Antasari, Sang Penjebol “Benteng Emas” Difilmkan

Egy Massadiah (tengah), produser film Pangeran Antasari, berfoto bersama aktor Egy Fadli (Pangean Antasari) dan Hemalia Putri. Foto: Istimewa

PABRIK batubara “oranje nassau” (yang artinya “benteng emas”) milik Belanda, adalah tonggak perang masyarakat Banjar melawan Belanda. Di situ pula, Pangeran Antasari tampil perkasa dengan kemampuan menjebol benteng dan menutup “benteng emas”.

Sejarah kemudian mencatat peristiwa di Banjarmasin itu sebagai satu-satunya perang melawan penjajah yang dipicu oleh tambang batubara. Berbeda dengan perang-perang lain yang berlatar belakang eksploitasi rempah-rempah, monopoli perdagangan, dan cultuur stelsel. Tahun 1800-an itu pula, Antasari sudah melakukan perang sistem gerilya. Pasukannya siap melakukan serangan tiba-tiba, dan menghilang seketika di ganasnya belantara Kalimantan.

Sebentara lagi, masyarakat bisa menyaksikan peristiwa heroik itu di layar lebar. Saat ini, Kisah Perang Banjiar, PANGERAN ANTASARI, “Haram Manyarah Waja Kaputing” sedang proses pengambilan gambar di beberapa lokasi di Kalimantan Selatan. “Ada sekitar 50 an orang crew kami dari Jakarta sedang di lapangan. Hampir semua pendukungnya kami gunakan aktor lokal sebab banyak dialog dalam film ini menggunakan bahasa Banjar,” ujar Egy Massadiah, produser film itu.

Egy yang aktor Teater Mandiri (Putu Wijaya) itu menambahkan, hanya tokoh utama yang dimainkan aktor dari Jakarta, di antaranya Hemalia Putri dan Egy Fadly. Film itu disutradarai Irwan Siregar, dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Suasana syuting film Pangeran Antasari di Banjarmasin.

Menurut Egy Massadiah, penggarapan struktur cerita film yang melibatkan lebih 150 pemain ini dimulai dengan kehadiran pelajar sekolah dasar zaman sekarang. Dikisahkan mereka ingin mencari tahu sosok Pangeran Antasari dan perjuangannya. “Akan ada dua segmen yaitu segmen masa perjuangan Pangeran Antasari sekitar tahun 1850-an dan segmen zaman sekarang,” papar Egy.

Film berdurasi sekitar 100 menit ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor yang memang sangat mencintai dunia kebudayaan khususnya senin peran dan teater. “Ini film edukasi tentang pahlawan Banjar, banyak keteladanan yang bisa dipetik oleh generasi sekarang,” ungkap pria yang akrab disapa Paman Birin ini.

“Kami juga ingin cerita tentang epos kepahlawanan dari daerah Banjar di-film-kan, seperti halnya provinsi-provinsi lain, misalnya Aceh dengan Tjut Nyak Dien-nya, Jawa Tengah dengan Pangeran Diponegoro-nya,” kata Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor kepada wartawan.

Seniman dan budayawan terkemuka asal Banjar Yadi Muryadi juga terlibat langsung dalam film ini. “Kami sangat bangga bisa mewujudkan film ini dan melibatkan banyak pemain lokal yang memang sehari-hari menggeluti dunia seni peran, ” ungkap Yadi yang terlibat sejak riset dan penulisan cerita hingga turut serta ambil bagian sebagai salah seorang pemain.

Sejarah mencatat, Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batubara milik Belanda di Pengaron pada tanggal 25 April 1859. Dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia, Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.

Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun dia tetap pada pendiriannya. Ini tergambar pada suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin tertanggal 20 Juli 1861. “Dengan tegas kami terangkan kepada tuan: Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut kemerdekaan.”

Dalam film  ini muncul juga tokoh-tokoh, di antaranya Tumenggung Antaludin, Tumenggung Jalil, Demang Lehman, Ratu Zaleha, Wulan Jihad (pejuang wanita Dayak Kenyah), Amin Oellah, Soero Patty, Kiai Djaya Lalana, Goseti Kassan. Sedangkan dari pihak kolonial Belanda, yakni antara lain: Augustus Johannes Andresen, George Frederik Willem Borel, Karel Cornelis Bunnik, C.E. Uhlenbeck, Gustave Verspijck, dan lain-lain. ***

DJ Talisa Tembus Kejuaraan Dunia “Red Bull 3Style” di Polandia

DJ Talisa, nomor tiga dari kiri, bersama para juri dan finalis “Red Bull 3Style” tingkat nasional.

MENGANGKAT keunikan dan kekuatan ramuan komposisi kultur musik negeri sendiri jadi kunci kemenangan Talisa Kurlina, perempuan DJ asal Surabaya, Jawa Timur di arena pertarungan putaran puncak final tingkat nasional, Red Bull 3Style yang berlangsung di Fable Club & Lounge, SCBD, Jakarta pada akhir pekan ini.

Terbilang sungguh menarik, satu-satunya finalis perempuan, dan mampu meraih kemenangan atau diartikan nantinya berangkat membawa nama Indonesia ke panggung internasional, Kejuaraan Dunia DJ “Red Bull 3Style” yang dijadwalkan berlangsung di Polandia, guna mempertandingkan keunggulan para DJ dari 21 negara dari berbagai benua.

Sejak tahun 2010, Kejuaraan Dunia DJ “Red Bull 3Style” telah turut memajukan elemen kearifan budaya lokal dari segala enjuru dunia, dan terbukti mampu menarik perhatian masyarakat dunia, dan Indonesia kini memperoleh kesempatan emas buat pertama kalinya menjadi bagian dari keikutsertaan.

Diperhitungkan sebagai Kejuaraan Dunia DJ terbesar dan paling kredibel, maka pihak penyelenggara Red Bull 3Style kini telah menjadikan demikian pentingnya jagat permusikan deejay di Indonesia untuk ikut diperhatikan sepak terjangnya.

Pihak penyelenggara Red Bull 3Style mengharapkan para kontestannya menghadirkan orisinalitas, penguasaan berbagai elemen keahlian (skills) di atas pentas dan seperti bagaimana tindakannya di hadapan kerumunan penonton, serta kemampuan memanfaatkan 15 menit waktu (music selection) dalam upaya membangkitkan kesan respons positif bagi para penonton dan seluruh juri penilai.

Paling penting, adalah bagaimana caranya kontestan DJ sanggup membangkitkan reaksi kerubungan penonton karena mereka hadir dengan berharap akan memasuki goyang semaraknya suatu pesta akbar. ***

Surat Cinta untuk Starla dari Virgoun, Cetak Rekor Baru

SETELAH 16 bulan diunggah di kanal youtube, Lagu Surat Cinta Untuk Starla akhirnya berhasil menembus 100 Juta Viewer! Tapi yang lebih membanggakan lagi adalah lagu ini menjadi Video Musik Indonesia pertama yang berhasil mencapai 100 Juta penonton!

100JT VIEWS!! THANK YOU!!! Semoga lagu ini bisa terus menginspirasi dan di cintai oleh kalian, makasih utk semua yang udah nonton lagi, lagi, dan lagi.. ” demikian ucapan terimakasih Virgoun lewat Instagramnya.
Seperti yang diketahui,  Virgoun yang lebih dikenal sebagai vokalis dari band Last Child, itu mencoba jalankan proyek solonya dimulai pada 2016 lalu. Proyek solonya ini tercetus, karena ada alter ego dari Virgoun yang selama ini masih di pendam.

Ada karya-karya Virgoun yang di rasa sangat personal dan tidak  bisa masuk ke Last Child, yang akhirnya diputuskan untuk digarap dan kembangkan sendiri melalui proyek solonya. Jadilah ‘Surat Cinta Untuk Starla’ ini sebagai penanda karya perdana Virgoun di luar bandnya.

Karena apresiasi yang luar biasa penonton youtube terhadap video liriknya, Setahun berlalu tepatnya Februari 2017 Virgoun merilis Music Video dan Short Movie sekaligus.

“Surat Cinta Untuk Starla” di adaptasikan ke sebuah short Movie yang terbagi atas 7 Chapter. Short Movie ini disutradarai Oleh UpieGuava dan yang menjadi peran adalah Jefri Nichol sebagai HEMA dan Caitlin Halderman sebagai STARLA.

Musisi Benny Panjaitan Wafat, Jenazah Dimakamkan di Menteng Pulo

KABAR  duka datang dari dunia musik Tanah Air. ‎Musisi senior Benny Panjaitan meninggal dunia di rumahnya kawasan Ciledug, Tangerang, Selasa (24/10/2017).

Personel band Panbers itu menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.50 WIB.

“Benar, (Benny Panjaitan) meninggal jam 09.50 WIB,” ujar Dino Panjaitan, anak Benny Panjaitan, saat dihubungi, Selasa (24/10/2017).

Kepergian salah satu pentolan band legendaris Panbers ini dibenarkan oleh Roesland, anak Benny.

“Karena sakit stroke sudah lama. Ini saya sedang on the way ke rumah duka,” ujar Roesland.

Akun resmi Panbers di Facebook menyampaikan, Benny disemayamkan di rumah duka RS Dharmais, Jakarta. Akun tersebut bahkan mengunggah wajah terakhir Benny yang tampak sangat kurus.

Sebelum terkonfirmasi, pesan berantai tentang kabar duka ini lebih dulu menyebar ke kalangan wartawan.

“Om benny panjaitan barusan meninggal dunia. Alamat duka: Jalan Prof DR Hamka Komplek Panbers (Taman Asri) no 14, Ciledug Larangan,” tulis pesan tersebut.

Benny memang sempat dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 22 Oktober yang lalu. Namun saat itu kabar tersebut dibantah oleh pihak keluarga alias hoax.

“Kali ini Bang Beny Panjaitan wafat benar,” kata musisi senior yang juga pengamat musik, Bens Leo. Jenazah dimakamkan Rabu (26/10) di TP Menteng Pulo. Di RS Dharmais tempat jenazah Benny disemayamkan, melawat kerabat almarhum. Tampak Menteri Kemaritiman Luhut Panjaitan, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan pengacara Trimedya Panjaitan.

Benny Pandjaitan dikenal sebagai anggota Panbers, band yang merupakan singkatan dari Pandjaitan Bersaudara.

Kelompok musik ini didirikan pada 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul.
Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum.

Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.

Cek Toko Sebelah, Film Terpuji FFB 2017

Tatiek Maliyawati WS Raih Lifetime Achievement award

FESTIVAL Film Bandung ke-30 telah berakhir dengan acara puncak di Studio Emtek SCTV, Daan Mogot Jakarta pada Minggu 22 Oktober 2017. Total ada 19 kategori unggulan dan satu penghargaan khusus berupa Lifetime Achievement Award.

Sebelas kategori dikhususkan untuk film panjang bioskop, lima untuk film televisi, dan tiga untuk serial televisi atau sinetron. Tim penjurian FFB 2017 menyeleksi film dan serial yang beredar dalam kurun waktu Agustus 2016 hingga Juli 2017. Khusus film bioskop adalah yang tayang di biokop Bandung.

Menurut keterangan resmi, total karya yang diamati adalah 114 film biosop, 204 film televisi, dan 107 serial televisi. Karya diseleksi bertahap dan tersaring belasan judul yang diunggulkan di 19 kategori.

Panitia FFB 2017 dipimpin oleh Eddy D. Iskandar. Tim pengamat film yaitu Eriko Utama, Rosyid E. Abby, Agus Safari, Jakob Sumardjo, Eddy Iskandar, Ardityo Danoesoebroto, dan Dhipa Galuh Purba. Tim pengamat sinetron meliputi Rosyid E. Abby, Agus Safari, Aam Amilia, dan Raja Lubis.

Tatiek Maliyawati WS

Berikut daftar lengkap para pemenang dan nominasi FFB 2017.

A. Film Bioskop

1. Penata Kamera Terpuji

– Pemenang: Yudi Datau (Surat Kecil Untuk Tuhan)
– Anggi Frisca (Night Bus)
– Faozan Rizal (Salawaku)
– Roy Lolang (Pasukan Garuda: I Love My Heart in Lebanon)
– Yudi Datau (Critical Eleven)

2. Penata Musik Terpuji

– Pemenang: Tya Subiakto (Mooncake Story)
– Aghi Narattama (Sweet 20)
– Ivan Gojaya (Galih & Ratna)
– Mc Anderson (Filosopi Kopi 2: Ben & Jodi)
– Miyashi Masato & Clemens Felix Setiyawan (Ziarah)

3. Penyunting Gambar Terpuji

– Pemenang: Kelvin Nugroho & Sentot Sahid (Night Bus)
– Aline Jusria (Ini Kisah Tiga Dara)
– Bounty Umbara & Wawan I Wibowo (Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1)
– Sastha Sunu (3 Srikandi)
– Yoga Krisparatama (The Professionals)

4. Penata Artistik Terpuji

– Pemenang: Deki Yudhanto (Istirahatlah Kata-kata)
– Allan Sebastian (Kartini)
– Budi Riyanto (Mooncake Story)
– Dita Gambiro (Galih & Ratna)
– Eros Eflin (Athirah)

5. Penulis Skenario Terpuji

– Pemenang: Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
– Amril Nuryan & Halim Gani Safia (Uang Panai’ = Maaha(r))
– Bagus Bramanti & Hangung Bramantyo (Kartini)
– Benni Setiawan dan TB Silalahi (Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon)
– Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny dan Ika Natassa (Critical Eleven)
6. Pemeran Pembantu Wanita Terpuji

– Pemenang: Djenar Maesa Ayu (Kartini)
– Acha Septriasa (Shy Shy Cat)
– Marissa Anita (Istirahatlah Kata-kata)
– Mikha Tambayong (Promise)
– Widyawati (Sweet 20)

7. Pemeran Pembantu Pria Terpuji

– Pemenang: Ganindra Bimo (Moammar Emka’s Jakarta Undercover)
– Ade Firman Hakim (Bid’ah Cinta)
– Arifin Putra (The Professionals)
– Dion Wiyoko (Cek Toko Sebelah)
– Slamet Rahardjo (Sweet 20)

8. Sutradara Terpuji

– Pemenang: Lucky Kuswandi (Galih & Ratna)
– Angga Dwimas Sasono (Filosopi Kopi 2: Ben & Jody)
– Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
– Riri Riza (Athirah)
– Yosep Anggi Noen (Istirahatlah Kata-kata)

9. Pemeran Utama Wanita Terpuji

– Pemenang: Adinia Wirasti (Critical Eleven)
– Cut Mini (Athirah)
– Dian Sastrowardoyo (Kartini)
– Sheryl Sheinafia (Galih & Ratna)
– Tatjana Saphira (Sweet 20)

10. Pemeran Utama Pria Terpuji

– Pemenang: Chicco Jerikho (Filosopi Kopi 2: Ben & Jody)
– Jefri Nichol (Dear Nathan)
– Morgan Oey (Sweet 20)
– Pandji Pragiwaksono (Insya Allah Sah)
– Reza Rahadian (Critical Eleven)

11. Film Bioskop Terpuji

– Pemenang: Cek Toko Sebelah (Starvision)
– Athirah (Miles Film)
– Filosopi Kopi 2: Ben & Jody (Visinema Pictures & 13 Entertaiment)
– Kartini (Legacy Pictures & Screenplay Films)
– Istirahatlah Kata-kata (Yayasan Muara, Partisipasi Indonesia, Limaenam Film, KawanKawan Film)

B. Film Televisi

12. Penulis Skenario FTV Terpuji

– Pemenang: Lintang Pramudya Wardhani (Anak-Anak Merah Putih)
– Aris Triana (Pencuri Adzan)
– Eko Hartono (Dosa Separuh Nyawa)
– M. Haris Suhud (Kurang Garam)
– Novia Faizal (Blogger Cinta dan Backpacker)

13. Pemeran Wanita FTV Terpuji

– Pemenang: Tyas Mirasih (Jangan Remehkan Istri Berdaster)
– Adhitya Putri (Penjaga Air Surga)
– Alyssa Soebandono (Diantara Dua Ibu)
– Della Puspita (Satu Sedekah Beribu Berkah)
– Tissa Biani Azzahra (Dangdut Is My Dream)

14. Pemeran Pria FTV Terpuji

– Pemenang: Dimas Aditya (Bukan Tanah Air Beta)
– Adly Fayruz (Jodoh Pengantar Jenazah)
– Dian Siddik (Kurang Garam)
– Gerry Iskak (Satu Sedekah Beribu Berkah)
– Ricky Harun (Dosa Separuh Nyawa)

15. Sutradara FTV Terpuji

– Pemenang: Azhar Kinoi Lubis (Dangdut Is My Dream)
– Cheppy Gober (Jodoh Pengantar Jenazah)
– Dwi Ilalang (Tak Ada Suami Yang Sempurna)
– Hadrah Daeng Ratu (Takdir Yang Terlupakan)
– Maruli Ara (Anak-Anak Merah Putih)

16. Film Televisi Terpuji

– Pemenang: Kurang Garam (Surya Citra Televisi & Citra Sinema)
– Anak-Anak Merah Putih (SinemArt)
– Penjaga Air Surga (Trans 7 & RK 23 Pictures)
– Satu Sedekah Beribu Berkah (Mega Kreasi Film)
– Tasbih Sang Juara (SinemArt)

C. Serial Televisi/Sinetron

17. Pemeran Wanita Serial TV Terpuji

– Pemenang: Cut Meyriska (Putri Titipan Tuhan)
– Adunda Adzani (Roman Picisan The Series)
– Irish Bella (Berkah Cinta)
– Natasha Willona (Mawar & Melati)
– Prilly Latuconsina (Bawang Merah Bawang Putih)

18. Pemeran Pria Serial TV Terpuji

– Pemenang: Arbani Yasiz (Roman Picisan The Series)
– Agus Kuncoro (Dunia Terbalik)
– Aliando Syarief (Pesantren Rock & Roll Reborn)
– Donny Michael (Berkah Cinta)
– Glen Alinskie (Cahaya Cinta)

19. Serial Televisi Terpuji

– Pemenang: Dunia Terbalik (MNC Pictures)
– Cahaya Cinta (Multivision Plus)
– Cinta dan Rahasia (Netmediatama)
– Di Rumahku Ada Surga (Transmedia)
– Putri Titipan Tuhan (SinemArt)

D. Ekstra:

20. Lifetime Achievement Award diberikan kepada Tatiek Maliyati dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro Warkop)

Tatiek Maliyawati WS (83), adalah ‘ibu para aktor’ teatier, sinetron dan film Indonesia. Karyanya yang terkenal dari pengajar IKJ ini adalah ‘Losmen’ yang tayang di TVRI (1985-1991).

Pro dan Kontra Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza saat upacara bendera belum wajib dilakukan oleh siswa sekolah. Peraturan tersebut masih dikaji oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Direktur Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, mengatakan sekolah boleh menggunakan versi satu stanza maupun tiga stanza. Keduanya tidak menyalahi aturan perundang-undangan.

“Ada yang pakai satu stanza boleh, yang tiga stanza sebagai pemahaman lebih komprehensif boleh. Indonesia Raya tiga stanza dari segi isi kan lebih holistik,” kata Restu usai seminar sosialisasi Tutorial Indonesia Raya di Plaza Museum Fatahillah Jakarta belum lama ini.

Beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan ialah durasi tiga stanza yang mencapai empat menit. Durasi tersebut dinilai terlalu lama bila diterapkan saat upacara bendera.

“Kalau tiga stanza, pengibar benderanya itu kecepatannya seperti apa belum diatur. Belum lagi hormat benderanya juga terlalu lama. Artinya kalau ini nanti diterapkan menjadi upacara yang beneran harus ada aturan yang mengikuti. Tapi kalau hanya di kelas itu bisa,” ujarnya.

Menurutnya, lagu Indonesia Raya dapat dimaknai secara utuh ketika dinyanyikan lengkap tiga stanza. Isi dari lagu karya WR Supratman itu dinilai dapat membangun nasionalisme para pelajar.

“Penguatan karakter juga dilakukan bersama-sama dengan ilmu lain, seperti sejarah dan kesenian. Ilmu kan tidak bisa dipisah-pisah,” ungkapnya.

Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid mengungkapkan bahwa 3 stanza atau 3 bait yang dimiliki Indonesia Raya memang memiliki nilai-nilai penting bagi bangsa Indonesia . “Penciptanya, Wage Rudolf Supratman adalah orang yang paham betul bagaimana menuangkan semangat kenegaraan dalam sebuah lagu Nasional,” katanya.

Terlebih lagi, nilai-nilai ini mampu diperkuat pada lapisan pendidikan dan melibatkannya dalam proses pendidikan. Kemendikbud punya maksud untuk menerapkan lagu Indonesia Raya dinyanyikan 3 stanza sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Seperti kata bapak Mendikbud, Muhadjir Effendy bahwa ini adalah salah satu rangkaian dalam pendidikan karakter, karakter nasionalisme, karakter cinta Tanah Air, terpanggil untuk bela negara menjadi anak Indonesia yang punya tanggung jawab untuk Indonesia masa depan. Untuk kepentingan pendidikan masa depan,” imbuh Hilmar Farid.

Bagaimana dengan murid-murid dan karyawan yang tidak hafal dan protes tentang lagu Indonesia Raya 3 stanza ? “Menyanyikan lagu pop yang berdurasi 5 menit hafal, masa menyanyikan lagu Indonesia Raya enggak bisa ? Saya sendiri belum hafal lirik Indonesia Raya 3 stanza, tapi yuk mari kita bersama-sama menghafal lagu kebangsaan ini,” pintanya.

Remy Sylado

Polemik Indonesia Raya memang sudah mencuat lama. Pengamat musik Remy Sylado memaparkan ihwal lagu tersebut di Ensiklopedi Musik bahwa lagu Indonesia Raya dituduh plagiat lagu jazz ‘Pinda Pinda’ dan ‘Lekka Lekka’ . “Yang menuduh plagiat adalah Amir Pasaribu di tahun 50an. Selain itu, dalam wawancara dengan penyair Sapardi Djoko Damono di majalah Top tahun 1975, susunan kata-kata di lagu kebangsaan tersebut membingungkan. Karena pengetahuan dasar lirik enggak dikuasainya dengan benar,” ujar Remy.

Ditambahkan, beberapa politisi, sarjana hukum, kritikus musik dan seniman seperti Muhammad Yamin, Cornel Simanjuntak, Liberty Manik dan JA Dungga mengkritisi isi lirik dan susunan bahasa Indonesia Raya. Kata mereka, WR Supratman adalah seorang pencinta Tanah Air dari seorang penyair. Lebih dulu seorang nasionalis dari seorang komponis. Kesimpulannya, suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri, bahwa dengan lagu Indonesia Raya yang didalamnya mengandung cacat, telah banyak pahlawan yang gugur membela kemerdekaan.

Nyatanya, Indonesia Raya1 stanza atau 3 stanza sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 juga telah mengatur hal yang sama. Tentang lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

 

“The Conjuring 3” Bakal Segera Dibuat

BAGI pecinta film horor, sekuel film The Conjuring tentunya masuk dalam daftar film yang wajib ditonton. Melansir Entertainment Weekly,  sutradara horor terkenal, James Wan, memastikan bahwa The Conjuring 3 pasti akan dibuat.

Sutradara kelahiran Malaysia ini dikenal sebagai sutradara yang sukses menggarap film-film horor berbiaya rendah, sebut saja seperti: SAW, Insidious, dan serial The Conjuring. James Wan pun disebut tak menampik jika dirinya juga sedang memikirkan proyek lanjutan dari The Conjuring, yakni The Conjuring 3. Pria berusia 40 tahun ini mengaku telah memiliki cerita untuk The Conjuring 3.

“The Conjuring 3 adalah sesuatu yang tidak bisa saya abaikan. Untuk saat ini, kami masih mengerjakan naskahnya,” kata James Wan. Namun Wan tak mau terburu-buru untuk mengerjakan The Cojuring 3. Pasalnya, ia juga masih memiliki “PR” beberapa film horor lain. Sebut saja seperti The Nun, film spin-off dari The Conjuring.

“The Conjuring adalah pion utama dari kisah-kisah horor yang sudah ada saat ini termasuk spin-off The Nun. Aku rasa, butuh waktu untuk memoles naskahnya. Sebab, butuh cerita yang amat kuat meski aku ini akan menjadi bagian ketiga,” lanjut Wan.

Serial The Conjuring pertama kali hadir di layar lebar pada tahun 2013. Film ini terbilang sukses dari segi pendapatan. Meski hanya berbiaya $20 juta saja, namun film garapan James Wan tersebut berhasil meraup keuntungan mencapai $318 juta.

Kisah The Conjuring ini pun berlanjut pada tahun 2016 dengan mengambil judul The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist. Berlatar tahun 1977, The Conjuring 2 mengisahkan tentang Lorraine dan Ed Warren yang dihadapkan pada kasus yang disebut sebagai pengalaman paling mengerikan sepanjang kariernya menjadi paranormal.

Sama seperti film pertamanya, The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist berhasil meraup keuntungan berlimpah. Film ini sukses meraih pendapatan sebesar $320 juta. The Conjuring 2 juga sempat dinominasikan sebagai FilmHoror terbaik dalam ajang Empire Award dan Saturn Award. Nah, apakah The Conjuring 3 nanti akan seseram dua film sebelumnya, ataukah justru lebih seram? ***

Pengabdi Setan Raih 3 Juta Penonton

Film Pengabdi Setan yang sukses meraup 3 juta penonton.

BERAWAL dari angka 90.000 penonton di hari pertama 28 September 2017 lalu, film Pengabdi Setan besutan sutradara Joko Anwar mengantongi angka 3 juta penonton setelah hampir 20 hari tayang di bioskop. Dilansir akun Instagram @pengabdisetanofficial, Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 19.00 WIB, film yang berhasil menyabet 13 naominasi Piala Citra 2017 ini telah resmi mengantongi angka 3 juta penonton. “Terima kasih untuk 3 juta penonton yang telah menyaksikan ‘Pengabdi Setan’,” tulis akun @pengabdisetanofficial.

Keluarga pengabdi setan dalam film “Pengabdi Setan”.

Perolehan penonton tersebut menambah deret prestasi Pengabdi Setelah. Sebelumnya, film remake ini mencetak rekor sebagai film horor pertama yang masuk nominasi film terbaik FFI.

Seperti dilaporkan filmindonesia.or.id, Pengabdi Setan kini menempati peringkat kedua film Indonesia terlaris tahun ini. Sejak beberapa waktu lalu, Pengabdi Setan resmi menggeser posisi film horor lainnya, Danur yang mengantongi 2,7 juta penonton. Sementara posisi pertama masih ditempati Warkop DKI Reborn Part 2 dengan 4 juta penonton. ***

Konser dan Buku Untuk Sang Legenda Benny Panjaitan

 

 

MENYEBUT nama Benny Panjaitan, masyakat luas akan teringat pada grup besar di era 70-an Panbers alias Panjaitan Bersaudara. Benny menjadi sosok dan penggerak band tersebut yang telah enjadi legenda bagi dunia musik Indonesia. Di era 1970-an hingga sekarang, Panbers tetap melekat di hati penggemarnya.

Karya-karyanya seperti Akhir Cinta, Gerje Tua, Musafir, Hidup Terkekang, Indonesia My Lovely Country, Terlambat Sudah, dll memang cukup akrab di telingan masyarakat Indonesia. Namun sang legenda kini tengah terbaring sakit akibat penyakit stroke yang dideritanya. Ia sudah mengalami penyakit tersebut sebanyak tiga kali (2010, 2012 dan 2015). Ia pun tak dapat beraktifitas seperti biasa seperti menulis lagu dan bermain gitar.

Pada 14 September lalu, Benny berulangtahun ke 70. Untuk menghormati kiprah beliau, dibuatkanlah sebuah buku dan konser musik yang rencananya akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada Kamis, 23 November 2017 mendatang.

Konser dan peluncuran buku tersebut awalnya akan digelar pada 5 Oktober 2017 mendatang. Namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut harus sedikit tertunda.

”Konser musik dan peluncuran buku Perjalanan Sang Legenda merupakan kegiatan 70 tahun Benny panjaitan. Niat menerbitkan buku dan menyelenggarakan konser adalah dalam rangka mengharagai karya-karya Benny Panjaitan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam dunai musik,” ujar TA Rusland selaku ketua panitia konser dan peluncuran buku Perjalanan Sang Legenda.

Buku tersebut nantinya akan berisi rangkuman dari testimoni para penggemar, artis dan masyarakat yang memberikan pandangannya kepada Benny Panjaitan. Sekitar 50 orang akan menyumbang testimoninya.

”Buku Perjalanan Panjang Sang Legenda ditulis oleh Trimedya Panjaitan dan TA Rusland. Menjadi sebuah presentasi fragmen perjalanan karir seorang pesohor negeri. Dan diperkirakan akan berisi sekitar 180 hingga 200 halaman,” ungkap TA Rusland.

Sementara itu, Trimedya Panjaitan selaku penasihat konser dan buku mengatakan jika Benny Panjaitan telah menjadi ikon bagi suku Batak. Karena itu, tak mudah untuk melupakan jasa-jasanya kepada masyarakat Batak.

”Begitu banyak yang diperbuat bang Benny dengan Panbersnya. Lewat suara dan karya-karyanya. Istimewanya, beliau membawa bendera marga Panjaitan ke kancah internasional,” ucap Trimedya.

Dalam konser musik nanti, akan hadir generasi kedua Panbers bersama para sahabat dan simpatisan, serta artis-artis ibukota. Konser tersebut juga diharapkan sebagai ajang temu kangen bagi para penggemar dan musisi yang menggemari lagu-lagu Panbers.

”Konser akan menjadi istimewa sehubungan dengan 70 tahun usia Benny Panjaitan. Menjadi kesempatan memberi apresiasi dan dukungan atas kekuatan dan keteguhan berjuang untuk kesembuhan penyakit stroke yang dideritanya,” kata Adolf Panjaitan selaku pelaksana acara. ***

Ikmal Tobing, Tanpa Penyesalan di Jagat Drumer

Ikmal Tobing

BERAKSI performa ganas di atas panggung dengan paduan atraksi gaya menghibur, mungkin bukan cuma drumer Ikmal Tobing yang bisa melakukan itu. Tetapi bermain drum di atas ketinggian gunung, pasti cuma pernah dilakukan Ikmal di Gunung Pajajaran, Bogor, Jawa Barat.

Drumer band Mahadewa yang nyaris ikutan audisi pengganti almarhum The Rev personel grup musik hard rock Avenged Sevenfold yang wafat tahun 2009 ini, juga memiliki latar belakang sebagai pemain sepakbola berprestasi. Ya, sekitar tahun 2003-2006 dikenangnya menjadi sisi talenta lain sang striker Persija Yunior yang top scorer. Kalau saja saat itu sepakbola Indonesia telah melindungi profesionalisme setiap pemainnya, kemungkinan besar Ikmal tidak bakal jadi drumer hebat.

“Setiap pulang dari jadwal latihan sepakbola, pasti langsung main drum. Kalau saja ketika itu (sepak bola) kita mendapat perhatian layak…,” kenangnya di depan wartawan, saat baru saja menyelesaikan performanya dengan pemenang kesatu Tama Groove Session Indonesia 2017.

Namun nasib itu dirasakannya tidak perlu disesalkan, bahkan ketika belakangan ini melihat reputasi Radja Nainggolan di liga utama Serie A (AS Roma, Italia) dan tim nasional Belgia itu, baginya bukan membangkitkan rasa penyesalan diri tetapi timbul kebanggaan dengan adanya pemain sepakbola internasional berdarah Indonesia.

Pengagum drumer The Beatles, Ringo Starr; Neil Peart (Rush), Lars Ulrich (Metallica), John Bonham (Led Zeppelin) ini mengaku dirinya serupa dengan kodrat talenta ayahnya, drumer Jelly Tobing yang awalnya juga aktif di Persija dan salah seorang pendiri kelompok suporter, Jakmania.

Diakui, terus terang dirinya tetap bawel terhadap lamban perkembangan profesionalisme sepakbola di tanah air, karena sebutlah Ronaldo (Portugal, Real Madrid) yang terbilang memperoleh perlindungan asuransi kesehatan gila-gilaan dan “dimanjakan” bahkan mungkin cuma karena kelingking kakinya keseleo.

“Beda sekali dengan di sini, pemain berprestasi sampai kaki patah, hanya mendapatkan perhatian biasa aja. Ada temen-temen lama yang gajinya dipotong ataupun sampai tidak diberikan sama sekali,” ungkapnya. Risiko seperti itu yang dulu membuat Ikmal berpikir untuk kemudian mengundurkan diri, dan memutuskan jadi drumer dan edukator. ***