13 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RSAS, Terus Dipantau

JAYAKARTA NEWS, MADINAH – Jelang berakhirnya operasional haji (h-3), sebanyak 13 Jemaah haji indonesia masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Sebanyak 9 Jemaah dirawat di RSAS Makkah, 2 jemaah di Madinah, dan 2 Jemaah di Jeddah. Dari jumlah tersebut didominasi oleh jemaah dengan penyakit jantung dan saluran pernafasan

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap jemaah haji yang dirawat di RSAS hingga pasca operasional haji.

“Sampai masa operasional haji selesai, setiap hari dilakukan visitasi oleh tim dokter KKHI baik di Makkah maupun di Madinah untuk memonitor kondisi jemaah yang dirawat di RSAS” ungkap dr. Budi dalam Rilis Rabu (10/8/2022).

Setelah masa operasional haji selesai, kita terus melakukan proses pemantauan terhadap jemaah haji di RSAS melalui Kantor urusan Haji di Jeddah dan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah.

“Semua jemaah haji yang dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab pemerintah indonesia sampai nantinya jemaah bisa pulang ke tanah air” jelasnya.

Menurut dr. Budi, jemaah haji yang dirawat di RSAS merupakan jemaah haji yang memang memiliki kasus berat dan membutuhkan penanganan kesehatan yang jauh lebih intensif. Sebagian jemaah juga membutuhkan alat bantu seperti ventilator. Sehingga kondisinya belum memungkinkan untuk dapat dipulangkan melalui skema tanazul-evakuasi.

Meski demikian pihaknya berharap jemaah yang saat ini masih dirawat di RSAS dapat segera pulih dan dapat dipulangkan secepatnya ke tanah air, menyusul kepulangan jemaah haji lainnya.

“Kita berdoa mudah mudahan semua bisa kembali pulih dan bisa segera kita pulangkan” harap dr. Budi.***/uli

Semarak 77 Tahun Kemerdekaan RI, Pentas Seni Indonesia Meriahkan Festival Internasional Ceahlaul 2022

JAYAKARTA NEWS – Seribu penonton hadir dalam Pentas Seni Budaya Festival Internasional Ceahlaul Piatra Neamț 2022 Edisi ke-23 di Piatra Neamț dan Târgu Neamț (+ 363 km dari Bucharest).

Acara yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77, ini adalah kerja sama KBRI Bucharest dengan komunitas seni Indonesia di Bucharest.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 5 – 7 Agustus 2022 tersebut bekerja sama dengan Dewan Provinsi Neamț dan Pusat Kebudayaan dan Seni “Carmen Saeculare”, dan diperkirakan dihadiri lebih dari seribu penonton dari berbagai wilayah di Rumania. Demikian Rilis Kemlu, Rabu (10/8).

Festival Internasional Ceahlaul edisi ke-23 di Piatra Neamț merupakan sebuah rangkaian festival keliling dengan pertunjukan yang dimulai dari sore sampai tengah malam di pusat kota Piatra-Neamț pada tanggal 5 dan 7 Agustus, serta di Târgu Neamț pada 6 Agustus 2022.

Dalam dua hari pertama, parade berjalan dan tarian tradisional dilaksanakan di sepanjang arteri pusat kota hingga kembali lagi ke alun-alun kota Piatra-Neamț dan Târgu Neamț. Rute tersebut merupakan jalan utama di kedua kota tersebut sehingga publik yang hadir cukup besar.

Festival dimeriahkan oleh Folkloric Ensemble “Floricicà de la munte” yang juga diikuti oleh berbagai ansambel grup folklor perwakilan dari negara-negara di luar Eropa. Diantaranya adalah Meksiko dengan “Alianza” dari Saltillo, Indonesia dengan “Jepun Bali”, Ukraina yang membawakan Ansambel “Cervona Kalena” dari Negostina (Suceava), Hongaria dengan Ansambel “Búzavirág” Brașov, Yunani dengan tarian Ansambel “Efthymios” dan grup vokal “Dionysos”, yang keduanya berasal dari Brașov, serta, ansambel folklor “Brăul rożu” dari Piatra-Neamț telah ikut serta berpartisipasi dalam penampilan di atas panggung Festival dengan membawakan tarian Saxon.

Antusiasme warga Piatra Neamț dan Târgu Neamț sangat tinggi dalam menyambut festival ini dibuktikan oleh kehadiran ribuan orang yang datang untuk menyaksikan. Apresiasi yang meriah ditunjukan oleh penonton selepas penampilan gamelan dan tarian yang ditampilkan oleh Jepun Bali yang merupakan wakil dari tim seni Indonesia.

Selain sebagai langkah untuk menjaga keharmonisan dan menunjukkan kedekatan hubungan Indonesia dengan Rumania, kegiatan ini juga merupakan upaya diplomasi budaya untuk mengenalkan keragaman kebudayaan Indonesia secara lebih luas kepada masyarakat Rumania yang mana nantinya dapat meningkatkan minat wisatawan asal Rumania untuk berkunjung ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jepun Bali menampilkan Gamelan Baleganjur pada saat parade budaya mengelilingi kota yang berlangsung selama 40 menit. Pementasan Tari Rejang Dewa, Tari Bapang Selisir serta Gamelan Liar Samas di atas panggung yang berada di pusat alun-alun kota Piatra-Neamt dan Târgu Neamț berlangsung masing-masing selama 30 menit.

Jepun Bali merupakan sanggar seni yang secara khusus menekuni Gamelan dan Tari Bali di Bucharest. Komunitas ini dipimpin oleh Sdr. Lucian Zbarcea yang merupakan salah satu alumni program beasiswa Darmasiswa dan Sdri. Pradnyani Dewi.

Soft diplomacy berupa pengenalan budaya Indonesia terbukti merupakan salah satu strategi paling efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Rumania. Kehadiran tim budaya Indonesia dalam Festival Internasional Ceahlaul Piatra Neamț 2022 edisi ke-23 di Piatra Neamț dan Târgu Neamț mendapatkan sambutan yang cukup hangat.

Dari komunikasi informal yang dilakukan selama festival berlangsung, mayoritas penonton baru pertama kali melihat secara langsung pagelaran budaya Indonesia setelah sekian lama mendengar dan mengetahui melalui berbagai media.

Keikutsertaan tim budaya Indonesia dalam festival serupa di berbagai pelosok wilayah Rumania menjadi kegiatan yang secara rutin dilakukan KBRI Bucharest dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Pada tahun sebelumnya, dalam rangkaian peringatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76, tim budaya Indonesia juga telah berpartisipasi pada Acara Budaya Zilei Dacilor Liberi di Maramures yang berjarak lebih dari 600 km dari kota Bucharest.

KBRI Bucharest senantiasa mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas seni dan budaya Indonesia di Rumania sebagai langkah untuk terus menggalakkan kegiatan promosi budaya di berbagai wilayah di Rumania.***/uli

Dubes Fientje Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Demi Kemakmuran Ekonomi di Kawasan ASEAN

JAYAKARTA NEWS – “Di tengah tantangan yang masih ada selama pandemi COVID-19, saya kutip dari sambutan Sekjen ASEAN pada Hari ASEAN tahun ini bahwa ekonomi ASEAN diperkirakan tumbuh 4,9 persen tahun ini dan diproyeksi tumbuh 5,2 persen pada 2023,” tutur Dubes Fientje Maritje Suebu dikutip dari Rilis Selasa (9/8/2022).

Dubes Fientje menyampaikan rasa terima kasihnya, setelah dua tahun absen karena pandemi global akhirnya Indonesia dapat merayakan Hari ASEAN bersama dengan 6 Perwakilan negara ASEAN pada Resepsi Makan Malam Hari ASEAN, yang diadakan di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Wellington, Senin (8/8).

Indonesia merupakan Ketua ASEAN Community in Wellington untuk periode Juli – Desember 2022. Dubes Fientje juga menyampaikan bahwa Selandia Baru telah lama menjadi Mitra Dialog ASEAN, terbukti sebagai sahabat sejati, andal, dan dekat dengan ASEAN.

Resepsi makan malam Hari ASEAN diadakan untuk memperingati Hari ASEAN ke-55. Acara tersebut didukung oleh enam negara anggota ASEAN di Wellington, antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Turut hadir juga beberapa Duta Besar dan Komisaris Tinggi dari enam negara anggota ASEAN di Wellington, pejabat Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, Mitra Dialog ASEAN, Anggota Parlemen, Dewan Bisnis Selandia Baru-ASEAN (ANZBC), Walikota Dewan Kota Wellington, dan Tamu Kehormatan Khusus, Wakil Menteri Luar Negeri, Menteri Aupito William Sio.

Pada kesempatan khusus ini, Duta Besar Fientje Maritje Suebu menyampaikan sambutan tentang perkembangan dan pertumbuhan negara-negara ASEAN selama lima dekade terakhir, terutama pencapaian ASEAN sebagai salah satu pemain terpenting dalam ekonomi global, secara kolektif menjadi ekonomi terbesar ke-5 di dunia dan diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar ke-4 pada tahun 2050.

Dubes Fientje menjelaskan bahwa kondisi yang menguntungkan negara-negara ASEAN telah menjadi fakta yang tak terelakkan, seperti populasi yang cukup besar sebesar 700 juta orang dengan PDB gabungan sebesar 2,5 triliun AS dollar.

Terkait hal tersebut, Dubes Fientje menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN juga memiliki sumber daya alam yang melimpah dan lokasi strategis yang memberikan keunggulan komparatif dalam skema perdagangan internasional dan investasi global.

Selain itu, Dubes Fientje menyebutkan beberapa langkah telah dilakukan saat ini untuk menghadapi tantangan baru ke depan di beberapa sektor, yaitu digitalisasi, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia dan pemuda, perubahan iklim, energi terbarukan dan banyak lagi. Di akhir sambutannya, Duta Besar Fientje menegaskan kembali komitmen ASEAN untuk terus memelihara kerja sama yang kuat dan bekerja sama dalam mengatasi tantangan bersama dan membawa kemakmuran ekonomi, kemajuan sosial, dan perdamaian abadi di kawasan ASEAN dan di dunia.***/uli

Dukung “Kebaya Goes to UNESCO”, Ratusan Warga dan Diaspora Indonesia Parade “Cantik Berkebaya”

JAYAKARTA NEWS – Sekitar 200 perempuan di wilayah Washington DC dan sekitarnya ikut meramaikan parade “Cantik Berkebaya” di kawasan National Mall, pusat kota Washington DC, demikian keterangan tertulis Selasa (9/8).

Kegiatan yang berlangsung Minggu (7/8)  ini merupakan bentuk dukungan KBRI Washington DC bersama masyarakat dan diaspora Indonesia terhadap upaya pendaftaran kebaya sebagai Warisan Tak Benda (Intangible Heritage) UNESCO.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Washington, D.C., Ayu Heni Rosan menyampaikan tujuan dari kegiatan ini. “Kebaya adalah warisan budaya dari leluhur kita yang wajib dilestarikan. Melalui kegiatan ini, para perempuan dan diaspora Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat telah menunjukkan peran dan kontribusinya secara nyata terhadap gerakan Kebaya Goes to UNESCO. Kami juga akan terus menggiatkan upaya promosi kebaya sebagai busana khas Indonesia agar lebih dikenal oleh publik AS,“ ucap Ayu.

Peserta dengan antusias berjalan dari depan Smithsonian Castle menuju salah satu lokasi yang merupakan ikon dari ibu kota AS yaitu Reflection Pool Gedung Capitol sambil menyanyikan lagu-lagu Indonesia. Peserta dengan antusias memamerkan warna-warni kebaya baik yang dikenakan secara pakem klasik maupun modern.

Salah satu peserta yang telah tinggal selama 15 tahun di AS yaitu Sapna Pandit, mengungkapkan dukungannya atas kegiatan ini. “Acara ini sangat bagus untuk mempromosikan budaya Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Sapna menambahkan, melestarikan kebaya dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. “Dengan atasan kebaya, kita bisa padukan dengan jeans, rok, atau dimodifikasi dengan scarf (selendang),” ujar Sapna.

Untuk menambah semarak pesta berkebaya ini, masyarakat Indonesia di AS juga antusias ikut serta dalam kompetisi  pembuatan konten kreatif melalui aplikasi TikTok yang diadakan oleh DWP KBRI Washington DC. Peserta dari berbagai kalangan usia dengan semangat meramaikan kompetisi ini, yang dapat dilihat di aplikasi TikTok dengan tagar #kebayaindc.

Pagelaran parade “Cantik Berkebaya” ini melibatkan komunitas budaya Indonesia di Washington DC dan sekitarnya yang jumlahnya mencapai 30 komunitas. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang puncaknya akan dirayakan di acara Bazaar dan Panggung Gembira pada tanggal 21 Agustus 2022 bertempat di Wisma Indonesia, Washington DC.***/mel

Rehabilitasi Benteng Pendem Dapat Jadi Wisata Edukasi Sejarah

JAYAKARTA NEWS, NGAWI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi bangunan pada Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch atau biasa disebut Benteng Pendem di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Rehabilitasi Benteng Pendem dilakukan demi menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang dibangun tahun 1840-an sekaligus meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Ngawi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rehabilitasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo saat beliau mengunjungi Benteng Pendem pada tanggal 1 Februari 2019 silam. “Karena kawasan Benteng Pendem ini merupakan cagar budaya, penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai kulturalnya tetap terjaga,” kata Menteri Basuki dalam Siaran Pers, Kamis (28/7).

Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat mengatakan, saat ini pekerjaan revitalisasi sudah hampir 92% dengan seluruh pekerjaan pada bangunan utama yang sudah hampir selesai dan tinggal penyelesaian pekerjaan bangunan tambahan.

“Sisa pekerjaan saat ini yakni pembangunan 5 toilet umum, jalur pedestrian sekitar kawasan yang bisa dimanfaatkan juga untuk joging, dan pekerjaan lansekap. Target tuntas 100% akhir Desember 2022, lebih cepat dari rencana kontrak selesai pada Januari 2023,” kata Reva.

Selain itu, Reva juga menyebutkan akan meningkatkan penghijauan di  kawasan Benteng Pendem dengan tetap berkoordinasi bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim. “Ke depannya diharapkan dapat dijadikan wisata edukasi sejarah cagar budaya yang dilengkapi dengan papan informasi penjelasan pada setiap sudut ruangannya,” katanya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih atas rehabilitasi Benteng Pendem yang dilaksanakan Kementerian PUPR atas instruksi Presiden Jokowi.

“Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu ikon cagar budaya di Ngawi dalam rangka mengedukasi sejarah kepada masyarakat, terutama terkait perlawanan pejuang bangsa Indonesia dalam mengalahkan penjajah,” ujar  Ony.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim Andi Muhammad Said memastikan bahwa rehabilitasi yang dilakukan telah dilakukan sesuai aturan pemeliharaan cagar budaya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan termasuk pengaturan drainase yang secara teknis juga peninggalan Belanda.

“Terkait dengan penghijauan, ada beberapa yang harus diperhatikan terutama jenis tanaman yang akan ditanam apakah akarnya  dapat berpotensi merusak bangunan sekitar. Juga diutamakan harus jenis tanaman endemik atau tanaman asli yang sudah ada di sini,” ujar Said.

Rehabilitasi Benteng Pendem Ngawi mulai dikerjakan sejak 10 Desember 2020 dengan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp113,7 miliar digunakan untuk merehabilitasi 13 bangunan di dalam kompleks Benteng serta penataan Kawasan Inti Benteng.***/uli

Bertemu CEO Korea Selatan, Presiden: Kalau Ada Kendala Sampaikan ke Saya

JAYAKARTA NEWS – Dalam kunjungannya di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan dengan CEO perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Lotte Hotel, Seoul, pada Kamis (28/07/2022) pagi. Dalam pertemuan, para CEO memberikan tanggapan atas iklim investasi di Indonesia yang dinilai sangat kondusif.

Meskipun demikian, Presiden Jokowi meminta para investor untuk tidak segan menyampaikan kendala di lapangan kepada para menteri atau bahkan kepada Presiden langsung.

“Saya tadi tidak mendengarkan keluhan-keluhan yang berat yang mungkin terjadi di lapangan. Tetapi apabila ada masalah-masalah tolong disampaikan kepada Menteri Investasi Pak Bahlil atau kepada Pak Menko Maritim dan Investasi, kalau ada masalah. Kalau mentok berdua ini tidak bisa menyelesaikan bisa ke saya, baik yang berkaitan dengan izin-izin, baik yang mungkin berkaitan dengan imigrasi dan lain-lainnya,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia terus menyederhanakan dan mempermudah regulasi dengan hadirnya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

“Ini adalah sebuah reformasi struktural yang dilakukan Indonesia dalam rangka memberikan peluang investasi yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.

Kepada para CEO, Presiden pun menyampaikan terima kasih atas investasi yang telah ditanamkan. Kepala Negara juga memandang tren investasi Korea Selatan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Sekarang Korea Selatan adalah investor terbesar keenam di Indonesia, ini sebuah capaian yang sangat bagus dan harapan kita semuanya Korea Selatan bisa masuk ke nantinya tiga besar, top 3 di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan yang baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal yang pertama berada pada angka 5,01 persen, kemudian inflasi juga masih bisa dikendalikan di angka 4,3 persen.

“Surplus perdagangan Indonesia di semester pertama tahun ini mencapai 24,8 miliar Dolar AS, sebuah lompatan juga dari kami yang sangat besar. Ini juga banyak karena dukungan dari Bapak-bapak semuanya terutama yang orientasinya ekspor,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak para CEO untuk maju bersama dalam mengembangkan perekonomian.

“Mari kita melangkah maju bersama Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun ekonomi yang lebih baik,” tandasnya.

Usai pertemuan, Presiden Jokowi juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dengan PT Krakatau Steel dan POSCO Holdings.

Hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Investasi Ikmal Lukman.

Adapun para CEO yang hadir yaitu CEO of POSCO Kim Hag-dong, Vice Chairman/CEO of Lotte Chemical Kim Gyo-hyun, Vice Chairman/CEO of LG Corp Brian Kwon, Chairman of CJ Group Sohn Kyung-Sik, Chairman of LS Group Koo Ja-Eun, Vice Chairman/CEO of GS E&C Lim Byeong-yong, CEO of Samsung Electronics Roh Tae-moon, CEO of LX Holdings Roh Jin-seo, Chairman of Taekwang Park Joo-hwan, Chairman of KCC Glass Mong-ik Chung, dan Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Park Tae-sung.***/mel

Menag: Moderasi Beragama Salah Satu Solusi Terbaik Antisipasi Potensi Konflik

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa moderasi beragama adalah salah satu solusi terbaik saat ini dalam mengantisipasi potensi konflik di negara yang memiliki keragaman seperti Indonesia. Hal ini disampaikan Menag saat menjadi keynote pada acara International Conference On Religiuous Moderation (ICROM) secara Hybrid di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Dalam acara yang mengambil tema Religious Moderation In The Digital Space ini, Menag menyampaikan bahwa sebagai negara multikultural dan multireligius, Indonesia selama ini terbukti mampu menjaga kerukunannya. Masyarakat Indonesia yang penuh warna, masih bisa mengikatkan diri pada kesatuan dalam keragaman.

“Di Indonesia, keberagaman suku, ras, agama dan kepercayaan, tidak menciptakan perpecahan tetapi menjadi mozaik yang saling melengkapi. Begitu juga sebagai negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau dengan ratusan pemerintahan administratif, Indonesia tetap kokoh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, Menag mengingatkan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga kerukunan di tengah kondisi damai ini tetap harus ditingkatkan. Sebab, potensi konflik di negara yang beraneka ragam itu selalu ada.

“Di beberapa daerah, masih ada gesekan atau bahkan konflik. Ada juga penolakan terhadap minoritas,” terangnya.

Belakangan ini, lanjut Menag, ada juga sebagian orang yang melakukan interpretasi ajaran lalu merasa paling benar. Mereka mengklaim kebenaran yang dipahaminya sebagai yang paling benar, lalu menyalahkan orang lain. Masih ada juga sekelompok orang yang bermasalah dalam komitmen kenegaraan.

Menag mengatakan, revolusi teknologi informasi juga membuat masa inkubasi potensi konflik menjadi lebih pendek dan lebih cepat. Penularan ujaran kebencian misalnya, bisa menjadi viral dalam hitungan detik. Satu kasus di desa terpencil, dalam hitungan detik bisa menyebar dan membakar emosi orang-orang di pelosok negeri.

“Media sosial sebagai media komunikasi ternyata juga menjadi akselerator. Oleh sebab itu  kita perlu semakin sadar bahwa dunia digital butuh literasi digital, agar kehidupan beragama di Indonesia tidak terpengaruh situasi distrubsi ini,” lanjut Menag.

Menginternasionalkan Moderasi Beragama

Banyak negara menghadapi masalah yang sama dalam kehidupan beragama, seperti ekstremisme dan populisme. Ada juga beberapa kekerasan dan/atau konflik agama yang membutuhkan pendekatan moderat. Menurut Menag, Indonesia perlu mengembangkan moderasi beragama secara lahiriah, lalu mengekspornya ke dunia, sambil terus melakukan penguatan internal. Akan hal ini, ada tiga hal yang menurut Menag harus dilakukan.

Pertama, memperkuat konsep pemahaman keagamaan yang moderat dan menuliskannya secara lebih komprehensif dan terstruktur, sehingga mudah dipahami oleh siapa saja. Kedua, mencoba menerapkan konsep tersebut pada kasus nyata, sehingga kekuatan dan kelemahannya dapat diketahui lebih awal.

Ketiga, konsep pemahaman keagamaan yang moderat di Indonesia harus dikonstruksi secara inklusif, sehingga secara otomatis nilai-nilainya dapat diterima dalam kondisi dan negara apapun.

“Sekali lagi, ini adalah pekerjaan rumah besar bagi akademisi, universitas, dan lainnya untuk melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, serta untuk mempromosikan atau mengekspornya ke dunia,” pungkas Menag.***/mel

Presiden Jokowi dan Presiden Xi Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi hingga Isu Kawasan dan Dunia

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, Selasa (26/07/2022) sore, di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing. Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Xi dan keduanya langsung melakukan foto bersama. Setelahnya kedua pemimpin negara bersama-sama menuju ruang pertemuan.

Dalam sambutan pengantarnya, Presiden Xi mengucapkan selamat datang dan menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

“Yang Mulia adalah Kepala Negara pertama yang diterima pihak Tiongkok setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini cukup membuktikan betapa mesranya antara hubungan kedua pihak,” ucap Presiden Xi.

Presiden Jokowi dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat kepada dirinya dan delegasi Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara sekaligus kawasan dan dunia.

“RRT adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” ucap Presiden Jokowi.

Selain kerja sama ekonomi, kedua pemimpin juga membahas berbagai isu, antara lain isu kawasan dan dunia.

“Sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki tempat yang penting bagi RRT dan kawasan. Apalagi saat ini Indonesia memegang Presidensi G20 dan tahun depan menjadi Ketua ASEAN,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam keterangannya usai pertemuan.

Selain itu, Menlu menambahkan, isu G20 dan ASEAN juga dibahas dalam pertemuan.

“Indonesia sampaikan penghargaan atas dukungan RRT terhadap keketuaan Indonesia di G20. Mengenai ASEAN, Indonesia berkomitmen untuk menjadikan ASEAN relevan, tidak saja bagi masyarakat Indonesia namun juga untuk kawasan dan dunia,” tutur Retno.

Presiden Xi, lanjut Retno, memberikan apresiasi atas upaya Presiden Jokowi dalam mengupayakan perdamaian dan memperbaiki situasi kemanusiaan antara lain melalui kujungan ke Kyiv, Ukraina dan Moskow, Rusia.

“Kunjungan ini dinilai Presiden Xi menunjukkan tanggung jawab Indonesia sebagai negara besar,” kata Retno.

Kedua pemimpin juga membahas mengenai pentingnya kerja sama konkret yang saling menguntungkan dalam konteks Global Development Initiative (GDI).

“Jika kerja sama konkret dapat diwujudkan, maka diharapkan pencapaian SDGs negara berkembang dapat lebih baik,” ucap Menlu.

Menlu mengungkapkan, RRT berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi hijau, antara lain melalui pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara.

“Presiden Xi juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan impor produk pertanian Indonesia,” ucap Retno.

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li Keqiang dan Presiden Xi Jinping di Beijing hari ini, kedua negara telah menyepakati beberapa kesepakatan yaitu:

1. Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative

2. MoU Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika

3. MoU mengenai Pembangunan Hijau

4. Pengaturan Kerja Sama Kelautan

5. Protokol mengenai Ekspor Nanas Indonesia

6. Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan

7. Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menlu Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun.***/mel

Kaketsugi: Teknik Memperbaiki Kain yang Tak Terlihat dari Jepang

JAYAKARTA NEWS – Kaketsugi, secara harfiah berarti ‘memperbaiki tak terlihat’ dalam bahasa Jepang. Ini adalah teknik memperbaiki kain yang luar biasa dari Jepang yang melibatkan perbaikan kain yang rusak ke titik di mana Anda bahkan tidak tahu itu pernah rusak.

Dengan adanya pergantian mode yang lebih populer dan cepat, mungkin menambal kain yang rusak tidak diperlukan lagi. Seperti kaus kaki yang robek tinggal buang dan ganti baru.

Pakaian sehari-hari yang sedikit koyak dan kancingnya terlepas, bisa saja tidak perlu diperbaiki lagi. Perbaikan yang sedikit mungkin akan meninggalkan jejak di baju tersebut.

Tapi bagaimana dengan pakaian khusus, apa yang terjadi ketika sesuatu yang benar-benar istimewa dan sayang di hati kita menjadi rusak? Anda tidak bisa begitu saja mengganti sesuatu yang bernilai sentimental, tetapi Anda juga tidak bisa memakainya dengan adanya koyak walaupun sedikit.  Di sinilah seni magis kaketsugi masuk dan dibutuhkan.

Dilansir dari Odditycentral Sabtu (23/7/22), seperti namanya, teknik menambal kain yang unik ini adalah tentang memperbaiki kerusakan seperti lubang pada kain atau benang yang sobek sedemikian rupa sehingga garmen tersebut terlihat seperti baru.

Beberapa tahun yang lalu, sebuah laporan berita tentang kaketsugi oleh stasiun TV Korea Selatan SBS menjadi viral. Ini berfokus pada karya pengrajin Jepang Takao Matsumoto, yang telah menggunakan teknik untuk memulihkan pakaian selama lebih dari 55 tahun.

Meskipun Matsumoto bukan satu-satunya yang berpengalaman dalam seni kaketsugi – stasiun NHK Jepang menampilkan tim ayah-anak, Kataoka Tesshu dan Goto Yoshiko, tahun lalu – jumlah ahli seperti itu tidak diragukan lagi akan berkurang.

Kaketsugi adalah proses melelahkan yang dimulai dengan mengeluarkan sepotong kecil kain dari dalam garmen, di mana ketidakhadirannya tidak akan diperhatikan.

Kaketsugi  (Oddity Central)

Potongan ini kemudian disikat dengan larutan berbasis aseton yang membuat penghapusan benang individu sedikit lebih mudah. Memisahkan potongan kain menjadi beberapa helai benang mungkin merupakan bagian yang paling melelahkan dari kaketsugi.

Akan tetapi para ahli kerajinan ini mengklaim bahwa menggunakan kain yang sama persis dengan yang digunakan untuk membuat garmen sangat penting untuk membuat perbaikan benar-benar tidak terlihat pada akhirnya.

Benang yang baru diperoleh kemudian dijahit dengan hati-hati di atas lubang atau area yang rusak pada garmen, dari berbagai arah, dan dari kedua sisi kain.

Setelah proses menjahit selesai, ikatan perekat diterapkan di atas area yang diperbaiki, dan sisa benang digunakan untuk menutupi kerusakan secara menyeluruh.

Akhirnya, area yang diperbaiki dengan kaketsugi disetrika. Hal itu membantu menghaluskan semuanya dan pada titik ini, hampir tidak mungkin untuk melihat di mana lubang itu berada. Pakaian itu terlihat seperti baru.

Menariknya, perbaikan tak terlihat bekerja dengan baik pada lubang kecil dengan ukuran hanya beberapa milimeter, seperti pada lubang besar dengan diameter lebih dari 3 sentimeter. Hanya saja area rusak yang besar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaikinya, sehingga semakin besar lubangnya maka semakin mahal biaya perbaikannya.

Menurut situs web Kimono Totonoe, sebuah perusahaan yang mengklaim mempekerjakan master kaketsugi, harga perbaikan mulai dari 136 dolar sekitar  Rp 2 juta ditambah pengiriman untuk lubang berdiameter hingga 0,5 cm dan naik menjadi 362 dolar sekitar Rp 5,4 juta plus pengiriman untuk lubang hingga 3 cm.

Harga yang berbeda-beda itu memang tergantung pada kain dan kerumitan pekerjaan. Kelihatan memang mahal, namun teknik ini biasanya digunakan untuk pakaian yang penuh dengan kenangan. (melva)

Indonesia Pavilion: Kenalkan Ragam Produk Kosmetik, Kuliner, dan Baterai Indonesia

JAYAKARTA NEWS, MAROKO – Selama tiga hari, 20-22 Juli 2022 KBRI Rabat menyelenggarakan “Indonesia Pavilion” untuk mempromosikan produk Indonesia kepada para pengusaha yang ada di Maroko. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Palace d’Anfa, Casablanca ini dibuka oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Hasrul Azwar.

Dalam sambutannya pada pembukaan “Indonesia Pavilion”, Dubes Hasrul Azwar menyampaikan terima kasih kepada lima perusahaan Indonesia yaitu: PT Fabindo Sejahtera, PT Lotte Indonesia, PT Mayora, PT Omitosh (Nutrifood Indonesia), dan PT Trimitra Baterai Prakasa, yang telah berpartisipasi pada kegiatan tahun ini.

Pembukaan juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Casablanca, Moulay Ahmed Afilal; Sekjen Persatuan Umum Perusahaan dan Profesi Maroko, Mohammed Dahbi; Konsul Kehormatan RI di Casablanca, Khalil Benabdellah; serta perwakilan dari Kementerian Industri dan Perdagangan Maroko, dan Kadin Kota Casablanca-Settat.

(Foto: Kemlu)

Selain pameran produk Indonesia, kegiatan juga diisi dengan sesi pertemuan bisnis antara perusahaan partisipan dengan pembeli potensial, distributor maupun importer dari Maroko secara virtual.

“Selama ini masyarakat Maroko telah banyak mengkonsumsi produk Indonesia, antara lain kopi, teh dan Indomie. Namun, belum banyak yang tahu bahwa produk yang mereka konsumsi itu berasal dari Indonesia,” imbuh Dubes RI dalam wawancaranya dengan salah satu radio nasional Maroko.

Untuk itu, melalui kegiatan ini KBRI berharap produk-produk Indonesia semakin dikenal di Maroko.

Perwakilan dari Kementerian Industri dan Perdagangan Maroko, Siham Houari mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan kegiatan yang dilaksanakan. Ia berharap kerja sama dengan Indonesia, salah satunya proses pembuatan MoU Halal Certificate, dapat segera dirampungkan agar perdagangan kedua negara kian meningkat.***/mel