Pramono Anung Isyaratkan Jokowi-Prabowo akan Bertemu Lagi

Presiden Jokowi-Prabowo—sumber foto bbc.com

JAYAKARTA NEWS—Setelah pertemuan di MRT Lebak Bulus kemudian dilanjutkan dengan santap siang di FX Senayan, nampaknya masih ada pertemuan lanjutan antara Jokowi-Prabowo. Isyarat akan adanya pertemuan lanjutan disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. “Pasti akan ada pertemuan selanjutnya dan tidak ada syarat-syarat seperti yang disampaikan,” ujar Pramono.

Menurut Pramon0, Jokowi dan Prabowo Subianto telah menyepakati akan saling berkomunikasi dan mengunjungi. Sehingga pertemuan yang terjadi pada hari ini bukan pertemuan yang terakhir. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden RI periode 2019-2024 dengan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto. “Pertemuan hari ini betul-betul engga ada syarat apapun, termasuk syarat memulangkan siapa saja engga ada,” tambah Pramono kepada wartawan.

Mengenai bentuk kerja sama ke depan, Seskab Pramono Anung meyakini, tentunya Presiden Jokowi maupun Prabowo mengetahui. Presiden Jokowi juga sudah akan mengatakan akan menyampaikannya kepada partai-partai koalisi.

Tentunya, lanjut Seskab, Prabowo juga akan melakukan hal yang sama, yaitu menyampaikan kepada partai-partai koalisinya. ***/setkab/ebn

Megawati Kunjungi Museum Kayu dan Restoran Tempat Mao Zedong Jamu Soekarno

Megawati di Museum China Red Sandalwood— foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Di sela kunjungannya ke Beijing, ibukota Tiongkok, Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Museum China Red Sandalwood, yang berisikan seluruh koleksi furniture dari kayu cendana.

Museum itu berada di tengah kota Beijing, dimana Megawati disambut oleh kurator sekaligus pendiri museum itu Chen Lihua. Bersama Direktur museum yang juga suami Chen Lihua, Chi Zongrui, serta cucu-cucunya.

Ketika disambut, Megawati langsung diajak berfoto di sebuah singgasana yang merupakan imitasi dari singgasana kaisar Tiongkok di Istana Kota Terlarang. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu lalu diajak berkeliling ke seluruh gedung museum yang berlantai lima itu.

Megawati bersama Chen Lihua–foto istimewa

Ribuan koleksi benda seni yang terbuat dari kayu cendana dipertunjukkan. Dari kursi singgasana, tempat tidur kerajaan, pembatas ruangan, meja belajar serta meja bekerja, dan lain-lain. Begitupun miniatur bangunan kuno Tiongkok dari bahan kaya cendana juga dipajang.

Satu jam lebih berada di tempat itu, Megawati menuliskan kesannya di sebuah kertas besar berwarna merah.

“Untuk Ibu Chen Lihua yang terhormat. Suatu kehormatan bagi saya untuk melihat suatu koleksi kayu yang sangat luar biasa,” demikian salah satu kutipan tulisan Megawati di buku itu.

Megawati pun diberi replika lukisan hasil karya seniman dari era Dinasti Tang yang lukisan aslinya dipajang di Kota Terlarang, Beijing.

“Ini seperti lambang partai saya,” ujar Megawati merujuk lukisan yang sekilas mirip banteng.

Chen Lihua adalah salah satu perempuan terkaya di Tiongkok. Dirinya dikenal sebagai pemilik Fuwah International Group, salah satu pengembang properti terbesar di sana. Selain dikenal sebagai filantropis dan aktivis sosial, Chen Lihua juga diketahui menginvestasikan uangnya hingga 20 Miliar Yuan (setara sekitar Rp40 triliun) untuk membangun museum tersebut.

Makan Bersama Mao Zedong dan Soekarno

Sebelumnya, Megawati juga menyempatkan diri untuk makan di restoran Dong Laishun, dekat dengan Distrik Dashilan, Kota Beijing. Jaraknya tak begitu jauh dari lokasi Kota Terlarang yang terkenal.

Restoran itu memiliki sisi historis dimana pemimpin besar China, Mao Zedong, menjamu Proklamator RI Soekarno. Foto Mao dan ayahanda Megawati itu tampak dipajang di pintu masuk restoran itu. Bahkan yang lebih besar ditempatkan di hall utama restoran itu. Megawati pun sempat diabadikan tak jauh dari foto tersebut.

Restoran itu menyajikan makanan yang direbus dengan tungku, mirip dengan restoran hotpot di mal di Jakarta. Bedanya, bila hotpot di Jakarta menggunakan kompor listrik, restoran ini menyajikan tungku yang dipanaskan dengan arang dan api.

Megawati berkunjung ke China sejak akhir pekan lalu dalam rangka menjadi pembicara kunci dalam seminar World Peace Forum yang diselenggarakan Tsinghua University, salah satu universitas paling prestisius di China. ***/ebn

Polri Dipuji, Indonesia Peringkat 9 Negara dengan Indeks Hukum dan Ketertiban Tinggi

Upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke 73 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019)–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Gallup’s Law and Order Report 2018 menempatkan Indonesia dalam sepuluh besar negara dunia dengan Indeks Hukum dan Ketertiban Tertinggi. Indonesia berada di peringkat ke-9 dengan skor 89. Suatu prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut tercapai berkat kontribusi Polri dan para penegak hukum lainnya.

Hal tersebut diungkap Ketua DPR Bambang Soesatyo usai menghadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-73, di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/07/19).

Dalam upacara yang dihadiri 4.000 personel gabungan Polri tersebut, Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula sejumlah personel TNI sebagai wujud sinergitas TNI-Polri.

Presiden Joko Widodo pada Hari Bhayangkara ke 73 di Monas, Rabu (10/7/2019)—foto istimewa

Turut hadir dalam acara tersebut para tokoh bangsa di antaranya;  Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, istri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriah Wahid, Wakil Presiden terpilih 2019-2024 KH Ma’ruf Amin, Ketua KPU Arief Budiman serta Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Ketua DPR Bambang Soesatyo seusai acara Hari Bhayangkara ke 73 di Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019)— foto istimewa

Menurut Bambang, apresiasi terhadap Polri tidak hanya datang dari lembaga survei internasional. Melainkan juga dari dalam negeri. “Survei Markplus Insight 2019 melaporkan, indeks kepercayaan publik terhadap Polri kini cukup tinggi. Sebagian besar Polres dan Polda, khususnya di luar Pulau Jawa, memperoleh indeks kepuasan dan kepercayaan di atas 90 persen. Sebuah capaian yang patut diacungi jempol,” tutur Bambang yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Karenanya tak berlebihan kalau Bamsoet, begitu dia akrab disapa,  mengajak masyarakat memberikan apresiasi besar kepada Jenderal Tito Karnavian sebagai pemimpin tertinggi Polri yang telah membuat banyak gebrakan. Melalui visi PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya), Polri semakin menunjukan jati dirinya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“Dari segi kehumasan dan manajemen komunikasi, Polri semakin komunikatif dan informatif. Tak jarang menggunakan media sosial maupun video edukatif kekinian untuk mensosialisasikan agar masyarakat sadar hukum. Memang masih ada yang perlu diperbaiki disana-sini, namun itu tak melepaskan apresiasi kita terhadap kerja keras Polri dalam membenahi diri. Terpenting, Polri tak boleh berpuas diri. Terus lakukan pembenahan,” tegas Bamsoet.

Tak hanya dalam penegakan hukum, Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2019 ini menilai kontribusi Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat juga semakin meningkat. Bisa dilihat dari semakin profesionalnya Polri menangani demonstrasi masyarakat, maupun menghalau potensi tawuran warga dan kerusuhan sosial lainnya.

“Selain stabilitas politik, penegakan hukum dan ketertiban masyarakat merupakan dua hal yang menjadi tolak ukur bagi para investor maupun turis datang ke Indonesia. Peran Polri, didukung sinergi dengan TNI, telah membuat Indonesia semakin kondusif, aman dan nyaman,” pungkas Bamsoet.***/ebn

Bamsoet Tantang Penggiat Medsos Ciptakan Platform Digital

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berdialog dengan penggiat media sosial di DPR RI, Rabu (10/7/2019)— foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memamerkan aplikasi digital DPR NOW kepada para penggiat media sosial dan netizen dari kalangan millenial. Melalui aplikasi yang bisa diunduh dari berbagai smartphone ini, masyarakat bisa melihat berbagai kegiatan kedewanan seperti rapat, audiensi maupun pengaduan masyarakat secara real time.

“Netizen yang terkenal dengan kekritisannya bisa langsung melihat berapa banyak anggota DPR RI yang datang rapat paripurna, rapat komisi maupun kegiatan kedewanan lainnya,” ujar Bamsoet saat berdialog dengan para penggiat media sosial dan netizen di DPR RI, Rabu (10/07/19). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Menurutnya,  pembuatan aplikasi DPR NOW, ditunjang sosial media DPR RI di twitter, facebook, instagram, dan youtube, merupakan sarana transformasi digital menyesuaikan kebutuhan Revolusi Industri 4.0. Selain juga untuk melibatkan partisipasi masyarakat, utamanya millenial, dalam proses check and balances DPR RI.

Ketua DPR Bambang Soesatyo bersama para penggiat media sosial di DPR RI, Rabu (10/7/2019)—foto istimewa

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini menilai, pesatnya pertumbuhan penetrasi pengguna internet di Indonesia juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital. Mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 171,18 juta jiwa (tumbuh 27,91 juta). Dengan penetrasi sebesar 64,8 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 264,16 juta jiwa, menunjukan penduduk Indonesia sudah melek internet. 

“Namun melek internet saja tidak cukup. Harus diikuti melek literasi digital. Agar para pengguna internet tidak tersesat dalam hiruk pikuk dunia maya, khususnya di berbagai platform media sosial. Melek literasi digital akan membuat pengguna internet terhindar dari hoax, hate speech maupun kejahatan siber lainnya,” urai Bamsoet.

Ketua DPR Bambang Soesatyo–foto istimewa

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, Laporan Digital 2019 yang dikeluarkan Hootsuite (We are Social) memperlihatkan Facebook sebagai aplikasi media sosial terpopuler dunia dengan pengguna mencapai 1,887 miliar. Indonesia menyumbangkan 120 juta pengguna, berada di posisi ke-3 dunia. Belum lagi jika melihat media sosial lainnya, seperti Youtube, Instagram, maupun Twitter, jumlah pengguna dari Indonesia selalu berada di tingkat atas.

“Dalam laporan tersebut juga menyebutkan, rata-rata perhari pengguna internet Indonesia menghabiskan waktu 8 jam 36 menit mengakses internet, 3 jam 26 menit diantaranya digunakan mengakses media sosial. Aktifnya warga di jejaring media sosial bisa menjadi peluang bisnis.

Karena itu, dibanding menggunakan media sosial sebagai tempat galau atau berkeluh kesah, lebih baik millenial memanfaatkan media sosial untuk berjualan, promosi, iklan, maupun hal positif lainnya yang bisa menambah keuntungan ekonomi,” tutur Bamsoet.

Tak hanya sekadar menjadi penikmat media sosial, Wakil Ketua Umum KADIN ini juga mengajak millenial yang terkenal dengan kreasi dan inovasi, bisa bergerak bersama membuat media sosial karya anak bangsa. Seperti halnya telah dilakukan DPR RI melalui DPR NOW, maupun Nadiem Makarim melalui GO-JEK yang telah menjadi platform transportasi digital terbesar, bukan hanya di Indonesia melainkan juga dunia. Bahkan pada tahun 2017, GOJEK menempati urutan ke-17 dunia sekaligus satu-satunya perusahaan dari Asia Tenggara, sebagai perusahaan yang mampu mengubah dunia.

“Di bidang travel dan perjalanan, Indonesia punya Traveloka dan tiket.com, e-commerce ada Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya. Kita merindukan para millenial dengan kreatifitas, kepercayaan diri, dan saling keterhubungannya bisa melahirkan aplikasi sosial media sejenis facebook, youtube, maupun twitter dari Indonesia. Sebagaimana yang sudah ditunjukan China melalui aplikasi REN REN, Alibaba, Baidu atau Yoku,” urai Bamsoet.

Terlebih, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, perang dagang antara Amerika dan China, sudah masuk kedalam perang ideologi. Dan, bukan tidak mungkin saat puncak ‘perang’ kedua negara tersebut terjadi, Amerika akan mematikan satelit, internet atau bahkan sosial media yang dimiliki. Padahal, pengguna aplikasi Youtube, Instagram, Twitter ataupun WhatsApp di Indonesia sangat tinggi.

“Bayangkan kalau mereka matikan itu semua. Indonesia jadi bingung. Karena kita terlalu bergantung pada network asing. Karenanya, Saya mendorong anak bangsa membuat platform digital teknologi nya sendiri. Jika millenial Indonesia sudah bergerak, saya yakin dunia akan berguncang,” pungkas Bamsoet.***/ebn

Menkumham Pastikan Pemerintah Beri Perhatian Serius Kasus Baiq Nuril

Menkumham Yasonna Laoly menjawab wartawan seusai mengikuti sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (8/7/2019)–foto humas

JAYAKARTA NEWS— Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly memastikan, pemerintah memberikan yang sangat serius tentang kasus yang dihadapi Baiq Nuril, guru SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang harus menjalani hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta atas kasus perekaman pelecehan seksual, karena pengajuan Peninjauan Kembali (PK) kasusnya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

“Sore ini jam 4 kita akan telaah. Kalau grasi kan sudah tidak mungkin, karena kalau grasi itu, menurut undang-undang tentang grasi, hukumannya harus 2 tahun untuk memohon grasi, dan ini kan cuma 6 bulan,” kata Menkumham kepada wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Senin (8/7) sore. Demikian dikutip dari laman setkab.

Menurut Menkumham, Baiq Nuril telah datang bersama anggota DPR RI Rike Diah Pitaloka ke kantornya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Salah satu opsi yang akan dikaji Kementerian Hukum dan HAM, menurut Menkumham, adalah amnesti, yang juga pernah dilakukan untuk perorangan.

Meskipun dalam praktek yang pernah ada, lanjut Yasonna, amnesti  adalah untuk kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan politik besar seperti jaman PRRI oleh Bung Karno, kemudian pernah Muchtar Pakpahan oleh Pak Habibie, kemudian Budiman Sudjatmiko karena kejahatan yang dianggap ada kaitanya dengan politik.

“Tapi ini juga tidak sebetulnya tidak ada dibatasi yang jelas tentang hal itu maka kita akan mempelajari secara mendalam soal itu hari ini. Malam ini juga saya juga mengundang beberapa teman-teman pakar untuk mendiskusikan ini dalam bentuk FGD (Focuss Group Discussion),” terang Yasonna.

Menkumham memastikan, pihaknya betul-betul memberikan perhatian yang sangat serius tentang kasus ini, mencari jalan keluar untuk disampaikan kepada Presiden. Untuk itu, pihknya akan membicarakan masalah ini dengan pengacara Baiq Nuril, dengan Rieke Diah Pitaloka, dan mendiskusikan pendekatan yang paling tepat untuk hal ini.

“Memang dari yang kita lihat ya amnesti. Kan ini betul-betul karena sudah menarik perhatian publik, ada rasa keadilan yang harus kita perhatikan benar-benar tentang kasus ini. Itu sebabnya menjadi perhatian serius kita. Kita pilih kepastian hukum atau keadilan. Tentu ini akan menjadi perhatian kita,” pungkas Yasonna. ***/ebn

Pidato Megawati di World Peace Forum: Siapakah yang Hendak Dihancurkan di Abad 21 Ini?

Megawati Soekarnoputri berbicara dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum) ke-8 di Tsinghua University , Beijing, Senin (8/7/2019)—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Prinsip musyawarah mufakat dan dialog konstruktif menjadi cara untuk menyelesaikan segala pertentangan demi mewujudkan perdamaian dunia. Jika ingin dunia damai, maka setiap negara bangsa harus menghormati kedaulatan tiap negara bangsa lainnya, walau yang terkecil sekalipun.

Hal itu disampaikan oleh Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, dalam pidato kunci (keynote speech) di acara Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum) ke-8 yang diselenggarakan Tsinghua University di Beijing, Senin (8/7/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu menjadi pembicara utama dalam pleno yang bertemakan International Configuration and World Order.

Megawati mengatakan isu perdamaian menghangat biasanya seiring isu adu kekuatan yang terjadi di antara negara-negara yang dinilai maju dalam pertumbuhan ekonomi. “Dalam forum ini, saya ingin mengajukan pertanyaan, yaitu “siapakah sebenarnya yang hendak dihancurkan di abad 21 ini?”

Megawati Soekarnoputri di Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum), Beijing, Senin 8 Juli 2019—foto istimewa

Inikah arti kemerdekaan yang dengan susah payah telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa kita? Inikah arti dari kemajuan teknologi? Apakah teknologi diciptakan untuk menyulut peperangan atau sebenarnya untuk memperkokoh perdamaian?,” ucap Megawati.

Padahal, menurutnya dunia juga telah mengalami berbagai contoh kesengsaraan yang diakibatkan oleh perang. Dari perang dunia, konflik Semenanjung Korea, konflik di Timur Tengah, dan lainnya. Begitu banyak juga inisiatif baik perdamaian lewat Konferensi Asia Afrika 1955, Gerakan Non-Blok, hingga kerja-kerja PBB.

Prinsip pertama yang disampaikan Megawati, semua harus selalu ingat bahwa bumi yang kita diami ini hanyalah satu. “Maka kita sendirilah yang harus menjaga dan melestarikannya,” kata Megawati.

Hal kedua, semua harus menyadari jika setiap pertentangan selalu dimaknai sebagai perang, maka pertentangan tersebut pasti akan berujung dengan bahaya bagi peradaban manusia.

Dalam konteks itu, nasib umat manusia tidak dapat ditentukan oleh hanya segelintir bangsa atau golongan yang merasa dirinya besar dan kuat, paling benar dan suci. Setiap bangsa, sekecil apapun, berhak bersuara. “Dan suara sekecil apapun, berhak untuk didengar dalam upaya keamanan dan perdamaian dunia,” kata Megawati.

Ketiga, jika bersepakat menciptakan perdamaian dunia, maka lenyapkanlah sebab-sebab pertikaian dan ketegangan. Dunia akan merasa damai bila sebab-sebab peperangan dilenyapkan. Jika segala kebencian, permusuhan dan keserakahan dilenyapkan.

Bagaimana caranya? Menurut Megawati, adalah dengan duduk bersama, menggunakan pikiran dan hati yang tenang.

“Lenyapkan semua itu dengan dialog konstruktif. Lenyapkan semua itu dengan musyawarah mufakat, temukan dan putuskan prinsip-prinsip yang disetujui secara bersama untuk menyelesaikan pertentangan,” ujarnya.

Kata Megawati, ada sebuah prinsip yang sesuai dengan amanat Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. Yakni prinsip persamaan kedaulatan bagi semua bangsa. Satu prinsip untuk menghormati,

menghargai, mengakui dan melindungi penggunaan hak-hak azasi setiap manusia dan hak-hak azasi nasional setiap bangsa.

“Itulah prinsip yang harus diterima, dipegang teguh, dan dijalankan oleh setiap bangsa,” tandasnya.

Usai berpidato, Megawati memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya kepadanya.

Selain Megawati, di forum ini turut hadir juga mantan Perdana Menteri Singapura yang sekaligus pimpinan delegasi Singapura Goh Chok Tong, mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, mantan Perdana Menteri Belgia Herman Van Rompuy, dan mantan Menlu Rusia Igor Ivanov.***/ebn

Ini Pesan Presiden Kepada Para Guru: Hati-hati!

Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Kongres ke-22 PGRI di Kelapa Gading Jakarta, Jumat (5/7/2019) malam—foto humas

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para guru untuk berhati-hati. Saat ini menurutnya ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar, namun sekarang sudah bergerak kemana-mana.

“Dunia virtual adalah kampus kita, saya belajar dari sana. Google adalah perpustakaan kita, Wikipedia adalah ensiklopedia kita, Kindle buku elektronik adalah buku pelajaran kita, dan masih banyak media digital lainnya,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Kongres ke-22 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (5/7) malam.

Menurut Presiden, kita sering terkaget-kaget, anak-anak muda, anak-anak kita mampu belajar secara mandiri, mereka bisa tahu jauh lebih banyak hal melalui bantuan teknologi itu. Oleh sebab itu, Presiden menegaskan, peran guru harus lebih dari mengajar sekarang ini, tetapi juga mengelola belajar siswa, mengarahkan belajar siswa, karena mereka bisa belajar dimana-mana.

“Kalau tidak ada yang mengarahkan, berbahaya sekali, (karena) sekarang buka apa saja sekarang di dalamnya ini (gadget) ada semuanya,” tutur Presiden Jokowi.

Guru, lanjut Kepala Negara, dituntut untuk lebih fleksibel,  guru dituntut lebih kreatif, guru dituntut lebih menarik dan lebih menyenangkan siswa. Ia mengingatkan sekali lagi hati-hati, ini harus mulai kita lihat perubahan teknologi, perubahan zaman yang ada.

Namun Kepala Negara mengaskan, guru tetaplah guru, tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun. Diakuinya banyak yang menyampaikan nanti karena ada online, (peran) guru akan bisa digantikan. Namun Kepala Negara meyakini, kalau masalah ini kita harus percaya guru adalah profesi mulia membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, dengan toleransi, dengan nilai-nilai kebaikan.

“Guru lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi, membangun kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan semangat kesatuan,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan,  di sinilah letak strategis PGRI dalam membangun pendidikan, sekaligus sumber daya manusia, sekaligus SDM yang berkualitas, dan tetap menjadi organisasi profesi yang dapat mewujudkan visi-misi dan program-programnya secara profesional.

Tidak Hanya Berpengetahuan

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan, dalam lima tahun ke depan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah prioritas pembangunan nasional. Artinya, para guru semuanya berperan sentral dalam melaksanakan program pembangunan sumber daya manusia ini.

Menurut Presiden, kualitas SDM di semua jenis profesi harus ditingkatkan secara signifikan kualitas SDM di usia dini, di usia remaja harus ditekankan juga secara signifikan, sehingga semua mampu menghadapi dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berubah begitu sangat cepatnya.

Oleh karena itu, menurut Presiden Jokowi, tujuan pendidikan kita tidak lagi hanya mencetak siswa yang berpengetahuan, tetapi juga siswa yang berketerampilan, memiliki skill dan juga berkarakter.

“Pendidikan Pancasila misalnya, tidak cukup hanya memberikan pengetahuan Pancasila kepada siswa tetapi lebih penting lagi adalah membentuk karakter dan kepribadian Pancasila kepada tiap-tiap diri siswa, tiap-tiap murid yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi.

Ketika pembangunan SDM jadi prioritas, Kepala Negara mengingatkan, paling utama peran guru akan semakin sentral, semakin utama dan semakin strategis. “Guru harus menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa,” tegasnya.

Kepala Negara menegaskan, transformasi pendidikan dan proses belajar-mengajar harus terus dilakukan, proses belajar mengajar harus menggembirakan baik guru maupun siswa, baik guru maupun murid, dan dilakukan secara efisien dan mudah.***setkab/ebn

Soal ASN Korupsi, Mendagri Tegur 11 Gubernur, 80 Bupati dan 12 Walikota

Ilustrasi–foto setkab

JAYAKARTA NEWS—Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegur para gubernur, bupati juga wali kota agar segera melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi.

Keterangan yang disampaikan Puspen Kemendagri menyebutkan, Mendagri telah memberikan teguran tertulis kepada 11 gubernur, 80 bupati dan 12 waki kota agar dalam waktu 14 hari segera melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi.

“Per 1 Juli sudah diberikan teguran tertulis oleh Pak Mendagri kepada Kepala Daerah untuk segera PTDH dalam waktu 14 hari ini,” kata Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, di Jakarta, Rabu (3/7), sebagaimana dikutip dari laman setkab.go.id

Akmal menambahkan, dari total sebanyak 2.357 ASN yang harus dilakukan PTDH, sebanyak 2.259 ASN berada di lingkup Pemerintah Daerah. Tercatat hingga akhir Juni 2019, masih ada sebanyak 275 ASN yang belum diproses oleh PPK yang tersebar di 11 provinsi, 80 kabupaten dan 12 kota.

“Kebanyakan ASN berkasus korupsi ada di lingkungan Pemda. Hingga kini masih ada 275 ASN yang belum diproses PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian). Rinciannya 33 ASN di Provinsi, 212 ASN di Kabupaten dan 30 ASN di Kota,” terang Akmal.

Sebagaimana putusan MK Nomor 87/PUU-XVI/2018 tersebut pemberhentian PNS tidak dengan hormat, adalah bagi mereka berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) karena melakukan perbuatan yang ada kaitannya dengan jabatan seperti korupsi, suap, dan lain-lain.***/ebn

Ini Penjelasan BMKG tentang Suhu Udara Panas

Ilustrasi –sumber thenews.com.pk

JAYAKARTA NEWS— Beberapa waktu terakhir ini negara-negara di Eropa juga Timur Tengah mengalami suhu udara yang panas. Berdasarkan catatan pengamatan suhu udara permukaan sepanjang Bulan Juni 2019 oleh Stasiun-stasiun pengamatan cuaca di Iraq, Kuwait, dan Arab Saudi yang terkumpul di database Badan Meteorologi Dunia (WMO), suhu maksimum tertinggi tercatat di Stasiun Basrah-Hussein (Iraq) sebesar 50.4 derajat Celcius pada tanggal 10 Juni 2019, di Stasiun Mitribah (Kuwait) tercatat sebesar 51.4 derajat Celcius  pada 10 Juni 2019.

Menurut Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu panas yang dirasakan di Timur Tengah adalah akibat perluasan gelombang panas yang menyerang India beberapa minggu lalu.

“Gelombang panas menjangkiti mulai dari India, Pakistan, Afghanistan, Turkemistan, Iran dan Saudia Arabia. Suhu permukaan di wilayah-wilaah yang terpapar heatwave tersebut terukur bervariasi antara 34-51 derajat celcius,” demikian rilis dari BMKG. Suhu panas itu tidak hanya di negara-negara Timur Tengah tapi juga di  Paris dan Lyon, Perancis tercatat suhu mencapai 34 derajat.

Berdasarkan pola klimatologis, papar BMKG, wilayah Timur Tengah memang memiliki suhu yang tinggi pada periode Juni, Juli, dan Agustus (JJA). Suhu tinggi pada periode tersebut  akibat  posisi gerak semu tahunan matahari yang berada di wilayah Belahan Bumi Utara. Kondisi ini pun didukung oleh faktor geografis wilayah tersebut yang terletak pada Lintang 20-30 dan umumnya memiliki iklim gurun karena menjadi lokasi subsidensi (massa udara turun pada sirkulasi global), sehingga memiliki kandungan uap air yang relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah pada lintang lain.

POTENSI DAMPAK TERHADAP INDONESIA

BMKG memperkirakan, kejadian fenomena suhu tinggi di Timur Tengah diperkirakan tidak berdampak pada wilayah Indonesia. Selain karena sistim sirkulasi udara yang menyebabkan gelombang panas di wilayah Timur Tengah berbeda dan tidak mengarah atau menuju  ke wilayah Indonesia, suhu panas yang mencapai lebih dari 50 derajat celcius juga sangat kecil peluangnya terjadi di wilayah Indonesia.

Berdasarkan Catatan historis suhu maksimum di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celcius,” tulis siaran pers BMKG.

Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Indonesia, menurut BMKG, adalah sebesar 39.5 derajat celcius pada tanggal 27 Oktober 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah .

Menurut BMKG, berdasarkan  hasil simulasi proyeksi iklim multi-model menggunakan skenario RCP4.5, pada periode 2020-2030, rata-rata wilayah daratan di Indonesia akan lebih panas 0,2 – 0,3 derajat celcius dibandingkan dengan rata-rata suhu udara pada periode 2005-2015.

Pada periode 2020-2030, wilayah-wilayah yang diproyeksikan akan mengalami kenaikan suhu tertinggi terjadi di sebagian Sumatera Selatan, bagian tengah Papua dan sebagian Papua Barat.

Untuk mengantisipasi suhu udara permukaan yang semakin panas di masa yang akan datang, yang disebabkan oleh fenomena global warming, menurut BMKG, perlu adanya upaya adaptasi dan mitigasi.

“Upaya ini harus dimulai dari kesadaran kita untuk mengurangi hal-hal yang dapat meningkatkan emisi gas-gas rumah kaca ke atmosfer dan membekali diri dengan pengetahuan tentang dampak negatif dari perubahan iklim,” bunyi siaran pers BMKG.

SUHU DINGIN DIENG

BMKG memastikan, kejadian gelombang panas dan suhu tinggi di wilaya Iraq, Kuwait dan Arab tidak adanya kaitannya dengan kejadian embun beku dan suhu dingin di Dieng dan Bromo.

Menurut BMKH, fenomena embun beku dan suhu dingin di wilayah Dieng dan Bromo lebih disebabkan oleh variasi musiman suhu di periode musim kemarau yang dipengaruhi angin monsun Australia serta topografi wilayah tersebut.

Disebutkan, pada periode musim kemarau, kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi balik gelombang panjang pada saat malam hari semakin kuat dan lebih banyak dilepas langsung ke atmosfer. Akibatnya, permukaan tanah dan atmosfer bagian bawah lebih cepat mendingin, bahkan hingga dibawah titik beku nol derajat yang menciptakan fenomena embun beku.

Selain itu, faktor elevasi/ketinggian tempat menentukan suhu di tempat tersebut, daerah yang memiliki ketinggian  lebih tinggi akan memiliki suhu lebih dingin dibandingkan dengan daerah yang memiliki ketinggian rendah.

Suhu akan menurun sebesar 0.65 derajat celcius setiap kenaikan elevasi sebesar 100 meter. Oleh karena itu sejumlah daerah yang daerah yang  tinggi, seperti dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah yang terletak pada ketinggian 2093 meter dapat mencapai suhu yang sangat dingin bahkan hingga di bawah 0 derajat celcius,” bunyi sran pers BMKG.

Berdasarkan pengamatan Suhu Minimum Harian oleh Stasiun Observasi BMKG menunjukkan wilayah Ruteng (Satarcik) dan Malang (Tretes) masih mencatat keadaan suhu paling dingin dalam beberapa hari terakhir.

“Pencatatan suhu minimum menunjukkan 10,4 derajat Celcius di Tretes dan 13,8 derajat celcius di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng per 27 Juni 2019,” tulis iran pers BMKG. ***/setkab/ebn

Komisioner KPAI Retno: Orangtua Bingung Pahami Juknis PPDB, Penyebaran Sekolah tidak Merata

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti–foto instagram retno

JAYAKARTA NEWS— Kekisruhan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Dididk Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2019, menjadi sorotan berbagai pihak. Bahkan Presiden Joko Widodo pun akhirnya turun tangan memberikan arahan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akhirnya membuahkan penambahan kuota PPDB menjadi paling banyak 15% dari kuota jalur prestasi yang semula paling banyak 5%.

Sementara itu dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus bekerja melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan  PPDB di daerah-daerah termasuk menerima pengaduan para orangtua terkait PPDB.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjelaskan, KPAI  telah membentuk tim pengawasan PPDB yang sudah melakukan pengawasan langsung dengan mewawancarai sekolah, petugas pendaftaran, orangtua dan calon peserta didik baru. Pengawasan dilakukan di beberapa daerah dan langsung ke sekolah, diantaranya : Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, DKI Jakarta dan lain-lain. 

Suasana pendaftaran PPDB 2019 di SMPN 52 Jakarta Timur—foto instagram retno

Hasil pengawasan akan dianalisis untuk kepentingan advokasi kebijakan PPDB ke depannya agar lebih baik. Namun, untuk sementara hasil pengawasan langsung menunjukkan bahwa para orangtua calon peserta didik mengaku tidak pernah menerima sosialisasi dan kalau pun menerima sosialisasi PPDB 2019 sangat minim informasinya, sehingga menimbulkan kebingungan para orangtua.

Posko pengaduan PPDB KPAI mulai dibuka sejak 19 Juni 2019 dan akan dibuka hingga PPDB berakhir, mengingat mulainya PPDB tidak serentak, ada yang sudah mulai pertengahan Juni dan ada yang baru dimulai awal juli 2019, maka posko pengaduan PPDB  KPAI menerima pengaduan  hingga 12 Juli 2019.  

Dari tanggal 19-22 Juni 2019, KPAI sudah menerima 19 pengaduan masyarakat melalui pengaduan online  yang berasal dari berbagai daerah, seperti, JAWA TIMUR : Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kota Surabaya, Madiun, Kab. Jember, KAB. Gresik, kab. Blitar, Kota Blitar dan kota Malang; BANTEN : Kota  Tangerang Selatan ; JAWA BARAT : Kota Bandung, Kota Bekasi, Cikarang  Utara;  JAWA TENGAH : Kota Solo; dan NTT : Kota Kupang.

Pengaduan yang diterima meliputi PPDB SMPN sebanyak 9 pengaduan dan PPDB SMAN sebanyak 10 pengaduan. Adapun masalah-masalah yang diadukan adalah sebagai berikut :

1.        Tidak  pernah menerima sosialisasi PPDB SMPN dan SMAN  dengan sistem zonasi (Kediri dan Mojokerto)

2.        Penolakan kebijakan PPDB sistem zonasi, pengaduan PPDB  SMAN di Jawa Timur sempat dihentikan sementara (kota Surabaya)

3.        Tidak paham kebijakan dan juknis PPDB SMPN  sistem zonasi  dari pengadu (kab. Gresik)

4.        Juknis  PPDN SMPN sistem zonasi di anggap kaku (kota Bekasi)

5.        SMAN  belum merata  penyebarannya di Jember, misalnya kecamatan Bangsaldari, tempat domisili pengadu, tidak ada SMA Negeri. Akibatnya pengadu tidak bisa mengakses sekolah negeri (Jember)

6.        Kuota zonasi murni PPDB yang seharusnya 90%  diubah menjadi 50% di SMAN (Kabupaten Madiun)

7.        Jarak rumah tidak terverifikasi dengan tepat untuk PPDB SMAN (Cikarang Utara)

8.        Permasalahan pada jalur Kombinasi dalam PPDB SMPN  (kota Bandung) dan Jalur afirmasi dalam PPDB SMAN (Kediri)

9.        Tidak ada zona irisan antara Karanganyar dengan kota Solo, SMP negeri terdekat berjarak 10 km, Kartu Keluarga dianggap luar kota, jadi anak pengadu terancam tidak dapat diterima di SMPN (Kota Solo)

10.      Pengadu berdomisili di kecamatan Sukun, namun SMAN terdekat di kecamatan Klojen yang berjarak 2.5 KM dan 2.9 KM, akibat penyebaran SMAN tidak merata, maka anak pengadu tidak diterima di sekolah negeri terdekat (Kota Malang)

11.      Masalah Zona ber-irisan dalam PPDB SMAN tidak diterima di sekolah pilihan meski jarak rumah ke kedua pilihan sekolah tersebut hanya 600 meter dan 1185 meter (Mojokerto)

12.      Pengadu dari Jakarta dan ingin melanjutkan SMAN di kota Kupang, tapi terkendala oleh pindah domisili yang belum diurus (Kota Kupang)

13.      Dugaan tidak transparannya PPDB SMAN  (Tangerang Selatan)

14.      Masalah perpindahan domisili dan Kartu Keluarga sehingga anak pengadu tidak bisa mengakses SMPN terdekat dari rumahnya yang sekarang (Bekasi Utara ke Bekasi Selatan)

15.      Dinas Pendidikan kota Bekasi menambah jumlah rombongan belajar (rombel) PPDB SMPN dari maksimal 32 menjadi maksimal 36 siswa, masyarakat khawatir 4 siswa lain ditiap kelas tidak bisa masuk dapodik (Kota Bekasi)

16.      Pengelola sekolah swasta khawatir tidak kebagian siswa karena pemerintah tahun 2019 membangun atau membuka sekolah baru yaitu SMPN sebanyak 7 sekolah yaitu SMP 50, 51, 52, 53, 54, 55 dan 56 (Kota Bekasi)

Sehubungan dengan pengaduan tersebut, jelas Retno,  tim pengawasan PPDB KPAI akan melakukan proses konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan kabupaten/kota maupun Dinas Pendidikan Provinsi, serta pihak sekolah jika diperlukan.  Proses pelaksanaan PPDB masih panjang, karena banyak wilayah baru memulai PPDB pada 1 – 10 Juli 2019. KPAI akan terus  melakukan pengawasan dan juga menerima pengaduan masyarakat terkait PPDB 2019.***/ebn