Sumbar Dalam Bayang-bayang Ancaman Gempa Megathrust Mentawai

Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo–foto bnpb

Bukan menakut-nakuti. Namun data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Sumatera Barat memiliki potensi gempa megathrust di Kepulauan Mentawai. Peneliti Utama LIPI yang juga ahli Geologi dan Gempa Bumi, Danny Hilman Natawidjaja menyebut, gempa besar dan tsunami masih mengancam Sumatera Barat. “Bahaya megathrust Mentawai masih menyimpan energi 8,8 SR,” tegasnya.

Seperti diketahui,  mengutip  data BNPB terjadi gempa bumi berkekuatan M6 berpusat di 121 km tenggara Kepulauan Mentawai pada 2 Februari 2019 pukul 16.27 WIB, kemudian gempa susulan sebanyak 52 kali. Tidak ada korban jiwa. Kerusakan bangunan berupa satu mercusuar yang tidak terpakai roboh di Sikakap, 1 puskesmas dindingnya retak di Malakopak.

“Dalam beberapa hari belakang  sudah ada 52 gempa yang berada di perairan Sumbar. Letaknya berdekatan di daerah lempeng Mentawai. Ini bisa memicu gempa besar. Masyarakat jangan lengah, harus waspada,” kata Danny Hilman.

Hal senada juga disampaikan Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, meminta agar Pemprov Sumatera Barat beserta Pemerintah Kota dan Kabupaten, untuk waspada dan siap dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami.  “Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota ke depannya harus lebih siap lagi, apalagi kita sudah tahu bahwa telah terjadi gempa di wilayah Mentawai,” ujar Doni Monardo usah menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Padang, baru-baru ini.

Telah terjadi erupsi G. Kerinci, Jambi dan Sumatera Barat pada tanggal 19 Januari 2019 pukul 07:34 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 4.005 m di atas permukaan laut)–foto PVMBG

Sumbar, lanjutnya, termasuk daerah yang memiliki hampir semua  potensi bencana. Mulai dari vulkanologi seperti  Gunung Marapi, Gunung Talang dan Gunung Kerinci, patahan Lempeng Semangka, Megathrust Mentawai serta siklus tahunan (hindrometeorologi) seperti bencana banjir dan tanah longsor. Oleh sebab itu, ujar Doni, semua pihak harus siap baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.  “Namun begitu, masyarakat Sumbar jangan takut dan panik. Ini potensi ancaman. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan,” tambah Doni.

Dalam Rapat Koordinasi (rakor) Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Aula Gubernuran Sumatera Barat, Doni menyampaikan sebuah pepatah Minangkabau,  ‘Alam Takambang Jadi Guru’ . Doni maknai pepatah tersebut dalam bahasa Indonesia menjadi  ‘Alam terkembang (terbentang luas) dijadikan sebagai guru’.

Pepatah ini mengajarkan kepada masyarakat untuk senantiasa menjadikan alam sebagai guru. Kita belajar pada alam yang menyajikan berbagai fenomena. Mengamati apa yang ada di alam bisa membuat sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi ilmu kebencanaan. Ilmu sains dan teknologi dapat dijadikan pemandunya.***/ebn

 

Hasto: Tesis Cornelis Lay Soal Kekuasaan dan Intelektual Sangat Kontekstual

Hasto Kristiyanto–foto detik com

JAYAKARTA NEWS—Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan peran intelektual masih sangat dibutuhkan dalam melaksanakan kekuasaan. Namun, watak dan cara kekuasaan yang terbentuk haruslah berinti pada kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pemikiran Guru Besar Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Cornelis Lay yang dikukuhkan dalam sebuah upacara di kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (6/1). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dalam pidatonya, Cornelis menyebut bahwa watak utama intelektual di dalam kekuasaan politik harus mengedepankan kemanusiaan.

Menurut Hasto, pemikiran Cornelis itu sangat konstekstual. Memang harus ada jalan ketiga dimana tradisi intelektual masih dibutuhkan di dalam kekuasaan.

“Kami sepakat, antara intelektual dan kekuasaan sangat dibutuhkan. Sehingga terjadi konvergensi untuk saling menemukan bagaimana watak kekuasaan intelektual itu dipertemukan oleh pengabdian kepada kemanusiaan,” kata Hasto usai menghadiri pengukuhan.

Selama ini, watak kemanusiaan sebagai jiwa bagi intelektual maupun penguasa, sering dilupakan. Sehingga yang terjadi adalah politik tanpa kemanusiaan dan tanpa peradaban.

Dia mencontohkan fenomena saat ini yang disebut sebagai ‘propaganda Rusia’. Banyak studi dan pengalaman berbagai negara yang menemukan bahwa propaganda dengan berbasis pada penyebaran hoaks itu sebagai antikemanusiaan.

“Tesis yang terbaik adalah intelektual dan kekuasaan itu terus berada di jalan kemanusiaan,” kata Hasto.

Karena itu, tesis yang disampaikan Cornelis tersebut adalah kritik terhadap praktik politik antikemanusiaan. Pada titik itu, penting bagi intelektual dan penguasa untuk selalu mempertemukan tujuan utamanya pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Sebab tanpa jalan kemanusiaan, tidak ada politik yang membangun peradaban,” tandas Hasto.***/ebn

 

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM, Conelis Lay Bicara Soal Konvergensi Intelektual dan Kekuasaan

JAYAKARTA NEWS-–Intelektual dan kekuasaan takkan mungkin dipisahkan. Untuk menjaga idealisme, maka keterlibatan intelektual dengan kekuasaan itu harus mengabdi kepada cita-cita pembebasan dan pemuliaan kemanusiaan. Hal itu disampaikan oleh Professor Cornelis Lay dalam pidato pengukuhan menjadi guru besar Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (6/1).

Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Pidatonya berjudul ‘Jalan Ketiga Peran Intelektual, Konvergensi Kekuasaan dan Kemanusiaan’, disampaikan di kampus UGM, Yogyakarta. Isinya berangkat dari sebuah concern, apakah mungkin memisahkan dunia intelektual dari kekuasaan.

Pidato itu menjadi menarik karena disampaikan di hadapan peserta acara, yang kebanyakan adalah pejabat di era pemerintahan Jokowi saat ini. Kebanyakan dari mereka dikenal juga sebagai intelektual di kampus.

Sebut saja Mensesneg Pratikno yang juga Ketua Majelis Wali Amanah UGM. Mendagri Tjahjo Kumolo, Menakertrans Hanif Dhakiri, Menlu RI Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Sementara dari kalangan tokoh politisi tampak hadir Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno dan Djarot Saiful Hidayat, dan puluhan politisi lainnya.

Cornelis menjelaskan, dahulu Proklamator RI Soekarno menyebut ‘teori adalah tiada guna, tiada wujud, doelloos, jika tidak dipergunakan untuk mengabdi kepada prakteknya hidup. Buatlah ilmu berdwitunggal dengan amal’.

Pengalaman romantik ilmu dan kekuasaan seperti era itu sayangnya sangat singkat. Karena di 32 tahun era Orde Baru, ilmu direkayasa dan dikendalikan sebagai alat pembenaran alat kekuasaan negara.

Namun walau ada pengalaman traumatik itu, Cornelis menegaskan bahwa pemisahan mutlak intelektual dan kekuasaan sama sekali itu tidaklah mungkin.

“Intelektual harus menyadari beragam kekuatan politik yang berkontribusi dalam membentuk kurikulum dan penelitian, penilaian kualitas akademik, dan relasinya dengan negara,” kata Mas Connie, sapaan akrabnya.

Baginya, ujian terbesar seorang intelektual bukanlah pada kemampuan dan kesiapannya untuk dengan lantang memaki kekuasaan dan para pelakunya. Tetapi justru ketika ia bisa bersahabat dan menjadi bagian dari kekuasaan sembari tetap mampu menjaga kewarasan dan karakter dasar intelektual. Yakni berpikir bebas dan bertindak bijak bagi kepentingan kemanusiaan.

Cornelis menggarisbawahi bahwa jalan ketiga yang ditawarkan adalah sebagai berikut.

“Masuk dan keluar kekuasaan secara fleksibel dengan menempatkan kemanusiaan sebagai motif pokok. Ini memang menuntut kematangan, kepekaan dan kapasitas dalam menilai politik. Sesuatu yang tidak bisa dihasilkan secara instan,” ujar pria yang dikenal sebagai aktivis GMNI itu.

Dengan itu, maka tujuan-tujuan mulia yang melekat dalam kelahiran dan menjadi fondasi dari ilmu pengetahuan dan tujuan yang melekat dalam filsafat kekuasaan, bertumpu pada kehendak yang sama. Yakni cita-cita pembebasan manusia dan pemuliaan kemanusiaan.

“Kesamaan kehendak inilah yang menjadi titik konvergensi di antara keduanya. Dengannya, sekalipun tampak hidup dalam dunia yang terpisah, pada dasarnya keduanya saling menghidupi: intelektual pasti hidup dalam kekuasaan, dan kekuasaan membutuhkan ilmu pengetahuan,” bebernya.***/ebn

 

Biaya Haji 1440H/2019 Rp35,235 Juta, Paling Murah di Asean

Menag dan pimpinan Komisi VIII DPR saling bertumpuk tangan usai penandatanganan kesepakatan BPIH 1440H/2019M, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/2). (Foto: Humas Kemenag)

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR, Senin (4/2),  menyepakati besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440H/2019M adalah rata-rata sebesar Rp35,235.602. Dalam mata uang dollar Amerika, rata-rata BPIH ini setara dengan 2.481 dollar AS (kurs 1 dollar AS =Rp14.200).

 Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, jika dilihat dari kurs Rupiah, BPIH tahun ini sama dengan besaran BPIH tahun lalu, yaitu rata-rata sebesar Rp35.235.602,-. Namun, jika dalam kurs dollar, BPIH tahun ini justru lebih rendah 151 dollar AS. Sebab, rata-rata BPIH tahun 2018 sebesar 2.632 dollar AS. “BPIH Indonesia adalah yang paling murah di antara negara-negara ASEAN yang mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi,” jelas Menag usai penandatanganan kesepakatan mengenai BPIH di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

 Menag menunjuk data, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 dollar AS, yaitu 8.738 dollar AS (2015), 8.788 dollar AS (2016), 8.422 dollar AS (2017), dan 8.980 dollar AS (2018).

Menag bersama pimpinan Komisi VIII DPR menandatangani besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440H/2019M, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2). (Humas Kemenag)

Untuk Singapura, rata-rata di atas 5.000 US dollar, yaitu: 5.176 dollar AS (2015), 5.354 dollar AS (2016), 4.436 dollar AS (2017), dan 5.323 dollar AS (2018). Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar 2.750 dollar AS (2015), 2.568 dollar AS (2016), 2.254 dollar AS (2017), dan 2.557 dollar AS (2018). Adapun rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar 2.717 dollar AS. Sementara tiga tahun berikutnya adalah 2.585 dollar AS di 2016, 2.606 dollar AS di 2017, dan 2.632 dollar AS di 2018.

Diakui Menag, sekilas BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Namun sebenarnya lebih murah, karena dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada 400 dollar ASatau setara 1.500 Riyal Saudi yang dikembalikan lagi kepada setiap jemaah haji sebagai biaya hidup (living cost) di Tanah Suci.

 “Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup (living cost). Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu sebesar 400 dollar AS atau setara 1.500 Riyal Saudi,” tandas Menag seraya menegaskan, sebenarnya pada kenyataannya jemaah haji tahun 2019 ini rata-rata hanya membayar 2.081 dollar AS.

 Untuk tahun ini, meski biaya haji tidak mengalami kenaikan, namun Menag menjamin akan ada peningkatan kualitas pelayanan haji dibanding tahun lalu. “Tenda di Arafah akan menggunakan AC. Urinoir di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus Shalawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius  1km dari Masjidil Haram,” tegas Menag. (gun)

262 Musisi Tolak RUU Permusikan

Sebanyak 262 musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, menyatakan menolak Rancangan Undang-undang Permusikan yang saat ini sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. 
 
Akun instagram grup musik Efek Rumah Kaca @sebelahmata_erk, memposting pernyataan penolakan yang dibuat oleh Koalisi Nasional Tolak (KTN) RUU Permusikan . 
 
“Efek Rumah Kaca beserta ratusan pelaku musik dari beberapa kota di Indonesia, secara tegas #TolakRUUPermusikan karena berpotensi merepresi musisi. Silakan baca pernyataan sikap kami atas nama Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.
 
Dalam pernyataan itu, KNT menilai tidak ada urgensi bagi DPR dan pemerintah untuk membahas dan mengesahkan RUU Permusikan menjadi Undang-undang.
 
Menurut mereka, RUU menyimpan banyak masalah fundamental yang dinilai membatasi dan menghambat dukungan perkembangan proses kreasi dan justru akan merepresi pekerja musik. 
“Kami tetap mendukung upaya menyejahterarakan musisi dan terbentuknya ekosistem industri musik yang lebih baik, hanya caranya bukan dengan mengesahkan RUU ini,” tulisnya. 
Danila Riyadi dalam rilis tersebut menambahkan, “Kalau musisinya ingin sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Perlindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu. Jadi, untuk apalagi RUU Permusikan ini,” tuturnya. 
KTN menemukan ada 19 pasal dalam RUU Permusikan yang dianggap bermasalah. Mulai dari pasal,4,5,7,10,11,12,13,15,18,19,20,21,31,32,33,42,49,50, dan 51. 
“Dengan kata lain, banyaknya pasal yang mengatur hal yang tidak perlu diatur ini menunjukan RUU Permusikan ini tidak perlu,” kata Arian 13 dari band Seringai. (pik)

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Kerjasama Asia Trans dengan MNC Life–foto istiemwa

Bisnis  Online, terus bergeliat dan mempesona. Tidak sedikit para penggiat bisnis melirik dan tertarik  masuk ke dunia satu ini. Adalah Suhartoni Salusu,  sejak Agustus 2018, hatinya kecantol bisnis menggiurkan ini. Kerja kerasnya terwujud  dengan meluncurkan Ojek Online, di bawah bendera Asia Trans.  Uji coba aplikasinya dimulai Desember 2018.

Laki-laki setengah baya ini, tidak mau tanggung dalam menjalankan bisnisnya. Terbukti saat ini, sudah ada 110 ribu pengemudi Asia Trans yang tercatat di seluruh Indonesia. Untuk melindungi para pengemudinya, Toni, demikian pria itu akrab dipanggil, memberikan jaminan asuransi kecelakaan kepada mereka.

Suhartoni Salusu saat menjelaskan Bisnis Layanan Transportasi Online miliknya, Asia Trans, Rabu (30/1/19)–foto istimewa

Hal itu, dibuktikannya dengan menandatangi MoU antara  PT Asia Trans Teknologi (Trans Jek) dengan  PT MNC Life Assurance (MNC Life). Kerjasama dilakukan hari ini, Rabu ( 30/1/19) di gedung MNC Financial Center, Jakarta. Pihak MNC diwakili Direktur Penjualan dan Pemasaran MNC Life, Aldi Rinaldi dan Suhartoni Salusu sebagai Direktur Utama Asia Trans.

Sehari sebelumnya, Toni menuturkan bahwa prioritas utama pihaknya adalah keamanan dan keselamatan para mitra  pengemudi. “Karena itu, kami memberikan perlindungan  5 juta rupiah untuk mitra yang meninggal dunia dan 500 ribu rupiah  jika  korban harus masuk rumah sakit,” ujarnya kepada Jayakarta News.

Sampai saat ini, sudah ada seribu mitra pengemudi  yang mendapatkan perlindungan asuransi. “Target kami sampai akhir tahun ini, bisa mencapai 40.000 mitra pengemudi yang akan ter-cover asuransi,” tuturnya, “dan mereka akan mendapatkan fasilitas itu dengan tidak membayar apa-apa,” katanya lagi.

Namun, untuk penumpang, sementara ini, jika ingin menerima fasilitas yang sama dengan pengemudi, menurut Toni, mereka perlu menambahkan biaya  Rp 2.000 dalam aplikasi dan itu untuk satu hari.

Toni, pria Sulawesi Selatan ini, mejelaskan, transportasi online yang dikembangkannya ini, diharapkan bisa merambah sampai ke Asia. “Tidak muluk-muluk, diharapkan Asia Trans bisa meramaikan layanan transportasi online di tanah air, juga di Asia.”

Hari ini, penandanganan MoU dengan MNC Life,  juga menjadi tanda Asia Trans, layanan transportasi online milik Putra Bangsa sendiri, mulai menebar pesonanya. Semoga Sukses. (melva tobing)

 

Hasto: Pemilu 2019 adalah Bicara Soal Masa Depan Indonesia

Hasto bersama Relawan Arus Bawah di Banyuwangi–foto istiemwa

Ribuan anggota Arus Bawah Jokowi mengikuti konsolidasi dan pembekalan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin wilayah Jawa Timur, Minggu (27/1) malam.

Acara yang dilakukan di aula Hotel Mahkota, Banyuwangi itu, dihadiri oleh Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto. Hadir bersamanya Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat hadir bersamanya. Keduanya memang sedang melakukan Safari Kebangsaan VI menyusuri wilayah ‘tapal kuda’ Jawa Timur.

Di hadapan para anggota Arus Bawah Jokowi di Banyuwangi, Hasto mengatakan, memenangkan Jokowi-Ma’ruf adalah memperjuangkan masa depan Indonesia. Sebab sejak Jokowi memerintah, 93 juta lebih rakyat Indonesia menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). 13 jutaan warga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Belum lagi penerima Program Keluarga Harapan, program Dana Desa, dan lain-lain.

“Pemilu 2019 adalah bicara soal masa depan Indonesia, soal 93 juta penerima KIS, 13 juta penerima KIP, dan lain-lain. Pak Jokowi adalah tetesan keringat kita di Pemilu 2014 lalu. Ketika Pak Jokowi menang, ekonomi rumah tangga jadi lebih baik,” beber Hasto.

Tak heran banyak tokoh yang mendukungnya. Di Jawa Timur, mantan gubernur Soekarwo hingga gubernur saat ini Khofifah Indar Parawansa juga mendukung. Bahkan La Nyalla Matalitti, yang meminta maaf karena 2014 lalu ikut memfitnah Jokowi, kini juga bergabung.

“Malam ini akan jadi saksi bagaimana elemen Arus Bawah mengikrarkan diri mendukung Jokowi, disertai niatan suci untuk ibu pertiwi,” kata Hasto.

Sementara Djarot mengatakan menanyai para peserta acara itu soal program KIP, KIS, dan PKH. Ternyata, banyak dari peserta sebagai penerima program. Ketika Djarot bertanya apakah mereka ingin program-program itu berhenti, semua kompak dan serempat menjawab ‘lanjut’.

“Nah kalau begitu, mari kita semua bekerja keras memenangkan Pak Jokowi,” kata Djarot.

Ketua Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas, mengatakan bahwa kelompok relawan itu solid mendukung pemenangan Jokowi. Keberadaan mereka adalah bukti bahwa semua yang dijanjikan Jokowi pada pemilu 2014 lalu sebenarnya sudah direalisasikan. “Kalau ada yang masih kurang, kita beri kesempatan untuk beliau lanjutkan di periode berikutnya,” kata Umbas.

Setelahnya, Umbas bersama para anggota Arus Bawah Jokowi, mengucapkan ikrar dan deklasi. Berikut isinya.

“1. Kami putra-putri Ibu Pertiwi terpanggil untuk menyatukan tekad dan merapatkam barisan dalam satu wadah Relawan Arus Bawah Jokowi.

2.Kami membulatkan tekad untuk bekerja sepenuh hati mengkampanyekan keberhasilan Presiden Jokowi secara santun dan bermartabat, serta melawan semua bentuk hoaks, fitnah, dan politik kebohongan.

3.Kami siap bergerak dan bekerja sungguh-sunggung memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk Indonesia Maju, adil dan sejahtera.” ***/ebn

Sah, Habaib Jatim Dukung Jokowi – KH Ma’ruf `

foto-istimewa

Ratusan habib di Jawa Timur mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.

Deklarasi dibacakan di hadapan Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf, Hasto Kristiyanto. Di saat itu, hadir juga Ketua DPP PDIP Djarot Saipul Hidayat dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, bertempat di Restoran Karisma, Situbondo, Jatim, Minggu (27/1). Demikian rilis yang diterima redaksi.

“Kami habib yang hadir di sini solid mendukung Bapak Ir Haji Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai capres dan cawapres 2019-2024,” kata Habib Thoha bin Hadun Almuhdar membacakan deklarasi.

“Kami mendukung beliau karena beliau bekerja nyata dan sudah terlihat. Beliau beliau adalah seorang muslim yang taat dan beliau cinta dengan habib dan ulama,” sambung Habib Thoha.

Sontak saja, deklarasi itu disambut dengan teriakan nama Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Tim KH Ma’ruf Amin, Habib Soleh Almuhdar menambahkan dukungan para habib ini memang sengaja datang dari hati nurani.

Dia menegaskan bahwa hal ini menepis klaim semua habib mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, khususnya di Jawa Timur. “Jadi tidak semua ke Prabowo. Jadi, kalau klaim segala macam itu tidak benar. Lebih banyak habib itu ke 01, Pak Jokowi. Mereka ini pendukung Pak Jokowi sejak 2014,” ucap Soleh dalam kesempatan itu.

Sekjen Hasto berterima kasih atas dukungan yang diberikan para habib. “Dukungan para habib ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami,” kata Hasto.

Hasto lalu menceritakan bagaimana intensnya komunikasi antara Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat penentuan KH Ma’ruf menjadi cawapres pendamping Jokowi. Keputusan itu dianggap sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia, yang sejak awal dibangun oleh perpaduan ulama dan umara.

“Ibu Mega langsung mengatakan alhamdullillah. Karena sejak 2004, tak ada lagi di dalam kontestasi pilpres yang memajukan umara dan ulama. Baru Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin ini,” kata dia.

Lebih jauh, Hasto mengatakan bahwa bagaimanapun juga Jokowi-KH Ma’ruf adalah orang baik. Maka bila ada pihak yang mengkampanyekan keduanya sebagai bukan orang baik, para habaib diharap bisa meluruskannya.

“Kami butuh bantuan para habaib,” ujar Hasto.***/ebn

Menko Luhut Dorong Kerja Sama Pertanian dengan Andhra Pradesh

Foto: Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

Saat menghadiri High Level Dialogue on Zero Budget Natural Farming pada Selasa (22-1-2019) di Davos Swiss, Menko Luhut berkomunikasi via sambungan video Davos-New Delhi dengan N. Chandrababu Naidu selaku Chief Minister of Andhra Pradesh, sebuah negara bagian (state) di India.

Pembicaraan keduanya adalah mengenai kerja sama pertanian alami berbiaya nol atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF).

“Kami akan mengirim perwakilan 6 Kabupaten bulan depan ke Andhra Pradesh. Kami harap mereka dapat dilatih dalam satu kurun waktu sehingga mereka bisa bawa pulang teknologi dan pengetauhan tersebut ke Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kualitas petani Indonesia,” ujar Menko Luhut yang menginginkan implementasi riil dan cepat dari kerja sama tersebut.

“Kami mau mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan tingginya biaya yang harus ditanggung petani,” komitmen Menko Luhut menunjukkan bahwa kesejahteraan petani telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia.

“Saya percaya ini bisa membantu Indonesia mengurangi kemiskinan. Kami ingin bergerak cepat,” ungkap Menko Luhut lebih lanjut tentang implikasi kerja sama ini.

“Indonesia dan India memiliki kesamaan nasib, yaitu subsidi pupuk kimia. Jika kita bisa survive lebih baik tanpa subsidi dan bahkan tanpa pupuk kimia, maka itu adalah sebuah solusi yang win-win terutama untuk planet ini,” dukung Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan. Dia berharap Indonesia dan Andhra Pradesh dapat berkolaborasi demi kebaikan bersama dan dunia.

Foto: Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

Program ZBNF

ZBNF adalah sebuah program yang menjauhkan para petani dari penggunaan bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan Agroecology, ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan.

Pemerintah Andhra Pradesh sendiri telah mengimplementasikan program ini sejak 2016 dengan melibatkan 40.000 petani. Jumlah ini berkembang menjadi 523.000 orang petani pada 2018.

Dengan ZBNF, produksi padi di Andhra Pradesh dapat ditingkatkan sampai 15%, kacang tanah 26%, sedangkan kapas 10%.

Sejalan dengan SDG

Belajar dari penanganan pencemaran Sungai Citarum di Jawa Barat, limbah pertanian ternyata juga penyumbang polusi yang dialirkan menuju ke laut. Oleh karena itu ZBNF menjadi perhatian Menko Maritim. Karena dengan dikuranginya penggunaan zat kimia dalam pertanian, maka polusi ke laut juga dapat dikurangi.

Hal ini sejalan dengan SDG nomor 14 yang berbunyi, “Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development” (Pemanfaatan laut, samudera dan sumber daya kelautan yang lestari dan berkelanjutan untuk pengembangan berkelanjutan). Dengan demikian, perairan yang bersih merupakan keniscayaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.***/ks

 

Ma’ruf Amin Minta Rakyat takTerpecah Belah karena Beda Pilihan

foto istimewa

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin meminta umat Islam tidak terpecah belah dengan sesama warga karena berbeda pilihan politik. Menurut Kiai Ma’ruf, masyarakat khususnya umat muslim harus menjaga persatuan.

Hal ini disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini saat memberikan tausiyah di hadapan 20 ribu jemaah Banua Bertabligh di Binuang, Kalimantan Selatan, Jumat (25/1) malam. Dalam acara ini, Kiai Ma’ruf menyatakan persatuan antarwarga dan bangsa adalah harga mati. Demikian rilis yang diterima redaksi.

“Pilpres itu lima tahun sekali, tetapi kesatuan adalah selama-lamanya. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengorbankan prinsip dari Allah untuk sesaat. Ini ajakan saya kepada seluruh masyarakat,” kata Ma’ruf.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan, muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya. Bahkan, muslim juga diajarkan untuk menghargai perbedaan dengan umat lainnya.

“Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Apalagi kita sesama muslim. Walaupun kita berbeda, tidak boleh bermusuhan. Walaupun kita berbeda partai politik, tidak boleh bermusuhan. Berbeda capres, juga tidak boleh bermusuhan,” kata Ma’ruf.

Karena itu, Ma’ruf menyayangkan ada mubalig yang ingin membela pilihan politiknya dengan menyampaikan pesan-pesan bernada makian. Ma’ruf menamakan pihak tersebut dengan istilah almakiun, ahli maki-maki.

“Bersaing harus secara sehat. Saya ini calon wakil presiden, tentu saya ingin menang. Tetapi saya tidak mau, karena ingin menang, merusak keutuhan bangsa apalagi umat Islam,” jelas dia.

Di samping itu, Ma’ruf juga menyampaikan alasan dirinya maju menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo. Menurut Dewan Pengawas Bank Syariah ini, dirinya didorong oleh ulama. Selain itu, Ma’ruf maju sebagai representasi umat Islam khususnya NU.

“Ini saya anggap kehormatan terhadap NU karena saya Rais Aam PBNU. Sudah lama NU tidak jadi pimpinan nasional,” tandas dia.

Dalam acara ini, selain hadir 20 ribu jemaah, ada juga ribuan ulama dan tokoh dari Kalimantan Selatan. Di antara mereka yang hadir ada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode Rudy Ariffin sekaligus ketua panitia acara. Sejumlah kepala daerah se-Kalimantan Selatan juga hadir.

Ulama yang hadir di antaranya KH Ahmad Muwafiq dan Habib Muhammad Al-Habsy. Kemudian tokoh Kalsel H Muhammad Hatta alias Haji Ciyut dan H Zaini Mahdi alias Haji Ijay.***/ebn