang jelang Pilkada 2018 mengatakan, sukses Beringin meraup suara kemenangan di Kota Tangerang pada perhelatan Pilgub Banten, bukan mustahil mendorong mereka menginginkan kursi nomor satu di Kota Tangerang, tentu dengan cara mendorong Sachrudin maju dan merebut kursi nomor satu di Kota Berahlaqul Karimah ini.

“Dalam kancah politik, apa pun bisa jadi. Bisa saja karena desakan pihak DPD provinsi atau pusat, perang dwitunggal pemimpin Kota Tangerang bisa terjadi,” sebut Deddi. Bila demikian, maka persaingan politik di Kota Tangerang akan semakin menarik. ***

Enam Bulan Gonjang-ganjing di Balkan

SUDAH enam bulan terjadi gonjang-ganjing di Balkan.Ada klaim percobaan kudeta, yang didukung oleh Rusia, di Montenegro. Krisis politik perebutan masa depan di Makedonia antara etnis Serbia melawan Albania. Ketegangan politik juga terjadi kembali di Bosnia dan Kosovo.

Kemudian, setiap kegagalan dari negara-negara baru di Balkan ini akan dipandang sebagai kegagalan “proyek” Uni Eropa yang sudah berlangsung selama 25 tahun untuk menstabilkan wilayah paling keras di Eropa sejak berakhirnya PD 2. Namun ada persepsi Uni Eropa makin lemah, sebagai kekuatan regional, dan menguatnya Rusia di kawasan ini.

Di Beograd (ibukota Serbia) terjadi semacam perebutan pengaruh antara aliansi bersejarah dengan Rusia (di era Yugoslavia) dan integrasi dengan Uni Eropa dengan janji pembangunan dan kesejahteraan. Namun kekuatiran akan keruntuhan Uni Eropa dan komitmen pemerintahan Trump telah mendorong politisi mengambil sikap lebih agresif dalam mengeksploitasi kedua situasi tersebut dan frustrasi masyarakat kebanyakan akan pelambatan pertumbuhan ekonomi serta penyelesaian politik di kawasan ini.

Di sepanjang 2016 lalu, kelompok-kelompok “garis keras”, yang berdasarkan garis etnis, sudah saling tuduh pihak lain memprovokasi konfrontasi. Beberapa insiden, seperti perkelahian soal tembok pemisah yang menurut warga Kosovo etnis Albania dibutuhkan untuk memisahkan mereka dari warga Kosovo etnis Serbia di Kosovo utara. Kemudian, sebuah kereta api dicat dengan slogan ultra-nasionalis Serbia. Akhirnya, penempatan satuan khusus kepolisian Kosovo di wilayah mayoritas etnis Serbia.Lazarevic memandang kegaduhan atas insiden-insiden ini didorong oleh para politisi, yang punya agenda geopolitik.

Ke-28 anggota Uni Eropa, yang bertemu di Brussels minggu pertama April 2017,  gagal menyampaikan pesan jelas mengenai masa depan misi penjaga perdamaian internasional di Kosovo, Bosnia, dan Makedonia, yang ditempatkan sejak perang perpecahan Yugoslavia di tahun 1990-an. Seorang pejabat Uni Eropa mengakui, “Kami membahas upaya Uni Eropa menyelesaikan masalah di Suriah, Ukraina, dan Libya, tapi kami belum membicarakan masalah di Makedonia, dan bahkan nama negara ini tidak disebut.”

Uni Eropa dan NATO telah meminta Makedonia meneruskan proses pembentukan pemerintahan baru, yang dikuasi koalisi pro-Albania. Bahkan Uni Eropa sempat mengirim Ketua Hubungan Internasional Fedrica Mogherini ke Skopje (ibukota Makedonia) untuk mendesak Ivanov.Sehari setalahnya, Mogherini dikecam oleh anggota parlemen pro-Rusia di sidang parlemen Serbia.

Kebuntuan politik, juga kunjungan Mogherini, menarik reaksi kecaman Rusia, yang menggambarkan hasil pemilihan sebagai bagian dari permainan kekuasaan, yang didukung Albania, terhadap seluruh wilayah pengaruh Rusia. Memang selama ratusan tahun Rusia punya hubungan khusus dengan kelompok etnis Ortodoks Slavia di Serbia dan Bulgaria. Apalagi etnis Serbia adalah mayoritas di Makedonia sehingga setiap situasi politik yang menguntungkan etnis Albania akan memancing reaksi.

Hal paling menakjubkan dari kembalinya pengaruh Rusia di Balkan adalah betapa murah dan mudahnya bagi Rusia untuk menjadi salah satu pemain kunci di tengah wilayah yang dipenuhi proyek-proyek masyarakat internasional. Di luar hubungan religius, Rusia dan Serbia sama-sama menjadi bagian dari Gereja Ortodoks.Rusia dan Serbia memberi dukungan politik terhadap Kosovo dan Makedonia serta terikat secara ekonomi setelah Gazprom (perusahaan negara Rusia) memasok energi.Rusia tidak perlu secara langsung meyakinkan Serbia untuk bertindak memenuhi kepentingan Rusia.

Serbia sendiri sudah condong kepada Rusia sebagai sekutu politik dan teman historis (Yugoslavia adalah anggota Pakta Warsawa).Serbia tidak minta banyak dan menerima posisi Rusia yang menghendaki penghentian perluasan NATO dan Uni Eropa di wilayah pengaruh Rusia.

Ketika NATO masuk Kosovo tahun 1999, yang sedang dilanda perang etnis, masih jadi provinsi Serbia.Saat itu, Rusia baru saja keluar dari pemerintahan pusat yang lemah dari presiden Boris Yeltsin, situasi yang tidak pernah dilupakan oleh Presiden Vladimir Putin.

Putin, dalam berbagai kesempatan sejak resmi jadi presiden tahun 2001, mengecam intervensi militer NATO dan akhirnya terlepasnya propinsi Serbia menjadi negara merdeka Kosovo di tahun 2008. Rusia tidak pernah mengakui negara baru ini dan Putin juga menggunakannya untuk membenarkan penguasaan Rusia di Crimea pada tahun 2013 lalu. Demikian informasi yang disadur dari tulisan Mitch Ptothero di Buzzed.com. ***

Balkan Siap Meledak Lagi

NEGARA-negara bekas Yugoslavia atau kawasan Balkan mengalami kemunduran signifikan dan makin lama makin dekat dengan konflik terbuka antar etnis, seperti era perang 1990-an. Saat ini, titik panas, yang bisa menjadi pemicu konflik terbuka ada di Kosovo dan Makedonia.

Ljubinka Milinčić, editor di Radio Sputnik yang dimiliki Rusia di Beograd, menjelaskan krisis di seluruh Balkan merupakan masalah yang dimulai dari era 1990-an, ketika masyarakat internasional mengintervensi perang saudara yang pecah setelah Yugoslavia runtuh. “Masalah di kawasan ini sudah terlalu lama disembunyikan.”

Ada bayang-bayang ketegangan antara etnis Serbia dan Albania di Kosovo dan Makedonia.Sementara banyak diplomat Eropa Barat dan para analis mengklaim Rusia mengintervensi upaya Montenegro masuk NATO dan Uni Eropa (UE).Solusi politik, yang diterapkan masyarakat internasional, dalam 25 tahun terakhir sudah efektif mencegah merebaknya konflik terbuka.Namun dipandang tidak mampu bertahan lama dan perlu diganti dengan solusi berbeda.

“Mengupayakan perluasan NATO dan dukungan Amerika bagi kelompok Muslim di Albania adalah kebijakan-kebijakan yang bisa berubah, ujar Milincic,yang mengulang pandangan Rusia. “Tapi dengan Trump, orang sekarang melihat jika sebelumnya anda disebut seorang nasionalis maka artinya anda adalah seorang rasis. Sekarang, anda hanyalah seseorang yang mencintai negeri anda.”

“Persoalan dengan Bosnia, Kosovo, dan Makedonia adalah mereka bukanlah sebuah negara. Mereka adalah proyek dan proyek itu sedang runtuh,“ tukasnya. Demikian berita yang dikutip dari tulisan Mitch di Prothero Buzzed.com. ***

Revitalisasi SMK Tambal Sulam Pendidikan Vokasi

SENIN 3 April 2017, sebanyak 1.176.391 siswa sekolah kejuruan melakukan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Jumlah ini meningkat dua kali lebih dibandingkan peserta UNBK siswa SMK tahun 2016 yang hanya berjumlah 498,177 siswa. Hal itu menunjukkan dengan UNBK,  sekolah kejuruan  mengantarkan siswanya menjadi lulusan yang tidak hanya jujur dalam menjawab soal ujian namun juga tidak canggung menggunakan perangkat komputer.

Jutaan peserta UNBK sekolah lanjutan atas itu ketika dinyatakan lulus akan menjadi sumber daya manusia baru, tenaga kerja produktif pendukung dunia usaha maupun industri negeri ini. Untuk lulusan sekolah kejuruan atau sekolah vokasi, selain ijazah siswa juga dibekali sertifikat kompetensi. Dengan begitu sesuai harapan setelah meninggalkan sekolah bisa segera mendapat pekerjaan. Karena memang itu tujuan didirikannya SMK agar lulusannya siap kerja.

Faktanya keterserapan lulusan SMK memiliki catatan ironis. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran dari lulusan SMK jumlahnya terus naik. Pada Februari 2015 terdapat 1,2 juta lulusan SMK yang menganggur dan setahun kemudian periode Februari 2016 menjadi 1,35 juta orang atau naik 9,84 persen. Bandingkan dengan lulusan SMA diperiode sama yang menganggur 6,96 persen, lebih rendah dari lulusan SMK.

Dengan hadirnya lulusan baru maka jumlah SDM berijazah SMK akan terus bertambah. Jika lulusan SMK dua tahun lalu saja masih banyak yang menganggur, bagaimana dengan lulusan baru? Tampaknya perkembangan dunia usaha maupun industri berkembangnya tak secepat sekolah kejuruan mencetak tenaga siap kerja.

Dengan fenomena itu ada yang kurang pas pada pendidikan kejuruan di Tanah Air. Bersamaan dengan itu keluar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Inpres tersebut menyebut perlunya merevitalisasi SMK agar SMK dapat mencetak generasi berkualitas dan memiliki daya saing. Instruksi Presiden ini ingin memberi jawaban terhadap permasalahan SMK yang saat ini jangankan bersaing dengan SDM negara lain, untuk terserap dunia kerja di negeri sendiri masih banyak yang perlu dibenahi.

Dalam Inpres itu revitalisasi SMK dikhususkan pada sekolah yang mendukung prioritas pembangunan ekonomi Indonesia. Sehingga revitalisasi SMK juga dikhususnya pada SMK yang memiliki program bidang maritim, pertanian, industri kreatif dan pariwasata yang menjadi prioritas pembangunan Indonesia masa depan. Keempat bidang itu akan digenjot pertumbuhannya sehingga pada 2030 diharapkan pertumbuhan ekonomi dari empat sektor itu berdampak pada dunia usaha dan industri pendukung serta kebutuhan tenaga kerjanya.

Meski demikian revitalisasi yang tertuang pada Inpres tersebut juga mengimbau kepada semua pemangku kepentingan agar bekerja sama untuk memberikan akses kepada SMK dalam praktik kerja maupun magang. Serta merevitalisasi infrastruktur pendukung pendidikan kejuruan atau vokasi. Selain itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk melakukan pemetaan pengembangan SMK dan melakukan penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan dunia usaha dan industri.

Inpres yang ditandatangani pada 9 September 2016 pada sebagian imbauannya telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Misalnya untuk link and match Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki apa yang disebut  Layanan “SiLARAS”.

SiLARAS kepanjangan dari Sistem Layanan Penyelarasan ini merupakan suatu upaya melayani dunia usaha dan industri yang memiliki itikat baik untuk melakukan penyelarasan dan kerja sama. Tentunya dengan SMK, bentuknya bisa berupa pemagangan, penggunaan lulusan, pemberian masukan atas kurikulum, pemanfaatan Corporate Social Responsibility bagi SMK ataupun pembukaan kelas industri.

Layanan SiLARAS itu dilakukan dalam bentuk konsultasi, fasilitasi, advokasi, ataupun layanan lain secara dalam jaringan ataupun luar jaringan. Atau bisa juga dilakukan kelas khusus atau kelas industri. Bisa pula dalam bentuk pemagangan (internship) bagi guru dan siswa. Atau dengan melakukan rekruitmen pengembangan teaching factory, pemanfaatan Corporate Social Responsibility, sertifikasi kompetensi pengembangan training center di SMK untuk guru atau instruktur industri.

SiLARAS sudah digagas namun jika masih banyak lulusan SMK yang belum bekerja maka keberhasilan SiLARAS belum menyentuh level siswa SMK dan perusahaan calon pengguna lulusan SMK. Bisa jadi hal itu karena jumlah lulusan jauh lebih banyak dibandingkan peluang kerjanya. Hal ini akibat dari program pemerintah yang pernah menggaungkan perbandingkan jumlah SMK pada 2010 sebanyak 50:50, sebanding jumlah SMK dan SMA hingga pada 2015 pemerintah berharap jumlah SMK menjadi 70:30. Di sisi lain, jumlah SMK yang belum bekerja menandakan program SMK lebih banyak dari SMA sudah mulai terlihat hasilnya yaitu jumlah lulusan SMK lebih banyak dari SMA.

Persoalan lain yang mengganjal adalah mengenai peralatan penunjang pendidikan vokasi yang biayanya tidak sanggup dipikul oleh sekolah. Sarana infrastruktur ini pula yang membuat SMK bertumbangan karena tak mampu menyediakan peralatan penunjang memadai. Mengenai hal ini Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam Seminar Nasional Pendidikan Vokasi September 2016 lalu mengatakan kurangnya sarana dan prasarana di SMK yang menyebabkan lulusan SMK tidak bisa bersaing sehingga banyak yang menanggur. Karena itu Rudy berharap pemerintah seharusnya bertanggungjawab terhadap hal tersebut.

Revitalisasi mental

Upaya mendukung pendidikan vokasi sudah dilakukan dari atas dalam hal ini pemerintah. Harapannya akan tercipta iklim pendidikan vokasi yang kondusif sehingga benar-benar pendidikan vokasi menjadi soko guru bagi kemajuan bangsa ini. Jika hasilnya belum berdampak maka tidak perlu menyalahkan siapa-siapa.

Yang perlu dibangun selanjutnya adalah cara pandang atau pola pikir dari setiap guru dan siswa SMK. Setiap insan SMK sudah saatnya tidak melulu berpikir mencari kerja. Bekal pendidikan selama di SMK sedikitnya bisa menjadi modal untuk membuka lapangan kerja.

Terlebih saat ini dunia perdagangan mulai berubah dengan hadirnya perdagangan elektronik. Dan daya akses perdagangan elektronik sungguh mumpuni. Setiap orang di mana saja, kapan saja asal bisa mengakses internet bisa melakukan komunikasi. Era kemajuan digital seharusnya juga dilirik pihak sekolah untuk membekali siswanya agar bisa memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk menciptakan lapangan kerja. Dengan modal kemauan belajar, guru dan murid bisa belajar bersama menghasilkan sesuatu yang positif dan meraih kesempatan meningkatkan taraf hidup tanpa harus menunggu kehadiran industri di sekitar rumah dan sekolah. ***

Asyik, Jakarta Wacanakan Angkot Ber-AC

MUNGKIN tak terbayangkan jika angkutan kota (angkot) yang notabene gerah, panas, ditambah lagi sering ngetem sehingga membuat penumpangnya resah, diwacanakan nantinya angkot yang beroperasi di Jakarta ber-AC.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempertimbangkan angkutan perkotaan dengan fasilitas penyejuk udara alias AC, sebagai standar angkot terintegrasi bus Transjakarta yang selama ini sudah berjalan.

Sekda DKI Jakarta, Saefullah, menyatakan standar fasilitas tersebut sebagai bagian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga agar peristiwa penyanderaan dalam angkot tak kembali terulang. “Makanya dengan sistem ini nanti kita evaluasi secara menyeluruh, bagaimana tingkat kenyamanannya, berarti harus ada AC,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, hari ini.

Integerasi angkot dengan bus Transjakarta mulai berlaku sejak 2 April lalu dengan penandatanganan kerjasama anatra KWK dengan PT. Transjakarta. Layanan gratis angkot KWK itu berlaku tiap pukul 05.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB. Penumpang cukup membeli kartu seharga Rp 15.000 untuk sebulan, agar bisa naik angkot KWK (jurusan tertentu) secara gratis. Namun Transjakartanya tetap bayar seperti biasa.

Sejumlah trayek angkot yang sudah terintegerasi antara lain Tanjung Priok-Balakturi, Kelapa Gading-Terminal Rawamangun, Semper-Tipar Cakung, dan Pulogadung-Pejuang Jaya. Kemudian Rawamangun-Klender, Terminal Cililitan-Condet, Cililtan-Munjul, Pondok Labu-Pasar Kebayoran Lama, Lebak Bulus-Petukangan, dan Rawa Buaya-Grogol.

Sekda menyebutkan, integerasi moda transportasi umum secara otomatis akan merubah standar yang selama ini diterapkan angkot. Misal, para pengemudi tidak akan lagi ngetem atau ugal-ugalan untuk mengejar setoran.

“Nanti mungkin ada verifikasi lagi terhadap para pengemudinya, bukan hanya persayaratannya SIM B 1 ya, tapi terus juga mereka dicuci pikirannya supaya perilakunya bagus, bahwa ini mengendarai jiwa orang yang menumpang dan seterusnya, keselamatan orang di jalan,” ungkap Saefullah. ***

Gerbang Tol Karang Tengah Ditutup

GERBANG Tol Karang Tengah, selama ini jadi biang kemacetan di tol Tangerang-Jakarta. Mulai hari Minggu (9/4) mulai ditutup. Lalin dari dan ke Jakarta pun terlihat lancar. Dasar penutupan itu sendiri, Keputusan  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 214.1/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Tangerang-Merak.

Indah Permanasari Kepala Divisi Hukum dan  Humas PT Marga Mandalasakti (MMS) mengatakan, integrasi tersebut terjadi di Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat (Bitung)-Cikupa. “Mulai tanggal 9 April 2017 akan diberlakukan integrasi sistem transaksi Ruas Tol Jakarta–Tangerang (segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat) yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Ruas Tol Tangerang–Merak (segmen Tangerang Barat-Cikupa) yang dioperasikan oleh PT Marga Mandalasakti,” jelasnya.

Integrasi ini dilakukan dengan meniadakan transaksi di Gerbang Tol Karang Tengah. Diharapkan pelayanan dapat ditingkatkan dan kepadatan khususnya segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa dapat dikurangi. Dengan integrasi ini, tarif yang diberlakukan adalah tarif integrasi. Segmen Jakarta-Tangerang-Cikupa akan menggunakan sistem terbuka. Artinya berlaku satu tarif mulai dari Simpang Susun Tomang hingga Gerbang Tol Cikupa.

“Pengguna jalan dari Simpang Susun Tomang dan keluar di pintu tol segmen Tangerang sampai dengan  Cikupa, akan dikenakan tarif integrasi sebesar Rp7.000,” ujarnya. Sedangkan bagi pengguna jalan yang keluar di segmen Balaraja Timur-Merak, dikenakan tarif integrasi ditambah tarif Tol Tangerang-Merak sesuai dengan jarak tempuhnya.

“Transaksi dilakukan sekaligus di gerbang tol tujuan. Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna jalan dari Ruas Tangerang-Merak menuju Jakarta, pembayaran dilakukan di Gerbang Tol Cikupa sebesar tarif tol Tangerang-Merak ditambah tarif integrasi,” tuturnya.

Dia mengatakan,  sesiapan terkait dengan pelaksanaan integrasi ini, pihaknya selaku operator ruas tol Tangerang-Merak telah menyiapkan beberapa penambahan sarana. “Pertama penambahan tiga  gardu masuk arah Merak di Gerbang Tol Cikupa, sehingga total gardu masuk sebanyak delapan  gardu terdiri atas enam  gardu tol otomatis dan dua gardu manual,” ujarnya. Selain itu ada penambahan satu  gardu off ramp Cikupa, total menjadi tiga  gardu. Sedangkan ketiga,  menambahkan lajur keempat ruas Bitung-Cikupa. ***

Lebak – Pandeglang, Lepas Predikat “Tertinggal”

DUA kabupaten di Provinsi Banten, Lebak dan Pandeglang, sangat menanti kepemimpinan Gubernur Banten terpilih, Dr. H. Wahidin Halim, MSi. Bupati kedua kabupaten itu berharap, gubernur yang baru bisa segera melepas predikat memalukan yang hingga kini masih melekat, “kabupaten tertinggal”.

Seperti dilontarkan Bupati Lebak Iti Octavia belum lama ini, pendapatan asli daerah belum bisa menjangkau kebutuhan untuk membangun ‘Kabupaten Seribu Madrasah’ tersebut secara utuh. Ditambah oleh kucuran bantuan keuangan untuk membangun kabupaten itu dari Pemerintah Provinsi Banten yang sangat kecil.

Persoalan di Kabupaten Lebak kebetulan selaras dengan program Gubernur Wahidin. Skala prioritas rencana pembangunan akan digelontorkan oleh gubernur baru Banten, seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, dinilai sangat pas. Sebab, di sektor-sektor itulah Kabupaten Lebak belum bisa optimal, karena keterbatasan dana.

Hal serupa juga dialami Kabupaten Pandeglang. Untuk itu Bupati Irna Narulita pun berharap, melalui gubernur baru, ke depan Pemerintah Provinsi Banten akan lebih besar mengucurkan dana bantuan pembangunan untuk kabupaten itu. Mengingat, Kabupaten Pandeglang sekarang masih dihadapkan oleh permasalahan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Dimana tiga sektor itu juga telah dijadikan skala prioritas pembangunan di Bumi Jawara oleh gubernur baru.

Seperti diketahui, Bupati Irna pernah mendampingi Wahidin Halim sebagai calon wakil gubernur Banten di perhelatan Pilgub Banten lima tahun lalu. Dimana dalam perhelatan pilgub lima tahun lalau itu, pasangan Wahidin Halim dan Irna Narulita dikalahkan oleh pasangan Ratu Atut – Rano Karno. Kala itu, Irna diusulkan mendamping Wahidin Halim oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan, kedekatan Bupati Iti dengan Wahidin Halim, adalah sama-sama di bawah naungan satu partai (Demokrat). Iti sendiri terpilih sebagai Bupati Lebak menggunakan perahu Partai Demokrat. Untuk itu, Bupati Iti maupun Bupati Irna sangat berharap Wahidin Halim bisa membuka keran bantuan pembangunan lebih besar pada dua kabupaten tersebut.

Menanggapi usulan dua kepala daerah itu, Wahidin cuma melontarkan senyum khasnya. Namun dia tidak menampik, skala prioritas dua kabupaten tersebut, juga adalah skala prioriotas pembangunan di Provinsi Banten. “Kalau memang benar, pembangunan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak memprioritaskan masalah infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, tentu sejalan dengan rencana skala prioritas pembangunan Provinsi Banten.  Kalau memang itu benar, berarti sinergitas pembangunan di Banten sudah mulai terlihat. Maka, Banten pun dimasa akan datang akan jauh berbeda dari sekarang,” ujar Wahidin. ***

Ada Kartu Pelayanan Gratis Naik Bus

BERBANGGALAH mereka yang bekerja sebagai Marbot dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebab mereka mendapatkan kartu pelayanan gratis naik bus yang bisa digunakan untuk menikmati Transjakarta ke mana pun tujuannya.

Pada momentum kali ini, PT Transportasi Jakarta meluncurkan kartu pelayanan gratis naik bus Transjakarta untuk marbot (penjaga masjid), pengajar pendidikan anak usia dini, dan kader juru pemantau jentik (jumantik). “Kami dari Transjakarta sangat senang bisa ditugaskan terlibat dalam kegiatan sosial. Berharap bisa dimanfaatkan maksimal,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Agung DKI.

Budi menargetkan sebanyak 3.200 marbot, 14 ribu pengajar PAUD, dan 20 ribu kader jumantik bisa memanfaatkan layanan ini. Menurut dia, selain gratis naik bus Transjakarta, mereka juga berkesempatan menaiki angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika secara gratis melalui kartu itu.

Untuk mendapatkan layanan itu, para marbot bisa mendaftarkan diri melalui dewan masjid. Sedangkan bagi pengajar PAUD dan kader jumantik, pihak Transjakarta akan bekerjasama dengan kecamatan setempat untuk mendata jumlah mereka agar bisa mendapatkan kartu.

Budi mengungkapkan, hingga kini sudah ada 14 kategori profesi yang mendapatkan fasilitas layanan naik bus Transjakarta gratis. Selain marbot, pengajar PAUD, dan kader Jumantik, mereka di antaranya merupakan pegawai negeri sipil dan pensiunan PNS; tenaga kontrak yang bekerja di pemerintahan DKI, termasuk petugas penanganan prasarana dan sarana umum, pekerja harian lepas, dan perjanjian kerja untuk waktu tertentu.

Selain itu, layanan juga sudah terlebih dulu diterima peserta didik penerima kartu Jakarta pintar; karyawan swasta tertentu yang gajinya dibayar melalui Bank DKI; penghuni rumah susun sederhana sewa; penduduk Kepulauan Seribu; penerima beras keluarga sejahtera yang berdomisili di Jabodetabek; anggota TNI dan Polri; veteran RI; penyandang disabilitas; dan penduduk lansia di atas 60 tahun. ***